It’s You (Chapter 1)

IT’S YOU (Chapter 1)

 

Main Cast : Yuna Chaniago Setyaningsih (OC)

Do Kyung Soo

Park Yeosin

Other Cast : Member EXO lainnya

Kim Jong Il

Lee Taemin

Genre : Frienship, Romance, Kinship

Author :  Yofi Rinjani .S.

Note :  Untuk chapter 1 ini special untuk Byun Baekhyun (Kakakku yang kedua XD) yang sedang sakit sejak dua hari lalu (tanggal 12 Juli 2012). Semoga hyungku cepat sembuh!

__________________________________________________

Yuna POV

 

Hari ini aku tidak keluar rumah. Padahal di luar cerah sekali. Aku hanya duduk di salah satu bangku dekat kaca besar perpustakaan kecil milik ayah sahabatku, Park Yeosin. Aku tinggal bersama mereka untuk beberapa bulan kedepan karena orang tuaku sedang pergi ke luar negeri dan kedua kakak laki-lakiku sedang sibuk dengan kuliah mereka di luar kota. Dan beruntungnya aku adalah di saat kenaikan kelas 9 (3 SMP), aku bertemu dengan Yeosin di tempat biasa aku latihan menari tradisional. Kenapa dibilang beruntung? Karena aku bertemu dia saat ini aku bisa ke Korea Selatan, tinggal bersamanya dan belajar gratis di perpustakaan kecil ini.

Aku adalah gadis berdarah negara Indonesia yang baru berumur 14 tahun. Namun, tubuhku seperti gadis berumur 17 tahun. Aku selalu menutupi kepalaku dengan sebuah topi rajut bayi (tapi bukan untuk bayi) dan aku selalu memakai pakaian panjang. Entah kenapa aku selalu memakainya. Kata beberapa teman-teman sekolahku, wajahku ini menyemakan kalau sudah memasang tatapan sinis. Ada juga yang bilang bahwa aku mirip laki-laki kalau pakai wig laki-laki. Aku terima itu semua karena aku menyetujui pendapat mereka.

Ketika aku sedang memandang ke luar kaca besar, aku melihat seorang laki-laki imut memasuki perpustakaan kecil ini. Dia terlihat pucat sekali. Saat pandangan kami saling bertemu, dia tersenyum padaku dan langsung pergi mengitari perpustakaan ini. Aku hanya membalasnya dengan senyum simpul lalu kembali memasang wajah datar. Di sini hanya ada aku dan lai-laki itu. Ayah Yeosin sedang tidak ada di rumah (perpustakaan kecil ini ada di bawah rumah milik keluarga Yeosin) dan Yeosin sedang pergi ke sekolah dan juga, beberapa staf perpustakaan sedang pergi makan siang. Karena aku tidak bersekolah di sini, aku bertugas menjaga rumah dan menjadi salah satu staf di perpustakaan.

Hampir 15 menit aku memandangi langit yang mulai menggelapkan dirinya. Karena bosan, aku berdiri dan berjalan ke salah satu rak buku khusus B. Indonesia dan mencari buku untuk kubaca. Tiba-tiba, aku mendengar suara seseorang muntah. Karena penasaran, aku mencari asal suara itu dan ternyata laki-laki yang tadi tersenyum padaku itu yang muntah. Aku mendekatinya dan membawanya ke kamarku karena wajahnya pucat sekali dan tubuhnya sangat panas. Dia melihatk heran. Mungkin dia bingung kenapa dia dibawa ke kamar dan kusuruh dia beristirahat di ranjangku menggunakan B. Inggris. Aku akan menjawabnya walaupun dia tidak bertanya, “You just rest here. The sky was getting dark. Probably going to rain. I will clean the floor for a while. Wait here, ya!” dan pergi meninggalkannya.

Aku segera mengambil kain pel dan ember yang berisi dengan air yang sudah ku campur dengan superpel (bukan promosi, lho!). Aku menaruh ember itu di dekat aku berdiri sekarang. Aku mengepel lantai yang telah ternodai dengan cairan putih. Untung saja buku-buku yang letaknya dekat dengan cairan itu tidak kena cairan tersebut. Selesai mengepel, aku mencuci kain pel dan menaruhnya di tempat semula.

Benar apa kataku, hujan pun turun. Aku segera menutup perpustakaan dan masuk ke kamarku dengan membawa sebuah ember kecil ah tidak, mangkuk besar berisi air hangat dan sebuah kain. Aku lihat laki-laki itu sedang coba untuk tidur. Aku duduk di samping ranjangku dan menaruh kain yang sudah ku perai menggunakan air hangat ke atas keningnya. Dia membuka matanya dan melirik ke arahku. Aku tersenyum simpul kepadanya dan berkata, “Rest!” dan dia hanya mengedipkan matanya.

Saat aku mencoba berdiri, laki-laki itu terlihat ingin muntah. Segera aku mengambil kantong plastik dekat meja belajarku dan ku berikan kepadanya. Dia mengambil plastik itu dan segera muntah ke dalam plastik setelah membuka kantong plastiknya. Aku hanya menahan diriku sendiri agar aku tidak ikut muntah. Selesai sudah dia muntah. Dia mengikat kantong plastik yang dipegangnya dan menaruhnya di tempat sampahku. Aku menyuruhnya beristirahat lagi dan pergi meninggalkannya sebentar.

Aku keluar dari perpustakaan untuk membeli bubur. Dengan cepatnya, aku berlari ke seberang jalan dan memasuki sebuah tempat makan yang menyediakan bubur. Seorang pelayan yang mengenaliku dan mengerti bahasa Inggris, langsung menghampiriku.

“Then I can help you, Miss Yuna?” tanyanya dengan senyum manisnya

“Ah, I want to buy porridge.” jawabku dengan tergesa-gesa

Pelayan itu menanggukkan kepalanya dan pergi ke belakang. Aku hanya berdiri di dekat pintu sambil menunggu pesananku datang. Orang-orang yang sedang makan di sana seseklai melihatku. Tapi aku tidak menggubrisnya. 5 menit kemudian, pesananku datang dan pelayan yang tadi berbicara denganku memberikanku sekantong bubur yang sudah dibungkus dengan tempat makan sterofom kepadaku. Aku mengambilnya dan memberikan uang 10.000 won pada pelayan itu. Lalu, aku kembali ke perpustakaan.

Aku membawa bubur ke dalam kamarku dan membangunkan laki-laki itu. Dia kembali membuka matanya dan menatapku dengan tatapan, “Hey, tadi kau menyuruhku istirahat dan sekarang kau membangnkanku lagi?!”. Aku membantunya untuk duduk. Lalu aku menaruh bubur ke atas kedua tangannya. Dia menatapku kaget dan penuh dengan tanya.

“Eat this porridge. It seems you are hungry. Hurry to eat and recover. Get well soon!” seruku padanya dan meninggalkannya.

Belum ku langkahkan kakiku, dia sudah menarik tangan kananku. Aku melihat ke arahnya. Aku lihat, dia tersenyum lemah dan berkata, “Why are you so good? Thanks for this porridge!”. Aku hanya tersenyum dan berjalan keluar kamarku setelah dia melepas tanganku.

15 menit berlalu. Hujan masih belum reda juga. Aku hanya duduk sambil membaca sebuah komik Jepang. Tanpa aku sadari, seorang laki-laki berdiri di semping kiriku. Ketika ku menoleh, betapa terkejutnya aku saat melihat laki-laki yang seharusnya berbaring di ranjangku tersenyum manis kepadaku. Dia menaruh secarik kertas di atas meja di hadapanku dan pergi ke luar perpustakaan dengan sempoyongan ketika seorang pria menggunakan kacamata hitam berdiri di depan pintu perpustakaan. Mereka masuk ke dalam mobil hitam dan berlalu. Aku yang masih bingung mencoba menghentikan pikiranku tentang laki-laki itu.

Aku mengambil kertas yang ada di atas meja dan membacanya. Tulisannya menggunakan Bahasa Inggris. Begini isinya…

To : the girl who raeding this letter

 

Hey, thank you for your kindness to look after ailing. The plan, I just want to borrow books at the library for a while and then returned to the hospital. Actually I did not get permission from a doctor to get out the hospital because I was in the hospital a few hours a lau. But, I seduce her and finally got permission as well. My condition began to improve because of you. I’ve never met a girl like you. The point is thank you, ya!

 

Byun Baek-Hyun

 

Aku hanya tersenyum tak percaya ada orang yang baru masuk rumah sakit nekad keluar hanya untuk meminjam buku saja. Konyol sekali! Dasar laki-laki aneh! Lalu aku melanjutkan membaca komik.

 

Esok harinya…

 

“Yunaaa…..!!!! Temani aku ke sekolah, dong! Hari ini ada acara bebas di sekolahku. Orang luar boleh masuk dan melihat-lihat acara di sana. Ayo! Nanti aku traktir makan ice cream, deh!” pinta Yeosin sambil menatapku penuh semangat di hadapanku

“Hem…, bagaimana, ya?” sahutku

“Ayo lah!!! Aku mohon!” serunya

“Baiklah. Tapi janji ya, kamu akan mentraktirku makan ice cream?!”

“Iya. Makan tembok pun akan ku beri untukmu!”

“Kalau itu tidak akan ku makan…”

“Hehehe…! Aku hanya bercanda… Ayo kita berangkat!”

“Hem”

Aku bangkit dari dudukku dan segera berjalan di samping Yeosin. Selama di perjalanan, kami hanya berbincang-bincang mengenai event-event di sekolah Yeosin. Dan tak terasa, kami sudah sampai di depan gerbang sekolah Yeosin yang memang tak jauh dari rumah keluarga Yeosin. Dari luar terlihat bahwa sekolah ini sudah ramai oleh remaja-remaja yang sengaja datang untuk melihat dan menikmati event-event di sekolah ini.

Tangan kananku ditarik oleh Yeosin memasuki sekolah yang cukup berkelas itu. Di tengah keramaian, Yeosin dipanggil oleh teman-temannya. Dia segera melepas genggaman tangannya dari tanganku dan menghampiri teman-temannya. Aku yang ditingal sendirian langsung bingung mau kemana. Akhirnya mataku tertuju pada sebuah pohon Sakura yang bunganya sedang berguguran. Aku berjalan ke arah pohon itu karena ingin menghindari keramaian. Ya, pohon Sakura itu sangat jauh dari keramaian dan terasa begitu nyaman kalau aku duduk di bawah pohon cantik itu.

Sampai di depan pohon Sakura itu, aku mendengar seseorang melantunkan sebuah lagu Angel (Into Your World) yang sering ku dengar di radio perpustakaan. Suaranya begitu merdu sampai aku tak sadar bahwa aku sudah duduk di tempat tadi ku berdiri. Aku tahu dia itu duduk di balik pohon Sakura. Karena saat aku mengintip, aku hanya berani melihat tangannya yang putih seputih susu. Aku terhanyut oleh lagu yang sangat kusukai itu. Tiba-tiba, aku merasa jantungku berdebar dengan kencang. Aku tidak mau pergi dari tempat ini. Aku ingin terus mendengar suaranya yang sangat merdu itu. Aku ingin tahu siapa orang yang sedang bernyanyi ini. Aku ingin mengenalnya…

 

BERSAMBUNG

10 pemikiran pada “It’s You (Chapter 1)

  1. http://chorus-osensis.pl/dlaczego-firmy-wybieraja-leasing.html
    Buying a used or new auto could be a hard process if you do not know what you really are doing. By educating yourself about auto purchasing before you decide to go to the car dealership, you possibly can make issues easier for your self. The following advice may help the next purchasing vacation be a little more satisfying.

    Always bring a auto mechanic alongside when shopping for a fresh automobile. Automobile retailers are popular for marketing lemons and you do not wish to be their following victim. If you can not get a auto mechanic to check out autos along, at least be sure that you have him evaluate your ultimate decision before you purchase it.

    Know your limitations. Prior to starting store shopping for your forthcoming car or van, determine how much you can afford to spend, and stick to it. Don’t forget to feature interest in your calculations. You will definitely shell out about twenty percent as a payment in advance also, so be well prepared.

    Prior to seeing a dealership, know which kind of motor vehicle you desire. Study all you choices ahead of buying in order to evaluate which works for your finances and loved ones requires. Shop around to find out how much you need to pay to get a probable car.

    Before you sign any contract take time to study each and every series, like the fine print. When there is something detailed that you just do not recognize, tend not to sign before you have an respond to that you comprehend. Unsavory salesmen may use an agreement to insert a lot of costs that have been not mentioned.

    In the event you maintain the previous guidance in mind the very next time that you go shopping for a auto, you will end up more likely to get a full bargain. Purchasing a car lacks as a head ache. Only use the ideas from this write-up and you can obtain the car you need in a good value.

Tinggalkan Balasan ke Dragon Pyromaniac ( Park Yeosin ) Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s