Dangerous Love (Chapter 1)

Title : Dangerous Love

Pairing : Baekyeol

Author : Shin Eunsun a.k.a Jinyeol

Lenght : 2shoot

Genre :Romance,mystery

 

Annyeong ^^

Ane datang lagi readers..Oh ya FF ini tadinya berjudul “Are you a real person?” Dan sesuai yang ane bilang ini adalah versi Baekyeol nya.Dan mian ane gak bisa ngelanjut “Are you a real person”.Karna setelah ngeshipper Baekyeol ane putuskan untuk mengganti main cast nya.XD

Dari pada denger author  ngoceh mending langsung aja yak XD

Happy reading ^^

______________________________________________

Author pov

Suara keributan terdengar dari rumah keluarga Byun.Tentu saja,terdapat lebih dari 15 orang dirumah itu yang tengah mengadakan acara keluarga maka wajar jika keributan itu terjadi.Keributan yang ditimbulkan dari suara para istri yang sedang mengobrol.Para suami yang sedang bermain catur,anak-anak kecil yang sedang berlairan dan akan menjerit-jerit ketika mereka tertangkap oleh anak yang sedang mengejar mereka.Dan juga para remaja baik namja maupun yeoja yang tengah bergosip ria tak mau kalah dengan apa yang sedang dilakukan oleh ibu mereka.Mereka belum menyadari jika salah satu dari mereka kini menghilang entah kemana.

“Jongin-ah dimana baekhyun ?”.Tanya ibu baekhyun pada keponakannya.

“Eoh ?Baekhyun ?Eh iya kemana dia ?”.Jongin justru melempar pertanyaan pada saudaranya yang lain.

“Molla,aku juga tidak melihatnya”.Jawab Sehun.

“Halmoni tadi aku melihat Baekhyun oppa keluar dengan temannya.Aaaah teman Baekhyun oppa sangat tinggi dan tampan,aku ingin cepat besar supaya bisa menikah dengan teman Baekhyun oppa itu”.Seru Minjung gadis yang baru berumur empat tahun sembari memeluk boneka yang ia bawa.

“Ya Byun Minjung ! Kenapa kau memanggil bacon “oppa” sedangkan kau memanggilku ahjussi huh ?Dan kau itu masih kecil,jangan bertingkah centil seperti itu.” Protes Jongin tidak terima.

“Kau kan memang pamanku jadi aku harus memanggilmu ahjussi.Sedangkan Baekhyun oppa,dia juga pamanku tapi wajah nya terlihat sangat muda jadi tidak pantas jika dia dipanggil ahjussi.Tidak seperti kau Kkamjong ahjussi weeekk”.Ledek gadis kecil itu membuat Jongin membulatkan matanya karna kesal.

“Ya kau !! Aissh dosa apa aku hingga punya keponakan yang menyebalkan sepertimu ?untung saja kau masih kecil,kalau tidak habis kau Byun minjung”.Cibirnya membuat semua orang tertawa geli.Namun tidak dengan ibu Baekhyun.Ia tak menggubris pertengkaran antara paman dan keponakan itu.

“Teman ?Dia kan tidak memiliki teman disini,dia juga tidak mengajak teman datang kesini.Minjung-ah apa kau yakin melihat Baekhyun oppa keluar dengan seseorang ?”.Tanya ibu Baekhyun dan dijawab dengan sebuah anggukan oleh gadis kecil itu.

“Kemana dia ?Hah kenapa perasaanku jadi tidak enak seperti ini”.Gumamnya dengan nada cemas.

“Ahjumma berlebihan ! Mungkin saja dia sedang mencari udara segar diluar dan tidak sengaja bertemu dengan seseorang.Lagi pula usia Baekhyun hyung itu kan sudah berkepala dua,dia bukan anak kecil lagi sekarang.Nanti juga dia pasti akan pulang sendiri,jadi kenapa harus mencarinya layaknya mencari anak kecil”.Cibir Jongin.

Plakkk

“Jangan samakan aku dengan ibumu yang tidak pernah memperdulikan dan mengakhawatirkanmu”.Kesal ibu Baekhyun.

“Aissh kenapa ahjumma memukul kepalaku huh ?”.Ringis jongin mengusap-usap kepalanya.

“Haaah sopan santun anak muda jaman sekarang benar-benar mengkhawatirkan”.Ibu Baekhyun mendengus kesal dan bergumam melihat kelakuan keponakannya yang terbilang memang agak kurang sopan.

“Cepat sana keluar dan cari hyung mu sampai ketemu.Kalau tidak,aku akan kembali memukul kepalamu sampai kau terbaring dirumah sakit,Arra ?”.Lanjutnya kemudian meninggalkan jongin yang kini memasang wajah kesal dan malas.

***

Baekhyun pov

 

Aku berjalan ditepi sungai kecil bersama seseorang yang kuketahui benar-benar bernama Park chanyeol sesuai nama yang ada dikepalaku ketika bertemu dengannya.Entahlah tiba-tiba saja namja ini menghampiriku saat aku keluar dari rumah bibiku untuk mengambil sesuatu dimobil.

Flashback

Aku,Byun jongin,Byun sehun dan juga saudaraku yang lainnya tengah bercengkrama dan berbagi cerita perihal hidup kita.Dan saat itu pula aku teringat akan ponselku yang tertinggal didalam mobil.Lantas aku berjalan meninggalkan mereka semua untuk mengambil ponselku.Alangkah terkejutnya aku ketika tiba-tiba ada seorang namja yang berdiri tepat disampingku setelah aku meraih ponsel dan menutup pintu mobil.

“Annyeong”.Sapanya dengan lembut.

Bagaikan tersihir dengan senyuman namja itu kini aku hanya mematung tak mampu membalas sapaannya…

“Yeol”.Tanpa sadar aku menyebut nama seseorang dengan lirih.Entahlah kenapa aku menyebutkan nama itu ketika melihat namja ini.Aku tidak mengenal namja ini,aku juga tidak tau dari mana aku mendapatkan nama yang ku ucapkan tadi.Aku merasa ada sesuatu yang aneh dengan diriku ketika bertatap muka dengan namja ini.Rasanya aku mengenalnya tapi aku sangat yakin jika ini adalah pertemuan pertama kami.Aku yakin jika aku belum pernah bertemu dengan namja ini sebelumnya.

“Kajja” Ia kembali menunjukan senyuman yang kurasa adalah senyuman termanisnya sebelum ia meraih jemariku dan membawaku pergi kelar dari rumah ini.

Flashback end

Kami berjalan dalam diam,tak ada percakapan diantara kami yang membuat suasana terasa sunyi.Namun tidak dengan hatiku. Bagaimana aku merasa sunyi jika aku berjalan bergandengan tangan dengan chanyeol dimana keadaan ini membuat hatiku terus menjerit kegirangan.Ia bahkan memegang tanganku dengan sangat lembut memberikan rasa hangat dan nyaman untukku.Sesekali ia juga memandangku menunjukan eyesmile nya.Sungguh aku benar-benar ingin berteriak saat ini juga.

Samar-samar kami mendengar suara seseorang,ah bukan,bukan seseorang melainkan beberapa orang memanggil namaku.Kami lantas menoleh kebelakang mengikuti arah suara tersebut.

Seketika kami beradu pandang…

“Itu keluargamu.Kita harus lari sekarang !”.Ucapnya membuat otakku harus berpikir.Kenapa aku harus lari ?Kenapa wajahnya terlihat ada sedikit rasa ketakutan ketika mendengar keluargaku yang sedang mencariku ?.

Baekhyun Hyuuuuung…

Bacoooon kau dimana …Tunjukan batang hidungmu…

 

Kembali terdengar suara beberapa orang memanggil-manggil namaku.Tak lama kemudian aku dan Chanyeol bisa melihat siapa orang-orang tersebut.Chanyeol membulatkan matanya ketika dia melihat mereka yang tak lain adalah Jongin dan sesepuku yang lainnya yaitu Sehun.

“Hyung,kajja kita harus lari !”. Chanyeol menarik tanganku kasar dan memaksaku untuk ikut lari bersamanya.Sebenarnya aku tidak mengerti kenapa ia tiba-tiba ketakutan seperti ini ketika tau keluargaku sedang mencariku.Namun aku yang tengah  merasa bingung hanya bisa pasrah dan mengikuti apa yang Chanyeol lakukan.

Sehun-ah itu bacon..Ya Bacooon kau mau kemana huh ?..

Bisa kudengar suara Jongin yang berteriak memanggil namaku.Tapi aku tidak bisa berbuat apa-apa.Chanyeol menggenggam tanganku sangat erat dan memaksaku untuk berlari secepat mungkin hingga membuatku tidak bisa melakukan apapun bahkan hanya sekedar menoleh kebelakang aku juga tidak bisa melakukannya.

“Hyung cepat melompat” Teriak chanyeol menyuruhku melompat.Aku yang tidak mengerti maksud perkataannya hanya bisa menatapnya dengan bingung.

“Ya cepat melompat kesana”

Byuuurrrr

 

Belum sempat aku bertanya padanya,Chanyeol sudah lebih dulu mendorongku ke sungai.Tapi setelah itu ia juga ikut menjeburkan diri ke sungai.

Ini aneh.Sungguh aneh.Sulit ku percaya…

Bagaimana bisa aku dan Chanyeol jatuh kedalam sungai namun tubuh kami tidak basah sedikitpun.Didalam sungai kami merasa dalam keadaan kering seperti tak menyentuh air.

“Sssst Diam”

Chanyeol merangkul pundaku dan membawaku ketepi namun masih didalam air.Ia memelukku sembari melihat kearah dimana Jongin dan Sehun berada.Lagi-lagi ada kejadian aneh.Jelas-jelas mereka ada didepan kami tapi mereka tidak melihat kami.Apa yang sedang terjadi ?

Aku menatap Chanyeol yang masih melihat-lihat keadaan.Tanpa sadar aku membalas pelukannya hingga ia mengalihkan pandangannya kearahku.Kami saling menatap.Dengan kasar tiba-tiba chanyeol menyambar bibirku dan mengulumnya.Tak mau kalah aku juga membalas ciuman nya yang terkesan kasar dan penuh napsu.Entahlah,sekarang yang ada diotakku hanyalah chanyeol.Aku ingin terus berada diposisi seperti ini.Berciuman dengannya bahkan menginginkan lebih dari ini.Aku tak bisa mengontrol otakku ketika melihatnya.Ya tuhan sebenarnya apa yang sedang terjadi ?.

Aku melepaskan tautan bibir kami kemudian menatap matanya sangat dalam.Ia tersenyum kemudian mengeratkan pelukan kami seakan mengerti apa yang sedang aku rasakan.

“Kajja kita pergi” Ucap nya lalu membantuku naik ke tepi sungai.

***

“Tuan aku ingin menjual gelang dan kalung ini”

“Ahh ne,dengan harga berapa kau ingin menjualnya ?”

Dari kejauhan aku melihat Chanyeol sedang berada ditoko perhiasannya.Ada seorang yeoja bisa dibilang sangat sexy sedang berbicara dengan chanyeol.Yeoja itu ingin menjual perhiasannya pada Chanyeol.Yeoja itu terus memandangi wajah Chanyeol yang sedang melihat perhiasan yang akan yeoja itu jual membuatku ingin muntah karna jijik.Dan aku semakin merasa jijik pada yeoja itu ketika ia tiba-tiba berjalan masuk dan menghampiri Chanyeol kemudian duduk dipangkuan Chanyeol dengan manja.Aku membelalakan mataku tak percaya dengan apa yang aku lihat.Apa-apaan yeoja itu .

“Sial” Umpat ku kesal lalu segera menghampiri mereka berdua.

“Bisa hentikan semua ini ?Aku jijik melihatnya!” Kataku kesal sembari melirik tajam pada mereka berdua.

Chanyeol tersenyum sebelum menurunkan yeoja itu dari pangkuannya….

“Kemarilah”.Chanyeol menarik tanganku mendudukan aku dipangkuannya.Aku menatap tajam kearah yeoja itu yang tengah berdiri mematung melihatku yang sepertinya ia anggap sangat mengganggunya.Seolah tau apa yang aku pikirkan ketika menatap yeoja itu,Chanyeol langsung memberi tanda pada yeoja itu untuk segera pergi.

“Apa-apaan yeoja itu,kenapa dia seperti ini terhadapmu ?apa dia kekasihmu huh ?” Cibirku padanya.

“Kau cemburu heum ?” Tanya nya membelai kepalaku.

“Apa perlu aku jawab ?” Kataku sinis.

“Haha dasar kau !” Chanyeol mencubit pipiku gemas membuatku mengeucutkan bibirku karena kesal.

“Kau tenang saja hyung,bukankah kau tau jika aku tidak menyukai seorang yeoja eum ? Lagipula aku juga sangat membenci yeoja sepereti itu.Dia hanyalah yeoja murahan yang ingin bertindak alias siap menerkam mangsa ketika melihat namja sepertiku” Lanjutnya

“Apa maksudmu ?” Tanyaku tak mengerti.

“Aih, Byun baekhyung kenapa kau bodoh se..”

Chu ~

Segera ku kunci bibirnya agar dia tidak mengomeliku lagi.Kutekan kepalanya agar aku bisa menciumnya semakin dalam.Ia memasukan lidahnya kedalam mulutmu.Kubiarkan saja lidahnya menari-nari didalam rongga mulutku sebelum aku mengulum lidahnya dengan mulutku.Aku tidak peduli meski kami berada ditengah keramaian.Dunia ini hanya milik aku dan Chanyeol.Persetan dengan orang lain.Aku tidak peduli.

“Kita jalan-jalan ?” Tawar chanyeol setelah ciuman kami berakhir.

“Kemana ?”

“Ikut saja” Ia menurunkan aku dari pangkuannya lalu menggandeng tanganku dan mengajakku pergi.

***

Kami sampai disuatu tempat yang err ini seperti ladang kering namun tak jauh dari tempat ini terlihat seperti sebuah pantai.Disana juga terlihat sedikit ramai.

“Ini tempat apa ?Memangnya kita mau kemana ?” Tanyaku padanya.

Chanyeol tidak langsung menjawab pertanyaanku,ia justru tersenyum aneh dan merangkul pundakku kemudian mengajakku berjalan pelan..

“Kau pilih saja..Kita kepantai atau kesana ?” Tawarnya menunjuk sebuah tempat yang sepertinya itu adalah hutan.

“Ke..”

“Kita kesana saja” Ia segera memotong perkataanku sebelum aku menyelesaikannya.Aku hanya tersenyum geli melihatnya seperti itu.Namun ada sesuatu yang muncul dipikiranku.Tempat ini sangatlah  aneh.

Kami berjalan saling merangkul.Saat aku menatapnya kebetulan ia juga menatapku.Pandangan kami kembali betemu membuat kami tau apa yang harus kami lakukan selanjutnya.

Chu ~

Bibirnya kembali melumat bibirku penuh napsu.Tapi jujur saja,ciuman dalam keadaan sedang berjalan seperti ini membuat leher ku sedikit pegal.Bagaimana tidak,tubuh Chanyeol itu seperti tower  jadi mau tidak mau aku harus mendongak saat berciuman dengannya meski ia juga menundukan kepalanya.

***

Kini kami berjalan memasuki hutan.Masih pada posisi yang sama.Berjalan bukan bergandengan tangan melainkan saling merangkul.Kali ini Chanyeol mengajakku makan siang yang entah dimana letak tempat makan tersebut karena sedari tadi kami terus berjalan menyusuri hutan ini.Dan lagi-lagi aku harus berpikir keras menghadapi kejadian ini.Bagaimana mungkin ada sebuah kedai dihutan seperti ini ?.Bukankah ini sangat tidak masuk akal ?.

“Yaa sebenarnya kita mau makan dimana?Aku sudah lelah tidak sanggup berjalan lagi” Protesku.

Chanyeol benar-benar menyebalkan.Lagi-lagi ia hanya tersenyum tak menggubris ocehanku..

“Itu dia” Chanyeol melepas rangkulannya dan berlari menuju ke kedai tersebut meninggalkan aku sendirian.

“Benar-benar menyebalkan” dengusku kesal.

Aku menghampirinya yang kini sudah duduk manis disalah satu tempat..

“Ayo duduk” ajaknya menarik tanganku agar ikut duduk besamanya..

Kedai ini sangat sederhana bahkan jauh dari kata mewah.Tapi sepertinya Chanyeol sangat menyukai tempat ini dan sepertinya ia memang sering datang kemari karna ia bahkan juga mengenal seluruh pelayan di kedai ini.

Aku memandang kesegala arah di kedai ini.Benar-benar tidak masuk akal.Kedai yang letaknya ditengah hutan seperti ini bisa mendapat banyak pengunjung sebanyak ini.Dari mana asal mereka ?.Apakah ada sebuah desa disekitar hutan ini ?.

“Baekhyun hyung” Panggilnya lirih.

“eum” Aku menoleh menatapnya.Bagaikan tersayat pisau ketika melihat sorot matanya yang kini berubah sendu.Sangat perih,disini,didadaku terasa amat sangat sakit.

“Yeol,ada apa denganmu ?” Tanyaku lemah melihat manik matanya yang memancarkan aura kesediahan.

Ia menggeleng,tersenyum,kemudian mengacak rambutku pelan..

“Tuan ini pesanan nya” Pelayan datang mengantar pesanan namun tidak aku gubris..Aku masih fokus menatap Chanyeol mencari tau apa yang terjadi padanya.

“Makananmu sudah datang,cepat dimakan” Ucap Chanyeol lembut mengusap pipiku.

Aku diam.Kuputuskan untuk menurutinya.Namun aku sedikit terkejut saat melihat hanya ada satu porsi makanan dimeja ini.

“Eoh ?kenapa hanya ada satu ?Kau tidak makan ?”

“Mungkin pelayannya lupa.Hyung makanlah dulu,aku kesana sebentar menanyakan pesananku” Chanyeol kembali mengacak rambutku sebelum ia beranjak pergi..

5 menit….

10 menit….

20 menit….

30 menit….

Chanyeol tak kunjung datang membuatku sedikit gelisah.Aku tak berniat menghampirinya,aku hanya ingin menunggunya.

“Sepertinya makananmu sudah dingin,kenapa tidak dimakan ?” Ucap seorang ahjussi disampingku yang sepertinya sedang menunggu pesanan.

“Ahjussi apa saat kau masuk tadi kau melihat namja bertubuh tinggi dan memakai mantel hitam bermotif kotak-kotak ?”

“Sepertinya tadi aku melihatnya keluar dari kedai ini dan berjalan kearah timur”

“Benarkah ?”

“Ne tapi itu sudah cukup lama,mungkin saja namja itu sudah sangat jauh”

***

Aku mengerjap-ngerjapkan mataku.Terasa sedikit berat namun aku berusaha untuk membuka mata ini.Kepalaku juga terasa sangat pening.Bahkan aku juga sedikit kesulitan untuk mengeluarkan suaraku.

“Baekhyun-ah kau sudah bangun sayang ? Yeoboo kemarilah, Baekhyun sudah sadar”

Samar-samar aku mendengar umma berteriak memanggil appaku..

“Baekhyun kau sudah sadar ?Baekhyun ini appa !!Bangunlah nak”

Kini suara appaku juga mulai terdengar…

Mataku terbuka sempurna..

Kutatap appa dan umma bergantian…

Kuedarkan pandanganku keseluruh ruangan ditempat ini.Ini seperti rumah sakit.

“Appa,umma apa yang terjadi padaku ?Mana Chanyeol ?”.Ucapku lirih pada mereka.

“Chanyeol ?” Ucap umma dan appa bersamaan.

“Siapa Chanyeol ??apa dia temanmu ?” Tanya ummaku..

“Baru saja aku makan siang bersama nya tapi tiba-tiba dia menghilang.Umma tolong bantu aku mencari Chanyeol” Pintaku lemah.

“Sayang apa yang kau bicarakan ?Sejak tadi siang kau tidak sadarkan diri,bagaimana bisa kau makan siang bersama Chanyeol ?”

“Tidak sadarkan diri ?Memangnya apa yang terjadi padaku umma ?” Tanyaku bingung.

“Apa kau tidak ingat ?Kau meloncat kesungai saat Jongin dan Sehun memangilmu..Apa yang terjadi ?Kenapa kau meloncat kesungai ?Apa kau tidak memikirkan appa dan umma heum ?kenapa kau ingin bunuh diri ?”

“A-aku ”

Aku terdiam…

“Dimana Jongin dan Sehun ?umma tolong bawa mereka kemari aku ingin tau kejadian yang sebenarnya.Aku benar-benar tidak ingat apa yang telah terjadi” Lanjutku

Ckleekk

 

Terdengar suara pintu yang terbuka,dan ternyata mereka adalah Jongin dan Sehun.

“Nah itu mereka” Seru umma ku

“Eoh,Baekhyun hyung sudah sadar ?” Tanya Sehun pada appa dan umma ku.

“Sehun-ah apa yang terjadi padaku ?” Tanyaku langsung padanya.

“Harusnya kami yang bertanya.Apa yang terjadi denganmu ? Kenapa kau malah meloncat ke sungai saat melihat kami ?Kau ingin bunuh diri huh ?Lalu siapa namja yang membawamu pergi ?Minjung bilang dia melihatmu keluar rumah dengan seorang namja ?Dimana namja itu Dan siapa dia ?Apa ini ada kaitannya dengan namja itu ?”. Jelas Jongin panjang lebar..

Aku terhenyak mendengar penjelasan Jongin.Seperti itukah kejadiannya ?.Jadi Chanyeol hanyalah sosok di mimpiku saja ?.Semua yang kulakukan bersamanya hanya mimpi belaka ?.Oh tuhan apa yang sebenarnya terjadi..Tapi Jongin bilang Minjung melihatku keluar dengan seorang namja.Berarti namja itu adalah Chanyeol.Jadi Chanyeol itu nyata ?Ahh kepalaku pusing.Chanyeol kumohon muncul lah sekarang.Jelaskan padaku.Kenapa kau melakukan ini padaku.Siapa kau sebenarnya?.

***

Author pov

 

“Bukankah kau bilang ingin balas dendam dengannya ?Tapi kenapa kau justru masuk kedalam alam bawah sadarnya dan memberinya mimpi yang menurutku sangat indah.Padahal tinggal satu langkah lagi kau bisa membunuhnya.”.Seru seseorang.

“Itu adalah salah satu caraku.Aku tidak akan membunuhnya sebelum dia mengingat semuanya.Maka dari itu aku meninggalkannya di kedai itu sendirian.Jika aku mengajaknya,dia akan mati tanpa mengingat dosa yang pernah ia lakukan padaku,jadi sia-sia saja aku balas dendam dengannya”.Jawab seseorang yang lainnya.

“Apa maksudmu  ?”

“Tempat-tempat yang kami datangi di mimpi nya adalah tempat yang berhubungan dengan kejadian waktu itu.Aku berusaha membuatnya agar mengingat kejadian itu.Byun baekhyun,dia mengalami amnesia disosiatif akibat kecelakan yang ia alami setelah membunuhku saat di Jepang waktu itu.Ia bisa mengingat semua hal dikehidupannya,hanya satu yang tidak bisa ia ingat.Yaitu kejadian yang berhubungan dengan pembunuhan itu”.Jelasnya lagi panjang lebar.Ia adalah Park chanyeol.

“Mwo ?Amnesia ?”.Pekik temannya yang bernama Suho karna terkejut dan dijawab dengan sebuah anggukan oleh Chanyeol.

“Tapi kenapa hanya kejadian itu yang tidak bisa ia ingat ?”.Tanya nya lagi masih tidak bisa percaya.

“Mungkin itu akibat dari tekanan yang ia alami setelah membunuhku.Tidak ada yang tau jika sebenarnya Baekhyun mengalami amnesia seperti itu.Kasus pembunuhan yang Baekhyun lakukan padaku sampai saat ini belum terungkap karna setelah membuang mayatku kesungai ia langsung melarikan diri kembali ke korea.Aku dan Baekhyun juga tidak saling mengenal sehingga tidak ada yang menaruh curiga padanya”.

“Kalian tidak saling mengenal ?Lalu apa masalah kenapa dia bisa membunuhmu ?”.

Flashback

“Tuan aku ingin menjual gelang dan kalung ini”.Seru seorang yeoja cantik kepada namja penjaga toko perhiasan.

“Ahh ne,dengan harga berapa kau ingin menjualnya ?”

Yeoja tersebut tidak menjawab.Ia justru tenggelam dalam pikirannya yang sedang memikirkan penjaga toko perhiasan tersebut.Ia tersenyum simpul kemudian  mengulurkan tangannya menyentuh wajah namja tersebut.

“A-ag-agassi apa yang kau lakukan ?”.Ucap namja itu kaget ketika ada sebuah tangan yang tiba-tiba menyentuh kulit wajahnya.

“Kau sangat tampan”

Chu ~

Tanpa babibu lagi yeoja itu langsung mencium namja tersebut tidak memperdulikan keadaan disekitar mereka.

“Cih,kalian menjijikan !” Seru seseorang secara tiba-tiba membuat yeoja tersebut melepaskan tautan bibirnya dengan namja penjaga toko perhiasan tersebut yang bernama Park chanyeol.

“Siapa kau ?Apa aku mengenalmu ?Kenapa kau mencampuri urusan kami ?”.Kesal yeoja itu pada seseorang tersebut yang ternyata adalah Baekhyun.

“Jung soyeon ternyata kau adalah yeoja yang menjijikan! Cih,Aku menyesal telah mengagumimu bahkan mencintaimu secara diam-diam.Aku bahkan rela mengikutimu sekolah di Jepang hanya untuk agar aku bisa  melihatmu setiap hari meski aku tau jika kau tidak mengenalku atau bahkan kau tak mengetahui keberadaanku didunia ini.Aku rela melakukan semua itu demi seorang yeoja yang terlihat sangat sempurna dimataku.Tapi aku salah.Kau bukanlah yeoja yang sesempurna seperti yang aku pikirkan.Ternyata kau adalah seorang yeoja murahan yang kini terlihat cacat dimataku !”

Baekhyun pergi meninggalkan mereka berdua dengan cibiran pedas yang keluar dari mulutnya.Ia berjalan cepat dan mengepalkan kedua tangannya disertai semburat wajah yang dipenuhi amarah.Ia tidak menyangka jika yeoja yang amat ia cintai ternyata adalah seorang yeoja murahan.Yeoja yang ia anggap sempurna ternyata adalah seorang yeoja yang cacat moral.Ia mencium seorang namja yang bahkan tidak ia kenal ditengah keramaian tidak memperdulikan pandangan orang-orang disekitar yang memandangnya dengan rasa jijik termasuk Baekhyun.

***

“Permisi”

“Selamat datang ada yang bisa sa..Ahh bukankah kau namja yang kemarin ?” Seru Chanyeol memotong ucapannya sendiri setelah mengetahui jika yang datang ada Baekhyun.

“Maaf mengganggu sebentar.Aku ingin bicara denganmu,apa kau punya waktu ?”.Ucap Baekhyun disertai senyum khasnya membuat Jantung Chanyeol serasa berhenti berdetak.

“Nd-nd-nde…Ta-tapi maaf aku tidak bisa sekarang”. Jawabnya sedikit gugup.Sepertinya ia sudah kehilangan sedikit kewarasannya saat melihat Baekhyun.

“Tenang saja aku akan menunggumu sampai jam kerjamu usai”.Ucap Baekhyun kembali tersenyum manis membuat Chanyeol semakin tak bisa mengontrol pikiranya.

“A-ahh ne”.Gugupnya lagi.

Jam kerja Chanyeol telah usai,kini saat nya ia menemui Baekhyun di cafe terdekat karna Baekhyun sudah menunggunya disana.Chanyeol merasa ada sesuatu yang salah dengan dirinya.Entahlah,meski ia tau jika Baekhyun menemuinya pasti karna kejadian kemarin tapi ia tidak sedikitpun merasa cemas atau takut jika Baekhyun akan marah atau bahkan menghajarnya karna ia dianggap telah menggoda yeoja itu.Ia justru merasa senang karna akan bertemu lagi dengan Baekhyun.Namja itu sepertinya sukses mengambil perhatiannya hingga ia merasa seperti ini.

“Apa aku menyukainya ?Haissh yang benar saja.Ya Park Chanyeol apa yang kau pikirkan?”.Gumamnya pelan memukul-mukul kepalanya sendiri.

***

“Apa kau menemuiku karna masalah yang kemarin itu ?” Tanya chanyeol ketika sudah bersama Baekhyun didalam sebuah cafe.Untung saja ia bisa mengontrol dirinya sehingga ia tidak gugup lagi saat bersama Baekhyun.

“Eum,sebelumnya perkenalkan Byun Baekhyun imnida”.Jawabnya sambil menundukan kepala sebagai tanda hormat saat mengenalkan dirinya.

“Park Chanyeol imnida”.Balas Chanyeol juga mengenalkan dirinya dan melakukan gerakan yang sama.

“Jadi begini Chanyeol-ssi,aku ingin kau membantuku agar bisa bertemu dengan yeoja itu”.Ucap Baekhyun langsung pada intinya.

“Eoh ?” Bingung Chanyeol.

“Ahh aku tau kau belum mengenal yeoja gila itu.Tapi kurasa kau bisa membantuku untuk bertemu dengannya.Kau sudah tau kan masalahku dengan yeoja itu ?Jadi jika aku terang-terangan mengajaknya bertemu dia pasti tidak akan mau”Jelas Baekhyun

“Oh begitu..Tapi kenapa aku ?Aku kan juga tidak mengenalnya”

“Tapi sepertinya dia menyukaimu.Jadi aku yakin dia akan dengan senang hati jika kau yang mengajaknya bertemu” Jelas Baekhyun.

“Jadi maksudmu ?”

“Eum,kau yang mengajaknya bertemu tapi aku yang akan menemuinya”.Lanjutnya memotong perkataan Chanyeol.

“Bagaimana ?Jika kau setuju kau bisa hubungi dia sekarang menggunakan ponselku.Jika dia bertanya dari mana kau mendapatkan nomor ponselnya jawab saja,kau akan memberitaunya saat bertemu nanti”Ucap Baekhyun lagi.

Sejenak Chanyeol tampak berpikir.Namun sesaat kemudian ia mengangguk tanda jika ia setuju.Baekhyun tersenyum lepas ketika Chanyeol menganggukan kepalanya membuat Jantung Chanyeol kembali berdetak abnormal akibat senyuman itu.Senyuman yang hampir saja membuatnya mati karna tak sanggup bernapas.Sepertinya namja itu benar-benar menarik perhatian Chanyeol hingga membuatnya menjadi seperti ini.

***

Chanyeol termenung di didalam kamarnya.Ia sedang memikirkan mengapa Baekhyun menyuruhnya agar meminta yeoja itu datang ke sebuah desa yang terbilang terpencil itu.Apa yang akan Baekhyun lakukan bersama yeoja itu ?.

 

“Jung soyeon ternyata kau adalah yeoja yang menjijikan! Cih,Aku menyesal telah mengagumimu bahkan mencintaimu secara diam-diam.Aku bahkan rela mengikutimu sekolah di Jepang hanya untuk agar aku bisa  melihatmu setiap hari meski aku tau jika kau tidak mengenalku atau bahkan kau tak mengetahui keberadaanku didunia ini.Aku rela melakukan semua itu demi seorang yeoja yang terlihat sangat sempurna dimataku.Tapi aku salah.Kau bukanlah yeoja yang sesempurna seperti yang aku pikirkan.Ternyata kau adalah seorang yeoja murahan yang kini terlihat cacat dimataku !”

Deg…

Sepertinya Chanyeol merasakan akan ada sesuatu hal buruk terjadi.Teringat cibiran Baekhyun waktu itu membuatnya yakin jika Baekhyun pasti akan melakukan sesuatu pada yeoja itu.Dengan sigap Chanyeol mengambil jaketnya di lemari kemudian berlari keluar dari kamarnya dengan tergesa-gesa.

Chanyeol mengayuh sepedanya dengan cepat.Ia terus bergumam dalam hati,semoga apa yang ia pikirkan salah.Semoga Baekhyun tidak mencelakakan yeoja itu.Semoga Baekhyun hanya sekedar ingin bertemu dengan yeoja itu dan tidak bermaksud melakukan sesuatu pada yeoja itu.

Kini Chanyeol telah sampai di desa dimana Baekhyun dan yeoja itu bertemu.Ia masih mengayuh sepedanya berkeliling desa yang amat sangat sepi ini namun dengan tempo yang lamban tidak secepat tadi.Ia mengedarkan pandangannya kesegala arah berharap melihat keberadaan Baekhyun dan Yeoja itu disuatu tempat.

 

Braaaggg

 

Terdengar suara seseorang yang menutup pintu mobil.Chanyeol lantas mencari letak dimana sumber suara itu berasal.Kini ia melihat sebuah mobil yang terpakir dipinggiran ladang kering itu.Ia menghela napas lega ketika melihat seseorang disekitar mobil tersebut yang ia yakini dia adalah Baekhyun.Chanyeol segera menghampiri Baekhyun untuk memastikan keadaan.

“Baekhyun-ssi” Pannggil Chanyeol.

“k-k-kau..Se-sedang apa k-kau disini ?” Baekhyun gelagapan,ia bahkan membulatkan matanya karna terkejut ketika mendapati Chanyeol tiba-tiba ada disana.

Namun Chanyeol jauh lebih terkejut dan membulatkan matanya saat melihat baju Baekhyun dipenuhi dengan darah segar.

“B-b-baekhyun-ssi a-apa yang,apa yang k-kau lakukan ?Di-dimana yeoja itu ?”.Kini tubuh Chanyeol bergetar hebat.Ia mematung melihat keadaan Baekhyun seperti itu.Sepertinya apa yang ia pikirkan benar-benar terjadi.

Baekhyun berjalan mendekati Chanyeol disertai seringaian yang sepertinya semua orang juga tau arti dari seringaian itu.

JLEBB

Benar saja.Ia menusuk perut Chanyeol dengan pisau yang ia gunakan untuk membunuh yeoja itu.

JLEBB

Ia kembali menusuk Chanyeol dengan pisau tersebut.Chanyeol hanya mampu memekik kesakitan sembari memegangi perutnya yang terkena tusukan.Chanyeol terjatuh bersama sepedanya.Darah segar mengalir dari perutnya membuat Baekhyun semakin melebarkan seringaian dibibirnya.

“Maaf,aku juga harus membunuhmu.Sebenarnya kau masih punya kesempatan hidup sampai besok karna aku mempunyai rencana untuk membunuhmu besok malam.Tapi sepertinya kau menginginkan agar ajalmu dipercepat.Ck..Semoga kau cepat sampai di neraka” Ucap Baekhyun kembali menunjukan seringaian dimana ia benar-benar terlihat seperti seorang iblis.

Baekhyun mengangkat tubuh Chanyeol yang kini sudah tak berdaya kemudian melemparnya kedalam bagasi mobil dimana sudah ada mayat yeoja itu lebih dulu disana.Ia masuk kedalam mobil kemudian melepas semua pakaian yang terkena darah mereka berdua dan menggantinya dengan yang baru.Ia kembali keluar menuju bagasi mobil yang belum ia tutup lalu melempar pakaian kotornya tepat diwajah Chanyeol.

BRAAGG

 

 

Baekhyun menutup bagasi mobilnya kemudian segera masuk kedalam mobil dan membawa dua mayat ini untuk dibuang sebelum fajar tiba.Ia menyetir sambil berpikir kemana ia akan membuang mayat-mayat ini agar tidak diketahui siapapun.Ia tersenyum saat ia tau kemana ia harus membuang ayat-mayat ini.

Baekhyun berhenti disekitar pantai.Ia turun kemudian memastikan keadaan apakah tempat ini benar-benar sepi dan tak ada satu orangpun.Saat yakin jika tempat ini benar-benar aman ia segera membuka bagasi mobil dan mengambil salah satu mayat itu.Ia mengambil mayat sang yeoja kemudian dibawanya kearah laut dimana ombak laut tersebut cukup besar.Baekhyun semakin berjalan menuju tengah laut sampai akhirnya ia melempar jasad yeoja itu dan membiarkannya hanyut terseret ombak.Baekhyun segera kembali kepantai.Ia langsung menyalakan mesin mobilnya dan melesat pergi dari tempat ini.Yah,dia sengaja ingin membuang dua mayat ini secara terpisah.

Kini Baekhyun memasuki kawasan hutan.,Ia semakin masuk kedalam hutan tersebut mencari tempat yang cocok untuk membuang mayat Chanyeol.Posisinya saat ini mungkin sudah jauh dari jangkauan orang-orang yang biasa lewat didaerah ini sehingga mungkin saja bau mayat tidak akan tercium oleh siapapun.

Ia masih melajukan mobilnya dihutan ini dengan pelan.Samar-samar ia mendengar gemercik suara air.Lagi-lagi ia tersenyum karna telah menemukan tempat yang cocok untuk membuang mayat Chanyeol.Ia menghentikan mobilnya didekat sungai kecil yang berada ditengah hutan ini.Ia turun kemudian membuka bagasi mobil dan mengangkat mayat Chanyeol membawanya kearah sungai tersebut.

Seringai kecil itu kembali muncul dari bibirnya sebelum ia benar-benar melempar mayat Chanyeol ke dalam sungai.Ia menatap wajah Chanyeol yang kini telah menutup mata sepenuhnya.

Deg…

Entah mengapa dadanya terasa sesak kali ini.Ada semburat kesedihan dimanik mata Baekhyun saat melihat wajah Chanyeol.Menangis.Rasanya ia ingin menangis melihat wajah polos orang yang kini ada dihadapannya.Orang yang sesungguhnya tidak bersalah.Orang yang…(?).Entahlah Baekhyun merasakan ada sesuatu yang aneh dalam dirinya.Kini ia benar-benar menangis menangisi seorang Chanyeol yang sudah ia bunuh.Tanpa sadar ia menurunkan Chanyeol dan meletakannya ditanah.Ia meraba wajah mulus Chanyeol dibantu penerangan dari lampu ponselnya.

Baekhyun sendiri tak mengerti,mengapa ia merasakan perasaan aneh saat menatap wajah Chanyeol.Itu cinta ?Mollayo,yang jelas ia merasa menyesal telah membunuh Chanyeol.Bukan menyesal karna berbuat khilaf melainkan menyesal karna kini ia baru menyadari jika ia ingin terus bersama Chanyeol.

Pundak Baekhyun semakin gemetar.Ia tak bisa menahan tangis yang kini sudah meledak.Benar-benar bodoh.Apa yang sudah ia lakukan adalah perbuatan orang bodoh.Bagaimana bisa hanya karna masalah cinta ia tega berbuat keji seperti ini.Ia sudah membunuh dua orang yang menjadi korban akan kekhilafan nya.Dua orang dimana salah satunya adalah bekas orang yang ia cintai.Kenapa disebut bekas orang yang Baekhyun cintai ??Ya,Baekhyun sadar.Rasa cintanya pada yeoja yang bertahun-tahun ini ia kejar hanya dalam beberapa jam saja sudah beralih pada Chanyeol.Ia mencintai Chanyeol.Chanyeol yang notaben nya adalah penyebab ia berbuat seperti ini.Baekhyun tidak terima Chanyeol dengan mudahnya menarik perhatian yeoja yang ia sukai…

Baekhyun memasukan ponselnya kedalam saku celana.Ia mengangkat lagi tubuh Chanyeol.Ia menatap aliran sungai yang menimbulkan suara gemercik yang sangat indah untuk didengar.Ia kembali menatap wajah Chanyeol meski hampir tak terlihat karna tak ada penerangan.

Baekhyun menarik  napas serta menutup kedua matanya dan…

Byuuurrr

Ia melempar jasad Chanyeol ke dalam sungai tersebut.Bening kristal kini kembali mengaliri pipinya.Dalam beberapa saat ia diam dengan posisi seperti itu.

Baekhyun membuka mata.Ia kembali menatap aliran sungai yang membawa tubuh Chanyeol pergi.Tak ada seringaian lagi yang terkembang dari bibirnya kali ini.Justru yang terlihat kali ini adalah sebuah senyuman miris yang begitu menyayat hatinya.

Baekhyun kembali menuju mobilnya mengambil pakaian dan pisau yang ia gunakan untuk membunuh yeoja itu dan Chanyeol.Ia menaruh semua itu diatas tanah dan memberinya sedikit bahan bakar yang sudah ia siapkan sebelumnya kemudian mulai menyalakan api untuk membakarnya.Ia melepas sarung tangan yang masih ia pakai lalu melemparnya diatas bara api tersebut.

***

Beberapa minggu setelah kejadian itu hidup Baekhyun semakin tidak tenang.Ia terus dibayang-bayangi wajah kedua orang yang sudah ia bunuh.Ia hampir gila karna setiap hari wajah mereka berdua seakan tak mau pergi dari penglihatannya.Ia semakin tertekan,ia sudah tak tahan lagi hidup dibayang-bayangi rasa takut seperti ini.Maka dari itu ia memutuskan ingin kembali ke korea dengan tujuan agar ia bisa melupakan kejadian ini.

Dan tuhan sepertinya mendengar doa Baekhyun.Setelah sampai di korea,taksi yang ia tumpangi mengalami kecelakan hebat hingga hampir saja membuatnya pergi menyusul dua orang yang ia bunuh.Tapi sayangnya itu hanya hampir saja.Pada kenyataannya Baekhyun masih bisa diselamatkan meski ia mengalami amnesia disosiatif yang tak diketahui oleh siapapun termasuk dokter yang merawatnya karna ia hanya kehilangan memori tentang pembunuhan itu saja.Pembunuhan yang belum diketahui siapapun.Tapi kemungkinan mayat mereka berdua bisa ditemukan oleh seseorang.Tapi siapa yang akan tau jika Baekhyun lah pembunuhnya karna tak ada orang yang tau jika mereka bertiga saling mengenal.Teman-teman Baekhyun sendiri juga tidak ada yang tau jika diam-diam Baekhyun menyukai seseorang yang membuatnya rela pindah ke Jepang meski orang  tersebut sama sekali tidak mengenalnya.

-TBC

Gimana yang ini ??.Lebih jelas kan timbang kemaren ?

Yaudah..gomawo ^^.Author tunggu RCL nya :))

Iklan

41 pemikiran pada “Dangerous Love (Chapter 1)

  1. ceritanya sangat menarik,jadi chan yeol sekarang sudah jadi makhluk halus…baekhyun tega membunuh orang yg ia cintai hanya karena cemburu…apakah chanyeol akan benar-benar balas dendam terhadap baekhyun? atau justru dia malah srmakin mencintai baekhyun? dan kira-kira bagaimana reaksi baekhyun jika mengingat masa lalunya… lanjuttt

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s