Silent Love (Prolog)

Nama author : Cindy

Genre : Romance

Cast : Bae Soo Ji (Miss A), Kai (Jongin) EXO

Judul : Silent Love

(prolog)

Soo Ji’s POV

“So Ji-ssi, tolong jangan tidur di jam pelajaran saya!!” tegur guruku, Kim-seongsanim. Dia baru saja melempar kapur dan mengenai kepala ku. Aku yang tadinya meniduri kepalaku di meja sekarang mengangkat kepalaku dan mengusap-usapnya.

“Maaf Kim-seongsanim.” aku berdiri dan membungkuk. Lalu mengambil kapur itu dan mengembalikannya pada guruku.

Namaku Bae Soo Ji. Siswi SMA pemalas, jarang dapat nilai bagus, dan sering tidur di jam pelajaran.

Ayah dan ibu-ku sudah meninggal karena kecelakaan mobil saat umur-ku 5 tahun. Aku tinggal bersama tante Luna, adik ibuku. Tante Luna sangat baik padaku. Aku dan dia sangat akrab seperti adik-kakak.

Tante Luna akan menikah seminggu lagi, aku ingin memberikan rangkaian bunga di hari pernikahannya. Dia tidak tau soal ini, aku merahasiakannya supaya jadi kejutan. Jauh-jauh hari aku sudah menabung untuk membeli rangkaian bunga untuk pernikahannya.

Aku berjalan ke toko bunga yang tidak jauh letaknya dari sekolah-ku. Nama toko bunga itu “Silent Love”. Namanya terkesan romantis, ku pikir itu untuk menarik perhatian pelanggan agar banyak membeli. Aku membuka pintu toko itu, terdengar suara kerincingan lonceng ketika aku membukanya.

“Permisi..” aku berteriak memanggil seorang pegawai. Toko ini terlihat sepi hampir tidak ada orang. Seorang namja tinggi dan berkulit kecoklatan datang. Kalau dilihat dari bajunya sepertinya dia pegawai disini.

“Permisi, aku ingin melihat rangkaian bunga untuk di kirimkan ke acara pernikahan.” ujarku pada namja itu. Namja itu hanya terdiam tak menjawabi-ku. Dia terlihat terpaku menatapi wajah-ku. “Hey??” aku melambai-lambaikan tanganku di depan wajahnya. Ia menggelengkan kepala untuk menyadarkan diri dari lamunannya. Dia berlari kecil meninggalkanku dan kembali sambil menarik-narik seorang bapak tua berusia 40-an. Namja itu menunjuk ke arahku.

“Iya nona, ada apa?” tanya bapak itu.

“Aku ingin melihat rangkaian bunga untuk di kirimkan ke acara pernikahan”

“Mari-mari, aku tunjukkan padamu” ujar bapak itu ramah. Bapak itu mengajakku ke sudut ruangan lain, ke tempat khusus rangkaian bunga yang berjejer rapi.

Aku berjalan-jalan untuk mencari rangkaian bunga yang aku suka. Selama aku melihat-lihat, aku merasa namja tadi mencuri-curi pandangan padaku sambil berpura-pura membersihkan ruangan. Aku pura-pura tidak melihatnya.

“Bagaimana nona? Sudah dapat yang pas untuk seleramu?” bapak itu datang lagi untuk menanyaiku.

“Eo?! uhm, maaf, aku masih bingung, mungkin besok aku akan datang lagi kesini untuk memesan”

“Baiklah. Terimakasih sudah datang.” bapak itu membungkukan badan.

“Annyeong” aku pamit sambil membungkukan badan.

Hujan deras turun. Aku berteduh di depan toko bunga menunggu hujannya reda. Namja tadi datang dari pintu. Dia menatapku, aku membalas menatapnya sambil menurunkan kepalaku sedikit. Dia menyodorkan payung dari balik punggungnya.

“Kau meminjamkannya untukku?” aku menunjuki payung itu. Namja itu hanya mengangguk tanpa berkata apa-apa.

“Kau baik sekali. Gomapta.” aku mengambil payung itu dari tangannya dan membukanya. “Aku pergi dulu. Annyeong.” pamitku sambil melambai tangan pada namja itu, lalu berjalan pulang.

(***)

“Bae Soo Ji, mana pr MTK mu?”

kini aku sedang berdiri tepat di depan meja guru di kelas. Kim-seongsanim memelototiku sambil memperbaiki kacamatanya yang turun.

Aku menggaruk tengkuk. “Anu pak, ketinggalan.”

“Jangan berbohong!”

“Aku janji besok akan ku bawa.” tangan kananku terangkat membentuk huruf V

“Kalau gitu kau besok harus mengumpulkan sebelum bel masuk berbunyi”

“Baik pak.

Sebenarnya aku tadi berbohong, pr MTK ku tidak ketinggalan, tapi aku belum mengerjakannya.

(***)

“Huaaahhhh… gimana ini?? Seharusnya aku jujur saja kalau aku tidak mengerjakannya. Aku kan tidak mengerti bab itu sama sekali. Soo Ji bodoh.” aku memukul kepalaku sendiri. Aku berbicara pada diriku sendiri sambil berjalan pulang. Di tengah jalan aku berpapasan dengan namja pegawai toko bunga kemarin.

“Neo, yang kemarin?!” gumamku. Aku berlari kecil menghampirinya. Aku menepuk bahunya. Dia berbalik menoleh. “Yaa! Annyeong!” sapaku tersenyum ceria. Dia hanya menundukan kepalanya sekali tanpa membalas menyapa.

“Kau yang kemarin kan?”

Dia mengangguk.

Aku membaca name-tag dibajunya. “Jadi nama mu Kim Jongin. Namaku Bae Soo Ji. Salam kenal Jongin-ssi,” aku membungkukan badan.

Dia membalas membungkuk sambil tersenyum.

“Kenapa diam saja? Tidak usah malu-malu padaku.” aku terkekeh. Dia menggeleng.

“Kebetulan aku hari ini mau ke toko mu lagi. Pergi sama-sama yuk! Kajja!”

Jongin berjalan di sebelahku.

“Annyeong ajuhssi” aku memanggil bapak yang kemarin sesampai di toko.

“A, nona yang kemarin?”

Aku mengangguk

(di percepat)

Aku sedang melihat rangkaian bunga dengan ajuhssi itu lalu menatap Jongin sesaat. “Apa Jongin seumuran denganku? Umurku 17 tahun.” tanyaku pada ajuhssi itu.

“Ne. Kau seumuran dengannya.”

“Dia terlihat berbeda dari namja lain, sangat kalem.”

“Nona tidak tau kalau dia tunawicara?”

“Mwo?” aku tersentak kaget tidak percaya.

“Sewaktu baru lahir ia terserang penyakit tetanus neonatorum yang membuatnya bisu”

“Ma, maaf. Aku tidak tau.”

Aku menatapi Jongin dengan iba. Jadi itu sebabnya dia tidak pernah berbicara, ah, aku bodoh sekali tidak pernah memikirkan itu.

TBC

Maaf aku baru bisa ngirim prolog-nya karena gak ada waktu banyak. Chapter one-nya menyusul…

Iklan

15 pemikiran pada “Silent Love (Prolog)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s