Our Love Story

OUR LOVE STORY

 

Author : @mthtsb

 

Cast :

·         Yang Yi Eun >< Wu Yi Fan (Kris)

·         Park Seo Seup >< Do KyungSoo (D.O)

·         Cho Chan Ran >< Huang Zi Tao (Tao)

·         Baek Sung Hee >< Byun BaekHyun

·         Song Hae Young >< Xi LuHan

·         Choi NaNa >< Kim Jong In (Kai)

 

Genre : Romance, Happy ending

 

Length : Oneshoot

 

Rating : T

Kris – Yi Eun

 

Kris berlari memasuki sebuah cafe dengan tergesa-gesa. Ia lalu membersihkan sisa-sisa air hujan yang bersanding dibahunya lalu melihat sekeliling cafe tersebut. Ia menemukan apa yang ia cari. Ia dengan tergesa menuju meja yang berada dipojok cafe, menghampiri yeoja-nya yang tengah duduk menghadap kearah jendela melihat rintik-rintik hujan yang turun saling bersusulan.

 

“Yi Eun-ah, mianhae aku terlambat” kata Kris yang langsung duduk dikursi yang berada dihadapan Yi Eun –Yeojanya-

 

Yi Eun tersenyum menanggapi perkataan Kris lalu mengangguk, “Ne oppa, gwenchana. Pasti kau telat karena hujan kan ?” Kris hanya mengangguk saja. Padahal alasan sebenarnya dia terlambat bukan karena hujan, melainkan karena sebuah cincin yang ia pesan khusus untuk melamar yeoja dihadapannya ini.

 

Yi Eun melihat Kris menggosok-gosokkan kedua tangannya pertanda bahwa namja itu tengah kedinginan sekarang. “Oppa kedinginan ? Tunggu, aku pesankan cokelat panas dulu untukmu. Untuk menghangatkan tubuhmu.” Yi Eun lalu memanggil salah satu pelayan dan memesankan secangkir cokelat panas untuk Kris.

 

Kris mencintai, ani bahkan sangat mencintai yeoja yang sekarang ada dihadapannya saat ini. Usia yang terpaut 2 tahun dan dengan pertemuan yang sangat tidak pernah mereka pikirkan sebelumnya. Sifat Kris yang dingin dan terkesan cuek membuat seorang Yi Eun ingin mengenal sosok Kris lebih jauh. Dan yang membuat Kris jatuh cinta pada gadis ini karena sifatnya yang sangat pengertian. Dan mereka mulai menjalin sebuah hubungan sejak 3 tahun lalu.

 

“Oppa, ini cokelat panasnya sudah datang. Cepat minum, hangatkan dulu badanmu” Yi Eun menyodorkan secangkir cokelat hangat kehadapan Kris, menyuruh agar namjanya segera meminum cokelat panas itu. tapi Kris bukannya meminum cokelat panasnya malah menatap dalam kedua mata Yi Eun, membuat Yi Eun salah tingkah.

 

“Oppa, ayo minum. Jangan menatapku seperti itu.” kris menggeleng lalu akhirnya mengeluarkan suara.

 

“Mian, mungkin ini bukanlah cara yang romantis dan bukan seperti impianmu. Aku tidak tahu bagaimana cara yang romantis untuk melamar seseorang karena aku belum pernah merasakan perasaan yang sedalam ini. tapi percayalah, aku serius dengan perkataanku.” Perkataan Kris membuat Yi Eun bingung.

 

“Apa maksudmu oppa ?”

 

“Would you be my wife ? Sampai maut yang memisahkan, menjadi ibu dari anak-anakku kelak.” Kata Kris. Kali ini sukses membuat Yi Eun memandang Kris tidak percaya. Kris yang dikenalnya sangat cuek tapi sebenarnya perhatian mampu mengeluarkan kata-kata seperti itu. Matanya bahkan sudah berkaca-kaca sekarang.

 

Yi Eun mengangguk sambil tersenyum, sebagai jawaban atas pertanyaan Kris tadi. Kris tersenyum lalu bangkit dari duduknya dan mulai berjongkok dihadapan Yi Eun. Hampir seluruh pengunjung dicafe itu melihat kearah mereka berdua. Kris lalu memasangkan cincin yang ia beli tadi dijari manis Yi Eun. Lalu Yi Eun memeluk Kris erat. Semua mata dicafe itu terarah pada mereka. Lalu mereka bertepuk tangan saat drama gratis yang mereka lihat hampir selesai.

 

“Gomawo oppa, jeongmal gomawo. Saranghae Kris Oppa.” Kata Yi Eun dipelukan Kris.

 

“I Love You more than you know, Yi Eun-ah”

 

 

Kyungsoo – Seoseup

 

“Kocok telurnya dengan benar Seoseup-ah !!” kata Kyungsoo. Mereka tengah membuat sebuah cake ulangtahun untuk eomma Kyungsoo.

 

“Tanganku lelah oppaa” Seoseup menggembungkan pipinya kesal. Tangannya sudah sangat lelah terus menerus mengocok telur seperti ini.

 

“Kau harus kocok terus adonan telur itu hingga mengembang, sebentar lagi Seoseup-ah” Seoseup akhirnya mengangguk, menuruti perkataan namjachingu-nya. Sedangkan Kyungsoo tengah berkutat dengan whipped creamnya yang sudah hampir jadi.

 

****

 

Kyungsoo memasukkan loyang berbentuk persegi itu kedalam oven. Dia mengatur waktu dan suhunya lalu menutup pintu oven itu.

 

“Nah tinggal tunggu 30 menit, jadilah cake buatan kita Seoseup-ah” kata Kyungsoo yang berbinar lalu menatap Seoseup yang tengah duduk dikursi meja makan yang berada didekat dapur. Kyungsoo menyusul Seoseup dan duduk dihadapan yeoja itu. wajah Seoseup tersirat kelelahan karena membuat cake tadi bersama Kyungsoo.

 

“bukankah menyenangkan membuat cake bersama, hm ?” tanay Kyungsoo lembut. Seoseup yang tadi menutupkan kedua matanya kini membuka matanya dan menatap Kyungsoo. “Ne oppa, itu sangat mengasyikkan. Walaupun sangat lelah, apa oppa tidak lelah ?”

 

“Aniya, aku sudah biasa. Ayo kita lanjutkan memotong-motong buah untuk hiasannya. Kau masih kuat ?” tanya Kyungsoo lagi. Seoseup mengangguk lalu bangkit dari duduknya. “Kajja oppa”

 

***

 

Kyungsoo mengeluarkan cake itu dari dalam oven lalu meletakkannya dimeja makan.

 

“Kajja kita hias bersama. Kau ambil dulu buah itu dikulkas, aku akan mengoleskan ini dengan whipped cream.” Kata Kyungsoo. Seoseup mengangguk lalu beranjak kearah kulkas dan mengambil beberapa buah yang telah terpotong-potong. Lalu kembali kemeja makan.

 

Seoseup yang merasa bosan tidak melakukan apa-apa sedangkan Kyungsoo yang sedang asyik berkutat dengan cake dan whipped cream itu. itulah resiko menjadi yeojachingu seorang yang senang memasak. Dengan iseng, Seoseup memakan strawberry yang telah terpotong menjadi 2 itu. sekali.. dua kali.. tiga kali.. Hingga ia akan memakan strawberry yang keempat tapi gagal karena Kyungsoo sudah lebih dulu menempelkan whipped cream dipipi Seoseup.

 

“Ya !! Oppa, kenapa kau mengoleskanku dengan whipped cream itu ? Aish jinjja !!” Seoseup kesal karena wajahnya yang sudah lusuh, menjadi tambah lusuh nantinya ._.v

 

“Makanya, jangan terus menerus memakan strawberry itu Seoseup-ah. Lebih baik kau bantu aku mengolesi whipped cream ini” kata Kyungsoo. Tapi Seoseup telah lebih dulu merebut whipped cream itu dari tangan Kyungsoo dan mulai mengolesi wajah Kyungsoo dengan whipped cream itu.

 

Dan terjadilah mereka kejar-kejaran mengelilingi meja makan demi saling membalas perlakuan masing-masing. Wajah masing-masing sudah berlumur whipped cream terutama Kyungsoo. Sampai bajunya pun telah kotor karena salah sasaran dari lemparan Seoseup.

 

“Hahaha Park Seo Seup, i catch you !!” Kyungsoo mendapatkan Seoseup dalam dekapannya.

 

“Huh oppa, aku lelah.” Nafas Seoseup tersenggal-senggal karena terus berlari dari tadi.

 

“Hahaha rasakan dulu pembalaskanku !!” Kyungsoo mulai melumuri wajah Seoseup dengan whipped cream tadi dan menjadikan wajah Seoseup dilapisi whipped cream itu.

 

“Huh oppa, aku jadi jelek jika seperti ini !!” Seoseup kesal lalu hendak melepaskan pelukan Kyungsoo tapi ditahannya.

 

“Walaupun begitu aku tetap mencintaimu Park Seo Seup. Saranghae” bisik Kyungsoo tepat ditelinga kanan Seoseup, membuat yeoja itu bergidik geli.

 

“Nado saranghae Do Kyungsoo Oppa”

 

 

Tao – Chanran

 

Chanran terlihat bosan dengan pelajaran yang dibawakan oleh Ahn Seonsaengnim. Wajahnya sudah mulai kusut dan ia menuliskan asal-asalan dibuku catatannya. Ia ingin membaca novel yang baru ia beli semalam tapi ia takut jika ketahuan oleh Ahn Seonsaengnim novel itu akan disita. Ia melihat Tao, teman sebangkunya juga sudah terlihat bosan dengan pelajaran ini.

 

“Tao-ah, apa kau bosan ?” tanya Chanran.

 

Tao mengangguk. “Ne aku sangat bosan. Kenapa pelajaran yang membosankan selalu mendapat jam yang lebih lama ? Jika seperti ini bisa-bisa aku tertidur dikelas.” Kata Tao. Chanran mengangguk menyetujui perkataan Tao tadi. Lalu ia kembali menulis dan sesekali menggambar tidak jelas.

 

“Hei, apa yang kau lakukan ? Menggambar ? Gambar macam apa itu ?” tanya Tao yang mengintip apa yang Chanran lakukan.

 

“Ya !! Tidak perlu menghinaku !! Jika tidak suka jangan melihatnya !!” Chanran lalu menyembunyikan bukunya dan memulai aktifitasnya kembali.

 

“Ya, jangan marah. Aku hanya bercanda, Rannie-ya” kata Tao. Chanran hanya diam saja. Tao yang bosan dengan keadaan akhirnya bertanya pada Chanran.

 

“Ranni-ya, apakah kau pikir saat Prom Night kemarin Ahn Seonsaengnim akan mendapatkan pasangannya ?” tanya Tao. Chanran yang mendengar perkataan Tao yang menurutnya aneh itu menggeleng.

 

“Kurasa tidak ada yang mau dengan namja yang menyeramkan sepertinya. Pasti semua yeoja sudah kabur terlebih dahulu sebelum Ahn Seonsaengnim mengajaknya mengobrol.” Seketika Tao tertawa mendengar jawaban Chanran.

 

“Bingo !! Nilai 100 untukmu Cho Chanran !! Hahaha bagaimana kau tahu ? Padahal kau tidak ada disana kan ?” tanya Tao.

 

“Hahaha aku berada diluar saat acara Prom Night itu. sebenarnya itu hanya firasatku saja. Benar ya ?” kata Chanran lalu tertawa lagi.

 

“Mau lanjut pertanyaan selanjutnya ?” tanya Tao. Chanran mengangguk antusias. Rasa kantuk yang tadi menyerangnya kini hilang sudah.

 

“Apakah Cho Chanran mau menjadi yeojachigu Huang Zi Tao ?” Pertanyaan ini langsung membuat wajah Chanran memerah karena malu. Ternyata perasaan yang ia pendam selama ini tidak bertepuk sebelah tangan.

 

“Apa kau serius Tao-ah ?” tanya Chanran. Tao mengangguk mantap. Chanran memandang kedua mata Tao dalam. Mencari apakah ia bercanda atau tidak. Tapi hanya tatapan serius yang ia dapat. Akhirnya Chanran mengangguk lalu tersenyum, manis sekali.

 

Tanpa mereka sadari, Ahn Seonsaengnim memperhatikan mereka dari tadi. “YA !! CHO CHANRAN !! HUANG ZI TAO !! KENAPA KALIAN TIDAK MEMPERHATIKAN PENJELASANKU ? KELUAR DARI KELASKU !! SEKARANG !!”

 

 

Baekhyun – Sunghee

 

Sunghee menata meja makan yang kini sudah terisi oleh makanan hasil masakannya sendiri. Ia tengah menunggu suaminya pulang dari kantor. Waktu sudah menunjukkan pukul 7 malam. Tidak biasanya Baekhyun belum pulang jam segini. Tapi jika teringat akan satu hal yang sangat ingin ia katakan pada Baekhyun malam ini, ia langsung merekahkan senyumnya.

 

Ting Tong

 

Bel rumahnya berbunyi. Sunghee langsung beranjak dari sofa dan mulai melangkah  kearah pintu melihat siapa yang datang.

 

Ceklek

 

Pintu dibuka. Baekhyun berdiri disana dengan wajah lelahnya. Sunghee langsung mengambil alih tas yang dibawa Baekhyun dan meletakkannya disofa.

 

“Oppa, makanlah dulu. Kajja” Sunghee menarik tangan Baekhyun kearah meja makan. Sebenarnya Baekhyun ingin menolak dan memilih untuk tidur saja. Tapi ia tidak tega untuk menghilangkan senyum yang daritadi terkembang diwajah Sunghee.

 

“Nah oppa duduk dulu.” Sunghee mendudukkan Baekhyun lalu mengambil sebuah piring, mengisinya dengan nasi dan beberapa lauk pauk yang ia siapkan untuk Baekhyun. Baekhyun mengernyitkan dahi heran.

 

“Sunghee-ya, kau kenapa ? Tidak biasanya kau seperti ini ? Memasak makanan sebanyak ini dan.. kenapa kau terus tersenyum ?” tanya Baekhyun beruntun. Sunghee langsung menekuk wajahnya. Ia pikir Baekhyun akan tahu dengan sendirinya, tapi ternyata pikirannya melenceng jauh.

 

“Huh, biarkanlah appa-mu yang pabo itu, chagi. Sekarang kita makan saja, arra ?” kata Sunghee sambil mengelus-elus perutnya yang masih rata.

 

Pertamanya Baekhyun bingung dengan apa yang dilakukan oleh istrinya itu. tapi tak lama kemudian, senyuman lebar muncul diwajahnya.

 

“Maksudmu, kau hamil Sunghee-ya ? Kau mengandung anak kita ?” tanya Baekhyun yang kini mulai berjalan kearahnya.

 

“Jelas saja ini anakmu oppa !! Kau kira ini anak siapa huh ?” kata Sunghee. Baekhyun lalu berlutut dihadapan perut Sunghee. “Maafkan appa yang terlalu bodoh chagi. Hehe sehat-sehat didalam sana, jangan menyusahkan eomma-mu, arra ? Appa dan eomma sangat menyayangimu” kata Baekhyun lalu mencium sekilas perut Sunghee. Sunghee merasakan perutnya menghangat mendapat kecupan manis dari Baekhyun.

 

Baekhyun berdiri lalu memeluk Sunghee erat.

 

“Gomawo yeobo-ya” kata Baekhyun.

 

“Untuk apa oppa ?”

 

“Untuk semuanya. Untuk cinta yang telah kau berikan padaku, untuk perhatian yang kau berikan padaku, dan untuk uri little Baekhyun didalam sini” kata Baekhyun mengelus perut Sunghee lalu kembali memeluk Sunghee erat.

 

 

Luhan – HaeYoung

 

Luhan masih menunggu seseorang disamping pintu kelas XI-2 sambil sesekali melihat jam tangannya, memastikan berapa lama lagi ia harus menunggu. Ia tersenyum saat pintu kelas itu terbuka dan Kwan Seonsaengnim keluar dari kelas itu diikuti murid-murid lainnya. Hae Young –orang yang ditunggunya sejak tadi- keluar kelas paling belakangan. Saat melihat Hae Young, Luhan langsung menarik tangannya.

 

“Eh ? Luhan sunbae, kita mau kemana ? Aku harus pulang sunbae.” Kata Hae Young yang bingung karena tiba-tiba ditarik oleh Luhan.

 

“Hari ini saja, temani aku bermain sampai puas, ne ?” kata Luhan tanpa melepas genggaman tangannya dari tangan Hae Young. Beberapa siswi disana melihat Hae Young sinis karena tangan Hae Young yang digenggam Luhan.

 

“Sunbae, lepaskan tanganku. Fansmu akan marah padaku nanti.” Hae Young mulai risih dengan tatapan teman-temannya itu akhirnya meminta Luhan untuk melepaskan genggamannya tapi tidak diindahkan oleh Luhan.

 

******

 

“Sunbae, untuk apa kita kesini ?” tanya Hae Young karena Luhan membawanya ke Lotte World.

 

“Ikuti saja, aku hanya ingin bermain dan aku ingin kau yang menemaniku Young-ah” kata Luhan. Hae Young akhirnya menurut saja diajak berkeliling Lotte World dengan Luhan.

 

Mencoba setiap permainan. Dan tanpa mereka sadari, tangan mereka telah terpaut kembali. Bahkan beberapa orang mengira mereka adalah sepasang kekasih karena suasana yang awalnya terjadi antara Luhan dan Hae Young perlahan-lahan hilang digantikan oleh candaan dan beberapa obrolan ringan. Mereka mencoba mulai dari roller coaster, gyro swing, museum rakyat korea, atlantis adventure, dan naik sampan keliling Lotte World, dll.

 

“Sunbae, istirahat dulu. Aku lelah” kata Hae Young yang sudah lelah berkeliling bersama Luhan. Dan perutnya sudah berontak agar segera diisi oleh pemiliknya.

 

“Ne, kita makan dulu otte ? Aku sudah lapar, kajja” kata Luhan. Tangan keduanya masih setia bertautan seakan tak ingin mereka lepas.

 

****

 

“Young-ah, bahkan kita belum menaiki bianglala ?” kata Luhan pada Hae Young.

 

“Sunbae ingin kita menaikinya ?” tanya Hae Young. Luhan mengangguk “Kajja.”

 

Keduanya terdiam cukup lama dalam bianglala. Seolah tak ada yang ingin memecahkan keheningan itu. Hae Young masih melihat keluar bianglala dengan pemandangan matahari yang hampir tenggelam dalam bianglala ternyata bagus juga, pikirnya. Sedangkan Luhan, entahlah apa yang ia pikirkan sekarang.

 

“Young-ah” kata Luhan akhirnya, memecahkan keheningan yang mereka ciptakan sendiri. Hae Young menoleh kearah Luhan, “Wae sunbae ?”

 

“Coba lihat arah barat. dibawah” Kata Luhan. Hae Young akhirnya menolehkan kepalanya kearah barat. ia terkejut, bahkan sangat. Ia menutup mulutnya dengan tangannya sendiri. Perasaannya sekarang campur aduk antara senang, terharu, terkejut. Dibawah sana ada tulisan besar SARANGHAE SONG HAE YOUNG dan dikelilingi kelopak-kelopak mawar dengan berbagai warna.

 

“Sunbae” hanya kata itu yang bisa keluar dari mulut Hae Young.

 

“Mian, aku tidak berani mengungapkan ini secara langsung, aku juga tidak tahu bagaimana cara menyatakan cinta pada seorang yeoja. Akhirnya hanya ini ide yang kutemukan. Mian kalau kau tidak menyukainya tapi, kali ini aku benar-benar serius dengan semua ini.” kata Luhan. Hae Young tersenyum, tapi matanya masih mengeluarkan air mata.

 

“Ini sudah cukup Sunbae, bahkan ini sudah lebih dari cukup. Aku suka, sangat menyukainya. Nado saranghae, Sunbae” kata Hae Young. Luhan yang tadinya menunduk langsung mengangkat kepalanya. Ekspresi wajah bahagianya tidak dapat ia sembunyikan lagi.

 

“Dan aku punya 1 permintaan lagi.”

 

“Apa itu sunbae ?”

 

“Panggil aku ‘Oppa’”

 

 

Kai – NaNa

 

Kai menunggu Nana dengan gelisah dibukit belakang sekolah. Ia berpikir sunbae-nya itu tidak akan datang karena sekolah sudah selesai setengah jam yang lalu, tapi Nana belum juga datang. Kai menyembunyikan mawar putih itu dibelakang badannya. Ia mendapat bocoran bahwa Nana menyukai mawar putih, maka dari itu ia sengaja akan memberinya mawar putih itu untuk Nana nanti.

 

Langkah seseorang mulai terdengar ditelinga Kai. Ia menebak-nebak apakah itu Nana atau malah penjaga sekolah ini. ia berharap bahwa Nana lah yang muncul. Dan benar saja, Nana datang dengan setengah berlari menghampiri Kai yang makin menegang.

 

“Kai-ah, ada apa kau memanggilku kemari ? Mian tadi aku ada urusan sebentar dengan klub-ku.” Kata Nana lembut.

 

“Emm gwenchana Noona, a.. aku” Kai gugup sekarang. Sangat gugup. Dari dulu ia belum pernah menyatakan cinta pada seorang yeoja.

 

“Wae ? Apa ada masalah ? Bicara yang jelas Kai” kata Nana. Kai menggeleng lalu mengeluarkan mawar putih itu dari punggungnya.

 

“Untuk Noona. Noona, would you be my girlfriend ?” tanya Kai yang membuat Nana terkejut. Wajah Kai kini sudah memerah. Ia malu dan takut kalau saja Nana menolaknya hari ini. tapi apa yang diharapkan Kai terwujud juga. Nana mengulurkan tangannya, mengambil mawar putih itu dari tangan Kai lalu menghirup aroma mawar itu.

 

“Karena mawar ini kuambil, berarti kau kuterima Nae Kkamjong.” Kata Nana lalu tersenyum. Wajah Kai yang tadinya takut dan ragu itu menjadi cerah kembali.

 

“Wuah, gomawo Noona. Kajja” Kai langsung menarik tangan Nana.

 

“Kita kemana Kai-ah. Ini hampir..” belum sempat Nana menyelesaikan kalimatnya, apa yang Nana khawatirkan terjadi. “Hujan.” Lanjut Nana. Wajah Kai murung lagi. Nana menarik Kai kembali ke sekolah mereka.

 

“Huh kenapa hujan ? Padahal aku ingin kencan dengan Noona sekarang..” Kai menggerutu. Nana yang ada disampingnya tertawa.

 

“Gwenchana Kai, bukankah kencan disekolah juga bisa ?” kata Nana. Nana mendekat pada Kai dan mencium pipi kiri Kai singkat.

 

“Saranghae nae Kkamjong”

 

** END **

 

16 pemikiran pada “Our Love Story

  1. OAOOOOO
    Lumayan lah thor:3
    Walopun tiap kapel terlalo pendek u,u
    Tp jd kece berasa mv getoo
    Dibikin ngegantung(?)
    Nice one thor:3

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s