Bathportation (Chapter 2)

Title                 : Bathportation #2/END

Author             :Lee Ha Yoo [ @Ardhiiarye ] & Lee Hyun Jae [ @Eun_Rosy ]

Cast                 : KaiDo & other support cast

Genre              : Romance, Comedy, Yaoi (BL)

Rating              : T to M

Leghth             : 2 shoots

Warning          : Boys love, typo (s), don’t like NC and BL  ? Back and don’t read!

 

Annyeong readers.. Kami kembali!! Terima kasih bagi para readers yang bersedia comment di part sebelumnya. Kritik dan saran nya sangat membantu kami, jadi kami berusaha memperbaiki nya di part 2 ini. No Bashing, ne? Langsung sajaa!!!

 

Happy reading~~

 

*Review*

CLINGG *apaan*

“Kita dimana, Kai ? Ini bukan ruang latihan”, tanya D.O bingung.

“Ini lebih mirip…….”

________________________________________________________________________

“Kamar mandi, ne ?” potong D.O setelah menyadari keadaan sekelilingnya.

“Ne. Ini kamar mandi SM kah ?”, sahut Kai.

“Sepertinya….”

.

“Aku mau cuci muka. Aku bisa gila”, ucap D.O frustasi.

CLEK.  . . .  BRUSSHHHHH.

“Hyung !! Kau apakan kran airnya? Aigoo, pergi dari situ hyung, kau basah”, ucap Kai panik.

“Hiks Hiks Hiks…”. D.O yang masih shock berjalan menuju Kai dengan baju yang basah kuyup sambil membawa kran yang telah patah.

“Uljima! Hhssstt”, ucap Kai, segera merengkuh hyungnya itu dan mengusap punggungnya pelan. Membiarkan kemejanya bersentuhan dengan kemeja D.O yang basah.

‘Hangat’. Iitulah yg difikirkan D.O.

Dirasa D.O telah berhenti menangis dan tak menolak pelukannya, Kai semakin mengeratkan pelukkannya. Menyesap harum tubuh hyung yang ‘diincarnya’ sejak dulu itu.

“Saranghae”~~ Entah bagaimana kata itu bisa terlepas begitu saja dari bibir Kai. Padahal selama ini dia telah menyimpan rasanya dengan rapi.

Mendengar itu tubuh D.O menegang. Kaget ? Pasti.

“Aku tak memintamu untuk membalas rasa ini hyung. Tak apa”, ucap Kai melepas pelukkannya, dan berbalik memunggungi D.O.

.

KLOTAK..

Kran itu terlepas begitu saja dari tangan D.O yang gemetar.

Kai berbalik. “Gwaenchana hyung ?” “hyung”. Kai pun kembali mendekat dan..

.

BUGH

D.O menerjang tubuh Kai, memberikan pelukkan untuk tubuh Kai.

“Nado…”

“…”

“Nado saranghae, kamjjong-ah”

“…”

“Ya kau!”, ucap D.O dan mulai melepas pelukkannya.

.

GREP!

Tangan Kai mencegahnya.

“Jangan lepas, jebal! Saranghae saranghae jeongmal saranghae”, ucap Kai semakin mengeratkan pelukkannya. D.O hanya tersenyum dalam rengkuhan namja yang kini telah menjadi kekasihnya itu.

“Kita harus keluar, Kai”, ucap D.O melepas pelukkannya dengan Kai. “Suho hyung dan Kris ge akan marah besar”.

“Tenanglah chagi”

.

BLUSH

Semburat merah muncul di kedua pipi D.O mendengar panggilan baru Kai padanya.

“Aigoo hyung, kau manis sekali. Hahahaha”, tawa Kai.

“Aisshhh”, dengus D.O

.

“Ya, kenapa kau melepas kemejamu ?”, tanya D.O bingung melihat Kai.

“Ini basah hyung. Punyamu juga, kau tak lihat”, ucap Kai kemudian melanjutkan aktivitasnya dan menggantung kemejanya di belakang pintu.

‘GLEK’

D.O menelan ludah paksa. ‘Sungguh tubuh itu sangat indah. Absnya terbentuk dengan sempurna’, batin D.O.

“Kenapa hyung ? Tubuhku bagus ya ?”, ucap Kai menggoda D.O.

“Mwo ? Ani”, elak D.O dan mengalihkan pandangannya dari tubuh indah Kai, memunggungi Kai.

“Benarkah ?”, ucap Kai seraya memeluk D.O dari belakang. Lengannya melingkar indah dipinggang D.O.

D.O hanya mengangguk kaku.

“Saranghae”, ucap Kai, semakin mengeratkan pelukkannya.

Melesakkan kepalanya pada ceruk leher D.O, menyesap harum tubuh namjanya. Mengecup dan menjilatnya pelan.

“Ahh, Jongin-ah, apa yang, eugghh”, desah D.O saat Kai mulai menggigit lehernya. Mengulumnya pelan, meninggalkan bekas merah keungu – unguan. Tanda bahwa tubuh ini telah adalah miliknya.

“Aahhh Kaa..ii ahh, gelliiii”

Kai tak merespon, hanya terus mengulum  daun telinga D.O, kini Kai membalik tubuh D.O.

Kembali memeluknya dan berulang kali menggumamkan kata ‘SARANGAHE’. Sesekali dikecupnya puncak kepala D.O.

“Apa yang kau lakukan eumm ?”, lirih D.O dan mulai membalas pelukan Kai.

“Menjadikanmu milikku”

D.O semakin mengeratkan pelukkannya. Menutupi pipinya yang kini telah semerah tomat.

“Saranghae”

“Nado..”

.

.

Bibir itu kembali bertemu, bersentuhan. Kai mengusap bibir bawah dan atas milih D.O bergantian berharap sang pemilik berkenan untuk memberinya celah untuk ‘sedikit bermain’.

Di kulumnya bibir merah itu, di gigitinya pelan. Begitu lembut dan hati – hati, tak ingin melukai namjanya.

“Akhh”, erang D.O.

Bibir itu pun terbuka memberi ruang pada Kai untuk segera memasukkan lidahnya.

“Eumm”, desah D.O pelan.

Kai mulai mengapsen deretan gigi putih D.O, lidahnya menyusuri goa hangat milik D.O mencari teman untuk bermain.

Di tariknya lidah itu begitu ditemukan, kuluman dan gigitan kecil kembali dikeluarkan oleh Kai.

“Aassshhh,, euunghh”, D.O melenguh nikmat. Kedua tangannya telah mengalung indah pada leher Kai. Menariknya pelan memperdalam ciuman Kai. Sedangkan tangan Kai masih manis bertengger di pinggang ramping D.O, semakin mengeratkan pelukkannya mengeliminasi jarak antara mereka berdua.

Kecipak saliva terdengar begitu jelas. Kedua lidah itu masih bertarung, namun Kai tetap keluar menjadi pemenang.

Ciuman Kai kembali turun pada leher jenjang D.O.

“Euughh”, lenguh D.O saat Kai kembali mengukir kissmark di lehernya.

Tangan Kai mulai menyusup dalam kemeja D.O yang basah, di usapnya pelan punggung hyungnya itu. Satu tangannya mulai melepas kancing kemeja D.O satu persatu, dan menurunkan kemeja itu sebatas pundak.

Kini pundak itu di hujani kecupan singkat oleh Kai, terkadang kembali mengukir beberapa kissmark.

“Aahhh, kaaa..iii, euhh”, desah D.O

Kaki D.O melemas menerima perlakuan dongsaengnya, Kai yang mengertipun mendudukkan D.O di pinggiran bath up. Membuat leher Kai semakin tertarik mendekat.

Kai menghentikan semuanya, kembali ditatap namja  yang baru dimilikinya ini.

Wajahnya begitu dekat, hangat nafasnya menerpa wajahku.

D.O pun membuka matanya yang sempat tertutup menikmati sentuhan Kai. Keningnya mengkerut.

“Bolehkan ?”, ucap Kai meminta ijin untuk benar – benar menjadikan D.O miliknya.

D.O mengangguk singkat.

Kembali di kulumnya bibir itu, Kai mendorong pelan tubuh D.O. Membawanya untuk berbaring dalam bath up.

“eugghh”, D.O kembali melenguh.

Kai menindih tubuh D.O dengan satu tangan sebagai tumpuannya. Ciuman itu menjadi semakin panas dan menuntut.

Saliva mengalir di sudut bibir mereka.

“Kaa..ii, se..saakk”, ucap D.O, yang telah kehabisan oksigen. Kai pun melepas tautan bibir mereka, dan beralih pada nipple D.O. Menjilatinya, menghisap dan menggigitnya pelan. Lidahnya seakan menari – nari disana. Bahkan Kai bisa merasakan bahwa nipple D.O kini telah merah dan mengeras.

“Eumm..huh..aahh,”, desah D.O sambil mengatur nafasnya yang ngos – ngosan akibat ciuman panjang mereka.

“Kau suka hyung ?”, ucap Kai di sela kulumannya.

“Ndeeehh, ahhh”

Kini D.O benar – benar topless.Kaipun semakin merapatkan tubuhnya.

“Aahhh” erang mereka saat junior mereka yang telah hard on dan masih terbalut celana jeans bergesekan.

Kai pun semakin menekan juniornya, membuat D.O semakin mengerang dan bergelinjang dibawah tubuhnya.

“Euhh, kaaiii ah. Ouhh”

Lidah Kai masih memanjakan  nipple D.O, tangan kirinya sesekali mengusap perut rata D.O.

Tangan kanannya mulai bergerak kebawah, jemarinya bergerak – gerak disekitar junior D.O tak segera meraihnya, menggoda D.O.

“Aahh, kaaii ah. Don’t euh teasing me eughh”, desah D.O.

“Sabar hyung. Kita main pelan – pelan”, sahut Kai tersenyum nakal

Tangan Kai pun mulai meremas – remas pelan junior D.O yang masih tertutup celana. Tubuh D.O seakan tersengat listrik.

“Uuhhh, kai ahh. yaahh”, desah D.O kenikmatan.

Di tariknya celana D.O beserta underwearnya dalam sekali hentakan. Kini D.O benar – benar naked tanpa sehelai benang pun.

“Kau benar – benar sudah tegang hyung ?”, canda Kai yang melihat milik D.O telah menegang.

“Jangan melihatnya seperti kai”, D.O hanya memalingkan wajahnya malu.

Tangan Kai meraih  milik D.O, mengocoknya pelan.

“Euhh, ahh yaa”, erang D.O tak karuan membuat libido Kai semakin meningkat, matanya menyiratkan nafsu bercampur dengan cinta yang entah mana yang lebih mendominasi.

.

.

SRET..

Kaipun menarik celananya hingga kini bereka berdua sama – sama naked.

BLUSH.. D.O yang melihat Kai naked di hadapannya reflek menutup matanya sesaat setelah kemudian membuka sebelah matanya.

‘Bagaimana bisa sebesar itu ? aigoo~’. Batin D.O.

“Waeyo hyung ? Kau salut dengan punya ku, eum ?”, ucap Kai yang kembali menindih D.O dan mencicipi tubuh manis namjanya.

“M..mwo ?aisshh”, ucap D.O bingung.

“Hyung, boleh aku langsung ke inti saja ?”. “Aku akan melakukannya dengan lembut”, ucap Kai.

D.O tersenyum dan membelai surai hitam Kai, hingga akhirnya mengangguk.

“Saranghae hyung”, ucap Kai kembali mencium hyungnya ini.

“Hyung, lihat lah. Dia juga minta service.mu”, ucap Kai mengarahkan juniornya di depan muka D.O.

D.O yang mengerti perlahan meraihnya, gugup ? Tentu. Terlihat dari tangannya yang gemetar. Dipijat nya pelan junior Kai, hingga memasukkan pada mulutnya. Mengulumnya pelan.

“Aahhhh hyu..nggg. aahh, kau piintaar hyung. Uhhh”, desah Kai nikmat. Dapat D.O rasakan junior kai semakin membesar, hingga.

 

.

.

PLOP

Junior itu terlepas dari mulutnya.

“Cukup hyung, apa kau benar – benar sudah tak tahan ?”, ucap Kai setelah melepas juniornya.

“Kau siap hyung “, tanya Kai, yang hanya dijawab anggukan.

Kai pun kembali menaut bibit D.O, tangannya mulai bergerak menuju hole milik D.O. Satu jarinya memasukki hole itu perlahan.

“Eunggh”, lenguh D.O menyadari benda asing memasuki lubangnya.

Kai menambah satu jarinya, D.O sedikit meringis. Digerakkan jari – jari itu perlahan tak ingin melukai kekasihnya.

“Akhh”, ringis D.O saat Kai kembali menambah jarinya.

“Tahan hyung. Saranghae!”, ucap Kai sebelum mengarahkan juniornya pada lubang D.O.

“AKHHH, kaiii.APPOO, aigoo.Keluarkan kai.AKKHHH”, jerit kai saat junior kai telah masuk pada lubangnya.

Kai semakin memperdalam ciumannya berharap bisa mengalihkan perhatian D.O terhadap rasa sakitnya.

Saat dirasa D.O telah tenang, Kai pun menatap D.O seakan meminta izin, yang dibalas senyum manis oleh D.O.

Kai pun mulai menggerakkan membernya. Perlahan sangat pelan.

“Eeuuhh”, D.O sedikit meringis. Kai terus menggerakkan juniornya, dia pun mulai menambah kecepatannya.

“Ahhh kkaaii, euhh”, kini sakit yang dirasakan D.O beralih menjadi rasa nikmat.

“Ahhh di siittuu. Uuhhh”, desah D.O saat Kai berhasil menumbuk titik terdalamnya. Membuatnya seakan terbang menuju surga.

Kai tau, dia pun menumbuk titik itu berulang kali.

“Eeuuuhhh, te..rus kaaa..ii aahhh”

“You’re so tight hyung. Euunnghh”

Kai semakin gencar menyodok lubang D.O.

Junior Kai semakin membesar, membuatnya seakan semakin dijepit dengan ketat oleh lubang D.O.

“Kaaiii,, Iii wann..na cumm. Ahhh”, desah D.O

“Ahh kita keluar.. bersama hyung. Euugghh”

CROT *Ya Allah maafkan hamba #frustasi gara2 nulis kata ini*

Mereka pun mencapai klimaks bersama. Kai mengeluarkan cairannya pada lubang D.O, hingga D.O dapat merasakan lubangnya begitu penuh.

Sedangkan cairan D.O mengotori perutnya dan perut kai.

Kai pun ambruk di atas tubuh D.O, “Gomawo hyung. Kau hebat”, ucap Kai dan mengecup puncak kepala D.O.

“Cheonma kai, kau juga sangat hebat”

“Mau mandi bersama Kai ? Kita harus kembali”, tanya D.O, Kai pun mengangguk dan tersenyum penuh arti.

.

Kini desahan yang sempat mengisi ruang digantikan oleh gemericik air dari shower yang tengah mengguyur tubuh D.O. Tak sadar bahwa kini mata kekasihnya kembali berkilat penuh nafsu.

Kai mulai melangkah mendekati D.O, memeluknya dari belakang.

“Ah kai, tolong ambilkan sabunnya”, ujar D.O yang menyadari Kai kini tengah merengkuhnya.

“….”

“Kaaiii”

Kai pun membalik tubuh D.O dan kembali menemukan bibir mereka.

“Eungghh, kaaii ahh. Kiita ha..rus, kemmba aahh liii”, usah D.O tertahan oleh desahannya.

“Kita ke ronde 2 dulu hyung, baru kembali”, ujar Kai. Kini Kai beralih pada leher D.O.

“Aniyo”

“Tak ada penolakkan hyung”

“Kaa ii ahh, kau.. eungghh ahh”

“Yaa, terus kaii euuhhh”

Dan beginilah akhirnya, ruangan itu kembali dipenuhi dengan desahan nikmat dari kedua orang yang tengah memadu cinta. Tanpa menyadari bahwa ada orang lain di depan pintu kamar mandi.

“Yeolie, itu suara apa”

“Molla baekkie hyung, apa mungkin setan?”

“KABUURRR” ujar mereka berdua.

 

 

~END~

Selesai!

Kita berdosa nulis ini. Maaf kan kami Ya Allah 😀

Kita udah selesai in FF ini sebelum puasa lo, jadi pahala puasa kita masih utuh.. haha

Otthe ? Hope you like it J

Jangan lupa kritik dan sarannya ya?

Thanks for reading. *bow with bias :p*

 

 

Iklan

37 pemikiran pada “Bathportation (Chapter 2)

  1. wadowh..cekikikan sndri bcnya.. tadinya koplak bin lucu ada pake keris sgala..dg tgkh koplakny kai yg pgn berteleportasi..eh gila jadi yaoi parah bgni xD wkwkwk tetep yah emg yaoi ttp bgni yaoi xD well intermezo baekyeol ddpn kmr mandi koplak jg..dasar baekyeol always xD xD good job ~~

  2. uuwwohhh”””’ kai appa kambuh lagi!!! Dasar appa ksian kan d.O eomma bru jdian lngsung jd korban kepervetan appa yg tingkat kuadrat wkwkwk*** tp epepnya daebak thor ^^ lanjutkan!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s