I Can’t Explain What I Feel (Chapter 1)

I Can’t  explain what I feel  (chapter 1)

HOLLAAA~ perkenalkan nama saya Bulan Kurniati bisa dipanggil Buku :D. Saya Author baru disini :D. Dulu saya author di screenplays tapi skrg gg lagi karena screenplays akun saya eror T,T. Ini FF pertama saya yang cast nya EXO :D. Dimohon dukungannya yah 🙂 semoga FF saya diterima di kalangan EXOtics disini hehehehehe :* yaoi story~

Maaf yah kalau banyak Typo atau kalian kurang mengerti bahasa yang saya pakai (bahasa planet exo). Yaudah atuh silahkan dibaca saja 😀 hope u like it~ minta RRC nya yah ^^

Author      : BukuTaoris

Cast          :

Kris (EXO-M)

Tao (EXO-M)

Xiumin (EXO-M)

Luhan(EXO-m)

Other member EXO

Hwamin (pemeran pembantu)

Genre         : School life, romance

 

Rating         : PG -14

 

Length        : chapter

 

Summary   : Kris “mengapa rasa bersalah ada di benaku? Kasihan dirinya. Aku ingin sekali menolongnya walau aku tak kenal dirinya tap aku suka menolong orang”

“TTTTTTTTTTTTIIIIIIIIIINNNNNNNNN.” suara  klakson mobil keras itu membuat takut semua orang disekitarnya. DUAARRR!!  Suara tabrakan,  Mobil sedan itu menabrak orang yang sedang menyebrang menggunakan sepeda.

“Punya mata gak sih? sudah tau lampu hijau!!.” ucap lelaki tinggi yang berhenti dan menghampiri orang yang ditabraknya.

“Maafkan aku~ aku hikksss aku  hiikkss.” jawab lelaki tampan sambil menenteng sepedanya yang rusak parah akibat tertabrak. Roda sepeda depannya berbentuk angka 8 dan badan sepedanya pun ikut bengkok dan tak ada luka di tubuh lakilaki ini. Lelaki  ini menangis tak berhenti hentinya sehingga membuat heran orang yang sedang di ajak sebagai lawan bicaranya.

“Mobilku penyok!! Bagaimana sih!! Aisshh, kau harus mengganti rugi.” jawab ketus namja tinggi itu sambil menendang sepedah lelaki itu.

“Maaf! Aku harus pergi hikkss!!!.” namja tampan itu bergegas lari sambil menenteng sepedanya  meninggalkan lawan bicaranya.

“KRIS! Sudahlah dia sudah pergi sebaiknya kita lanjutkan perjalanan, aku takut telat Kris!!.” teriak Hwamin-yoeja di dalam mobil. Kris bergegas masuk kedalam mobil dan melanjutkan perjalannya ke tempat kerjanya Hwamin, ya Hwamin adalah kekasihnya yang sudah menemaninya selama 2 tahun lebih. Kris sebenarnya sudah tidak mencintai Hwamin lagi karena Hwamin terlalu egois selalu mengatur hidupnya Kris, Kris tidak berani memutusi hubungan dengan Hwamin karena Hwamin pernah mengancam jika Kris memutusi hubungan dengannya Hwamin akan memberi tahu tentang rahasia Kris ke orangtuanya Kris dan Hwamin.

—————

“Kris! Nanti jemput aku yah jam 9 malam~ okey!!.” ucap Hwamin sambil mengecup bibir Kris sekilas. Kris hanya diam dan menyepelekan ucapannya Hwamin.  Hwamin bergegas keluar dari mobil Kris yang mewah  dan Kris tidak mempedulikan Hwamin  yang sudah menutup mobilnya sambil melambaikan tangan ke Kris. Kris langsung menancapkan gas dan kembali ke apatermennya mengambil barang yang tertinggal.

Hari ini  sehabis kembali ke apatermen mengambil barang yang tertinggal Kris akan menjenguk temannya Luhan di rumah sakit yang sedang sakit karena cidera saat bermain bola. Kris memarkir mobilnya dengan sempurna lalu keluar dari mobil sambil membawa bingkisan buah.

Roll like a buffalo whoopss woppps they all ready now– suara nada dering telepon genggam milik Kris.

“hallo? Kenapa hyung?.”

“Kris!! dimana? Aku tunggu kau di pintu masuk yah.”

“iya.”

Kris berjalan dengan cepat sambil mencari pintu rumah sakit dan menemui teman yang di teleponnya tadi. Lelaki yang menunggu Kris ternyata sedang duduk di dalam sambil membaca koran yang tersedia disana.

“Xiumin hyung!!!!.” teriak Kris sambil menghampiri Xiumin yang sedang membaca koran.

“Aiisshhh kau ini lama sekali sih!!.” Geretu Xiumin sambil memukul sikut Kris.

“Maaf hyung aku abis mengantar Hwamin ke kantor.”

“Betah yah pacaran sama Hwamin selama 2 tahun hahahaha.”  canda Xiumin sambil mengajak Kris menuju kamar rawat Luhan .

“Haiiiii.!” sapa Kris mengagetkan Luhan yang sedang berbaring sambil membulak balikan chanel TV yang ditontonnya dengan remot.

“KRIS!!.“  jawab luhan gembira.

“Hey!! Jangan banyak gerak Lulu pinggangmu masih sakit!!.” tegur Xiumin .

“Aku membawakan ini untukmu hyung!.” ucap Kris sambil memberi bingkisan buah ke Luhan.

“Makasih Kris!! Oh iya Xiumin hyung sekarang aku sendirian di kamar ini.“ jawab Luhan sedih.

“Loh memangnya pasien yang kemarin disini kemana? Sudah pulang?.” Tanya Xiumin heran.

“Hwaaa!! Hyung, bukan bukan pulang hyung tapi…hwaaa aku merindingkan nih.” ucap Luhan sambil memeluk bantal gulingnya.

“Merinding kenapa?.” tanya Xiumin heran.

“Pasien yang satu kamar denganku meninggal jam 6 pagi tadi. Hwaaaa!! Aku pengen pindah kamar Hyung!!!.” ucap Luhan meluk bantal guling lebih keras lagi.

“Hahahaha awas nanti malam ada hantunya dong! Asik asikk hahaha.” ledek Kris.

“Okey! Akan ku urus nanti” ucap Xiumin.  “Aku keluar dulu mau lapor kalau pasien Lulu mau pindah kamar karena ketakutan~ hahahaha.”  ucap Xiumin meledek.  Xiumin bergegas keluar meninggalkan Luhan dan Kris berdua di kamar.

“Hyung memangnya pasien yang meninggal itu sakit apa?.” tanya Kris heran sambil duduk mendekati Luhan di kasur.

“Serangan jantung~ kasian deh, anaknya masih kecil kecil dan isterinya masih muda dan cantik lagi” jawab Luhan sambil membuka bingkisan buah yang dibawa oleh Kris.

“Kok masih ada barang-barangnya disini?.” tanya kris heran sambil melihat barang-barang yang acak-acakan di kasur pasien yang sudah meniggal itu.

“Tadi anaknya yang cowok kesini mau ngeberesin dan nge pack barangnya tapi entah tiba-tiba menghilang.” Jelas Luhan.

“Menghilang? Jangan jangannnnn…..” Ucap Kris terrhenti saat melihat anak lelaki masuk dengan mata yang lebam. Kris memperhatiakan anak lelaki itu. Tubuhnya tinggi tegap, kulitnya putih mulus, rambutnya sedikit acak-acakan, memakai baju kaus putih polos dan celana training biru. Kris membulatkan matanya sepertinya dia kenal dengan lelaki yang satu ini.

“Tao! Jangan sedih yah ~ kamu harus tabah okey! Maaf hyung tidak bisa bantu kamu, pinggang hyung masih sakit” Ucap Luhan ke Tao yang masih nangis sambil membereskan barang-barangnya sendiri.

Tao tidak memperdulikan ucapan Luhan, dia masih terus menangis karena dia mempunyai rasa bersalahnya. Tao telat meminta maaf kepada Ayahnya sebelum Ayahnya meninggal, karena pada saat sehari sebelum ayahnya meninggal Ayah Tao ingin Tao menemaninya di rumah sakit tetapi, hari itu Tao tidak bisa karena Tao ingin membelikan sepeda baru buat Ayahnya dan baru bisa menemani Ayahnya dirumah sakit. Tao takut jika hari itu Tao tidak membeli sepeda baru buat Ayahnya, sepedanya akan dibeli oleh orang lain. Tao sayang sekali dengan Ayahnya dia membelikan sepeda untuk Ayahnya agar Ayahya bisa pergi ke tempat kerja menggunakan sepeda yang diberikan Tao.

“Tao~ jangan nangis yah.” Ucap Luhan lembut.

Kris masih diam menatap Tao yang terus menangis. Kris mengenal lelaki ini, lelaki yang ditabraknya tadi pagi ternyata Ayahnya meninggal. Kris mulai meneteskan airmatanya sedikit demi sedikit entah mengapa Kris menemukan rasa bersalahnya kepada Tao. Seandainya Kris tau bahwa Tao sedang terburu-buru Kris bisa saja mengantar Tao kerumah sakit walau Kris tidak mengenali Tao dan Tao tidak mengenali Kris, walau tadi didalam mobil ada Hwamin toh biarkan saja kan mobil ini punya Kris. Memang Kris dari dulu suka menolong orang yang dikenalnya maupun yang tidak dikenalnya.

Kris menghapus air matanya dan mulai berdiri dari kursinya lalu menghampiri Tao yang sedang membereskan barang-barangnya.

“Maaf~ sepertinya kita pernah bertemu.” ucap Kris lembut. Tao masih tidak memperdulikan orang-orang yang dari tadi mengajaknya berbicara dengannya karena di benak  Tao hanya ada bayangan ayahnya pada saat meminta Tao menemaninya di rumah sakit. Tao terus menangis entah sudah seberapa lebam matanya itu.

 

 

To be continue~

Gimana? Maaf yah banyak typo ^^

Ditunggu commentnya 😀

 

 

28 pemikiran pada “I Can’t Explain What I Feel (Chapter 1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s