I’m In Love With My Doctor (Chapter 1)

I’m in love with my doctor (chapter 1)

Title                 : I’m in love with my doctor (chapter 1)

Author             : Lee Min Ri & Lee Tae Rin

Main Cast        : Park Hye Mi, Wu Yi Fan / Kris, Jung Soo Jung, Kim Suho, Kwon Yuri.

Genre              : Romance

Length             : Chaptered

Rating              : General

Hyemi POV

“hyemi-ah!” teriak seseorang dari belakang yang terbyata adalah temanku, soojung.

“ada apa?” tanyaku.

“kau tahu?!? Jongin oppa baru menyatakan perasaannya padaku!” katanya, wajahnya bersemu merah.

“jinjja? Lalu? Kau menerimanya?”

“tentu saja! Kau kan tahu aku sudah menyukainya dari kelas 1!” jawabnya

“wuah…cukhae, soojung-ah!” kataku sambil menepuk-nepuk kepalanya.

“yah! Kenapa wajahmu pucat? Gwenchana?”  tanyanya, wajahnya tampak sangat khawatir.

“ah? Aku tidak apa-apa” jawabku. Tiba-tiba kepalaku rasanya seperti dihantam oleh batu yang besar. Sakit sekali.

“benarkah?” tanyanya memastikan.

“ne…” lalu penglihatanku mulai pudar, semuanya berputar, dan akhirnya semua gelap.

***************

“Ah, mungkin ia kecapekan karena aktivitas sekolahnya. Sekarang dia sudah tidak apa-apa. Tapi untuk sekarang ini, dia membutuhkan perawatan intensif di rumah sakit.”

“baiklah, saya mengerti Dr.Wu. kami sangat berterima kasih atas kebaikan anda.”

Samar-samar aku mendengar eomma berbicara dengan seseorang. Bau obat menusuk hidungku. Aku mengerjap-ngerjapkan mataku.

“hyemi-ah, kau sudah sadar?” Tanya eomma. Perlahan-lahan penglihatanku mulai jelas. Eomma menatapku penuh kekhawatiran.

“kenapa aku bisa di sini?” tanyaku.

“tadi kamu pingsan di sekolah hyemi-ah” oh iya, aku baru ingat.

“annyeong hyemi, keadaanmu sudah lebih baik?” Tanya seseorang.

Dia menghampiriku sambil tersenyum. Eh? Siapa dia? Apa aku sudah mati? Kenapa ada malaikat di sini? Dia……sangat tampan.

“hyemi-ah gwenchanayo?” tanyanya sambil melambaikan tangannya di depan wajahku.

“hah? Gwenchana….” Jawabku.

“keurae? Annyeong hyemi. Kris imnida. Aku dokter yang bertanggung jawab untuk menanganimu”

“ah…ne, pak hyemi imnida, bangapseumnida”

“ne, umm mianhae, aku harus menangani pasien lain sekarang. Kalau ada apa-apa tekan saja belnya, nanti aku atau suster akan datang. Sampai nanti hyemi-ah, nyonya park” katanya sambil melangkah keluar. Ya Tuhan… dia begitu sempurna! Tinggi, putih, rambutnya pirang kecoklatan, alisnya yang membuatnya terlihat seperti sedang marah padahal tidak.

Apakah ini….cinta pada pandangan pertama????

Kris POV

“selamat tuan wu, mulai hari ini anda menjadi dokter di rumah sakit kami.” Kata Sooman sajangnim sambil menjabat tanganku.

“terima kasih” jawabku.

“sekarang kau sudah mulai bekerja.” Kata Sooman sajangnim.

“Ne, arasseo, sajangnim.”

Tiba-tiba ada seorang suster datang dengan tergesa-gesa.

“Dokter, ada pasien baru di UGD sekarang.” Kata suster itu.

“Ini tugasmu dokter Wu.” Kata Sooman sajangnim sambil menepuk pundakku.

“Baik. Terima kasih, sajangnim. Saya permisi dulu.” Kataku sambil membungkukkan badan. Aku segera keluar ruangan dan menuju ruang UGD.

“Yang mana pasiennya?” Tanyaku pada salah seorang suster.

“Yang memakai seragam sekolah, dok.” Kata suster itu. Akupun menghampiri anak itu.

“Apa yang terjadi padanya?” Tanyaku.

“Dr. Wu, tolong periksa keadaan Hyemi. Tadi dia pingsan di sekolah.” Kata ibunya.

“Baiklah.” Jawabku.

Akupun memeriksanya, butuh waktu lama untuk mendapatkan hasil yang jelas.

“Nyonya Park, apa ada penyakit yang dideritanya akhir-akhir ini?” Tanyaku pada ibu Hyemi.

“Setahu saya dia tidak mengidap penyakit apapun, tapi belakangan ini dia sering merasa sangat pusing.” Jelas ibu Hyemi.

“Ahh.. sesuai dengan hasil pemeriksaan saya. Hyemi.. positif menderita leukemia. Tetapi belum terlalu parah. Ini masih bisa dicegah agar stadiumnya tidak meningkat.”

“Apa!?  Bagaimana bisa? Tolong dok, lakukan yang terbaik untuk Hyemi, jangan beritahu dulu tentang ini padanya, aku takut dia belum siap menerima ini.”

“Saya mengerti. Aku tidak akan memberitahu Hyemi sampai dia siap menerimanya. Tetapi cepat atau lambat dia harus tau.” Tegasku.

Tiba-tiba aku melihat tangan Hyemi bergerak.

“Ssssst! Sepertinya Hyemi sudah sadar, jangan bicarakan tentang penyakitnya lagi sekarang.” Bisikku. “Ah, mungkin ia kecapekan karena aktivitas sekolahnya. Sekarang dia sudah tidak apa-apa. Tapi untuk sekarang ini, dia membutuhkan perawatan intensif di rumah sakit.” Kataku berpura-pura.

“baiklah, saya mengerti Dr.Wu. kami sangat berterima kasih atas kebaikan anda.”

“hyemi-ah, kau sudah sadar?” Tanya nyonya Park.

“kenapa aku bisa di sini?” Tanya Hyemi.

“tadi kamu pingsan di sekolah hyemi-ah”

“annyeong hyemi, keadaanmu sudah lebih baik?” Tanyaku sambil menghampirinya. Bukannya menjawab, dia malah menatapku tanpa berkedip.

“hyemi-ah gwenchanayo?” tanyaku lagi sambil melambaikan tanganku di depan wajahnya.

“hah? Gwenchana….” Jawabnya.

“keurae? Annyeong hyemi. Kris imnida. Aku dokter yang bertanggung jawab untuk menanganimu”

“ah…ne, pak hyemi imnida, bangapseumnida”

“ne, umm mianhae, aku harus menangani pasien lain sekarang. Kalau ada apa-apa tekan saja belnya, nanti aku atau suster akan datang. Sampai nanti hyemi-ah, nyonya park” Kataku sambil berjalan keluar.

Author POV

“Hyemi-ah, ada apa denganmu? Kenapa kau bisa pingsan?” Tanya nyonya Park.

“Aku tidak tahu, tiba-tiba saja kepalaku terasa pusing sekali dan mendadak semua gelap.” Jawab Hyemi.

TOK! TOK! TOK! Seseorang mengetuk pintu kamar Hyemi. Nyonya Parkpun membuka pintu. Ternyata itu adalah Soojung yang datang menjenguk.

“Annyeonghaseyo, Park ahjumma.” Sapa Soojung.

“Annyeong, Soojung-ah. Apa kabar? Silahkan masuk.”

“Ne, gamsahamnida. Hyemi-ah! kau kenapa?” Tanya Soojung sambil memeluk Hyemi.

“Ani, gwenchanayo, aku hanya capek. Sebentar lagi juga pulih.” Jawab Hyemi.

“Adeul-ah, aku permisi dulu sebentar.” Kata nyonya Park sambil berjalan keluar.

“Ne.” Jawab Soojung dan Hyemi bersamaan.

Ternyata nyonya Park pergi keruangan dokter Wu.

“Silyehamnida dokter Wu.”

“Ne, silahkan masuk.”

“Saya ingin mendengar kejelasan tentang penyakit Hyemi.” Kata nyonya Park.

“Hyemi menderita leukimia kira-kira sudah dari 1 atau 2 bulan yang lalu. Tapi tenang, penyakitnya belum terlalu parah. Dia harus menjalani perawatan di rumah sakit selama kurang lebih 5 bulan kedepan. Kami akan melakukan terapi dan pengobatan untuknya secara intensif.” Jelas Kris.

“Tapi bukankah itu membutuhkan biaya yang sangat besar? Saya takut tidak mampu membayarnya.”

“Tidak perlu cemas. Urusan biaya biar saya yang menanggungnya.”

“Benarkah? Apa tidak terlalu merepotkan anda? Keluarga anda sudah sangat banyak membantu keluarga saya.”

“Iya, tidak apa-apa. Saya juga ingin Hyemi sembuh. Sebenarnya ia sangat mirip dengan adik saya yang sudah meninggal 5 tahun yang lalu. Saya menganggap dia seperti adik saya sendiri.”

“Ah, Saya ikut sedih mendengarnya, saya yakin adik anda sangat bangga atas perbuatan kakaknya. Terima kasih dokter.”

“ya, sama-sama.”

Hyemi POV

“Kapan kau akan keluar dari rumah sakit?” Tanya Soojung.

“Aku tidak tahu, tapi aku harap aku tidak akan keluar dari sini haha.” Jawabku.

“Hah? Kenapa begitu?”

“Kau tahu? Dokter yang menanganiku saaangat tampan. Sepertinya aku jatuh cinta pada pandangan pertama padanya.”

“Mwo? Jinjja? Aku ingin melihatnya.”

“Tidak bisa, nanti kau akan jatuh cinta juga padanya.” Kataku meledek.

“Hahaha mungkin, Umm.. Hyemi-ah, aku harus pergi sekarang, Jongin oppa mengajakku kencan hari ini.” Kata Soojung berseri-seri.

“Ah, baiklah. Aku akan mengantarmu sampai lobby.”

“Tidak usah, kau sedang sakit.”

“Ani, gwenchana. Aku bosan disini terus.”

“Baiklah, kajja!”

Setelah mengantar Soojung, akupun berjalan kembali ke kamarku. Tidak sengaja aku melihat eomma sedang berbicara dengan dokter Kris di dalam ruangan. Karena penasaran, akhirnya aku mengintip dari balik pintu. Samar-samar aku mendengar pembicaraan mereka.

“Hyemi menderita leukimia kira-kira sudah dari 1 atau 2 bulan yang lalu. Tapi tenang, penyakitnya belum terlalu parah. Dia harus menjalani perawatan di rumah sakit selama kurang lebih 5 bulan kedepan. Kami akan melakukan terapi dan pengobatan untuknya secara intensif.” Jelas Kris.

A..apa?! Leukimia??

“Tapi bukankah itu membutuhkan biaya yang sangat besar? Saya takut tidak mampu membayarnya.”

“Tidak perlu cemas. Urusan biaya biar saya yang menanggungnya.”

“Benarkah? Apa tidak terlalu merepotkan anda? Keluarga anda sudah sangat banyak membantu keluarga saya.”

“Iya, tidak apa-apa. Saya juga ingin Hyemi sembuh. Sebenarnya ia sangat mirip dengan adik saya yang sudah meninggal 5 tahun yang lalu. Saya menganggap dia seperti adik saya sendiri.”

“Ah, Saya ikut sedih mendengarnya, saya yakin adik anda sangat bangga atas perbuatan kakaknya. Terima kasih dokter.”

“ya, sama-sama.”

Aku tidak percaya ini. Kenapa mereka tidak memberitahuku?. Aku tidak ingin mendengar kelanjutannya. Tanpa sadar tanpa sadar air mata sudah menggenang di mataku. Saat aku membalikkan badan, aku bertabrakan dengan seorang suster.

“Maaf, nona. Kau sedang apa disini?” Tanya suster itu padaku. Saat aku melihat kedalam, ternyata dokter Kris dan eomma menyadari keberadaanku.

“Hyemi-ah!” Kris segara berdiri dan menghampiriku. “Jangan mendekat!” Teriakku. Tanpa basa-basi akupun langsung berlari menjauh darinya sambil menangis.

 

To be continued…………

 

 

15 pemikiran pada “I’m In Love With My Doctor (Chapter 1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s