Oksigen Is Fly High (Chapter 2)

Title : Oksigen Is Fly High 

Author : Chan0628 (@yeoja0628)

Genre :  friendship, dreams.

Length : Multi Chapter

Main Cast : park chan yeol, xi luhan, oh sehun, park jiyeon

Summary : “aku berharap bisa terus bersama luhan hyung”.

 

 

[NOTE] annyeong hasseyo reader , , hello hello *nyapa ala lee hong ki* . . pertama saya mau ngucapin tengkyu buat anak-anak exo yang udah mau minjemin nama mereka buat jadi cast FF saia , , saia jadi terharu (eh??) FF ini saya buat berbeda, pengen banget deh FF ini bisa memotivasi readerdeul supaya lebih semangat lagi ngelakuin semua kegiatan kalian . . *bungkuk 90 derajat* tengkyu lagi buat readerdeul yang udah ngasih komentar di Capter 1 . . langsung aja deh . . happy reading 🙂

 

at school, Jiyeon POV

 

Sudah beberapa hari ini aku dan sehun lembur di tempat latihan untuk mengasah kemampuan dance kami agar tampil bagus di SS4INA nanti. Menurut staff, kami akan tampil di beberapa lagu termasuk beberapa penampilan solo mereka. Kami banyak menghafal gerakan-gerakan dance dari beberapa video SS4 di Negara sebelumnya melalui youtube. Pulang larut malam dan bangun kesiangan, seperti itulah kami beberapa hari ini. Besok adalah SS4INA day 1, kami sangat antusias. Dukungan-dukungan dari banyak teman juga kami dapatkan termasuk keluarga kami dan anggota oksigen yang lain, luhan dan chanyeol.

Kami diminta datang pukul 2 siang ke MEIS-ancol untuk rehersal karena suju sampai di indonesia pukul 11 siang. Jantungku berdegup kencang mengingat beberapa jam lagi kami akan berhadapan dengan artis papan atas korea Super Junior.

“hei, semangat ya! Kami akan menonton konsernya day 2 dan 3. Jadi kalian jangan membuat malu nama oksigen”. Kata chanyeol.

“membuat malu nama oksi? Seperti apa saja. Memang kita artis? Bukan”. Gerutuku kesal.

“anak ini selalu memprotes!!”. Katanya. Sebelum pukulannya kembali mendarat di dahiku, tangan sehun menangkisnya. “nanti dia pusing lagi, kami harus latihan di meis beberapa jam lagi. Dia tidak boleh terluka”.belanya. ah, bagaimana magnae kami bisa sedewasa ini sekarang?

“sehun,, ikut aku ke perpus”. Pinta luhan seraya menarik tangan sehun keluar kelas. Aku masih manyun, menatap happy virus yang selalu melayangkan pukulannya ke kepalaku, meskipun kuakui itu tidak sakit.

 

***

 

“jiyeon-ah”. Panggil sehun. Aku menyeka keringat di dahiku. Setelah latihan koreografi selama berjam-jam dengan suju tubuhku terasa hampir patah. Aku hanya menoleh. Sehun memberikan sebotol air mineral padaku. “luhan hyung, akan kembali ke chinna”. Aku menoleh cepat.

“mwo?? Kau… Serius?”. Kataku tidak percaya. Dia mengangguk pelan.

“dia bilang tugas ayahnya di Indonesia telah selesai, jadi mereka akan kembali ke chinna. Minggu depan”. Katanya pelan. Aku melihat kesedihan di matanya. Bagaimana tidak, selama ini sehun sangat dekat dengan luhan, bagaikan sepasang kekasih, aku sering merasa iri dibuatnya. Sekarang, luhan harus kembali ke chinna, ketua kami…akan pergi.  Aku menarik nafas panjang. Aku memang merasa kecewa dan sedih, tapi aku tahu kesedihanku tidak lebih dalam dari kesedihan yang dirasakan sehun. “itulah mengapa dia tiba-tiba ingin melihat penampilan kita di konser suju”. Katanya lagi.

“kapan dia memberitahumu? Kenapa aku dan chanyeol belum diberitahu?”.

“tadi, di perpustakaan. Mungkin setelah konser suju selesai. Ketika luhan hyung akan berangkat, dengan begitu kita tidak berkutik, tidak bisa melakukan apapun selain diam mematung melihat pesawat yang dia tumpangi mulai terbang menjauh”. Katanya sambil duduk berselonjor kaki.,

Begitukah? Begitukah cara luhan meninggalkan kami? meninggalkan oksigen? Merubah hidup yang sudah kuanggap sempurna dengan adanya mereka bertiga di sisiku? Meninggalkan banyak kenangan dalam hidupku setelah melakukan banyak hal bersama-sama? Ingin rasanya aku berlari menemuinya dan berkata ‘jangan pergi’, tapi apa yang bisa aku lakukan sekarang? Meskipun aku berteriak hingga uratku putus apakah dia bisa tetap tinggal bersama kami disini? Di Indonesia? Luluge (Ge = kak dalam bahasa chinna) jangan tinggalkan kami.

“jangan difikirkan sampai seperti ini sehun-ah, besok kita harus latihan lagi dan tampil dengan baik selama 3 hari”. Kataku mencoba menyemangatinya. Sehun tersenyum kecil.

“oksigen akan menjadi 3 orang, jiyeonnie, aku dan chanyeol hyung. Siapa yang akan menjadi ketua? Selama ini orang yang bisa menengah diantara semua keributan dan orang yang selalu aktif memotivasi kita adalah luhan hyung. Penyemangat kita”. Curhat sehun. Aku menghela nafas.

“berhentilah sehun, aku juga sedih, bukan hanya kau!”. Kataku kesal.

“aku hanya ingin tahu siapa, siapa penggantinya? Aku adalah magnae, noona adalah main dancer dan chanyeol hyung pembuat onar yang menyebarkan virus kebahagiaan, dan luhan hyung bunga teratai kita, bunga yang mengubah air keruh menjadi air bening”. Curhatnya lagi, matanyanya mulai menerawang menatap lantai-lantai panggung sambil meremas botol minumnya. Aku menghela nafas lagi. Jujur saja bibirku kelu jika sehun mulai seperti ini. Selama ini hanya luhan yang bisa mengatasi sifat keras kepala sehun, memusnahkan kesedihannya, memberikan cahaya di kerisauannya. Penerang dari segala kegalauan kami. benar apa yang sehun katakan, siapa yang pantas menjadi ketua saat dia pergi?

“keumanhae sehun-ah!!”.

“kalian sehun dan jiyeon kan?”. Tanya seorang namja tinggi yang baru saja menghampiri kami. aku bangkit. “oh leeteuk sunbae-nim, annyeong hasseyo jiyeon imnida”. Aku langsung membungkukkan tubuhku ketika menyadari leader suju itu sedang berdiri di hadapan kami. sehun perlahan-lahan bangkit dari duduknya dan ikut membungkukkan tubuhnya pelan. “sehun imnida”.

Lee teuk tersenyum ramah “sehun-ssi, kenapa kau tidak bersemangat? Apa kau tidak senang menjadi back dancer kami?”. tanyanya. Sehun menggeleng sambil tersenyum manis. “ania sunbae-nim, aku hanya sedikit lelah”. Jawabnya pelan.

“ah ye, sehun dan jiyeon kalian dicari oleh mr. win di belakang panggung. Kebetulan aku bertemu kalian disini”. Kata leeteuk sunbae sambil menunjuk om Sherwin yang sedang kebingungan di sisi kanan panggung.

“ne, khamsahamnida sunbae-nim”. Kataku sambil membungkuk sekali lagi. Lee teuk sunbae berjalan menjauh menghampiri kyuhyun dan sungmin yang sedang duduk di dekat kipas angin. Beberapa member lainnya sedang beristirahat di sekitar panggung dan beberapa lagi tidak terlihat. Aku menarik tangan sehun menuju om win.

“jiyeon, sehun!!! Itu makanlah kalian berdua”. Kata om win seraya menunjuk 2 nasi kotak di atas kursi. Aku mengambilnya dan memberikan 1 kepada sehun. Beberapa staff juga sedang beristirahat dan makan di sekitar kami, ada yang masih sibuk mengatur jalannya konser nanti. Melakukan lighting dan memasukan balon-balon berwarna biru shappire ke dalam jaring-jaring besar yang nantinya akan digantung di langit-langit gedung.

“megah sekali ya”. Kataku di sela-sela waktu makan kami. sehun hanya mengangguk. Kami duduk di tepian panggung, menikmati suasana gedung yang masih kosong. Membayangkan konser besok dengan lautan biru shappire dimana-mana. Membayangkan sorak sorai penonton memanggil nama bias mereka masing-masing.

“nanti ada air mancurnya juga”. Ujar sehun sambil mengunyah makanannya. “panggungnya juga berjalan ke depan dan naik. Seperti penampilan solo henry di video kemarin”. Tambahnya.

“kita benar-benar beruntung ya”. Kataku lagi, sehun tidak menyahut.

 

***

 

*3jam sebelum konser day1

Jarum jam menunjukkan pukul 4, aku dan sehun berjalan keluar gedung. Sekedar melihat-lihat keadaan di luar. Ratusan hingga ribuan orang sedang sibuk mengantri di tempat penukaran tiket. Hawanya menjadi sangat panas karena begitu padatnya orang yang ada disana, banyak penjual-penjual atribut suju seperti lightstick, bandana, balon, dan sebagainya. Meskipun sudah dilarang oleh petugas, namun mereka tidak menyerah untuk menjual barang dagangannya meskipun harus berpindah-pindah tempat menghindari para petugas yang sedari tadi berkeliling menjaga keamanan. Juga penjual minuman-minuman dingin.

“noona, kita ke pantai saja. Disini sesak”. Ajak sehun masih dengan wajah bad moodnya. “ne”.

Kami duduk di pasir pantai ancol yang putih dan bersih. Beberapa orang sedang berlarian bermain bersama teman-teman atau bahkan pacar mereka. Tapi sehun tidak berbicara sama sekali.

“sehun-ah!!”. Panggilku kesal. Sehun menoleh tanpa bergeming. “aku akan membunuhmu jika kau terus seperti ini!!” ancamku sambil menunjuk wajahnya. Tentu saja aku tidak serius, aku hanya ingin dia berhenti dengan aksi diamnya dan mulai bertingkah seperti biasanya. meskipun dia memang jauh lebih tampan ketika dia diam tapi kali ini aku benar-benar tidak nyaman.

“mwoya noona?”. Tanyanya dengan wajah polos.

Aku menunjuk wajahnya sekali lagi. “seperti ini! Ekspresi wajah seperti ini jangan yang tadi. Kau membuatku tidak nyaman”. Gerutuku.

“Aku sedang tidak mood”. Jawabnya singkat.

“oh sehun, I Hate You”. Kataku cepat. Dia tersenyum kecil, “karena noona bilang I Hate You, aku juga akan berkata I Hate You too noona”.

“mwo??”.

“chanyeol hyung bilang oksigen itu 1 hati, senang bersama, sedih bersama, dan karena noona membenciku dan karena oksigen 1 hati aku juga membenci noona. Adil kan?”.

“anak ini benar-benar!!”. Kataku geram. Sehun beranjak dan berlari meninggalkanku. “oh sehun!! Aku akan membunuhmu!!!”. Teriakku sambil berlari mengejarnya.

Setelah akhirnya berhasil membuat sehun tersenyum lagi, kami kembali menuju gedung meis untuk berganti pakaian dan bersiap-siap karena 1,5 jam lagi konser akan dimulai. Di ruang sebelah, tempat dimana suju berada terdengar sedikit gaduh. Sesekali kami mengintip lewat jendela gedung disana ada ratusan bahkan ribuan Elf -sebutan untuk fans suju- memadati pantai ancol. Mengantri untuk dibukakan pintu masuk. Hatiku berdebar, ini adalah pertama kalinya dalam hidupku tampil di depan ribuan fans meskipun hanya menjadi back dancer.

Pintu gedung telah dibuka, ratusan fans dari berbagai kelas mulai memenuhi stadium. Super junior juga sudah siap dengan semuaya. Sesekali yesung sunbae-nim menyanyikan part lagunya, dan eunhyuk sunbae-nim menari singkat, menunjukkan skill dancenya yang luar biasa. Aku dan sehun berpandangan sekilas. Menelan ludahpun rasanya sangat sulit, melihat mereka seperti ini saja hatiku berdegup kencang.

“ayo semua bersiap-siap. Suju masuk”. Kata seorang staff. Kami mulai turun ke bawah panggung, tempat pintu keluar kami nanti. Satu persatu member suju keluar ke arena diiringi sorak-sorai elf yang terdengar sangat ramai. Aku begidik.

Superman… walking… sorry-sorry, acha, oppa-oppa, dan penampilan solo para member berjalan dengan sangat sukses. Menandakan berakhirnya konser hari ini. Namun masih ada 2 konser lainnya. Suju menarik nafas lega, meskipun rasa lelah menjalar ke seluruh tubuh namun mereka tersenyum puas karena ini adalah kali pertama super junior mengadakan konser tunggal di Indonesia.

“khamsahamnida, khamsahamnida, khamsahamnida”. Ucap para member kepada semua orang yang bertepuk tangan ria dibelakang panggung. Kami saling membungkuk memberi hormat. Aku dan sehun menarik nafas dalam-dalam. “ayo pulang”. Kataku. Karena hari ini aku dan sehun menaiki motor milik sehun, terpaksa meskipun merasa lelah, sehun tetap mengantarkanku pulang, selamat hingga tujuan.

“sehun-ah,, jangan berkata apapun pada luhan, jangan sekalipun. Biarkan dia sendiri yang akan bicara dan menjelaskannya pada kita”. Pesanku sebelum kami pulang. Aku melihat anggukan kecil.

 

***

 

Hari ini adalah konser SS4INA day 3, atau lebih tepatnya konser hari terakhir. Hari terakhir untuk elf bertemu suju dengan album 5jib dan mungkin inilah hari terakhir oksigen utuh. Aku melangkah keluar ruang backstage dancer dengan hati-hati setelah membaca sebuah pesan singkat di ponselku beberapa menit yang lalu. Jutaan kata berputar tanoa henti di otakku, apakah aku bisa bersikap biasa saja di depannya dan menyembunyikan bahwa aku sebenarnya tahu dia datang bukan hanya untuk sekedar member dukungan untukku dan sehun, tapi juga pertemuan terakhir. Ya, aku tahu bahwa pesawat luhan akan berangkat besok pagi pukul 09.00 WIB, aku tahu dia pergi sendirian karena kedua orang tuanya telah pulang lebih dulu beberapa hari yang lalu, aku tahu kau mungkin tidak akan mengatakan apapun tentang perpisahan ini sekarang karena takut akan menjadi beban pikiranku dan sehun dan membuat penampilan kami berantakan di konser ini. Aku tahu semua itu.

“jiyeon-ah”. Aku merasa senang melihat sosok itu kini melambaikan tangannya padaku. Aku berlari menghampirinya. “oppa, ada apa? Sehun sedang ganti baju, jadi dia tidak ikut kemari. Tidak apa-apa kan?”. aku menujuk ke arah gedung, atau mungkin lebih tepatnya menunjuk namja yang sedang ganti baju di dalam gedung. Meskipun asal-asalan. Luhan tersenyum “tidak apa-apa, aku datang untuk memberi kalian semangat. Fighting”.

 

***

 

Sehun POV

Hari ini konser berlangsung sangat lancar, tiba saatnya suju mengucapkan kata-kata perpisahan bagi elf Indonesia. Aku bisa melihat luhan hyung dari kejauhan, dia duduk di deretan kedua kelas VIP. Dia tersenyum dan mengacungkan jempol tangannya ke depan. Ya, itu menjadi semangat tersendiri untukku. Luhan hyung ternyata menepati janjinya untuk menonton kami.

“terima kasih Indonesia”. Teriak member suju sambil membungkukkan badannya.aku ikut membungkukkan badanku.

Kami kembali ke belakang panggung dengan perasaan yang luar biasa. Aku dan jiyeon duduk di bangku panjang di sudut ruang ganti, aku menselonjorkan kakiku dan memijatnya pelan. “kalian jiyeon dan sehun kan?”. kami berdua otomatis menoleh dan kemudian mengangguk.

“aku melihat video latihan kalian dan penampilan kalian hari ini”. Aku dan jiyeon saling berpandangan bingung. “ne, khamsahamnida”. Ucap jiyeon terbata-bata. “aku CEO SM namaku kim young min, apa kalian tertarik untuk menjadi murid training di SM Entertaiment?”. Ada sesuatu yang meledak di dalam fikiranku, aku hanya diam, atau mungkin lebih tepatnya bingung harus bereaksi seperti apa. Ahjussi itu menyerahkan selembar kertas berukuran persegi ke arah kami. “tapi kami masih sekolah”. Kataku kemudian.

“kalian bisa mengurus kepindahan kalian ke seoul dan temui aku di alamat itu. Aku melihat kalian sangat berbakat, kalau kalian mau aku akan membantu kalian mencari sekolah baru di seoul”.

“jiyeon? Apa aku bermimpi?”. Tanyaku pelan, jiyeon menggeleng tak kalah pelan denganku. Aku mengangguk ragu dan namja itu kini pergi meninggalkan kami dengan sebuah senyum. “jiyeon-ah, kita…. Bergabung dengan SM? Manajemen Super Junior?”. Tanyaku lagi.

 

TBC –

 

otte? gimana capter 2nya? jelek yah? ga seru yah? kependekan yah? kasih komentar yah readerdeul . . . dont be silent reader 🙂

ok , last . . thank kyu for read my FF 🙂

Iklan

9 pemikiran pada “Oksigen Is Fly High (Chapter 2)

  1. kyaaaaaa….
    luhan sehun mau pisah… t
    andaweeee..
    wah sehun ama jiyeon brutung dpat twaran dari sm .. kira2 mrka terima gak ya tawaran itu…
    next part jangan lama2 ya thor

  2. . gmana nasib chanyeolku thor??
    . luhan ke cina, sehun jiyeon korea.. nah chanyeol?? pikunku kumat, chanyeol kan kerumahku ya thor. haha #plakditabokauthor
    . sekiandanterimakasi bubay #nyanyibarengjunho

  3. hwwaaaa. HunJi gabung ama SM ent. . .
    tp, nanti gmn nasib Chanyeol ama Luhan?? semoga nanti nya mrk jg msk SM… jgn sampe oksigen terpisah. kn kasihan HunHan T.T
    next, ditunggu. . Fighting!?!?!?!! 🙂

  4. Qra2 Sehun n’ Jiyeon nerima gak yahh tuhh twaran. . ?
    Trus gmna Sma Chanyeol donkk. . ?

    D’tunggu next part’x yg cpet ya thor. . !!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s