Love Sick

Love Sick

Author : Song Ha Neul

Main Cast : Lee Yong Kyung ( OC ),  Sehun ( EXO-K )

Genre : Romance

 _____________________________________________-

Love Sick

Seoul, 2nd May 2012

“Yong Kyung-ah, kajja!!” kata Hye Jin sambil menarik lengan tanganku. “Argh…. Sudah kubilang aku tidak suka konser…..” gerutuku. “Tempat duduk kita ada di depan.” katanya sambil terus menarik tanganku.

“Sebentar lagi dia akan muncul!” kata Hye Jin dengan raut wajah senang setengah mati. Sesaat intro lagu History terdengar dan para member EXO-K muncul di atas panggung. “Kai Oppa! Nae namjachingu!!” seru Hye Jin saat melihat kekasihnya. Aku tetap tidak menatap panggung dan terus memainkan ponselku.

“Yong Kyung-ah!” kata Hye Jin mengagetkanku. “Mwo?” kataku sambil menoleh ke arahnya. Wajahnya menunjukkan raut kesal setengah mati. “Ne?” kataku lagi. “Kau tidak asyik! Aku sudah repot – repot beli tiket, tapi kau tidak menghargainya……” kata Hye Jin kesal. Mulutnya mulai manyun 5 centi. “Mwo?” kataku bingung. Sebenarnya ini bukan salahku, siapa juga yang ingin tiket? “Aku hanya ingin kau menikmati konser ini…..” kata Hye Jin lirih. “Arasseo, aku akan menikmatinya…..” kataku. Seperti biasa, aku tidak tahan melihat sahabatku ini tidak senang dengan sikapku.

“Wow, tampan sekali!!” gumamku dalam hati saat pertama mengarahkan mata ke depan. Saat itu aku melihat seorang namja yang sangat tampan, rasanya aku ingin terus memandangnya. Sejak detik ini, aku terus memperhatikan gerak – geriknya di atas panggung.

“Yong Kyung-ah, apa kau mulai menikmatinya?” tanya Hye Jin yang ada di sebelahku. “Mwo? Andwae……” kataku sambil mulai memainkan ponselku. “Wae?” katanya. “Kulihat kau tadi terus memperhatikan panggung dengan tersenyum…..” “Mwo? Aniyo……” kataku sedikit gugup. “Apa kau menyukai salah satu dari mereka?” kata Hye Jin sambil tersenyum jahil. “A-aniyo……” Jangan sampai ia mengetahuinya, itu sangat memalukan…..

“Hye Jin-ah, aku pulang duluan ya?” kataku seusai konser. “Tidak boleh, kau harus bertemu dia dulu….” katanya sambil menarik lenganku. “Nugu?” kataku bingung. “Nae namjachingu, kau kan belum pernah bertemu dengannya?” “Keurae…..”

Aku sangat terkejut saat melihat sosok yang berdiri di hadapanku, lebih tepatnya di hadapan Hye Jin. Itu adalah namja yang dengan sekejap mencuri hatiku. Aku pun menunduk untuk menyembunyikan warna wajahku-kalau – kalau berubah menjadi merah- dari pandangan mereka.

“Yong Kyung-ah, ini Kai. Nae namjachingu, Oppa ini Yong Kyung.” kata Hye Jin yang dengan sekejap hampir membuatku pingsan. Namjachingu? Jadi, namja itu adalah kekasih Hye Jin? OMG! “Annyeong hasseyo, Kai imnida.” katanya sambil tersenyum. Aku pun membalas dengan senyum terpaksa.

“Andwae!!” teriakku. Itu yang selalu kulakukan disaat stres, berteriak di dalam kamar. “Dia kekasih Hye Jin. Yong Kyung, kau tidak boleh merebutnya!” kataku lebih ke diriku sendiri. Aku akan berusaha untuk menyembunyikan rasaku ini selamanya. Demi menjaga persahabatanku dengan Hye Jin.

 

Seoul, 3nd May 2012

Urin deo isang nuneul maju haji anheulka….. Suara nada dering ponselku terdengar memenuhi ruangan yang sepi. Aku segera mengambil ponselku yang berdering sedari tadi, dan itu sangat mengganggu tidur siangku.

“Yeoboseyo?” kataku masih dengan mata tertutup. “Yong Kyung-ah, cepat turun! Aku ada di depan rumahmu sedari tadi.” Suara yang sangat familiar terdengar dari seberang. “Mwo? Kau ada di depan rumah?” “Ne, cepat turun dan pergi bersamaku!” “Waeyo?” “Kau tidak tahu?” “Molla…..” “Ish, anniversary……” “Mwo?” “Ini adalah 2 bulan sejak aku memulai hubungan dengan Kai Oppa!!” kata Hye Jin yang semakin kesal. “Arasseo, tunggu sebentar. Aku akan turun.”

Sebuah mobil VW sudah menunggu di depan rumahku. Karena tergesa – gesa, aku langsung memakai hoodie dan sepatuku. Tak sempat untuk merapikan rambut dan makan siang, karena tadi aku lupa belum makan…..

“Kau ini lama sekali…..” gerutu Hye Jin saat aku sudah di mobil. “Mianhae, kau tidak bilang sebelumnya.” jawabku. “Sudahlah, Kai Oppa sudah menunggu bersama member EXO-K yang lain.” kata Hye Jin dengan senyum manisnya. Segera dia menginjak gas dan mobilnya pun sudah berada di depan dorm Exo.

“Oppa…..” kata Hye Jin saat sudah berada di dalam dorm. Kai menyambutnya dengan pelukan. Kami berdua pun duduk dan bergabung dengan member Exo yang lain. “Hye Jin-ah, kenapa kau lama sekali? Lihatlah dia, wajahnya sudah tidak sabar menunggumu…..” kata Suho yang diikuti dengan tawa member Exo yang lain. Wajah Hye Jin berubah menjadi merah dengan sekejap, ia pun menyembunyikan wajah merah itu dibalik punggung Oppanya.

“Sudahlah, kita mulai saja acaranya……” kata seseorang yang tiba – tiba datang. “Sehun-ah, dari mana saja kau? Semua sudah berkumpul di sini.” kata D.O pada Sehun yang baru datang dan duduk tepat di sebelahku. “Nuguya?” katanya padaku. Tawa pun terdengar dari mulut semua member Exo-dan Hye Jin-saat Sehun mengatakan itu. “Sehun-ah, dia sahabatku Yong Kyung.” kata Hye Jin setengah tertawa. “Bagaimana bisa kau tidak tahu? Hye Jin sering sekali bercerita tentangnya……..” kata Chan Yeol. “Jinjja? Mollayo……” kata Sehun sambil menggaruk tengkuknya.

Selama acara berlangsung, aku merasa tidak nyaman. Karena namja di sebelahku ini terus menatapku. Argh….. Dia menyebalkan! “Ayo ke lantai atas!!” kata Suho. Semua member pun menuju ke lantai atas untuk membuat acara ini lebih meriah. Terkecuali aku, dan dia. Menyebalkan sekali!

“Noona, kenapa kau tidak ikut dengan mereka?” kata Sehun. “Eh? Kau juga…..” aku menolak untuk menjawab. “Aku melakukannya karena itu kebiasaanku.” “Oh….” Benar – benar canggung, aku tak tahu harus berkata apa. Tiba – tiba dia berdiri dan meninggalkanku sendirian di ruang tamu yang sepi. Dia memang menyebalkan!

“Sudah makan siang?” tanyanya saat kembali dengan pakaian yang lebih rapi-ditambah dengan kaca mata hitam-dan dengan beberapa penyamaran. Aku sedikit bingung karena awalnya tidak mengenali dia, dan itu sangat bodoh! Karena hanya kita berdualah yang ada di sini. “A-aniyo…..” jawabku saat menyadari itu adalah Sehun. “Kajja….” katanya sambil menarik lenganku pelan.

Café ini sangat indah, dan sangat cocok-untuk mereka yang punya kekasih-datang ke sini untuk berkencan. Tetapi itu tidak terjadi padaku. “Noona, kenapa kau diam saja? Cepatlah memesan makanan…” katanya. “Menyebalkan!! Dia seenaknya saja menyuruh, padahal kan dia yang mengajak ke sini. Jangan – jangan dia akan menyuruhku membayar…..” umpatku dalam hati.

Aku kembali dengan membawa 2 mangkuk ramyun. “Gomawo, noona.” kata Sehun saat kuberikan semangkuk ramyun padanya. Aku masih memasang wajah sinisku agar dia tidak menggangguku lagi.

Engg…… Sesuatu menyentuh ujung bibirku, jari jempol Sehun telah mengusap sisa makanan di bibirku. “Nah, begini lebih cantik.” kata Sehun seusai mengelap noda itu. Aku menyipitkan mata mendengar kata – katanya. “Noona, waeyo?” tanyanya saat melihat raut wajahku. “Aniyo….. Oke, kau pasti sibuk sekarang. Sebaiknya kau pergi duluan saja.” kataku girang. “Aniyo aniyo, hari ini aku free. Lagi pula member yang lain kan sedang sibuk merayakan acara Kai dan Hye Jin Noona.” jawabnya. Aku merasa sangat bodoh, bagaimana aku bisa lupa dengan acara itu?

“Ice cream?” kata Sehun sambil menyodorkan semangkuk es krim padaku. “Aniyo, aku tidak ingin es krim.” “Kalau begitu untukku saja…..” Huft, dia menyebalkan sekali! “Aaaa……” kata Sehun. Kali ini dia menyodorkan sesendok es krim padaku. “Aku bilang tidak ingin….” “Terserah, jika Noona tidak mau memakannya es krim ini akan leleh dan mengotori bajumu.” “Ish, arasseo….” kataku sambil memakan sesendok es krim itu.

—–

Ah, dia lucu sekali, terlihat sangat imut. Mulutnya yang mungil membuat wajahnya bertambah imut. Meskipun dia lebih tua dariku, tetapi wajahnya tidak menunjukkan itu. “Noona, sekali lagi.” kataku jahil. “Mwo? Lebih baik aku pulang……” kata Yong Kyung seraya membalikkan tubuhnya. “Ah, aku kan hanya bercanda. Lagi pula sayang kalau es krimnya dimakan sama orang yang seperti Noona.” “Maksudnya?” “Aniyo….” kataku sambil menjulurkan lidah. Sepertinya ia bertambah kesal, dan itu membuatku semakin gemas padanya.

“Sehun-ah, ayo kita kembali. Kita disini sudah hampir 2 jam.” Yong Kyung menarik lenganku. “Keurae, lebih baik kita kembali dari pada tetap di sini dan kau akan babak belur karena serangan fansku.” kataku mulai menggodanya. “Kau ini……” katanya kesal. “Arasseo…..” Aku membukakan pintu mobil untuknya.

—–

Suara yang sangat ramai terdengar dari balik pintu. Sehun segera mengetuk pintu yang terkunci itu. “Ah, Sehunnie. Dari mana saja kau?” kata Suho yang telah membuka pintu. “Menemaninya makan siang….” jawab Sehun sambil melirikku. Seketika tatapanku berubah menjadi tatapan seorang pembunuh. “Masuklah…..” kata Suho. Aku dan Sehun pun segera masuk dan bergabung dengan yang lain.

“Yong Kyung-ah, dari mana saja kau?” kata Hye Jin begitu melihatku. “Makan siang denganku.” jawab Sehun dengan senyuman di wajahnya. “Kalian berdua meninggalkan acara inti yang sangat menyenangkan!!” kata Baek Hyun. “Acara apa?” kataku lugu. “Yong Kyung-ah, Kai Oppa melamarku!!” sorak Hye Jin. Sekejap jantungku berhenti berdetak, nafasku terasa tersumbat. Hye Jin langsung melompat memelukku, aku tak dapat berkata apa – apa selain mengucapkan selamat. “Chukhaeyo……” kataku kaku.

“Annyeong……” kata Hye Jin sambil melambaikan tangannya. Aku membalasnya dengan senyuman. Ah, dia menyembunyikan hubungannya-dengan Kai- dariku selama 2 bulan dan ketika aku mengetahui siapa kekasihnya itu malah menghancurkan hatiku. Argh, menyebalkan! Kenapa harus Kai? Kenapa harus Hye Jin?

 

Seoul 5th April 2012

“Mianhae….” kataku pada Sehun. “Kau ini selalu seperti ini. Padahal kemarin aku sudah menunggumu lama sekali.” kata Sehun kesal. “Mianhae, aku lupa tentang itu.” kataku sedih. Sehun tidak menatapku sedari tadi. Aku pun menundukkan kepalaku yang mulai terasa pusing. Tiba – tiba Sehun mengacak rambutku. “Noona, ada apa denganmu? Aku tidak akan pernah marah denganmu. Apalagi hanya karena makan siang….” kata Sehun dengan senyum konyolnya. “Tapi….” “Ayo beli es krim!” kata Sehun sambil menarik lenganku.

“Waeyo? Kau tidak suka es krimnya?” tanya Sehun. “A-aniyo…. Aku hanya…..” “Noona, aku ingin mengatakan sesuatu.” kata Sehun menatapku lekat. Aku pun menatap matanya yang bersinar itu. “Saranghaeyo…..” kata Sehun. Aku pun merasa sangat terkejut mendengar itu. “M-mwo?” kataku yang masih terkejut. “Ta-tapi….” lanjutku. “Aku tahu kau hanya menyukainya. Tapi aku hanya ingin kau tahu apa yang kurasakan.” kata Sehun tersenyum. “Ba-bagaimana kau tahu? Dia?” “Apa kau akan tetap menunggu Hyung?” “Molla, tetapi dia akan menikah minggu ini. Sehun-ah, mianhae…..” “Gwaenchanha, itu pilihanmu.” Senyum manis mengembang di wajahnya, matanya mulai sembab, membuatku tak berani menatapnya.

—–

Ini memang menyakitkan, tetapi aku tidak bisa memaksanya. Hanya Hyung yang mengisi hatinya. Meskipun aku telah berada di sisinya berhari – hari, itu tidak merubah pilihannya. “Sehun-ah, sepertinya aku tidak akan pergi ke pernikahan itu.” kata Yong Kyung, masih menunduk. “Waeyo?” “Aku tidak sanggup…..” “Aku tahu kau pasti sanggup, kau adalah orang yang kuat.” “Gomawo. Sehun-ah, mianhae….” kata Yong Kyung sambil berlari meninggalkanku.

Aku menahan diriku untuk tidak mengejarnya, aku tahu dia membutuhkan waktu untuk sendiri. Untuk menenangkan dirinya, Oh Tuhan, kenapa ini terjadi padanya? Melihatnya bersedih adalah hal yang sangat menyiksa bagiku.

 

Seoul 8th April 2012

Yong Kyung? Dia datang? Aku segera menghampiri Yong Kyung yang baru memasuki gedung. “Noona?” kataku. “Sehun-ah, ini adalah terakhir kalinya aku akan melihat Kai.” katanya setengah berbisik. “Mwo? Waeyo?” “Aku akan mencoba melupakannya.” “Mwo?” Yong Kyung pun segera melangkah dan meninggalkanku.

Aku duduk di samping Yong Kyung, acara telah dimulai. Kai dan Hye Jin telah berdiri di depan dengan gaun pernikahan. Aku melirik ke arah Yong Kyung, matanya mulai sembab. Tak lama kemudian, ia berlari keluar ruangan. Entah mengapa kali ini aku tak bisa menahan diriku untuk mengejarnya.

—–

Aku menangis ke luar gedung dan mulai melangkah kembali ke rumah. Kejadian ini membuat kepalaku mulai pening. Pandanganku mulai kabur dan kaki – kakiku tak berdaya. Aku pun terjatuh, terduduk sendiri di pinggir jalan. “Yong Kyung-ah….” kata Sehun yang telah berada di sampingku. “Sehun-ah…..” kataku terisak. “Yong Kyung-ah, berhentilah menangis.” katanya. Air matanya pun keluar dari kedua mata indahnya. “Mianhae….” kataku. “Yong Kyung-ah…..” kata Sehun sambil memelukku. “Gomawo….” kataku sambil balas memeluknya.

-END-

Iklan

7 pemikiran pada “Love Sick

  1. ko aku kaya aga kurang ngerti sama ceritanya ya thor?
    pas bagian akhirnya aku rada ga ngerti
    tapi gapapa deh
    ditunggu ff lainnya thor!
    hwaiting!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s