Love At School (Chapter 4)

Author             : @Tanti_ChoQorry

Main cast         : Xi Luhan, Kai, Oh Sehun. Song Jiyoo (OC), Choi MoonHee (OC), Han HyeRi(OC).

Genre              : School life, romance, friendship, AU

Length             : Chaptered….

Disclaimer       : story, plot and Song Jiyoo belong to me. Kai, Sehun and Luhan belong to god and herself. Pleash don’t bash my story, this story just my imagination. Plagiator not allowed !!

Happy reading…

Hyeri melihat Kai yang sedang meliuk-liukan tubuh proporsionalnya itu di depannya. Pria itu sedang mempraktekan sebuah gerakan yang cukup sulit dimana Hyeri harus mengikuti gerakan itu.

hyeri meneguk ludahnya saat melihat Kai yang tiba-tiba melepas kaosnya saat sedang menari.

Menakjubkan, Komentar Hyeri dalam hati.

Sudah lebih dari sebulan Kai menjadi tutor dancenya dan sekarang kemampuan dance hyeripun sudah lebih lumayan daripada sebelumnya. Terang saja begitu! Kai selalu memaksa Hyeri menjalani latihannya dengan keras, Kai bahkan tidak segan-segan memberi hukuman pada Hyeri jika gadis itu salah gerakan.

“Nah Han Hyeri kemari !!” Kai dengan isyarat tangannya menyuruh Hyeri untuk berdiri di depannya.

Hyeri menurut. Gadis itu dengan sedikit takut-takut tapi senang melangkah dan berdiri tepat di depan Kai.

Tubuh Hyeri mendadak tegang saat Kai memegang pinggangnya dan menggerakannya perlahan mengikuti alunan music klasik yang entah sejak kapan terputar di ruangan itu.

“Gerakan ke kiri…” masih dengan menyentuh pinggang Hyeri, kai berbisik di telinga gadis itu hingga membuat Hyeri kehilangan konsentrasinya.

“Majukan kakimu dua langkah lalu mundur dengan sedikit serong ke kiri,” tubuh Hyeri dengan Kai di belakangnya bergerak gemulai mengikuti alunan music sampai ketika sebuah dering ponsel menghentikan aktivitas keduanya.

“Lakukan sendiri seperti tadi !!”

Hyeri mendadak merasa tubuhnya jadi dingin setelah Kai melepaskan tangannya dari pinggangnya. Gadis itu tidak melakukan apa yang di perintahkan Kai untuk melanjutkan gerakan itu sendiri.

Gadis itu malah menampakan raut ingin tahu saat tiba-tiba melihat raut wajah Kai yang mengeras saat sedang menerima panggilan dari seseorang.

“Kai-sshi kau mau kemana !!” Ucapan Hyeri tak digubris Kai. Pria itu menyambar kaosnya lalu memakainya dan mengambil kunci motornya dengan tergesa, mengabaikan keberadaan Hyeri disana.

“Kai-sshi. Kajima jebal….” Desah Hyeri pelan sambil tertunduk lemah.

_ _ _EXO_ _ _

Bukkkk

Luhan tersungkur dengan darah segar mengucur dari hidungnya. Dia tidak melawan Kai sama sekali, ia—Xi Luhan merasa kalau dirinya memang telah bersalah kali ini.

“Jiyoo-ku. Dia alergi mangga dan kau memberinya jus mangga!! Dasar bodoh!!” Kai menarik kerah seragam Luhan hingga pria itu sedikit terangkat dan menyudutkan pria itu ke dinding.

Nafas Kai terengah. Ia benar-benar marah saat ini.

“Kau tahu aku selalu menjaga Jiyoo selama ini. Menjaganya agar ia tidak terluka dan sekarang kau membuatnya terbaring seperti itu! Neo Jeongmal baboya!!”

Kai memukul dinding tepat di sebelah wajah Luhan menyebabkan tangannya yang mengepal sedikit memar. Kai melepaskan cengkaramannya di leher baju Luhan.

Tubuh Kai merosot hingga terduduk di lantai di depan pintu rumah sakit itu. tangannya menutupi wajahnya. Rasanya ia kembali di tarik ke masa lalu dimana ia pernah berada dalam posisi Xi Luhan. Hampir membuat Song Jiyoo nyaris meninggal.

“Mianhae.. Nan mollaseo Kai-ssi,” Luhan menepuk pundak Kai yang langsung di tepis oleh pria itu.

“Sebaiknya kau jauhi Jiyoo. Masalah tutor fisika aku akan menyuruh kepala sekolah menggantikanmu,” Ucap Kai.

Luhan tertunduk. Sungguh ia tidak pernah tahu kalau gadis yang di sukainya—jiyoo—memiliki alergi terhadap mangga. Luhan bahkan nyaris ingin membunuh dirinya sendiri saat melihat gadis itu terengah kesulitan bernafas dan terlihat sangat menderita saat di kafe.

“Mianhae Kai-ssi.” Luhan pergi. Melenggang meninggalkan Kai yang masih terduduk lemas di depan pintu rawat.

_ _EXO_ _

Cklekk..cklekk…

Moonhee dengan cekatan memencet tombol capture di kameranya saat Sehun sedang tertidur di sebuah bangku di ruangan music. Sehun kelelahan karena harus mengajari Moonhee 2 instrumen music sekaligus dan dia meminta Moonhee untuk belajar sendiri dan membiarkannya istirahat.

Tapi moonhee tidak mengindahakan ucapan Sehun untuk belajar sendiri dulu dan malah menyibukan dirinya dengan kamera pocketnya di depan Sehun. Mengabadikan karya tuhan itu dalam sebuah file beku dalam kameranya.

“Kyeopta….” MoonHee berjongkok di bawah bangku panjang itu. menyimpan dagunya di alas duduk itu hingga wajahnya sekarang tepat disamping wajah damai Sehun yang sedang tertidur.

“Sehun-ssi. Andai aku bisa mengambil hatimu semudah aku mengambil fotomu saat kau tertidur,” gumam MoonHee pelan.

“Kau tahu. Aku sudah menyukaimu semenjak kita di junior High School. Ah.. kau bahkan tidak pernah ingat kan kalau kita pernah satu sekolah juga sebelumnya,”

“Aku selalu mengharap memiliki hubungan yang lebih dari sekedar seorang teman ataupun seorang murid kepada tutornya. Aku selalu ingin lebih dari itu,”

Moonhee mengumpulkan segenap keberaniannya untuk menyentuh pipi Sehun. Gadis itu berpikir toh sehun juga sedang tidur dan ia tidak akan pernah sadar apa yang moonhee lakukan pada pria itu.

Jari-jari lentik moonhee menyusuri tiap lekukan wajah Sehun, telunjuknya berhenti di sekitar kelopak mata Sehun. Yah.. Moonhee selalu mengagumi bentuk kelopak mata itu, terlebih si pemiliknya.

Tep…

Jantung moonhee nyaris lepas dari tempatnya saking kagetnya karena gerakan telunjutknya di hentikan oleh si pemilik tubuh yang sedang di perhatikan itu.

“A-a Sehun-ssi kau bangun. A-aku itu… a-aku tadi hanya…”

“Hanya apa?” Sehun bangkit dari tidurannya tanpa melepas tangan Moonhee yang masih di genggamnya.

“Kau terbangun karena aku?” Tanya gadis itu. berharap jawaban yang ia dapat adalah TIDAK!

“Bagaimana aku bisa tidur jika kau terus bicara di dekat telingaku Moonhee-ssi.”

Moonhee tertunduk. Berarti Sehun mendengar gumaman-gumamannya tadi. memalukan, pikirnya.

“Mianhae… aku tak bermaksud…”

Lagi dan lagi untuk kesekian kalinya Moonhee harus menahan jantungnya untuk tidak keluar dari rongganya saat menerima perlakuan mendadak Sehun.

Pria itu menarik Moonhee ke pangkuannya hingga wajah gadis itu sekarang tepat berhadapan dengan wajah Sehun.

“Dasar pencuri…” Sehun membelai pipi Moonhee lembut dengan tangan kirinya, sedangkan tangan kanannya merengkuh pinggang gadis itu menahannya agar tak terjatuh atau merosot.

“M-Mwo.. Sehun-ssi apa yang kau lakukan?”

“Kenapa selalu mencuri gambarku secara diam-diam eh?” Moonhee bergidik saat Sehun mendadak meletakkan kepalanya tepat di lekukan leher Moonhee, membuat gadis itu menegang karena kegelian.

“Sehun-ssi aku….maaf… aku hanya ing…hmmmff,”

Sehun melumat bibir tipis Moonhee saat gadis itu berucap. Membuat gadis itu membelalakan matanya kaget dan senang? Tubuh moonhee mulai bergerak tak terkendali di pangkuan Sehun, gadis itu tak biasa menerima perlakuan semacam itu dari seorang pria.

Sehun makin merapatkan tubuh moonhee kearahnya saat gadis itu sedikit menggeliat.

Moonhee sendiri? Gadis itu terlarut dalam permainan Sehun hingga tanpa sadar ia membalas setiap perlakuan Sehun. Mengacak rambut pria itu sedikit kasar, mencoba mengimbangi permainan Sehun.

Drrrttt…

Keduanya melepaskan pertautan itu dan langsung merapikan diri masing-masing. Sehun langsung mengambil ponselnya yang bergetar dan menerima panggilan dari sana.

“Kau tunggu disini arachi?” ucap Sehun pada Moonhee dan melenggang begitu saja saat sudah selesai menerima ponselnya.

Moonhee memegang dadanya yang sampai saat ini masih berdetak kencang tak karuan. Ia dan oh Sehun baru saja berciuman. BERCIUMAN PEMIRSA !!

Moonhee berjingkrak-jingkrak di tempatnya saat mengetahui kenyataan itu. dan See !! oh sehun bahkan bicara informal padanya sekarang. dan ciuman tadi bukan sekedar ciuman biasa tapi.. astaga!! Moonhee nyaris pingsan membayangkan kejadian tadi di otaknya.

30 menit Moonhee menunggu dan Sehun belum juga kembali. Moonhee merasakan tenggorokannya sangat kering jadi ia memutuskan untuk beranjak menuju counter minuman otomatis yang letaknya agak jauh dari ruang music.

Gadis itu bersiul pelan saat melewati koridor sekolah yang sepi itu. tentu saja! Ini sudah jam 5 sore dan tidak akan banyak siswa yang menghabiskan waktu jam segini di sekolah. Yeah.. memang masih ada yang berkeliaran beberapa dan moonhee yakin itu adalah orang-orang yang mengikuti kelas asrama juga sama sepertinya.

2 botol cola sudah ada ditangannya. Satu untuknya dan satunya lagi untuk Sehun tentunya. Moonhee berpikir mungkin saja Sehun juga kehausan jadi ia membelikan satu untuk pria itu.

Trnengg….

Tangan moonhee bergetar hebat seiring dengan dua kaleng cola yang terjatuh begitu saja saat melihat pemandangan yang tersaji sekitar 20 meter dari tempatnya. Matanya cukup jelas untuk menyaksikan adegan itu dari jarak sejauh ini.

Oh sehun berciuman dengan seorang gadis

Cairan bening berasa asin itu mengalir dengan mulusnya menyusuri pipi moonhee. Gadis itu menggigit bibirnya seraya tersenyum pahit melihat adegan itu.

Belum sampai satu jam ia merasa menjadi gadis paling bahagia di bumi ini karena bisa menjadi lebih ‘dekat’ dengan Sehun tapi apa yang ia lihat sekarang?

Dalam kepalanya moonhee berpikir kalau Sehun melakukan hal ‘itu’ pasti dengan semua gadis yang ia rasa menyukai dirinya yang tampan itu termasuk dirinya.

Entah takdir yang membuat Sehun menoleh dan melihat moonhee yang sedang menatap nanar padanya. Ia segera melepas tangan gadis yang tadi sempat berciuman dengannya dan hendak berlari menuju Moonhee.

Moonhee menggeleng seraya berlari kencang. Mungkin nasib beberapa hubungan memang hanya bisa sampai pada hubungan tutor-murid atau sahabat tidak lebih.

_EXO_

“Kai~a…” kai terbangun dari tidurnya saat merasakan sesuatu menyentuh tangannya.

Ia membelalakan matanya lebar melihat Jiyoo yang sedang menatapnya dengan tatapan lemah, tangan Jiyoolah yang menyentuh tangannya tadi.

“Kau sudah sadar Yoo~?” kai mengelus rambut jiyoo pelan, seakan sentuhan yang lebih kasar dari itu bisa membuat gadis itu pecah layaknya benda rapuh.

Jiyoo mengangguk lalu berusaha untuk mendudukan dirinya di ranjang. Kai yang melihatnya langsung membantunya.

“Kai~a kau belum pulang? Pulang saja sana! Kau terlihat kelelahan,” suruh Jiyoo.

Kai menggeleng tanda menolak perintah Jiyoo, padahal biasanya pria itu akan menuruti apapun yang diucapkan gadis itu meski diawali dengan gerutuan.

“Aku harus menjagamu Yoo~ itu tugasku ingat?” Kai mengelus pipi sahabat dan kerabat sehidup sematinya itu lembut. “Dan aku menjaga orang yang ingin kujaga!” tambahnya.

Ucapan Kai malah membuat jiyoo menitikan air matanya, gadis itu terlalu banyak hutang budi pada Kai. Ia merasa membebani pria itu dengan selalu menyuruhnya untuk berada disisinya.

“Kai~a aku rindu appa !” Kai mengusap pipi gadis itu, menghilangkan air asin yang mengalir disana.

“Ahjusi akan sampai kesini besok Yoo~ kau tahu kalau ia sangat khawatir saat aku bilang kau ada di rumah sakit. Bahkan ia membatalkan semua jadwalnya di Tokyo,”

“Perlukah aku memberitahu ahjuma juga?”

Jiyoo menggeleng, toh ia tahu kalau eommanya itu pasti tidak akan peduli pada kondisinya.

“Kalau begitu tidurlah lagi~ aku akan menunggumu disini,”

Dari balik pintu ruangan itu, Luhan menatap gadis yang terbaring lemah di ranjang rawat itu dengan sendu. Rasa bersalah menghantui dirinya. Bagaimana bisa aku menyakiti gadis yang selama ini kusukai, pikir Luhan.

Luhan ingin sekali masuk kesana, mengelus rambut gadis itu, mengatakan maaf padanya dan membuat gadis itu kembali tenang. Sumpah demi apapun luhan lebih suka melihat wajah datar dan ketus jiyoo daripada melihat wajahnya yang terlihat lemah seperti sekarang ini.

“Mianhae Yoo~”

Luhan berbalik dengan setetes air mata yang melesat dari mata sayu nya.

_EXO_

Moonhee terbaring di ranjangnya dengan wajah yang ditutupi bantal. Yeah.. gadis itu menangis. Mengingat apa yang baru saja terjadi padanya.

Mungkinkah aku terlalu percaya diri menganggap Oh Sehun sudah mulai menyukaiku?

Gadis itu menahan isakannya saat terdengar suara pintu kamarnya dibuka seseorang. Kalau tidak Jiyoo pasti Hyeri, pikirnya.

Dengan cepat ia mengusap air matanya dan bangkit seraya terduduk di ranjangnya. Berpura-pura memasang ekspresi orang yang baru saja bangun tidur.

“Eo.. Hyeri-a kau pulang sore sekali?” Tanya Moonhee dengan nada biasa seakan dirinya sedang baik-baik saja.

Hyeri mengangguk sambil terbaring di ranjang tunggal milik Jiyoo, gadis itu memejamkan matanya sejenak.

“Tadi aku pergi ke toko buku dulu~” jawabnya. Hyeri berbohong tentu saja. Sepeninggal Kai, gadis itu memilih menghabiskan waktunya sendiri di ruangan dance.

Moonhee mengangguk lalu kembali terdiam. Entah sebagaimanapun pintarnya ia menyimpan emosinya, tetap saja rasanya begitu menyesakkan.

Drrrttt,,,,,

Ponselnya bergetar menandakan ada pesan masuk disana.

From    : Oh Sehun

Kau salah paham gadis itu sudah bukan siapa-siapa bagiku.

Moonhee menghela nafas berat melihat sebaris pesan di ponsel touch nya. Oh sehun mengiriminya pesan. Dan isi pesan itu malah membuatnya semakin berpikir kalau Sehun juga menyimpan perasaan padanya.

Tapi dengan cepat ia tepis pikiran bodoh itu.

Bagaimana mungkin seseorang berciuman dengan orang berbeda dalam waktu tak kurang dari 1 jam.? Pria macam apa itu?

Moonhee melepas batrai ponselnya saat benda tipis itu bergetar menandakan ada panggilan masuk dari sehun.

“Jiyoo-a eoddigaseyo?” Moonhee bertanya hingga membuat Hyeri kembali membuka matanya.

“Molla. Mungkin saja dia masih belajar fisika bersama Luhan Oppa!”

“eo! Bagaimana denganmu Hyeri-a? apa Kai sudah bisa mengajarimu dance dengan lebih baik?”

Hyeri tertegun sejenak, sebenarnya ia sedang malas membicarakan Kai saat ini terlebih mengingat Kai yang tadi meninggalkannya begitu saja di ruangan dance.

“Yeah.. dia cukup sabar mengajarku,”

_EXO_

Hyeri menatap pria tambun berkacamata bulat di depannya ini dengan heran. Tak biasanya kepala sekolah memanggilnya ke ruangannya. Apakah ia baru saja mendapatkan penghargaan? Atau baru saja melakukan kesalahan?

“Han Hyeri, Lee Hyukjae dari kelas III-2 akan menggantikan Kai menjadi tutormu,” ucapnya sambil membolak-balikan berkas di depannya.

Mwo? Kai di-ganti?

“Keundae waeyo Seonsaengnim?”

“Kai tidak diwajibkan lagi ikut kelas asrama. Ia dibebaskan… ah… kau kebetulan kau sekamar dengan Song Jiyoo, dia juga dibebaskan dari kelas asrama,” ucap pria tambun itu.

“M-Mwo?”

Hyeri berjalan lunglai di koridor sekolahnya, ia hendak ke kantin. Tapi langkahnya terhenti saat melihat dua orang melintas tak jauh di depannya.

Kai yang sedang memapah Jiyoo untuk duduk di bangku khusus untuk mereka seperti biasanya. Entah mengapa Hyeri merasa panas melihatnya. Ia berpikir kalau hubungan Jiyoo dan Kai terlihat tidak wajar jika hanya disebut sebagai sahabat baik. Terkadang Hyeri merasa jika Kai memiliki perasaan lebih pada Jiyoo mengingat pria itu selalu mendahulukan Jiyoo diatas kepentingan lainnya.

Hyeri ingin sekali menghampiri Jiyoo, menanyakan kabarnya karena 3 hari berlalu tidak ada kabar apapun dari gadis itu. saat ia bertanya pada Luhanpun, Luhan selalu menghindar dan tak pernah menjawab pertanyaannya.

“Sebenarnya ada apa?”gumam Hyeri.

_TBC_

Moonhee-ya~ part mu yang terbanyak disini. Hehehe ada adegan kisseu juga. eotthe? Saya baik kan? Membiarkan uri sehun-ie…menciummu. Hahaha

Yang baca harrus koment ya~

Comment’s reader like oxygen to me

31 pemikiran pada “Love At School (Chapter 4)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s