Appa (Prolog)

Appa (Prolog)

Author: @kim_mus2

Main Casts: EXO-K and EXO-M Members

Length : Multi Chapter

Genre  : Brother ship, Family, Comedy

Rating : General

Summary:

“Ketika member EXO menjadi ayah”

Disclaimer:

Ide cerita FF ini murni 100% hasil imajinasi author.

 

Hari ini adalah hari yang membahagiakan bagi semua member EXO. Mereka berhasil memenangkan penghargaan Boyband pendatang baru terbaik (The Best Newcomer Award 2012). Dengan prestasi itu, entah kenapa pihak SM berbaik hati memberikan hadiah bagi kedua belas member itu berupa paket berlibur selama satu minggu di sebuah villa di pulau Jeju.

Awalnya, mereka merasa sedikit canggung menerima hadiah tersebut, karena berarti mereka akan meninggalkan pekerjaannya selama satu minggu. Tapi, akhirnya mereka memutuskan untuk pergi dan kini mereka menghabiskan malam dengan pesta makanan buatan chef Do Kyungsoo.

Karena terlalu asyik dan kekenyangan setelah pesta semalam suntuk, semua member tertidur di karpet besar di ruang tengah. Posisi tidur mereka super semerawut.  Tao dan Kris tidur sambil berpelukan, dengan kaki kanan Tao melingkar di pinggul Kris. Sementara itu, Chen yang berada dibawah mereka berdua, tidur dengan pulas sambil memeluk kaki panjang Kris.

Jika Tao dan Kris saja tidur sambil berpelukan, apalagi Luhan dan Sehun. Tapi rupanya mereka berdua diganggu oleh kehadiran orang ketiga, Xiu Min, yang kini memeluk Luhan erat dari belakang.

Di samping Luhan, Sehun dan Xiu Min, Nampak seorang namja berkulit agak gelap sedang tidur terlentang tanpa menggunakan sehelai kain pun di bagian atas tubuhnya. Itu dia si kkamjong yang lagi topless. Kalau saja para fans melihat Kai saat ini, mereka semua pasti mimisan tingkat dewa. Secara, dada bidang dan perut sixpack-nya itu sedang tidak terlindungi.

Tapi, saat melihat bagian bawah tubuh Kai, mungkin para fans bisa muntah. Tau kenapa? Itu karena Baekhyun dan Chanyeol yang tertidur pulas di kedua paha Kai sedang asyik membuat kepulauan seribu. Malang sekali nasib paha Kai.

Satu-satunya pasangan yang paling harmonis adalah Suho dan D.O. Mereka berdua tidur dengan menggunakan bantal sofa yang sama dan tubuh mereka tertutup rapat oleh selimut putih yang hangat. Tidur keduanya benar-benar nyenyak.

Hari memang sudah pagi, tapi semua member masih tetap dalam posisi tidurnya masing-masing. Tapi, tak lama kemudian, sang leader Kris terbangun karena suara berisik dari balik pintu depan villa mereka.

Tok… tok… tok…

Tok… tok… tok…

Kris mencoba bangkit dari tidurnya, tapi sulit sekali karena pelukan Tao dan Chen terlalu kuat. Untunglah kaki kanan Kris yang panjang masih dapat bergerak bebas. Tanpa ragu, Kris mengayunkan kakinya ke pipi Suho yang tidur di bawah Chen dan hanya sekali colekan, Suho langsung terbangun.

“Yaa! Hyung! Kakimu bau sekali!” protes Suho pada Kris.

“Sudahlah, cepat bangun sana! Cek pintu depan, sepertinya ada tamu.” Perintah Kris masih dalam posisinya yang terpenjara Tao dan Chen.

“Aish Jinjja! Arasseo…” racau Suho sambil berjalan menuju pintu.

Ngeeekkk…. (suara pintu dibuka)

“Nugusseyoo?” tanya Suho pada ketiga anak yang ada di hadapannya sambil memasang wajah bingung, terutama saat melihat seorang bayi berumur 5 bulan yang tertidur di atas kasur kecil.

“Kami mencari appa kami” jawab seorang anak laki-laki yang memakai blazer hitam dengan tatapan sinisnya.

“Mwo? Pasti kalian salah rumah de…”

“Aniyaa…” jawab ketiganya serempak.

“Appa kami ada di rumah ini, appa kami adalah member EXO” jelas seorang anak perempuan yang memakai jeans dan topi.

“Kris Hyung! Darurat! Rapat Darurat!”

***

Di Meja Makan

“Katakan! Siapa ayah anak-anak itu? Ada yang mau mengaku?” Kris mulai menunjukkan wajah garangnya pada semua member.

“Lebih baik kalian katakan sekarang juga, sebelum semuanya terlambat.” Lanjut Suho.

“Tao, Luhan, Xiu Min, Lay, Chen, apakah mereka anak salah satu dari kalian berlima? Jawab aku!” tanya Kris tegas.

Kelima member EXO-M itu menggeleng kuat tanpa bersuara. Mereka benar-benar takut dengan tatapan tajam sang leader.

“Bagaimana dengan kalian? Kai, Baekhyun, Chanyeol, Kyungsoo, Sehun, apa kalian ayah mereka?” tanya Suho sambil mencoba menyelidiki raut muka para membernya.

“Aku masih kecil hyung! Aku bahkan belum tahu cara membuat anak.” Jawab Sehun polos.

“Aku juga hyung! Meskipun badanku seksi, aku juga maknae… pengetahuanku tentang hal-hal yadong masih perlu ditingkatkan.” Kai ikut menambahkan.

“Bagaimana dengan kalian Baekhyun, Chanyeol?”

“Yaa! Hyung! Boro-boro bikin anak, pacar aja tak punya! Asem banget tiap hari bareng sama si Chanyeol terus! Makanya, aku susah punya pacar” jawaban Baekhyun, malah melenceng dari topic utama.

“Yaa! Memangnya kau saja yang rugi? Aku juga tahu! Aku sering dikira homo gara-gara jalan bareng kamu terus tahu!” teriak Chanyeol pada Baekhyun, tidak terima dengan pernyataan kawannya itu.

“STOP! Kalian benar-benar susah diatur! Langsung saja, Kyungsoo! Bagaimana denganmu?”

“Sebenarnya… aku pernah melihat anak-anak itu hyung, tapi aku lupa. Dimana ya?”

“Jadi mereka anakmu, Kyungsoo?” tanya Suho sambil melotot.

“Hyung! Jangan seenaknya menuduh dong!”

“Cukup! Semuanya dengarkan aku saja!” Kris kembali mengambil alih kendali rapat.

“Karena, tidak ada yang mau mengaku. Kita rawat keempat anak itu bersama-sama. Ada yang berani menolak?” lanjut Kris.

Semua member hanya bisa menggelengkan kepalanya sambil memasang wajah ngeri.

“Hyung! Aku punya usul nih. Bagaimana kalau kita bagi-bagi tugas.” Ujar Kyungsoo antusias.

“Maksudmu?”

“Karena anaknya ada empat, sepertinya akan lebih mudah kalau kita dibagi menjadi empat kelompok. Untuk yang bayi sebaiknya dirawat oleh 4 orang, satu anak laki-laki dan satu perempuan masing-masing dirawat 3 orang member. Sisanya, satu orang anak laki-laki yang terlihat dewasa itu, cukup ditangani dua orang. Otte?” Kyungsoo menjelaskan idenya dengan panjang lebar.

“Wow! Kyungsoo hyung ko jadi cerdas begini? Daebakk hyung!” puji Kai, takjub.

“OK! Ayo kita lakukan pengocokan sekarang!” ajak Baekhyun yang sudah siap dengan kertas gulung bertuliskan nama keduabelas member.

“Ya! sejak kapan kau menyiapkannya?” tanya Chanyeol heran.

“Hahaha… aku kan cerdas, kalau mau bagi kelompok, ya pasti perlu ini. Emangnya kamu, loading lama hohoho” ledek Baekhyun pada chanyeol sambil mengacung-acungkan kertas gulung buatannya.

“Yaa! Banyak omong kau Bebek! Cepat kocok sekarang! Jangan sampai aku sekelompok sama kamu. Bisa sial aku!”

“Siapa yang mau bareng kamu? Idiiiih….”

“Ehem!” Suara Kris langsung membuat suasana menjadi hening.

“Okey untuk empat orang pertama, Kyungsoo hyung, Suho hyung, Tao dan Kris hyung.” Ujar Baekhyun memecah keheningan.

“Next, kelompok duanya, Lay hyung, Xiu Min hyung dan Chen.”

“ Selanjutnya… yaa! Kenapa begini? Kita kocok lagi saja ya” pinta Baekhyun.

“Waeyo? Sepertinya ada namaku. Hyung tak mau sekelompok denganku?” tanya Kai sedikit kecewa pada Baekhyun.

“Ani… aku tak mau sekelompok dengan si Chanyeol!” tegas Baekhyun.

“Yaa! Aku juga tak sudi!” balas Chanyeol.

“Sudah diam! Apa salahnya satu kelompok, huh?! Ohok… ohok… ohok…” Suho yang berusaha menghentikan pertengkaran Baekyeol malah terbatuk-batuk. Kasian sekali leader yang satu ini.

“Hyung… mianhae… kami jadi satu kelompok deh kalau begitu.” Baekhyun sangat iba melihat leadernya itu.

“Ne… mian hyung…” tambah Chanyeol.

“Kelompok terakhir, Sehun dan Luhan hyung.”

“Horeeee….” Sehun dan Luhan bersorak kegirangan sambil berpelukan.

“Sudah… sudah… sekarang kita mulai beroperasi. Semuanya siap?” Kris kembali memimpin rapat.

“Ne… We are One!” teriak seluruh member dengan semangat.

 

Author’s Talk-Talk:

Annyeong chingudeul… ini karya baru aku loh… hehe^^

Pada penasaran gak sama lanjutannya? Kira-kira, member EXO pada bisa ngurus anak gak ya? hmmm… author juga gak tahu kekekek

Ayo… ayo… kasih komennya ya… biar author semangat ngelanjutinnya hohoho

Akhir-akhir ini, author lagi stuck bikin FF-nya. Banyak banget project yg belum kelar heuheu… idenya lagi pada terbang. Tapi, sekarang malah nekad bikin prolog ini. Mudah-mudahan bisa cepet encer lagi nih otaknya. Mohon doanya ya chingudeul# haha gak penting juga yg kaya gini didoain. Happy commenting aja ya chingudeul 😀

 

 

134 pemikiran pada “Appa (Prolog)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s