Love is Able (Chapter 2)

Author : Lvyhuna (@luvitayusa)

Title : Love is Able aka L.I.A

Cast:

  • Main Cast :          Han Ji MI

Lay [EXO-M]

Oh Sehun [EXO-K]

  • Supporting cast :              Marry Karina      aka         Jimi bestfriends

Length : chaptered

Genre : Teen, romantic, school

WARNING : TYPO dimaklumi eaaa qaqa

__________________________________________________

Sebelumnya di Love is Able

“Aku hanya wanita biasa, aku tidak cantik aku tidak pintar badan ku tidak langsing, aku gadis gemuk, aku gadis gemuk yang berani menyukai Oh Sehun, tapi apakah aku salah karena menyukaimu ? aku pikir rasa suka itu adalah anugrah yang diberikan Tuhan untuk ku, tapi nampaknya anugrah itu tidak berdampak baik untukmu, aku mengerti kau pasti risih dengan ku gadis gendut yang menyukaimu bahkan berani menyulam namamu disaputanganya, tapi apakah kau harus sekejam ini ? haruskah menginjak-injak harga dirinya ? harus mempermalukan dirinya didepan umum ? membiarkan teman-temanya mengolok-olok perasaanya ? walaupun aku jelek, aku bertubuh seperti gajah apa aku tidak boleh menyukai seseorang ? kau menolak ku dengan mentah-mentah aku bisa menyadari itu aku mengerti, tapi kalau kau terus menginjak-injak harga diri ku aku tidak bisa berdiam diri !! Perasaan ku tidak salah , hanya saja aku MENYUKAI ORANG YANG SALAH, aku mengagumi orang yang salah aku telah membuang-buang waktu untuk menyukai pria yang salah ! maafkan aku kalau kau risih dengan perasaan ku, tapi kau tahu aku lebih risih karena semua waktu dan perasaanku telah terbuang percuma, mungkin aku bukan gadis istimewa sehingga kau tidak perlu menganggapku dengan khusus aku gadis dibawah garis standar, sebagai fansmu aku sangat kecewa dan salah meilih seorang idola ! dulu aku sempat bermimpi bisa menjadi pacarmu, tapi mimpi itu rupanya menjadi bahan pernghinaan yang ampuh dikalangan teman-teman mu, maafkan aku telah menyukai mu, mungkin sekarang aku menjadi gadis yang paling tidak tahu diri berani mengatakan semua ini didepan mu pria tertampan seantero sekolah, karena itu karena aku jelek dan bukan apa-apa aku berani mengatakanya aku tidak istimewa dan karena itu aku berani ! AKU SALAH MENYUKAI MU ! walau aku tidak istimewa tapi perasaanku yang berharga nampaknya telah salah menepi , menepi diorang yang tidak mempunyai hati, ini adalah kesalahan yang terbesar yang pernah kubuat dan kini aku harus menyesalinya seumur hidupku !”

            Pungkas Jimi, suasana tiba-tiba hening semua mata masih menganga melihat Jimi….

 

LIA CHAPTER 2

Prok prok prok, Lay dan Karin memberikan standing applause

“Kau tahu ??! teman ku bukanlah gadis gendut biasa, bagiku dia istimewa karena dia teman ku !” ucap Karin lebih meyakinkan dan mendepak pundak Sehun dengan bahunya.

Jimi dan Karin segera keluar dari kantin dan meninggalkan Sehun yang masih terkejut dengan semua perkataan Jimi kepadanya. Lay pun nampaknya bangga dengan apa yang telah Jimi lakukan, ia segera meninggalkan Sehun tanpa berbicara apapun. Ini benar-benar tamparan keras bagi Sehun.

Jimi segera berlari, jantungnya berdebar dengan kencang, badanya mengeluarkan keringat, badanya masih terasa panas, entah apa yang ia pikirkan sehingga ia bisa seberani itu.

“I’m very proud of you han Ji Mi !” ucap Karin

“Aku tidak pernah merasa seberat ini !” ucap Jimi tak percaya

“Kau wanita yang mengagumkan Jimi !” tambah Lay

“Lay ??”
“kau wanita yang istimewa !” kata-kata Lay berhasil mengembangkan senyum diwajah Jimi.

Peristiwa itu menjadi highlights untuk beberapa hari ini dan bahkan mungkin sampai 2 bulan ke depan. Akibat peristiwa itu Jimi mendapat banyak reaksi, ada yang mengecamnya tapi tidak sedikit yang mendukungnya, kata-katanya menjadi motivasi bagi beberapa orang disekolah ini, sekarang Jimi lebih berani mengangkat kepalanya, dan menjadi Jimi yang lebih periang. Makin lama bersama nampaknya kedekatan Jimi dan Lay semakin tajam tercium. Karin yang baru saja mendapat kekasih anak kuliahan membuat Jimi dan Lay semakin dekat, bahkan akhir akhir ini Lay sering menjemput dan mengantar Jimi pulang, makan bersama denganya, berjalan ber-2 denganya. Dan rupanya Jimi membalas juga perhatian yang diberikan oleh Lay kepadanya. Kelas memasak dilaksanakan hari ini, dan terlihat Jimi sangat bersemangat memasak.

“Jimiya~aa kau membuat apa ?” tanya Karin

“Eoh ? aku membuat camilan !”

“Untuk Lay kah ?”

“Kau ini !”

“Cepatlah kalian berpacaran supaya kita bisa double date !”

“Pacaran tidak pacaran bukankah aku dan Lay selalu menemani mu berpacaran ??”

“Maka dari itu, kalian terlihat cocok. Aku berani berpacaran karena aku tenang ada Lay disamping mu, kalau tidak mana mungkin aku akan terima Kevin Oppa!”

“Ani ani, Lay bisa mendapatkan wanita yang lebih baik dari aku, dan tentunya tidak gemuk seperti aku!”

“Jimiya seakan-akan kau ingin mengatakan wanita gemuk tidak berhak untuk dicintai !”

“Tidak semua wanita gemuk, mungkin hanya terjadi pada ku !”

“Yaa ! kau tidak boleh seperti ituuu ! Apa kau ingat kemarin ketika kita nonton ? bukankah kau mendekap lengan Lay sepanjang jalan ?? kau terus bermanja-manja padanya !”

“Yaa ! Lay itu memang baik, dia itu pria yang perhatian, pendengar yang baik bahkan lebih baik darimu, dia itu hangattt dia ituu……… !”

“Lihat lihat bahkan kau tersenyum ketika membicaraknya, aku lihat juga Lay sepertinya menyimpan perhatian kepadamu !”

“Tidak-tidak dia hanya menganggapku teman, kita berteman kan ??”

“Kau menyukainya kan ??”
“YAA !! Karinaahhhhhhhhhhh lihattt !!!! gara-gara kau mengajak ku mengobrol makanan ku menjadi gosong !! bagaimana ini ??”

“Omo , mianheyo Jimiya !”

“Ahhhh kau ini , mana suka orang dengan makanan gosong ??”

“Itu tidak gosong ! tidak semuanya gosong ini masih bisa dimakan !”

“Tapi kan tetap saja penampilanya terlihat jelek !”

Kelas memasak pun akhrinya berakhir dengan hasil pie bluberry goreng buatan Jimi yang sedikit hangus. Tapi untunglah ada beberapa pie yang masih terlihat bagus penampilanya, ia pun berniat segera menemui Lay . Pie goreng buatanya ia tata sedemikian rupa ditempat makanya, supaya lebih terlihat manis dan menggiurkan.

Dia pun segera menemui Lay dilapangan bola basket, sebelum ia menemui Lay, langkah kakinya tersendat ia melihat Sehun duduk dilantai sendiri dan sangat terlihat lelah. Walaupun ia sangat kesal melihat orang itu, dia tidak bisa membohongi perasaanya kalau dia juga masih suka.

“Sehun kenapa kau ada disini sendirian ?” sapa Jimi memberanikan diri. Sehun hanya bisa menatap dirinya tanpa mengeluarkan sepatah kata pun. Ia pun segera melipat roknya dan duduk disamping Sehun.

“Kau mau ?” tawarnya

“Mungkin penampilanya tidak enak tapi bila kau coba mungkin tidak sejelek penampilanya !” Sehun yang mulanya ragu-ragu akhirnya mengambil pie buatan Jimi itu

“Otteoke ?”

Sehun pun mengangguk dan kembali menyenderkan kepalanya didinding.

“Kenapa kau masih baik pada ku ?”

“kau tahu ? aku bukan tipe wanita yang bisa melupakan orang begitu saja apalagi orang itu meninggalkan kesan pahit !”

“Maafkan aku Jimi, aku memang orang bodoh tanpa otak, orang jahat tanpa hati, aku memikirkan kejadian ketika itu, aku terus memikirkan mu, aku merasa sangat bersalah pada mu, bahkan bila boleh jujur sebenarnya aku tak mampu untuk melihat mu, aku terlanjur sangat malu, aku benar-benar malu bila bertemu dengan mu, bisa-bisanya aku seperti itu, bisa-bisanya aku begitu jahat pada mu, aku pantas dibenci oleh mu, aku pantas tak menerima pemberian maaf dari mu !”

“Kata siapa ? bahkan kau belum meminta maaf pada ku !!!” ucap Jimi, perkataanya membuat Sehun melirik dirinya dengan tajam

“Baiklah apakah kau mau memaafkan pria jahat ini ?”

“Tentu saja, yang berlalu biarkanlah berlalu !”

“Begitu mudahnya kau memaafkan aku ?”
“Kenapa harus susah ? kau juga dengan tenang meminta maaf kepada ku ? kenapa aku harus menyusahkan mu untuk mendapatkan maaf ku ??”

“Kau memang wanita sitimewa Jimi !”

“Kau baru mengetahuinya ?”

“Mianhamnida dan Gomapta !”

“Ne , ayo makan lagi !”

Suatu waktu dan momen yang tidak akan pernah dibayangkan oleh Jimi, seorang Sehun meminta maaf kepadanya, dan menyebutnya wanita istimewa.

“Mashita !”

“Gomawo !”

“Jujur, aku mulai merasa kehilangan Jimi-ku !”

“Jimi-ku ?”

“Iya Jimi yang menyukaiku dengan fanatik , wanita dengan pipi bun-nya !”

“Yaa ! salah sendiri kenapa kau bisa sejahat itu waktu dulu !”

“Aw sakit Jimi , ara ara ! lalu apakah tidak ada kesempatan ke-2 untuk membalas rasa sukamu pada ku ?”

“Ne ?” ucap Jimi tekejut

“Aku main basket dulu, nanti kita mengobrol lagi !”

Jimi masih diam membantu, dia benar-benar terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Sehun

“lalu apakah tidak ada kesempatan ke-2 untuk membalas rasa sukamu pada ku ?”

Apa yang dimaksud Sehun ? apa maksud perkataanya ? Jimi benar-benar bingung dan juga senang tak kepalang.

“Layyyyyy !” panggil Jimi dari pinggir lapang.

“Inii !” Jimi memberikan air mineral untuk Lay

“Kau membawa apa ?” tanya Lay penasaran dengan kotak yang dibawa Jimi

“Oh ini, aku tadi baru ikut kelas memasak , jadi aku bawakan kau hasil masakan ku , aku buka yaa !”

“Ah sudah kuduga hasilnya seperti ini !” ucap Lay ogah-ogahan

“YAAA ! coba dulu jangan lihat penampilan luarnya saja !”
“Geurae !”

Lay dan Jimi duduk berdua ditepi lapang, bersebrangan dengan Sehun dan tim basket lainya yang duduk disebrang mereka.

“Lumayan !” ucap Lay sambil mengunyah

“Apa ku bilang !”

“Dilihat-lihat pie goreng ini seperti dirimu !”

“Hah ? jadi kau pikir aku gosong ?? kau ini menyebalkan !”
“Aniya, dengar mungkin orang akan menjudge mu dari luarnya saja, melihat dirimu yang yaa sedikit lebih mengembang daripada wanita yang lainya  !”

“tak apa bilang saja aku gemuk !”

“Ya dengan tubuh mu yang ‘itu’ mungkin para pria akan menghindar karena mereka lebih suka wanita yang cantik juga seksi, tapi menurutku kau lebih istimewa seperti pie ini, penampilanya tidak meyakinkan tapii sekali gigit rasanya yang enak langsung menyeruak keseluruh mulut !”

“Kalau kau pria itu apa kau akan menghindari pie-pie itu ?”
“Tidak aku tidak akan meninggalkannya, aku tidak peduli dengan penampilanya yang penting rasanya enak , aku mau memakanya !”

“Kau ini bisa saja, tapi aku tidak sejelek pie-pie itu !”

“hahaha !”

Dengan iseng Jimi pun mencoba melirik Sehun yang ada disebrang,

DEG

Sehun pun sedang melirik Jimi , mereka terpaut kontak mata. Tiba-tiba Jimi jadi salah tingkah

“Jimiya tapi tidak ada salahnya kau coba turunkan berat badan mu, kau juga tidak terlalu terlihat begitu besar ! jadi masih mudah untuk menurunkan badan !”

“Araso, kalau menurunkan berat badan itu mudah , sudah ku jalani dari dulu , jadi bisa memudahkan untuk ku bersaing mendapatkan Sehun !”

Lay tiba-tiba tak berbicara lagi ia lanjutkan makan pie-pie buatan Jimi, nampaknya Jimi telah salah menyebut nama itu didepan Lay. Lay pun kembali ke lapangan untuk bermain basket, begitu pula dengan Jimi yang kembali ke kelas.

Drettttt            drettttt            dretttt

099876554 calling

“Siapa ini ? yeobseyo ?”

“Han Ji Mi !”
“Iya, nugu ?”

Ini aku Oh Sehun !”

“Mwo ? darim….. !”

“Nanti pulang sekolah kau mau menemani ku berjalan-jalan ?”

“Ah ?”

“Aku tidak menerima penolakan !”

“Keundae !”

Aku tunggu dibelokan gang belakang sekolah !”

Tutt      tutt      tutt      tutt      tutt

“Bagaimana ini ? benarkah Sehun mengajak ku untuk kencan  ani ani, dia hanya memintaku berjalan-jalan !”

Jangtungnya sangat berdebar kencang tak sabar menanti pulang sekolah, ia menjadi lebih bersemangat belajar, dan segera menyelesaikan urusanya.

“Lay !”

“hmm ?”

“Hari ini aku tidak pulang bersamamu dulu, aku ada urusan !”

“Mworago ? kau ingin aku antar ?”

“Tidak usah, aku bisa pergi sendiri !”

“Benar ?”

“Tentu saja, baiklah aku pergi yaa, sampai jumpa !”

“NE !”

Jimi pun segera pergi meninggalkan Lay dipelataran parkir. Dengan sembunyi-sembunyi dan cepat ia segera berlari kebelakang gang sekolah.

“Kenapa kau mengendap-endap ?” tanya Sehun yang sedang menyandar dipilar gang sambil memasukan ke-2 tanganya kesaku celana.

Jimi yang terkejut pun segera memalingkan wajah, dan mendapati pose Sehun yang membuat jangtungnya makin berletupan.

“Ah a a !”

“Tidak usah begitu terkejut melihat ketampanan ku, bukankah dari dulu aku memang tampan ?”

“Cihh !”

“haha kau mengendap-endap dari siapa ?”

“Lay, aku takut dia mengikutiku !”

“Kau berpacaran dengan Lay ?”

“TIDAK !!! kami hanya berteman !”

“Begitukah ?”ucap Sehun menggantung, dan mereka pun mulai berjalan berdampingan

“Kita mau kemana ?” tanya Jimi lirih

“kemana saja !’ ucap Sehun semaunya.

Jimi tidak pernah bermimpi bisa berjalan disamping Sehun, ia bisa melihat wajah Sehun dengan begitu jelas dari sini, tubuh Sehun yang lebih tinggi darinya, memudahkan  Jimi semakin jelas bisa melihat wajah tampan yang membuatnya tak pernah bosan.

Sehun membawa Jimi ketaman Ria, dia tidak mengerti kenapa Sehun membawa dirinya ketaman Ria.

“Permen kapass !” teriak Jimi histeris

“Aniya !” ucap Sehun melarang

“Wae ?”

“Kau mau semakin gemuk ?”

“eh ??”

Jimi merasa aneh, tapi ia senang melihat Sehun yang seperti ini

“Loliipooppp !” teriak Jimi lagi dan kali ini Sehun harus menarik tanganya

“Andwae !” ucap Sehun lagi

Jimi pun turut mengikutinya.

“Sehun ??”
“Hmmm ?” tanya Sehun masih melihat-lihat sekitar

“Aniya! kita naik itu saja !” tarik Jimi ke wahana rollercoaster

“Kenapa harus duduk didepan ?” tanya Sehun

“Apa kau takut ?”
“Aniya , hanya saja kenapa ?”
“Aku hanya ingin duduk didepan !”

“kau ini !”

“Ah aku ingat bukankah kau takut ketinggian ? bagaimana ini ? kita pindah saja ?”

“Tidak usah, ini sudah terlanjur !”

“Mianhata Sehun !”

“(angguk-angguk)”

Sehun baik sekali hari ini, ada apa dengan dia sebenarnya ? pertanyaan itu terus bermunculan dikepala Jimi. Tapi sudahlah biarkan Jimi menikmati hari ini bersama pangeranya.

“Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa !”

Teriak Jimi dan Sehun ketika rollercoaster ini mulai bergerak.

“Sehun kita naik giant swing !”

“Mwo ?”

Jimi begitu antusias untuk mengikuti semua wahana, dan Sehun tidak bisa melakukan apa-apa selain mengikutinya. Hari ini benar-benar menjadi mimpi yang bahkan belum datang dialam bawah sadarnya sebuah mimpi yang belum terbentuk namun sudah terwujud.

“Jimi kita istirahat dulu !” pinta Sehun, yang tak mampu lagi mengikuti kelincahan Jimi

“Geurae !”

Sehun dan Jimi duduk disebuah kedai ice cream kecil yang manis

“ice cream ? bukankah ini juga akan membuat gemuk ??”

“Aku memilihkan ice cream yang low fat untuk mu !”

“Jinjayo ? kau sungguh baik Sehun !”

“Makanlah “

“NE !”

Jimi dengan semangat melahap ice cream low fat pertama yang ia makan dan juga ice cream pertama yang dibelikan sang pujaan hati. AH so sweet banget sih author sirik . Sehun hanya bisa tersenyum melihat Jimi yang begitu senang mendapatkan ice cream darinya, entah kenapa senyum Sehun beda dari biasanya baru pertama kali Jimi melihat Sehun yang tersenyum ringan seperti sekarang. Waktu pun yang mengakhiri kesenangan hari ini, mereka pun berjalan untuk pulang kerumah.

“Sekarang udah jam 5 lagi aja, hari ini benar-benar menyenangkan !”

“benarkah ? kau benar-benar senang ?”

“Tentu saja, aku tidak pernah membayangkan hari ini akan terjadi !”

“Mungkin ini tak cukup untuk menebus kesalahan ku kepada mu, tapi perlahan aku ingin memperbaiki semuanya diantara kita !”

“Wae ? kenapa kau bisa berubah sebaik ini ?”

“Aku sadar aku sudah keterlaluan tak seharusnya aku dan teman-temanku memperlakukan mu seperti tempo hari, kata-kata mu membuat aku sadar kalau aku sudah menjadi pribadi yang sombong dan jahat !”

“Tapi kau masih tetap tampan !”

“Haha, tentu saja itu tidak akan pernah berubah ! haha apa kau menyukai ku karena aku tampan saja ?”

“Ani aniya, aku menyukaimu karena kau sangat berwibawa ketika menjalankan tugasmu menjadi seorang wakil ketua siswa, sangat bernergik ketika bermain basket dan kau selalu ramah kepada setiap orang, kecuali hari itu !!”

“Mianhata Jimi !”

“Aku bercanda, aku menyukai mu karena kau yang pertama ada dimata ku dan membuat jantung ku berdebar !”

“Begitukah ?”

“Iya, dan entah kenapa aku yakin untuk memilih mu !”

“Maafkan aku kalau aku membuat mu kecewa !”

“Sudahlah aku bosan mendengar permintaan maaf mu, aku sudah tidak apa-apa !”

“Choa, aku antarkan kau pulang hari ini !”

“Mwo ? tapi kan rumahmu berlawanan arah dengan ku!”

“Tidak apa, aku laki-laki aku bisa pulang sendiri !”

“Apa tidak apa-apa ?”

“tentu saja, kajja !”

#authorsiriktingkatdewa

Sehun Sehun Sehun, orang yang ada didepan Jimi hanya ada satu pria OH SEHUN ! hanya dia yang memenuhi matanya, Jimi benar-benar tak percaya beberapa hari yang lalu ia mempunyai masalah dengan pria ini, dan beberapa hari yang lalu ia memutuskan untuk tidak menyukainya lagi, namun hanya dalam beberapa detik saja Sehun mampu mengembalikan perasaan Jimi bahkan berlipat-lipat.

“Disini ?” tanya Sehun memastikan

“Ne , gomawoyo Sehun !”

“NE , beristirahatlah !”

“Geurae, apa kau benar tidak apa-apa pulang sendiri ?”

“Tentu saja, sudah cepat masuk udara semakin dingin !”

“NE, hati-hati !” ucap Jimi sambil melambaikan tanganya

Sehun pun tetap melaju tanpa menoleh ke belakang, hanya terlihat tangan kirinya  yang diangkat keudara.

“Sudah jam 6 lebih semoga eomma tidak marah !”

Jimi pun segera masuk kerumah perlahan

“Ada sepatu ? sepatu siapa ini ? sepertinya ada tamu !”

“Jimi pulanggggg !”

Jimi pun segera masuk kedalam rumah dan ia sangat terkejut melihat orang yang ada diruang tengahnya

“Ah kau sudah pulang !”

“Lay ? sejak kapan kau disini ?”
“Lay sudah menunggumu sejak jam 5, eomma terus menelfon mu tapi kau tidak mengangkatnya !”

“Maaf, hp ku mati !”

“Ada apa ?”
“Lebih baik kau mandi dulu, baru mengobrol dengan Lay, biar ibu yang temani ia dulu !”

“Baiklah !”

Pria dengan baju kotak-kotak campuran warna biru, hijau, merah, pink dan ungu itu ternyata adalah Lay.

“Ya ya ya ada apa dengan mu  sepertinya kau sedang senang !”

‘Wae ?”

“Senyumu tadi ? senyum yang begitu senang !”

“Kau ini !”

“Ada apa ?”

“Ah kau cantik !”

“Mwo ?”

“kau menguraikan rambut mu kau terlihat cantik !”

“kau ini, bukankah kau sudah sering melihat rambut ku terurai ?”

“Jimiya apa kau mau keluar malam ini bersama ku ?”
“Hah ? malam ini juga ? apa karena itu aku terlihat berbeda malam ini ?”

“Benarkah ? apa yang berbeda dariku ?”

“Tidak aku bercanda, baiklah, aku ganti baju dulu !”

Walaupun Jimi merasa lelah tapi ia tak berani mengecewakan Lay yang sudah menunggunya sejak pukul 5. Ia pilih gaun terbaiknya dan mendandani dirinya sebaik mungkin.

“Eomma untung kau kesini apa gaun ini membuat ku terlihat langsing ?”
“Ne, apa kau akan pergi dengan Lay “

“Ye eomma !”

“Lay itu anak yang baik, ramah dan tampan, eomma baru melihat teman pria yang begitu dekat dengan mu, bukankah selama ini kau selalu menutup diri dari para anak laki-laki ?”

“Eomma apa tujuan mu mengatakan itu ?”

“Eomma mengizinkan kau berpacaran dengan Lay !”

“Eomma !! kau ini berbicara apa ? aku dan Lay hanya teman !!”
“Tapi eomma lihat semakin lama kalian ini semakin dekat !”

“Lay bisa mendapatkan wanita yang lebih baik dari ku, dan pastinya lebih langsing dari ku !”

“Yasudah segera temui dia ! Jimiya ??!”
“Ne eomma ?”

“Kau cantik sekali !”

Jimi pun segera turun dan menghampiri Lay yang sedang asyik bermain dengan JiNo.

“Woo noona cantik sekali !! terlihat lebih kecil dari biasanya !”

“Yaaa ! kau ini memuji atau meledek ku !”

“Kalian akan pergi berkencan ?” tanya Jino yang masih duduk dibangku kelas 4 ini.

Baik Jimi maupun Lay sama-sama salah tingkah dibuatnya .

“Baiklah kami berangkat !”

“Hyeong ! besok datang lagi kita bermain !” sahut Jino

“Ne Jino, sampai bertemu lagi !” ucap Lay yang semakin dekat dengan Jino .

Lay semakin sering mengunjingu rumah Jimi, eomma Jimi sempat terkejut meihat Jimi membawa teman laki-laki, karena baru pertama kali ini Jimi membawa seorang anak laki-laki kerumah ditambah anak itu tampan sekali.

“Kau membawa motor ?”

“Ne, ini pakai !”

“Terimakasih !”

Jimi segera mengenakan helm yang diberikan Lay, ia segera duduk dibelakang Lay dan melingkarkan tanganya kepinggang Lay, mereka pun segera pergi. Motor gede yang dibawa Lay pun segera lepas landas dengan cepat. Angin malam yang mulai dingin membuat Jimi makin meng-eratkan pegangnya, Jimi tidak sadar kalau dihati Lay kini sedang ada ombak besar yang terus mengombang-ambingkan hatinya. Baik Lay maupun Jimi terlihat begitu senang malam ini, Lay yang tampak gagah dengan motor gedenya, Jimi yang tampak anggun dengan gaun hitamnya.

“Apa ini ? kita akan malam ?”

“NE ! ayo masuk !”

Pertama dalam hidupnya ada anak laki-laki yang menggenggam tangan Jimi tentunya selain ayahnya. Jimi benar-benar terkejut melihat Lay yang berbeda malam ini, ia merasa Lay lebih terlihat dewasa,romantis, hangat dan Jimi menyukainya.

“Kau suka ?” tanya Lay dengan wajah termanis yang pernah ada dengan hadiah plus plus senyumannya yang membuat ke-2 lesung pipitnya terlihat. #sumpahmanisbangetinisiLay

“Tentu saja, kau membawa ku tempat yang tak pernah aku datangi !”

“Benarkah ? berarti aku yang pertama ?” tanyanya antusias

“(angguk-angguk)”

Mereka pun tenggelam dalam percakapan,  tak berapa lama makanan pembuka datang

“Silahkan dinikmati ini appertisernya !”

“terimakasih !”

“Segera makan !”

“Ne !”

Malam ini Lay benar-benar terlihat tampan, Jimi tak pernah bermimpi wanita bulat sepertinya gendut sepertinya bisa diajak candle light dengan pria setampan Lay.

“Ini Main coastnya tuan, silahkan menikmati !”

“Hati-hati Jimi , !” sahutan Lay membuat Jimi terkejut, entah apa yang Lay takutkan sehingga ia berkata demikian, namun yang pasti Jimi dan Lay ditempatkan disituasi yang rumit, tangan Lay tak sengaja menyentuh tangan Jimi, tiba-tiba Lay mulai menatap mata Jimi, semakin tajam setiap detiknya. Hati Jimi semakin berdebar tak karuan serasa ada penebang kayu didalan hatinya semakin lama semakin jelas

Apa dia ingin membuatku mati berdiri ?”

“Pegang pisau ini dengan ibu jari dan telunjukmu, itu akan lebih mudah !”

“Ne !”

Jimi benar-benar sudah tidak bisa konsen untuk makan, tatapan tajam Lay masih menusuk rongga hatinya yang terbelah.

“Ini desertnya !”

Alunan musik classic menyendukan suasana, Jimi dan Lay menyantap desert itu sambil berbincang ringan dan penuh sukacita, senyuman yang terpancar dari wajah Lay dan Jimi menggambarkan mereka sangat-sangat menikmati waktu-waktu ini.

Lay dan Jimi pun tak langsung pulang mereka berjalan-jalan disekitar restoran, yang menyuguhkan pemandangan taman yang indah berkat remang-remang lampu taman yang membuat suasana semakin romantis.

“Makananya sangat enak !”

“Kau menyukainya ?”
“tentu saja !”

“Han Ji Mi !”

“hmmm ?”

Lay tiba-tiba mendekati Han Ji Mi dan mengecup pipinya dengan cepat

Jimi membatu seketika, ini pertama kalinya pria mengecup pipinya. Mukanya terasa panas, dan kakinya terasa tiba-tiba lemas.

“Ehmmm ehmmmm !” tiba-tiba Lay membetulkan suaranya, dan

“Lebih baik kita segera pulang !” ajak Lay yang tiba-tiba salah tingkah.

Jimi benar-benar tak akan menyangka Lay akan sebearani itu, dia tidak akan menyangka Lay lah pria pertama yang mengecupnya. Ada kebakaran didalam dirinya

“Terimaksih untuk malam ini Lay ! baiklah aku masuk dulu kedalam!”

Jimi pun berusaha dengan cepat masuk kedalam rumah, tapi tiba-tiba Lay menarik tangan Jimi dan kembali mengecupnya

Ya Tuhan dia ……….!”

Tak ada yang bisa Jimi lakukan selain memejamkan mata. Baik Lay maupun Jimi kini hati mereka bertaburan genderang drum yang terus berpacu.

“Maafkan aku Jimi !”pekik Lay tiba-tiba melepaskan pundak Jimi

“Ah !”

“Lebih baik kau segera masuk,aku akan pulang !”

“baiklah !”

Jimi segera masuk kedalam rumah bersamaan dengan perginya Lay.

“Selamat Dat…..!
“Jimiyaaaaaa !! kenapa kau tidak mengucapkan salam ??”
“Eomma noona kenapa ? kenapa ia berjalan begitu cepat ?”
“Entahlah , isshhh kenapa dnegan anak itu ?”
Saking panasnya Jimi sampai lupa untuk memberi salam kepada eomma dan adiknya

“Apa yang terjadi tadi ? apa yang terjadi ? apa tadi aku bermimpi ? apa aku bemimpi ?? bangun Han Ji Mi, bangun !!”

Ia pun mencubit dan menampar pipinya beberapa kali

“Aw , kenapa pipi ini terasa panas ? kenapa sekujur badan ku terasa panas ?”

“fuhhhh fuhhh fuhhh tenanglah tenanglah !” ucap Han Jimi sambil mengipas-ngipas mukanya

“Benarkah tadi Lay mencium ku ? AH ! dia menciumku 2 x, benar dia menciumku 2x ! Apa yang ada dipikiranya ???!!”

            Pertama ia mengecup dipipiku, kedua dia hampir mencium bibirku dia melesetkanya dengan mencium sedikit tepi bibirku dan sebagian pipi ku. Apakah itu sudah termasuk ciuman ? apakah Lay sudah mengambil ciuman pertama ku ?? apa dia sudah mengambil ciuman pertamaku ? tapi dia tidak mencium bibirku, hanya tepian bibir ! tapi  itu termasuk bibir ! tapi tidak semua bagian bibir ! tapi tetap saja Lay mencium sedikit bagian bibir ku ! AH INI SUNGGUHHHHH RUMITTTTTTTTTTTTTT

“Waktunya tidur Han JiMi !”

***

“Jimiya bangunnnn sudah siangggg , Jimiyaaa !”

“Eomma aku masih ngantukkk !”

“Tapi ini sudah pukul 6.20 apa kau tidak akan sekolah ?”

“MWO ??”

Dengan penuh sirgap Jimi langsung bangkit dari tidurnya dan segera mandi, dengan cepat dan sigap ia segera mengenakkan pakaianya seragamnya. Dan bersiap-siap untuk sarapan

“Jimiya makan dulu!”

“Tidak ada waktu eomma !”

Ting teng

“Siapa lagi yang bertamu pagi-pagi ?”

“Noona makan dulu rotinya , kau bukanya suka blueberry?”
“Apa ini blueberry ?”
“Ne !”

Sambil memakai sepatu, mulut Jimi pun sibuk mengunyah.

Jimi benar-benar tercengang melihat tamu yang dibawa eommanya, tiba-tiba tenggorokanya menjadi kering, ia tidak bisa menelan roti-roti dimulutnya

“Air, air, Jino cepat air !”

“Kamu kenapa sayang ?”tanya eomma terkejut

“Aku butuh air, air !”

Dengan cepat Lay mengambil air yang dituangkan oleh Jino dan memberikanya kepada Jimi

“Cepat minum ini !”

Dengan begitu khawatir Lay pun memperhatikan dengan seksama wajah Jimi yang makin memerah

“Bagaimana ?”

“Sudah sudah !’

“Syukurlah !”

Eomma dan Jino yang melihat mereka ber-2 hanya bisa tersenyum melihat tingkah sepasang remaja itu

“Kalian memang serasi !”

“Eomma !!”

“Wae ? kalian memang serasi, Lay yang tinggi menutupi kelemahan Jimi yang gemuk, ahhh kalian memang serasi !”

“Iya , aku tidak keberatan jika noona berpacaran dengan hyeong, jadi aku mempunyai teman main setiap hari !”

“JINO YAA ! kalian apa-apaan sih ??”

“Lay ayo berangkat sekarang !!” tarik Jimi

Jimi sangat malu dengan perkataan ibu dan adiknya, ia pun tak berani menatap Lay, sepanjang sekolah ia terus membelakangi Lay dan tak mengajaknya berbicara . Sampai diskeolah pun Jimi masih enggan berbicara dengan Lay, begitu pula Lay yang juga tak mau membuka suara.

“Yaa kalian ini kenapa ? daritadi ku perhatikan kalian belum berbicara sama sekali ?”
Jimi dan Lay kompak tidak menggubris Karin

“Apa yang terjadi diantara kalian ? apa kalian berpacaran ?”

“ANI !” sahut mereka kompak juga

“Ah kalian begitu mencurigakan !”

            Bagaimana cara memberitahu Karin, kalau kemarin Lay mencium ku ? tapi entah itu disebut ciuman pertama atau bukan .

“Lay ? apa yang terjadi ?”

“Tidak ada !”

“Jimi ?”

“Tidak, ayo kita makan !”

“Daritadi aku sedang makan ! kalian saja yang belum memakan kotak bekal kalian !”

“Han Ji MI !” panggil seseorang dari luar kelas, membuat Jimi , Lay dan Karin yang sedang makan [un langsung menoleh

“OH SEHUN ??” kaget Jimi

“Kau mau apa kesini ?!!” tanya Karin sinis

“Tenang Karin !” redam Jimi

“Ada apa ?” tanya Jimi halus

“Kenapa kau bertanya halus kepada pria ini ? bukankah kau sudah tidak menyukainya ??”
“Ada apa Sehun ?” tanya Jimi tak menggubris Karin

“Hari ini aku akan bermain basket , kau mau kan menonton ku ?” pinta Sehun sangat

“MWO ???” kaget Jimi dan Karin, berikut anak-anak yang ada dikelas, bahkan anak-anak yang diluar kelas ikut terkejut melihat Oh Sehun datang ke kelas Jimi, bertemu denganya dan memintanya untuk menonton pertandingan basketnya.

Tanpa ekspresi Jimi pun mengangguk tak percaya

“Baiklah sampai bertemu nanti !”

“NE !”

“HAN JI MIIIIII !” teriak Karin kesal

“Karinah kenapa kau harus berteriak ?”

“Kenapa pria itu bisa tiba-tiba baik kepada mu ? kalian melakukan apa ?”

“Aku ? kami tidak apa-apa  !”

“Beberapa hari yang lalu kalian bermusuhan, dan dalam waktu yang singkat kalian bisa berdamai bahkan sedekat ini ?”

Setelah makan , Jimi mengajak Karin ketempat yang sepi dan mulai bercerita.

Melihat reaksi Karin yang berlebihan, Jimi pun menceritakan kepadanya tentang perdamaian yang telah dilakukannya bersama Oh Sehun yang telah berlangsung bebarapa minggu terakhir, ia pun menceritakan juga tentang Lay yang menciumnya. Karin benar-benar terkejut se terkejut-kejutnya.

“Bagaimana mungkin Han Ji Mi si gadis gemuk yang terpuruk menjadi, gadis yang diperbutkan oleh 2 orang pria tampan !”

“Aku juga berpikir seperti itu, aku takut mereka mempermainkan aku !”

“Katakan tidak pada Sehun dan Yes pada Lay !”

“Entahlah , aku tidak tahu !”

“Sebenarnya dibagian mana tepatnya Lay mencium mu !”

“Tepi bibirku dan sebagian pipi ku , jadi itu ciuman apa ?”

“Disebut bibir engga, ga disebut bibir kena bibir , nahlo dasar bibir bibir !”

Jimi pun berubah menjadi putri yang diperebutkan 2 pria tampan. Hari demi hari ia pun semakin galau .

“Kau akan menontonya ?”

“Entahlah , disana kan ada Lay !”

“Kalau begitu kau harus datang ! aku penasaran apa yang akan terjadi !”

“Kau ini !”

“Ayo cepat !”

Karin dan Jimi pun pergi kelapang basket, pertandingan basket sudah berlangsung beberapa menit yang lalu, ia pun segera mencari tempat duduk disana

Dengan cepat ia bisa menemukan sosok Sehun yang kini sedang melambaikan tanganya. Sejujurnya semua siswa disekolah dibuat bingung dnegan kelakuan Sehun yang tiba-tiba menjadi dekat dengan Jimi.

“Itu Lay !” teriak Karin

“Lay semangat ! ayo Jimi ikut berteriak dengan ku !”

Jimi sesungguhnya bukan tak mau, tapi masih malu, ia cukup memberikan senyuman ke arah Lay yang dibalas senyuman kembali. Tanpa disadari Sehun menatap mereka kesal.

Pertandingan berjalan begitu sengit, skor 136 137, membuat tim rumah yaitu sekolah Jimi sedikit perlu mengencangkan pertahanan. Tapi pertadingan ini tak ayalnya pertandingan antara Sehun dan Lay, mereka tampak berlomba-lomba memasukan bola terbanyak kearah ring lawan .

“Aku yang merasa saja, atau memang Sehun dan Lay saling berkompetisi ??!”

“Aku juga merasa ! mereka kenapa Karin ?”

Karin menunjuk kearah Jimi

“Bagaimana rasanya diperebutkan oleh sahabat terbaik dan pujaan hati ?”

“Kau ini, mereka hanya bermain-main tidak bersungguh-sungguh !”

“Kau masih merendah saja !! jelas-jelas mereka memperebutkan mu !”

Jimi masih tidak yakin, ia merasa wanita gendut seperti dia sangat tidak mungkin diperebutkan oleh 2 pria tampan, walau hanya mimpi itu sungguh keterlaluan.

“Apa kalian merasa Sehun sunbae dan Lay sunbe seperti bertarung satu sama lain?? mereka bukanya saling memberi bola, malah merebut bola ??”

“Iya iya kau benar !”

“Daritadi mereka seperti itu !”

Dan ternyata bukan hanya Jimi dan Karin saja yang merasakanya, orang-orang pun mulai mencium keanehanya.

“Yeahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh !” sorak Karin dan Jimi melihat skor akhir sekolahnya menang. Jimi pun reflek keluar dari bangku penonton dan segera menghampiri Lay, pria itu pun sepertinya sudah menunggu Jimi, ia berjalan mendekatinya

“Selamat Lay !” peluk Jimi lupa akan kecanggungan diantara mereka

“Ne, gomawo !”

Lay dan Jimi pun terlibat didalam perbincangan lagi, sementara itu Sehun menatap mereka dengan teramat kesal dan cemburu.

“Sehun menatap mu , sepertinya ia cemburu !” bisik Karin

Jimi pun sedikit mencuri pandang kearah Sehun, ia melihat Sehun sedang meminum botol airnya tapi dengan tatapan tajam kearah Jimi dan Lay. Tapi ia tidak mungkin kembali kepada Sehun mengingat Lay sepertinya mulai menyukainya, hatinya kembali bimbang menerima perlakuan baik Sehun atau perhatian Lay yang selama ini selalu ada untuknya dimasa-masa sulitnya.

“Kajja !” ajak Lay sambil mengalungkan tanganya keleher Jimi

“Ah NE !” ucap Jimi tak bisa berkutik

Jimi pun kembali kesekolah bersama Karin dan Lay yang masih enggan melepaskan tanganya.

“Han Ji MI !” panggil seseorang yang membuat semua orang yang ada disana menatapnya

“Eoh ?”

“Aku menyukai mu Han Ji MI, jadilah pacar ku !!!” pinta seorang anak laki-laki ditengah lapang menghadap ke seorang gadis yang masih ternganga tak percaya,

“MWO ??” ucap gadis itu polos sambil melepaskan tangan Lay dari pundaknya

Semua mata kini terus memandangi mereka ber-2 semua MATA !! #dipertegas bahkan siswa yang sedang ada dilantai 2 pun membuka lebar jendelanya dan menatap mereka ber-2 penuh rasa ingin tahu.

“Keundae wae ? kau harus jawab itu dulu , baru aku bisa memikiran jawaban apa yang akan ku berikan pada mu !”

“Ne ??”intonasi pria itu bingung

“Kupikir kau menyukai ku ??”
“Ne, itu benar aku menyukai mu, tapi aku ingin tahu kenapa kau bisa menyukai ku ?”

Anak laki-laki itu masih diam tak bergeming

“Ini tidak mungkin, aku sendiri sadar aku tidak pantas menyukai mu, aku tidak cantik, aku tidak pintar, tubuh ku tidak seksi, tidak ada yang istimewa dalam diri ku, aku ini hanya wanita bulat dengan 2 buah telur menggantung dipipi ku, teman-teman laki-laki dikelas ku bahkan tak mau mendekati ku, tapi kau, kau yang aku kagumi membalas rasa suka ku ! apakah itu wajar ?”

Suasana menjadi hening, angin pun turut mendengarkan, semua siswa yang ada dilapang maupun dikelas, sejenak membisu khidmat mendengarkan ungkapan wanita tambun itu.

“Aku tidak mengerti apa tujuan mu mengatakan hal itu padaku, aku tulus mengagumi , aku pun senang walau hanya mengagumi dari jauh itu sudah cukup bagiku, kau mengatakan kau menyukaiku ?? sebelum orang lain aku sendiri tidak akan percaya, maaf kan aku !

Tutup gadis itu seraya meninggalkan pria itu berdiri sendiri ditengah lapang, sorotan mata kini terus mengarah ke gadis yang mulai meninggalkan lapang.

“Kau tahu apa tentang pantas dan tidak pantas ? kau tahu apa tentang hati ku ? kau tahu apa tentang orang lain ? JAWAB AKU HAN JI MIII !!” teriak pria itu.

Gadis yang dipanggil Han Ji Mi itu pun terhenti langkahnya dan membelakangi pria yang meneriakinya.

“Apa kau masih tidak mengerti ?” ucap Han Ji Mi membuka suara

“Aku tidak pantas dengan mu, orang-orang akan tetap merasa aneh kalau melihat kita bisa bersanding, tubuh ku ini bulat sedangkan wanita-wanita yang mengelilingi mu itu jenjang !”

“Tunggu ……!”

Pria itu segera mengejar Han Ji Mi yang membelakanginya, ia segera meraih pundaknya dan mata Lay kini yang terbelalak, bukan Lay saja sebenarnya, SEMUA MATA yang ada disana, semua siswa satu sekolah menatap Oh Sehun dan Han Ji Mi sekarang.

“Oh Sehun ?”

“Apa kau masih meragu ?”

Semua roang yang ada disana tak percaya, melihat orang tertampan disekolah ini berani mencium HAN JI Mi ditempat umum seperti ini. Lay terbakar ia tersulut api amarah.

“Aku bersungguh-sungguh memintamu menjadi kekasih ku !”

Gerombolan Sehun yang ada disitu tak percaya teman mereka berani melakukan hal itu.

“Keundae….. !” kata-kata Jimi menggantung

“HAN JI MIIII~ !” sahut pria lainya setengah berteriak

“Didepan dia!! didepan seluruh anak-anak, aku juga memintamu menjadi PACAR KU !!!”

“MWO ?” ucap Jimi semakin terkejut. Kamera dizoom in zoom out kearah wajah Jimi

Siapa yang akan Jimi pilih ? Lay sahabat dekatnya ? atau Oh Sehun sang pujaan hati abadi ? HAN JI MI GALAU PERMIRSAH , silahkan dipilih dipilih dipilih #alaalatukangdagang

Mau The End atau lanjut ??

Tapi keren yah kalau tamat disini jadinya ngegantung gimana gitu. Oyah kalau mau lanjut, minta saran dong Jimi cocoknya sama siapa ?? Sehun atau Lay berserta alasan yaa udah kaya gitu kirim ke pos-pos terdekat jangan sampai ketinggalan loh, hadiah terbatas #iniapasih??.

MINTA RCLNYA QHAQHA ((:

Iklan

48 pemikiran pada “Love is Able (Chapter 2)

  1. lanjuuttt thooooorrrrrrrr!!!!

    ceritanya keren, feelnya dapet, bikin deg deg-an >,<

    kalo menurutku sih diawal sama sehun aja thor, tapi gak lama kemudian dia sadar kalo cintanya tuh lay, akhirnya kembali deh ke pelukan lay \(^o^)/

    pokoknya lanjut thoor, ditunggu!!!

  2. ji mi kuruskan badanmu! dan buat 2 namja itu makin tergila gila padamu! huahahaha #stres, err sama siapa ya? aaa aku bingung >< sehun ganteng, lay manis, ji mi endut #eh. err sama lay ajadeh thor trs sehunnya sama aku aja huahahaha *dirajam exotic u,u*

  3. thoorr, kenapa musti fin? Lanjutttt thor plisss. Ini seru bangeeettt. Tapi nanti jimi jadiannya sama lay aja ya, kalo sehun sama karinanya 😀 fighting ya thor!

  4. Author ini udh ada chapter lanjutannya belum? Aku reader baru thor, kerenn banget thor, penasaraannn, kalau udah ada lanjutannya please kasih tau ya thor *puppy eyes gagal*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s