It’s You (Chapter 2)

 

 

IT’S YOU (Chapter 2)

Main Cast                    :           Yuna Chaniago Setyaningsih (OC)

Do Kyung Soo

Park Yeosin

Other Cast                   :           Member EXO lainnya

Kim Jong Il

Lee Taemin

Genre                          :           Frienship, Romance, Kinship

Author                         :           Yofi Rinjani .S.

Note                            :           Mian baru memberitahu… Dalam cerita ini, Kim Jong Il adalah kembaran non-identik Kim Jong In a.k.a Kai. Tapi, di chapter ini Jong Il tidak memberikan nama aslinya pada Yuna. Selanjutnya, dibaca saja, ya!!!

 _____________________________________________

Sedang asyiknya mendengarkan lagu, aku melihat Yeosin kebingungan. Mungkin dia mencariku. Perlahan aku bangkit dari dudukku dan berlari ke arahnya. Sekitar jarak 5 meter, dia mulai melihatku dan tersenyum akan kehadiranku.
“Maaf, tadi aku…” belum selesai aku berbicara, Yeosin sudah menarik tanganku dan membawaku ke tempat teman-temannya.

Kyungsoo’s POV

Aku terus bernyanyi dibawah pohon Sakura. Entah ada yang mendengarku atau tidak. Mudah-mudahan tidak,Karena di sini jauh dari kegaduhan event-event di sekolah. Aku tidak mau ada seorangpun yang mengetahui bahwa aku hobi sekali menyanyi.

Tiba-tiba, aku mendengar suara langkah kaki di dekatku berada. Dengan cepat kuhentikan lagu yang ku senandungkan dan mengintip dari balik pohon Sakura. Tak ada siapapun. Lalu, pandanganku tertuju pada seorang yeoja manis yang sedang berbincang-bincang dengan yeoja lainnya. Namanya Park Yeosin. Wajahnya sangat manis, sampai-sampai dia memiliki banyak fans di sekolah ini. Membicarakan tentangnya, aku jadi ingat pertama kali aku bertemu dengannya.

FLASH BACK

Saat itu, pelajaran pertama di kelasku adalah olahraga. Seluruh siswa kelas 2-3 sudah berada di lapangan. Karena guru olahraga kami sedang sakit, jadi kami bebas melakukan olahraga apapun di lapangan KECUALI renang, lompat tinggi, lompat jauh, lompat indah, dan beberapa olahraga atletik lainnya.

Aku yang tidak melakukan apapun hanya duduk sambil memerhatikan kawan-kawanku bermain sepak bola. Bukan karena aku tidak bisa bermain sepak bola. Hanya saja, aku menjadi pemain cadangan. Tiba-tiba saja ada yang memegang pundakku. Dengan cepat aku melihat ke seseorang yang memegangku itu.

“Jongin-ah!” seruku
“Kyungsoo-ah, mau ikut bermain bola basket? Dari pada kau menunggu ada pemain yang cidera, lebih baik ikut aku.” ajaknya
“Hem…, baiklah, aku ikut.” jawabku sambil berdiri

Kim Jong In, dia sahabatku. Dia sangat terkenal di sekolah ini. Bukan hanya tampan, dia sangat berbakat di non-akademik. Aku mengagumi bakat bermain basketnya yang luar biasa. Dia juga mempunyai banyak penggemar yang aktif memperhatikannya. Sampai-sampai ada majalah khusus yang dibuat oleh salah satu penggemarnya di sekolah. Dan anehnya, guru-guru di sekolah ini tidak menggubris hal itu.

Lanjut ke lapangan. Siapa yang berbain basket? Hanya aku dan Jongin. Entah kenapa banyak teman-teman (terutama laki-laki) sekelasku tidak mau bermain basket dengan Jongin. Apa takut kalah atau bagaimana aku tidak tahu.

Jongin melempar bola basket ke arahku. Dengan sigap aku mengambilnya. Dia tersenyum padaku dan berkata, “Ayo masukkan bolanya ke ring!” dengan wajah kekanak-kanakkan. Wajah itulah yang membuatku gemas pada sahabatku ini. Kalau dia perempuan, pasti sudah ku jadikan pacar. Dengan penuh percaya diri, aku melempar bola yang ku pegang ke arah ring. Dan…, yah…, aku berhasil. Jongin mengambil bola basket yang bergelinding ke arahnya dan melemparnya lagi ke arahku. Aku menangkapnya dan melempar bola dengan tehnik three poin. Sekali lagi bola masuk ke dalam ring. Jongin mengambil bola lagi dan melemparnya ke arahku. Namun, bolanya meleset dan mengenai seorang yeoja yang sedang berjalan bersama temannya di dekat lapangan.

Dengan cepat aku dan Jongin berlari mendekatinya. Temannya memandang yeoja itu dengan teliti (?). Ketika kami (aku dan Jong In) telah berada di hadapan mereka, kami langsung meminta maaf.
“Joesonghabnida, uliga uido haji (Maaf, kami tidak sengaja)! Gwaenchanh-ayo (Apa kamu baik-baik saja)?” tanyaku
“Ne, gwaechanh-ayo! (Ya, aku baik-baik saja!)” jawab yeoja itu sambil tersenyum
Tapi, aku melihat pinggiran bibir sebelah kanannya berdarah. Dan itu hanya disadari olehku saja.
“A, pimud-eun ibsul (Ah, bibirmu berdarah)!” seruku hendak mengelap darahnya menggunakan lap tanganku yang baru saja ku ambil dari saku celanaku

Belum sampai tanganku ke wajah sang yeoja, temannya menangkis tanganku pelan dan menatapku tajam. Ku urungkan niatku untuk mengelap darah yeoja itu karena aku tau, temannya mengisyaratkanku supaya tidak menyentuh temannya ini. Jongin menatapku sebentar dan berbisik ke telinga kananku.
“Kenapa sih dengan yeoja yang satu lagi? Padahalkan kamu berniat baik. Kenapa dia menatapmu tajam? Goejja Sonyeo (gadis aneh)!”
Aku hanya terdiam sambil memperhatikan kedua yeoja itu. Yeoja yang dibilang Jongin Goejja Sonyeo itu membersihkan darah di bibir yeoja manis dengan tisu.

Setelah itu, keduanya menatap kami. Yeoja manis yang tadi terkena bola basket itu tersenyum dengan sangat manisnya dan membuat jantungku berdebar-debar dan O______O (ekspresi khas D.O). Jongin hanya menahan tawanya saat melihatku. Tiba-tiba, dia mengulurkan tangan kanannya.
“Nae ibsul eun piga dago malhae jwoseo gamsahabnida (Terima kasih sudah memberitahuku kalau bibirku berdarah)! Ah, Park Yeosin imnida. Aku dari kelas 1-4.” katanya sambil tetap tersenyum
“Ne. Namaku Kim Jong In dan ini namanya Do Kyung Soo. Kami dari kelas 2-3.” Jong In menjabat tangan yeoja itu lalu segera melepaskannya lagi
“Oh, jadi kamu yang namanya Kim Jong In. Teman-temanku banyak yang menyukainmu. Oya, ini sahabatku, saudaraku, adikku, everythink lah. Namanya Yuna Chaniago Setyaningsih. Dia memang terlihat sangat sinis dan menyeramkan. Tapi dia sangat baik, kok!” seru Yeosin sambil memegang kedua pundak temannya itu
“Anyeonghaseo!” sapaku dan Jongin bersamaan

Aku lihat, gadis itu menengok ke arah Yeosin dengan wajah bingung. Yeosin bicara padanya dengan menggunakan bahasa asing dan itu bukan bahasa Inggris. Setelah itu, dia kembali menatap kami dengan tatapan tajam. Aku dan Jongin membeku. Dan tiba-tiba saja, dia tersenyum dengan tulus dan berkata, “Halo! Salam kenal!”. Seketika jantungku terasa ingin copot karena perubahan yang sangat drastis itu. Dia terlihat lebih baik dari pada yang sebelumnya. Aku dan Jong In hanya tersenyum bingung.

FLASH BACK END

Tanpa aku sadari, seseorang berdiri dihadapanku. Segera aku melihat orang itu dan ternyata dia Jongin. Dia tersenyum padaku.
“Kyungsoo-ah, mau menjenguk Baekhyun-hyung?” tanyanya
Aku hanya menganggukkan kepalaku pelan. Dia mengulurkan tangan kanannya kepadaku. Aku menjabat tangannya. Dia menarik tanganku dan melepaskan tangannya setelah aku berdiri.
“Hey Kyungsoo-ah, kau menyukai Yeosin-ssi?” goda Jongin padaku
“Hah? Tidak. Dia terlalu baik untukku.” jawabku sambil memalingkan wajahku dari Jongin
“Benarkah? Lalu, kenapa kau memerhatikannya terus?”
“Aku tidak memerhatikannya…”
“Hemm…???”
Jongin memasang wajah tak percaya. Dari pada aku ditanya-tanya lagi, aku harus mengambil tindakan.
“Ajak Chanyeol-ah, Sehun-ah dan Suho-hyung kalau mau menjenguk Baekhyun-hyung.” kataku
“Ah, ne! Kalau begitu, kita harus menghampiri Sehun-ah dan Suho-hyung dulu. Kalau Chanyeol-ah…, dia yang menyuruhku untuk mengajakmu menjenguk.”
“Baiklah. Ayo kita ke kelas Sehun-ah dulu!”
“Ne!”

Yeosin POV

Hari sudah mulai sore. Event-event di sekolah sudah selesai. Setelah berpamitan dengan teman-teman, aku mengajak Yuna pulang. Sejak sampai di sekolah, Yuna hanya terdiam. Entah apa yang dipikirkan olehnya.

Baru 50 meter kami berjalan, aku baru ingat apa yang kujanjikan pada Yuna tadi pagi. Kepandangi wajah Yuna yang berjalan di sampingku. Wajahnya terlihat sangat lesu.
“Yuna..” panggilku lirih
Dia menatapku dengan tatapan tolong aku yang lemah ini, nona! 
“Kau mau ice cream?” tanyaku
“Tidak. Aku hanya ingin pulang. Aku lelah!” jawabnya
“Tapi, aku sudah janji mentraktirmu makan ice cream..”
“Lain kali saja. Aku tahu kamu juga lelah, kan?”
Aku tersenyum tipis. Ya, aku sangat lelah. Ku kira hari ini aku bisa bebas. Ternyata, aku harus membantu anak-anak OSIS yang kekurangan tenaga kerja. Karena aku sibuk menjalankan tugas mendadakku, aku sampai melupakan Yuna dan janjiku padanya. Aku berkali-kali meninggalkannya disaat dia ingin bicara padaku.Hah.., jahat sekali aku ini. Tapi, untung saja Yuna itu orang yang sabar.
“Maafkan aku.”
“Untuk apa?”
“Ya.., apa saja yang membuatmu tidak nyaman bersamaku selama ini.”
“Tidak masalah. Itu bisa diatasi.”
Begitulah Yuna. Baru berumur 14 tahun saja sudah memiliki kesabaran yang luar biasa untuk menghadapiku yang selalu ceroboh dan melupakannya kalau aku sudah sibuk dengan pekerjaanku. Atau mungkin dia cuek padaku. Aku tak tahu!

Di tengah jalan, aku melihat bayang-bayang 5 orang namja yang sedang membeli buah di salah satu toko dekat perpustakaan milik keluargaku. Semaki dekat, wajah mereka semakin terlihat jelas. Ah! Mereka itu…
“Annyeonghaseo!” sapaku pada mereka berlima
Mereka berlima langsung menengokku. Aku memamerkan senyum pepsodentku. Mereka juga membalasnya dengan senyum manis.
“Yeosin-ah, kenapa kamu bisa ada disini?” tanya Suho-hyung, dia mantan ketua OSIS di sekolahku. Dia sangat popular dan sangat baik dengan semua orang.
“Rumahku dekat sini. Lalu, bagaimana dengan kalian?” tanyaku balik
“Kami membeli buah untuk menjenguk Baekhyun-hyung.” jawab Jongin-hyung
“Eh? Baekhyun-hyung sakit? Sejak kapan?”
“Baru kemarin dia masuk rumah sakit. Dia muntah-muntah dan suhu tubuhnya panas sekali.” jawab Sehun-ah
Kyaa….!!! Sehun-ah! Kenapa dia semakin tampan? Ah…, kembali ke pembicaraan..
“Oohh…, mian, aku baru mengetahuinya!”
“Tidak apa! Hem.., kamu sendirian saja?” tanya Chanyeol-hyung
“Tidak. Aku bersama…” kata-kataku terhenti ketika aku melihat ke sampingku tak ada siapa pun

Yuna! Kemana dia? Aku celingak-celinguk mencari gadis itu. Kelima namja dihadapanku menatapku aneh.
“Ada apa?” tanya Suho-hyung
“A…, aku…, Ah! Itu dia!” seruku ketika pandanganku menemukan Yuna yang sedang jalan sendirian sambil memakai kupluk dari jaket hitamnya
Aku segera berlari mengejar Yuna dan membawa Yuna kembali ke tempat lima namja itu.
“Aku bersamanya!” seruku sambil nyengir
Yuna menatapku bingung. Aku merangkul tangan kanan Yuna agar gadis itu tidak meninggalkanku lagi.

Rumah sakit…, ya, kami sampai di rumah sakit tempat Baekhyun-hyung dirawat. Aku memutuskan untuk ikut menjenguknya bersama dengan kelima namja keren di depanku. Yuna yang tepat berada di sampingku hanya menatap setiap sudut ruangan yang baru saja kami masuki. Terlihat Baekhyun-hyung sedang duduk bersila di atas ranjangnya.

“Annyeonghaseo!!” sapa kami semua (kecuali Yuna) pada Baekhyun-hyung
Dia terlihat sedikit terkejut akan kedatangan kami. Seorang suster yang sejak tadi bersama Baekhyun-hyung tersenyum kepada kami dan pergi setelah menyelesaikan tugasnya, mencabut impus Baekhyun-hyung.
“Ahh…, kalian!” sahut Baekhyun-hyung dengan senyuman lebar yang menghiasi wajah manisnya itu

Chanyeol-hyung dengan cepat memeluk teman karibnya itu. Baekhyun-hyung membalas pelukannya.
“Huaaa…., Kapan kau akan pulang? Aku merindukan dirimu di rumah!” isak Chanyeol-hyung tanpa meneteskan air mata
“Hey hey, apa kau tidak melihat tanganku ini, hah? Impusku sudah dicabut. Yang pasti mala mini setelah bertemu dengan dokter yang merawatku, aku bisa pulang ke rumah!” jawab Baekhyun-hyung sambil melepas pelukannya

Baekhyun-hyung dan Chanyeol-hyung sangat dekat. Sejak pertama kali aku mengenal mereka, tak pernah sekali pun aku melihat mereka bertengkar dengan serius. Yang ada hanya candaan.

“Oah, ada Yeosin-ah juga! Gomawo sudah mau menjengukku!” seru Baekhyun-hyung yang baru menyadari keberadaanku
“Ne Baekhyun-hyung!” aku tersenyum

Kyungsoo POV

Aku hanya terdiam melihat teman-temanku yang sedang bercanda dengan Baekhyun-hyung. Begitu juga dengan Yuna yang berdiri di sampingku. Dia tampak tak peduli dan tak ingin ikut campur dengan urusan teman-temanku.

“Freeze!” desahnya pelan
Aku menoleh ke arahnya. Dia mengerutkan keningnya dengan menatap langit-langit yang berwarna putih.
“Mwo?” tanyaku pelan padanya
Sama seperti aku dan Jongin menyapanya saat pertama kali bertemu, dia memasang wajah bingung.
“I’m sorry. I don’t understand the Korea language!” jawabnya
Oh…, baru aku mengerti kenapa dia selalu memasang wajah bingung kalau aku dan teman-teman sedang berbicara. Dia tidak mengerti bahasa Korea. Pantas saja dia lebih banyak diam. Aku menghela napas panjang.

“Why did you just tell if you don’t understand the Korean language?” tanyaku pelan sambil tersenyum padanya
Dia membalas senyumanku. Sepertinya kondisinya membaik.
“Because I don’t know what to say. My English is still mediocre.” Jawabnya
Hem, dia butuh guru bahasa Korea. Dari pada aku dan dia hanya menjadi pajangan dinding, lebih baik aku mengajaknya bicara.

“Where are you from?” tanyaku memulai pembicaraan
“Jakarta, Indonesia.” Jawabnya sambil mengorek-ngorek isi tasnya
“Indonesia?”
Dia menganggukkan kepalanya pelan sambil mengeluarkan 2 buah ice cream dari dalam tasnya. Dua rasa ice cream yang berbeda, vanilla dan strawberry.
“Do you want?”
“Ah…, Thank you!” aku mengambil ice cream strawberry dari tangan kanannya yang ditutupi oleh perban. Perban?
“Your welcome.” Yuna membuka bungkus ice cream vanilla-nya dan melahap ice creamnya itu. Begitu juga denganku.

Keheningan menghampiri kami berdua. Tak lama, Yuna keluar dari ruang yang sudah sedikit ramai dengan tawa teman-temanku dan juga Yeosin. Aku membuntutinya. Aku dan dia duduk di kursi tunggu dekat kamar rawat Baekhyun-hyung. Dan kami masih tetap menikmati ice cream kami.

“What with your right hand?” tanyaku disela-sela kesibukan kami
Diat hand?” tanyaku disela-sela kesibukan kami
Dia berhenti memakan ice creamnya yang tinggal sedikit. Lalu, dia kembali mengerjakan kesibukannya (makan ice cream). Tak ada jawaban.
“Yuna-ah?”
Setelah ice creamnya habis, dia menoleh ke arahku. Aku menatapnya dalam.
“That’s all right!” jawabnya dengan wajah yang menyembunyikan sesuatu
“Really?”
“Ya.”

Aku mengambil sampah ice cream yang ada di tangannya dan ku buang ke tempat sampah bersama dengan sampah ice creamku. Saat aku kembali duduk di sampingnya, dia hanya tersenyum dan bilang, “Thanks.” padaku. Singkat, padat dan jelas. Tapi itu membuatku tersenyum. Entah kenapa. Sunyi lagi. Aku bingung apa yang harus ku bicarakan dengannya.

“Ah…, I can…” katanya terputus
“What?” tanyaku
“I must ask you something?”
“Of course.”
“Em…? Aku lupa!”
“…?”

Sepertinya dia mengucapkan bahasa Negara asalnya. Aku tak mengerti. Dia terlihat sedang berpikir. Sekitar beberapa detik kemudian, baru dia melanjutkan kata-katanya.
“Sorry, I forgot. I remember now. Is there a man who was liked by Yeosin?” tanyanya mendadak
“Hem…, yes. One man among my friends who were standing beside the bed Baekhyun-hyung!”
“Really? Which is it?” wajahnya sedikit mendekat yang membuatku tak berani menatapnya
“A look inside. Find a guy who’s wearing the colors of the rainbow.”

Yuna mengintip ke dalam kamar rawat Baekhyun-hyung. Orang yang kumaksud adalah Sehun-ah. Wajahnya yang tadi memperlihatkan bahwa dia penasaran, berubah seketika menjadi cemberut. Apakah dia sudah menemukan Sehun-ah? Dia kembali duduk di sampingku.
“You’ve met?” tanyaku sedikit ragu
Dia mengangguk pelan tanpa menoleh. Ada apa dengannya?
“Why?”
“Why Yeosin like that person?”
“So what?”
“I also liked that guy!” jawabnya jujur

Waw! Jujur sekali yeoja ini. Bukankah baru hari ini dia bertemu dengan Sehun-ah? Cinta pandangan pertama? Bisa jadi.
“You are so honest!” pujiku
“I’ve loved him for 4 month.”
Hah? 4 bulan? Bagaimana bisa? Mataku terbelalak karena kaget dengan pengakuannya itu.
“4 month?”
“Yes. I knew him because he often came to the little library where I live.”
“Oh!”

Jadi dia tinggal di perpustakaan kecil. Jadi seperti kisah di drama-drama saja. Cinta segitiga. Yeosin tidak tahu hal ini, kan? Kurasa dia tidak akan mengetahuinya. Yuna sangat pintar menjaga rahasianya. Dia selalu memperlihatkan wajah yang datar atau tidak peduli atau seram, jadi sama sekali tidak terlihat kalau dia sedang jatuh cinta. Aku sungguh terkejut dengan seluruh pengakuannya.

“Nona Yuna!” panggil seseorang

Aku dan Yuna menengok ke arah seorang pria dengan tubuh yang mirip sekali dengan Jongin di hadapan kami. Dia terlihat menatap mata Yuna dalam. Aku yang tak tahu apa-apa hanya terdiam.
“Ya?’ tanya Yuna bingung

Author POV

Pria itu memberikan sebuah kotak kecil dan sebuah kartu nama kepada Yuna. Yuna mengambilnya dengan wajah penasaran.
“Apa ini?” tanyanya menggunakan bahasa Indonesia
“Buka saja. Namun, aku mohon jangan ada seorang pun yang tahu isinya kecuali nona dan pria di samping nona.” Jawab pria itu yang ternyata bisa berbahasa Indonesia

Yuna menatap pria yang sedang menatapnya dengan tajam itu. Lalu, Yuna menatap Kyungsoo dan pandangannya kembali kedua benda yang ada di tangannya itu. Yuna membaca kartu nama di tangan kirinya. Kyungsoo juga ikut membacanya.
“Kang Hyun Jin… itu namamu?” tanya Yuna lagi
“Ya. Hanya nama dalam kartu nama..” jawab pria itu
“Maksudnya? Aku tak mengerti!”
Pria yang bernama Kang Hyun Jin itu hanya tersenyum sinis dan pergi meninggalkan Yuna dan Kyungsoo yang sedang berbingung ria.

“Pria yang menakutkan!” bisik Yuna pada dirinya sendiri
“Looks like I’ve met him.” Kata Kyungsoo sambil berpikir
Tubuh dan matanya mirip sekali dengan jongin-ah. Wajahnya juga mirip dengan Kim Jong Il, kembaran Jongin-ah yang sudah 4 tahun ini menghilang. Apa mungkin pria itu Jongil? Batin Kyungsoo

Bersambung…

 

 

Iklan

5 pemikiran pada “It’s You (Chapter 2)

  1. Yampun bikin penasaran dari tadi nungguin Taemin nya kapan keluar, eh yg keluar malah tulisan bersambung…
    Jangan lama2 ya thor lanjutan nya, dari tadi baca sambil mikir2 chap sbelum nya,
    Bukan nya yg ketmu di perpus kecil itu Yuna sama Baekhyun ya? Yg Baekhyun nya muntah2 trus dirawat sebentar sama Yuna …

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s