Apado, Oolryeodo, Saranghae (Chapter 1)

Title (*)                      : 아파도, 울려도, 사랑해 (Apado, Oolryeodo, Saranghae) [Chapter 1]

 

Author (*)                    : Sung Tae Jin

 

 

Main Cast(*)               :

  • Oh Hyunkyung (OCs)
  • Kim Joonmyeon ‘Suho’ (EXO-K)
  • Kim Jong In ‘Kai’ (EXO-K)

 

Support Cast                :

  • Wu Yi Fan ‘Kris’ (EXO-M)
  • The others

 

 

Length(*)                     : Twoshot

 

 

Genre(*)                      : Songfic, Romance, AU (School), Angst, Friendship

 

 

Rating(*)                     : PG

 

Inspirated Song           : SHINee – Quasimodo

 

Summary                     : Apakah aku serakah? Mencintai dua orang sekaligus, yang tidak sama sekali mencintaiku. Tapi aku tak pernah menyesal. Setidaknya mereka tak perlu tahu bagaimana perasaanku.. Karena, walaupun itu sakit, walaupun mereka membuatku menangis, aku mencintai mereka..

 

Ini ff udh author post di fb, di blog pribadi jg.. jd klo ktemu ff sma kyak gini jg, tolong liatin nama authornya ya^^

Jgn lupa, author seneng RCL kalian, tp lbih sneng lg klo d komen^^

Y udh deh, lngsung cekidot aj..

Happy reading^^

~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~

 

Hyunkyung’s POV

 

Apa aku harus memperkenalkan diri? Kukira begitu. Annyeong, aku Hyunkyung, Oh Hyunkyung. Hidupku tak begitu indah. Hanya beruntung bersekolah di sekolah yang mempunyai ketenaran yang lebih.

Aku bukanlah anak yang pintar. Aku bukanlah anak dari kalangan ‘royal family’ ataupun yang lainnya. Namun satu hal yang bisa kubanggakan, aku bisa bernyanyi dan menulis. Menulis apapun. Lagu, cerita, puisi, pantun, dan banyak lagi. Aku sering mempublikasikan laguku, ceritaku, pendapatku, puisi, dan semua hal di dalam blog sederhana.

Aku tak pernah menyebutkan nama asliku disana. Yang mereka tahu adalah, aku seorang yeoja. Cukup tentang diriku. Tapi, kisah ini ‘kan bercerita tentang diriku?

 

Hyunkyung’s POV End

 

****************************

 

Satu ruangan yang begitu ribut dengan kertas yang berlemparan. Satu yeoja yang memilih untuk membuka tas gitarnya dan memasang headset lalu membuat lagu dari petikan demi petikan jari panjangnya. Baginya, dunia dengan berbagai keributan disana – sini dan terbangnya gumpalan – gumpalan putih itu bukan dunianya. Beberapa banguk tak tersusun rapi karena banyak yang diduduki mejanya. Lantai begitu kotor mengingat tak dipungutinya kertas yang mereka layangkan untuk menyerang ‘musuh’ di depannya.

 

Ditempat lain, seorang namja yang menggendong tas ransel berwarna biru tua di belakang punggungnya itu berjalan bersama namja paruh baya sambil berbicara formal. Namja yang menggendong tas itu hanya mengangguk – angguk dan sesekali menguap tanda bosan.

“ Ini kelasmu, memang cukup ribut, tapi.. Mungkin bisalah kau beradaptasi dengan mereka. “ Ujar namja paruh baya itu kemudian masuk ke ruangan yang tiba – tiba diam dan rapi itu.

 

“ Kalian mendapat chingu baru hari ini. Kai, masuk, nak. “ Ujar namja itu yang diketahui sebagai songsaenim mereka. Anak namja itu masuk perlahan dengan melihat kesekeliling dahulu. “ Annyeong haseyo, Kim Jong In imnida. karena aku lama di Jepang, aku terbiasa di panggil Kai. Jadi, kumohon untuk memanggilku Kai. “ Ucap namja bernama Kai itu pelan. sekilas dirinya mirip dengan yeoja yang sedang berkenalan. Namun wajah tampannya tak menunjukkan namja ini adalah namja yeoppo.

“ Kau bisa duduk di sebelah sana. “ Telunjuk songsaenim menuju ke bangku kosong di ujung belakang kanan ruangan kelas yang lumayan luas itu. disana ada 3 bangku. Dimana terdapat yeoja yang memilih duduk ditengah dan namja yang memilih duduk di samping jendela tepatnya di sebelah kanan dari pandangan Kai sekarang. Kai hanya membungkuk memberi salam yang dibalas hal yang sama tanpa sebuah kata – kata maupun senyuman. Hanya bungkukkan pelan. Kai memandang heran pada yeoja itu. ‘Apakah aku kurang tampan? Mengapa ia tak menanyaiku sesuatu?’ Pikir Kai. Ia mengangkat kedua bahunya pelan dan mengeluarkan buku – buku tebal.

 

Suho’s POV

 

Aish! Anak yang satu ini! Kenapa ia ada disini?! Ini menjadi bencana bagiku! Bisa – bisa aku teralihkan ketampanannya karena dia! Ottokae?! Apakah aku tampan hari ini? Apakah aku rapih hari ini? aku panik setengah mati. Hyunkyung yang ada di sebelahku bahkan heran melihat tingkahku yang seperti ini. Ia mengerutkan keningnya. Tak jauh beda dengan Kai yang sibuk menulis.

“ Kau masih terlihat tampan, Suho.. “ Kata Hyunkyung tiba – tiba. “ Hehehe.. N.. Ne. A.. A.. Aku bukan mempermasalahkan itu.. “ Responku. Hyunkyung hanya menggeleng dan melanjutkan kesibukannya membuat lagu.

 

Aku belum memperkenalkan diriku ya? Aku Kim Joon Myeon. Memang cukup geli memanggil namaku seperti itu. aku memanggil diriku sendiri Suho. Begitupun dengan orang – orang. Aku dari keluarga yang bisa di bilang sederhana. Aku mencintai musik layaknya Hyunkyung mencintai musik. Aku pernah mendengar tentang blog yang berisi tentang tulisan – tulisan dari seorang penulis dunia maya yang sudah sangat terkenal, Namja Writers Woman. Aku bingung siapa dan apa gendernya. Aku terus mencari namun tak kudapatkan sesuatu darinya. Hanya tulisan – tulisan yang puitis. Cukup dengan semua perkenalan tidak penting ini.

 

Suho’s POV End

 

Kelas kembali ribut setelah Lee songsaenim keluar dari ruangan. Kai mengeluarkan buku yang lumayan tebal yang ternyata isinya adalah tulisan tangannya. Tulisan itu tulisan inggris bersambung tanpa garis batas. Hyunkyung yang melihat tulisan itu menurunkan kaki yang berrada di meja untuk menjadi tumpuan bagi gitarnya itu melirik sejenak.

“ Itu apa? “ Tanya Hyunkyung. “ Ini? Anni. ini hanya novel kecil yang kubuat selama aku berada di Jepang. “ Jawab Kai sambil menunjuk tumpukan buku yang sangat tebal itu menggunakan penanya. “ Boleh aku membacanya? “ Pinta Hyunkyung. Kai terdiam sebentar setelah sesudahnya ia mengangguk pelan. “ Aku Hyunkyung, Oh Hyunkyung. “ Kata Hyunkyung sambil mengambil acak tumpukan buku. “ Ne… Senang berkenalan denganmu. “ Balas Kai tanpa mengalihkan perhatiannya pada buku yang dicoretnya. Hyunkyung tersenyum lalu menaikkan kembali kakinya ke atas meja kemudian membaca lembar demi lembar buku yang berwarna hitam itu. Hyunkyung membesarkan volume pada ipodnya lalu mulai terjun ke dunia coretan yang ada di depannya itu. Sementara Suho masih bingung apa yang akan dia lakukan jika dirinya kalah tampan oleh Kai.

 

***********************************

 

Sudah sebulan anak yang bernama Kai itu bersekolah disini. Karena ketertarikan mereka tentang seni dan tulis menulis, Suho bisa bernapas lega karena ternyata ia hanya bisa dekat dengan Hyunkyung, bukan dengan yang lain. Kai memang easy going, namun terkesan malas melakukan ini itu bersama orang yang tak berada di sekitarnya. Sangat berbeda jauh dengan Suho yang selalu berkumpul bersama hampir semua namja di sekolah. Hubungan mereka tidak begitu berjalan sempurna sebagai teman sebangku. Kai dan Hyunkyung memang bisa, namun tidak dengan Suho yang bosan terhadap obrolan tentang seni. Namun sebelum Hyunkyung kenal dengan Kai, Hyunkyung lebih dekat dengan Suho. Namun sekarang karena Suho yang sepertinya tak mau dirinya tersisih dari anak baru, dirinya lebih sering keluar daripada menunggu dikelas, menunggu dan mendengar dua insan bercerita yang belum tentu akan mendengarkannya.

 

“ Hyunkyung-ah! “ Teriak Suho pada akhirnya setelah sekitar seminggu ini tak saling tegur sapa sama sekali. “ Wae? “ Tanya Hyunkyung yang berjalan bersama Kai. “ Aku tunggu di gerbang depan. “ Ujar Kai sambil berjalan ke depan. “ Tugas bahasa inggris itu.. “ “ Kau bisa ke rumahku nanti jam 3. “ Potong Hyunkyung sinis lalu pergi. Suho hanya mengangkat bahunya lalu ikut pergi.

 

Hyunkyung’s POV

 

Aku menjawabnya sinis lalu pergi. Aku marah padanya karena dia tak menegurku selama seminggu. Pesanku tak juga dibalasnya, apalagi bila aku menelponnya. Aku memang mendengarnya memiliki yeoja chingu, namun apakah begitu kelakuannya jika ia memiliki yeojachingu? Ne, bila kalian bertanya padaku, aku memang mencintainya. Bahkan sejak kelas IX semester 2. Bayangkan saja, sudah 1 setengah tahun aku mencintainya. Aku bersyukur sampai detik ini ia bahkan orang lain tak pernah tahu itu. Aku tahu dia pasti marah karena aku lebih memilih Kai daripada dia, karena aku mempunyai alasan tertentu. Aku juga selama ini tak pernah ia beri kesempatan untuk berbicara dengannya! Jelas – jelas aku marah padanya. Ya, bila kalian berpikir bahwa aku akan memberi rasa yang sama, aku memang ingin membalas dendam. Tapi itu hal yang wajar ‘kan? Lagipula sepertinya memang ia tak peduli.

 

Aku berjalan dengan temperamenku yang terus menanjak. Aku menarik Kai pergi secepatnya. Aku tahu Kai bertanya apa yang terjadi sedari tadi di belakangku, namun aku terus saja berjalan dan tidak memperdulikannya.

“ Kau berhenti atau aku yang pergi? “ Ancam Kai kemudian. Aku tak bisa berbuat apa – apa. Aku berhenti dan melepaskannya lalu berbalik menghadap padanya. “ Wae? “ Tanya Kai berbalik memegang tanganku. Aku tak bisa menjawabnya. Seperti ada yang tercekat di dalam tenggorokanku.

“ Geurrae, bila kau tak mau bercerita, setidaknya turuti aku sekarang. “ Kai bergantian menarikku. Aku hanya diam mengikutinya. Ia membuat setidaknya jantungku yang lebih cepat berdetak dari biasanya. Aku tak bisa membantah dirinya. Hanya mengikutinya sampai kesebuah kafe kecil. Ia menaruhku, terduduk di salah satu meja di luar tepatnya di lantai atas dimana semua orang yang berjalan terlihat dengan jelas. Ia ,meninggalkanku di meja sendirian. Bagaimana ini?! Kenapa jantungku berdetak seperti ini? Ada apa denganku?!

“ Ini. minum dan tenang. Arra? “ Pinta Kai sambil memberiku segelas kopi hangat. Aku hanya mengangguk dan melaksanakan apa yang harusnya kukerjakan sekarang.

“ Aku.. Sebenarnya aku dan Suho sedang marahan. “

“ Wae? Kalian pacaran? “

“ Anni! kami sangat dekat, dimulai dari perkenalan orang tua kami, sampai sekarang. Namun dia berubah semenjak ia sakit hati karena yeojachingunya memutuskannya untuk orang lain yang tak lain adalah teman seperjuangannya sendiri. Ia jarang menyapaku. Bahkan sudah seminggu ini kami tak bertegur sapa. Padahal kau tahu kita sebangku, bukan? Ia baru menegurku saat dirinya memerlukanku.. “

“ Seperti itukah? Apakah itu disebabkan olehku? “

“ Anni.. Dia bukan orang yang penutup. Bila ia tidak suka, dia akan bilang sejujur – jujurnya padamu. Lagipula, kejadian ini sudah begitu lama. Semenjak masuk ke SMA, dia menjadi menganggapku sebagai angin yang setiap hari melewatinya saja tanpa terlihat.“

“ Setiap orang pasti berubah, Kyungie.. Namun menurutku, dia sedikit keterlaluan. Kau sudah pernah berbicara langsung soal sifatnya? “

“ Belum. Atau lebih tepatnya tak berani. Aku tak mau canggung nantinya. “

“ Percaya padaku, dia akan mengoreksi dirinya sendiri. “

Kenapa aku bisa memulainya? Kenapa aku percaya padanya? Tapi, kata – katanya membuatku lebih tenang. Mungkin dia benar, tapi Suho bukan orang yang sadar diri. Dia terkesan tak peduli. Bagaimana bila itu tak berhasil malah yang menjadi dugaanku benar? Suara ponselku membuyarkan semua pikiranku. Aku melihat ponselku dan ternyata Suho menelponku.

“ Aku akan segera kesana. “ Tutupku kemudian. Kali ini aku meminta Kai untuk ikut denganku. Aku tak mau hanya berdua dengannya dengan kecanggungan seperti ini. untunglah Kai mau. Bila tidak, apa yang akan kulakukan nanti?! Kami meninggalkan kafe lalu kemudian pergi ke rumahku.

 

Hyunkyung’s POV End

 

Suho menunggu di ambang pintu rumah Hyunkyung. Kebetulan orang tua Hyunkyung tidak ada dirumah, jadi ia menunggu seperti orang bodoh yang menunggu rumah terbuka padahal tak ada isi. Suho memutuskan untuk menelpon Hyunkyung. Balasannya tak mengenakkan. Berbicara lalu ditutup. Lagi – lagi Suho hanya mengangkat bahunya tanpa menyadari sebenarnya yang terjadi. Hyunkyung datang dengan cepat, namun kabar terburuk bagi adalah dia mengajak Kai. Suho menekukkan wajahnya ketika mereka berdua datang.

“ Mian membuatmu menunggu lama. Kenapa kau tidak masuk saja? Kuncinya ada di tempat biasa. “ Ujar Hyunkyung tanpa bertatap muka dengan Suho. “ Kukira kuncinya kau bawa. “ Timpal Suho kemudian lalu mengambil kuncinya dan masuk. “ Mana tugasnya, ah.. Ini dia. Kalian tunggu dsini. Aku akan mengambil minum. “ Kata Hyunkyung sambil berlari ke dapur. Ruang tengah serasa seperti perpustakaan yang sangat sepi. Keduanya saling menatap tak senang, namun disaat yang bersamaan mereka terus saja membungkuk canggung. Tak begitu lama, Hyunkyung datang membawa meniman ringan yang dingin beserta makanan. Suho mengambil terlebih dahulu minuman itu. Hyunkyung hanya tersenyum melihat tingkah sahabatnya itu.

“ Mulai dari mana? “ Tanya Kai memecahkan suasana canggung antara Hyunkyung dan Suho. Hyunkyung lebih memilih lebih dekat dengan Kai ketimbang Suho. Tak ada jawaban. Hanya pergeseran Hyunkyung yang lebih mendekat pada Kai sementara Suho yang terus menekuk wajahnya. “ Aku ke belakang dulu, ne? Dimana toiletnya? “ Tanya Kai. Hyunkyung menunjuk dekat dapur. Kai meninggalkan 2 insan yang sangat canggung di ruang tengah.

 

Suho’s POV

 

Mengapa anak itu meninggalkan kami sendiri?! Ayolah Kai.. Kau mengenalku lebih jauh daripada Hyunkyung mengenalku. Kau tahu sejak kapan kita bersahabat.. Tapi kenapa kau mengkhianatiku seperti ini, Kai? Aish.. Aku hanya membungkuk canggung di depannya. Aku tak tahu harus berbuat apa. Sudah lama semenjak SMA, kami jarang bertegur sapa. Aku menyapanya jika memang ada hal penting saja. Seperti tadi siang sepulang sekolah. tapi sepertinya ia marah padaku karenaaku tak pernah memulai percakapan. Namun aku bukan orang yang bisa berbicara dengan lancar dan benar. Ada – ada, malah nanti ia tambah tersakiti hatinya karena aku.

 

Suho’s POV End

 

Hyunkyung’ POV

 

Mengapa ia tak berbicara? Haruskah aku yang memulai semuanya? Apakah itu harus aku? Tapi mau disimpan di tas mukaku bila nanti aku memulia duluan? Kai jahat! Kenapa dia meninggalkan kami berdua?!

“ Suho-ah.. Kau tidak terlihat akhir – akhir ini.. Wae? Padahal kita satu bangku tapi kau jarang untuk menrgurku.. “

“ Anni. aku sibuk akhir – akhir ini. “

Sibuk?! Kau bilang sibuk?! Memang aku tak ahu apa saja yang kau lakukan?! Kau hanya berkumpul bersama chingu – chingumu itu. Apanya yang sibuk?!

“ Ahh.. Sibuk ya? Lalu perkumpulanmu dengan banyak namja, apa itu ya? “

“ Hm? Anni.. Hanya saja, berkumpul untuk masalah namja. “

“ Begitu ya? Sesibuk itukah dengan namja – namja itu sampai – sampai 2 tahun kau jarang menegurku? “

“ Hah? Apa maksudmu? “

“ Kau belum mengerti juga ya? Bukankah sudah 2 tahun kau tak lagi dekat denganku? Kau tahu bagaimana tersiksanya aku? Kau tahu ‘kan aku bukan orang yang mudah bergaul? Apakah kau tahu bagaimana aku melewati 2 tahun itu? 2 tahun hanya kujalani sendiri dengan bertemankan gitar dan lagu! “ Aku tak bisa menahan amarahku yang sedari tadi kutahan. “ Ada apa sebenarnya? “ Tanya Suho bingung. Dasar namja bodoh! “ Namja babo! Aku membencimu! “ Aku pergi. Entah harus pergi kemana. Kurang dramatis memang. Seharusnya aku berada di tempat lain supaya aku bisa berjalan pulang ke rumah dan menangis. Namun karena keadaannya berbeda, aku keluar rumahku sendiri meninggaljan 2 namja entah kemana. Dan kalian tahu apa yang membuat keadaan ini lebih menjadi seperti sebuah drama? Gemuruh datang dan sukses membuat airmataku yang menggenang di kelopak mata meluber dan mengalir menjadi sungai kecil di pipi. Hujan langsung datang dengan cepat dan deras. Seperti layaknya paduan suara, hujan dan juga gemuruh saling bersahutan dan saling mengisi satu sama lain. Aku otomatis basah kuyup disana. Teurs berjalan entah kemana. Setiap ada tikungan aku selalu berbelok. Aku bahkan tak tahu sekarang ada dimana.

 

Hyunkyung’s POV End

 

Hyunkyung pergi. Mungkin inilah batas kesabarannya. Ia menahan semuanya selama 2 tahun. Suho hanya menggelengkan kepala tak peduli. Kai yang sedari tadi melihat di belakang, menggeleng sebentar ke arah Suho lalu berlari menyusul Hyunkyung.

“ Hyunkyung-ah! Eoddieya?! “ Teriak Kai yang rambutnya sudah menutupi matanya. Ia mencoba menelpon Hyunkyung. Namun yang ada hanyalah suara yeoja operator. Kesal, Kai kembali berlari mencari Hyunkyung.

 

Di tempat lain, Hyunkyung masih saja berjalan di tengah kota yang ramai. Semua orang memperhatikan Hyunkyung dari atas ke bawah. Namun dirinya sama sekali tak menghiraukannya. Yang ia tahu sekarang adalah, bahwa dirinya telah disakiti untuk yang kesekian kalinya oleh orang yang dicintainya.

“ Kau mau sakit, babp? “ Tanya seorang namja yang tiba – tiba memayungi Hyunkyung. Hyunkyung menengadah karena tingginya yang jauh dibandingkan dirinya. Alis yang tebal, rahang bawah yang maju, sepertinya orang itu jarang tersenyum.

“ Oppa.. “ Lirih Hyunkyung sambil memeluk namja tinggi itu. “ Wae? Ada apa lagi kau? “ Tanya Kris sambil membantu Hyunkyung berjalan. “ Suho, oppa.. Suho.. “ Hyunkyung menarik baju namja itu layaknya anak kecil yang menarik baju ibunya yang ingin dibelikan permen. “ Ada apa lagi dia?! Biar oppa hajar! Tak tahu bila oppanya Hyunkyung, Wu Yi Fan atau Kris yang berkarisma ini akan menjadi apa bila sudah marah?! “ Bentak namja yang manamai dirinya Kris itu namun dengan aksen yang tenang namun marah. Hyunkyung memukul dada Kris. “ Oppa, kau sunbaeku. “ Kata Hyunkyung.

“ Kyungie.. Hh.. Hh.. “ Kai langsung menagkap tangan Hyunkyung ketika melihat Hyunkyung bersama oppanya. “ Kai.. Kau basah! Kau mau sakit? Nanti siapa lagi yang menjagaku? “ Panik Hyunkyung kemudian berdiri dan mendudukkan Kai di bangku halte yang penuh. “ Ya! Aku mencarimu, kau tahu?! Kau malah disini bersama Kris hyung. “ Ujar Kai yang menggigil sambil menyenggol Kris.

 

Hyunkyung’s POV

 

Aigo! Ada apa denganku? Kenapa pandanganku tak bisa lepas darinya? Apakah mungkin aku mencintainya? Tapi aku masih sangat mencintai Suho. Sangat malah. Tapi, kenapa aku bisa seperti ini sekarang? Aish!

“ Geurrae.. Karena sudah ada penggantiku, aku pergi dulu, ne? Aku harus pergi ke sekolah karena buku musikku tertinggal. Jaga dia, arra?! “ Tanya Kris oppa kemudian naik ke bis.

“ Jadi, mau pulang? “

“ Masih ada Suho? “

“ Molla. Tapi akan kuusir secepatnya bila kau ingin. “

“ Kuharap ia tak ada. “ Ucapku lalu menaiki bis selanjutnya pergi ke rumah.

 

Di rumah, sepertinya Suho sudah tak ada. Syukurlah bila memang begitu. Sesaat kemudian aku masuk dan Kai yang mengambil alih semuanya. Dari mulai mengantarkanku ke kamar, memasak cokelat panas, menyalakan penghangat ruangan, sampai mengerjakan Prku. Kekeke~ Bila yang itu aku sangat senang. Aku duduk di ruang tengah sambil menonton bersamanya. Memakan kue – kue buatan eomma dan menyeruput cokelat panas buatan Kai. Aigo.. Sepertinya aku memang benar – benar sudah mencintainya. Namun bagaimana dengan Suho? Apakah aku mencintai orang yang sama dalam satu kurun waktu? Anniyo! Aku tak boleh mencintai 2 orang sekaligus. Bisa – bisa aku dibilang serakah nanti.. Tapi, siapa memang yang mengetahuinya? No body, right? Tapi apa kata Tuhan nanti? Mencintai 2 orang? Aish!

“ Kau tahu, kau seperti ini seperti landak yang ketakutan. “ Suara Kai sukses membuat semua pikiranku bertebaran. “ Mwo? Landak? “ Tanyaku. “ Ne. Kau menekukkan kakimu menyentuh tubuhmu, lalu menenggelamkan kepalamu diantara kedua kakimu sambil menyeruput cokelat panas. “ Ujarnya sambil tertawa. Aku menggembungkan pipiku yang di balas dengan cubitan. Sore itu sepertinya sangat damai. Appa dan eomma memang bilang padaku mereka akan pergi beberapa hari. Tinggallah aku sendiri disini. Oops, bukan sendiri, melainkan bersama Kai. Aigo, kambuh lagi sakit jantungku saat aku mendapatkan dirinya sedang menatapku. Jangan menatapku seperti itu Kai!! Aku bisa mati jika kau menatapku dalam seperti itu!!

 

Hyunkyung’s POV End

 

Hyunkyung terdiam dan perlahan mengalihkan pandangannya pada Kai yang terus memperhatikannya, namun mata Kai terus saja melihat Hyunkyung dengan dalam. Kai mendekatkan wajahnya pada Hyunkyung. Hyunkyung terdiam seperti ada yang menahan kepalanya untuk beralih. Kai semakin dekat. Hyunkyung semakin mematung disana. Seperti dugaan, Kai berhasil menjadikan bibirnya dan bibir Hyunkyung menjadi satu. Hyunkyung terkejut bukan kepalang. Ternyata namja yang dicintainya menciumnya tanpa alasan atau aksen terlebih dahulu. Hyunkyung dan Kai larut dalam kesunyian. Mereka mulai menikmati mereka yang seperti itu. Selang beberapa menit, Kai sudah melepaskan bibirnya, membiarkan mereka berdua bernapas. Hyunkyung langsung menunduk. Semburat merah mewarna pipinya. Kai menggenggam tangan Hyunkyung lalu menyandarkan kepala Hyunkyung pada bahunya. Dalam sesaat, Hyunkyung sudah terlelap di bahu Kai. Kai mengelus lembut rambut yang terurai panjang.

“ Saranghae, Oh Hyunkyung. “ Bisiknya kemudian menggendong Hyunkyung ke kamarnya. Ia pergi sebelum sessaat setelah ia menggendong Hyunkyung, ia memasak makan malam untuk Hyunkyung terlebih dahulu. Meninggalkan sepucuk surat di atas makanan yang sudah di masak.

 

Hyunkyung terbangun. Dilihatnya jam sudah waktu makan malam. Ia berjalan ke lantai bawah dan benar saja, ia menemukan ruang tengahnya sudah rapi dan di dapur ada makanan serta surat. Hyunkyung berlari kebawah dan membuka isi surat itu.

 

Kyungie, maaf soal yang tadi. Aku terbawa suasana^^

Aku memasak untukmu. Bila kau tak memakannya, aku akan memusuhimu selamanya.

Aku juga sudah membersihkan ruang tengahmu.

Jaga diri baik – baik di rumah. Bila ada sesuatu, tinggal telepon aku, arra?

 

Hyunkyung tersenyum lalu melihat makanan yang baunya sedari tadi sudah membuat cacing – cacing di perut Hyunkyung protes. Ia membawa semua makanan itu ke ruang tengah dan memakannya ditemani dengan suara televisi dan tawanya yang sedang menonton Gag Concert.

 

*****************************

 

Sekolah terlihat begitu sepi. Mengingat bahkan cahaya lampu pun belum semua dimatikan. Belum ada satu pun orang yang terlihat oleh yeoja mungil berambut hitam ikal ini. Ia memutuskan untuk kembali membuka blog yang sempat ia tinggalkan beberapa hari itu. dan benar saja, semua orang sudahprotes karenanya. Tak ada yang dia publikasikan selama ini. Ia benar – benar lupa. Memang banyak lagu yang sudah ia buat, puisi, maupun cerita – cerita yang romantis, namun ia benar – benar tak memikirkan untuk mengirimnya ke blog. Jadi, utnuk balasannya, Hyunkyung mengirim semua yang sudah ia kerjakan, ke dalam blognya itu dengan tambahan perminta maafannya. Menutup laptopnya, lalu kembali bermain dengan gitarnya.

“ Ini dia yeojachinguku.. “ Kai datang lalu duduk disebelah Hyunkyung. “ Mwo?! “ Hyunkyung terlonjak kaget dengan pernyataan Kai. “ Ne! Kau sudah menjadi yeojachinguku, karena aku sudah menciummu kemarin. “ Ujar Kai yakin. “ Kau yang memulai! “ Bentak Hyunkyung. “ Jadi, maumu apa? Putus? “ Tanya Kai. “ Anni! bukan berarti aku tak mau.. “ Semburat merah dengan cepat memenuhi pipi yeoja mungil itu. Tangan Kai menggenggam tangan Hyunkyung kemudian mencium pipinya yang merah. “ Agar bertambah merah. Kenapa kau datang pagi sekali? Ada masalahkah? “

“ Aish! Aku bosan di rumah.. Biasanya, aku membantu eomma memasak. Tapi, sekarang.. “

“ Kenapa kau tidak menelponku saja? ‘Kan aku sudah bilang, bila perlu sesuatu, kau tinggal telepon saja. “

“ Aku takut kau belum bangun. Lagipula aku kesini supaya lebih cepat aku bisa memakai ruang musik. Yang ternyata di kunci.. “

“ Kekeke.. Sungguh sial dirimu, chagi. Beruntunglah kau memilikiku. “

“ Memang beruntung. Sekaligus aneh! Kau bahkan tak mengatakan saranghae padaku. Juga tak memberi aba – aba apa – apa sama sekali. Kau tak romantis.. “

“ Ya! Akulah namja termanis dan romantis! Tanpa memberi aba – aba itulah aku menembakmu! Dengan memberimu kecupan pertamaku padamu. “

“ Kau belum pernahmencium yeoja? Bila begitu, kita impas! “

“ Wae? “

“ Kau namja pertama yang menciumku. “ Hyunkyung kemudian menyenderkan kepalanya pada bahu Kai. Kai mengelus rambut yang menempel di kepala Hyunkyung dengan pelan dan lembut. Persis seperti yang mereka lakukan di rumah Hyunkyung kemarin saat hujan turun sangat lebat.

 

Tak lama waktu mereka bermesraan, suara namja dengan kawanannya datang. kai dan Hyunkyung segera duduk seperti biasa. Kai yang langsung membuka bukunya menulis sementara Hyunkyung yang mulai memainkan gitarnya kembali. Hyunkyung memalingkan pandangannya pada suara namja yang ternyata itu adalah Suho. Saling diam. Memang itu yang bisa diperbuat oleh kedua insan ini. mereka sekarang amat sangat canggung.

 

Kelas lagi – lagi kosong. Seperti biasa, Suho yang bermain dengan namja diluar sementara Kai dan Hyunkyung, bukan lagi membicarakan ketertarikan mereka melainkan berbicara tentang diri mereka sendiri. Hyunkyung memang benar – benar beruntung kali ini mendapatkan namja yang ia cintai. Tapi cinta pertamanya masih meleat sampai sekarang. Kim Joonmyeon. Namun Suho sama sekali tak memberi respon apapun. Ingin rasanya melupakan Suho dan bahagia bersama Kai. Tapi sayangnya tak bisa.

“ Aku akan memberikan tantangan padamu. “ Ucap Kai kemudian. “ Mwo? “ Tanya Hyunkyung bingung. “ Ne. Aku akan pergi bersama keluargaku, jadi aku pasti tak akan sekolah. Jadi tantangannya adalah, kau jangan menghubungiku dulu sampai 2 hari ke depan. Bila memang kau bisa, aku tak akan berani memutuskanmu. “ Tantang Kai. “ Hmm.. Arrasso. Aku akan melakukakannya. Tapi kau berjanji, setelah kau pulang nanti, kau akan memasakkanku makan malam seperti semalam dan makan bersamamu. “ Pinta Hyunkyung. “ Ne.. Tenang saja. Akan kulakukan itu. “ Ucap Kai.

 

******************************

 

Hyunkyung’s POV

 

Sudah 2 hari ternyata. Aku berhasil.  begitu Walaupun aku tak pernah berbicara dengan orang lain saat Kai tak ada, tapi kali ini aku mendapatkan yang lebih. Aku kesekolah sebisanya sepagi mungkin. Sepi, memang terlihat. Seorang murid datang. Aku tak menghiraukannya karena memang Aku tak mengenalinya.

“ Hyunkyung-ah.. Kau tak datang? “ Tanya murid itu. “ Ne? “ Bingungku. “ Lebih baik kau kerumah Kai. “ Ujar murid itu lalu pergi.

 

Aku memutuskan menitipkan barang – barangku ke penjaga sekolah dan pergi berlari. merasa tak baik, tapi mungkin ini adalah hal baik karena dia baru saja pulang. Dengan napas yang tak teratur, Aku masuk ke dalam rumahnya.

“ Hyunkyung, ini untukmu. “ Eomma Kai memberikan sepucuk surat berwarna biru, warna kesukaanku.

 

Dear, my lovely chagi, Hyunkyung

 

Bagaimana harimu tanpaku? Sungguh membosankan bukan? Kekeke~

Aku tahu aku salah, tapi bisakah kau memaafkanku kali ini?

Kau sudah berhasil melewati tantanganku. Chukae~ =D

SARANGHAE. CHU~

Bisakah kau melakukannya untuk selamanya? Aku memang namja bodoh yang meninggalkan yeojachingu yang yeoppo, nakal, manja, dan baik sepertimu. Tapi, Tuhan sepertinya lebih menyayangiku sehingga dia mengambilku untuk dirawatnya. Aku pergi dulu, jaga diri baik – baik. Usahakan carilah penggantiku. Arra? Aku akan marah bila kau tak mencarinya. Berjanjilah padaku!

 

SEKALI LAGI, SARANGHAE, OH HYUNKYUNG

 

Tanganku bergetar. Mataku memanas. Kakiku tak mampu lagi menopang tubuh mungilku. Aku terjatuh di tempat. Kepalaku berputar. Dan semuanya terasa gelap di mataku. Semuanya, terkecuali satu. Cahaya terang nan indah yang membuatku masih terbangun.

“ Hyunkyung, aku sudah memasakkan makan malam untukmu. Mian tak bisa makan bersamamu. Kuatlah, chagi. Untukku.. “ Suara tak berwujud. Hanya cahaya yang menerangi semua mataku. Lalu gelap seketika.

 

Hyunkyung’s POV End

 

~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~

 

TBC

 

Iklan

33 pemikiran pada “Apado, Oolryeodo, Saranghae (Chapter 1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s