The 3rd Yeoja for Kris

Tittle      : The 3rd Yeoja for Kris

Author  : Double Kim (@mararatunss)

Cast       : Wu Yi Fan/Kris, Wu Yi Lan (OC), Park Sena

Genre   : Family, Romance

Length  : Oneshoot

Note      : The story is mine, the cast are belong to their self except Wufan ‘cause he’s mine wakakaka #gebukin author. So guys don’t be a plagiat okee. No need to talk anymore, just happy reading guys! I do really need your RCL 😀

Author POV

Seoul malam ini terlihat sangat indah bagi Kris dan Sena. Bagaimana tidak, sekarang mereka sedang berada di puncak Namsan Tower dan dihadapannya ada pemandangan kota Seoul yang membentang luas ditambah dengan lampu-lampu yang menyala, itu membuat kota Seoul semakin indah dilihat.

“Tidak ada yang lebih indah daripada memandangi indahnya kota Seoul bersamamu” kata Kris sambil memeluk Sena dari belakang dan menempatkan kepalanya pada bahu Sena.

“Jadi, menurutmu apakah Seoul lebih indah daripada Cina dan Kanada?”

“Haruskah aku menjawabnya?” Sena mengangguk mantap.

“Dulu aku sempat menyesal kenapa aku bisa menerima tawaran untuk menjadi trainee disini tapi setelah aku fikir-fikir apa salahnya mencoba. Pada awalnya aku tidak terlalu betah di Seoul tapi sekarang seseorang membuatku semakin betah disini”

“Nuguya?”

“Saat ini aku sedang memeluk orang itu. Sena-ah, kau ini wanita ketiga yang paling kusayangi didunia ini, kau tahu itu?”

“Aku tahu Kris. Jadi besok eomma dan appa mu akan kembali ke Cina?” Sena sudah mengerti sekali dengan maksud dari “Wanita ketiga”

“Hanya satu minggu untuk mengurusi beberapa hal disana dan setelah itu mereka kembali kesini”

“Lalu adikmu?”

“Dia disini bersamaku”

“Ya! Sudah 5 bulan kita berpacaran tapi kau belum pernah mengenalkannya padaku Kris” kata Sena dengan muka ditekuk. Kris lalu membalikkan tubuh Sena sehingga kini mereka berhadapan. Kris tersenyum pada Sena.

“Besok kukenalkan kau dengannya, ne? Jangan ditekuk seperti itu mukamu”

Kris langsung mencium kening yeojachingunya itu dan sukses membuat gadis itu tersipu malu. Selama ini Kris selalu bercerita bahwa dia memang memiliki adik yang sangat lucu dan manis pada Sena namun sampai sekarang Kris belum mengenalkan Sena padanya dengan alasan ia masih sibuk dengan latihan untuk debutnya beberapa bulan lagi.

“Jangan cemberut seperti itu chagi, besok aku kenalkan dengan adikku. Aku janji” kata Kris sambil menunjukkan jari kelingkingnya. Senyuman merekah pada wajah gadisnya.

“Jangan bohong yaa?”

“Kau ini, jika bersikap seperti itu semakin terlihat seperti anak kecil” Kris langsung merengkuh Sena kepelukannya. Gadisnya itu memang selalu bersikap manja pada Kris. Tapi itu juga yang membuat Kris tertarik padanya.

Sebenarnya menjadi yeojachingu dari seorang Wu Yi Fan yang sebentar lagi akan debut menjadi seorang member BB adalah resiko yang besar untuk Sena. Tapi rasa sayang yang besar selalu membuat dia percaya bahwa Kris memang benar-benar menyayanginya dengan tulus. Terlebih saat Sena tahu Kris memiliki seorang adik yang lucu. Sena sangat semangat sekali karena Sena adalah anak satu-satunya dikeluarganya, itu pula alasan kenapa Sena memiliki sifat yang sangat manja pada siapapun.

***

“Wufan oppa, apakah eomma dan appa akan meninggalkanku lama disini?” tanya seorang gadis kecil saat dia tahu Eomma dan Appanya sudah terbang ke Cina beberapa saat lalu.

“Jelas saja tidak. Eomma dan appa hanya seminggu disana. Dan mana mungkin mereka meninggalkan Wulan yang cantik ini berlama-lama huh?” kata Kris pada gadis kecil bernama Wulan itu. Yah, itu adalah adik kesayangan Kris. Umurnya baru 8 tahun.

“Ah baiklah, lagi pula aku senang asal ada Wufan oppa disini”

“Nah Wulan, karena eomma dan appa sudah pergi jadi hari ini oppa mau mengenalkanmu pada teman oppa, kau mau?”

Gadis kecil itu mengangguk dengan semangatnya. Lalu kakak-beradik itu pergi dari bandara menuju salah satu café dimana Wufan telah berjanji bertemu dengan Sena. Saat mereka sampai di Café masih belum terlihat sosok Sena sehingga mereka harus menunggu dulu, namun tidak berselang waktu yang lama Sena akhirnya tiba di Café tersebut.

“Kris, mianhae aku telat. Tadi ada urusan sebentar”

“Gwenchana, aku juga baru beberapa menit sampai kok”

Sena kemudian duduk disebelah Kris. Sedangkan matanya sedari tadi tertuju pada gadis kecil dengan menggunakan baju berwarna pink dan rambutnya diikat kebelakang ditambah dengan pita kecil, semakin membuat bocah itu terlihat manis dan lucu sekali dimana Sena. Detik selanjut Sena memandang Kris dan dari tatapannya Kris dapat membaca arti tatapan Sena yang seolah menyatakan bahwa “Jadi ini adikmu yang lucu itu?”.

“Oppa dia siapa?” tanya bocah kecil itu dengan polos.

“Chagi kenalkan ini Sena eonni, dia teman oppa yang selalu oppa ceritakan padamu. Ayo cepat berikan salam pada eonni”

“Anyeong eonni, Wu Yi Lan imnida” kata Wulan dengan aksen korea yang cukup bagus untuk anak seumurannya.

“Anyeong Wulan, Park Sena imnida. Kamu panggil aku eonni saja. Aigoo kau lucu sekali”

“Eonni juga cantik. Eonni eonni, Wufan oppa selalu menceritakan eonni padaku dia bilang eonni itu cantik dan baik”

“Benarkah? Oppamu juga selalu menceritakan kau padaku, dia bilang adikknya itu sangat lucu dan cantik bahkan cantiknya melebihiku”

Begitulah obrolan Sena dan Wufan dipertemuan pertama mereka. Baru sekali bertemu tapi sudah terlihat sekali kecocokan antara mereka berdua. Mungkin karena Sena tidak memiliki adik dan begitu juga Wulan yang sebenarnya ingin memiliki seorang eonni.

“Ya! apakah kalian menganggapku boneka huh?”

“Aniyo oppa, aku senang sekali bisa bertemu dengan Sena eonni hihi”

“Bagaimana kalau besok kita ke kebun binatang bersama-sama?” ide itu tiba-tiba saja keluar dari otak Sena.

“Ayo eonni ayoo, aku mau sekali kesana eonni. Wufan oppa, boleh ya ya ya?” rengek bocah itu pada Oppa kesayangannya. Kris hanya bisa tersenyum dan mengangguk menandakan bahwa ia setuju dengan ide Sena.

“Aaaah gomawo oppa” seketika tubuh pria tinggi itu langsung dipeluk oleh adiknya sedangkan Sena yang melihatnya hanya bisa tersenyum saja. Wajar jika Wufan sangat sayang pada adiknya karena ia juga merasa sangat nyaman dengan tingkah laku Wulan yang lucu dan sangat menggemaskan.

***

Hari ini Kris, Wulan dan Sena sedang berada di kebun binatang nasional di kota Seoul. Kebahagiaan nampak sekali pada wajah Wulan karena akhirnya ia bisa berjalan-jalan dengan oppa kesayangannya ditambah lagi dengan keberadaan eonni Sena, bocah itu semakin merasa seperti berjalan-jalan dengan appa dan eommanya.

Mereka bertiga melangkah kakinya menelusuri kebun binatang, melihat beraneka ragam satwa yang unik disana. Tangan kanan Wulan digandeng oleh Kris dan yang sebelah kirinya diganteng oleh Sena. Dan itu membuat pandangan orang-orang pun tertuju pada mereka, mengira bahwa Sena dan Kris adalah orangtua muda yang saat ini sedang berjalan-jalan bersama anaknya. Lucu.

“Eonni itu apa?” tanya Wulan sambil memandang seekor binatang yang tinggi dan memiliki leher panjang. Jerapah.

“ Itu namanya jerapah Wulan, dia itu binatang yang memiliki leher panjang dan juga tinggi” jelas Sena.

“Apa semua jerapah itu tinggi eonni?”

“Ne, pada saat lahir anak jerapah sudah mempunyai leher panjang sehingga membuat mereka semakin tinggi”

“Berarti Wufan oppa juga jerapah dong? Oppa kan tinggi sekali”

Kris yang mendengar perkataan polos dari adiknya itu hanya bisa tertawa. Bagaimana bisa lelaki setampan oppamu ini kau samakan dengan jerapah Wulan. Batin Kris.

“Aniyoo, oppa kan tinggi karena memang sudah dari lahir Wulan”

“Tadi kata eonni jerapah juga tingginya sudah dari lahir oppa?”

Kris kemudian memandang pada gadisnya dan si gadis hanya bisa tertawa geli.

“Ahaha Wulan kau ini lucu sekali, jerapah dan oppamu itu berbeda. Meskipun sama-sama mahluk hidup tapi jerapah itu hewan dan oppamu itu manusia. Kau mengerti sayang?” jelas Sena lagi.

“Ah begitu eonni? Aku mengerti”

Kemudian mereka melangkah lagi mencoba untuk melihat beberapa satwa lainnya. Bisa dibayangkan betapa semangatnya Wulan saat melihat betapa besarnya gajah, atau saat dia melihat aksi lumba-lumba melompat indah, berbicara dengan burung beo yang mengerti bahasa mereka bahkan saat ia takut untuk diajak berfoto bersama dengan harimau yang cukup jinak. Bagi bocah itu, hari ini adalah hari yang menyenangkan baginya.

“Oppa aku mau boneka yang diambil dari kotak itu juga” kata Wulan seraya menunjuk mesin games itu.

“Kau mau? Baiklah kita kesana”

Mereka lalu menghampiri mesin itu dan kemudian Kris memasukkan satu koin. Detik berikutnya dia berusaha mengotak-otak alat pengontrolnya untuk bisa tepat mengambil boneka didalam sana. Tapi sayang ia gagal.

“Aaaah oppa payah”

“Aish Kris, seperti ini saja kau tidak bisa. Sini biar kucoba” ucap Sena.

“Ya! kau, ini tidak semudah yang kau kira tahu!”

“Aish jinjja? Ini hal yang sangat mudah Kris, sekarang masukkan koinnya. Biar aku yang coba”

Kris kembali memasukkan koinnya pada mesin itu sedangkan Sena bersiap untuk mengambil boneka didalam kotak.

“Nah Wulan, kau mau boneka yang mana?” tanya Sena.

“Yang itu eonni yang warna merah”

“Baiklah, eonni ambilkan untukmu yah” kata Sena dengan percaya diri.

“Chagi kau terlalu percaya diri” cibir Kris, namun Sena mengabaikan perkataan namjanya itu dan fokus kepada boneka yang diambilnya.

Sena mengotak-atik posisi yang tetap untuk mengambil boneka seperti yang dilakukan Kris tadi dan dengan satu kali tombol alat itu sudah bergerak turun mengambil boneka dibawah.

1… 2.. 3…

Hap!!! Satu boneka angry bird berhasil didapatkan. Sena lalu menatap Kris yang melongo karena merasa dikalahkan oleh seorang yeoja.

“Nah Wulan, ini bonekanya. Eonni hebat kaan?”

“Waaah eonni hebat sekali, aah gomawo eonni. Kau hebat tidak seperti oppa payah sekali”

“Ya!! Wulan siapa yang mengajarimu untuk mengatai oppa payah huh?”

“Tidak ada bweee” ucap Wulan sambil menjulurkan lidahnya. Lucu sekali. Batin Sena

“Eonni eonni” panggil Wulan pada Sena.

“Ne?”

“Aku baru sadar sesuatu”

“Mwo?”

“Boneka ini jika dilihat-lihat mirip dengan oppa yah?”

Lalu yang terdengar setelah itu hanyalah tawa yang keluar dari mulut Sena.

“Wulan masa kau bilang oppamu mirip angry bird sih? Tapi memang iyasih haha”

Kris yang melihat tingkah laku yeoja dan adiknya yang sedari tadi meledeknya hanya bisa mendesah pasrah yah mau bagaimana lagi, biarkan saja mereka tertawa sepuasnya.

“Ya! Wulan, Sena kalian menyebalkan!”

Kris lalu mengelitiki pinggang adik dan yeojanya itu. Dan keduanya hanya bisa tertawa geli diperlakukan oleh oppanya. Sena yang menyadari kejadian ini hanya tersenyum saja melihat kedekatan diantara mereka. Baru kali ini ia bisa melihat Kris tertawa lepas, sungguh pemandangan yang indah.

Akhirnya jalan-jalan hari ini selesai juga setelah tadi mereka sempat makan dulu dan sekarang adalah waktunya untuk pulang.

“Oppa aku lelah berjalan” rengek Wulan.

“Arraseo, ayo sini”

Kris lalu berjongkok dan menuntun Wulan untuk digendong olehnya. Sena pun ikut menuntun Wulan. Baru juga berjalan beberapa langkah bocah itu sudah tertidur lelap dipunggung oppanya. Kris yang menyadari hal itu hanya bisa tersenyum dan tiba-tiba tangan satunya lagi menggenggam tangan Sena seraya tersenyum manis pada gadisnya. Hari ini menjadi hari yang indah untuk mereka bertiga. Terlebih Sena yang merasa terhibur sekali dengan segala aksi lucu Wulan.

***

“Hari ini pasti melelahkan sekali untuknya” ucap Sena.

Kris yang baru saja menyelimuti Wulan menyadari kehadiran Sena dikamar adiknya itu dan langsung beringsut menghampiri Sena seraya memeluknya erat.

“Hari ini juga melelahkan untukmu kan chagi?” tanya Kris.

“Aniyo, aku senang bisa bermain seharian bersamanya” ucap Sena.

“Kuantar pulang yah? Kau harus istirahat”

“Aku bisa pulang sendiri Kris, kau juga kan lelah”

“Tidak boleh, kau harus kuantar”

“Punggungmu pasti sakit kan menggendong Wulan sepanjang jalan, sudah kau istirahat saja. Aku bisa pulang sendiri”

Yah benar, Kris memang merasa punggungnya sangat pegal sekali menggendongnya adiknya yang ternyata tidak enteng (?) lagi. Dan beruntungnya dia memiliki Sena yang sungguh pengertian padanya. Kris menatap lekat pada Sena dan detik berikutnya ia mencium puncak kepala gadis kesayangannya itu.

“Kau hati-hati yah”

“Ne”

Sena melangkah keluar dan beranjak untuk pulang ke rumahnya lalu beristirahat penuh. Hari ini, semuanya serba indah baginya. Ia merasa sangat beruntung memiliki Kris yang sangat perhatian dan penyayang. Padahal dulu saat pertama kali bertemu ia pikir Kris orang yang dingin karena memang terlihat dari wajahnya yang seperti itu namun setelah mengenalnya lebih jauh ternyata semuanya berbanding terbalik. Kris justru pribadi yang sangat penyayang pada siapapun terlebih pada keluarganya.

***

Sena POV

Aku sedang berada di kampus dan baru saja menyerahkan tugasku pada Seonsangnim. Agak sedikit terlambat karena beberapa hari yang lalu bukannya mengerjakan tugas kuliah aku malah berjalan-jalan bersama Kris dan Wulan, yah sedikit-sedikit nakal untuk kesenanganku sendiri juga tidak apa-apa kan. Tapi untunglah Seonsangnim masih bisa mentolelir hal itu.

Kulangkahkan kakiku dikoridor kampus. Ramai sekali disini karena memang sekarang ada jadwal untuk tes calon mahasiswa baru.

Drrttt drttt

Langkahku terhenti saat kurasakan ponselku bergetar tanda bahwa ada sebuah panggilan dan segera saja kuambil dari dalam tas. Sempat kulihat siapa yang menelpon, ah Kris rupanya.

“Yoboseyoo”

“….”

“Ah arraseo”

“….”

“Gwenchana, lagi pula aku sudah selesai dengan urusanku dikampus”

“….”

“Cheonmayo. Ne, kau juga jangan lupa makan”

Bip!

Langsung saja kututup telponnya. Hari ini aku harus ke apartemen Kris untuk menemani Wulan karena dia ada latihan dan bibi Jung yang biasanya merawat Sena selama eomma dan appa mereka ke cina hari ini terpaksa pergi ke Gusan karena anaknya sakit. Hmm tidak apa-apa setidaknya hari ini aku bisa bersenang-senang lagi bersama Wulan.

Tidak butuh waktu lama bagiku untuk sampai di apartemen Kris karena hanya perlu menaik bis sekali. Dan ketika sampai didepan pintu aku langsung menekan bel. Lalu tidak lama setelah itu kulihat Wulan sudah membuka pintunya.

“Eonni!!!” kagetnya.

“Ne, oppa mu bilang dia ada latihan tambahan jadi kau kutemani saja ya?”

Bocah itu mengangguk dengan mantap dan setelah itu yang kulihat adalah senyumannya yang khas anak kecil.

“Apa kau sudah makan Wulan?”

“Sudah tadi pagi eonni”

“Wulan, itu namanya sarapan. Sekarang kan sudah jam 3 sore. Ayoo eonni ajak makan diluar”

“Ah jinjja eonni? Wah ayo ayo, aku mau sekali”

Setelah itu kami beranjak meninggalkan apartemen dan aku mengajaknya ke daerah myeongdeong dimana banyak kedai-kedai makanan. Kami masih berjalan memilih-memilih kedai yang kurasa pantas untuk seorang anak kecil seperti Wulan.

“Eonni bolehkah aku makan disana?” Wulan menunjukkan tangannya kearah kedai makan diseberang sana.

“Ah, kau mau seafood?”

“Ne, eonni. Aku ingin makan itu”

“Baiklah ayoo kita makan disana”

Kami memasuki kedai makan itu dan memesan beberapa menu. Wulan terlihat semangat sekali memesan beberapa menu seafood seperti kepeting dan lobster. Ah aku rasa dia sangat menyukai seafood. Gadis yang lucu.

Setelah memesan sekitar 15 menit setelah itu kami memakan makanan. Kulihat Wulan terburu-buru sekali memakan hidangan didepannya.

“Wulan pelan-pelan makannya sayang” kataku.

“Aniyo eonni, ini enak sekali. oppa selalu melarangku memakan makanan seperti ini padahal aku suka”

“Yasudah tapi pelan-pelan makannya, kau bisa habiskan ini semua”

Wulan masih asik dengan kepitingnya, aku hanya bisa tersenyum melihatnya. Bahkan sedang memakan saja anak ini masih bisa memperlihatkan tingkah lucunya. Namun itu semua tidak berlangsung lama ketika kulihat raut wajahnya berubah dan tiba-tiba ia seperti tersendak.

“Wulan kau kenapa?” tanyaku.

“A-aniyo eonni, aku tidak—“

Kemudian badanku bergetar ketika kulihat dia kejang-kejang dan tidak sampai situ saja, mulutnya mengeluarkan banyak busa. Demi apapun aku panik. Aku sungguh tidak tahu apa yang terjadi padanya terlebih aku bingung dengan apa yang harus kulakukan.

“Tolooong.. Tolooong aku!” teriakku panik di kedai makan ini.

Author POV

Kris berlari dikoridor rumah sakit dengan tergesa-gesa. Ia sedang berlatih bersama member yang lainnya namun seketika pikirannya kacau saat menerima telpon dari Sena bahwa adik kesayangannya sedang berada dirumah sakit. Kris mencari ruang UGD disepanjang koridor dan akhirnya ia menemukan ruangan itu dan dilihatnya seorang gadis sedang terduduk dan menekukkan kakinya dilantai. Dari kejauhan ia bahkan bisa mendengar tangisan Sena.

“Apa yang terjadi, kenapa bisa seperti ini”

Sadar dengan kehadiran Kris, Sena bangun dan menatap Kris yang terlihat panik sekali. Sungguh ia tidak bisa mengatakan apapun pada Kris, ia takut jika Kris marah padanya dan ia juga merasa bersalah sekali karena yang berada didalam UGD sana adalah adik namjanya, adik kesayangan Kris.

“Sena katakan apa yang terjadi pada Wulan!!” sepanjang Sena mengenal Kris, baru kali ini ia dibentak olehnya. Dan bentakan Kris hanya bisa membuat Sena semakin terisak.

“Aku tidak tahu Kris! Saat sampai apartemenmu aku langsung mengajaknya makan di kedai seafood dan setelah it—“

“Apa kau bilang? Seafood?” tanya Kris tak percaya.

“Ne. Wa-wae?” ucap Sena sambil mengigit jarinya, kebiasaannya saat ia sedang ketakutan.

“KENAPA KAU TIDAK BILANG PADAKU SENA!!!! WULAN ITU ALERGI PADA SEAFOOD DAN ALERGINYA ITU BUKAN ALERGI BIASA KAU TAHU!!! TERAKHIR KALI IA MEMAKAN ITU IA HAMPIR MATI!!!!!”

Tubuh Sena mematung mendengar teriakan Kris barusan. Sungguh ia tidak tahu jika Wulan memiliki alergi akut pada Seafood. Sekarang ia bukan hanya merasa bersalah karena sudah membuat Wulan masuk rumah sakit tapi hatinya juga hancur menerima kenyataan bahwa baru saja Kris meneriakinya seperti Sena lah satu-satunya orang yang paling berdosa didunia ini.

“Mi-mi-mianhae Kris aku tidak ta—“

“APA HAH!!! KAU MAU BILANG KAU TIDAK TAHU KALAU DIA MEMILIKI ALERGI AKUT SEPERTI ITU HAH?!!!”

Kris sudah merasa lepas kontrol dan tidak bisa lagi menahan emosinya. Bagaimana tidak, 5 tahun yang lalu hampir saja ia kehilangan adik kesayangannya karena saat itu ia tidak tahu bahwa adiknya alergi pada seafood dan sekarang Sena kekasihnya dengan mudahnya memberikan makan seafood pada adiknya.

“Jika sampai terjadi apa-apa pada adikku aku tidak akan memaafkanmu”

DEG!

Rasanya seperti pisau tajam sedang menusuk jantung Sena. Ia tidak menyangka bahwa Kris yang selama ini dikenalnya sebagai orang yang perhatian dan penyayang bisa mengeluarkan kata-kata yang tajam seperti itu. Sena hanya bisa menangis pasrah menerima semua ini, bahkan jika setelah kejadian ini Kris akan membencinya ia rela, asalkan Wulan selamat.

Jadi seperti inikah sebenarnya posisiku menjadi wanita ketiga yang ingin kau lindungi. Wanita ketiga setelah eommamu dan adikmu. Aku rasa saat ini aku jauh dari kata berarti bagimu, Kris. Batin Sena

Detik-detik kedepan hanya ada sebuah keheningan diantara mereka berdua sampai pintu UGD terbuka dan muncul seorang dokter.

“Bagaimana keadaan adik saya dok?” tanya Kris.

“Tidak terlalu parah namun masih harus mendapatkan perawatan intensif. Untung saja cepat-cepat dibawa kerumah sakit”

“Ah gamsa dok, bolehkah aku masuk?”

“Ne”

***

Kris sedang memegang erat tubuh adiknya yang sedang terbaring tidak sadarkan diri dengan segala peralatan pernafasan dan infus yang melekat pada tubuhnya. Ia merasa sangat kalut sekali, terlebih baru saja ia dengan emosinya yang meluap-luap telah membentak gadisnya sendiri yang kini sedang duduk di sofa. Tapi baginya kali ini yang terpenting adalah kesembuhan adiknya, sungguh Kris sama sekali tidak ingin kehilangan adiknya. Sudah 12 jam Wulan tidak sadarkan diri dan selama itu pula Kris dan Sena menunggu.

“Wulan sayang ayo bangun, eomma dan appa akan pulang secepatnya sayaang” ucap Kris.

“O-oppa..”

Wulan tersadar dan sontak membuat Kris terkaget. Sedangkan Sena yang sedari tadi berjaga jarak dengan Kris langsung bergegas menghampiri Wulan.

“Wulan kau sudah sadar? Jangan banyak bergerak dulu, kau masih perlu istirahat” ujar Kris

“Eonni aku dimana?” Sena menatap Kris berusaha untuk mendapat ijin berbicara pada adiknya namun pria itu sama sekali tidak berniat untuk menatap gadisnya.

“Kau dirumah sakit Wulan, maafkan eonni yah kau seperti ini karena eonni” tanpa terasa air mata sudah jatuh diwajah Sena, ia tidak bisa tahan dengan semua rasa bersalahnya. Meskipun saat itu Wulan sendiri yang meminta makan di kedai seafood tapi tetap saja ini semua salahnya.

“Eonni kenapa menangis, aku tidak apa-apa. Aku sehat, ini lihat?”

Wulan berusaha menghapus airmata Sena dengan kedua tangannya sedangkan Kris? Sejujurnya hatinya sakit melihat gadis yang dicintainya seperti itu. Ingin rasanya ia memeluk gadis itu dan menenangkannya gadis manjanya itu namun apa boleh buat rasa khawatir pada adiknya lebih besar saat ini. Kris hanya bisa terdiam.

“Oppa apa yang kau lakukan. Cepat hentikan tangisan Sena eonni”

Sena yang mendengar itu langsung menghapus airmatanya. Ia tahu sekarang Kris bahkan sama sekali tidak ingin menatapnya.

“Aniyo Wulan, eonni tidak apa-apa kok. Kau minum obat yah biar cepat sembuh, eonni mau keluar sebentar” Sena langsung keluar dari ruang rawat Wulan dan setibanya diluar ia hanya bisa menangis sepuasnya. Menangisi kenyataan bahwa ia telah berbuat kesalahan besar sehingga kini Kris enggan untuk melihatnya. Sakit. Hatinya sangat sakit merasakan ini semua.

“Oppa eonni kenapa? Oppa tidak memarahi eonni kan?” tanya Wulan dengan polosnya.

“A-aniyo sayang, mungkin eonni merasa bersalah padamu karena telah memberimu makan seafood”

“Mianhae oppa, aku ingin sekali mencoba itu. makanya aku sendiri yang meminta Sena eonni untuk makan disana. Tapi aku hanya makan sedikit saja kok oppa”

“Jangan seperti itu lagi ne? oppa khawatir sekali padamu”

“Oppa jangan salahkan eonni ya? ini semua karena aku yang memaksa eonni untuk makan itu”

Kris lemas. Sungguh ia tidak tahu jika adiknya sendiri yang memaksa untuk makan seafood. Dan yang parahnya lagi kemarin ia sudah meneriaki Sena dengan emosinya, ia bahkan tidak sempat mendapat penjelasan dari Sena.

Demi apapun Sena, maafkan aku. Aku tidak tahu. Batin Kris

***

Setelah dirawat 3 hari dirumah sakit keadaan Wulan membaik terlebih sekarang orangtua mereka sudah kembali ke Seoul. Untung saja saat itu Wulan belum terlalu banyak memakan kepiting sehingga tidak terlalu parah. Jadi, hanya perlu menghabiskan seluruh obat yang diberikan dokter maka Wulan akan kembali sehat.

Sejak hari itu Kris tidak lagi melihat Sena dan itu membuat Kris khawatir sekali pada gadisnya. Ia merasa benar-benar bersalah pada Sena. Dan sekarang Kris sudah berada didepan pintu apartemen Sena. Ia tinggal sendiri di Seoul karena orangtuanya sedang berada diluar negeri.

Kris membuka knop pintu kamar Sena dan setelah itu matanya disajikan oleh pemandangan seorang gadis yang meringkuk dikasurnya. Terdengar jelas isak tangis dari gadis itu. Kris langsung menutup kembali pintu dan menghampiri Sena. Disentuhnya tubuh gadis itu dan betapa terkejutnya Kris saat merasakan suhu tubuh Sena yang sangat panas.

“Chagi kau demam! Tunggu sebentar aku ambilkan kompresan” Kris beranjak ke dapur mengambil beberapa alat untuk kompres, setelah selesai ia kembali ke kamar dan segera meletakkab kompresannya pada kening Sena berusaha untuk menurunkan panasnya. Namun Sena hanya bisa menangis menerima semua perlakuan Kris.

Kris menatap Sena yang penuh dengan isak tangis. Ini adalah kali pertama selama mereka berhubungan Kris melihat gadis yang dicintainya ini menangis dengan keadaan sepayah ini. Hatinya semakin bersalah ketika ia mencoba memeluk tubuh mungil itu kepelukannya namun gadis itu menolak. Yah, Sena memang sudah tahu betul siapa yang masuk ketika pintu kamarnya terbuka tadi.

“Jauhi saja aku. Aku sudah melakukan kesalahan besar padamu” ucap Sena lirih. Kris yang mendengarnya hanya bisa merasa sesak di dadanya. Sebelumnya ia tidak pernah melihat Sena yang manja menjadi sedingin ini.

“Maafkan aku, aku tidak tahu jika Wulan yang memaksamu. Kenapa kau tidak berusaha menjelaskan padaku huh?”

“Aku memang bodoh, kau hanya menyuruhku untuk menjaga Wulan tapi aku malah membuatnya sakit seperti itu” Tangisnya kembali meruak saat ini.

“Chagi berhenti menyalahkan dirimu sendiri, itu bukan sepenuhnya salahmu”

“Aku hanya baru sadar bahwa menjadi wanita terpenting yang ketiga bagimu itu seperti ini. Mungkin dimatamu selamanya aku akan berada diposisi ketiga setelah eomma dan adikmu karena kebodohanku ini. Jadi aku rasa aku lebih baik pergi dari kehidupanmu daripada nantinya aku semakin melukai orang-orang yang kau cintai”

Kris terecengang mendengar perkataan Sena barusan. Ia bahkan tidak percaya bahwa gadis yang selama ini selalu manja kepadanya bisa berkata seperti itu. Wanita ketiga? Sena, apakah kau terlalu polos untuk menyadari bahwa kata-kataku itu hanya candaan semata huh? Batin Kris

“Mianhae karena telah membuatnya masuk rumah sakit, mianhae Kris. Aku berjanji setelah ini tidak akan lagi mendekatinya. Mianhae.. hiks”

“Ssstt uljima chagi”

Tangisan Sena semakin pecah ketika Kris mulai mencium puncak kepala yeoja yang dicintainya itu. Detik berikutnya Kris memindahkan bibirnya pada mata Sena, berusaha mengusap air mata yang ada. Lalu berlanjut kepipi, hidung dan berakhir pada bibir Sena.

Kris mencium yeojanya dengan sangat lembut. Tidak ada nafsu disana, yang ada hanya ciuman yang terselip rasa sayang tulus dan berusaha meyakinkan bahwa Sena sangat berarti baginya, sama berartinya seperti eomma dan adiknya. Kris melepaskan ciumannya dan memegang wajah Sena dengan kedua tangannya, memaksa Sena untuk menatapnya.

“Park Sena lihat aku! Jangan menyalahkan dirimu lagi oke? Dan jangan berfikir jika kau ini memang wanita ketigaku. Demi apapun kau sangat berarti bagiku Sena-ah, sama berartinya seperti eomma dan Wulan. Jika kau mencintaiku berhenti seperti ini, ne? aku khawatir padamu”

Sena melepas kompresannya dan beringsut mencoba bangun duduk dikasur dan menekukkan kakinya.

“Aku takut Kris, Aku takut terjadi sesuatu pada Wulan. Aku takut Wulan tidak mau lagi bermain denganku. Aku takut kau benar-benar tidak memaafkanku. Aku takut kau meninggalkanku hiks”

“Sssttt chagi jangan seperti ini. Wulan sudah sembuh dan kau tidak bersalah oke? Tenanglah aku disini. Ssstt sudah chagi uljima” bujuk Kris dan memeluk Sena kembali, berusaha menenangkan yeojanya.

“Kris. Jangan membentakku, aku takut”

Kris tersenyum dan mengeratkan pelukan mereka. Jika sudah seperti ini ia sadar bahwa yeojanya memang benar-benar manja dan menggemaskan. Sungguh ia bodoh sekali telah membentak yeojanya yang manis dan manja ini.

“Aniyo chagi, itu yang pertama dan yang terakhir kalinya aku membentakmu. Maafkan aku yah?”

Sena mengangguk lemah. Setelah itu, detik-detik berikutnya yang ada hanya keheningan. Kris dan Sena masih memeluk satu sama lain, merasakan kehangatan dari keduanya yang saling menyayangi.

“Ayo kau tidur, aku kompres lagi. Kau tidak boleh sakit chagi” Sena menurut dan kembali membaringkan tubuhnya setelah itu Kris kembali meletakkan kompresan pada kening gadisnya.

“Tidurlah, aku akan menjagamu selama kau tidur”

Kris menempatkan dirinya disebelah Sena yang terbaring lesu. Ia mengusap lembut rambut Sena sehingga membuat gadis itu lama-kelamaan tertidur lelap. Melihat gadis manjanya terlelap seperti itu ia semakin merasa bodoh karena telah membentaknya, ini semua karena emosinya yang meluap-luap. Sungguh Kris hanya berharap ini adalah yang pertama dan terakhir kalinya ia melihat yeojanya seperti ini.

Tapi dari peristiwa ini ia sadar betul bahwa tidak ada ungkapan wanita terpenting pertama, kedua atau ketiga. Karena bagi Kris, eomma, adiknya dan Sena adalah wanita yang dikirimkan Tuhan untuk menemaninya selama hidup, dan ia bahagia memiliki ketiganya.

***

Sena membuka matanya pagi hari ini dan ketika ia berbalik ia mendapati Kris, namja yang sangat dicintainya sudah tersenyum menyapanya di pagi ini.

“Sudah lebih baik?” kata Kris dan dibalas anggukan oleh Sena yang sedari hanya menatap Kris.

“Chagi..” panggil Kris

“Ne?”

“Apakah kau ingin menjadi yeoja yang pertama dan satu-satunya untukku?” tanya Kris.

“Nde?” tanya Sena. Ia tidak mengerti apa maksud dari ucapan Kris.

“Jadilah ibu dari anak-anak kita nanti” ucap Kris disertai dengan seringai jailnya.

“MWO?!!!!!”

END….

Gimana readers? Seru gak? Mian yah kalo gaje, yah maklum bikin cerita gaje emang hobi author. Dan berhubung author ini Kris biased jadi maaf yaah kalo bikin ff castnya si Kris mulu abis kalo yang lain gak dapet feelingnya huehehe mian. Keep RCL yaaa readers. Sampai bertemu di FF berikutnya, dadaaaah *bow bareng Kris dan pergi melambaikan tangan*

Iklan

47 pemikiran pada “The 3rd Yeoja for Kris

  1. thorr my favourite author ^.^ ak mau sequel thor 😀
    oh ya, ni jga thor shrusnya sena-ya bkan sena-ah .. cma mau bnerin itu aj, yg lainnya daebaklah pkonya!
    gpp bkin kris mulu,jstru ak mlah suka, krn ak jg kris biased ^^
    pkonya ni hrs sequel ya thor #maksa

  2. Keren bgt thor! Perwatakan Kris,Sena,Wulan bisa digambarkan dengan jelas …
    Aku paling suka bagian Sena nangis2 karena merasa bersalah (gtw kenapa XD)
    Pingin deh punya kakak kayak Kris (aku anak pertama soalnya #gk nanya)…
    Overall,this is a great fanfic! I Looooveeee ittttt!!!
    Keep Writing ya ^^

Tinggalkan Balasan ke Astina Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s