Naughty (Chapter 1)

Title : Naughty

Author: Michan

Main cast : Park Chanyeol, Kim Chaeri

Genre: School life

Length : 1 of ? (masih coba-coba)

 

Notes: Makasih buat admin yang udah mau nge-post ff ini. Makasih juga buat readers yang udah nyempetin waktunya buat baca ff saya. Mian, di ff ini masih geje dan banyak typo di mana-mana, maka dari itu, saya pun membutuhkan dan menerima kritik dan saran dari readers semua. Mian juga, karena posternya masih amat sederhana. Kamsahamnida~ ^^

***

 

Tuesday, 19th June 2012, 07:00 AM KST.
South Korea.

Kriiiiiiiiiiing~ kriiiiiiiiiiiiing~

 

“Zzzzzzzzzz~” seorang gadis masih dengan mimpinya mematikan kembali alarm yang berdering tepat di telingannya, tak rela dengan tidur paginya yang terganggu, ia kembali tertidur.

 

***

 

1 menit kemudian…

 

Kriiiiiiing~ kriiiiiiing~

 

“Zzzzzzzzz~” alarm itu kembali berbunyi, namun seperti yang sudah-sudah, gadis itu tetap tak merubah sedikit pun posisinya, kini hanya tangannya yang bergerak, berniat mematikan LAGI alarm yang kesekian kalinya mengganggu tidurnya.

 

Beberapa menit kemudian..

 

“KIM CHAERI!!!!!!!” gadis itu terkejut dan langsung terduduk dari tidurnya, seperti orang yang terpental karena teriakkan ibunya.

 

Brak!

Dengan setengah kesadarannya ia memalingkan mukanya kearah pintu yang baru saja dibuka tanpa ampun oleh ibunya, pintu yang malang, katanya dalam hati.

 

“eomma..” sahutnya dengan suara masih serak,

 

“Ya! ireona! ireona! jam berapa sekarang nona muda?” Nyonya Kim memegang bahu anaknya dan mengguncang-guncangnya tanpa ampun, karena gemas melihat kemalasan putrinya.

 

Masih dengan mata yang berat Chaeri melirik jam di sebelahnya, “MWO?!!” seketika matanya pun membulat sempurna saat menyadari dunia nyata yang menempatkannya dalam keadaan terlambat.

 

***

 

Chaeri POV

 

“Eomma aku berangkat..”

 

Aku pun segera memakai sepatuku dengan tergesa-gesa, bagaimana pun caranya, aku harus sampai di halte dan tak perlu lama lagi menunggu bis. Aku pun berlari menuju halte yang jaraknya lumayan dekat dengan rumah.

 

***

Tuesday, 19th June 2012, 07:55 AM KST.
Kyunggi High School, Gangnam, Seoul.

Turun dari bis, aku harus berjalan, lebih tepatnya berlari menuju sekolah yang jaraknya tak jauh. Aku pun berlari. Namun saat aku tinggal beberapa meter dari gerbang sekolah…

Eommo! Pemandangan yang kusaksikan saat ini benar-benar menguji adrenalin. Gerbangnya..

 

Baru saja aku akan berteriak,

 

“Andwae!!!” terdengar suara berat yang tak asing di belakangku, dan tiba-tiba..

 

Bruk!

 

“Ya! Park Chanyeol!” bentakku pada namja menyebalkan yang dimulai dari pagi ini sudah membuat telingaku iritasi dengan suaranya, disambung dengan tubuh jangkungnya yang menubruk bahuku =.=

 

Ia pun hanya melirikku sekilas, dan memandangi gerbang yang sudah tertutup rapat, aku pun mengikutinya, meratapi nasib kami.

 

“hhah~” aku pun menghela nafas dengan berat, dia melirikku.

 

“Apa?” tanyaku galak, namja menyebalkan itu malah semakin lama memerhatikanku dari ujung rambut hingga  ke ujung sepatuku.

 

“kkkk..” tiba-tiba iya terkikik, masih dengan matanya yang menelusuri penampilanku dan bibirnya yang tertarik simetris dan lebar, aku bersumpah, ini muka yang paling kubenci!!

 

Namja menyebalkan itu pun masih cengar-cengir sambil menunjuk-nunjukan tangannya ke atas dan ke bawah, ke arahku. Aku pun mengikuti telunjuknya yang tepat menunjuk kakiku yang memakai rok seragam dan celana training yang tampak balapan. Ia pun terbahak-bahak, melihat mukaku yang baru menyadari penampilan anehku.

 

“Ya! Berhenti men…”

 

“Berhenti membentakku” ia memotong pembicaraanku, belum sempat aku meneruskan kata-kataku, ia sudah menarik tanganku.

 

***

 

 

“Hei! Apa kau gila?!” teriakku sarkatis saat mengetahui rencana gila si bodoh ini,

 

“eeeeiy~ kau ingat, siapa yang lebih gila?”

 

“siapa?” tanyaku,

 

“yeoja yang memakai celana training di dalam rok nya sehingga tampak seperti bibi yang suka mengangkat barang-barang berat”

 

Pletak!

tanganku mendarat mulus di kepala bodohnya,

 

“auw~” ia mengelus-elus kepalanya,

 

“aish! sudahlah, sekarang bagaimana caranya kita memanjat dinding ini?” tanyaku tak sabar,

 

“kau bisa naik ke punggungku” jawabnya enteng,

 

“lalu kau?”

 

“atap sekolah pun bisa kuloncati” balasnya, sambil membusungkan dadanya,

“………….” menyebalkan! Ia sengaja menyombongkan tinggi badannya padaku, dan ini adalah hal yang paling kubenci =.=, ck! namja ini..

 

***

 

“cepat naik!” ia sudah siap dengan posisi membungkuknya, aku pun mengangkat kakiku untuk menginjak punggungnya,

 

“awas jangan ngintip!”

 

“BUAHAHAHA~ mana mungkin aku mengintip bibi-bibi sepertimu..haha” aku pun tidak membalas dan memilih untuk berkonsentrasi agar segera menginjak-injak punggungnya, haha!

 

Hap! kakiku mendarat mulus diatas punggungnya yang sedikit bergetar menahan beban, haha~ akupun sedikit menghentakkan kaki,

 

“Ya! Ya! Ki..m Chae..ri, a..pa yyy..ang ka..u lakuk..an??” tanyanya terbata-bata,

 

“rasakan! hah..rasakan!” tanpa ampun aku sedikit menghentak-hentakkan kakiku,

 

“hei! kau ber..at”

 

“Mwo?” sepertinya namja menyebalkan ini butuh sedikit didikan, aku pun semakin gencar menghentak-hentakkan kakiku,

 

“ah~ ampun..ampun..”

 

“apa? aku tak dengar..”

 

“Kim Chaeri..apa kau lupa tujuan awal kita?” katanya dengan suara sedikit bergetar, lama-lama aku jadi kasihan padanya, dasar bodoh -___-

 

***

 

Aku pun berhasil duduk diatas tembok, tinggi!, namja bodoh itu masih di bawah dan telah mengelus-elus punggungnya yang malang,

 

“dasar sadis!” ia melirikku tajam,

 

“merong~” aku memeletkan lidahku,
“……………….” namja menyebalkan itu hanya menatapku seolah-olah ingin menelanku bulat-bulat,

“cepat kau juga naik!” nadaku sedikit memerintah, eomma~ aku takut tinggi! TTATT, ia pun melihatku dari bawah,
“………………”

“cepat naik!” kuulangi lagi, ia masih memandangiku dari bawah,

 

“haha! kau menyuruhku cepat naik karena takut kan?” tanyanya jahil, aku pun semakin mengeratkan peganganku pada tembok yang kini kunaiki,

 

“kau cerewet! cepat naik!”

 

Dengan satu loncatan, ia berhasil duduk di depanku, ia pun melompat ke sisi tembok yang lain, ke dalam sekolah,

 

“ayo..” suaranya melunak, ia mengulurkan tangannya. Deg! Ada apa dengan tatapannya?

 

“Ya! Palliwa~” ia pun kembali membentakku, huh! Kemana tatapan yang tadi sempat membuatku berdebar? -____-“

Tanpa menunggu aba-aba aku pun menyambutnya dan melompat dengan sedikit ragu.

 

Tap!

 

Perasaan lega menyelimutiku.

 

“Yeee!!~” teriakku girang dan mengangkat kedua tanganku kearahnya, dan kami pun ber-high five ria dan berjingkrak-jingkrakan dengan riang.

 

“Ehem!” tiba-tiba seseorang berdehem di tengah-tengah kebahagiaan kami, aku dan Chanyeol pun melirik ke  sumber suara.

Kami dalam masalah..

Iklan

16 pemikiran pada “Naughty (Chapter 1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s