Sorry, It’s True Love (Chapter 4)

Tittle : Sorry, it’s TRUE love [Chapter 4]

Author : Yuli ELFiani Sitanggang (@ELFiani130798) #followme haha XD

Cast : Luhan, Minyoung, Sehun, Baekhyun, YooKyung, dll.

Genre : Romance, Friendship, comedy (0,00000001%)

Leght : Chapter

Rating : General

Author Post : FF ini dibuat dari jeri payah author sendiri. Tidak ada kesamaan dari pihak manapun, karena itu hasilnya aneh… Langsung saja deh! HAPPY READING^^

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

Sehun POV

Aku berjalan dan terus berjalan, tidak terasa kakiku berjalan sejauh ini. Entah apa yang ku pikirkan saat ini. Selalu teringat kejadian tadi pagi disekolah. Hwang Min Young. Kau sukses membuatku gila lagi.

Kau tahu? Sebelum kejadian malam itu, aku benar-benar sudah melupakanmu. Tapi melihatmu dengan Luhan, membuatku stres. Hhaaa….

Ada apa denganku?

Apa aku mulai menyukaimu lagi Minyoung~ah?

Aku berhenti disuatu jalan. Entah apa yang membuatku berjalan ketempat ini. Taman bunga. Tempat pertamaku menyatakan perasaanku padanya. Aku terduduk disalah satu kursi disana. Ku sandarkan punggungku.

Perlahan, kutarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya perlahan. Kupejamkan mataku. Mencoba mengingat kembali kenangan-kenangan bersamanya. Mulai dari pertama aku mengenalnya sampai aku menyatakan perasaanku ditempat ini.

Flashback

“Gawat! Aku terlambat lagi.” Ucapku sambil berlari menuju halte bus. Sekarang sudah pukul 07.48 KST. Gerbang sekolah akan tertutup kurang lebih 10 menit lagi. Aku terus berlari, dan akhirnya aku menaiki bis yang baru saja kan pergi.

 

Saat menaiki bis tersebut, aku melihat begitu penuhnya bis itu.Dengan sedikit tenaga, aku melewati orang-orang itu. Dan akhirnya aku berhasil berdiri ditengah dengan berpegangan pada pegangan yang disedia diatas. Bis itu kembali berjalan.

 

Terkadang bis itu berhenti mendadak dan membuat orang-orang yang berdiri hamper terjatuh.

Untung saja aku bisa menahan, dengan berpegangan erat.

 

Satu per satu para penumpang bis, turun. Bis ini terlihat lebih kosong sekarang. Aku melihat bangku kosong dibelakang sana.

 Dengan cepat aku langsung duduk disana. Takut ada orang lain yang duduk terlebih dahulu.

 

Setelah duduk, aku memijati kakiku yang sedikit pegal akibat berdiri terlalu lama.

 

 Tidak ‘ku sadari seorang yeoja sedang tidur disebelahku. Aku tidak bisa melihat wajahnya dengan jelas, karena terhalangi oleh rambutnya yang panjang. Aku melihat seragam sekolahnya.

 

 Tunggu! Apa dia satu sekolah denganku? Mengapa jenis seragam sekolahnya sama seperti seragam sekolah perempuan disekolahku?

 

Aku terus memandanginya. Entah mengapa mataku tidak dapat berpaling melihat ke lain. Aku melihat gerakan-gerakan kecil yang dibuatnya. Terkadang aku terkekeh melihatnya.Dan tanpa ‘ku sadari  kepalanya jatuh terbaring dibahuku.

 

Kejadian tersebut, membuat detang jantungku berdegup tidak normal. Perlahan ‘ku tarik nafasku, untuk memperbaiki paru-paruku yang mungkin sedikit rusak akibat detakan jantungku ini.

 

Yeoja yang tidur disampingku akhirnya terbangun. Entah mengapa membuat jantungku sedikit lebih  baik, tidak seperti barusan. ‘Ku alihkan pandanganku kearah luar jendela. Takut yeoja tersebut mengira aku melakukan apa-apa dengannya.

 

“Ngg~” runtuknya pelan.

Matanya  mulai terbuka perlahan. Aku menyadari, saat ia membuka matanya dia melihat kearahku dengan tatapan bingung, kaget, atau apalah.

 

“Nuguseo?” katanya sambil mengucek matanya.

Kyeopta! >///<  Sekarang aku bisa melihat wajahnya. Dan aku akui dia cantik.

 

“Sehun. Oh Sehun. Apa kau sekolah diNeunggok Junior High School?” tanyaku padanya.

Ngg? Ne~ wae?” tanyanya lagi.

 

Aku tersenyum lembut.

“Annyeonghaseo. Jhoneun Oh Sehun imnida. Banggabseumnida.” Kataku membuatnya sukses tertawa.

 

“Hahahahahha…. Ne, annyeonghaeso. Jhoneun Hwang Minyoung imnida. Banggabseumnida sehun~ssi ^^” katanya menyambut jabatan tanganku.

 

Flashback End

 

Kejadian tersebut selalu membuatku teringat padanya. Sedikt penyasalan karena dulu aku pernah melukai hatinya. Meninggalkannya begitu saja, tanpa ada sedikit katapun. Sebenarnya bukan itu yang aku inginkan.

Tapi karena ini kehendak orang tuaku. Aku pun tidak dapat melawannya. Karena saat itu aku juga masih SMP, aku belum mengerti apa yang dipikirkan orang tuaku. Jadi aku hanya menurutinya saja.

Perlahan, aku membuka mataku yang sedari tadi ku tutup. Aku memandang satu semak yang sangat familier. Teringat kembali saat-saat aku sedang jalan-jalan dengannya.

Flasback

 

“Sehun~ah! Ayo cari aku!” aku mendengar suara yeoja yang sangat aku kenal. Ya, Minyoung. Sekarang dia sudah menjadi yeojachinguku.

 

Kami sedang bermain petak umpet. Aku yang jaga, dan dia yang sembunyi. Aku mendengar suara langkah kainya yang sedang berlari.

 

“Siap atau tidak aku keluar!” teriakku. Akupun membuka mataku yang melihat kebelakang. Aku mulai mencarinya. Sudah 10 menit lebih aku mencarinya dan, nihil. Aku tidak dapat menemuinya dimanapun diseluruh taman ini.

 

Terkadang aku bertanya kepada orang yang sedang berlalu lalang disana. Tapi sama saja, tidak ada yang melihatnya dan tidak tahu.

 

Aku mulai khawatir. Apa dia pergi meninggalkanku sendiri? Atau ada yang menculiknya pergi? Andwae! Tidak mungkin! Aku terus berlari. Mencari kesetiap sudut taman disana.

 

Kekhawatiranku semakin mendalam. Air mataku mulai mengalir melewati pipiku. Aku mulai terisak.

 

Terkadang aku berteriak memanggil mananya. Tapi tetap saja tidak ada yang menjawab. Eottokhae?

Aku mulai melemas. Kakiku serasa tidak dapat berdiri lagi menopang tubuhku. Pandanganku terus berputar-putar mencari Minyoung.

 

Sampai aku menemukan sepasang kaki mungil yang terlentang dibalik semak-semak dibelakang sana. Aku mendekati semak-semak itu. Dan, betul saja aku menemukan Minyoung yang tertidur dibalik semak itu.

 

Ujung bibirku mulai tertarik, mulutku terlihat tersenyum. Aku menghapus air mataku yang sedari tadi terus mengalir.

 

Aku memeluknya.

“Kenapa kau tertidur disini hah!? Kau membuatku sangat khawatir.” kataku, walaupun… ya, percuma saja. Dia sedang tidur tidak mungin dapat mendengarnya.

 

“Dasar tukang tidur.” Dengan pelan aku mengacak rambut halusnya, dan menyandarkan kepalanya pada bahuku.

 

Aku mau, ah bukan. Aku tidak berani membangunkannya dari tidur siangnya.

Karena, kalau dia tidak tidur siang. Ia pasti dimarahi oleh orang tuanya, karena tidak ada waktu beristirahat dan terus bermain.

 

Tanpa terasa, akupun mulai mengantuk menindih kepalaku diatas kepalanya. Dan mulai ikut terlelap dalam mimpiku.

 

Flashback end

 

Membayangkannya saja sudah membuatku sedih.

Tapi ini salahku.

Aku harus menanggung semuanya.

Aku harus memulainya lagi dari awal.

Tapi…

Luhan…

Kau…

Apa dia menyukai Minyoung juga?

ARRRRGGGGHHHHHHH!!!!

MICHI!

—–SIKP—–

Author POV

Pagi itu, adalah hari terburuk untuk Sehun. Ya, semalam ini dia tidak dapat tidur dengan nyenyak. Semalaman ini dia hanya memikirkan Minyoung. Dan terkadang dia menangis. Sampai membuat matanya sembab.

Malam tadi, Sehun hanya memikirkan apa yang akan ia hadapi nanti. Bagaimana ia menjelaskan pada Minyoung. Ia terus memikirkannya. Walaupun ia menggunakan waktunya semalam penuh tapi percuma. Ia tidak dapat jalan terbaik untuk berbicara kepada Minyoung.

Jadi, ia hanya menyerahkan semuanya kepada Tuhan. Dia yakin, takdirnya tidak akan seburuk apa yang dialaminya ini.

Langsung saja, dia bangun dan pergi kekamar mandi untuk mencuci mukanya. Agar orang-orang yang melihatnya tidak memandang aneh kearahnya.

Tidak butuh waktu lama bagi Sehun untuk mandi. Kurang dari lima menit, Sehun sudah selesai dari mandinya dan telah mengenakan seragam sekolahnya.

Ia melihat  wajahnya dari cermin.

“OK! Mataku sudah kembali normal.” Katanya sambil merapikan kemeja seragamnya.

Terlihat, Sehun mengambil tasnya dan memasukkan beberapa buku sama seperti jadwal yang telah ditentukan sekolah untuk hari ini.

Lalu, Sehun keluar dari kamarnya dan bergabung bersama keluarganya untuk sarapan pagi.

Sepertinya Sehun sangat lapar. Baru saja duduk, ia sudah melahap tiga lembar roti sekaligus. Wajar saja, dari siang kemarin perutnya kosong, ia tidak ada nafsu makan. Tapi perilakunya sangat tidak wajar dimata keluarganya yang telah menganga melihatnya dari tadi.

“Ya! Pelankan makanmu! Nanti tersedak.” Protes Suho, -hyung Sehun- mereka berbeda 2 tahun.

Tanpa menghiraukan, omongan kakaknya. Sehun langsung meminum segelas susu coklat hangat sampai habis. Dan pergi tanpa berpamitan dahulu.

“Ada apa sih dengannya?” Suho dan kedua orang tuanya, bingung, heran, takjub, dan kaget melihat perilaku Sehun barusan.

—–SKIP—-

Sesampai disekolah, Sehun berjalan dengan sangat pelan. Bahkan pelannya melebihi seekor kura-kura ataupun penyu xD (lebai deh author…)

Sehun terus berjalan lesu, ia tidak memerhatikan jalannya karena kepala yang ia tundukkan. Sampai dua/tiga kali ia menabrak orang-orang yang ia lewati.

Dengan cukup waktu yang lama, akhirnya Sehun sampai kekelasnya.

Entah apa yang membuat Sehun takut masuk kekelas itu. Untung saja Baekhyun juga yang baru datang menarik lengan Sehun masuk.

“Ya! Sehun~ah! Kenapa kau lesu begitu?” tanya Baekhyun sambil memainkan HP barunya.

“Hhhaaa…. Anniya. Aku tidak apa-apa. Hanya kurang enak badan.” Kata Sehun yang menatap terus lurus kedepan dengan tatapan kosong.

“Jeongmal? Kenapa kau masuk kalau memang begitu!?” terdengar suara Baekhyun yang khawatir.

“Aku ini kuat.” Jawab Sehun datar.

“Hei! Apa kau ada masalah?” sekarang pertanyaan Baekhyun berhasil membuat Sehun menatapnya.

“Apa kau mau mendengarkannya?”

“Geurae! Aku ini sahabatmu Oh Sehun.” Kata Baekhyun bangga.

“Baiklah, terserah padamu. Aku akan membagi kesedihanku dengan orang-orang, keundae…”

“Keundae?”

“Tolong jangan beritahukan ini pada Luhan.”

“Luhan? Wae?”

“Aku tidak perlu memberitahu alasannya. Yang jelas jangan beritahu ini pada Luhan. Hanya Luhan.”

“Ngg… Baiklah. Arraseo. Ayo ceritakan.” Untung saja Baekhyun orangnya tidak banyak nanya.

Sehun pun menceritakan semua kejadiannya dari awal. Benar-benar dari saat ia bertemu dengan gadis itu didalam bis.

Tidak habis pikir. Mendengar nama yeoja yang dibilang Sehun, membuat ia kaget setengah mati. Sekarang dia tahu, alasan mengapa Sehun memintanya jangan memberitahu Luhan.

Entah mengapa Baekhyun merasa bersalah. Karena dialah yang memulainya. Kalau saja dia tidak meminta Luhan mendekati Minyoung, dan andai saja dia tahu lebih awal kalau Minyoung itu mantan sahabatnya Sehun.

Ahh… Kenapa ini semua terjadi begitu sangat cepat?

—–SKIP—–

Bel istirahat pun berbunyi. Sekolah yang awalnya tenang menjadi ricuh karena siswa-siswinya bebas dari segala guru yang mereka hadapi tadi.

Dengan sekejap, kantin pun penuh. Sampai tidak ada tempat duduk untuk semua orang disana. Dan jalan terbaik mereka memakan/meminum apa yang mereka beli dikelas.

Sambil mengobrol dengan teman-teman mereka.

Tapi semua itu tidak dengan Sehun. Ia duduk tertidur dimejanya. Mungkin karena semalam, ia pun bisa memanjakan dirinya untuk tidur disekolah walaupun hanya sebentar.

Seorang yeoja, melihat Sehun yang sedang tertidur dikelasnya. Yeoja itu mendekatkan kearah Sehun dan duduk disampingnya. Ia mengikuti gaya tidur Sehun. Dengan menumpuk tangannya dan menyandarkan kepalanya ditumpukan tangannya itu.

Ia melihat lekat kearah Sehun. Matanya menelusuri setiap lengkuk wajah namja yang berada didepannya itu.

Terkadang ia tersenyum melihat Sehun yang tertidur seperti itu. Ia pun ikut memejamkan matanya.

Tanpa yeoja itu sadari, mata Sehun telah terbuka. Dan menatapnya kaget. Walaupun kaget, Sehun tetap tidak merubah posisi tidurnya.

Ia merindukan kenangan-kenangan yang telah terjadi sama seperti yang ia lihat ini.

Perlahan ia menyentuh pipi yeoja itu, dan membuat yeoja itu tersadar. Dan membuka matanya.

-TBC-

Hehehe…

Ini chapter 4nya sudah selesai. Maaf ya, yang chapter 3nya terlalu pendek. Soalnya auhtor belum dapat inspirasi saat menulisnya.

Dan dichapter 4 ini author benar-benar membuatnya dengan semangat penuh, dan kerja keras banget.

Maksimal banget deh pokoknya

 

P.S

Like+coment ya…

INGAT! HARAP TINGGALKAN JEJAK ANDA SETELAH MEMBACANYA!

8 pemikiran pada “Sorry, It’s True Love (Chapter 4)

  1. Yahh.. Thorr.. ini mah sama pendeknya kyk yg Chapter3 kemaren… weh udah lama banget neh nunggunya huhuhuuuu… #plakk maap reader ga tau diri banyak protes pula (tp itu kenyataan hehe) aigo ya~~

  2. AAAAAAARGHH!!! ANDWAEEEE!! JANGAN BALIKAN SAMA SEHUUUUNNN!!
    ITU KASIAN LUHAAAAAN!!! D’: *nangis bersimbah asam sulfat*

    Author keren 😀
    Tapi jangan biarin Sehun sama Minyoung ya thor? Aku tak rela soalnya Sehun hanya untukku~~
    Udah lah, Luhan jadian aja ama Minyoung.. Susah amat bilang AI LAP YU juga –” hemeh!

    Lanjut ya thor! Jangan lama-lama ^^

  3. Yaakkk..!!! Ayo semua berdemo kpada author..!!
    Kenapa FFnya pendek si thor..?? #plook *ditabok author*
    btw.. Ceritanya makin seru aja nih..!!
    Ayoo..!! Author semangat..!!

  4. owh ternyata baekhyun gak tau klo minyoung mantan nya sehunn..
    itu minyoung iyah yg duduk samping sehun..
    kalo sehun am minyoung balikan trus bgaimana dgn luhan..???

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s