Because Of You (Chapter 5)

  • Title :  BECAUSE OF YOU (CHAPTER 5)
  • Author : Nanwook
  • Genre : Romance, Campus life,friendship
  • Cast :

–      Kim Naeun

–     Kim jongIn

–      Oh Sehun

–       Xi luhan

Length : Chapter

– Aniaaa bukan sebagai sahabatmu naeun aku mencintaimu sebagai NAMJA mungkin aku baru menyadarinya setelah seminggu aku mengenalmu. Mungkin ini aneh tapi… ini benar perasaan seseorang namja yang menyukai yeoja naeun…- (luhan)

Sehun POV

Aku melihatnya dengan mata kepalaku sendiri rasanya sakit melihat sahabatku dan yeoja yang kucintai sedang berciuman di taman. Ingin rasanya aku menjauhkan badan luhan dengan badan Naeun tapi apa daya aku hanya bisa melihat mereka dari kejauhan.

Mungkin kalau bukan karena jongIn hyung yang melakukan sesuatu yang membuat Naeun menangis kejadian ‘itu’ tidak akan terjadi.

Akhirnya aku memutuskan untuk meninggalkan Naeun dengan Luhan di taman. Sudah cukup aku melihat adegan yang membuat mata dan hatiku panas. Sudah cukup pikirku. Akhirnya aku kembali ke tempat dimana aku memparkirkan motorku. Iya di depan restauran strawberry.

Aku melihat sesosok namja yang sangat aku kenal iya dia adalah jongIn hyung. Kenapa hyung masih ada disini?? Tanyaku di dalam hati. Aku melihat jam sekarang sudah pukul 8 malam. Dan jongIn hyung masih berada di sekitar sini?

JongIn POV

Maafkan aku Naeun aku harus membohongimu aku benar-benar tidak bisa memberikan alasannya yang sebenarnya. Aku takut apabila kau mengetahui alasanku yang sebenarnya kau akan jauh lebih sakit menerima kenyataan bahwa sebenarnya aku.. sebenarnya..

Aku melihatnya saat Naeun mencoba menyeka air matanya. Rasanya sakit melihat orang yang kucintai harus menangis karenaku. Maafkan aku Naeun. Kau akan jauh lebih bahagia dengan seseorang yang bisa selamanya denganmu dan itu bukan aku. bukan aku Naeun.

Aku kembali ke restauran dimana Naeun tadi bertemu denganku dan ternyata Naeun sudah tidak ada disitu. Aku cukup khawatir aku takut Naeun tetap berada di restauran itu dengan mata yang terus mengeluarkan butiran air mata. Tetapi syukurlah sepertinya dia sudah pergi pulang bersama Sehun. Akhirnya aku memutuskan untuk pergi kembali kerumahku.

“hyung!” seseorang memanggilku dan suara itu tidak asing lagi. Suara pemiliknya pastilah dongsaengku sehun.

“ ahh sehun-na kau? Kau belum pulangkah?? Bukankah kau mengantarkan Naeun pulang?” tanyaku antusias aku cukup kaget saat melihat dongsaengku berada disini bukan berada di rumah dengan senyum mengembang karena telah mengantarkan pulang yeoja yang ia cintai.

“ hahaha ania hyung mmm dia memutuskan untuk pulang sendiri, katanya dia membutuhkan waktu untuk sendiri. Tetapi sepertinya Naeun sedang menangis.” Katanya panjang lebar menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.

“ ohh begitukah? Baiklah .” kataku dengan menganggukan kepalaku

“ hyung ada yang ingin ku bicarakan” katanya menatapku dengan memfokuskan matanya kepada mataku.

Aneh. Hanya kata itu yang bisa aku deskripsikan saat sehun melihatku, aku melihat sehun menatapku seperti sedang menatap musuhnya. Ada apa ini? tanyaku di dalam hati

“ ne sehun-na wae geurae?” tanyaku dengan senyum yang dipaksakan

“ sebaiknya kita bicarakan ditempat yang jauh lebih sepi hyung” katanya dengan serius

“ baiklah bagaimana kalau kita bicarakan ini didekat taman yang tidak jauh dari rumah, bagaimana?” kataku mencoba memberikan saran

“ Ok hyung ide bagus.” Katanya dengan berlalu meninggalkanku

Akhirnya sehun pergi menjauh dengan menggunakan motornya yang tidak jauh di parkirkan dari restauran dimana kami tadi bertemu. Setelah itu aku mengikuti sehun dari belakang.

“ baiklah sehun apa yang ingin kau bicarakan? Sekarang kita sudah di tempat yang sepi kau bisa bicarakan tentang apapun denganku ” kataku kepada sehun

Sehun melihatku dengan tatapan tidak suka. Tidak suka? Wae geurae? Apa sehun marah kepadaku tiba-tiba sehun berjalan ke arahku dengan cukup cepat hingga sampai di depanku dan…

BUKK BUKK BUKK

“ahhh sehun-na wae.. wae.. geu.. geurae?” tanyaku dengan salah satu tangan memegang perut yang baru saja terkena hantaman keras dari tangan dongsaengku itu.

“ apa? wae geurae? kau tidak merasa bersalah kah hyung?” tanyanya dengan menatapku dengan tatapan penuh kebencian

“Ne?” kataku singkat

“ahhh aku tau pasti soal Naeun bukan? Hahaha aku tidak merasa bersalah sehun aku memang membenci sifatnya. Apa itu masalah bagimu? Siapa kau?” tambahku dengan mencoba berdiri

Belum sempat aku berdiri sehun tiba-tiba memukul pipiku. Dan kau tau rasanya benar-benar sakit.

BUKK!

Aku terjatuh kembali ketempat semula dimana tadi awalnya aku terjatuh. Aku tidak bisa melakukan apapun dia adikku walaupun saat ini adikku memukulku karena kesalahpahaman ini aku rela. Maafkan aku sehun..

“ YA! Hyung! Kau memang hyungku bukan berarti kau bisa memperlakukan yeoja yang aku cintai seenaknya. Kau tau perasaan Naeun kah? Ia mungkin sekarang sudah sangat sakit hati atas perlakuanmu kepadanya. Aku menyayangimu hyung begitu pula Naeun, aku sampai merelakan Naeun untuk bisa bertemu denganmu. Apa kau tau sebenarnya aku mencoba mengembalikan hubungan kalian yang dahulu. Tapi apa yang ku lihat kau hanya membuat Naeun menangis. Mulai saat ini jangan pernah dekati Naeun. Dan asal kau tau aku akan membuat Naeun menjadi yeojaku!” ucap sehun panjang lebar dengan sedikit memberikan ancaman dengan berkata akan menjadikan Naeun menjadi yeoja cinggunya.

Aku hanya terdiam mendengarkan omongan sehun. Apa yang sehun bilang semuanya benar aku menyadari bahwa aku sudah membuat yeoja yang aku sayangi membenciku mungkin untuk selamanya tapi tak apa asal bisa membuatnya melupakanku dan dapat menemukan seseorang namja yang jauh lebih baik dari padaku.

Akhirnya sehun meniggalkanku, aku tau saat ini sehun sedang marah denganku. Aku saat ini tidak bisa berbuat apa-apa sampai saatnya tiba nanti kau akan tau sehun alasan sebenarnya hyungmu ini melakukan semua itu. Tiba-tiba aku merasakan hidungku mengeluarkan sebuah cairan berwarna merah iya itu adalah darah yang keluar dari hidungku. Aku mengusap darahku dengan tangan kiriku sedangkan tangan kananku menjadi perantara untuk aku berdiri. . mengapa susah sekali untuk berdiri mengapa ini terjadi kembali tanyaku Tiba-tiba penglihatanku kabur, aku melihat seperti umma dan appa menghampiriku dan..

Aku mencoba membuka mataku di tempat asing ini

“ahhh” kataku

“ jongIn-na oddie appo? Umma benar-benar khawatir pada keadaanmu nak”

“ ahhh nan gwaenchana umma” kataku diselangi senyum lebarku

“ di mana ini umma? Rumah sakit kah?” tanyaku dengan melihat daerah sekitar yang cukup asing

“ iya sekarang kau dirumah sakit jongIn-na.untung tadi umma dan appa sedang melewati taman dekat rumah saat akan pulang, dan umma melihat kamu nak sedang tergeletak, apa yang sebenarnya terjadi?” tanyanya dengan muka yang khawatir

“ tidak terjadi apa-apa umma, hanya saja tadi ada berandalan dekat rumah yang mencoba mencuri barangku dan aku melawan mereka maka terjadilah pertempuran” jawabku diselangi tawa yang di paksakan

“umma dimana appa? Dan sehun?” tanyaku

“ ahh appa sedang berbicara dengan dokter,dan sehun..”

Perkataan umma terpotong saat appa dan sehun bersamaan masuk keruanganku. Terlihat sekali wajah khawatir dari raut wajah mereka.

“ hyung… kau… “ perkataan sehun terputus

“wae? Wae sehun?” tanyaku dengan muka polos

Aku tau saat ini pasti appa dan sehun sudah mengetahui penyakitku ini. aku mencoba berpura-pura tidak mengetahui penyakitku ini tapi sepertinya percuma saja.

“ jongIn kau.. wae?! Kau tidak pernah memberitahukan appa tentang penyakitmu ini jongIn?”

“ haha appa sudah tahu kah? Sehun juga?mianhae…” kataku diselangi tawaku yang dipaksakan

“ untuk pertanyaan appa jongin akan jawab sekarang. kau tahu appa, sebenarnya penyakit ini sudah menggerogotiku selama 3 tahun kebelakangan ini, maaf sebelumnya jongIn tidak memberitahukan appa. Pertama jongIn takut appa akan sedih dan kedua pada saat itu appa sedang sibuk-sibuknya bekerja dan hanya 1 bulan sekali jongIn bisa bertemu dengan appa.” Jawabku jujur

Jujur selama 3 tahun ini aku merahasiakan penyakit yang ku alami.penyakit ini sungguh menyakitkan dimulai dengan keadaanku yang tiba-tiba sulit berjalan hingga sampai akhirnya aku harus terapi selama 2 tahun ini rutin karena tangan dan kakiku mulai sulit di gerakan. Dokter bilang bahwa lama kelamaan penyakitku ini yang dimulai oleh kerusakan saraf akan merenggut nyawaku. Semenjak saat itu aku bertekad untuk meninggalkan yeoja yang kusayangi dan mencoba bertahan hidup.

“ yeobo.. jongIn wae geurae??” tanya umma dengan berjalan menuju appa dengan raut wajah penuh pertanyaan

“ jongIn… dia.. terkena penyakit mematikan yeobo..” jawab appa diselangi tangisan dengan memeluk umma.

“ Penyakit apa itu yeobo?” tanya umma lanjut

“ dokter bilang bahwa penyakit ini dinamakan ataxia penyakit ini dapat menyebabkan kelumpuhan saraf secara bertahap dan .. dan ..” jawaban appa terputus

Aku tau lanjutan dari jawaban appa bahwa penyakit itu akan merenggut nyawaku.

Appa membawa umma keluar dari kamarku. Dikamar saat ini hanya ada aku dan sehun. Sehun sekarang ia sedang berdiri dengan tatapan kosong.

“ hyung..”katanya jalan menuju kasurku

“ wae sehun-na? Akhirnya kau tahu semuanya juga. Hyungmu saat ini sudah tidak berguna” jawabku senyum kepada sehun

“hyung… mianhae..” jawab sehun

“ aku akan memberitahukan Naeun apa yang sebenarnya terjadi hyung.dia harus tahu semuanya hyung” tambah sehun

“ ani.. jangan pernah bilang pada Naeun tentang penyakitku ini sehun, biarkan semua terjadi seperti yang aku rencanakan. Naeun membenciku dan itu adalah tujuan utamaku  sehun eo? Demi Naeun?” kataku dengan penuh harap di wajahku bahwa sehun akan menyetujui perkataanku

“ apa? kebaikan Naeun? Itu bukan untuk kebaikannya hyung dan itu hanya akan menyiksamu hyung…” katanya

“ sudahlah sehun tolong.. hyung meminta tolong kepadamu untuk merahasiakan semua ini. dan tolong jaga Naeun orang yang kau cintai saat ini. hyung akan merelakan Naeun hanya denganmu.” Kataku dengan memegang pundak sehun

Sehun POV

Aku mendengar berita dari umma bahwa jongIn hyung sedang dilarikan ke rumah sakit. Aku terdiam dalam kamar. Apakah semua itu karena apa yang aku lakukan kepada hyung dan sekarang waktu sudah menunjukan pukul 10 malam. Aku harus menyusul appa dan umma sekarang juga.

Saat aku menuju ruangan jongIn hyung aku melihat appa sedang berbicara dengan dokter. Aku mencoba mendengarkan pembicaraan mereka

“ dokter anak saya tidak apa-apa?” tanya appa dengan raut wajah yang benar-benar khawatir

“ apa bapak tidak tahu bahwa anak bapak mengalami penyakit yang cukup mematikan?”

“nae? Tanya appa

“ penyakit mematikan apa itu dok?” tanya appa

“ penyakit ini dinamakan penyakit ataxia penyakit ini menyerang sistem saraf secara bertahap, untung saja anak bapak sudah melakukan terapi terlihat dari tangan dan kakinya yang masih berfungsi. Untuk ukuran seseorang yang mengalami penyakit ataxia kecil kemungkinan untuk bisa bertahan hidup lama karena sampai saat ini obat untuk penyakit tersebut belum ditemukan” kata dokter menjelaskan panjang lebar

Apa? penyakit saraf? Hyung memiliki penyakit mematikan seperti itukah? Aku terdiam dalam langkahku.

“ sebaiknya anak bapak dirawat secara intensif untuk menghindari keadaan yang jauh lebih buruk.” Saran dokter

“ baiklah dok.. terimakasih” jawab appa

“ appa! Apa itu benar? jongIn hyung…” tanyaku yang masih tidak percaya dengan penjelasan dokter yang ku dengar tadi

“ iya nak,kita harus membuat semangat hidup hyungmu bertambah ok?” jawab appa dengan memberikan sarannya itu

“ baiklah appa” jawabku seadanya aku masih shock dengan semua kenyataan ini.

Akhirnya aku dan appa masuk kedalam ruangan. Aku melihat hyungku sedang berbicara dengan umma. Dia sekarang sedang tergeletak di sebuah ruangan di rumah sakit. Aneh melihat hyung seperti saat ini. dipikiranku hanya satu hyungku saat ini sedang melawan penyakit yang cukup mematikan dan aku harus membuat ia memiliki keinginan hidup yang tinggi

“hyung..” aku mencoba membuka percakapan dengannya

Tiba-tiba appa berbicara dengan menanyakan mengapa hyung selama ini tidak memberitahukan appa tentang penyakit yang sudah di deritanya. Aku hanya terdiam dalam posisiku.

Akhirnya appa keluar dengan membawa umma. Diluar sana mungkin umma akan menangis setelah mengetahui penyakit yang di derita oleh hyung.

“ aku akan memberitahukan Naeun apa yang sebenarnya terjadi hyung.dia harus tahu semuanya hyung” aku memulai berinisiatif dengan memberitahukan Naeun

“ ani.. jangan pernah bilang pada Naeun tentang penyakitku ini sehun, biarkan semua terjadi seperti yang aku rencanakan. Naeun membenciku dan itu adalah tujuan utamaku sehun eo? Demi Naeun?” katanya dengan penuh harap di wajahnya bahwa aku akan menyetujui perkataannya

“ apa? kebaikan Naeun? Itu bukan untuk kebaikannya hyung dan itu hanya akan menyiksamu hyung…” kataku aku tidak habis pikir apa sih yang ada di pikiran hyung membiarkan yeoja yang ia cintai membencinya

“ sudahlah sehun tolong.. hyung meminta tolong kepadamu untuk merahasiakan semua ini. dan tolong jaga Naeun orang yang kau cintai saat ini. hyung akan merelakan Naeun hanya denganmu.” Katanya dengan memegang pundakku

Apa yang harus aku jawab haruskah aku setuju ataukah aku menolaknya? Hyung.. wae? Kau membiarkanku dalam posisi terjebak seperti ini.

 

-TBC-

Bagaimanakah readers?? Author Ngerasa di part ini pendek ._. bener nggak??  Maafkan author u.u

Ditunggu yah RCL nya gomawo ^_^

 

 

14 pemikiran pada “Because Of You (Chapter 5)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s