Anniversary

Author : Lvyhuna (@luvitayusa)

Title : Anniversary

Cast:

  • Main Cast :          Oh Sehun [Exo-K]

Nadira [OC]

  • Supporting cast :              Hyuna Eonni

Orangtua Nadira

Orangtua Sehun

Mas Arta

Length : Longshoot

Genre : Teen, romantic, Angst

OST : Super Junior 6jib – A Good Bye (WAJIB DIPUTER!) #recommendgalausong

 

SALAM SUPER !

Totor Lvy back bawa new epep, ini genre sad karya totor yang lain, dulu pernah bikin here iam be with you *silahkanbaca. Semoga readers suka, kalo ga suka ?? gpp namanya juga selera

Silahkan jangan lupa komen yahh/

 

Warning ; typo / gaje 😀

Hari ini

 

Tepat hari ini

 

Aku kembali ke tanah air ku, sekian lama merambah negeri orang akhirnya aku bisa kembali menapaki diriku ditanah kelahiran ku.

 

“Aku pulang ~~”  ringkik ku membuka pintu rumah yang diam merajam

 

Aku segera masuk dengan tatapan nanar melirik seluruh ruangan yang sudah 5 tahun ini aku tinggalkan. Sebuah foto keluarga terbingkai manis diruang tengah membangkitkan selera senyum ku.

Aku kembali masuk lebih dalam mencari seutas kehidupan didalam rumah ini. Ruang tengah yang biasanya ramai, menjadi hening dan senyap bahkan  koran pagi pun belum tersentuh siapapun.

Aku segera membuka penutup kepala rajutku. Menyimpanya dikursi dan mulai mencari sepasang pria dan wanita yang memiliki hampir seluruh hidup ku.

“Dira sebentar lagi sampai Pa , ayo cepat !”

“Aduh bu ! pesawatnya kan nyampe tabuh 9 , ini masih jam setengah 8 toh ? yo wes sing santai !”

“Aduh Pa !  ibu sudah tak sabar melihat Dira ! wong anak gadis ibu satu-satunya !”

“Lah ? emang Dira bukan anak bapa toh bu ?”

“Yasudah pakai kaos kakinya diluar saja !”

Perhatian ku dari dapur kini teralihkan dengan perdebatan yang telah ku dengar dari ruang tengah. Senyum ku pun menyungging

Sepasang suami istri dengan pakaian kebaya warna keemasan beserta pasanganya dengan baju batik senada rapi , masih ribut berdebat.

“Kata ibu juga apa Pak ? panggil si Kadir buat bawa mobil !”

“Aduh bu sing benerin dulu ini kancing kerah bapa !”

Aku dengan santai menyender kedinding ruang tengah melihat tingkah laku mereka lucu, sesekali sambil meneguk air putih dingin yang  tadi telah ku bawa dari kulkas

 

Author Pov

“LOH ??? BU ???!!” sahut si pria setengah berteriak. Matanya membulat dan terpengkak melihat seorang gadis dengan rambut sebahu nya berdiri menyender dinding

“Opo toh pa ? histeris sekali !”si Ibu tak menggubris

“Lihat toh !” ucap si bapa sambil memalingkan wajah si Ibu kearah yang sama

“DIRAAAA ????” si ibu tak kalah histeris

Gadis itu kembali menuaikan senyum kearah ibu-ibu yang meneriaki namanya. Kontan si ibu-ibu itu berlari kearahnya dan memeluknya erat. Dengan perasaan yang teramat dalam ia memeluk kembali wanita yang dipanggil dia ibu itu.

“Kapan datang nak ? bukanya jam 9  ? baru aja ibu sama bapa mu mau berangkat ke bandara !”

“Aku baru aja dateng ko bu !”

“Kamu tuh cah ayu, bilang toh kalau datang lebih cepat ,jadi ibu mu ga rusuh kaya gini!”

“Maaf pak ! Dira tadinya mau bikin surprise buat bapak sama ibu !”

“Lihat tuh dandanan ibu mu kayak mo ke undangan aja, sanggul segede opo itu ?”

“Husss ! bapak ini !! ibu kangen sekali sama kamu cah ayuu ! duh kangen sekali !”

“Yaudah gini aja, mumpung ibu sama bapa udah rapi-rapi kita keluar aja pergi ?? gimana ??”

“Mau kemana toh ? ini masih pagi !” tanya si bapa mulai melepas kaincing bajunya

“Kerumahnya mas Arta aja yaa ?”

“Yo wess lah terserah kamu !” pasrah si bapa

Dengan segenap hati Dira berusaha bisa senang pulang kerumahnya. Ia berharap dengan kepulangan dirinya ia bisa melupakan semua yang telah menjadi racun dirinya .

 

Dira POV

 

Universitas Daegu adalah unversitas yang terkenal akan pertukaran mahasiswanya. Termasuk aku Nadira mahasiswi asal Indonesia yang beruntung bisa mendapatkan kesempatan menjadi exchange student. Tidaklah mudah membiasakan hidup di Korea, mulai dari adat tradisinya, budayanya, makananya, terutama mengatur uang ! Sebagai anak bungsu dari keluarga besar aku dicap menjadi anak yang manja dan sampai kini itu melabel pada diri ku. Sampai orang tua ku bisa tenang setelah aku dipertemukan dengan Hyuna eonni teman mas ku, Mas Arta.

Hari ini mata kuliah selesai lebih cepat, aku bermaksud untuk segera pulang dan beristirahat dirumah ku.

“Dila-ah odiekayo ?” tanya seorang perempuan yang ku panggil eonni itu

“Ah Hyuna eoni ? aku mau pulang waeyo ?”

“Umh, kajja !” tariknya tanpa banyak bicara.

Aku diseret olehnya menjauhi kampus dan apartement kami. Hyuna eonni adalah gadis yang baik dan dewasa, tapi tua tidak bisa menjadi senjata kalau ia harus selalu mengalah. Nyatanya lebih sering aku yang mengalah daripada dia yang mengalah pada ku.

“Supermarket ? bukankah minggu lalu kita sudah menyetok keperluan ?”

“Malam ini aku ingin makan bulgogi jadi kita beli dagingnya dulu !”

“Aniya eonni, bukankah kau sendiri yang memasang spanduk besar diruang tengah dengan tulisan HARUS HEMAT !!”

“Jaebal Dila-ah , hanya sekali ini saja, aku benar-benar ingin makan bulgogi ! eoh ?” pintanya dengan aegyo.  Padahal dia sudah tua masih saja bertingkah seperti anak kecil

“Cihh , tidak akan mempan ! Andwae andwae !” ucapku berniat meninggalkan swalayan ini.

Tiba-tiba Hyuna eonni berjongkok dan menarik kain jaket ku.

“Kalau kau tidak mau , aku tidak mau berdiri !”

“Eooni yaa !! apa kau tidak malu ? kau ini sudah besar !! lihat orang-orang menatap kita !!”

Gadis tua ini masih saja jongkok malah lebih kasar dalam menarik jaket ku.

Aku tidak boleh kalah, kini aku harus menang

Dengan segenap kekuatan aku mulai berjalan dan menggusur Hyuna eonni yang masih jongkok dilantai supermarket, melihat tindakan ku, Hyuna eonni tidak mau kalah ia masih saja jongkok menarik-narik ku seperti anak kecil yang meminta dibelikan boneka.

“Eonniya !! apa kau mau berguling-guling dilantai juga huh ?” tanya ku sedikit keras

“Jika kau masih menolak ! aku akan melakukanya !!”

“Eoh ?? “ pekik ku heran.

Ini yang paling membuatku sebal dan berharap tidak pernah mengenalnya. Bayangkan ditempat umum seperti ini ?? ia bertingkah seperti anak kecil !! Dia tidak pernah malu dengan semua tindak-tanduknya , tapi aku ! AKU !! yang jadi sasaran penerima beban moralnya. Cihhh kenapa Mas Arta bisa kenal gadis kekanak-kanakan seperti ini.

Aku segera mengerling kearah sekitar

Kami sudah menjadi tontonan massal para pelanggan supermarket. Jinjjaaa !!!! kalau saja aku bisa meraih buah semangka yang ada disamping ku, akan aku segera ambil dan menimpuk kepalanya .

 

Tin not

Mesin sandi disamping pintu apartement ku berbunyi, menandakan sandi yang aku masukan benar dan segera membukalah pintu kamar ku.

Hyuna eonni masa saja memeluk kantong belanja coklatnya, ia tersenyum kearah ku dengan wajah tak bersalah dan kembali menunduk melihat kantong nya. Apa itu maksudnyaa ??!!! Siapaa yang jadi eonni ini ????!!

Dengan cepat tubuhnya yang lebih kecil, menyalipku dan mendahului ku masuk ke dalam. Dengan kegirangan ia segera berlari ke dapur dan membereskan belanjaan.

Aku segera berjalan keruang tengah, melepas tas dan baju hangat ku. Dan menghenyak kan badan ku ke sofa putih diruang tengah.

 

Ting teng

 

Ting tengg

“Dilaa-ah lihat siapa itu yang datang ??”

GRRRRRRRRRRRRRRRR ! dengan seenaknya saja nyuruh ??? udah bikin malu !!! udah nyapein !! NYURUH NYURUH LAGI ?? kalau bukan jasa-jasanya waktu dulu, udah aku tendang sampai papua dah !

Dengan gontai aku pun pergi ke pintu depan

“Sshh siapa sih yang namu ??” geram ku

 

Ting Tengg

 

“Ne, chamkammanyo !” sahut ku

 

Cekrekkkk

 

Aku segera membuka pintu dan melihat sosok pria tinggi dengan wajah putihnya yang kini berubah menjadi pucat dan berkeringat dingin dibalik pintu

“Apa yang terjadi dengan mu ?” sahut ku panik melihatnya

Pria itu tersenyum pasi, bibirnya benar-benar hilang dari kehidupan sudah tidak berwarna . Kedipan matanya mulai melambat dan melemah. Aku makin panik

Aku segera menyentuh wajahnya yang memanas

“Kau demam hah ?? kau demam ??” tanya ku rusuh

Pria itu melirik ku dengan tatapan kosong, menampilkan raut wajahnya yang ingin tersenyum namun dipaksakan

“Dilaa ahh !” gumamnya

“NE ???!”

“Dil…!”

 

GUBRAKKKKK

 

Pria ini jatuh tepat dilawang pintu apartement ku, membuat badanya setengah diluar dan setengahnya didalam. Aku segera menahan tubuhnya yang ambruk. Namun kekuatan badan ku tidak bisa menampung berat badanya lagi, aku tak bisa menahanya lebih lama …

“Hyunaaa eonniiiiiiiiiiiiiii !!”

“Eonnnnnnnnnniiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii!!!” teriak ku mengeras

Kulihat gadis itu terburu-buru datang dengan membawa sumpit.

“HAH ?? Wae ?? waeyooo ??? ada apaaaaa ??” tanyanya histeris

“Sudah!! bantu aku memindahkan badanya kekamar ku !”

“Ne ne !”

Gadis mungil itu segera mencari bagian tubuh pria ini yang bisa ia angkat dengan mudah.

“Bagaimana aku mengangkatnya ? semua badanya sudah ada dipelukan mu!”

“Angkat saja tanganya , aku akan mencoba menahan dadanya !”

“NE !”

Sungguh butuh perjuangan keras untuk memindahkan tubuh pria walaupun beberapa centi. Tubuh ku tak mampu jauh menggeser badanya, badan Hyuna eonni yang mungil itu pun tak dapat memberikan bantuan yang lebih baik. Mana mungkin aku membiarkan badan laki-laki ini tergeletak didepan pintu seperti ini ??

“Eonni telfon keamaan cepat !””

“Ah ne ! Dilaa tahan kepalanya buat kepalanya lebih tinggi !”

Aku benar-benar panik dan shock melihat pria yang tak asing lagi bagi ku ini tiba-tiba pingsan didepan pintu. Tidak pernah aku melihatnya sakit bahkan sampai pingsan, ada apa dengan kekasih ku ini ??

Aku segera baringkan kepalanya dipangkuan ku .Sesekali aku elap keringat dingin yang tak henti-hentinya mengucur dari pelipisnya, rambutnya sudah hampir basah dilahap air keringat. Aku lihat nafasnya sangat cepat, detakan jantungnya pun meningkat jauh dari ritme detakan jantung ku yang normal. Aku mulai diserang panik yang berkepanjangan.

Aku tak tega melihat bibirnya yang merah darah, menjadi pucat kecut.

Aku terus genggam tanganya berharap tak lama lagi ia akan segera sadar.

Iya tak lama lagi ………..

 

“Gamsahamnida , gamsahamnida !” ucapku bersama Hyuna eonni mengantar para staff keamanan yang telah membantu ku memindahkan badan kekasih ku ini pergi.

“Gamsahamnidaaaa !” ucap Hyuna eonni terakhir sambil menutup pintu

Kami berdua sama-sama terdiam, suasana pun tiba-tiba menyeruak sepi dan senyap.

Aku segera duduk dikursi yang tepat ada dibelakangku, dan menghempaskan tubuh ku yang mulai memberat karena pikiran-pikiran

“Kenapa dengan pacar mu  ?” tanyanya pelan tapi dalam

Aku hanya terdiam dan menggelengkan kepala, masih terimbas shock .

Tak lama aku berdiam diri aku segera menyiapkan selembar sapu tangan dan sebuah mangkok air dingin. Aku segera masuk ke kamar ku, melihat seorang pria dengan sweater putih rajut bergaris merah tua tergeletak lemah diranjang ku. Aku segera mendekatinya , dan menilapkan selembar saputangan ini ke dahinya yang putih bersih.

Keringatnya masih teruntai , wajanya masih pucat pasi. Hatiku pilu, seharusnya dia tersenyum didepan pintu tadi bukanya pingsan dan membuat ku panik setengah mati.

Aku mulai merasakan sentuhan yang pelan dari telapak tangan ku

“Dil…. ah !” gumamnya parau

“chagi kau sudah bangun ? kau haus ?” tanyaku perhatian

Bukanya menjawabku, dia melirik keseluruh ruangan yang terasa aneh baginya

“Dimanahh ini ihh ??” tanyanya terbata-bata

“Dikamar ku, tadi kau pingsan jadi aku pindahkan kau kesini !”

Aku tak tega melihatnya harus berbicara dengan bibir kering dan pucat seperti itu.

“Ad…..!” aku segera mendaratkan telunjuk ku dibibirnya.

“Kau istirahat sajaaa, jangan banyak bicara dulu , ara ?”

Kedipan matanya masih lemah belum cepat seperti biasanya. Rasanya aneh meliat pria hyperaktif ini sakit terkulai lemah. Bahkan aku tak pernah membayangkan sehari tanpa melihat aegyonya, senyum yang biasa melukis wajahnya kini harus terenggut dengan keadaanya yang speerti ini.

“Chaagii..yahh !” panggilnya lirih

“Mwo ??”

“Saranghamnidaa…….”

Aku tersenyum kearahnya, senyuman tertulus yang kucoba tunjukkan

“Nado chagiyaa , nadoo …” ucapku meyakinkanya.

 

Cepatlah sembuh aku merindukan mu
Hari ini aku harus segera mengantarkan tugas ini kemeja guru. Dengan tumpukkan kertas dipelukan ku aku harus extra hati-hati untuk menghindari orang-orang yang lalu lalang aku tak mau waktu ku terbuang untuk kembali memunguti kertas-kertas ini.

Aku akan menemui Sehun yang sudah dirawat dirumah sakit selama seminggu , ternyata Sehun bukan demam biasa, ia mengalami usus buntu begitulah yang orangtuanya katakan pada ku. Dia benar-benar hampir membuat ku mati berdiri.

“Ah buble tea ??” girang ku melihat penjual buble tea bertengger dijalan kerumah sakit.

Sehun sangat menyukai buble tea apalagi rasa coklat, aku rela membelikan ratusan cup buble tea untuknya asalkan dia segera sembuh dan bisa berjalan-jalan lagi dengan ku.

Krekkkkk

Suara decitan pintu terbuka, aku pun segera masuk nampaknya ahjumma dan ahjussi sedang tidak disini.

Aku melihat pria dengan wajah imut itu sedang tertidur manis dengan piyama rumah sakitnya lengkap dengan infusan yang menempel ditanganya.

Aku segera meletakkan buble cup yang telah kubawa ini ke meja disamping ranjangnya. Aku segera mendekati ranjangnya dan meletakkan jari jemariku disepanjang tanganya. Tapi rasanya ruangan ini aga gelap lebih baik aku buka tirainya

GREP

“Kau mau kemana ?”

Mataku membulat terkejut merasakan sebuah sentuhan menjalar dilengan ku

“Kau sudah bangun ?” tanya ku senang

“Aku sudah bangun sejak kau datang, harum parfum mu tercium bahkan sebelum kau masuk ?”

“Benarkah ?”

Aku pun segera duduk disamping Sehun, ia pun segera merubah posisi dari tidurnya menjadi duduk.

Sehun senang sekali jika aku ceritakan tentang keluargaku, dia paling menyukai dialek Jawa ku yang khas, dia selalu tertawa jika aku menggunakan dialek dan bahasa jawa ku dia pikir itu sangat lucu dan tentu sangat asing untuknya, selama hidupnya hanya aku orang Jawa pertama yang menghampiri kehidupanya. Dia selalu mengagumi rambut ku yang tebal dan hitam serta warna kulit ku yang berbeda dengan kulitnya, sebagai orang Jawa tulen warna kulitku kuning langsat . Karena lama diKorea warna kulitku menjadi memudar dan memutih. Sehun paling menyukai blangkon yang aku hadiahkan ketika ulang tahunya tahun lalu padahal itu sudah menjadi barang yang lumrah tapi beda dengan Sehun yang sangat kegirangan ku beri benda penghias kepala itu.

“aaamm …..” sebuah potongan apel masuk kedalam mulut Sehun

“Dila…”

“Heum ?”

“Kalau nanti aku menikahi mu ? benarkah aku harus melakukan semua adat yang kau katakan ?”

“Tentu saja, keluarga ku sangat tradisional mereka tidak mau menerima menantu yang tidak mengikuti tradisi mereka !”

“Seumur hidupku aku tidak pernah bermimpi bisa bertemu gadis Jawa seperti mu, parahnya aku malah memacarinya  !!”

“Wae ? gadis Jawa itu mengagumkan tahu !”

“Aku tahu, dan aku sudah mendapatkan satu !” ucapnya sambil menyolek hidungku lengkap dengan senyuman manisnya. Tak berapa lama tanganya yang masih diinfus ini menjalar menyentuh tangan ku , sebenarnya mudah untuknya untuk mendekap badan ku karena aku duduk dengan posisi nanggung diranjangnya.

“Apa tetap ? ciuman pertama mu hanya akan kau berikan kepada suamimu ?”

“Eoh ??”

“Tidak bisa kah aku mendapatkan satu ? kelak aku juga yang akan jadi suami mu ! aku akan segera meminta izin kepada Ibu dan Bapa mu !”

“Izin ? untuk ?”

Dia masih tersenyum eummh weird

“Yaa Sehun ! untuk ap………”

CHU~

Mataku membulat seketika, aku tak menyangka Sehun akan langsung menyerang ku seperti ini. Aku mulai rasakan tanganya mulai menjalar kearah punggung ku dan mendekapku, bulu kuduk ku seketika naik merasakan setiap sentuhan jari jemari Sehun.

“ahh.. Se..mmh !”

Dia terus melumat bibir ku, terus dan makin dalam. Aku tak percaya seseorang yang sedang ada dalam tahap pemulihan seusai operasi masih mempunyai energi untuk hal seperti ini. Dia mulai memiringkan kepalanya untuk memudahkan dirinya menciumku. Aku sudah mencoba menahan dadanya tapi ia tetap tak mau berhenti. Dia mulai menggoda ku untuk membuka mulut ku, tapi aku tak siap, ini ciuman pertama ku, dan aku langsung diberi hantaman yang ……..

“mmhh…”

Terlambat Sehun berhasil membongkar pertahan ku, bibirnya terus melahap-lahap bibir ku…..

Tubuh ku semakin memanas, aku tak bisa mengontrol lonjakan adrenalin ku

Tapi……… lebih lama ini menjadi semakin manis, sentuhan lembut bibirnya sangat menyamankan ku tidak kasar, hangat, hati-hati, lembut dan manissss.

 

Sadar hal ini sudah berlangsung cukup lama, aku melepaskan bibirnya dengan paksa. Nafasku saja sudah mulai terengah-engah, apalagi nafasnya yang baru operasi. Dasar bocah gendeng !

 

“Gomawo …” lirihnya

“Eoh ?”

“Aku akan segera sembuh !” senyumnya melebar

 

Sesungguhnya aku masih shock, disini diKorea ini aku hanya menjadi student exchange, mendapatkan Sehun dan hal ini adalah diluar kendali ku.

 

He has took my fist kiss ~ that was sweetest and hottest for me . Oh God keep my heart !!

 

 

Pulang dirumah, bayangan masih melayang-layang akan hal tadi siang. Tv menyala mata kemana pikiran kemana. Aku hanya ingin tersenyum tersenyum dan tersenyum. Aku gila dan aku menyukainya.

 

“isshhh kau kenapaa ??” tanya eonni

“Eoh ? aku ? baik-baik saja !”

“terus kenapa daritadi senyam senyum ?”

“Aniya unni, gwaenchana !”

 

“Aku ga percaya ! udah diapain sama Sehun ? kisseu ?”

Aku terlonjak , but stay calm Dira

“Gausah boong, daritadi aku udah merhatiin kamu, hampir setiap detik megangin bibir sambil mikirin sesuatu !”

“Dih ini tuh sariawan tahu !”

“Sariawan ko nagih sih ?”

“Eoh ? nagih ? nagih apaan ?

“Iya nagih dibayang-bayang terus ! emang first kiss itu rasanya bakalan beda dari kiss kiss yang selanjutnya !”
“Ko ?”

“First kiss biasanya lembut hangat meninggalkan kesan yang manis , buat selanjutnya sedikit nakal , selanjutnya lagi ga kenal ampun, selanjutnya lagi liar, selanjutnya lagi dipampang deh didepan pintu kamar tulisan “dont disturb” !”

“AAA !! EONNNI YADOOOONGGGG !!!!!” Andwae Sehun ga kaya gitu !! andwae !!! Sehun nyiumnya ga kaya gitu !!!”

“Tuh kan ketahuan udah kisseu sama Sehun !”

 

AIHSS Babo harusnya aku tahu daritadi ini cuman akal-akalan Hyuna eonni buat mancing-mancing informasi cihhh. Jahanammmmm gadis tua jahanammmmm .

 

“Hihi ada bahan laporan nih ke mas mu !”

“Eonni !!! udah bilang eonni mau apa ??”

“Xexe tahu aja, tapi ceritain dulu ko bisa ampe kisseu ? emang kalian lagi ngapain ?”

 

Glekk

 

“Ga ah, bilang aja unni mau apa ?? ntar aku beliinn !”

“Ceita dulu ahg ! kalau engga ditelfon nih mas Artanya !”

“Ne ne, geurom !! ishhh …….”

 

Aku ceritakan kembali semuanya. Tak sadar aku sangat berapi-api mengulang kembali kejadian yang telah membuat sejarah dalam hidupku itu. Hyuna eonni memperhatikan ku dengan seksama dan penuh arti, itu membuatku semakin semangat untuk menceritakanya  Xexe bikin gadis tua ini ngiri#evilsmirk

 

Seminggu berlalu Sehun belumkunjung mendapat izin untuk pulang dan kembali kuliahhh. Ah sepinya kampus kalau tidak ada Sehun, tidak bisa melihat senyumnya, tingkah konyolnya, aegyonya yang selalu meluluhkan ku, segalanya tentang dirinya disetiap sudut kampus. Sehun harus segera kembali kuliah, aku sudah bosan dengan suasana rumah sakit sebagai tempat kami berpacaran.

 

Hari ini aku kembali menjenguk Sehun, selama Sehun disini aku tidak pernah melewati satu hari pun tanpa disisinya.

 

“Chagi apa tidak apa-apa ?? jahitan kamu udah kering ?”

“Udah gpp, kajja !”

Walaupun aku bosan bukan berarti aku tega ngelihat Sehun berjalan jauh demi mendapatkan atmosfir baru untuk berpacaran

 

“Wah taman rumah sakit indah yaa ??” girang ku

“Tidak setiap sudut rumah sakit itu membosankan ??”

 

Aku segera melangkah lebih jauh melihat sekitar taman aahhh anginya menyegarkan ku

 

Sehun Pov

 

DEG

 

DEGG DEGG DEGG

 

DEGG

 

Argghh jangan sekarang aku mohon jangan dulu, berikan waktu dulu sebentar

 

DEGG DEGG DEGG DEGG

 

AHHHH

Aku bisa, aku bisa demi Dira !!!

 

Aku tak bisa meninggalkanya, aku tak  bisa ! Aku tidak mau ! aku tidak bisa menemukan gadis lain seperti dia

“Sehun ??”

“Eoh ?”

“(senyum)”

Memanggilku hanya untuk memberikan senyumman manisnya sudah cukup membuatku sedikit lebih tegar dan kuat

 

Author Pov

Dira masih girang berlarilari disekitar Sehun. Sheun pun nampaknya senang melihat kekasihnya menjadi hyperaktif juga sepertinya. Sehun pun memeilih duduk dibangku yang tak jauh darinya. Dira pun segera mengikutinya dan duduk disampingnya, Sehun pun segera membuka tanganya untuk merangkul Dira

“Sehunnn…….” ucap Dira bermanja-manja dirangkulan Sehun

“Heum ?”

“Aku pernah memikirkan sesuatu !”

“Mwo ?”

“Ketika aku kelak entah kapan, tidak memilikimu lagi dengan alasan apapun ! Boleh aku menangis ?”

“Wae ? aku akan tetap disini menemani kamuuuuu chagiiii !” ucapnya mencubit hidung Dira

“Tapi aku takut batas umur ku tak mampu menemanimu !”

“ya ya ! kenapa tiba-tiba kau katakan ini ?”

“Aku hanya ingin kau tahu aku sangat sangat mencintaimu, sampai mati aku tetap mencintaimu !”

Sehun mendengarnya pilu, apa yang sebenarnya ada dipikiran yeojachingunya ini ? kenapa dia membuat tubuh Sehun tiba-tiba bergetar dan mulai ketakutan

“Aku tidak akan membiarkan mu pergi dengan alasan apapun !”

“Kalau aku mati ?”

“Dilaa ! dengar sebelum hal itu datang, jangan pernah membahas itu !”

“Aku hanya takut Sehun, kau belum menjawab ku apa boleh aku menangis ??”

“SHIREOO !”

“Eummh kalau aku membolehkan mu untuk menangisi ku !”

Dira terus mengatakan hal-hal yang membuat batin Sehun sedikit demi sedikit tertusuk-tusuk .

Tatapan Dira benar-benar nanar melihatnya.

“Dilaa ….”

“Ne ?”

“Diam dan jangan bergerak !”

“Wae ?”

Bibir Sehun kembali mendarat dibibir Dira, kali ini Sehun mencoba untuk mencium Dira lebih dalam, Dira pun mulai merasa kejanggalan terhadap diri Sehun, ia lebih agresif.

Dira kembali teringat kata-kata Hyuna eonni ciuman selanjutnya akan terasa berbeda tiada ampun.

Namun baru saja pikiran itu terlintas dipikiran Dira, tiba-tiba ciuman mereka terhenti dan terlepas begitu saja.

Angin begitu dingin menyapa tubuh Dira, ia melihat sosok pria yang paling berharga baginya itu tergolek tak berdaya didepanya.

“SEHUNNN ???”

 

Semua dokter dan perawat Sehun datang silih berganti, alat-alat medis lainya mula dipasang ditubuh Sehun. Dira tak kuasa melihat tubuh pacarnya itu terkoyak-koyak dengan semua jarum dan listrik yang dipasang ditubuhnya.

Dengan tangisan yang masih mengalir, Dira berusaha mendekati Sehun yang terbaring koma diam tak berdaya. Hatinya teriris perih sangat perih, kalau tahu jadinya seperti ini, ia tak akan mau membahas tentang kehilangan-kehilangan itu lagi.

“Maafkan aku, aku telah membuang waktu !! aku mohon bangunlah !! jangan buat aku khawatir lagi !!”

 

Cekrekkkk

 

“Dilaa !”

“Ahjumma-ahjussii ??!”

“Kapan ?”

“Tadi siang !”

Dira kembali merengkuh tangan Sehun erat.

 

Kalau tidak dipaksa orangtua Sehun dan Hyuna eonni tentunya Dira tidak akan mau pergi, matanya sudah sembab dan bengkak . Kini ketakutan terbesarnya mulai menyelimuti dirinya.

“Dilaa-ah makan dulu !” tawar Hyuna eonni karena sejak tadi siang sampai sekarang malam Hyuna belum sama sekali menyentuh makanan

Dira masih diam dengan tatapan kosong hanya air mata-dan air mata yang terus mengalir.

 

2 Hari Sehun masih belum sadarkan diri

“Chagiyaa … ireonaa ne ?? iroennaaaa jaeballl ?? apa kau tidak merindukan buble tea mu huh ?”

 

Tit                    tit                     tit

 

Suara analog jantung Sehun terpancar dari diagraf detakan jantung Sehun dimonitor sebelahnya

 

“jeongmal bogoshipoyo !! aku merindukan senyuman mu ! aegyo mu ! bangunlahhh ….”

“Kau belum menyapaku selama 2 hari , apa kau tidak merindukan ku ??”

 

“Apa yang harus kulakukan ??? apa yang harus ku lakukan untuk membuat mu bangun huh ?? Aku takut Sehunn aku takuttttt !!”

 

Tit        tit                     tit         tit

 

4 Hari Sehun koma

 

Dira tertidur disamping Sehun, orangtua Sehun tak mampu melarang Dira untuk beristirahat ia tak mau jauh dari Sehun.

Dira terbangun oleh sentuhan-sentuhan keci dilenganya

“Eoh ?” Dira masih samar.

Sentuhan itu makin lamamakin intens, dan membuat senyuman lebar mengembang diwajah Dira

“Sehun ?chagiii !! kau bangunn ?? Ahjummaaa—ahjusssiiii Sehun sudah menggerakan tanganyaa !”

“Ah ?jinja ? appa segera panggil dokter !” pinta ahjumma

Sehun memang belum sadar seutuhnya tapi sudah ada sedikit perkembangan dalam dirinya.

 

Sudah beberapa hari Sehun mulai pulih dan bisa kembali makan, kekhawatira Dira kini mulai perlahan surut dan terobati

“aaammm….”

Tak mau lagi, tak mau lagi Dira membahas soal kehilangan, benar kata Sehun sebelum itu datang janagn pernah membahasnya.

“Chagiyaa…”

“Ne ?” tanya Dira

 

Betapa Dira tidak terkejut melihat sang kekasih tiba-tiba kembali pingsan ….

 

“Sehun ???? SEHUNNN ??? Dokter…dokter……” Dira panik

“Ya yaaaaaa !! aku bercanda …!! kau mudah sekali dibohongi !!”

“SEHUNAAAAAAAAAAAA!!!! INI TIDAKK LUCCUUUUU!! Kau tidak tahu betapa takutnya aku ?? isshhhh jangan seperti itu lagi !!”

Seminggu pemulihan, Sehun terus menjahili dan menggoda Dira dengan berpura-pura sakit atau pingsan dan membuat Dira kini Jantungan

Sehun meminta ditemani Dira untuk berjalan-jalan ditaman, ia lancarkan seranganya lagi, dia segera duduk dikursi, pura-pura kelelahan

“Aku sangat lelah, aku boleh tidur ?”

“Issh kau mau apa lagi huh ?? pura-pura tidur terus pingsan ?? lagi mesra-mesraan terus pingsan ?? udah ga mempan !!

“Yahh kau sudah mengetahuinya rupanya …!”

“Isshh BOCAH GENDENGG !!!! “ geram Dira

“Mwo ? bocah gendeng ?? mwoya ??”

“Sekarang kau sudah sehat dan bisa berjalan sendiri mana mungkin aku termakan kejahilan mu lagi !”

Akhirnya degan sekian banyak pertimbangan Sehun diperbolehkan oleh Dokter untuk kembali kuliah. Alangkahn senangnya aku mendengar berita ini, sudah lama menanti hari-hari ini akhirnya datang.

Dengan begitu antusias aku menunggu didepan kelas Sehun, sebentar lagi kelasnya selesai, dan aku bisa segera memberikan bekal makanan ku.

Satu persatu orang-orang sudah mulai keluar , aku benar-benar tak sabar menunggu laki-laki tampan ku keluar.

“Kau sudah menunggu lama ??” suara itu

“Ani, kajja ….!” ajak ku

Aku menarik tanganya sampai ku giring kearah taman kampus yang terkenal romantis dan tempat paling cocok bagi sepasang kekasih, jangan berani-berani yang jomblo kesini karena rasanya akan sangat envy.

“Mwo ?” tanyanya lembut duduk diatas hamparan rumput hijau tepat dibawah bayang pohon rindang bersamaku

“Ige ..!”

“mwoya ?”

“Aku membuatkan mu bekal, makanlah !”

Dia mengambil kotak makanan dari tangan ku, wajahnya sempat ragu namun manis sekali, aku menunggu dengan tak sabar

“Otte ?” tanyaku melihat pria didepan ku ini mulai memasukkan satu gulungan telur dadar ku

“hmmm …hmmmmm !” suara kunyahanya terdengar

“mashita ! kau sudah pintar memasak huh ?” tanyanya menyapu kepala ku

Aku baru kembali melihatnya tersenyum lebar seperti ini, kenapa hatiku tergores ya ?? seharusnya aku senang tetapi senyumnya membuatku meringis, buang-buang pikiran itu !! Senyum Sehun terlalu indah untuk saat ini, sampai-sampai aku ingin menangis …. Makin lama aku makin menyayanginya.

Chuu~~~~

“Eoh ?”

Dia hanya tersenyum melihat diriku yang terkejut mematung.

“Yaa !! berani sekali kau mencium pipi ku …!”

“Waeyo  ? kau kan yeojachingu ku !”

“Tapi pipi ku ini bukan tempat umum !”

“Memang bukan , pipi mu itu milikku ….!”

“Cihh..”

“Dira, aku ingin tidur boelh aku tidur dipangkuan mu ? aku lelah !”

“Ne…”

Aku segera melipat kakiku dan membiarkan pahaku emnjadi bantaln kepala Sehun. Dia segera berbaring dan meletakkan kepalanya diatas pahaku

Angin , pohon dan rumput menjadi saksinya, kalau pria ini memang kekasih ku seutuhnya

Sehun mulai memejamkan mata, sesekali poninya bergoyang terkena hembusan angin yang semilir. Rasanya sayup-sayup ditemani dedaunan yang sudah mulai menguning saling berguguran sahut menyahut. Ku tilik-tilik wajahnya, setiap inci dari wajahnya, aku tak percaya aku bisa memilikinya. Segera aku sentuh dahinya dan kuusap poninya, aku ingin menidurkanya dan ternyenyak diatas pangkuanku. Bulu matanya, hidungnyaa, lekukan bibirnya, dagunyaaa buatku itu sempurna.

Tak berapa lama , aku baru tersadar kalau aku tidak merasakan detakan jantung Sehun, aku mulai panik

“Chagi.. chagii ireonaaa !! ireonaaaa …..” ku goyangkan badanya. Tapi ia tidak menyahut malah tangan yang sedang ku genggam ini tiba-tiba jatuh lemah ke tanah

Aku benra-benar panik dan ketakutan, ada apa lagi dengan Sehun ??

“Sehunnnnn……… Sehunnnnnn……………”

Aku benar-benar ketakutan, tubuh ku bergetar hebat. Aku takut, aku takutttt.

“Wae ? Sehunnn higs …”

Aku mulai meneteskan air mata. Aku tak kuasa mengenggam handphone aku terlalu shock

“kau kenapa ?”

Aku terperanjat mendengar suara yang tiba-tiba

“Ka ka kkau?? Tt tadd tadiii….”

“kau terjebak lagi hahahaah 1-0 ! hahaha !”

“SEHUN PABO !! AKU MAU PUTUS KITA PUTUSS !”
“Ya yaaaa, mianhe mian, aku hanya bercanda !”

Tangis ku mulai meledak, meledak semeledak-ledaknya

“Chagi uljimaa, mianha. Ne ??”

“SHIREOO ! kau keterlaluan !”

“Aku hanya ingin mengetes mu,bukankan aku sudah bilang kalau aku tidak ada kau tidak boleh menangis !”

“Tapiiii…. kau jahat PABO !!! PABOOOOO !!! Aku akan pulang ke Jawa kalau kau seperti ini terus mempermainkan ku !”

“Andwae andwae ! jangan ke Jawa tetap disini !”

“yakso ? jangan seperti ini lagi ? ini yang terakhir ne ?”

“Nde… yakso…!”

Sehun selalu membuat ku ketakutan, tingkah kepaboanya meningkat hari demi hari, membuatku jantungan utamanya. Dia ingi n membunuh ku secara perlahan…….

Tak terasa esok hari adalah aniversary ku bersama Sehun yang ke 2 tahun9 bulan, dan hari itu menjadi lebih istimewa karena bertepatan dengan tanggal 9 juga. Anniv yang indah

 

Hari ini Sehun menyuruh ku menemuinya ditaman kota, dia bilang dia mempunyai hadiah yang sangat indah untuk ku, aku jadi tidak sabar. Aku segera bersia-siap memilah-milah pakaian padahal ini baru jam 5 pagi

“Dilaaaah kau sedang apa heum ?” tanya Hyuna eonni

“Ah, aku sedang memilih baju eonni..!”

“Untuk berkencan dengan Sehun ??”

“Yyy yee !”

“Ahh, pakai yang itu saja !” tunjuknya kearah gaun putih diatas lutut itu

“Ige ?”

“Ne, kau akan terlihat lebih manis dan dewasa !”

“Jinja ?”

Hyuna eonni mengangkat ke-2 jempolnya mantap

“Geurae ..!”

Aku segera mengenakan pakaian yang dipilihkan eonni. Dan kali ini pertama kalinya aku meminta Hyuna eonni untuk mendandani ku, aku serahkan wajahku sepenuhnya kepadanya

“satu … duaa… tigaaaa…… tadaaa…”

Aku segera membuka mataku perlahan, menilik-nilik siapa itu yang ada didalam cermin. Aku mengakuinya Hyuna eonni sangat kreatif dalam mendandani orang, aku disulapnya menjadi wanita cantik yang manis.

“kau adalah maha karya ku yang terindah !” ucap Hyuna eonni memuji diri sendiri

“Gomawo yo eonni !”

“Ne.. cepat pergi ini sudah jam 10 bukankah tadi kau bilang kau akan bertemu Sehun jam 11 ?”

“Oh ne, baiklah aku berangkat !”

Aku merasakan metamorfosis dalam diriku, aku merasa aku lebih cantik didalam balutan gaun santai ini. Aku merasa diriku menjadi lebih anggun. Aku tak sabar menunggu reaksi Sehun melihat ku seperti ini

 

Taman kota sangat ramai, oh mungkin karena ini hari Minggu.

Aku semakin senang melihat banyak orang yang juga terlihat senang hari ini, banyak anak-anak lalu lalang dan berkejar-kejaran dengan balon ditangan mereka, sepasang suami istri yang sedang mendorong kereta bayi mereka, atau sepasang kekasih yang sedang bergandengan tangan…

Ahhhhhh aku benar-benar iri, Sehun mana yaa ?? ini uda jam 11 lebih ko dia belum datang

#readerswajibmuterinlagu-Suju A good Bye NOW !!

Geurae coba aku telfon

Tut tut tut tut

“ne chagi ?” sahut seseorang disebrang sana

“Odiee ??”

“Aku dijalan sebentar lagi sampai, tunggu aku !”

“Tapi jangan lama-lama !”

“Iyaa, aku usahakan tapi janji yaa tunggu apapun yang terjadi tunggu aku !”

“Nee, araaaa !”

Geurae, aku harap kau cantik hari ini !”

Yaa, aku memang cantik !”

Ne, sampai jumpa !”

Eoh ?”

Tut tut tut tut tut

“Apa-apan dia ?? harusnya aku yang menutup telfonya ciihhhhh !”

Dretttt dretttt dretttt

“Eoh ? kenapa dia menelfon kembali ??”

“NE ?? ada apa lagI ?”

Saranghmanida yeongwonhi…..”

Kau ingin so romantis ya dianniv kaya gini ??”

Haha, aniya aku hanya ingin menyampaikan padamu kalau aku mencintaimu sampai detik ini anniv kita yang ke-2 tahun 9 bulan !”

Nado , ppaliiii !”

Ne …..!”

Kali ini aku yang menutup telfonyaa…

Ahhhhhh dia benar-benar membuat ku tak sabar , sebenarnya kado apa yang ingin ia berikan pada ku ??

Aku jadi teringat kata-katanya

“Dira dianniv kali ini aku akan memberikan sesuatu yang tidak akau bisa kau bayangkan !”

“Paling juga bunga ? boneka ? coklat ?? itu-itu aja kaya gitu terus !”

“Sekarang bukan, aku jamin kamu pasti suka….. aku udah nyiapin ini semua sejak 3 bulan yang lalu !”

“3 bulan yang lalu ? apa ?”

“Lihat saja nanti, semoga kerja keras aku bisa berbuah manis !”

Senyumnya ketika itu sangat-sangat membuatku tenang senyum yang mengisyaratkan “aku akan memberikan yang terbaik untukmu , hanya untuk mu !”

Ahhhhhh mengingatnya membuat aku jadi malu sendiri……

Aku kembali melihat jam tangan ini sudah jam 12 tapi belum terlihat batang hidungnyaaa, pantatku sudah semakin panas duduk dibangku taman

“Ahh aku mengerti dia ingin membuat ku menunggu lamaa dulu supaya aku kesal ! dasar anak itu !”

 

Jam 1

Aku kembali melirir-lirik kekanan dan ke kiri berharap batang hidungnya muncul

“Isshhh kemana dia ??”

Karena menunggu itu membutuhkan energi, aku jajan jajanan ditaman ini, sebuah permen kapas cukup mungkinuntuk mengganjal perutku.

Jam setengah 2

Aku makin jenuh lebih baik jalan-jalan sebentar mungkin aku tidak akan bosan lagi

 

Orang-orang perlahan-lahan terus pergi meninggalkan taman. Tinggal aku dan beberapa petugas bersih-bersih yang sudah mulai terlihat

Jam 5 sore

‘”Ishhhhh dia keterlaluannn !!!! aku disuruh menunggu disini 6 jam ?? Apa dia ingin putuss??? Ishhhhhh !!”

“Daritadi ditelfon ga diangkat ?? direject terusss, emang lagi ngapain sihhhh ???”

“KAU BAKALAN MATI OH SEHUNNNN!!!”

Aku pun dengan kesal mulai meninggalkan taman ini

“Sia-sia udah bela-belain dandan beda dari biasanya, udah pakai gaun pulaa. Tapi dia gak ada , ini udah keterlaluannnnn!!! Jinja !! JINJA SEHUN PABOOOO !!!”

Aku pun terus menghujat tanah dengan hentakan kakiku yang kesal.

“Eoh ?”

Mata ku tertahan melihat sesosok manusia didepan ku

“Eohhh ?”

Aku tersigap, sekaligus heran dan terkejut.

“Hyuna eonni ? kenapa ada disini ?”

Aku bingung melihatnya berdiri dan terus menatap ku.

“Eonni ??” tanya ku mendekatinya

 

BUKKKK

 

“Ahhh …eonniya ?? ada apa ??” tanya ku panik melihat dia memeluk ku tiba-tiba

“Dilaaaa ah aaahh aahggg !” tangisnya makin terisak , aku makin panik

“Eonni !! Waeyooo ??” tanyaku mulai memaksa. Aku segera lepaskan pelukanya dan kutatap matanya yang lebih pendek dari ku

“Katakan ada apa ?? sesuatu terjadi dengan mu ??!”

Gadis mungil itu mendongak kearah ku dengan mata sembam nya, ia mulai berbicara diiringi kucuran air matanya

 

BUGHHHHH

#play: Super Junior- A Good Bye (6jib) (repeat track)

 Author Pov

Seperti daun yang  jatuh dari pohonya, begitu pula dengan tas Dira yang sedang ia pegang. Ia melayang, badanya terhuyung . Jiwanya bertebaran entah kemana

“BOHONGGG !!! EONNNI BOHONGGGGGG !!!!”

“Dengar Dira dengar duluuuu !!”””

“ANIIIII !!!!!!!! ANDWAEEEEEEEEE!!!!” Dira terus menyangkal dan berteriak, ia tidak percaya tapi ia juga tidak bisa bohong kalau ketakutan membelenggu dirinya, air matanya terus mengalir deras.

“ANDWAEEEEE !!!!” Dira terus menutup telinganya.

“Diraaaaa……..!”

Dira berlari sekencang mungkin, berlari sejauh mungkin entah arah mana yang ia tuju tapi ia ingin segera pergi dari tempat laknat itu. Pergiiiii !!!!! Pergiiiiiiiiiiii

Dengan tangis yang masih meledak-ledak ia terus berlari entah kemana kedua kaki membawanya, yang jelas ia ingin pergi

 

Tak sadar ia sudah tiba disebuah bangunan tinggi, ia segera masuk dan berlari menyusuru tangga satu persatu. Ia tidak pedulikan lift yang ada didepan matanya. Ia hanya terus berlari dan berlari……

Sesekali ia sapu matanya yang telang basah digenangi banyak air mata. Tapi itu sia-sia karena kedua matanya kini tak ubahnya sebuah mata air yang tidak bisa mengering

Sehunnnnn !!! Pabo !!! Sehunnnnnnn !!!

Hatinya makin teriris perih setiap ia ucapkan nama pria itu. Makin tersayat pedat tapi ia menyayanginya

Ia terus berlari menyusuru lorong dan tangga membabi buta, ia terus berlari …… Hampir 5 lantai telah ia susuri demi menemui sebuah tempat yang ingin sekali ia temuii

 

Tangisnya makin terisa tatkala tanganya sudah berhasil menyentuh pegangan pintu sebuah kamar.

Cekrekkkk

Perlahan pintu itu dibukanya,

“Diraaa ?” sahut seseorang terkejut

“Bagaimana bisa kauu dis….??”

Dira tak menggubris pertanyaan orang-orang itu. Dimatanya kini sudah terbaring lemah tubuh seorang pria yang ia kenal. Bibirnya kembali memucat seperti dulu. Wajahnya tak secerah wajah yang ada diingatanya

Ia berjalan terseok-seok untuk mendekati ranjang. Ia mulai tersungkur melihat seluruh tubuh pria itu ditempeli selang , kedua dadany sudah ditempeli oleh electrokardiogram. Hanya terdengar bunyi decitan diagram jantung dari monitor disebelahnya. Dira berusaha sebisa mungkin untuk bisa bangkit dan menghela nafasnya yang semakin berat

‘Kau PABO !! PABO SEHUNN !! Aku tidak akan termakan kejahilan mu lagi !! Bangunnn!! BANGUNNNNn !!!!’

Tit        tit         tit         tit

Disela tangisnya hanya terdengar bunyi diagraf jantungnya yang kian melemah

“Higssss SS see Hunnnnn!! Kau bilang kali itu adalah kali terakhirnya kau bermain-main !!! LALU INI APA HAH ?? INI APAAA ?? BANGUNNNNNN !!!”

“BANGUNNN!!! BANGUNNNNNNN!!!!!” Dira makin histeris

“Kau jahat !!!! Kau jahat !! kau bilang aku harus menungguuuu!!  KAU BILANG AKU HARUS MENUNGGU !!! AKU MENUNGGUU DISANAAAA !!!!!!” Dira terus mencengkram lengan Sehun, tangisanya mulai terasa sakit

“TAPI KENAPA KAU MALAH DISINI HAH????? KAU BILANG APAPUN YANG TERJADI AKU HARUS MENUNGGUUU ????”

Pria didepanya tak membrikan expresi apapun selain keheningan dan kesenyepan

“kau jahat padaku ! higgsss kau jahat pa pad da kuu ….!”

“Sehuuunnaaa bangunnnnnnnn!!! Iroennaaaaaaaaaaaaaa !”

Sepasanga pria dan wanita yang melihat Dira pun sangat tak tega , tapi mereka tidak bisa berbuat apa-apa selain menangis turut merasakan kesakitan yang Dira rasakan

“BANGUNNNN !!! CEPAT BANGUNNNNNNNNN !!!”

Dira makin tak berdaya, seluruh tenaganya habis dipakai berlari, ia pun muali lelah

Sebuah gerakan terasa dilengan Dira

Dira tak menyadarinya karena ia masih tenggelam dalamt tangisanyaa.
“Dill lll laa ahhh….” panggil suara dengan terbata-bata

‘Sehun ?”

Pria yang dipanggil Sehun itu pun segera membuka masker oksigenya dan mencoba berbicara

“Maa maaff kk kaan aa kuhh, aa ak ku ti tidak bisa menepati jan jji ku !”

“Sehunnn higs !”

“Ku kku bil bilang apa huh ? uljj jimm maa …”

Dira makin merengkuh lengan Sehun, ia benar-benar ketakutan

“Sehun aku mohon bangunlah, kau lupa ini hari apa ?”

“Annviersary kita yang ke-9 ??” ucapnya dengan bibirnya yang mengering dan makin memuncat. Seyumanya sudah tidak bergairah namun ia tetap memaksakan

“lalu apa yang kau lakukan disini huh ??? cepat bangunnnnn!” paksa Dira

“Dila lahh, aku lelah benar-benar lelah !”

“SEHUN HENTIKANNNN !”

“Oh iya aku lupa, eomma bisa ambilka kantung itu…?” pinta Sehun

Sebuah kantung merah pun segera diantarkan eommanya yang masih menangis seperti Dira

“Ambil dalamnya …”

Didalam isaknya , Dira mengambil sebuah kotak didalam kantong itu

“buka….” pinta Sehun makin parau

Dira langsung membuka kotak itu, dna terbingkai dengan manis 2 cincin putih

Tangis Dira makin meledakk

“Higggg higssssssss …”

Sehun segera mencabut cincin yang lebih kecil dari yang satunya, meraih tangan kanan Dila dan melingkarkanya dijari manisnya. Tanpa banyak bicara Dira pun mengikuti hal yang sama yang dilakukan kekasihnya itu

“Happy Anoversary Nine Month Chagi !” ucap Sehun lemah

“Happy Anniversary Nine Month chagiii !”  balas Dira

“Smeoga kau suka, aku sudah menabung selama 3 bulan untuk membeli sepasang cincin ini !”

Dira makin terisak, dia makin takut, tak pernah sekalipun dalam hidupnya Dira mengalami ketakutan yang teramat sangat. Isakan tangisnya membuat ke-2 orangtua Sehun tak kuat lagi sehingga mereka lebih memilih keluar.

‘Sehunn, aku mohon jangan pergi, aku takut, aku sangat takuttt !”

“Aku tidak akan keman-mana aku akan ada disisi mu !”

“Sehun….. aku mohonnn aku tidak mau kehilangan mu , aku tidak mauuu higgsss !”

“Aku ingin tidur Dira, tapi sebelumnya boleh aku meminta sesuatu ??”

“Mwo ?”

“Anniversary Kiss !”

Dira mengangguk yakin, entah berapa liter air yang berhasil matanya keluarkan. Dira mulai mendekati wajah Sehun, tanganya semakin kuat mengenggam tangan Sehun. Ia pun berhasil menjamah bibir Sehun dengan bibirnya,

Chuuu

Dira tak ingin melepaska ciumanya. Walaupun mau tak mau ia harus melepaskanya.

“Aku bisa tidur sekarang !!”

“Ne ….” balas Dira lembut

“Aku sangat lelah, lelah sekali !”

Sehun masih mengenggam tangan Dira begitu pula sebaliknya.

Dira menunduk dan mulai terisak kembali, rasa sakit didadanya tidak bisa dirasakan siapapun.

“Diraaaa……” sapa eomma Sehun bersama Hyuna eonni yang baru datang

Dira tersungkur ke lantai, Hyuna eonni pun segera menahan tubuh Dira sebelum menyentuh lantai, tubuhnya benar-benar hampa dan lemas, tatapanya kosong dan hanya air matanya yang berbicara betapa terpukulnya dia sekarang ini.

Tanpa emnunggu lagi, Appa sehun segera memanggil Dokter

Dengan sisa tenaga yang masih ada. Dira mencoba bangkit dan mengenggam tangan pria didepanya

“Tidurlah Sehun, aku tahu kali ini kau tidak bermain-main , aku tahu !”

Dokter yang sudah sampai dikamar Sehun pun tertahan

Suara diagraf jantung pun kini, tak terdengar lagi.

Tiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiittttttttttttttttttttt

Tangan yang sedang Dira genggam pun mulai jatuh terkulai.

Dira memejamkan matanya dan mulai mengeluarkan kembali air matanya. Hatinya tersayat tajam dan sangat perih, begitu pula eomma dan appa Sehun

Tiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiittttttttttttttt

 

“Aku tahu kali kau tidak menjahili ku lagi, kali ini kau benar-benar tidur, tidur dengan nyenyak ! kau sudah menepati janji mu, kalau waktu itu adalah kejahilan mu yang terakhir. Kini aku tahu , kau tidak akan melanggarnya sampai kapanpun, selamat tidur kekasih ku…”

“Selamat aniiversary ke 2 tahun 9 bulan ditanggal 9 dan dibulan ke 9, aku akan selalu mencintai mu sampai kapan pun Oh Sehun, tidurlah dnegan tenang !”

 

“Dila beritahu aku …!”

“Apa ?”

“Apa bahasa jawanya saranghamnida ??”

“Aku tresno karokoe…. waeyoo ?”

“Aniya ! haha lucu sekali, baiklah dengarkan , Dira aku teressnoo karookowe . Otte ?”

“Hahah kau ini !”

 

Diluar kamar Sehun Dila terus memeluk blangkon yang ia berikan 2 tahun lalu.

Aku mencintai mu Sehun selamanya

“Dilaaa……!”

“heum ?”
“Saranghae !”

 

########################

“Cah ayu ??”

“Iya bu ?”

“Ko ngelihatin kaca terus ?? kamu mikirin opo toh ndo ?”

“Ngga ada apa-apa ko bu !”

Air mata Dira kembali jatuh, ia genggam kedua tanganya, dan menyentuh jari manis ditangan kananya, ia usap benda yang melingkar disana. Dan air matanya mulai deras mengalir

Selamat anniversary ke 5 tahun 9 bulan Sehun, aku mencintaimu …….!”

Senyuman Sehun kini kembali menghampiri kepala Dira, suaranya sahut menyahut diantara ruang otaknya memanggil-manggil namanya. Tak sedikitpun ingatanya melemah akan sosok pria itu. Ia akan terus ingat segala tentangnya. Tentang dirinya. Tentang senyumanya. Aegyonya segala tentangnya.

 

Oh Sehun my love life ………………………

 

Dira membuka handponenya, dan melihat potonya sedang bersanding dengan seorang pria tampan yang terpampang dilayar handponenya.

Senyum miris pun mengembang diwajahnya

 

“happy anniversary !”

 

 Tidak selamanya keindahan itu berlangsung lama, kadang kehilangan adalah jalan terbaik untuk sebuah kemajuan dan salah satu ujian sampai mana kita percaya akan cinta. Karena kehilangan itu hanya fisik karena jiwanya akan terus tersemai didalam hati yang terdalam. Darisana aku belajar memulai cinta adalah bersiap untuk kehilangan

Itu yang aku rasakan

 

-NaDira –

Mahasiswa pertukaran Indonesia-Korsel# from Jawa to Seoul

 

 

 

 

Iklan

51 pemikiran pada “Anniversary

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s