KRIS(is) Love (Chapter 5)

Tittle     : KRIS(is) Love Chapter 5

Author   : Double Kim (@mararatunss)

Cast      :  Wu Yi Fan/Kris, Shin Hyera (OC), Byun Baekhyun, Kim Min Young(OC)

Genre   : Romance

Length  : Chaptered

Disclaimer : FF ini murni hasil imajinasi author yah jadi tolong tolong jangan ada plagiat dimana-mana tolong hahaha. Cast hanya milik diri mereka sendiri sedangkan author hanya milik Kris #plak #gabolehcoment

Note : Anyeoong readers yang keceh keceh. We meet again ya (sok inggris lo thor) Oke pertama author balik lagi sama lanjutan Kris(is) Love. Siapa yang penasaran? Nih langsung aja baca. Mau ditebarin boxer Kris gak? Gausah yah aha

Happy reading chingudeul!!!!!

Hyera POV

Aku masih memcoba mengatur nafasku yang sedari tadi turun dari mobil, aku rasa saat ini aku sudah tidak bisa lagi menghirup oksigen dengan baik. Bagaimana bisa aku tidak menolak ciumannya? Bagaimana bisa tubuhku tidak menolak sentuhan lembut yang diberikan olehnya. Hyera, dekat dengan lelaki itu akhir-akhir ini aku rasa kau mulai terlihat seperti orang bodoh. Kris, aaaah namja itu. Mungkinkah?

***

Author POV

“Jadi ditugas kali ini kami sengaja membuat survey dan tema yang berbeda, karena menurut kami untuk mencaritahu bagaimana remaja-remaja sekarang memperoleh uang untuk bisnisnya itu sangat penting. Dan untungnya kami bisa mendapatkan semua info secara rinci dan jelas” Jelas Hyera didepan dosennya dan didampingi oleh Kris yang berada disampingnya. Ruangan presentasi mereka kali ini terasa sangat menegangkan sekali.

“atas dasar apa kalian mencoba untuk survey ke tempat balapan seperti itu?” Tanya Kim songsaengnim.

“Begini Kim songsaengnim, mungkin ini diluar dugaanmu tapi kami mencoba sesuatu hal yang berbeda. Balapan dan taruhan memang terdengar seperti hal yang negative tapi disini kami hanya ingin memberitahukan bahwa tidak sedikit remaja yang mencoba untuk berbisnis dengan hasilnya sendiri bukan karena orangtua. Dan kenapa kami memilih survey ke arena balap, mereka itu komunitas resmi dan untuk taruhannya sendiri itu bukanlah uang yang sedikit. Dan biasanya uang itu digunakan untuk bisnis onderdil motor-motor. Hal kecil dan sederhana memang tapi bukan di hal balapan dan taruhannya yang ingin kami unggulkan disini tapi lebih ke pendapat kami bahwa untuk berbisnis tidak dibutuhkan banyak uang atau meminta modal kepada orangtua, kita dapat berbisnis dengan menggunakan kelebihan yang dari diri kita. Begitu maksud kami” Hyera yang berada disamping Kris seketika mulutnya hanya bisa membentuk huruf O saat mendengar apa yang dijelaskan Kris panjang lebar tadi. Omonaaa Kris, kau pintar sekali. batin Hyera.

“Baiklah, aku mengerti tentang maksud dan tujuan kalian kali ini. Jadi hasilnya adalah……….”

Kim songsaengnim sengaja menggantungkan kalimatnya untuk membuat dua mahasiswa didepannya ini semakin tegang. Jujur saja, dosen yang satu ini juga sebenarnya tercekat dengan ide-ide oleh kedua mahasiswa ini terlebih Kris yang selama ini jarang kuliah.

“SELAMAT!!! KERJA BAGUS!” Sontak wajah Kris dan Hyera menyiratkan kebahagiaan yang tidak bisa diucapkan.

“Ah gomawo songsaengnim, itu artinya?”

“Ne Hyera, tugasmu yang dulu kuterima dan karena tugas ini kalian lolos kalian bisa langsung mengerjakan skripsi untuk satu bulan kedepan setelah itu bersiap-siaplah untuk menjadi sarjana muda”

Hyera sudah tidak bisa lagi bagaimana caranya mengungkapkan kebahagiaannya dan begitu juga dengan Kris, untuk pertama kalinya ia merasa bangga dengan dirinya sendiri.

***

“Huh aku iri pada kalian, mengerjakan tugas dalam waktu seminggu saja bisa mendapatkan nilai sebagus itu dari Kim songsaengnim” Min Young menggerutu pada Hyera.

“Jangan begitu Min Young-ah, ini kan juga berkat Kris”

“Ah iya, kapan namja itu datang?”

“Nan molla, dia bilang jam tujuh tapi sampai sekarang dia belum datang juga”

Yah Hyera memang sedang menunggu Kris di apartemennya, Kris bilang dia ingin mengajaknya makan malam bersama dengan appanya untuk merayakan tugasnya yang selesai tapi sampai sekarang namja itu belum datang juga dan juga untuk merayakan appanya yang sudah kembali pulih.

Ting tong!!!

“Itu pasti dia, cepat buka pintunya”

Hyera langsung bergegas untuk membuka pintunya tapi seketika tubuhnya bergetar saat tahu siapa orang dibalik pintu itu. Namja yang menyebutkan namanya saja ia tidak mau, dan kali ini apa yang dilakukan namja itu? Memeluk Hyera? Hyera masih membatu merasakan tubuh Baekhyun dalam pelukannya. Bukan, bukan lagi pelukan Kris yang dirasakan kali ini, melainkan pelukan Baekhyun yang entah apa maksudnya dia datang kesini. Hyera berusaha melepas pelukannya tapi tetap saja tenaga pria lebih kuat daripada tenaga wanita.

“Aku mohon Hyera-ah tetaplah seperti ini dulu, aku tidak tahu harus bagaimana lagi. Aku membutuhkanmu, sangat membutuhkanmu Hyera-ah”

Seketika Hyera merasakan cairan jatuh dibahunya, Baekhyun? apa dia menangis? Tiga tahun memiliki hubungan dengan namja yang ada dipelukannya, ia tahu betul bahwa namja ini sedang memiliki masalah.

Tanpa diketahui seseorang pria diujung lorong apartemen Hyera melihat yeoja yang ia cintai berpelukan oleh namja lain. Sakit. Kris tidak bisa melakukan apapun saat itu yang ia tahu hanya pergi meninggalkan tempat itu dan membiarkan dirinya kembali menjadi seorang pengecut seperti tiga tahun lalu.

***

Hyera POV

“Minumlah dulu” Aku menawarkan segelas teh hangat untuk Baekhyun dan duduk didepan namja itu sedangkan Min Young duduk disebelahku, aku tahu sahabatku ini pasti masih  kaget dengan kedatangan Baekhyun yang terlihat kacau dan begitu juga denganku.

“Soora.. Dia hamil”

DUAARRRR!!!
Aku dan Min Young seperti tersambar petir mendengar ucapan Baekhyun, terlebih aku tidak percaya sekali dengan sikap Baekhyun yang sekarang, yang aku tahu walaupun Baekhyun pernah menyakitiku tapi dia bukan tipe pria seperti itu.

“Jangan salah faham dulu, demi tuhan percayalah padaku. Aku tidak melakukan apapun dengannya. Beberapa hari yang lalu saat aku menemuimu Hyera, dia memutuskanku tapi hari berikutnya dia tiba-tiba datang kerumahku dan mengatakan itu semua kepada eomma. Sungguh demi apapun bukan aku yang melakukannya Hyera” ucap Baekhyun dengar getir, terlihat sekali ekspresi frustasi dalam wajahnya.

“Apa kau serius dengan yang kau katakan? Jika bukan kau lalu siapa Baekhyun? jelas-jelas kau yang bersamanya!” Hardik Min Young

“AKU TIDAK TAHU!!!! Bukan aku!!!! Orang itu bukan aku!!!!” Baekhyun berteriak seperti orang yang hilang akal.

Aku sendiri baru pertama kali melihat dia seperti ini, aku masih tidak bisa mencerna semua jenis macam kata per kata yang baru saja ia ucapkan. Aku tidak tahu harus mempercayai hal ini atau tidak. Entah darimana perasaan ini tapi aku yakin Baekhyun tidak mungkin melakukan hal itu pada gadis manapun. Sedetik kemudian aku tersadar akan sesuatu. Ya! malam itu, malam saat aku melihat Soora dengan lelaki lain setelah itu berbagai macam fikiran bercabang diotakku dan dengan mudahnya aku menghubungkan semua kejadian dan penjelasan yang dijelasan oleh Baekhyun.

“Baekhyun, apa kau jujur padaku? Benar bukan kau yang melakukannya?” tanyaku padanya.

“Hyera, aku rasa kau tau betul saat aku sedang berbohong atau tidak. Sungguh, aku membutuhkan bantuanmu. Entah bantuan seperti apa aku juga tidak tahu, aku benar-benar merasa diujung tanduk” ucapan Baekhyun barusan terdengar seperti orang yang putus asa.

“Aku tahu. Mungkin ini kesimpulan yang terburu-buru tapi aku rasa tidak ada salahnya untuk dicoba” kataku sedangkan Baekhyun dan Min Young masih tidak mengerti dengan arah pembicaraanku.

“Malam itu saat aku survey ke tempat balap bersama…. K-kris. Aku melihat Soora bersama seorang lelaki dan saat itu ia menggunakan baju yang sangat seksi sekali, kau mengerti arah pembicaraanku?”

“Antar aku kesana!”

“Tidak bisa sekarang, hari ini tidak ada jadwal balapan mungkin sabtu malam baru ada balapan”

“Hyera-ah, aku mohon bantu aku. Aku tahu aku sudah sangat menyakitimu, aku sangat minta maaf untuk itu dan aku benar-benar merasa bersalah sekali. Bukankah aku lancang sekali? sudah menyakitimu tapi masih berani meminta tolong padamu”

“Jangan seperti itu, kita kan TEMAN” kataku dengan penekanan kata teman

“Yah, kau benar kita TEMAN. Gomawo Hyera-ah”

Seuntas senyuman kutunjukkan padanya, aku tau dia sudah mulai bisa menjadi dewasa kali ini. Yah, mau bagaimana lagi aku tidak berniat untuk menjadikan diriku orang tersakiti lagi.

“Hyera-ah! Tidakkah kau sadar akan sesuatu?” tanya Min Young tiba-tiba aku hanya mengangkat bahuku menandakan bahwa aku tidak tahu.

“Kris!”

Omona, bagaimana aku lupa? Harusnya aku sedang bersamanya kali ini. Aish Hyera pabo. Kulihat jam sudah pukul 8 itu berarti satu jam ia tidak menjemputku. Aku mencoba menghubunginya namun sama sekali tidak mendapatkan jawaban. Hmm yasudahlah mungkin memang makan malam hari ini tidak jadi. Pikirku.

***

Aaaah aku bingung sekali dengan diriku, bagaimana bisa aku seperti orang linglung daritadi? Semenjak malam saat dia membatalkan acara makan malam itu aku tidak lagi melihatnya bahkan kabarnya saja aku tidak tahu. Min Young yang sedari tadi disebelahku juga heran dengan tingkahku.

“Temui dia dirumahnya apa susahnya sih?” ucap Min Young

“Ani, dia yang membatalkan acara malam itu. haruskah aku yang menemuinya? Aku rasa tidak”

“Kau ini, kenapa jadi tiba-tiba menjadi orang yang gengsinya tinggi sekali sih?” aku tidak mempedulikan perkataan Min Young. Masa bodoh dengan namja itu!

Ting tong!!!

Bel apartemenku bunyi aku malas sekali membuka pintunya dan kurasa Min Young mengerti dan langsung membuka pintu. Ah Baekhyun rupanya. Ah iya aku lupa malam ini kami akan ke tempat balapan itu. Eh chakanam! Berarti siapa tahu aku bisa bertemu dengan Kris. Haah semoga saja. Tanpa ba-bi-bu lagi kami (aku, Min Young dan Baekhyun) pergi ke tempat balapan itu.

Sesampainya disana balapan sudah dimulai aku menyipitkan mataku mencari orang yang tidak ada kabarnya itu tapi ternyata tidak ada.

“Got it!” kata Baekhyun tiba-tiba

“Mwo?” tanya Min Young

“Aku melihatnya. Itu Soora dan pria disebelahnya, bukankah itu Kai?” aku tahu Baekhyun mulai geram dengan apa yang baru saja dilihatnya. Kemudian ia mengambil langkah seribu untuk menghampiri Soora yang aku tau pasti sedang bermesraan dengan namja yang baru kuketahui namanya Kai.

“Sabarlah sedikit Baekhyun!” kataku namun tak dihiraukan olehnya, ia terus saja berlari menghampiri Soora.

Aku dan Min Young mengikuti Baekhyun yang emosi dan sesampainya disana bisa kalian tahu, pertengkaran akan terjadi begitu saja.

“Jadi begini caramu memfitnahku. Sekarang aku yakin bayi diperutmu itu memang bukan anakku karena memang sedikitpun aku tidak pernah menyentuhmu kan, Soora!” ucap Baekhyun

“O-o-oppa?”

“JANGAN PANGGIL AKU OPPA! AKU BUKAN OPPAMU LAGI, WANITA MACAM APA KAU!” hardik Baekhyun.

BUGH!!

“Ya!!! kau! Tidak bisakah tidak kasar dengan yeojaku hah!” kali ini pria bernama Kai itu angkat bicara dan memukul Baekhyun hingga tersungkur ke tanah.

“Dia yeojamu? Jadi anak yang ada diperutnya itu adalah anakmu Kai? Iya? Aku bahkan kali ini dikhianati oleh sahabatku sendiri”

Mwo? Jadi namja ini sahabat Baekhyun? aku sama sekali tidak tahu hal itu.

“Kau ambil saja Soora, aku tidak butuh”

Baekhyun langsung pergi meninggalkan tempat itu dan tentu saja aku dan Min Young mengikutinya. Ah payah, aku fikir ada perkelahian yang besar ternyata seperti ini saja. Aish apa yang kau fikirkan Hyera!

***

“Errghh tidak bisakah pelan-pelan sedikit?” ucap Baekhyun saat aku mengobati luka ditepi bibirnya karena pukulan Kai tadi.

“Aish kau ini, sabar saja”

“Gomawo Hyera-ah”

“Ne, cheonmayo. Itulah gunanya teman”

“Yah benar teman, bodohnya aku menyakitimu”

“Sudahlah aku tidak ingin memikirkan hal itu lagi. Lukanya sudah selesai aku obati, lebih baik sekarang kita pulang”

Yah aku rasa sikap seperti ini cukup dewasa. Mencoba menghilangkan luka hatiku karenanya dan berusaha untuk tetap menganggapnya teman, aku rasa itu tidak buruk. Toh, dengan seperti itu tidak ada lagi yang mengganjal dihatiku.

***

Aku membuka mataku merasakan hangatnya sinar matahari yang masuk ke kamarku. Menjadi mahasiswa semester akhir ternyata tidak terlalu melelahkan, aku bisa bangun siang setiap hari dan tidak perlu ke kampus lagi karena yang sekarang aku lakukan hanyalah memulai skripsi.

Terhitung sudah tiga hari aku tidak bertemu dengan Kris. Sungguh aku tidak mengerti apa yang dipikirannya sekarang ini dan kenapa ia sama sekali tidak memberi kabar padaku? Setidaknya dia memberiku alasan kenapa dia tidak datang malam itu.

Aku merasa sedikit ada yang hilang dari diriku, yah aneh mungkin tapi beberapa hari bersamanya membuatku tenang dan entahlah jika berada didekatnya aku merasa sangat terlindungi.

Aku mencoba bangun dan melangkah menuju toilet dan mendapati diriku didepan kaca. Kulihat wajahku dengan rambut berantakanku. Kukucurkan air dan kubasuh mukaku dan seketika aku menyentuh bibirku. Hhsss bibir ini, aku heran kenapa saat itu aku tidak bisa menolaknya dan kenapa juga sekarang aku selalu memikirkan Kris? Huh, haruskah aku menyimpulkan kesimpulan bahwa aku cukup berani untuk jatuh cinta lagi pada seorang namja?

Selesai dengan acara mandi pagiku, hari ini aku berencana untuk seharian saja dirumah berniat untuk memulai skripsiku. Haah semoga saja aku bisa cepat menyelesaikannya agar bisa cepat-cepat menjadi sarjana hehe.

***

“Aaaah ternyata membuat skripsi tidak semudah yang kubayangkan, bagaimana ingin cepat selesai kalau seperti ini, aish” aku menggerutu kepada diriku sendiri yang seharian ini masih belum mendapatkan ide untuk skripsiku. 12 jam aku berkutat didepan laptop mencari info tetap saja aku merasa sulit menentukan tema. Bukan apa-apa aku hanya mau skripsiku ini bagus dan sempurna yah walaupun kalian tahu tidak ada hal yang sempurna di dunia ini hehe.

Kulirik jam menunjukkan pukul 9 malam, aku segera melangkah ke dapur untuk mengambil makanan namun langkahku terhenti saat kudengar seseorang mengetuk pintu apartemenku. Segera saja kubuka pintu dan betapa kagetnya aku saat aku melihat siapa yang datang.

“Paman?!!”

“Ne, Hyera ini paman”

“Ah ayo paman masuk, duduk dulu”

Aku heran sekali kenapa paman Park bisa ke apartemenku?

“Tidak usah, paman hanya ingin menanyakan Kris padamu” menanyakan Kris padaku? Memangnya apa yang terjadi dengan Kris?

“Memangnya Kris kenapa paman?”

“Beberapa hari yang lalu saat dia pergi menjemputmu untuk makan malam bersama dia pulang lagi dan mengatakan padaku bahwa kau ada urusan mendadak dan keesokan harinya ia pergi entah kemana sampai sekarangpun ia belum pulang. Aku rasa dia bersamamu Hyera-ah”

Tubuhku membeku seketika mendengar perkataan Ahjussi Park. Jadi saat itu Kris menjemputku? Tapi kenapa? Atau jangan-jangan. Baekhyun! ya, aku rasa saat itu dia melihatku dengan Baekhyun. Ya tuhan aku harus bagaimana saat ini aku sama sekali tidak tahu Kris ada dimana.

“Paman, kau istirahat saja dirumah biar aku yang mencari Kris” aku melangkahkan kakiku kekamar mengambil hoodieku dan langsung pergi meninggalkan paman Park sendirian. Aku tau saat ini ia pasti akan semakin bingung.

Aku tidak tahu arah kali ini, pikiranku benar-benar kalut mendapati bahwa Kris selama ini tidak kembali ke rumah. Tanpa terasa airmataku jatuh, tadinya hanya setetes tapi tetap saja aku ini wanita yang tidak pandai menahan tangisanku.

“Kau dimana?” lirihku.

Yang kutau tujuanku saat ini adalah tempat balap, aku sangat berharap sekali aku dapat melihatnya ditempat ini sekalipun ia sedang memacu motornya aku tidak peduli asalkan aku melihatnya dan mendapatkan Kris baik-baik saja. Sesampainya di tempat balapan aku langsung menuju kumpulan teman-teman Kris. Suasana disini ramai sekali yah karena semakin larut memang semakin ramai.

“Agassi apa kau melihat Kris?” tanyaku pada seseorang yang tidak aku kenal namanya namun aku tahu ia adalah teman Kris.

“Dia tidak balapan hari ini coba kau cari saja disana” pria itu mengarahkan telunjuknya ke tempat yang bisa kukatakan seperti club malam. Ah yah, apapun itu aku hanya berharap kali ini Kris ada didalam sana.

Aku mulai memasuki Club itu, banyak sekali muda mudi disini, pandanganku tidak terlalu baik karena disini suasananya sangat gelap namun aku sangat yakin mataku ini masih berfungsi baik saat aku melihat sesosok lelaki dengan postur tubuh yang tinggi menjulang sedang duduk disalah satu bar bersama seorang yeoja? Kris bersama seorang yeoja? Siapa yeoja itu? ah aku tidak peduli dan segera saja aku menghampirinya.

“Kris kau kemana saja? Appa mencarimu? Kenapa kau tidak pulang berhari-hari?” begitu banyak rentetan pertanyaanku ah ani mungkin aku terlalu khawatir padanya.

“Chagi siapa wanita ini?” rasanya seperti ribuan belati menusuk jantungku saat mendengar wanita disampingnya memanggil Kris dengan “chagi”

“Aaah dia hanya fansku saja” demi apapun saat ini rasanya aku ingin sekali menangis mendengarnya berbicara seperti itu.

“ Appamu mencarimu kemana-mana Kris, pulanglah”

“Apa pedulimu?” katanya datar sambil meneguk botol minum disebelahnya yang kuketahui adalah arak.

“Mwo? Apa maksudmu?”

“AKU TANYA APA PEDULIMU PADAKU SHIN HYERA!!!!!” bentaknya padaku dan sukses membuat tubuhku tidak berkutik sama sekali.

“Apa pedulimu padaku? Aku rasa tidak. Dan lihat? Untuk apa kau susah payah datang kemari? Tidak bersama Baekhyun-mu seperti beberapa hari yang lalu?”

Deg!

Jadi dia tahu saat itu aku ke tempat balapan ini bersama Baekhyun dan Min Young?

“Wae? Tidak bisa menjawab huh?”

“Pulanglah, appamu sangat khawatir padamu” aku mencoba meredam emosiku padanya.

“Ngomong-ngomong apa alasanmu mencariku nona Shin? Apa kau khawatir padaku Shin Hyera? Atau jangan-jangan lebih dari itu? kau mencintaiku karena kedekatan kita selama mengerjakan tugas? Dan biar kutebak kau juga mengira aku mencintaimu huh? Seperti itu nona Shin? Aah rugi sekali aku harus bertemu denganmu disini”

Apa? Apa katanya barusan? Kenapa orang mabuk bisa sangat menjengkelkan sekali seperti ini. Mendengarnya aku hanya bisa berusaha tenang untuk kembali menahan emosiku.

“Hey kau tidak menjawab? Aah arasseo jadi benar kan kau menyukaiku? Ckck hey guys what should I do with this girl? Tease her or do you guys have any idea?”

PLAK!

Aku menamparnya. Persetan dengan semua tatapan yang ada di club sekarang. Aku sudah tidak peduli lagi dengan prinsip “menahan emosi” aku benar-benar geram sekali dengar semua ucapannya terlebih dengan apa yang dia katakan kepada teman-temannya seolah-olah aku adalah barang yang sangat tidak berguna sekali didunia ini.

“IYA AKU MENGKHAWATIRKANMU KRIS, AKU MENCINTAIMU DAN AKU BERHARAP KAU MENCINTAIKU JUGA TAPI AKU RASA SEMUA PERASAAN BODOH ITU PERCUMA. KAU PUAS HAH?” (capslock jebol woy) Aku berteriak meluapkan semua emosiku yang tertahan, aku benar-benar tidak peduli dengan semua orang yang menatapku sedangkan Kris hanya bisa diam menatapku, aku tau dia kaget dengan ucapanku.

Sadar dengan apa yang aku katakana barusan aku langsung menarik nafasku untuk lebih menenangkan emosiku.

“tiba-tiba saja ahjussi park datang ke apartemenku menjelaskan bahwa sudah seharian ia mencari anaknya yang sudah tiga hari tidak pulang, tapi tetap saja tidak menemukan. Aku tidak tega dengannya dan berusaha mencarimu, dan aku rasa ini sudah cukup membantu. Pulanglah jika kau tidak ingin Appamu dirumah sakit lagi. Dan aku, jika selama ini kau merasa dirugikan olehku aku minta maaf dengan setulus hatiku. Aku pamit!”

Aku langsung pergi meninggalkannya dengan berderai airmata. Lelaki itu kenapa ia mengatakan hal yang sama sekali tidak terfikirkan olehku. Perlakuanmu, pelukanmu, ciumanmu. Kau anggap apa aku ini Kris!!!!!

Kris POV

Aku masih membatu dengan posisiku yang berdiri, tanganku mengelus pipi kiri yang baru saja ditampar oleh gadis yang kucintai. Sakit. Ah tidak bukan dipipiku yang sakit tapi hatiku, disini terlalu sakit untuk melihatnya menangis seperti itu. Tidakkah aku begitu bodoh berkata sebegitu menyakitkan kepada gadis yang kucintai? Entahlah aku hanya tidak bisa menahan emosiku, sejujurnya aku senang saat dia menemukanku tapi bayangan beberapa hari lalu saat ia memeluk Baekhyun tidak bisa hilang dariku, membayangkannya saja membuatku emosi. Huh.

Sekarang apa yang aku lakukan? Membentaknya dan berkata kasar padanya lalu membiarkan gadis yang kucintai sejak lama pergi dengan tangisannya? Kris, aku berani jamin kau lebih dari seorang pengecut!

Tersadar dengan semua kesalahan ini aku langsung mengejar Hyera, walaupun aku meminum tapi aku belum sepenuhnya mabuk. Kulihat ia pergi sambil berlari dan dengan langkah lebih cepat aku mengejarnya hingga jarak kami pun sangat dekat dan tidak aku sia-siakan lagi aku langsung menariknya kedalam pelukanku. Tidak Kris, kali ini janganlah lagi jadi pengecut, jangan berusaha menyakitinya lagi. Batinku.

“Mianhae aku tidak bermaksud seperti itu” kataku.

Aku dapat merasakan cairan hangat dibahuku tanda bahwa ia menangis. Ya tuhan aku benar-benar merasa menjadi namja paling jahat didunia ini. Hyera berusaha berontak melepaskan pelukanku. Tidak aku mohon kali ini jangan seperti ini Hyera, namun sayang tenaga cukup kuat juga untuk melepas pelukanku.

PLAK!!!

Lagi. Aku merasakan tamparan itu lagi untuk yang kedua kalinya. Hyera menatapku dengan intens, aku bisa melihat buliran airmata disana.

“PULANGLAH KRIS!!!! TIDAK USAH PEDULIKAN AKU” teriaknya dihadapanku.

“Hyera-ah mianhae aku lepas kontrol, yang tadi itu bukan maksudku seperti itu. Aku sungguh minta maaf, jebal!”

“Seperti katamu, aku tidak akan membuat diriku seperti ‘mainan’ lagi jadi biarkan aku pergi. Aku ingin pulang. Aku lelah”

“Aku antar” sergahku saat dia mulai melangkahkan kakinya meninggalkanku.

“Ahjussi park lebih mengkhawatirkanmu sekarang!”

Dia langsung pergi dari hadapanku berjalan lurus kedepan dengan gontai seperti orang tak tahu arah dan tak peduli sedang dimana ia berada. Tidak! Bukan jalan itu yang seharusnya ia lewati, bukan lintasan balap yang seharusnya ia lewati. Aku segera mengejarnya tapi aku rasa semua usahaku sia-sia saat aku mendengar suara itu.

TIIIINNNNNNNNN!!!!

BRAAAKK!!!! (author gagal bikin sound efek nih, mian-_-)

Tubuhku membatu, seluruh aliran darahku seolah berhenti melihat apa yang ada dihadapanku. Jantungku berhenti berdetak begitu saja melihatnya. Semua system sarafku terasa tidak berfungsi dan yang kutau hanya buliran airmata yang ada pada wajahku. Hyera…..

TBC

Huwaaaaaw selesai nih chaper 5. Jujur author merasa gagal di chapter 5 ini, sumfeh absurd banget nih chapter dan kayaknya next chap itu author bikin ending aja deh. Ngga ada ide lagi soalnya nih. Ada saran? Komennya tetep ditunggu yaaa chingudeul dan mian kalo ff ini mengecewakan.

Sampai berjumpa di chapter selanjutnyaaaa, paiii paiiiiii *senyum khas ala bibir D.O*

 

38 pemikiran pada “KRIS(is) Love (Chapter 5)

  1. Hello readers, aku gabisa bales satu-satu nih takut ngespam. bales sekali disini yaaa.
    1. author knp tbc? doooh readers maaf kalo tbc nya gak tepat dan bikin penasaran, ya gppa ya author paling seneng kali bkin penasaran kalian hehe emaap :p
    2. author pendek bgt!! dooh maaf lagi kalo kependekan soalnya pas ngetik nih otak bukannya fokus ngetik malah mikirin si duizhang mulu /gebukin authot/
    3. thooor hyera kenapa ketabraak!!! Doooh maaf lagi kalo hyera dibikin ketabrak kalo author bikin kris yg ketabrak lbh kasian lagi, hiks -_-
    4. thooorrr cepet publish next chaptnyaaa! Nah ini nih hahaha tenang-tenang kyknya sih gak lama, author udah kirim soalnya. ditunggu aja yaaa^^
    yaudah yah intinya 4 itu aja hehe buat yg biasnya jadi Kris gara2 ff author, author saranin sih jangan soalnya pasti bakal sering sesek napas kalo ngeliat si kris -_-
    Terakhir makasih yaaaa kalian semua yg udah mau baca, komen dan suka sama ff author. Makasih bgt lhooo, ini ff berchapter perdana author soalnya hehe makasih makasih readers *bow* *bow lagi* *bow lagi bareng kris*
    udah ya dadaaaaaaah.
    Maap kepanjangan-___-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s