Memories

Memories

Author : @Ririe_chi

Cast : Kim Junmyeon / Suho EXO K

Ahn Ye Jin ( OC )

Genre        : Angst, Romance

Anneyong haseyo *bow ! Ini FF Oneshoot pertama Author. Maaf jika cerita ini menggandung typo, gaje dan sebangsanya. Oh ya, nama Ye Jin yang saya gunakan ini sebenarnya nama temen korea saya, jadi maaf buat Ye Jin ya ! ^^ . Happy Reading ! Semoga ceritanya menarik.

_________________________________________________________________

~ “Though I cry and I cry, the memories wont erase, and again today…” ~

~ Super Junior – Memories ~

Author POV

Korean Nasional University of Art, 14 September 2010

Beberapa kali gadis itu menatap jendela kampusnya. Hari ini, mahasiswa dari department seni sedang sibuk mencoret – coret kanvasnya. Sementara gadis yang ada di ujung kelas sedari tadi menatap jendela.

“ Ye Jin-ah ! “ Ia terbangun dari lamunannya. Dan kembali fokus pada kanvasnya.

“ Ye Jin-ah ! Apa yang kau lakukan ? “ Tanya Seung Yon membuyarkan konsentrasinya. Ia menghela nafas dan terbingung melihat lukisannya. Lukisan itu persis dengan apa yang ia lihat.

“ Ye Jin-ah, apa kau menggambar laki – laki itu lagi ? “ Seung Yon melihat persis apa yang ia lihat. Lukisan lelaki itu dari pandangan Ye Jin. Ye Jin mengangguk dan kembali menatap laki – laki itu.

Hanya bisa menatapnya, lelaki yang kusukai.

Ahn Ye Jin POV

Hari ini aku menatapnya lagi. Jarakku dengannya sekitar 3 meter darinya. Semakin hari, aku terus saja menatapnya, melihat tingkahnya. Aku tak bisa memalingkan hariku tanpa melihatnya.

Aku mencoret – coret buku sketsaku. Menggambar rupa lelaki yang mengisi hariku. Bahkan buku sketsaku sudah penuh dengan wajahnya, kebiasaannya dan semua tentangnya.

“ Berhentilah menggambarnya ! kau sudah terlalu sering menggambarnya. Apa kau tak punya objek lain selain dirinya ? “ Ganggu Seung Yon. Aku menggeleng, bagiku melihatnya saja membuatku tak aka pernah bisa berpaling dengan apa yang ia lakukan. Yah, aku hanya seorang secret admirer.

Dan akhirnya, sketsa dirinya selesai. Aku mengambil nafas panjang dan menatap lelaki itu. Yang aku ketahui, aku tak tahu dari mana asalannya . Aku tak tahu dia dari departemen apa ? Bahkan aku tak tahu namanya.

Aku berusaha memberitahu Seung Yon bahwa aku ingin pergi. “ Kau mau pergi ke mana ? “ tanyanya pelan. Tanganku berusaha memberitahu Seung Yon, yah aku hanya ingin pergi dari sini dan memandang pemandangan indah.

“ Tempat tinggi, tempat tinggi apa ? “ dia terus bertanya padaku. Aku terus saja menunjuk Namsan Tower, tapi ia tak mengerti dengan apa yang aku tunjuk. “ Kau ingin ke mana Ye Jin ? “ Aku menyerah, segera kukeluarkan noteku. Kutuliskan besar – besar di noteku.

“ N A M S A N  T O W E R “ Seung Yon mengangguk – angguk saja. “ Namsan Tower… “

Kim Jun Myeon POV

˝naega jal jal jalmotaesseo ni mari dal dal dalkomhaeseo
maennal mal mal malloman nal nal nallo nal gatgo noneun geol mollasseo
baby you’re breaking my heart. Baby you’re hurting my heart. geumandugo sipeunde jalmot doen geol aneunde dasi ni gyeote doraga
[1]˝ Aku berusaha menyanyikan lagu ini dengan baik. Walaupun menurutku ada beberapa bagian yang memang kurang pas dan aku tidak bisa dapat feel untuk lagu ini. Pelatih hanya memberikanku nilai 85 untukku. Aku duduk, melihat hondaeku, Jino. Kali ini dia menyanyikan lagu Isn’t She Lovely dari Steve Wonder. Dan begitu memukaunya penampilan Jino, yah dia selalu membuat semua orang terpukau dengan bakatnya.

“ Jino-ah, penampilanmu selalu saja bagus “ pujiku. Jino hanya tersipu malu. “ Gamshamida hyung ! Hyung juga bagus kok “ Aku masih kurang jauh dari Jino. Dan kali ini, Kai dan Chanyeol akan duet, kali ini mereka menyanyikan lagu yang tidak aku kenal. Yang bisa aku lakukan saat ini hanya termenung menatapi mimpiku…

Ahn Ye Jin POV

Aku membawa beberapa buku sketsa di tasku. Memisahkan sketsa – sketsa lainnya untuk tugas kuliahku berikutnya. Kali ini, aku lebih tertarik menggambar gembok – gembok yang ada di Namsan Tower.

Aku mengarsir – arsir buku sketsaku. Memberikan sedikit gambaran, kemudian mewarnainya dengan pensil warna yang kubawa. Yang ada di tasku hanya pensil warna, spidol dan juga pastel yang biasa aku bawa.

“ Kau sudah selesai ? “ Seung Yon dari tadi hanya sibuk mengisap coffee yang aku belikan. Aku menggeleng dan melanjutkan arsiranku. Setelah butuh waktu beberapa menit, akhirnya lukisanku selesai juga. Seung Yon melihatku, “ Jadi, apa judul lukisan itu ? “ Dengan cepat aku menulis judul lukisan ini, Love in Namsan Tower.  Lukisan ini menggambarkan sebuah perasaan cinta yang dipersatukan di Namsan Tower.

Seung Yon menghela nafas, “ Lukisanmu selalu unik bagiku Ahn Ye Jin “.

Author POV

Sejam, sehari, bahkan sebulan waktu yang dihabiskan Ye Jin untuk menggambar lelaki yang ada di hatinya. Setiap tingkahnya, gerak – geriknya, bahkan sesuatu yang berbeda darinya di catatnya dalam sketsa – sketsa yang ada di buku.  20 buku sketsa yang berisi tentang gambar lelaki itu selama beberapa bulan ini.

Seung Yon diam, sejak kecil memang Ye Jin tertarik dengan hal seni. Dan saat ini pertama kalinya ia menggambar begitu banyak sketsa tentang laki – laki itu. Memorinya adalah hal berharga yang ia ingin gambarkan.

“ Ye Jin-ah… “ Seung Yon memerhatikan gadis itu. Gadis itu fokus dengan buku sketsanya. “ Ye Jin-ah, sudah saatnya minum obat ! “ Gadis itu mengangguk, membuka tasnya. Mengambil beberapa pil dan meminumnya sekali tegak.

Kim Jun Myeon POV

Musim gugur selalu menyenangkan bagiku. Melihat daun – daun maple yang berguguran, merasakan hembusan angin. Berjalan di tengah guguran daun maple. Setelah sibuk mengerjakan berbagai tugasku. Aku melipat tanganku pada mantel.

Seseorang sepertinya memerhatikanku. Aku baru sadar ketika aku mengalihkan perhatianku pada gadis itu. Sejak tadi ia terus saja menatapku dan kembali lagi pada buku yang ada di depan matanya.

Ahn Ye Jin POV

Gerak – gerik matanya sepertinya memerhatikanku. Apa dia tahu aku sedang menggambar dirinya ? Masa bodoh dengan itu.

“ Permisi…” Lelaki itu, kenapa tiba – tiba bisa berada di dekatku. “ Bolehkan aku duduk di sebelahmu ? “ tanyanya halus. Lelaki yang hanya bisa aku lihat dari jarak 3 meter, sekarang duduk tepat di sebelahku. Aku mengangguk…

“ Terima Kasih ! “ Ucapnya lembut. Yah…Jantungku, bagaimana bisa dia membuatku seperti ini. Terus berdetak, lebih cepat daripada biasanya. Aku berusaha untuk mengalihkan pandanganku, tapi tak berhasil. Bagiku, dia adalah lelaki pertama yang kusukai. Dan baginya, aku hanya seorang gadis yang terlalu berobsesi dengan dirinya.

Kim Jun Myeon POV

Korean National University of Art, 13 Agustus 2011

Aku tak percaya, apa ini benar – benar mimpi. Yah, perusahaan memberiku kesempatan debut. Debut sebagai boyband, bersama Jongin, Chanyeol dan yang lainnya. Apa aku harus menceburkan ke dalam kolam dan menyadarkan bahwa ini kenyataan.

Bahagia, akhirnya mimpi bagiku menjadi kenyataan. Kerja kerasku selama ini, dan semua yang aku lakukan. Chukkae…Kim Junmyeon. Akhirnya kau debut. Tinggal mempersiapkan diri untuk menghadapi kerasnya Hallyu.

Ahn Ye Jin POV

Aku bisa bertahan satu tahun ini. Kini, aku berada di ruang lukis. Menatap wajah lelaki yang itu. Hari ini, senyum bahagia terpatri jelas di wajahnya. Aku tersenyum.

Cukup melihatnya tersenyum, aku bahagia…

Author POV

Musim panas datang…

Ye Jin seperti biasa duduk di salah satu bangku di taman. Hari ini cuaca cerah dengan suhu 270 Celcius. Lelaki itu terlalu sibuk… Dalam minggu ini saja, Ye Jin hanya dapat melihat laki – laki itu 2 kali. Baginya sesibuk apapun dia, Ye Jin akan selalu menunggu.

Dibukanya buku sketsanya. Saat ini ia ingin menggambar dirinya saat itu, di mana Ye Jin dan lelaki itu duduk bersama di bangku ini. Ya, yang ingin ia lakukan adalah menuangkan semua memori tentangnya dalam buku ini.

“ Kau ada di sini ? “ Tanya seseorang memecahkan konsentrasinya.

Lelaki itu Bagaimana ia bisa di sini ?

“ Kau tak keberatan kan ? “ Ye Jin segera memberikan ruang pada lelaki itu. “Sebenarnya… “ katanya terputus, “ aku merindukan tempat ini. “ DEG…Jantung Ye Jin berdebar lebih cepat. “ sesibuknya diriku, aku tak akan pernah melupakan tempat ini. Apakah kau selalu di sini ? “ tanyanya.

Ye Jin mengangguk

Aku akan selalu di sini, menunggumu

“ Baguslah “ katanya sembari menatap langit. Ye Jin menutup buku sketsanya. Hening, kali ini keheningan yang menyelimuti hati Ye Jin.

Kim Jun Myeon POV

Seoul, 5 April 2012

“ Junmyeon-ah, chukkae ! “ teman – temanku terus saja mengucapkan selamat. 3 hari menjelang debut dan showcase. Beberapa dosen memberiku selamat. Aku tersenyum, membalas semua ucapan selamat yang dialamatkan padaku. Namun, aku tak melihat gadis itu, yah gadis yang selalu saja duduk di taman. Memegang buku sketsanya dan menggambar di sana. Entah kenapa, aku merindukannya. Sama halnya aku merindukan pemandangan indah taman itu.

Cuaca secerah ini saat musim semi. Menyenangkan bisa melihat bunga – bunga sakura dan maple saat ini. Mataku berusaha mencari sesosok gadis yang kukenal. Dia tepat duduk di bangku biasanya, menghabiskan waktunya dengan buku sketsanya.

“ Bolehkah… “ Dia langsung mengangguk, bahkan disaat aku belum selesai bicara. “ Terima Kasih ! “ Aku terdiam, ia tetap seperti biasanya. Cantik namun semakin lama ia semakin pucat. “ Mmmm… “ aku berusaha bicara padanya. Sebenarnya, aku ingin sekali memintanya datang pada acara fansigning. Tapi, lidahku terlalu kelu meminta hal aneh semacam itu.

“ Bisakah kau datang di showcaseku ? “

Ahn Ye Jin POV

MWO… Dia memintaku datang di showcasenya ?

Aku diam, tak mungkin ini terjadi. Tak mungkin…

“ aku harap kau datang “ katanya singkat dan pergi. Aku memandangi tiket yang ada di bukuku saat ini. Apa aku harus datang ? Aku tak tahu…

Kim Jun Myeon POV

Aku harap dia datang

Yah, aku berharap dia datang. Sekalipun aku tak tahu dia, setidaknya aku bisa melihat wajahnya

Kim Jun Myeon POV

Korean Nasional University of Art, 10 Juli 2012

Aku berusaha mengedarkan pandangannya di sekelilingnya. Aku tak habis pikir, gadis itu bahkan tidak datang saat aku debut. Namun, saat ini bukan hal terpenting yang harus ku pikirkan. Pemandangan indah ini, setiap aku datang ke sini. Gadis itu akan menemaniku menikmati suasana ini.

Seorang gadis tiba – tiba berdiri di depanku,  “ Kim Junmyeon-ssi ? “ tanyanya pelan.  Aku mengangguk, “ Ne… “ Jawabku. “ Bolehkan aku duduk di sini ? “ Aku mempersilahkannya, memberikan tempat baginya. “ Biasanya, sahabatku akan duduk di sini, mematung dengan buku sketsanya. “ katanya lirih. Sahabatnya…

Air matanya mengalir perlahan.  Dia menangis… “ Junmyeon-ssi. Sahabatku selalu menunggumu di sini. Setiap hari dia akan duduk di sini, menatapmu. “ maksudnya gadis itu, gadis yang menemaniku. “ Aku hanya ingin memberikanmu ini “ Dia memberikan sebuah buku. “ Maafkan dia, Junmyeon-ssi ! “

Author POV

Kim Junmyeon menatap buku itu, Buku sketsa gadis itu. Tertulis jelas di cover buku itu ‘Ahn Ye Jin’s Book’ Nama gadis kecil yang ia rindukan. Perlahan dibuka satu persatu halaman. Buku itu, memperlihatkan semua sketsa Junmyeon.

‘ I don’t know if I falling in love with you… I know, I just your secret admirer! ‘ tertulis jelas di buku itu. Halaman pertama memperlihatkan sketsa saat Ye Jin menatap Junmyeon dari jendela ruang prakteknya. Diikuti halaman berikutnya, semua kegiatan Junmyeon yang dilihat oleh Ye Jin. Hingga saat Junmyeon duduk di dekat Ye Jin.

“ …. “ Junmyeon terdiam, menatapi semua ini. Bagaimana ia tak tahu jika gadis ini menyukainya. Ia hanya bisa menangis melihat ini semua. Pada Halaman terakhir hanya ada  tiket yang diberikan Junmyeon dan juga sebuah  surat dari Ye Jin.

‘ Anneyonghaseyo ! Kim Junmyeon-ssi. Mianhe baru mengetahui namamu sekarang. Aku sungguh – sungguh bodah, bahkan namja terkenal sepertimu saja aku tak tahu. Maafkan aku ! Aku tak bisa datang di acara showcasemu. Ada hal – hal yang harus aku urusi. Bagaimana keadaanmu ? Apa debutmu berjalan dengan baik ? Aku harap semuanya baik – baik saja sebelum aku pergi.

Junmyeon-ssi, maafkan aku karena tidak pernah berbicara padamu. Aku tak pernah memberitahu seorangpun jika aku bisu. Mungkin kau tak percaya, dan kuharap kau tahu bahwa aku ingin sekali dekat denganku.

Junmyeon-ssi, aku sudah melihat MVmu. Benar – benar keren ! Daebak ! Sebenarnya aku ingin menggambar wajahmu saat MV MAMA, tapi kondisi fisikku tak memungkinkan untuk melakukannya, Mianhe !

Mungkin, Junmyeon-ssi heran mengapa aku tak bisa memberikan buku ini. Berarti jika seperti itu, aku mungkin sudah ada tidak lagi di dekatmu. Tuhan sepertinya sayang padaku. Jangan cemburu ya Junmyeon-ssi !

Aku harap kau menjaga kesehatanmu dengan baik. Dan sering – seringlah tersenyum. Senyumanmu itu benar – benar membawa kebahagian, Junmyeon-ssi.

Dan sekali lagi maaf, aku menggambarmu tanpa ijin. Jadi buku ini aku berikan ke Junmyeon-ssi. Aku harap, Junmyeon-ssi suka dengan buku ini. Junmyeon-ssi tetap semangat. Hwaiting !

 

Secret Admirer

Ahn Ye Jin ’

Note :

Aneh ? Typo ? Gaje ? Mungkin banyak yang belum ngerti sama alurnya, atau sebagainya. Di sini memang author enggak mau nge-reveal semua yang ada. Mungkin para pembaca akan menyadarinya sendiri. Ok, yang mau comment atau kritik dan saran mention aja twitter author @Ririe_chi atau kolom comment di bawah. Insya Allah author comment deh . Oh ya FF ini juga author post blogger, mysapphireblue19.blogspot.com.


[1] 2AM –  I Did Wrong

15 pemikiran pada “Memories

  1. OMFGGGG SYEDIHHH;_____;
    Trus sekarang ye jin udh disana? Omgomg
    Kok dia kuat sih mendem setahun kek gitu OAO
    Aaaaa;_____;
    Nice one thor (y)
    Tetep berkarya ya thor ;_; wkwwkw

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s