Ice Princess

Title     : Ice Princess

Author : lollicino

Cast     : You

Minor  : Oh Sehun

Genre  : mixed.

Rating  : general

Length : oneshoot

= = =

Kaki jenjangmu terus melangkah berjalan menyapu lantai putih dibawahmu. Suara high heels-mu yang mengetuk lantai terdengar sangat nyaring, membuat siapapun yang berada di dekatmu berpikir bahwa dirimu sedang menghentak-hentakkan kakimu.

Mata gloomy­-mu terus menatap ke depan, tak menghiraukan mereka semua yang melihatmu dengan tatapan kagum di sampingmu.

Ice Princess. “ itulah kata-kata yang mereka berikan untukmu.

Gloomy eye. Hidung mancung. Rambut hitam legam sepinggang. Light skin. Pink-lip. Slim body. Long legs. Itulah ciri-ciri fisikmu. Perfect? Ya. Kau adalah gadis yang sangat sempurna di mata para pria dan wanita. Sifatmu? Everybody says, you’re so cold. Ice princess. Itulah kata-kata yang keluar dari bibir mereka.

Apa mereka adalah dirimu?

Apa mereka teman dekatmu?

Apa mereka dapat membaca perasaanmu?

Mendengar jeritan hatimu?

Melihat pancaran kesedihan yang selalu kau tutupi?

The answer is…

NO !!!

Mereka tidak tahu apa-apa tentangmu. Mereka selayaknya manusia seperti biasanya –tukang berbicara dan sok tahu.

Mereka bukan dirimu. Mereka bukan pembaca hati. Mereka bukan pengamat yang teliti. Dirimu adalah dirimu. Hanya kau yang mengerti dirimu sendiri.

Tahukah mereka rasanya menjadi dirimu?

Tiap mereka memanggilmu dengan panggilan –yang menurutmu menjijikkan- itu, kau hanya diam. Salah satu bagian dirimu ingin meldak.

Hatimu berteriak setiap mereka menyebutmu dengan panggilan itu. HEY!!! THEY DON’T GET IT! DID THEY UNDERSTAND ABOUT YOURSELF?!! THE ANSWER IS NO! NO!

Mereka hanya manusia yang sama –tak tahu apa-apa. Sekeras apapun kau berteriak dalam hatimu, tak ada gunanya. Mereka tak mendengarmu, kan? Atau… sekeras apapun kau berteriak di depan mereka, mengertikah mereka? Pahamkah mereka akan dirimu yang dilanda badai sakit hati? Tidak. Itu hanya akan membuat air matamu mengalir, membentuk sungai kecil di pipi mulusmu, membuat isakan kecil yang memilukan,…

Tidak. Itu hanya akan membuat air matamu mengalir, membentuk sungai kecil di pipi mulusmu, membuat isakan kecil yang memilukan,…

HANYA MENJADI AIR MATA YANG SIA-SIA SAJA.

Terkadang kau selalu berpikir tentang kata-kata mereka semua. Mereka semua memang tidak sepenuhnya bersalah. Hanya dirimulah yang sulit dimengerti. Kau terlalu tertutup. Tidak memberi celah sedikitpun untuk mereka yang membuka dirinya, menerima semua cerita kelammu.

Cerita kelam?

Ya. Sangat kelam. Hitam. Menyakitkan. Ketika otakmu mengingat kembali kejadian itu, rasanya sangat menyiksa. Terutama di bagian hatimu. Benda apa yang tertajam di dunia ini? Pisau dapur? Terlalu tumpul. Panah? Kurang tajam. Katana? Baiklah, yang ini cukup tajam.

Tiap otakmu mengingat kejadian itu, tepat di hatimu, rasanya dihujani oleh ratusan –bahkan ribuan- katana. Meninggalkan bekas luka yang cukup besar dan dalam. Membuat hatimu berhenti berdetak, beku untuk selamanya.

Adakah yang bisa mengubahnya?

Adakah yang bisa meruntuhkan istana es di dalam hatimu?

Melelehkannya?

Membebaskan kebahagiaan yang terkurung dalam istana es di hatiku?

Pertanyaan-pertanyaan itu terus menghujani dirimu, membuatmu pusing. Dengan susah payah kau mencari jawaban dari semua pertanyaan itu –dengan mendekati pria lain. Hasilnya? Nihil. Parahnya, kebencianmu terhadap lawan jenismu semakin bertambah saja. Tidak hanya lawan jenismu, tapi kaummu juga.

‘ Semua namja itu sama. Sama-sama tidak setia. Sama-sama tidak mengerti yeoja. Sama-sama suka mempermainkan hati yeoja. Mereka tidak berguna. Yeoja juga sama saja. Senang mencuri kebahagiaan orang lain. Sama-sama iri pada orang lain. Manusia tidak ada bedanya. Pernahkah mereka berpikir tentang orang yang mereka sakiti? Hell no. Love at the first sight? Bullsh*t. Liar. ‘

Ratusan rangkaian kata kau ciptakan untuk mereka yang sudah menyakiti semua orang tak bersalah di dunia ini. Rangkaian kata-kata kasar dan menusuk kau ciptakan untuk mereka. Beruntung kau adalah mahasiswa dari jurusan sastra, sehingga kau bisa membuat kata-kata itu menjadi lebih tajam bagai ujung belati.

Kau terdiam. Langkah kakimu terhenti. Pikiranmu berkecamuk, campur aduk, membuatmu merasa sangat pusing. Kau kembali melihat ke dalam dirimu, setelah semuanya yang telah kau lalui. Berusaha untuk mencari kesalahan pada dirimu.

Ya. Ini semua salah. Ini bukan dirimu. Kau adalah seseorang yang hangat dan murah senyum. Kau tidak pernah mengabaikan orang-orang yang lewat di dekatmu. Kau sopan, kau sangat baik –tapi tidak dengan sekarang. Kau dingin. Setiap matamu menatap dalam mata seseorang, hanya ada kebencian dan rasa dingin. Kemana pancaran hangat itu?

KEMANA DIRIMU YANG SEBENARNYA?

Apa semua ini karena namja itu? Namja yang sudah membahagiakan sekaligus menyakitimu secara bersamaan?

Flashbck >>>

Kau terus berjalan menembus gelapnya lorong kampus. Cahaya hanya berasal dari layar handphonemu, satu-satunya sumber cahaya yang ada di lorong itu. Perasaan khawatir terus menyelimutimu, setelah kau mendengar kabar tentang pacarmu yang belum pulang juga.

‘ Kriseu… ‘

Tubuhmu menegang. Kau menajamkan pendengaranmu, memastikan bahwa suara yang kau dengar adalah suara yeoja yang sangat menggoda.

‘ Hmm… Wu Fan-iee~ ahh… ‘

Kau berjalan perlahan menuju sumber suara, tepatnya ruang perpustakaan. Kau berhenti tepat dibalik salah satu rak buku besar, di belakang kursi tempat dimana adanya dua orang yang tengah bercumbu.

Kau tidak buta. Kegelapan ruangan ini tidak akan membuatmu buta. Toh, ada sedikit penerangan disini. Kau melihatnya. Namjamu, dan seorang yeoja. Yeoja yang notabenenya adalah teman baikmu.

TENGAH

BERCIUMAN.

“ Kris… “ dengan berani, kau mengelukan namanya, keluar dari tempat persembunyianmu. Kedua orang itu menghentikan aksinya, lalu menoleh dan membulatkan mata mereka.

“ Cha..chagiya. Aku bisa jelaskan semuanya- “

“ YOU **** !! “ teriakku tepat di depannya. Aku berlari keluar dari perpustakaan terkutuk itu. Membiarkan suaranya yang menggema, memanggil-manggil namaku.

End flashback <<<

“ Whoa… gwaenchanayo? “ sebuah suara mengagetkanmu. Kau tersadar dari semua itu. Kau mengerjapkan matamu beberapa kali, sehingga kau dapat melihat dengan jelas wajah orang yang sudah menopang tubuhmu yang hampir jatuh.

Oh Sehun.

“ Oh Sehun… “ kau menggumamkan namanya dengan suara yang kecil.

Salah satu bagian dirimu rasanya ingin meledak. Tepat di hatimu. Tidak henti-hentinya, hatimu terus berdetak kencang tiap kau melihat matanya dari dekat.

Boleh meralat beberapa kata tadi? Tidak semua namja itu sama. Oh Sehun. Dia berbeda. Pandangan matanya tulus, halus seperti sutra. Menenangkan siapapun yang menatap mata coklatnya itu. Kehangatan terpancar jelas dari matanya –dan juga senyumannya.

“ Kau baik-baik saja? “ tatapan matanya berubah menjadi cemas. Bayangan kecemasan itu terlihat jelas di matanya. Kau tersenyum kecil.

Tersenyum? Kapan terakhir kali kau tersenyum?

“ Aku baik-baik saja. “ jawabmu tulus.

Oh Sehun. Kaukah orangnya? Orang yang akan melelehkan benteng es di hati ini? Membebaskan kebahagiaan yang sudah lama terkunci di dalamnya?

Kata-kata itu muncul di otakmu. Entah sejak kapan. Dan entah ada apa, kau berharap Sehun-lah orangnya. Orang yang melelehkan benteng es dihatimu. Entahlah –tiap berada di dekatnya, jantungmu berdetak kencang. Tiap kau menatap matanya dalam, justru kau akan merasakan kehangatan menyelimuti hatimu.

Sehun terdiam. Dia hanya menunjukkan senyuman manisnya padamu. Dia menegakkan badanmu, lalu berdiri di sampingmu tanpa melakukan apapun. Tangannya terlipat di dadanya, dia menatap langit cerah lalu menghela nafasnya.

“ Kau… masih ingat Kris? “ tanyanya padamu. Kau terdiam, tak mampu menjawab apapun, kecuali mengatupkan bibirmu rapat-rapat.

“ Apakah dia yang sudah membuatmu menjadi seperti ini? “ tanyanya lagi. Kau hanya bisa mengangguk pelan menanggapi pertanyaan Sehun.

“ Terlalu dingin. Hatiku terlalu dingin. “ lirihmu sekecil mungkin. Tapi kau yakin, Sehun pasti mendengarnya.

Kau merasakan kedua tangan besar Sehun memegang pundakmu. Dia menarikmu, agar kau berhadapan langsung dengannya.

“ Kalau begitu… izinkan aku. Izinkan aku untuk melelehkan es yang mengurung kebahagiaanmu. Biarkan aku membuatmu tersenyum kembali. Biarkan aku untuk menempati celah dihatimu. Bisakah? “ dia melontarkan pertanyaan itu padamu. Terlontar seperti seseorang yang memohon dengan sepenuh hatinya, namun kau mendengarnya seperti suara yang sangat tulus. Menerimamu apa adanya. Dan terbesit rasa cinta dalam suara itu. Ya. Kau merasakannya.

Kau mengangguk perlahan. Mengiyakan pertanyaan Sehun, “ Bebaskan aku dari keterpurukan ini, Sehun. Aku mengizinkanmu. “ lirihmu. Kau melihat ujung bibir Sehun terangkat, membentuk senyuman yang tulus dan manis.

Dibawah langit Seoul yang cerah, dan indah, ditemani dengan suara burung yang berkicau merdu, mereka saling menautkan bibir satu sama lain. Menyalurkan rasa cinta mereka melalui pertautan itu. Dengan kebahagiaan yang menyelimuti hatimu dan hatinya.

Saat ini. Detik ini juga, tak ada lagi istana es itu dihatimu. Kebahagiaanmu telah terbebaskan. Tak ada lagi tatapan dingin itu hanya ada tatapan hangat yang menenangkan. No more ice princess.

I love you, Lee Minji. “

I love you, Oh Sehun. “

Sampai selamanya.

Ice Princess status ::: END

 

Iklan

32 pemikiran pada “Ice Princess

  1. Bagus banget FFnya, Bahasanya juga keren. Ketohok banget kata-katanya.
    tapi masih ada typo. di perbaiki lagi ya ^^ semangat \(^0^)/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s