KRIS(is) Love (Chapter 3)

Tittle     : KRIS(is) Love Chapter 3

Author   : Double Kim (@mararatunss)

Cast      :  Kris EXO-M, Shin Hyera (OC), Byun Baekhyun, Kim Min Young

Genre   : Romance

Length  : Chaptered

Disclaimer : FF ini murni hasil imajinasi author yah jadi tolong tolong jangan ada plagiat dimana-mana tolong hahaha. Cast hanya milik diri mereka sendiri sedangkan author hanya milik Kris #plak #gabolehcoment

Note : Haloooo readers ketemu lagi sama Author Double Kim hahaha. Mana mana suaranya yang penasaran sama kisah cinta uri leader Krisseu? Nih author bawa boxernya si Kris kali ini eh salah maksudnya author bawa chapter ketiga yang makin gaje aja haha. Kalo yang belum baca chapter sebelumnya silahkan deh pada ubrak abrik library asal jangan ubrak-abrik Kris #eh

Gak banyak cingcong lagi langsung aja deh, Happy reading readersss!!! *tebar boxer Kris lagi*

Hyera POV

“Ayo chagi, kita pergi”

Deg!

Jangtungku berdebar seribu kali lebih cepat mendengar ucapan Kris barusan, dia memanggilku apa tadi? Chagi? Baru saja dia membuatku terkejut dengan rangkulan tangannya dibahuku dan sekarang dia memanggilku Chagi didepan Baekhyun? Haaah apa-apaan orang ini!

Kami berjalan meninggalkan Baekhyun dan yeoja itu, sampai parkiran Kris langsung melepas rangkulannya dariku.

“Berterimakasihlah padaku!” katanya santai.

“Apa kau bilang?”

“Jika tadi aku tidak berpura-pura menjadi kekasihmu, kau pasti akan menangis saat itu juga” katanya sedangkan aku hanya diam saja memikirkan perkataannya tadi.

Benar, jika tadi dia tidak membuatku kaget dengan aktingnya pasti mataku sudah berkata-kaca melihat kedua sejoli itu. Ah peduli apa dengan kedua sejoli itu tapi entah kenapa ada perasaan yang tidak biasa saat aku melihat Baekhyun tadi, perasaan merelakan dengan sangat ikhlas.

“ Jadi karena wanita itu kau berpisah?” selidik Kris menyadarkanku

“Bukan urusanmu!”

“Hmm, cinta memang sungguh menyakitkan”

“Setidaknya aku pernah merasakan cinta dan berani menyatakan bahwa aku mencintai seseorang” jawabku dan seketika raut wajah Kris berubah dari sebelumnya. Raut wajah tanpa ekspresi atau entahlah aku tidak terlalu mempedulikan orang itu kali ini.

“Ayo cepat masuk” aku langsung masuk kedalam mobil sport miliknya.

***

“Jadi tadi kau bertemu lagi dengannya?” tanya Min Young yang sekarang ada di apartemenku. Dia menungguku didepan dan otomatis dia juga melihat Kris yang mengantarku selanjutnya kalian bisa tahulah aku diintrogasi seperti apa oleh sahabatku itu

“Ne dia bersama yeojanya” Jawabku singkat sambil mengemil cookies yang ada dimeja

“Hmm aneh”

“Apanya yang aneh?”

“Kau!”

“Mwo? Aku? Ada apa denganku?”

“Biasanya jika sedang membicarakan Baekhyun raut mukamu terlihat sedih tapi kali ini kenapa kau biasa-biasa saja?” jelasnya

“Kau ini terlalu berlebihan memperhatikanku Min Young-ah, tidak ada yang aneh dariku”

“Apa jangan-jangan kau mulai menyukai pria lain? Hmmm”

Pria lain? Siapa maksudnya? Kris? Aish mana mungkin, walaupun dia tampan tapi dia jauh sekali jika dibandingkan dengan Baekhyun

“Siapa? Kris maksudmu? Andweee aku tidak menyukainya!” sergahku dengan cepat

“Nah ketahuan! Aku kan tidak bilang kau menyukai Kris aku hanya bilang kau mulai menyukai pria lain. Tapi jika kau fikir pria lain itu Kris haaah aku akan senang hati merestui kalian berdua terlebih aku lihat akhir-akhir ini kalian sangat dekat” kata Min Young sambil tersenyum lebar

“Aniyooo! Kau ini apa-apaan sih sudah aku mau mandi dulu nanti malam aku harus survey untuk tugasku”

“Bukan tugasmu, tapi tugas kalian berdua. Kau-dan-Kris. Hahaha” Katanya dengan sedikit penekanan.

Aku tidak peduli dan langsung saja kekamar mandi. Sepintas terbayang kejadian saat tadi Kris merangkulku. Ada perasaan aneh yang sudah lama tidak aku rasakan saat itu, saat ia merangkulku rasanya seperti disengat oleh listrik berkekuatan tinggi. Ada rasa nyaman saat tangannya berada dibahuku, entahlah aku hanya merasa dilindungi olehnya saat bertemu dengan Baekhyun tadi.

***

Author POV

Kris sedang menunggu Hyera didepan apartemennya. Ia memencet bel lalu terbukalah pintu dan memunculkan seorang gadis. Bukan Hyera tapi Min Young.

“ah kau pasti mencari Hyera kan?” tanya Min Young dan dibalas oleh anggukan Kris

“Dia sedang dikamarnya sepertinya sedang ganti baju. Tunggu saja sebentar”

Min Young memang belum pulang dari apartemen semenjak sore tadi, dia terlalu rindu dengan sahabatnya karena beberapa hari ini sahabatnya disibukkan dengan tugas.

“Ah ne gomawo, Min Young”

Tidak lama Kris menunggu akhirnya Hyera keluar juga dari kamar. Tanpa basa-basi lagi mereka berangkat dan begitu juga dengan Min Young yang segera pulang kerumahnya.

Kris sengaja kali ini membawa motor sportnya karena malam ini ia akan balapan, buat apa pergi ke tempat balapan jika tidak dimanfaatkan. Biarkan saja Hyera yang survey kepada teman-temannya disana. Begitulah pemikiran Kris. Yah memang sih ada sedikit rasa bersalah kepada Appanya tapi ia benar-benar tidak bisa menahan dirinya untuk tidak balapan. Huh, dasar Kris sudah beberapa kali diberitahu masih saja bersikap seperti itu, Jika appamu tahu mati kau Kris!

“Pakai helmnya” kata Kris

Setelah memakai helm Hyera langsung naik ke motor Kris dengan canggung, karena ia jarang sekali menaiki motor sport seperti ini.

“Apa kau tidak pernah naik motor seperti ini huh?” Kris mencibirnya

“Maksudmu?”

“Tanganmu bukan disitu tempatnya. Jangan salahkan aku jika nanti kau jatuh karena tidak berpegangan kepadaku” jawab Kris santai. Gadis ini, kenapa norak sekali sih. Batin Kris

Sedangkan yang diajak bicara tidak mengerti, Hyera melihat tangannya yang diletakkan dipahanya. Apa yang salah? Batin Hyera.

Kris langsung menghidupkan motornya dan ia mengendarai dengan kecepatan penuh. Sontak hal itu membuat Hyera takut dan tidak sadar melingkarkan kedua tangannya dengan erat dipinggang Kris. Mendekatkan tubuhnya dengan pundak Kris yang lebar dan membenamkan kepalanya disana. Dan yah kalian tahulah hal ini sukses membuat Kris tersenyum dibalik helm yang dia pakai.

Tidak butuh waktu lama bagi mereka sampai ditempat balapan karena Kris mengendarai motor dengan sangat cepat.

“mau sampai kapan kau memelukku seperti ini?” tanya Kris datar yang sudah mematikan mesin motornya tapi masih belum turun karena pelukan Hyera. Yaa! Kris, bilang saja kau senang Hyera ‘sengaja’ memelukmu seperti itu haha

“A-ani! Ya! kau, kau sengaja mengebut hah? Membuatku takut saja” Hyera langsung melepaskan tangannya dan turun dari motor diikuti oleh Kris.

“Pabo. Mengendarai motor seperti memang harus kencang” tidak ada jawaban dari Hyera ia malu sekali atas tingkahnya tadi sehingga membuat wajahnya merona.

“Lucu sekali haha”

“Mwo?”

“Ah ani, kau tanya-tanya saja kepada mereka yang ada disana. Bilang saja kau temanku. Aku ada urusan sebentar” katanya sambil menunjuk kearah kerumunan orang.

“Yaa! kau mau meninggalkanku sendiri disini huh? Ini tugas kita bersama Kris!”

“Wae? Kau takut aku meninggalkanmu sendirian?” ucap Kris disertai seringainya dan ucapannya sukses membuat wajah Hyera semakin memerah.

Benar, Hyera memang takut ditinggalkan, bukan apa-apa mungkin karena ini tempat yang asing baginya dan hanya Kris yang dikenalnya disini jadi wajar saja jika Hyera takut sendirian disini.

“Bukan seperti itu, emm aku hanya—-”

“Aku mau balapan sebentar saja, sudah lama aku tidak main. Kau gabung saja bersama mereka disana bilang kau temanku, jangan kemana-mana cukup bersama teman-temanku saja, nanti aku menemuimu” ucap Kris dengan lembut  dan tersenyum dan mengacak-acak rambut Hyera.

Perasaan aneh itu muncul lagi saat Hyera mendengar Kris berbicara selembut tadi, detakan jantungnya semakin tidak karuan. Rasanya ini seperti bukan Kris yang biasanya ia lihat terlebih lagi baru saja tadi Kris mengacak rambutnya. Aish apa maksud dari perlakuan pria ini, membuat gadis didepannya sesak nafas saja kau Kris.

Kris membawa motornya kelintasan balap yang akan dimulai, sementara Hyera pergi kekerumunan yang ditunjuk Kris tadi menanyakan beberapa muda-mudi yang ada disana. Sekitar 15 menit ia bisa mendapatkan banyak info tentang balapan dan taruhan disini. Sesuai dengan apa yang dikatan Kris, uang taruhannya bukanlah jumlah yang kecil dan pemuda-pemudi disini memang dari kalangan berada semua. Wah, Hyera sendiri tidak menyangka bisa berada ditempat seperti ini.

“Semuanya merapat race akan segera dimulai” Hyera mendengar teriakan seseorang dari arah lintasan dan setelah itu yang terdengar hanya suara bising dari motor-motor sport yang akan balapan. Ah kalian bisa bayangkan sendiri bagaimana berisiknya keadaan disini.

Hyera memandang disekitarnya banyak sekali muda-mudi bersama pasangannya disini. Tapi tidak terlalu dominan juga karena ada beberapa yang fokus dengan motor sportnya. Pandangan Hyera berhenti saat melihat gadis dengan memakai hotpants dan baju yang sangat seksi sekali dengan seorang pria yang tidak dikenalnya. Soora? Bukankah itu Soora? Kenapa dia tidak bersama Baekhyun? Ah mungkin saja itu teman lelakinya. Tapi kenapa terlihat mesra sekali? Batin Hyera

Tidak ingin mempedulikan lagi semua yang berhubungan dengan Baekhyun ia langsung mengalihkan pandangannya dari yeoja yang baru saja ia lihat. Hyera memandang motor yang baru saja ia naiki tadi melaju dengan cepat dilintasan balap melewati beberapa pembalap yang lainnya. Pengendara motor itu memacu motornya dengan sangat lincah, seolah sudah tau betul lintasan balapnya.

“Krissss Krisss!!! Go go go! Aaaw keren sekali”

Hyera mendengar gadis-gadis didekatnya meneriakkan nama namja itu. Cih, fanskah?

Kris akhirnya mencapai garis finish pertama dan dengan itu teriakan-teriakan nama yang mengeluh-eluhkan namanya terdengar diarena balap. Hyera yang tidak mengerti hanya diam saja tidak peduli yang terpenting baginya sekarang adalah survey tugas.

Setelah memenangkan balapan, Kris langsung menghampiri Hyera yang berada bersama dengan beberapa temannya.

“Kau akhirnya kembali juga, sudah tidak lama melihatmu di race” ucap seorang pria

“Ah ne, akhir-akhir ini appa melarangku balapan hehe. Oh iya aku butuh bantuan kalian untuk tugas akhir semesterku”

Hyera dan Kris lalu menjelaskan maksudnya mereka. Setelah itu terlihat Kris menanyakan dengan teman-temannya dan disamping Hyera merekam perbincangan antara mereka untuk dijadikan laporan. Yah ini bisa dikatakan wawancara namun dengan bahasa yang tidak terlalu formal.

Jam menunjukkan angka 2 pagi. Tanpa terasa tugas untuk survey mereka selesai dan Kris mengantarkan Hyera untuk kembali ke apartemennya. Mereka tidak langsung mengerjakan laporannya karena terlalu cape. Lagipula masih ada 4 hari lagi sampai tugasnya dikumpulkan.

***

Pelan-pelan Kris membuka pintu rumahnya agar tidak ketahuan oleh Appanya namun nihil yang ditakuti justru sedang duduk disofa.

“Balapan lagi, huh?” tanyanya

“Ani, aku hanya…”

“Sudah berapa kali appa bilang jangan balapan lagi, apa kau sudah tuli Wufan!!!!” Bentak Appanya. Yah, sekarang sikap appa kembali seperti semula tidak seperti kemarin.

“Appa aku hanya sebentar, lagipula tadi aku sambil survey untuk tugas akhirku” sergah Kris

“Appa sudah mencoba bersikap baik padamu Kris akhir-akhir ini, Appa fikir kau sudah berubah tapi nyatanya sama saja!! Kau fikir untuk apa appa bekerja keras jika tidak untukmu?”

Kali ini Kris tidak berkutik sama sekali.

“Selama ini appa tidak pernah menuntut hal yang aneh-aneh padamu, appa hanya ingin kau kuliah dengan baik hingga kelak nanti kau bisa menggantikan appa di perusahan kita” Kata tuan Park namun Kris masih tidak bergerak, masih mencoba mencerna perkataan appanya. Rasa bersalah semakin besar pada dirinya, dan benar bahkan sekarang tuan Park sudah tidak muda lagi. Jika bukan Kris siapa lagi yang akan menggantikan posisi ayahnya?

“Kau fikir eomma mu disana senang melihatmu seperti i…..” kata-kata Tuan Park terhenti saat ia merasakan sakit didadanya

“Appa. Kau tidak apa-apa?” tanya Kris khawatir.

“K-k-kris” tuan Park jatuh kelantai

“APPA!!!!!!” seketika itu juga Kris membawa appanya yang tidak sadarkan diri ke rumah sakit dengan panik

***

“saya rasa cukup untuk hari ini. Jangan lupa tugas akhir kalian. Empat hari lagi dari sekarang dan saya mau kalian mengumpulkan tepat waktu. Setelah itu persiapkan tim kalian untuk presentasi keesokan harinya. Kalian mengerti?”

“Ne, songsaengnim”

Kemudian kim songsengnim pergi meninggalkan kelas.

“ah Min Young aku lelah sekali, rasanya ingin tidur saja” kata Hyera sambil menyenderkan kepalanya dibahu sahabatnya itu. dari pojok sana Kris tersenyum lesu melihat tingkah Hyera yang menjadi manja seperti itu kepada temannya. Kris masuk kuliah karena ia tahu ada bawahan Appanya yang menjaga dirumah sakit.

“Kau ini, bersemangatlah! Ingat tugas Hyera ingat tugas!” kata Min Young

“Ayo bangun, ikut aku!” tiba-tiba saja Kris sudah ada dihadapan Hyera dan langsung menarik tangan Hyera dengan paksa dan pergi meninggalkan Min Young. Aneh, tapi Min Young senang melihat Hyera dan Kris, tidak tahu kenapa tapi terlihat berbeda ketika dia melihat sahabatnya bersama Baekhyun yang menyebalkan itu.

“Ya! aku lelah Kris. Kau mau membawaku kemana? masih ada waktu banyak untuk menyelesaikan tugas”

Kris  POV

Aku menyeretnya pergi dari kampus untuk ke suatu tempat namun langkah kami terhenti saat Baekhyun ada didepan kami sepertinya ia ingin berbicara dengan Hyera. Hyera juga masih sama. Terlihat kaget saat melihat Baekhyun dihadapannya. tidak mau buang-buang waktu aku kembali menyeret gadis ini masuk ke mobilku, tidak peduli dengan Baekhyun yang ada urusan dengannya.

“Kalau kau masih lelah tidur saja dulu” kataku.

“kau mau membawaku kemana sih?” tanyanya

“Sudah tidur saja, tadi dikelas kau bilang masih lelah”

Semenjak kemarin malam ia memelukku erat yah walau aku tau itu terpaksa, tapi aku merasa ada yang aneh dengan perasaanku. Aku tidak pernah merasakan jantungku berdebar dengan hebatnya, aku tidak pernah merasakan badanku panas dingin seperti semalam. Aku tidak pernah merasakan bagaimana rasanya ingin melindungi seorang wanita selain eommaku seperti ini sebelumnya. Haruskah perasaan itu muncul lagi setelah tiga tahun yang lalu?

Kulirik Hyera, dia sudah tertidur. Hari ini aku mau menunjukkan suatu tempat kepadanya, entahlah aku kalut sekali dengan keadaan Appa saat ini. Aku tidak menyangka ini bisa terjadi kepada Appa. Yang kubutuhkan sekarang adalah tempat yang sejuk untuk menjernihkan pikiranku.

Aku mengendarai mobilku dengan kecepatan sedang takut menganggu tidurnya. Tidak terasa kami sudah sampai Hyera juga sudah membuka matanya. Entah kapan aku tidak tahu karena terlalu fokus menyetir.

“Ayo turun” kataku

Aku turun dari mobil dan diikuti Hyera. Kulihat disekeliling hanya pohon-pohon teduh dan suasananya masih sama seperti dulu. Jalanan agak basah sedikit dan ini menandakan tadi habis hujan. Sejuk sekali.

“untuk apa kau mengajakku kesini?”

“Nanti juga kau tau, ayo ikut aku. Jalan sebentar nanti juga sampai”

 

Hyera POV

Indah. Aku duduk dibawah pohon yang rindang disebelahku dan didepanku terpampang danau yang luas. Disini udaranya sejuk sekali karena habis hujan dan diujung danau sana aku bisa melihat bayangan pelangi yang menunjukkan keindahan ketujuh warna itu.

“Kenapa kau mengajakku kesini?” tanyaku pada Kris. Daritadi ia hanya diam menikmati suasana yang sejuk.

“Dulu waktu kecil aku, appa dan eomma suka sekali memancing ikan di danau itu. Setelah itu eomma membakar ikannya dan kami makan bersama. Sederhana, tapi hal itu cukup membuatku sangat bahagia”

Ada apa dengannya? Kenapa tiba-tiba berbicara seperti ini? Tapi aku memang merasa sikap Kris hari ini aneh sekali. Tapi mengajakku kesini juga bukan hal merugikan untukku karena suasana disini benar-benar sangat indah dan sejuk.

“Lalu kenapa kau mengajakku? Kenapa kau tidak mengajak mereka saja?”

“Eommaku sudah tidak ada sejak tiga tahun lalu”

Deg! Pernyataannya sontak membuatku kaget, aku tidak menyangka hal itu.

“Mi-mianhae aku tidak bermaksud”

“Gwenchana”

Jantungku berdebar saat merasakan sesuatu bersandar dipunggungku. Kris? Dia menyandarkan kepalanya dibahuku? Ada apa dengannya hari ini padahal baru saja semalam dia senang-senang balapan.

“Semenjak eomma tidak ada, appa selalu sibuk bekerja. Tiga tahun hubunganku dan appa memburuk. Appa mengancam akan mengambil semua fasilitas yang aku punya jika aku masih jarang kuliah, akhirnya aku masuk lagi dan sikap appa berubah dan juga dia jadi sering ada dirumah. Tapi semalam ia tau aku balapan dan appa sangat marah kepadaku. Aku bahkan tidak tau jika dia mengidap kanker jantung selama ini, sekarang appa dirumah sakit dan itu karena aku. Hyera-ah, aku merasa sangat jahat sebagai seorang anak”

Aku tercengang dengan yang dikatakan Kris barusan. Selama ini ia ternyata kurang mendapat perhatian. Aku bisa merasakan bagaimana perasaannya, melihatnya seperti ini aku benar-benar tidak tega, sungguh ini bukan gayanya.

“Aniyo Kris, kau bukan anak yang jahat. Aku yakin appamu akan bangga jika melihat kerja kerasmu mengerjakan tugas kita” jawabku meyakinkannya. Tidak ada kalimat lain lagi, aku terlalu shock mendengar ceritanya.

“Hyera-ah” panggilnya

“Nde?”

“Kau orang pertama selain eomma dan appa yang kuajak kesini”

Aku kembali tersentak dengan apa yang dikatakannya barusan. Aku orang pertama? Kris.. Sebenarnya dia ini pribadi yang seperti apa?

TBC

Huwaaaaaaa gimana readers? Serukah? Gajekah? Mian yah kalo gaje author kehilangan akal hehe. Ditunggu komennya ya chingudeul semuanyaaa. Akhir kata sampai bertemu di chapter selanjutnyaaa. Pai paiiiiii *tebar eyeliner bacon*

31 pemikiran pada “KRIS(is) Love (Chapter 3)

  1. eeemmm~~
    kayaknya ada tanda2 tumbuhnya(?) benih2 cinta antara Kris ama Hyera >.<

    suka banget ama ceritanya~
    enak banget ya jadi hyera dibonceng Kris terus pake meluk2 segala u.u

    ceritanya seru kok thor! Gak bosenin ^-^
    aku tunggu chap selanjutnya ya ! HWAITINGGG ^0^

  2. Maaf yah author gabisa bales satu-satu, tapi makasih lhooo udah mau baca hehe.
    Seru ya? yaudah ditunggu aja si duizhang nya next chap smoga gak lama ya. Teruskanlah kalian menebak-nebak alur cerita hahaha
    Sekali lagi gomawo readers udah mau baca ff abal author *Lempar Kris* 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s