Love Secret (Chapter 4)

Title : LOVE SECRET

Cast :

Oh Sehun

Hwang Youngmi

Other Cast :

Byun Baekhyun

Krystal

dll

Genre :Romance

Leght : Series

 __________________________________

Chapter 4  ~  Love Secret

 

Baekhyun POV

“Apa yang sedang kalian rahasiakan.”kata Sehun tiba-tiba menyembulkan kepalanya dari ambang pintu, lalu masuk dan langsung duduk di samping Chanyeol.

“Sehun-ah…”kataku kaget melihatnya masuk begitu saja dan langsung duduk di samping Chanyeol.

“Apa yang kalian rahasiakan?”tanyanya. “Apa masalah yeoja yang kau sukai itu, yeoja yang kau temui kemarin.?”tanyanya lagi. “Mungkin.”jawabku sambil mengangguk. “Memang ada apa dengannya, apa kalian ada kemajuan?”tanyanya lagi. “Ah, sudahlah kau anak kecil mana mungkin mengerti, sana pergi tidur besokkan kau sudah harus sekolah.”kataku mengusir dia keluar. “Ya, hyung~aku bukan anak kecil.”katanya mengembungkan pipinya. Lalau iapun berjalan keluar kamarku dengan muka masam.

“Lalu, bagaimana, apa kau akan mengatakan pada Sehun atau Youngmi.”tanya Chanyeol. “Ntahlah, aku bingung.”kataku pada Chanyeol.

‘aku akan berusaha merebutnya kembali, maafkan aku Sehun aku egois, tapi aku tak rela melepas Youngmi begitu saja.’batinku.

“Jangankan kau, aku saja bingung, aku tak mau ada salah paham nantinya antara kau dan Sehun, dan aku tak mau ikut camur dengan ini.”kata Chanyeol lalu merebahkan dirinya di kasur.

****

Youngmi POV

“Ahaha, kau bisa aja, mana ada yang seperti itu.”kataku tertawa saat Sehun membuat lelucon yang aneh.

Tok…tok…tok…

“Ada, tamu siapa itu.”tanya Sehun. “Entahlah, biarku lihat.”kataku lalu berjalan menuju pintu melihat siapa yang datang.

“Tara~ini aku bawakan kau vitamin, minuman kaleng, cemilan, dan mp3, untuk bekal kau belajar, aku tau kau, kau pasti memerlukan semua ini, kaukan tak bisa belajar tanpa cemilan.”kata Baekhyun Oppa, menunjukkan dua buah kantong plastik berisi minuman, vitamin, dan cemilan. “Oppa, kau baik sekali, kau masih ingat kebiasaanku.”kataku tersenyum padanya. “Oh iya, apa kau sengaja membawakan semua ini.”tanyaku. “Ne, apa sekarang aku menganggumu.”tanya Baekhyun Oppa.

“Siapa Youngie…”tanya Sehun sedikit berteriak dari dalam ruangan.

“Apa itu Sehun, apa kalian sedang belajar bersama.”tanya Baekhyun Oppa. “Ne, kami sedang belajar bersama, ayo masuk dulu Oppa.”kataku mempersilhkannya masuk. “Ah, tidak usah, nanti aku menganggu acara belajar bersama kalian, oh ya sudah aku pulang dulu ya, oh ini untukmu, jangan lupa belajar yang rajin, Ok!”kata Baekhyun Oppa mengacak rambutku. “Ne, tapi kenapa terburu-buru seperti itu Oppa, lebih baik masuk dulu, lagian juga ada Sehun.”kata Youngmi.”Tidak, aku tak mau menganggu kalian.”kata Baekhyun. “Ya, Oppa jangan seperti itu, kau tak mengganggu kok!”kataku.

“Tidak usah, lagian aku ada janji sekarang, ya sudah Oppa pergi dulu.”kata Baekhyun Oppa. “Eum, baiklah kalau begitu, hati-hati di jalan, Oppa.”kataku melambaikan tangan pada Baekhyun Oppa.

“Siapa Youngmi?”tanya Sehun menghampiriku. “Baekki Oppa.”jawabku. “Baekki? Baekhyun hyung?”tanyanya akupun mengangguk, lalu masuk kedalam. “Baekki, kau memanggilanya dengan Sebutan Baekki Oppa?”

“Ne, kenapa?”tanyaku bingung. “Jangan bilang kau cemburu?”kataku lalu menghampirinya yang berdiri di depan dapur.

“Wajarkan aku cemburu, bahkan itu terdengar seperti panggilan kesanganmu padanya.”katanya. “Itu memang panggilan kesayanganku untuknya. Ya Sehunnie, Baekki Oppa sudah aku anggap seperti Kakak kandungku sendiri, sejak kecil ia selalu menjagaku, melindungiku, dia itu Kakak kesayanganku daripada yang lain, jadi tidak wajar kalau kau cemburu padanya.”kataku.

“Jadi kau tak punya rasa apapun pada Baekhyun hyung selain rasa sayang pada Oppamu sendirikan?”tanya Sehun, aku terkekeh mendengar pertanyaan bodoh yang terlontar dari mulutnya. “Tentu saja ada, aku juga mencintainya, dan aku sangat menyukainya.”kataku. “Mwo, mencintainya, menyukainya?.”

“Ne, tentu aku mencintai dan menyukainya sebagai kakakku, tapi bila kau berbeda aku mencintaimu sebagai seorang namja seorang kekasih.”kataku lalu  mecubit hidungnya gemas.

“Auw, Youngie sakit.”katanya. “Ini balasannya karena kau bertanya yang tidak-tidak.”kataku lalu tertawa. “Aku pegang kata-katmu tadi kalau kau cuma menganggap Baekhyun Oppa, sebagai Kakak saja tidak lebih.”katanya akupun hanya mengangguk menanggapinya.

‘lagian, ada apa Sehun bertanya seperti itu, tidak biasa, kan dia sudah tau aku dan Baekhyun Oppa sudah kenal lama, dan mana mungkin aku mencintai Baekki Oppa yang sudaj aku anggap seperti Kakakku sendiri, aneh-aneh aja.’batinku bingung.

Sehun POV

“Auw, Youngie sakit.”kataku saat dia mencubit hidungku yang sekarang mungkin memerah karena cubitannya. “Ini balasannya karena kau bertanya yang tidak-tidak.”katanya lalu tertawa. “Aku pegang kata-katmu tadi kalau kau cuma menganggap Baekhyun Oppa, sebagai Kakak saja tidak lebih.”kataku padanya, ia hanya mengangguk.

‘Aku tau, Baekhyun Oppa melindungimu, menjagamu bukan sebagai Kakak yang melindungi adiknya, tapi sebagai namja yang ingin melindungi yeoja yang dicintainya, aku takkan membiarkanmu jatuh di tangan Baekhyun, aku tak ingin kehilanganmu, aku takkan membiarkan dia merebutmu dariku, tak akan.’batinku.

“Ya, Hun-nie kenapa? Kenapa tiba-tiba kau melamun, apa ada sesuatu yang menganggu pikiranmu.”tanya Youngmi. “Tidak, kalupun ada itu juga kau yang menganggu pikiranku, kau selalu berputar-putar di pikirakanku, membuatku tak bisa sedikpun untuk tidak memikirkanmu.”godaku padanya. “Ah, kau bisa saja, aku jadi malu.”katanya kulihat wajahnya memerah

“Haha lucunya”kataku lalu mencubit kedua pipinya.

****

“Ah, kenapa aku kepikiran kata-kata Baekhyun hyung, aish tenang Oh Sehun Youngmi hanya mencintaimu ia tak akan mencintai Baekhyun hyung, kan tadi dia sudah bilang bahwa Baekhyun hyung hanyalah Kakak untuknya itu saja tak lebih, tenanglah perasaan Baekhyun hyung bertepuk sebelah tangan, dan ia tak akan merebut Youngmi dari tanganmu, ia tak akan sejahat itu kepadamu, jadi tenang.” kataku berbicara pada diriku sendiri. Ah sudah ku usahakan untuk tertidur dan lupakan yang dikatakan Baekhyun hyung tapi itu sulit, kulihat di sebelahku Suho hyung tidur dengan nyenyak, berkali-kali aku mengubah posisi tidur tapi tetap aku tak bisa memejamkan mataku.

*Skip*

Youngmi POV

“Ah, akhirnya, ujian selesai, sudah satu minggu aku tidak bertemu Sehun, aku merindukannya.”gumamku sambil menundukkan kepalaku. Karena sibuk ujian kami memutuskan untuk tidak bertemu satu minggu untuk fokus pada ujian, sekarang aku merindukannya.

“Youngmi ada yang mencarimu.”kata Joon oppa menghampiriku. “Siapa Oppa?”tanyaku. “Lihatlah sendiri.”katanya, ish ada apa sih orang ini tidaj biasanya, batinku kesal pada Joon Oppa. “Tapi, aku masih ada pekerjaan dibelakang.”kataku. “Biar kau tinggalkan saja pekerjaannya nanti Oppa akan menyuruh pegawai yang lain mengerjakannya.”katanya lalu tersenyum.”Sudah sana gih, temui dia, dia ada di depan Café menunggumu.”lanjutnya. “Gomawo Oppa.”kataku lalu oergi meninggalkannya dan berjalan menemui orang yang dimaksud Joon Oppa, memang siapa yang mau bertemu denganku?

“Hun-nie.”kataku saat melihat siapa orang yang menungguku diluar. “Yaa~Youngie, sudah lama kita tidak bertemu aku merindukanmu.”katanya lalu memelukku. “Tidak selama itu cuma satu minggu kita tidak bertemu.”kataku. “Walau Cuma satu minggu, bagiku begitu lama.”katanya mempererat pelukannya. “Aku sangat merindukanmu, memengnya kau tidak merindukanku.”tanyanya. “Tidak, aku tidak merindukanmu.”kataku kulihat ia cemberut mendengar jawabanku. “Aku tidak merindukanmu tapi aku sangat sangaaat merindukanmu…”kataku.

“Benarkah? Sudah kuduga kau pasti sangat merindukanku, mana mungkin tidak.”katanya lalu tertawa. “Yaa~aku juga sudah duga kau pasti akan sangat merindukanku.”kataku.

“Kalau begitu ayo…”katanya lalu menarik tanganku. “Tunggu Sehun, kita mau kemana? Aku masih ada pekerjaan.”kataku melepas tangannya. “Ayolah, aku mau mengajakmu jalan-jalan, tak usah khawatir aku sudah izinkanmu pada Joon hyung tadi, ayo kita pergi.”katanya lalu menarik tangaku kembali menuju mobilnya yang sudah terparkir tak jauh dari Café.

“Silahkan masuk tuan putri.”katanya sambil membukakan pintu mobil dan mempersilahkanku masuk. “Ah, aku bisa sendiri Hun-ah.”kataku lalu masuk kedalam mobil. “Tapi kita mau kemana? masa aku pakai seragam kerja gini?”kataku. “Biar saja, apapun yang kau pakai kau tetap tampak sempurna dimataku.”katanya, aku tersipu mendengar kata-katanya, mungkin sekarang wajahku memerah.

“Lalu kita akan kemana?”tanyaku. “Eum, rahasia, nanti kau juga akan tau.”katanya tersenyum misterius. “Ish, jadi sekarang main rahasia-rahasian nih?”kataku sabil mengembungkan pipi. “Haha, jangan ngambek dong, nanti kau juga akan tau, ini kejutan untukmu.”katanya lalu mencubit pipiku.

____

Author POV

“Sebentar lagi kita sampai, sabarlah, jangan mengintip, awas kalau berani mengintip.”kata Sehun sambil menuntun Youngmi yang matanya tengah di tutup oleh sapu tangan. “Hun-nie, memangnya kau mau mengajakku kemana sih?”tanya Youngmi penasaran karena ia tak boleh melihat seperti ini.

“Ketempat yang pasti akan kau sukai.”jawab Sehun sambil terus menuntun Youngmi sampai ketempat tujuan mereka. “TARA…lihat aku special menyiapkan ini untuk kita dinner”kata Sehun membuka penutup mata Youngmi. Youngmi mengerjap-ngerjapkan matanya memandang tempat ini, ini dipinggir pantai dimana ada sebuah meja yang di atasnya tertata rapi makanan dan minuman, dimana meja tersebut di kelilingi kelopak bunga mawar yang berbentuk hati, dan di kelilingi lilin-lilin yang menyala.

“Ini bagus sekali, Hun-nie apa benar kau yang menyiapkannya?”tanya Yougnmi antusia. “Tentu khusus aku siapkan untukmu.”jawab Sehun tersenyum manis.

“Ah, makasih Hun-nie, aku sangat senang.”kata Youngmi sambil memeluk Sehun. “Sama-sama, aku akan melakukan apapun asalkan kau senang.”kata Sehun membelai rambut Youngmi lembut.

____

“Apakah kita bisa terus seperti ini.”tanya Youngmi pada Sehun, mereka berjalan meyusuri pantai, membiarkan kaki mereka merasakan deburan ombak, Youngmi menyandarkan kepalanya di bahu Sehun, sehun menggenggam tangan Youngmi lembut.

“Aku harap bisa, aku tak akan meninggalkanmu, dan kau tak boleh meninggalkanku juga.”kata Sehun. “Tapi bagaimana, jika nanti manejer dan pihak agensimu tau kau memiliki yeojachingu bagaimana? Bukankah kau dilarang memiliki hubungan, dan jika media masa tau, kau bisa menjadi bulanan-bulanan mereka, kau akan kena masalah, sekarang kau adalah bintang baru yang sedang naik daun, kau tidak takut karirmu hancur karena aku, karena hubungan kita ini.”kata Youngmi.

“Eum…Tak apa, aku tidak takut, sekalipun karirku hancur asalkan kau selalu ada untukku aku tak apa, dan jangan pikirkan masalah itu, kita jalanin yang sekarang, aku tau hal sepertti itu nantinya pasti terjadi, cepat atau lambat, roda kehidupan pasti akan berputar, tak selamanya aku terus di atas, nantinya juga akan turun kebawah.”kata Sehun tersenyum pada Youngmi.

‘Aku tak mau merusak impianmu, merusak karirmu, aku tau ada sedikit rasa keraguan dari dirimu itu, walaukau bilang tak apa.’batin Youngmi.

****

“Umma, Appa…”kata Sehun saat melihat kedua orangtuanya tengah berjalan kearahnya, Sehunpun bergegas menghampiri kedua orangtuanya, dan memeluk mereka bergantian.

“Hunnie, umma sangat merindukanmu di sana, dasar anak nakal, sudah umma bilang sering-seringlah menelpon umma tapi hanya sesekali kau menelpon ummamu ini.”kata Umma Sehun saraya memukul kepala anaknya pelan.

“Kau tau, Hun-ah, tak segan-segan ummamu menangis dan mengurung dirinya karena merindukanmu.”kata Appa Sehun. “Benarkah umma, maafkan aku umma, jadwalku sangat padat, nanti aku akan menelpon sering-sering, dan apa yang membuat Umma dan Appa kembali ke Korea.”tanya Sehun melepas pelukannya dari sang umma.

“Karena kami merindukanmu, mungkin satu bulan kami akan tinggal di sini, dan lalu kembali ke LA.”kata Appa Sehun.

****

“Youngmi…”panggil Soojin dan Yoonmi mereka berlari ketempat Youngmi yang sedang duduk asyik membaca novel di kelas. “Apa, kalian habis dari mana, lari-lari gitu?”tanya Youngmi bingung melihat dua sahabatnya ini. “Ada yang ingin bertemu denganmu.”kata Soojin menjawab perntanyan Youngmi dengan nafas ngos-ngosan.

“Siapa.”tanya Youngmi penasaran tak biasanya ada yang mencarinya dan ingin bertemu dengannya. “Orangtuamu, mereka bilang mereka adalah orangtuamu.”kata Yoonmi menjawab pertanyaan Youngmi dengan senyum merekah dibibirnya.

“Orangtuaku, kalian bercanda?”tanya Youngmi langsung berdiri dari duduknya. “Kami serius, mereka bilang mereka adalah orangtuamu, mereka mencarimu.”

“Sekarang dimana mereka.”tanya Youngmi. “Diruang guru.”jawab Soojin, setelah itupun Youngmi berlari menuju ruang guru.

‘Benarkah mereka orangtuaku, apa mereka benar-benar orangtua kandungku?’batin Youngmi, ia tak tau harus senang atau kesal. Ia bingung selama ini ia sangat ingin bertemu dengan orantuanya, orang yang telah melahirkannya, dan saat inipun tiba ia senang, namun di sisi lain ia sangat kesal dan membanci mereka karena sudah membuangnya ke panti asuhan, lalu untuk pa mereka menemuinya?

Youngmi POV

“Permisi.”kataku mengetuk pintu runag guru. “Youngmi masuklah.”kata Park songsaenim. “Ada tamu untukmu, mereka sudah menunggu didalam.”kata Park songsaenim lalu meninggalkanku. Aku melangkahkan kakiku masuk kedalam ruangan, dimana kulihat dua orang setengah baya sedang duduk.

“A…apa…kalian be…benar oarng tuaku.”kataku terbata. Kulihat mereka berdiri dan berjalan menghampiriku.

“Subin-ah.”kata wanita setengah baya itu memelukku dan menangis. “Su…subin.”gumamku. “Ne, nama aslimu Subin…”

____

“Kenapa kalian selama ini meninggalkanku dip anti asuhan, tidakkah kalian kasian padaku sendirian dip anti tanpa orangtua.”kataku pada mereka, airmataku terus saja mengalir tanpa henti.

“Maafkan kami, Subin-ah, umma yang salah tak bisa menerima kehadiranmu, umma bersalah.”kata Umma. “Apa, tak bisa menerima kehadiranku, maksudnya?”tanyaku bingung.

“Begini, dulu Appa tak sengaja berselingkuh dan menghamili sahabat Ummamu, dan saat dia melahirkanmu, dia meninggal dunia, Appa membawamu pulang bersama Appa dan menjelaskan semua yang terjadi pada Umma.”kata Appa menarik nafasnya dalam.

“Waktu itu Umma tak bisa menerimamu, Umma merasa dikhianati oleh Appamu, Umma mengancam akan meninggalkan Appa, jika Appa membawamu kerumah.”Smbung Umma.

“Appa tak bisa begitu saja membuangmu, lalu Appa memutuskan untuk  menitipkanmu di panti asuhan, dan akan mengambilmu kembali saat Umma sudah bisa menerimamu, makanya kami mencarimu”kata Appa mencoba menjelaskan semuanya.

“Maafkan, umma, disaat seperti itu umma memang tak bisa menerimamu, umma butuh waktu untuk menerimanya, dan saat itu umma sadar umma terlalu egois, tak bisa menerimamu. Sekarang biarkan Umma merawatmu untuk menggantikan Umma kandungmu, untuk mengganti yang sudah umma berbuat padamu..”kata Umma.

“Jadi, Umma kandungku sudah meninggal.”kataku bergetar, aku tak kuat menerima semua ini “ternyata selama ini aku memang anak haram.”kataku menangis.

____

“Lalu kau akan pindah ke LA bersama orangtuamu.”tanya Raena, kini Raena, Soojin dan Yoonmi mengah membantuku untuk berkemas karena sebentar lagi aku akan tinggal bersama orangtuaku, mungkin saat aku lulus aku akan pindah ke LA, dan berarti sebulan saja waktu di Korea, berarti aku harus meninggalkan Sehun, meninggalkan semua sahabat-sahabatku. Aku belum mengabari Sehun tentang masalah ini, aku belum sanggup melepaskannya.

“Ya, tapi itu masih lama, setelah aku lulus.”jawabku. “Berarti kami tidak akan bisa bertemu denganmu lagi.”kata Soojin. “Youngmi, kau serius akan ikut ke LA, kau tak ingin tinggal disini saja, bersama kami.”tanya Yoonmi. ‘Jujur aku sangat ingin tinggal disini saja, aku tak mau meningglkan kalian, dan meninggalkan Sehun, tapi mau bagaimana lagi, toh bagaimanapun juga aku harus bisa melepaskan Sehun, aku tak mau menjadi batu sandungan untuk karirnya nanti’batinku.

“Aku ingin, tapi aku juga ingin tinggal bersama orangtuaku.”kataku mencoba tersenyum dihadapan mereka.

Tiinnn…tiiinnn…

Bunyi klapson bunyi terdengar di depan rumah, mungkin itu orangtuaku sudah datang. Akupun keluar bersama Raena, Soojin dan Yoonmi. “Aku sudah dijemput.”kataku pada mereka.

“Sebulan ini kita habiskan waktu bersama ya, sebelum kau pergi nanti.”kata Yoonmi. “Tentu. Makasih kalin sudah membantuku berkemas.”kataku lalu masuk kedalam mobil kulihat Appa dan Umma tersenyum kepadaku.

“Kau dikelilingi teman-teman yang sayang padamu, Umma merasa bersalah karena akan membawamu pegi dari mereka.”kata Umma.

“Tak apa, umma, mereka mengerti kok, aku bangga punya sahabat seperti mereka.”

“Anak Appa, hebat ternyara mandiri, oh iya kau belum bertemu dengan Kakak laki-lakimukan nati kita akan makan malam bersama di rumah, ini akan jadi surprise untuknya.”kata Appa

____

Kami sampai di restoran dimana kami akan makan malam, ditempat ini juga aku akan bertemu kakak laki-lakiku yang entah aku tak tau namanya, Umma dan Appa tak memberitahukannya padaku. Kamipun duduk di meja yang sudah di pesan, sepertinya Oppaku itu belum datang, karena meja masih kosong. Suasana disini sangatlah formal, hanya orang-orang berjas yang datang, sepertinya terlihat kalu ini restoran berkelas atas, tak sembarang orang bisa masuk kerestoran ini.

15 menit kami sudah duduk dimeja ini, semua makanan sudah di pesan dan tersusun rapi di atas meja, namun orang yang ditunggu belum juga datang.

“Umma, Appa aku ke toilet sebentar.”pamitku pada mereka. “Baiklah jangan lama-lama.”kata Umma. Akupun berjalan menuju toilet, kenapa aku gugup sekali ya, saat ingin bertemu kakak laki-lakiku itu.

Setelah selesai dari toilet aku berjalan menuju meja di mana orantuaku menunggu, kulihat ada seorang pria duduk membelakangiku dengan setelan jas berwarna hitam, apa dia Oppaku.

“Itu dia, adikmu…”katamu Umma menunjukku saat aku berjalan menuju tempat mereka. Kulihat Oppaku itu membalikkan tubuhnya untuk melihatku. Aku tak sabar melihat wajah Oppaku itu, dia orang yang bagaimana, sifatnya seperti apa?

Deg…

‘Tuhan, apa ini nyata…?’batinku. saat melihat dia menatapku dengan mimic wajah tak percaya sama sepertiku.

___TBC___

Kira-kira siapa ya Oppanya Youngmi alias Subin, apa Youngmi mengenalnya, dilihat aja next chapnya… J gomawo yg udah baca !!! maaf sebelumnya kalau ceritanya agak gak jelas dan mengecewakan

Iklan

14 pemikiran pada “Love Secret (Chapter 4)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s