Love is Blind, isn’t it?

 

Title : Love is Blind, isn’t it?
Author : sootime95
Main casts: Byun Baekhyun (EXO-K) , Jung Eunhyo (OC)
Supporting casts: Other EXO-K’s members, Shin Minjung (OC)
Genre : Tragic, romance, friendship

Disclaimer : I do not own EXO-K’s members,they belong to God. I only own the OCs and the plot.
Please respect my hardwork! No plagiarism allowed! If you find similar plot or something, I could only apologise because this ff is ORIGINALLY MADE by me.
Read and comments are really important for me to improve my writing technique, thanks a lot ^^

Note         : Halo, author sootime95 balik lagi dengan ff baru setelah ff fantasi gaje yg lalu (Unpredictable Story of Us) XD
FF kali ini lebih ke life story ama romance labil khayalan author >< /ditimpuk reader/
Di sini author selipin juga loh sedikit pairing favorit author ^^
Semoga kalian pada suka ceritanya ya~ maaf kalo ada typo ato gaya nulisnya masih kacau karena author masih belajar 😀
Oke, cekidot!

__________________________________________________________

Matahari menyalurkan kehangatannya saat perlahan menampakkan diri dari ufuk timur. Sinarnya yang lembut menerobos setiap celah di pemukiman, berusaha menyadarkan manusia dari istirahatnya. Tak lama terdengar suara deringan halus dari kamar, nampaknya suara alarm yang disetel oleh seseorang. Yeoja pemilik kamar itu menggapai-gapaikan tangannya untuk mematikan alarm tersebut lalu beranjak tertatih dari ranjangnya. Matanya terlihat sayu seperti tak sesuai dengan wajahnya yang cukup rupawan. Bibirnya yang tipis dan pucat bergetar seakan ingin mengucapkan suatu hal. Sesuatu yang tertahan dalam dirinya sejak lama.

Ckrek. Suara pintu yang terbuka menyadarkan yeoja itu dari lamunannya. Seorang perempuan paruh baya masuk sambil membawa sepiring sup krim hangat dan segelas susu.

“Eunhyo, eomma bawakan sarapan, ayo dimakan,” katanya pada yeoja itu. Eunhyo,nama yeoja itu,segera berbalik dan senyum simpul terbentuk di wajahnya.

“Mengapa eomma repot-repot membawanya ke kamarku? Aku bisa turun ke ruang makan kok,eomma” katanya lembut.

“Kamu sepertinya kurang sehat nak,wajahmu pucat,makanya eomma bawakan. Mau disuapi?” tanya Ibu Eunhyo.

“Keurae. Anijiyo,aku bisa makan sendiri.Jeongmal gomawo eomma. Eomma sendiri sudah sarapan?” Eunhyo berjalan ke samping ibunya dan sekarang mereka duduk berdampingan di ranjang Eunhyo. “Eomma sudah sarapan bersama appa dan dongsaengmu tadi nak. Ayo makan, nanti keburu dingin”

“Ne, arasseo eomma” Eunhyo menyendokkan sup itu sedikit demi sedikit ke dalam mulutnya.Haerin, Ibu Eunhyo, melihat pemandangan itu dengan perasaan campur aduk. Sedih, menyesal, dan marah.

***

Setelah berbenah diri, Eunhyo kembali menyandarkan dirinya di ranjang, tak tahu harus melakukan apa. Sahabatnya, Minjung, berkata bahwa ada sesuatu yang harus dia tunjukkan pada Eunhyo dan dia akan datang sekitar jam 10  pagi. Eunhyo menekan sebuah tombol di atas jam berbentuk Rilakkuma sehingga sebuah suara terdengar dari sana. “Sekarang jam 9.48…sekarang jam 9.48”

Saat dia akan menutup matanya tiba-tiba pintu kamarnya didobrak oleh seseorang.Siapa lagi kalau bukan Minjung, anak yang selalu ‘heboh’ itu. “Eunhyo-ya,annyeong! Bagaimana kabarmu hari ini?” sapanya dengan suara cempreng yang khas. Yeoja berambut bob itu menenteng sebuah tas kanvas besar berwarna biru.

“Aku hampir saja mati karena serangan jantung,Minjung-ah. Lain kali paling tidak bukalah pintu kamarku pelan-pelan,ara?” protes Eunhyo.

“Ah,ne,hehehe,mian” Minjung nyengir kuda lalu melempar tas bawaannya ke ranjang. Eunhyo mengernyitkan alisnya.

“Barang apa yang kau bawa itu? Kok berat sekali?” tanya Eunhyo penasaran.

“Ah, ini yang ingin aku ceritakan padamu Eunhyo!” Suara Minjung mulai meninggi, menunjukkan rasa gembiranya.

“Kau tahu EXO kan? Boyband bentukan SM yang baru debut bulan April lalu..” mulai Minjung. Eunhyo menganggukkan kepalanya malas. Rupanya tentang fangirling thing lagi.

“Minggu lalu aku menuliskan sesuatu di fanpage EXO-K dan dibalas! Kyaaaa~ Kau tahu siapa yang membalasnya? Chanyeol oppa!”

“Hoh, terus?”

“Kau ini.Bisa berbahagia sedikit untuk temanmu tidak sih? Aaaaa,aku senang sekali~ Dan kemarin keberuntunganku kayaknya sedang baik,karena aku memenangkan banyak barang-barang EXO dari kuis di fanbase!” lanjutnya semangat.

“Jadi yang di tasmu itu,hadiah kuisnya?” tebak Eunhyo.

“Majeo! Ada banyak sekali..mug, t-shirt, note, pulpen, mousepad, dan album EXO-K!”

“Lalu buat apa kau bawa barang-barang itu ke rumahku?” Eunhyo mengerutkan dahinya heran.

“Supaya kau percaya kalau aku menang! Lagipula,aku ingin memberikan album ini untukmu,soalnya aku sudah punya di rumah.”

“Mwo? Aku saja tidak mengenal mereka. Untuk a..” Belum selesai Eunhyo berbicara, Minjung sudah memotongnya dengan ocehan lengkap dari A-Z tentang EXO. Mulai dari kapan EXO terbentuk lah, nama membernya lah, fakta-faktanya lah, sampai memaksa Eunhyo untuk mendengar lagu mereka.

“Kau harus dengar lagu ini,hyo! Tipenya ballad dan sepertinya kau bakalan suka. Yang nyanyi dua lead vocal di EXO-K loh”

“Eoh..” sahut Eunhyo tak tertarik. Suara musik intro dari lagu yang dimaksud Minjung pun mengalun. Eunhyo mulai menganggukkan kepalanya tanpa sadar mengikuti irama lagu itu sementara  Minjung tersenyum penuh kemenangan. “Lihat, sudah kuduga kau bakalan suka,hyo” batinnya.

Lagu tersebut terus berlanjut sampai pada satu part. Part yang membuat Eunhyo merasa jantungnya seperti dihujam pisau yang tepat mengoyak luka lamanya.

Namaneun neol mideojugo jikyeojugo dallaejulkke ( I will trust you, protect you and comfort you )
Nipyeoni doelkke
( I will be on your side )
Nigyeoteseo jeoldae antteona
( I will never leave your side )

 

-Flashback-

“Jagiya…” panggil seorang yeoja kepada namja yang berbaring di sebelahnya.

“Hm..” jawab namja itu asik memandang hamparan langit malam berbintang di atasnya. Yeoja itu mempererat pegangan tangannya.

“Berjanjilah selalu di sampingku ya?” pinta yeoja itu. Namja itu menganggukkan kepalanya lalu mencium dahi yeoja itu.

“Ara,aku berjanji. Aku akan selalu berada di sisimu, di sampingmu, apapun yang terjadi. Aku tak akan pernah meninggalkanmu..” ucapnya sambil tersenyum tulus.

“Ne, gomawo.. jeongmal gomawo..” jawab yeoja itu dengan mata berkaca-kaca. Berterima kasih dalam hatinya karena boleh dipertemukan dengan namja itu. Setelah itu, dia pun tertidur di pundak kekasihnya.

***

“Aigoo…kenapa dia tak mengangkat teleponnya?” ucap yeoja itu panik. Dia menatap sahabatnya dengan penuh pertanyaan. “Mungkin baterainya habis? Tak usah panik begitu, Eunhyo.”

Eunhyo melihat jam tangannya. Sudah lewat 30 menit dari waktu janjiannya dengan namja itu. Mengapa dia belum datang?

“Aku takut terjadi apa-apa dengannya, Minjung-ah! Semoga dia tak kecelakaan..Oh God ,apa yang kupikirkan?” Eunhyo semakin kalut. Dia mulai mengacak rambutnya.

Minjung mengalihkan pandangannya ke sekitar cafe turut mencari kekasih sahabatnya itu. Tiba-tiba matanya menangkap seseorang yang familier. Seorang namja sedang berdiri di seberang jalan bersama..

“Maldo andwae…” Minjung bergumam pelan. “Waeyo, Jungie?” Eunhyo mengikuti arah pandangan Minjung. Matanya membulat.

-Flashback Ends-

 

Minjung yang melihat Eunhyo memegang erat bagian leher bajunya mendadak khawatir. “Neo gwaenchana?”

“Ah..na..nan gwaenchana. Aku hanya merasa kepanasan kok,hehehe” sangkal Eunhyo.

“Jeongmalyo? Aku melihat kau seperti ingin mencekik dirimu sendiri, Eunhyo-ya! Aku tahu apa yang sedang kau pikirkan..” Minjung perlahan melembutkan suaranya, berusaha membuat sahabatnya itu menumpahkan semua hal yang membebaninya.

“Ne, be..benar aku tak memikirkan apa-apa…” ucap Eunhyo dengan bibir bergetar.

“Ya,Jung Eunhyo! Kau pikir sudah berapa lama aku menjadi temanmu hah? 14 tahun, Eunhyo-ya. Jangan menganggapku tak tahu apa-apa. Aku tahu apa yang membuatmu seperti itu. Aku juga melihat dengan mata kepalaku sendiri ketika hal itu terjadi!” sambung Minjung.

Eunhyo hanya terdiam dengan kepala tertunduk mendengar perkataan sahabatnya itu. Pundaknya bergerak perlahan dan Minjung tahu Eunhyo sedang berusaha menahan tangis. Selama 14 tahun tinggal dekat dengan Eunhyo, dia sudah mengetahui cara berpikir dan kebiasaannya. Memang benar, sahabatnya itu sangat tegar. Eunhyo selalu bersikeras berkata bahwa dia tidak boleh menangis karena dia tidak ingin membuat orang lain ikut sedih. Benar-benar anak yang lugu dan bodoh. Bodoh karena menyembunyikan perasaannya. Bodoh karena berusaha bersikap tenang dan tegar saat Eunhyo dan dia menyaksikan sendiri ‘pria sialan’ itu berciuman dengan yeoja lain di depannya. Saat pria yang pernah mengisi hati Eunhyo itu memutuskannya tanpa merasa bersalah sedikitpun ketika terpergok selingkuh.

“Pabo yeoja. Tak usah menahan tangismu. Apa gunanya aku di sini?” ucap Minjung yang langsung memeluk Eunhyo.

“Mianhae,Minjung-ah..mianhae…hiks” Akhirnya,semua pertahanan yang selama ini dibangun Eunhyo runtuh.

“Tak usah minta maaf, Eunhyo-ya. Aku mengerti.”  Minjung tersenyum kecut sambil mengelus punggung sahabatnya, menenangkan. “Menangislah sepuasmu,Eunhyo.

***

“Sekarang aku sudah lega. Jeongmal gomawo, Minjung-ah”

“Ne. Aku hanya ingin memberitahumu satu hal, Jung Eunhyo. Jangan pernah lagi pendam semuanya sendiri,arasseo?”

“Ne,arasseo.” Minjung menepuk pelan tangan Eunhyo lalu merapikan barang bawaannya. Dia teringat akan album EXO yang akan dia berikan. “Kalau reaksi Eunhyo mendengar lagu itu seperti tadi, sebaiknya aku tidak memberinya” pikirnya.

“Albumnya jadi buatku kan?” celoteh Eunhyo tiba-tiba.

“Jinjja? Katanya kau tidak mau?” tanya Minjung tak percaya.

“Aku lumayan suka lagu yang tadi. Nanti aku akan mencoba dengar yang lain. Siapa tahu nanti jadi ngefans sama mereka? Terutama siapa tadi…ah, Chanyeol oppa-mu”

“Ya! Jangan rebut biasku! Kau suka yang lain saja!” protes Minjung. Eunhyo terkikik mendengar reaksi Minjung.

“Oh iya, yang nyanyi lagu tadi siapa? Yang nyanyi part itu.”

Minjung menangkap apa yang dimaksud Eunhyo. Katanya tadi, yang menyanyikan bagian itu kedengaran sangat tulus. Aneh-aneh saja anak ini. “Baekhyun oppa. Wae? Ngefans ya?” goda Minjung.

“Ani!  Aku hanya ingin tahu saja..” jawab Eunhyo sambil menggembungkan pipinya.

“Yasudah, hati-hati nanti beneran loh. Aku pulang ya!” Minjung segera kabur dari kamar Eunhyo sebelum menjadi sasaran lemparan bantal oleh yeoja itu.

***

Suasana di pusat kota pagi itu sangat ramai.Jalan dipenuhi oleh orang yang berlalu-lalang. Pemandangan yang sama hampir terlihat setiap hari terutama pada saat jam masuk kantor.Gedung-gedung bertingkat di daerah itu pun ramai dikunjungi oleh puluhan orang, gadis-gadis berseragam sekolah lebih tepatnya, hanya untuk melihat idola mereka masuk atau keluar dari gedung tersebut. Di dalam salah satu gedung yang berada di sana, sekelompok namja yang merupakan anggota boyband kenamaan SM Entertainment,EXO-K,sedang bercengkrama satu sama lain.

“Kemarin,ahahaha,aku melihat hal yang lucu sekali” celoteh Chanyeol yang sedang menyunggingkan senyum khasnya itu.

“Apa? Ceritakan padaku,Chanyeol-ah!” pinta Suho dan seketika itu beberapa member yang lain ikut duduk membentuk lingkaran di depan Chanyeol.

“Begini.Kemarin waktu aku pulang dari minimarket, aku terburu-buru masuk ke kamar mandi karena kebelet.Terus Baekhyun juga berada di dalam kamar mandi. Dan tebak apa yang dia lakukan?” lanjut Chanyeol sambil berusaha menahan tawa.

“Apa? Apa? Jangan membuatku penasaran,hyung!” protes Kai. Baekhyun yang sementara merapikan perlengkapan trainingnya tiba-tiba bersin dengan keras. Rupanya dia tidak mengetahui bahwa dirinya sedang menjadi bahan pembicaraan.

“Ah! Pasti Baekki hyung sedang berlatih untuk CF dengan handuk kuningnya itu kan?” tebak Sehun.

“Deng! Salah ! Lebih buruk dari itu,Sehun-ah!” Chanyeol kembali menutup mulutnya sambil melirik penuh arti pada Baekhyun. Yang dilirik hanya menaikkan sebelah alisnya,masih tidak sadar akan apa yang terjadi.

“Malhaebwa,hyung!”  Kali ini protes Kai dan Sehun bersamaan. Suho juga menganggukkan kepalanya. Chanyeol berbalik memastikan Baekhyun masih jauh dari mereka lalu berbisik pelan kepada maknae dan hyungnya itu.

“Dia kali ini.. berlatih CF untuk deodoran kayaknya. Karena kulihat,dia sedang sibuk memandang dan mencium ketiaknya terus bergumam tak jelas.Mmmphh..”

“Jeongmal?! Puahahahahahaha~” Kai langsung berguling di lantai setelah membayangkan apa yang dilakukan hyungnya yang satu itu.

“Kkkkk~ jangan-jangan Baekki hyung ‘basket’ lagi” sambung Sehun. Kali ini Baekhyun bersin lebih keras dari sebelumnya. Dia mengusap-usap hidungnya dan menatap tajam keempat orang yang duduk tak jauh darinya itu.

“Ya! Awas kedengaran olehnya,Sehun-ah!” tegur Suho.

D.O yang baru kembali dari toilet melihat Baekhyun sedang mengoceh sendiri. “Waeirae? Neo gwaenchana,hyung?”

Baekhyun berbalik ke asal suara itu, menepuk dadanya karena kaget. “Kau mengagetkanku saja,Kyungsoo-ah. Nan gwaenchana. Aku hanya merasa hidungku gatal tak jelas daritadi. Sepertinya ada yang sedang membicarakanku.”

D.O mengangkat sebelah alisnya lalu mengangguk paham. Dia berjalan ke tempat member lainnya dan duduk di dekat Kai. Kai merasa ada orang di belakangnya, berbalik sambil memasang tampang kaget. Korban kedua D.O.

“Ya! D.O hyung kau mengagetkanku saja!”

“Hahahaha,mian Jonginnie. Kalian sedang berbicara apa di sini? Sesuatu yang menarik?” tanya D.O penasaran.

Suho menatap Chanyeol minta persetujuan. “Ceritakan saja hyung” ucap Chanyeol, masih sibuk menenangkan dirinya.

“Jadi begini Kyungsoo-ah,….” Suho mulai menceritakan apa yang mereka bicarakan tadi. Awalnya,ekspresi D.O datar. Setelahnya,sudut bibirnya mulai terangkat. Matanya pun semakin membulat.

“Bwahahahahahahaaa! J..jeongmalyo?” Akhirnya, D.O juga ikut terbahak bersama mereka.

“Aish,jinjja,mereka menertawakan apa sih?” Baekhyun kembali melihat ke arah ‘kumpulan orang tak jelas’ itu yang sekarang sudah bertambah satu,D.O. Tak lama kemudian, Baekhyun bersin lagi untuk ketiga kalinya.

“Aigoo,mungkin aku terserang flu..” gumam Baekhyun.

***

Keesokan harinya, dorm EXO-K terlihat sangat damai, bertolak belakang dengan keadaan biasanya. Masing-masing member sibuk dengan kegiatannya.

“Hyung, hyung, temani aku dong” ujar Sehun sambil menepuk-nepuk bahu D.O. Yang bersangkutan tetap sibuk dengan kegiatan memasaknya,tak menghiraukan panggilan maknaenya itu.

“Suho hyung…mwohaeyo?” Suho mendongak melihat Sehun. “Hyung sedang memperbaiki gantungan handuk ini karena sekrupnya lepas. Waeyo,Sehun-a?”

“Ani, hyung lanjutkan saja pekerjaannya. Mian menggangu..” Suho mengangguk pelan dan kembali tenggelam dalam kesibukannya.

Sehun berjalan mendekati Kai. “Jonginnie~”

“Hm?” gumamnya. Kai sedang sibuk menyelesaikan permainan di konsol game miliknya.

“Bisa temani aku tidak?” tanya Sehun ragu.

“Aku tak bisa, mianhae Sehun-a. Minta tolong di Chanyeol hyung saja.”

“Ah,arasseo..” Sehun semakin putus asa. Chanyeol sedang tidur di kamar, siapa lagi yang tersisa?

Baekhyun keluar dari kamar mandi sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk. Dia tak sengaja melihat maknaenya sedang berdiri mematung di depan pintu kamarnya.

“Sehun-a,sedang apa kau?” tegurnya.

“Ah! Baekki hyung! Bisa temani aku tidak?” Sehun menatap hyungnya itu dengan puppy eyes andalannya. Baekhyun yang memang tak kuat dengan serangan Sehun mengangguk pasrah.

“Jinjjayo hyung? Gomawo~ Hyung memang baik deh” Sehun menoel tangan Baekhyun dan sukses membuat Baekhyun bergidik ngeri.

“Kau mau kemana memangnya?” Baekhyun menyisir rambutnya ke atas. Sehun tersenyum lebar dan menatap Baekhyun.

“Biasa hyung.. Aku ingin membeli bubble tea,hehehe~”

Baekhyun berdecak pelan. “Aigoo, aku kira penting sekali. Kau sudah bawa dompet kan?”

“Ne, sudah. Kajja hyung!” Sehun pun menyeret Baekhyun dengan semangat keluar dari dorm mereka.

***

Sekarang Baekhyun dan Sehun sudah berada di depan gedung dorm lengkap dengan seluruh penyamaran mereka. Sehun memakai hoodie hitam dan masker sedangkan Baekhyun memakai topi beserta kacamata hitam.

“Hyung, biarpun kau tak memakai kacamata hitam,orang tak akan mengenalimu” ujar Sehun sembari terkikik.

Baekhyun memasang wajah cemberut sambil terus berjalan ke arah stand bubble tea langganan mereka. “Enak saja kau Sehuna,kau pikir orang akan mengenalimu juga?” balasnya.

Sehun tertawa senang karena berhasil menggoda hyungnya itu. “Tentu saja hyung,aku kan lebih tampan daripada kau..”

“Mwoya?! Sini kau maknae kurang ajar!”

Baekhyun mengejar Sehun yang kabur dengan cepat karena kaki panjangnya. Anak itu sekarang sudah berada di depan stand, tertawa mengejek kepadanya. Dari arah pertokoan tiba-tiba muncul dua orang yeoja sementara Baekhyun sudah tak dapat menghentikan tubuhnya. Akhirnya dia menabrak salah satu dari mereka, mengakibatkan barang bawaan yeoja itu terhambur ke lantai.

“Ah,mianhaeyo.Gwaenchana agasshi?” tanyanya pada yeoja itu. Teman yeoja itu memandang Baekhyun dengan tatapan marah lalu berjongkok untuk membantu temannya.

“Ne, nan gwaenchana..” Yeoja itu menepuk-nepuk lututnya yang kotor lalu dibantu temannya untuk berdiri.

“Jeongmal mianhamnida,aku tak sengaja..” ucap Baekhyun tetap mengarahkan pandangannya pada yeoja itu. Sedari tadi, yeoja itu tetap menundukkan kepalanya.

“Tolong lain kali perhatikan sekitar kalau anda sedang berlari. Ayo kita pergi Eunhyo..” Teman yeoja bernama Eunhyo itu menatap Baekhyun sinis dan menggandeng temannya pergi. Baekhyun terdiam menatap kepergian dua orang itu.

“Hyung! Kau tak apa-apa?” Sehun menepuk bahu Baekhyun. Baekhyun menggelengkan kepalanya pelan. “Iya,ayo kita beli bubble tea”

***

Setelah membeli beberapa bubble tea untuk member di dorm, mereka berdua berjalan pelan sambil menyesap minuman masing-masing. Sehun menatap hyungnya yang masih diam sejak tadi. Biasanya hyungnya itu akan mengajaknya cerita atau bercanda. Aneh.

“Hyung, kau kenapa sih?”

“Hm,wae?” jawab Baekhyun datar.

“Biasanya kau cerewet sekali hyung. Ada hal yang mengganjal di pikiranmu ya?”

“Ani. Aku hanya malas berbicara sekarang”

“Pasti karena yang tadi kan? Memangnya ada apa dengan yeoja itu?”

Baekhyun menengadahkan kepalanya menatap langit dan menghela nafas. “Entahlah. Aku hanya merasa bersalah pada yeoja itu. Meskipun aku sudah meminta maaf, tapi yah..aku bingung.”

“Begitu ya? Lagipula kau hanya menabraknya dan sudah meminta maaf kan hyung? Jadi,apa yang perlu dipermasalahkan lagi?”

“Iya sih, tapi aku merasa seperti belum dimaafkan. Habisnya,yeoja itu terus menunduk ,tak menatapku sama sekali.”

Sehun menaikkan alisnya heran. “Mungkin dia hanya malu hyung, sudah, tak usah dipikirkan lagi”

Mereka pun kembali terdiam, sibuk dengan pikiran masing-masing.

***

“Kami pulang!” teriak Sehun saat memasuki pintu dorm. Kai yang sedang berjalan ke dapur berhenti dan mendatangi mereka.

“Ada buatku?” tanyanya sambil menunjuk kantong yang dipegang Sehun. Sehun memberi kode untuk mengikuti dia ke ruang tamu. Baekhyun menitipkan kantong bawaannya pada Kai dan langsung masuk ke kamarnya.

“Hei Sehunnie,ada apa dengan Baekki hyung?” Kai menatap Sehun penasaran. Sehun mengeluarkan satu persatu bubble tea dari kantong dan menaruh sedotan di atasnya. Dia menghela nafas.

“Mollayo.. Tadi dia tak sengaja menabrak orang dan sekarang dia begini”

“Menabrak orang? Yeoja atau namja? Dia diajak berkelahi?”

“Hahaha, aniyo . Yeoja.”

“Yeoja ya.. Ah hyung itu aneh-aneh saja~”  Kai dan Sehun serempak mengangkat bahu lalu tertawa. Mereka berdua lalu duduk di hadapan televisi dan melanjutkan pertandingan game mereka yang tertunda.

Chanyeol masuk ke kamar dan mendapati Baekhyun sedang duduk termenung di ranjang. Dia mengambil posisi di hadapan Baekhyun dan memainkan rambut couplenya itu.

“Bacon, kau kenapa melamun sayang?” tanya Chanyeol dengan nada bermain-main.

Baekhyun tersadar dari lamunannya. “Eh,kau di sini rupanya Yeollie..”

“Iya,aku daritadi di sini memandangmu dengan penuh cinta (?) tapi kau mengacuhkanku sayang” lanjut Chanyeol. Wajah Baekhyun yang semula datar berubah 180 derajat.

“YA , KAU MENJIJIKKAN, PARK CHANYEOL! SIAPA YANG KAU PANGGIL SAYANG HAH?!” teriak Baekhyun dengan suara 7 oktafnya.

“Kau. Memangnya siapa lagi, Bacon sayang? Dan bisakah kau berhenti berteriak, telingaku sudah sakit sekali sekarang.” Chanyeol mengorek-ngorek telinganya.

“AISH! TERIMA INI PARK CHANYEOL!”

Duo maknae yang sedang asik dengan game mereka terkejut mendengar teriakan Baekhyun.

“Apa yang terjadi padanya?” batin mereka berdua.

“YA BYUN BACON!  JANGAN MELEMPARIKU DENGAN BANTAL! YAAAAAA!!!” Teriakan Chanyeol ikut membahana.

Sehun terbahak bersama Kai. Memang seorang Park Chanyeol selalu tahu cara menghibur Byun Baekhyun. Selalu.

***

“Aigoo,orang itu main tabrak saja!” Minjung sibuk mencak-mencak di hadapan Eunhyo. Sekarang mereka sudah berada di kamar Eunhyo sepulang dari mal tadi.

“Sudahlah Minjung-ah, dia pasti tak sengaja” ucap Eunhyo.

“Tapi .. aish,sudahlah!” Akhirnya Minjung berhenti mengoceh dan merebahkan dirinya di ranjang. Dia mengelus-elus lutut Eunhyo.

“Ya! Hentikan! Geli..kyahaha,yaa~” Eunhyo memukul tangan Minjung agar tak menyentuh lututnya lagi.

“Aku hanya ingin tahu apa lututmu terluka karena jatuh tadi. Tak akan kumaafkan orang itu kalau sampai membuat kakimu yang mulus itu ternoda karena luka.” Kata Minjung berapi-api.

“Jangan terlalu berlebihan begitu ah! Lututku hanya memar sedikit,nanti juga hilang”

“Ne,arasseo. Jangan lupa oleskan salep oke?” lanjut Minjung.

“Ne, Jungie eomma. Pulang sana, nanti kau dicariin bumonim-mu” Eunhyo menggoyangkan tangannya. Minjung mengacak rambut Eunhyo lalu beranjak dari ranjang. Sebelum dia pulang, Minjung teringat akan satu hal.

“Eunhyo-ya” panggilnya.

“Hm?” gumam Eunhyo.

“Lusa ada fanmeeting EXO-K di COEX , mau ikut?”

Eunhyo mengernyitkan dahinya. “Emang bisa? Aku kan belum terlalu mengenal mereka..”

“Bisa lah,lagipula gratis kok. Jadi gimana?” tanya Minjung lagi.

“Terserah kau sajalah. Aku harus membawa apa nanti?”

“Aku akan menyiapkan semuanya nanti. Biasanya,kita bisa membawa sebuah kertas berisi pertanyaan yang akan dijawab oleh bias kita nantinya” jelas Minjung.

“Keuraeseoyo? Baiklah” Eunhyo meraih remote music playernya dan menekan tombol play. Lagu dalam disc EXO-K yang masih tersimpan dalam player tersebut mengalun. Minjung tersenyum lembut melihat sahabatnya itu lalu bergegas pulang.

***

“Hyung, besok schedule kita apa saja?” tanya D.O pada Suho yang sedang menonton TV. Suho menerawang sejenak lalu menjawab pertanyaan dongsaengnya itu.

“Hum..hanya fanmeeting kurasa. Setelah itu kita free.”

“Fanmeeting ya? Hal apa yang harus kita persiapkan hyung?”

“Kurasa tak ada. Manajer hyung tak memberi info?” Suho berbalik menatap D.O.

“Eobseo. Yasudah,aku memasak dulu hyung” ucap D.O dan berlalu ke dapur.

Baekhyun membuka pintu dorm mereka. Dia baru saja pulang dari gedung SM setelah berdiskusi dengan staff fanmeeting. “Aku pulang! Mana yang lain hyung?”

“Kyungsoo sedang memasak. Yeolli sedang di kamar,berkutat dengan laptopnya. Sehun dan Kai pergi ke minimarket.” jawab Suho.

“Aigoo,padahal aku ingin membicarakan detail fanmeeting besok.”

“Beritahu aku saja. Nanti akan kusampaikan pada yang lain.”

Baekhyun duduk di samping Suho dan mengeluarkan catatannya. “Besok, fanmeetingnya mulai pukul 11 siang di . Kita akan menuju ke sana pukul 8.30. Pembukaan fanmeeting, kita akan perform MAMA, diikuti lagu lainnya ditengah fanmeet.”

Suho menganggukkan kepalanya. “Lalu?”

“Fanmeetnya sendiri akan dibagi 2 gelombang agar tidak kacau. Kita akan beristirahat kurang lebih 30 menit, lalu perform History untuk sesi 2.”

“Arasseo..arasseo. Masih ada yang lain?”

“Oh iya,aku ingat. Min nuna bilang, fanmeet kali ini ada Lucky Draw-nya” kata Baekhyun sambil mengangkat telunjuknya.

“Mwo? Lucky draw apaan?”

“Saat masuk ke gedung, para fans akan diberi semacam kupon. Kupon itu akan diundi dan fan yang beruntung akan dikunjungi oleh kita hyung.”

“Mengunjungi fan ya? Apa tidak membuat yang lain cemburu?” Suho mengetuk-ngetuk meja , menandakan dirinya sedang berpikir.

“Nah, pihak staff sudah mengantisipasi. Kupon itu diberikan dengan dalih untuk mendata para fans yang datang. Pengundiannya akan dilakukan di kantor SM dan hasilnya akan langsung diberi tahu pada fan itu lewat telepon.”

“Ah~ Majeo, Majeo. Cara yang bagus juga.”

“Kalau begitu tolong sampaikan ke yang lain ya,hyung? Aku mau istirahat” pamit Baekhyun. Suho mengangkat jempolnya tanda setuju dan kembali fokus pada tontonannya.

***

Pagi-pagi sekitar pukul 8, Minjung sudah menerobos ke dalam kamar Eunhyo dan membangunkannya. Eunhyo yang masih setengah sadar hanya mengangguk mendengar ocehan panjang lebar Minjung tentang fanmeeting itu. Dia menyeret kakinya ke kamar mandi dan keluar beberapa saat kemudian. Minjung langsung membantunya memakai pakaian semacam mini dress selutut tak berlengan. Tak lupa rambutnya di blow oleh Minjung dan wajahnya pun dimake up tipis. Eunhyo sampai tak habis pikir pada sahabatnya ini. Mereka akan ke fanmeet atau pesta sih?

“Ja, terakhir pakai kacamata ini, Eunhyo-ya!” ucap Minjung sambil memakaikan kacamata berframe cukup besar, tapi terlihat pas dipakai oleh Eunhyo. Dia kemudian mengangguk puas, seakan sudah menciptakan sebuah karya besar.

“Barang apa yang akan kita bawa Jungie?” tanya Eunhyo. Minjung mengobrak abrik isi tas kanvasnya dan mengeluarkan beberapa kertas berwarna ukuran B5 serta spidol.

“Aku hanya membawa hand-banner bertuliskan nama masing-masing member, album, dan kipas.” Minjung membuka tutup spidol lalu mulai menulis sesuatu di atas kertas berwarna hijau. Setelah selesai, dia mengambil kertas lainnya berwarna biru muda –warna kesukaan Eunhyo- .

“Hyo,pertanyaan apa yang ingin kau ajukan untuk mereka?”

“Mwo? Harus untuk mereka semua? Masing-masing satu?”

“Aniyo, bisa kok salah satu dari mereka saja. Nugu? Baekhyun oppa?” goda Minjung.

“Keurae, why not?  Lagipula aku belum terlalu tahu tentang member lainnya” ceplosnya.

Minjung berdecak pelan. Temannya ini memang orangnya blak-blakan. Hal itulah yang membuatnya suka pada Eunhyo.

“Apa pertanyaanmu? Buat optionnya sekalian” Eunhyo membisikkan sesuatu pada Minjung.

“Hm,arasseo. Mau memegang sendiri kertas ini? Kutaruh di tasmu ya..” Minjung menyelipkan kertas itu ke tas tangan Eunhyo kemudian membereskan sisa kertas dan spidol tadi.

“Minjung-ah,kau sudah sarapan belum?”

“Belum,aku sangat lapar. Kau juga belum kan? Ayo kita pergi sarapan di tempat biasa. Mau?”

“Ne! Aku rindu makan bubur ayam buatan Kim ahjumma” jawab Eunhyo ceria.

Mereka berdua pun bergegas ke restoran kecil milik Kim ahjumma yang terletak tak jauh dari rumah Eunhyo.

***

“Sudah selesai? Chanyeol-ah, jangan lupa tasmu!” Suho bolak-balik untuk mengatur member yang lain. Hari ini mereka akan mengadakan fanmeeting dan mereka harus bergegas ke lokasi untuk mempersiapkan semuanya.

“Hyung! Apakah kau lihat charger ponselku?” Kai berkeliaran memeriksa laci-laci yang ada. Baekhyun keluar dari kamar sambil menggendong ransel. Sehun sibuk memasukkan snack seperti keripik dan minuman kaleng ke sebuah tas kertas. D.O yang sudah siap sedang duduk di sofa sambil menutup matanya.

Beberapa menit kemudian, mereka sudah berada di van. Kai memasang headset di telinganya dan mengeluarkan PSP. Suho sibuk berbicara dengan seseorang melalui ponselnya sedangkan ‘The Derp Squad’ – Chanyeol, Baekhyun, D.O, Sehun- sedang berusaha keras menahan tawa mereka karena lelucon yang diceritakan Chanyeol. Manajer hyung yang masuk beberapa saat kemudian, duduk di kursi pengemudi dan berdecak melihat kelakuan ‘anak-anak’nya ini.

Perjalanan dari dorm mereka ke COEX butuh waktu sekitar 20 menit jika lalu lintas tidak terhambat.Sesampainya di sana, mereka langsung diberikan briefing singkat oleh staff lalu bersiap untuk gladi bersih. “Memberdeul, ayo ke ruang ganti. Aku sudah mempersiapkan pakaian kalian!” teriak salah seorang staff pada mereka.

“Ne!” jawab mereka serempak.

***

Pukul 11 tepat , gate utama dibuka. Ratusan fans berkerumun di sekitar lokasi fanmeet. Banyak di antara mereka yang berteriak histeris sambil memegang banner atau poster. Staff keamanan membagi fan yang sudah terdata sesuai bias mereka sehingga membentuk 6 jalur. Untungnya, fans yang hadir mau bekerja sama sehingga suasana lokasi tidak kacau.

Member EXO-K masuk satu persatu, berjejer ke samping. “Annyeonghaseyo, uri neun EXO-K imnida!”

Para fans berteriak heboh mendengar salam mereka. EXO-K mengatur formasi dance mereka dan membuka fanmeet dengan performance MAMA.

“Eunhyo-ya, ayo ikut nyanyi! Kau tahu liriknya kan?” tanya Minjung di sela-sela suara ratusan fans yang ikut beryanyi bersama idola mereka. Eunhyo mengangguk singkat. Dia pun bernyanyi bersama Minjung sampai lagunya selesai. tepuk tangan meriah terdengar di mana-mana. Akhirnya fanmeeting resmi dimulai.

Suho mengambil tempat duduk paling kiri diikuti Sehun, Kai, D.O, Baekhyun, Chanyeol. Staff keamanan mengecek kembali pembatas yang telah dibuat lalu mengarahkan fans masuk ke jalur masing-masing.Eunhyo sendiri sudah berdiri di antrian Baekhyun sementara Minjung, kalian tahu, Chanyeol. Minjung tetap memegang bahu Eunhyo selama mengantri agar dia tidak terdesak ke depan. Sesekali Minjung menegur fan yang tiba-tiba mendorong dari belakang. Kurang lebih 20 menit fanmeet berlangsung, giliran mereka berdua hampir tiba.

Baekhyun menandatangani album seorang fan yang katanya datang jauh-jauh dari Busan. Gadis itu kemudian menyodorkan kertas pertanyaannya. Baekhyun berpikir sebentar, mencentang jawabannya, dan menyodorkan kertas itu kembali. Fan itu mengucapkan terima kasih,yang langsung dibalas senyuman dari Baekhyun, dan melenggang pergi.

“Ah, capek juga ya” batin Baekhyun. Dia meregangkan tangannya sebentar lalu meneguk air minum yang disediakan. Tangannya bergerak membuka spidol untuk lanjut memberi tanda tangan.

“Annyeonghaseyo oppa” sapa Eunhyo. Baekhyun menganggukkan kepalanya.

“Namamu siapa?” tanya Baekhyun , bersiap-siap menandatangani album di hadapannya. Eunhyo terdiam sejenak. “Naneun Jung Eunhyo imnida”

Baekhyun terkesiap mendengar nama itu. Dia mengangkat kepalanya untuk memandang Eunhyo.

“Jung Eun..Hyo?” tanyanya terbata.

“Ne,Jung Eun Hyo. Waeyo?”  Baekhyun melihat Eunhyo dari kepala sampai kaki. Benar, dia gadis yang Baekhyun tabrak. Rambut panjang cokelatnya yang bergelombang serta wajahnya yang selalu menunduk. Lututnya juga terdapat tanda memar, pasti karena terjatuh waktu itu.Tapi kali ini Baekhyun bisa melihat lebih jelas wajah Eunhyo.

“Ani, tunggu akan kutandatangani albumnya.”  Baekhyun tak lupa menuliskan pesan singkat. Dia berusaha bertatap mata langsung dengan Eunhyo namun gadis itu seperti …. menghindarinya?

“Apakah ada pertanyaan?”  Eunhyo menyodorkan kertas berwarna biru langit yang berisi pertanyaannya. Baekhyun menerima kertas itu dan tidak sengaja menyentuh tangan Eunhyo.

“Mianhaeyo” ucapnya spontan. Eunhyo menggelengkan kepalanya. Baekhyun bisa melihat senyum tipis tersungging di bibir gadis itu.

Baekhyun cepat-cepat mengalihkan perhatiannya pada kertas yang ditujukan untuknya. Matanya membulat membaca pertanyaan tersebut.

Apakah menurut oppa, cinta itu buta?

Hm?   Baekhyun mengabaikan pemikiran yang berkelebat di otaknya dan mencentang salah satu option. Dia menyodorkan kembali album dan kertas itu pada Eunhyo.

“Gamsahamnida oppa”  Eunhyo membungkuk singkat. Baekhyun kemudian melihat gadis lain yang menegurnya waktu itu. Dia menggandeng tangan Eunhyo dan keluar dari antrian menuju ke cafe di sudut gedung.

“Ada apa dengan yeoja itu sebenarnya?”

***

Minjung membantu Eunhyo duduk di kursi cafe lalu dia pergi memesan minuman untuk mereka berdua.

“Ini untukmu Eunhyo. Green Tea Frappe, as usual.”

“Ne,gomawo Minjung-ah.” Eunhyo menyeruput sedikit minumannya.

“Bagaimana rasanya mengikuti fanmeeting?” tanya Minjung penasaran.

“Umm,lumayan, meskipun aku kurang suka keramaian”

“Baguslah.. setidaknya kau pernah merasakannya. Aaaaa,aku sangat senang! Chanyeol oppa tadi menyalamiku~” sambung Minjung heboh. Mulai deh anak ini.

“Apa ada sesuatu yang ditulis Baekhyun oppa di albumku?”

“Jamkkanman.” Minjung mengambil album milik Eunhyo dan membaliknya. Tanda tangan Baekhyun, nama Eunhyo,..

“Ada! Isinya agak aneh Eunhyo-ya,apakah kau pernah bertemu Baekhyun oppa sebelumnya?” selidik Minjung.

“Mwo? Cepat bacakan!”

“Ara,ara~  Dia bilang.. Annyeong Eunhyo-ssi, terima kasih telah datang di fanmeeting kami. Aku sangat senang bahwa tahu kau adalah fansku.. benar kan? Hehe..”  Eunhyo tertawa ketika Minjung mengucapkan pesan itu seperti operator.

“Oh iya, aku ingin meminta maaf karena telah menabrakmu. Apakah kau masih ingat? Waktu itu aku ingin mengejar Sehun, tapi malah menabrakmu. Sekali lagi aku minta maaf. Apa lututmu tidak apa-apa? Aku melihat bekas memar di sana dan aku merasa sangat bersalah. Mianhaeyo.”

Minjung menarik nafas setelah membaca surat itu. Dia terdiam sebentar lalu tiba-tiba memukul meja. Sontak Eunhyo terlonjak karenanya. “Hokshi…”

“Dia yang MENABRAKKU waktu itu, SHIN MINJUNG. Waktu kita berjalan pulang dari mal itu” potong Eunhyo. Minjung mulai meracau tak jelas.

“Andwaeee~ Waktu itu aku menatapnya sinis sekali. Bagaimana kalau dia membenciku, Jung Eunhyo? Bagaimana?” ucap Minjung seperti orang kesetanan. Kali ini dia kembali bingung. Yang seharusnya histeris siapa?

“Keuman, Minjung-ah. Orang-orang sekarang melirikmu tuh. Sekarang tolong bacakan jawaban pertanyaanku.”

“Ah,ne…. Dia menjawab.. Iya! Eunhyo-ya!! Chukhahae~” Minjung kembali heboh.

“Chukhahae? Neo!” Akhirnya sebuah cubitan mendarat di tangan Minjung.

***

Pagi  berikutnya, dorm EXO-K kembali sepi. Di dapur hanya terlihat D.O sedang menyiapkan sarapan dan di ruang tamu Suho sedang membaca koran. Benar-benar pasangan suami istri (?). Salah satu pintu kamar terbuka, menampakkan wajah pemiliknya yang kusut. BaekYeol berjalan keluar seperti orang mabuk, terseok-seok. Baekhyun mencuci mukanya kilat dan duduk manis di depan meja makan. Chanyeol berjalan ke arah Suho, bermaksud kembali tidur di sofa tetapi tidak berhasil. Suho sudah menyeretnya ke dapur.

“Sehunaaaaaa,  Kkamjooooooong, ireoonaaaa!” teriak Baekhyun dan D.O bersamaan, membuat duet suara sopran di pagi hari.

Tak lama terdengar suara sesuatu terjatuh dan erangan seseorang. Kai yang membuka pintu, matanya tertutup rambut seluruhnya sementara Sehun keluar dari pintu yang lain terbungkus selimut. Benar-benar sangat kacau. Setelah D.O mendorong mereka ke meja makan, akhirnya semua member EXO-K menikmati sarapan mereka dengan lahap.

—-skip—–

Ponsel Suho bergetar, menandakan ada panggilan masuk. Dia mengangkat panggilan itu. Ternyata dari manajer mereka.

“Ne,hyung. Mereka sudah sarapan semua. Iya,iya.”

“Mandi? Sudah. Undian apa? Fanmeet itu? Ne,ne. Sudah ada pemenangnya kah?”

Suho memberi kode pada Kai yang sedang duduk menonton TV untuk membawakannya kertas dan pulpen.

“Ne,nuguji? Alamatnya? Oke,gomawo hyung. Akan kuberitahu mereka.” Suho menuliskan sesuatu di kertas yang diberikan Kai lalu memutuskan panggilan telepon.

“Yeorobun,ayo kumpul di ruang tamu! Ada pengumuman!”

Member yang lain langsung duduk manis di sofa, siap mendengar penjelasan leader mereka. Suho berdeham lalu memulai pidato(?) nya.

“Tadi manajer hyung meneleponku.”

“Ada apa?” Chanyeol duluan bertanya.

“Nah, tadi katanya pengundian sudah dilakukan di kantor SM.”

“Pengundian apa hyung?” tanya Sehun . Suho menyuruhnya diam.

“Undian waktu fanmeet itu. Yang beruntung, akan dikunjungi oleh kita.”

Semuanya mengangguk paham. Suho melanjutkan.

“Tadi hyung memberitahuku nama fan yang beruntung itu beserta alamatnya. Kita akan mengunjunginya besok.”

Chanyeol mulai ricuh. Kai dan D.O terlihat paling tenang. Sehun dan Baekhyun menatap Suho penasaran.

“Namanya Jung Eunhyo.”

“Mwo?” pekik Baekhyun. Suho menaikkan alisnya. “Iya, ada yang salah?” Baekhyun cepat-cepat menggelengkan kepalanya.

“Besok kita akan mengunjunginya jam 9 pagi. Ada pertanyaan?”

Chanyeol mengangkat tangannya. “Kita harus bawa apa ke rumahnya hyung?”

“Bawakan buah saja? Atau minuman?” usul D.O.

“Bubble tea!” usul Sehun yang langsung dihadiahi timpukan oleh Kai.

“Baekhyun ada ide?”

“Aaa, aku terserah saja hyung. Aku akan membawakan bunga untuknya.”

“Bunga? Okelah.” Suho mencatat semuanya dalam daftar belanjaan. Baekhyun kembali mematung , tak menghiraukan Chanyeol yang terus menggodanya. Memang Baekhyun tak bisa menceritakan apapun padanya.Lihat saja ekspresi Chanyeol sekarang.

***

Eunhyo masih terbaring di ranjangnya sedangkan Minjung sudah terbangun daritadi. Sekarang anak itu sedang sibuk tertawa di depan laptop karena menonton Running Man.

“Pfff.. Gary oppa! Puhahahahaaaa” Minjung terbahak sambil memukul-mukul meja.Tiba-tiba ponsel Eunhyo berdering keras.

“Yobosaeyo..” jawab Eunhyo. “Ne, benar saya Jung Eunhyo. Ada apa?”

“Undian? SM Entertainment? Saya tidak pernah merasa mengikuti undian” jawab Eunhyo bingung. Minjung menatapnya dengan pandangan ‘Siapa – Yang – Menelepon’.

“Ah,iya,benar. Iya,saya datang ke fanmeeting itu.”

“Kupon? Iya,saya isi. Benar, benar itu alamat saya.”

“Siapa itu, Eunhyo?” bisik Minjung. Eunhyo menaruh telunjuk di bibirnya.

“Besok? Iya,tak masalah,tapi jam berapa?”

“Sembilan? Baiklah.. Ne,gamsahamnida..”

Eunhyo memutuskan sambungan telepon dan melempar ponselnya begitu saja di ranjang. Dia lalu menutup wajahnya,tampak frustrasi.

“Ya! Siapa itu yang menelepon ? Malhaebwaaaa~” bujuk Minjung. Eunhyo menghela nafas.

“Staff SM.”

“Mwoya?! Terus apa yang dia katakan?”

“Aku memenangkan undian waktu fanmeeting itu.”

“Undian? Fanmeet EXO maksudmu? Undian apa?”

“Kupon yang kita isi waktu itu. Sebenarnya bukan sekadar untuk mendata fans. SM mengadakan undian dengan kupon itu,tapi hasilnya hanya diketahui oleh pemenangnya saja.”

Minjung menganga. “Jadi kau menang Eunhyo?!”  Eunhyo hanya mengangguk pasrah.

“Apa hadiahnya? Kyaaa~ Kau sangat beruntung, Jung Eunhyo!” kata Minjung sambil mengguncang bahu Eunhyo.

“EXO-K akan datang ke rumahku. Besok. Jam 9 pagi.”

“MWORAGO?! KAU TAK BERCANDA KAN?”

Eunhyo menutup telinganya dan menunjukkan ekspresi tak suka.“Iya,aku serius, Shin  Minjung. Eottokhae?”

Minjung mendadak terdiam. Rohnya seperti melayang keluar dari tubuhnya.

“Ya! Minjung eodiya?”  Eunhyo menjentikkan jarinya beberapa kali.

“Ah! Besok ! Tenang saja,ada aku , Eunhyo! Hahahahaha!” Minjung mulai lagi tertawa seperti orang kerasukan. Benar-benar mengerikan.

***

Kini van EXO-K sudah berada tepat di seberang rumah Eunhyo. Suho memeriksa kembali alamat yang ditulisnya kemarin.

“Hyung,kenapa kita tidak turun sekarang? Mumpung lagi sepi hyung!”  Chanyeol menyeruduk dari belakang sehingga badan D.O yang duduk di sampingnya terdesak ke pintu. Baekhyun sampai harus mencubit paha Chanyeol agar dia duduk kembali. Sehun mengambil barang-barang dari bagasi belakang dibantu Kai.

“ Alamatnya sudah benar. Ayo kita turun satu persatu dan tolong jangan berisik. Terutama kau, Park Chanyeol” Suho menatap Chanyeol tajam. Chanyeol mengerucutkan bibirnya lalu mengangguk.

Baekhyun maju ke pagar dan menekan bel. Beberapa saat kemudian, sensor kunci di pagar berbunyi sehingga pagar tersebut bergeser otomatis. Member EXO-K masuk bersama-sama ke dalam rumah berhalaman luas itu. Sehun tak henti-hentinya mengagumi desain rumah yang terlihat minimalis namun memberikan kesan nyaman sementara Kai sibuk melihat lapangan basket kecil beserta ring-nya yang terletak di sebelah kanan halaman.Pintu rumah itu terbuka, menampakkan seorang yeoja yang diketahui Baekhyun sebagai teman Eunhyo.

“Em, annyeonghaseyo, silahkan masuk” sapanya sambil mempersilahkan mereka masuk ke dalam.

Suho memandang gadis itu. “Dangsineun nuguseyo? Jung Eunhyo-ssi?”

“Ani. Aku temannya, Shin Minjung. Kebetulan aku sedang menginap di sini. Eunhyo sudah menunggu di dalam.”

Chanyeol dan D.O ber-OH ria di samping Suho. Mereka pun masuk ke ruang tamu setelah melepas sepatu dan memakai sandal rumah. Baekhyun masuk paling terakhir sambil membawa buket bunga . Dia duduk di samping D.O, menghindari tatapan penuh arti dari Chanyeol.

“Mana yang bernama Eunhyo,hyung?” bisik Kai pada Baekhyun. Baekhyun mengangkat bahu, bingung mengapa sang pemilik rumah belum menampakkan diri.

“Jeogiyo, maaf membuat kalian menunggu”  Suara seseorang memecah keheningan. Semua member EXO-K berbalik ke arah datangnya suara. Seorang yeoja – Eunhyo- datang dari arah dapur sambil membawa nampan berisi minuman. Minjung juga berdiri di sampingnya,membantu memegang nampan itu.

Member EXO-K serempak berdiri dan mengucapkan salam mereka. Eunhyo mengangguk pelan lalu meletakkan satu persatu minuman dan mempersilahkan mereka.

“Dangsineun, Jung Eunhyo-ssi?” tanya Suho.

“Ne, bangapseumnida, dangsineun ? Hokshi..Suho-ssi?”  jawab Eunhyo.

“Majeo, aku Suho, nado bangapseumnida..”

“Maaf kalau aku lancang. Bukannya aku tak mengenal kalian semua, tapi.. ya, aku hanya bisa mengetahui setiap member dari suara kalian masing-masing” Eunhyo tetap menutup matanya, sambil tersenyum kecut.

“Jangan-jangan…” D.O buka suara. Member yang lain saling berpandangan. Minjung tersenyum paksa.

“Aku buta.”

Satu jawaban singkat itu membuat member EXO-K terkesiap. Apalagi Baekhyun. Sekarang dia tahu alasan yeoja itu menunduk. Juga tatapan yang seperti menghindari itu.

“Kenapa bisa?” D.O bertanya hati-hati.

“Kecelakaan. Kepalaku terhantam keras ke jalanan karena aku terpental kurang lebih 10 meter dari mobil yang menabrakku. Aku sempat koma dan ketika aku sadar, aku sudah tak dapat melihat. Begitulah..” cerita Eunhyo.

Sehun, Kai , Suho dan Chanyeol mengerutkan wajah mereka ketika mendengar Eunhyo mengucapkan ‘terpental 10 meter’.

“Kami turut prihatin.Maafkan kami, Eunhyo-ssi” ucap mereka serempak.

Eunhyo tertawa pelan. Tawa yang sangat lepas. Minjung sendiri tidak pernah mendengar Eunhyo tertawa seperti ini sebelumnya sejak kejadian itu.

“Hahaha,untuk apa meminta maaf? Bukan salah kalian kok~  Dan kenapa aku merasa aura tegang di sini? Santai saja dan anggap rumah sendiri. Maaf aku tak bisa berbuat banyak.”

Chanyeol dan Suho ikut tertawa ketika Eunhyo berbicara seperti itu. Suasana pertemuan itu menjadi lebih santai dan ceria. Sesekali Chanyeol membuat candaan dan mereka tertawa bersama.

“Oh iya, Eunhyo-ssi line berapa?” tanya Kai.

“Na? 93 liner.”

“Berarti aku dan Sehun harus memanggilmu nuna,hehehe”

“Eunhyo nuna!” kata Sehun,sok imut.

“Aku merasa tua sekali, Kai. Kalian berdua mau memanggil namaku saja juga boleh kok. Aku tak terlalu mempermasalahkan hal itu.”  Eunhyo tersenyum simpul. Baekhyun masih terdiam. Tidak berani memulai pembicaraan.

“Baekhyun hyung, ayo bicara pada Eunhyo! Kok diam saja sih?” suruh D.O. Setelah mengetahui Eunhyo se-line dengannya, dia memutuskan untuk berbicara non-formal.

“Minjung dimana?” tanya Eunhyo. D.O menengok ke ruang rekreasi dan mendapati dua orang itu –Minjung dan Chanyeol- sedang seru bermain game. “Di ruang rekreasi, bermain dengan Chanyeol hyung” Eunhyo mengangguk paham. Biarkanlah mereka menjadi akrab.

Sehun dan Kai memberi kode pada D.O. Mereka bertiga pun pamit ke lapangan basket, beralasan ingin bermain di sana. Eunhyo menyetujui saja, toh  lapangan basket itu selalu menganggur. Baekhyun melempar evil glare pada maknae-nya itu tetapi hanya dibalas ‘mehrong-an’ dari mereka bertiga.

“Baekhyun oppa?” panggil Eunhyo.

“Ah,ne..”

“Kenapa diam sekali? Apakah kau tak menyukai suasana di sini?”

“Aniyo, di sini nyaman kok. Aku suka. Hanya saja,aku tak tahu harus memulai pembicaraan dari mana.”

“Oh begitu, hehehe.” Keduanya pun terdiam kembali. Baekhyun teringat akan bunga yang dia bawa.

“Eunhyo-ssi, aku membawa bunga untukmu. Entah kau suka apa tidak..”

“Jinjjayo? Bunga apa oppa? Aku menyukai hampir segala jenis bunga.” jawabnya.

“Bunga mawar. Semoga kau suka.”  Eunhyo mengambil buket bunga itu dari tangan Baekhyun. Baekhyun merasa jantungnya berdetak kencang ketika melihat Eunhyo tersenyum manis sambil mencium harum bunga pemberiannya.

***

Sekitar pukul 4 sore, semua member EXO-K pamit untuk pulang. Chanyeol menyempatkan ber-tos ria dengan Minjung sebelum meninggalkan rumah Eunhyo. Eunhyo mengucapkan terima kasih pada mereka karena telah mengunjungi rumahnya. Member EXO-K pun demikian. Mereka berjanji akan datang ke rumah Eunhyo lain kali kalau mereka punya waktu luang. Meskipun baru sehari, mereka merasa sangat akrab dengan Eunhyo. Hal itu karena Eunhyo memperlakukan mereka seperti teman, bukan seperti artis yang mengunjungi fan-nya.

“Sukses untuk kalian ya. Aku akan berusaha untuk tetap update tentang kalian. Hwaiting!” Eunhyo mengepalkan tangannya ,memberi semangat. Suho menepuk kepala Eunhyo pelan. Dia sudah menganggap yeoja itu seperti adiknya sendiri.

“Kami pamit dulu. Eunhyo juga semangat ya, kami ingin kau bisa melihat kami semua suatu saat nanti. Hwaiting!”  balas Suho. Member yang lain bersalaman dengan Eunhyo ,melambai pada Minjung dan kembali ke van mereka. Baekhyun berbalik kembali. Dia membisikkan sesuatu pada Minjung dan mengeluarkan ponselnya. Minjung mendiktekan hal yang diminta Baekhyun dengan pelan, tak ingin Eunhyo mendengarnya. Setelah itu, Baekhyun mengucapkan terima kasih dan menyusul teman-temannya.

***

Sehari setelah fanmeeting itu, Baekhyun menelepon Eunhyo. Eunhyo awalnya terkejut mengapa Baekhyun bisa mendapatkan nomornya dan Baekhyun bilang bahwa dia mendapatnya dari Minjung. Eunhyo mendengus sebal ,sudah menduga Minjung yang melakukannya. Namun tak urung juga dia merasa senang. Setidaknya dia bisa mengobrol langsung dengan bias-nya.

Kurang lebih seminggu mereka sering berhubungan lewat telepon dan tiba-tiba Baekhyun tidak menghubunginya lagi. Eunhyo merasa sangat sepi, dengan anehnya merindukan suara , tawa , dan nyanyian Baekhyun. Padahal setiap hari dia memutar semua lagu di album EXO serta lagu lain yang didownloadkan Minjung untuknya. Pernah Baekhyun menyanyikan lagu untuknya, kalau tak salah berjudul Baby Don’t Cry, sampai Eunhyo tertidur. Sejak itu perasaannya pada Baekhyun berubah. Eunhyo tahu bahwa Baekhyun itu seorang penyanyi yang tentu saja sibuk, tidak punya waktu untuk meladeni orang sepertinya.Apalagi dia buta.

“Eunhyo, dia pasti sibuk. Kemarin dia memberitahumu bahwa EXO akan segera comeback bukan? Berhenti berpikir negatif” Eunhyo berbicara pada dirinya sendiri. Dia membenci kenyataan bahwa tetap saja pikiran-pikiran itu berputar di otaknya. Suara ketukan di pintu kamarnya membuat Eunhyo memasang wajah tenangnya. Tak ingin orang tahu bahwa dia sedang memikirkan suatu hal.

“Eunhyo-ya! Ada kabar gembira sayang..” Ibu Eunhyo, Haerin, masuk dengan mata berkaca-kaca.

“Eomma, waeyo? Mengapa suara eomma begitu? Eomma sedang menangis?” Eunhyo berusaha menjangkau Ibunya. Haerin langsung memeluk Eunhyo erat.

“Akhirnya , tadi eomma ditelepon oleh pihak rumah sakit. Kau sudah mendapatkan donor mata nak!” jelas Haerin.

“Jeongmalyo eomma? A..aku ada kesempatan untuk melihat lagi kan?” Eunhyo merasa pipinya basah oleh air mata.

“Iya nak. Iya! Sebentar malam kau akan menjalani operasinya”

“Minjung sudah tahu eomma?”

“Sudah nak, dia sudah di rumah sakit sekarang bersama appa-mu,membawa beberapa barang ke sana” jawab Haerin masih berlinang air mata.

“Arasseo. Aku harap operasinya berhasil eomma. Aku tak sabar ingin melihat wajah eomma, appa dan Minjung”  kata Eunhyo. “Member EXO terutama Baekhyun oppa juga”

***

Member EXO-K telah mendapat berita dari Minjung kalau Eunhyo akan menjalani operasi hari ini. Untung saja jadwal mereka kosong di malam hari, jadi mereka bisa mengunjungi Eunhyo lagi. Baekhyun terlihat paling sibuk di antara mereka semua. Sudah beberapa hari ini dia tidak menelepon Eunhyo karena sibuk recording untuk mini album baru mereka. Dia khawatir kalau Eunhyo mencarinya.

“Hyung, operasinya akan mulai menit lagi” beritahu Sehun pada Baekhyun. Dia mengangguk lalu segera menyiapkan barang yang perlu dibawanya. Sepanjang perjalanan ke rumah sakit, Baekhyun tak henti-hentinya berdoa dalam hati agar operasi itu berhasil. Chanyeol yang mengetahui couple-nya itu sedang cemas membantu menenangkan Baekhyun. Suho tetap berhubungan dengan Minjung melalui telepon dan mendapat kabar kalau Eunhyo sudah memasuki ruang operasi. Setibanya di rumah sakit, kira-kira pukul setengah 11 malam, mereka semua menunggu dalam keheningan di van. Selain mereka terlalu mencolok untuk masuk ke dalam rumah sakit karena masih cukup ramai, mereka belum mengenal orang tua Eunhyo.

Waktu berlalu sangat lambat.Duo maknae sudah tertidur karena capek di bangku belakang. Suho masih menunggu kabar dari Minjung. D.O, Chanyeol terdiam memandang Baekhyun. Dia terus menerus meremas tangannya. Tiga jam kemudian, pukul 02.14, Minjung menelepon bahwa mereka sudah boleh masuk. Baekhyun yang duluan turun dari van dan berlari ke kamar pasien yang ditunjukkan oleh perawat padanya.

“Baekhyun oppa,ayo masuk. Panggil yang lain juga. Orang tua Eunhyo sudah berada di dalam.” Minjung menyambut mereka di depan kamar. Baekhyun dan yang lain masuk ,memberi salam kepada orang tua Eunhyo. Ayah Eunhyo hanya tersenyum lembut membalas salam mereka sambil merangkul istrinya.

Di ranjang pasien, Eunhyo tengah terduduk . Dokter kemudian melepaskan perban yang menutup matanya.Orang tua Eunhyo mendekat ke depan ranjang, berharap dalam kecemasan mereka. Kelopak mata Eunhyo bergerak perlahan. Dia merasa ada cahaya sangat terang menyeruak masuk ke matanya, cahaya yang telah lama hilang dari kehidupannya. Perlahan-lahan gambaran orang yang berdiri di hadapannya terlihat walau masih sedikit buram. Dia mengerjapkan matanya lagi sekali.

“Appa.. eomma.. a..aku bisa melihat kalian. Aku bisa melihat..Minjung-ah” Air mata bergulir turun dari matanya. Orang tua Eunhyo dan Minjung langsung menghambur ke arah Eunhyo. Memeluknya dengan penuh kebahagiaan. Mereka menangis bersama malam itu.

Baekhyun menatap Eunhyo dari kejauhan. Chanyeol menepuk pundaknya pelan sambil tersenyum. Member yang lain juga tersenyum melihat pemandangan mengharukan itu.Appa Eunhyo berjalan ke arah mereka, berkata bahwa mereka boleh berbicara dengan Eunhyo sekarang karena dia akan mengantar eomma Eunhyo pulang untuk beristirahat. Mereka mengucapkan terima kasih lalu mendekat ke ranjang Eunhyo.

“Eunhyo-ya,chukhahae” ucap Suho , Chanyeol dan D.O serempak.

“Ne Eunhyo nuna,chukhahaeyo” sambung Kai dan Sehun.

Eunhyo terkejut melihat mereka semua. Pipinya bersemu merah membuat Minjung tertawa terpingkal-pingkal di sampingnya. “Apa kubilang Eunhyo-ya! Mereka tampan kan?” godanya. Eunhyo mengibas-ngibaskan tangannya ke wajah, berusaha mengusir rasa malunya.

“Coba tebak aku siapa?” mulai Chanyeol. Eunhyo memicingkan matanya , menatap Minjung lalu menatap Chanyeol kembali. “Ungg, Chanyeol oppa?”

“Ding dong deng! Senang mengenalmu ,Eunhyo” Chanyeol maju untuk mengacak rambut Eunhyo.

“Aku? Aku?” Kata Suho dan Sehun tak mau kalah.

“Suho oppa dan Sehun, keureohjyo?”  Keduanya bertepuk tangan meriah. Eunhyo menunjuk ke arah Kai , D.O, dan Baekhyun. “Tolong ucapkan satu hal saja.Supaya aku tahu kalian siapa” pintanya.

“Annyeong” kata mereka bertiga. Eunhyo mengangguk yakin. “Kai , D.O, dan Baekhyun oppa…” Suaranya mengecil ketika menyebut nama Baekhyun. Baekhyun menatap mata Eunhyo intens. Kali ini sepasang mata itu juga menatap ke arahnya. Melepas semua kecemasannya. Tidak mengacuhkannya lagi.

“Chukhahae , Eunhyo” Baekhyun berkata dengan suara yang sangat halus. Sedikit ragu mengingat ada sesuatu yang sudah tak sama di sini.

Eunhyo menatap ke arah lain. “Ne, gomawoyo oppa.”

“Ehm, bagaimana menurutmu?”

“Apa?”

“Aku.Setelah kau bisa melihatku sekarang.” Baekhyun menggaruk kepalanya.

“Nggg, oppa… tampan kok seperti member yang lain” jawab Eunhyo, menutup wajahnya yang kembali memerah.

“Ah, ne,gomawo.Sebenarnya bukan itu yang kumaksud..”

“Lalu apa oppa?”

“Aku ingin tahu satu hal. Apa maksud pertanyaanmu waktu di fanmeet itu?”

“Ehm, aku hanya ingin tahu….”, Eunhyo berbicara seperti berbisik,“kalau oppa percaya akan hal itu.”

Baekhyun tersenyum tulus pada Eunhyo. Dia mendekati Eunhyo dan menarik gadis itu dalam dekapannya.

“O..oppa, kenapa memelukku?”

“ Aku percaya.”

“Ne? Iya,aku tahu. Kan oppa mencentang option itu” Eunhyo terlihat bingung.

Baekhyun menatap matanya lagi. “Cinta itu memang buta. Buktinya, aku di sini memelukmu karena hal itu. Karena aku sudah tidak mampu menenangkan diriku lagi. Kau tahu? Ketika aku mengunjungi rumahmu waktu itu, ketika aku mendengar suaramu, ketika aku melihatmu tersenyum dan tertawa, jantungku sudah tak dapat menoleransi semua hal ini, Jung Eunhyo. Ketika tahu kau akan menjalani operasi, aku tak berhenti mencemaskan dirimu seperti orang gila.”

Air mata yang sejak tadi ditahan Eunhyo akhirnya berlomba keluar dari kedua matanya. Benarkah yang dikatakan namja di hadapannya ini? Bisakah dia memercayakan hatinya kali ini?

“Saranghaeyo..Jeongmal saranghae.” Kata-kata itu meluncur begitu saja dari mulut Baekhyun.

Eunhyo menarik nafas panjang. Kali ini dia akan berpasrah pada takdir. Menyerahkan semua kepercayaannya pada namja ini. Dia yakin, namja ini tulus mengucapkan itu semua.

“Gomawo oppa. Nado saranghae..”  Eunhyo membenamkan kepalanya ketika Baekhyun memeluknya lagi.

***

“Ya,minggir sedikit! Aku juga ingin melihatnya” protes Suho. Mereka semua bersesakan di depan kamar ,mengintip apa yang terjadi melalui kaca berbentuk persegi panjang yang terdapat pada pintu. Karena terdorong, tangan Chanyeol tak sengaja menekan kenop pintu sehingga pintu itu terbuka dan tak mampu menahan berat mereka semua. Akhirnya kelima orang itu -minus Minjung yang sempat memegang dinding di samping pintu- terjatuh saling menindih. Membuat kedua orang yang diintip menatap mereka kaget.

-The End-

 

 

 

Iklan

19 pemikiran pada “Love is Blind, isn’t it?

  1. kyaaaaaaa!!!! XD
    aaaaaa unyu ceritanyaaaaa :’)
    baru sadar kalau eunhyo buta waktu eunhyo-nya bilang ;_; untung bisa dapet donoooor~ :” untung bisa liat lagiii~ untung bisa liat baekhyunnn~ *eh…
    tapi keren nih eunhyo, bisa ngenalin via suara, aku suara kyungsoo sama baek masih sering ketuker-__-
    suka maksimal! hehehehe :3

  2. makasih ya buat komen2nya readers tercintah ;_; *bows*
    maaf ga bisa bales satu” ~
    author bakalan berusaha buat ff yang lebih baik lagi kedepannya,
    sekali lagi terima kasih! (;o;)/

Tinggalkan Balasan ke Vymelcat_ELF Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s