The Extrasolarman (Chapter 4)

Chapter 4

EXO [The Extrasolarman]

Author : @freshnoire (BlackVolvo)

Cast: EXO with HunHan and BaekYeol pairing

Genre: Action, Adventure, Friendship, Romance

Rating: PG

Disclaimer: Anggota EXO milik Tuhan tapi cerita ini milik saya sendiri.

AN: Huuuuuu maaf sekaliiiiii utk para reader setiaku. Maafkan aku telah mengecewakanmu. Aku benar-benar menyesal…#plak.

Maaf ya buat para reader, aku bener2 telat nge-post chapter 4. Masalahnya komputerku tidak bisa diajak kompromi. Tiba2 Error dan smuanya lenyap begitu sajaaaaaaa..hikss…hiksss…terpaksa cr lagi ff ku yg pernah di post dimana-mana.

Lagian juga jrng online…twitter ga pernah update lg…

Sekali MIANHAEEEE YOOO CHINGUDEUL #sujudbowbownodnod….

***

Pasukan Block akan datang menyebu markas ini dalam waktu dua hari dari sekarang!” jelas Sehun kepada para hyungya. “MWOO? Katakan kau sedang bercanda Sehun-ah!” teriak Chen yang masih basah kuyub karena lelehan es Xiumin. Karena teriakan Chen yang melengking, membuat Tao keluar dari kamarnya. Dan betapa terkejutnya ia melihat sosok Sehun melayang-layang membelakangi dirinya. Tao tersenyum sinis dengan tatapan mata yang berbeda, sulit diartikan tatapan apa yang dia berikan kepada Sehun. Tao berjalan dan menarik Sehun turun lalu merangkul bahunya dengan erat. “Akhirnya, kau kembali. Sudah waktunya ya?” bisik Tao ke telinga Sehun yang sukses membuatnya merinding. Sehun bergiding ngeri tapi yang ia lakukan hanya merespon dengan senyuman sinis. “Yeah!”

***

Para member EXO yang lain menatap heran kepada Tao yang terlihat begitu ramah kepada Sehun. Sedangkan setahu mereka, Tao sangat membenci Sehun dan berniat untuk membunuhnya karena telah menghianati mereka terutama Luhan. Tapi ini kenapa kebalikannya. Apakah Tao mulai menjadi seseorang yang bipolar?

“Tao! Apa yang sedang kau lakukan dengannya?” tanya Xiumin heran dengan tingkah Tao yang sepertinya memihak Sehun. Padahal ia benci sekali pada Sehun. Ahhh…apa yang sebenarnya terjadi? Apakah ini sebuah rencana dibalik kebencian Tao terhadap Sehun atau apa? Seseorang tolong jelaskan pada mereka.

“Dengarkan saja penjelasannya!” perintah Tao dengan nada sarkastik yang membuat Xiumin tidak tahan dengan sikap salah satu maknae dalam EXO ini. Dia tahu benar, sejak kejadian dua tahun yang lalu, Tao berubah total menjadi sosok yang sangat sinis dan antagonis. Apakah ini bagian dari sebuah rencana?

“Aku tidak berbohong, aku datang kemari untuk menyelesaikan semua kesalahpahaman diantara kita semua, hyung. Aku ingin menjelaskan semuanya pada kalian. Termasuk kejadian dua tahu lalu!”

“Jadi, apa yag ingin kau sampaikan bocah?” sebuah suara berat datang dari arah belakang posisi Sehun dan Tao, dia berbalik untuk melihat siapa pemilik suara yang terdengar bijaksana itu. Betapa kagetnya Sehun melihat wajah dingin orang tersebut.

“Kris-hyung?” Ternyata sedari tadi, Kris memperhatikan perdebatan mereka yang tiada hentinya itu dari belakang. “Cepat katakan sebelum aku berubah pikiran!” ucapnya seraya berjalan kearah Xiumin berdiri. “Baiklah. Pasukan Block akan menyerang markas ini dalam waktu dua hari dari sekarang. Sebaiknya kalian bersiap-siap untuk melawan mereka karena semua akses keluar telah mereka kunci rapat, hyung.”

“Hanya itu yang ingin kau sampaikan? Kami tidak butuh bantuanmu, Sehun. Kau bagian dari mereka sekarang!” ujar Xiumin masih merasa tidak senang dengan kehadiran Sehun. Sehun menggeleng pelan dan berjalan maju beberapa langkah kearah Xiumin berdiri. Sehun menatap Tao dan Kyungsoo yang berdiri berseberangan darinya. Tatapan inten itu dibalas anggukan dari Tao dan senyuman yang sedikit dipaksakan oleh Kyungsoo.

“Dan aku ingin menjelaskan bahwa kejadian dulu adalah bagian dari rencanaku, Kyungsoo hyung dan Tao. Kami sengaja membuat rencana ini untuk mengecoh lawan kalau aku benar-benar menghianati kalian. Tao membantuku untuk membenciku seakan semuanya ini nyata dan Kyungsoo hyung mengatur semua komunikasiku dengan kalian selama ini secara diam-diam.”

Kris memandang tajam kearah Tao dan Kyungsoo. “Oh. Jadi kalian berkomplotan dibelakangku, hah?” ujar Kris dengan tatapan yang menurut mereka itu sangat mematikan. Yang dipandang hanya menunduk dalam-dalam menghindari mata elang milik Kris yang benar-benar menakutkan jika sedang marah namun hal itu ternyata tidak berlaku pada Tao. Ia malah memandang balik ke mata sang leader seakan berkata bahwa ia benar-benar telah melakukan konspirasi dengan Sehun dan Kyungsoo.

“Jadi semua kejadian itu hanya sandiwara. Kau membahayakan dirimu masuk ke kandang singa untuk memata-matai mereka. Kau tahu dampak sebenarnya dari kepergianmu, Sehun?” tanya Kris dengan mata intimidasi andalannya. Sehun mengagguk lemah dengan raut wajah yang susah digambarkan. “Bangsat, jika kau sudah tahu akibatnya kenapa masih nekat untuk melakukannya. Dan kalian berdua, kenapa kalian bantu dia hah?” Kris tidak bisa menahan amarahnya. Ia merasa dibohongi dan direndahkan dari jabatannya sebagai pemimpin. Ia merasa terkecoh dengan kepolosan dongsaengnya.

“Karena hanya aku yang bisa melakukannya, hyung. Dan lagi aku tidak ingin menjadi dongsaeng yang tidak berguna. Apa kau tidak berfikir betapa menderitanya aku selalu menjadi yang terkolot dan selalu berada di barisan paling belakang.” jawab Sehun dengan teriakan lantang yang sukses membuat para hyungnya memandang kaget. “Dan lagi aku tak ingin membuatnya kecewa, hyung!” kali ini pertahanannya runtuh, dia menangis terisak karena kesalahannya sendiri. Tubuh bergetar karena berusaha menahan suara tangisan yang lebih besar dari mulutnya.

“Huh, dasar bodoh. Justru hal ini yang membuat dia kecewa padamu Sehun!”

“Aku tahu, aku memang bodoh dan aku menderita karena hal ini, hyung!”

“DIA LEBIH MENDERITA DARI DIRIMU, SEHUN. Dia mati, hatinya mati dan itu semua karena KAU!”

“Apa? Kau bilang apa, hyung?”

Kris sudah tidak tahan lagi dengan semua bebannya. Dia butuh sandaran dan penopang untuknya agar tetap dapat berdiri tegak dihadapan dongsaengnya. Dia harus kuat, motivasi itu selalu berkeliling di dalam kepalanya tapi percuma. Dia tidak bisa kuat hari ini. Untuk hari ini saja, Kris memohon untuk menangis.

“Dia sudah lemah, dua tahun lalu dia kehilangan semua kekuatannya. Dan seiring berjalannya waktu, dia mulai pulih dan hanya bisa menggunakan sepertiga dari kekuatannya, Sehun. Kau tahu kan, Extrasolarman tidak dapat bertahan hidup tanpa kekuatannya. Dan kini…”

“Katakan padaku kau sedang berbohong, hyung” tanya Sehun dengan nada yang dingin.“Tidak, Sehun. Aku tidak berbohong. Ini kenyataan!” Sehun tersenyum sinis dan sedikit tergelak dengan ucapan Kris barusan.

“Ini pasti salah satu lelucon kalian kan. Sudah lama aku tidak mendengarkannya?”

“INI KENYATAAN, BODOH! KAI!” Kris benar-benar lepas kendali, ia menyuruh Kai untuk melakukan sesuatu kepada Sehun. Kai yang merasa dipanggil oleh leadernya langsung berteleportasi kehadapan sang leader. Sepertinya ini saatnya untuk membawa Sehun kepada Luhan. “Baik, pegang tanganku, Sehun!” tanpa berfikir panjang lagi, Sehun memegang tangan Kai dan dengan sekejap mata mereka telah sampai di kamar Luhan. Kamar tersebut sedikit gelap dan hanya suara mesin pengukur detak jantung yang terdengar memenuhi gendang telinga. Disana tertidur Luhan seperti menahan sakit yang luar biasa di tubuhnya dan ditemani oleh Lay yang kebetulan sekamar dengan Luhan.

“Luhan-hyung!” Sehun berlari kearah tempat tidur Luhan dan mulai terisak. “Ini salahku, ini salahku. Hyung, bangun. Aku telah kembali, hyung. Hyung bangun!”pinta Sehun menepuk pipi mulus Luhan dengan lembut berharap ia membuka matanya. Sedikit saja, hanya sedikit. Lay yang melihat adegan ini merasa sangat sakit. Sehun datang namun Luhan belum juga sadar, ia merasa sangat tak berguna karena kekuatannya yang benar-benar terbatas saat ini.

“Maafkan aku, Sehun. Aku gagal memulihkannya!” ucap Lay tertunduk lesu seraya mengelus-elus punggung Sehun agar tetap tenang dengan keadaan ini. Sehun menggeleng,”Ini salahku…hyung, bukan…salahmu!” jawabnya terbata-bata karena isakan tangis Sehun. Semua perasaan menjadi satu dalam hatinya, sakit, menyesal, sedih, kecewa dan semuanya. Sehun tidak bisa tenang. Dia takut. Takut benar-benar akan terpisah dari Luhan.

“Hyung bangun!” pinta Sehun sekali lagi berharap Luhan benar-benar membuka matanya. Dan beberapa detik kemudian hasil dari usahanya berbuah manis. “Sehunnie…..!” dan suara itu sukses membuat Sehun menatap Luhan dengan mata yang penuh dengan kelegaan. Luhan membuka matanya, mata beriris honey itu yang membuat Sehun terpikat dengannya. Mata yang biasanya berbinar binary bagaikan kilauan berlian yang menenangkan hati namun kini mata itu terlihat kosong dan hampa. Mata itu terlihat pudar.

***

Sementara itu…

BRAK

“BRENGSEK!” teriakan seseorang menggema dahsyat disertai pukulan keras dari meja malang dalam ruangan kecil bercat putih itu. Wajahnya terlihat sangat marah dan napasnya susah dikendalikan karena sangking geramnya. “Anak itu kabur, sudah kuduga dia akan melakukan ini terhadap kita. Kenapa kau pungut dia, U-kwon?”

“Aku tidak memungutnya, Zico. Dia sandraan kita!” jawab seorang namja yang bernama U-kwon yang disebut-sebut oleh seseorang tersebut. Orang yang bernama Zico itu tambah geram dengan kebodohan anak buahnya. Dia menatap U-kwon dengan pandangan heran bercampur marah, susah diartikan. “Kau itu bodoh atau tolol?” tanya Zico dengan nada mengejek andalannya.

“Bodoh dan tolol sama saja, jelek!” jawab seseorang lagi yag berada dibelakang Zico, tubuhnya sangat tinggi dan memiliki paras yang tampan. Ia tertawa sinis dengan jawaban yang ia berikan kepada leader mereka, Zico.

“Apa kau bilang, Jaehyo hyung?”

“Diam!” sebuah suara berhasil mengentikan pertengkaran bodoh antara mereka yang tidak penting itu. “Kita harus buat rencana lain. Kalau perlu, kita serang mereka sekarang. Mereka kalah jumlah, sedangkan pasukan kita hampir mencapai seribu. Cukup untuk melumpuhkan dan menghacurkan markas mereka!” ujarnya dengan penuh keyakinan dan tekad kuat akan menang. Sombong sekali.

“Huh, jangan bodoh B-Bomb hyung. Mereka punya kekuatan dahsyat yang tidak terbatas. Mereka lebih kuat daripada kita!” jawab U-kwon sambil menyenderkan dirinya disebuah lemari bercat putih yang terdapat pada ruangan tersebut.

“Siapa bilang hyung. Kita punya ally dari Mato planet. Mereka Matoiser, kekuatan mereka lebih hebat dari Extrasolarman!” ucap seseorang yang sedari tadi memilih diam, namun pendapatnya kali ini akan diterima baik oleh semua hyung kesayangannya.

“Kau memang pintar, P.O. Kapan kau berhubungan dengan mereka?” tanya Zico bangga dengan maknae mereka, ia mulai berjalan kearah P.O yang masih berkutat dengan beberapa layar dihadapannya. Dalam layar tersebut terdapat pesan bahwa Pasukan AP dari Mato planet menerima tawaran mereka untuk bergabung melawan Pasukan Extrasolar. Zico tersenyum penuh keyakinan seperti telah melihat kemenangan sudah di depan matanya.

“Beberapa jam yang lalu, Sehun pasti tidak tahu tentang hal ini. Pasukan Mato juga memiliki pasukan seratus lebih dengan kemampuan dasar yang cukup untuk menghentikan mereka kabur dari kita hyung. Segera kita akan taklukan mereka dan mengambil kekuatannya!” jawab P.O dengan nada yang penuh semangat akan kemenangan. Zico yang merasa sebagai leader saja tidak pernah terpikir untuk melakukan hal itu. Sepertinya P.O memang cocok diposisikan sebagai ahli strategi dalam pasukan ini.

“Kau benar-benar pintar. Aku sayang padamu!” ucap Zico senang dengan kehebatan kejahatan dalam diri dongsaengnya. P.O hanya tersenyum ilfeel melihat tingkah leader mereka yang tiba-tiba memeluknya dengan kasar seperti sedang memeluk boneka teddy bear-nya. “Hyung, hentikan atau kau akan aku gigit!” Ancaman itu sepertinya tidak berlaku untuk Zico yang masih saja memeluknya dan mengguncang tubuhnya kasar. P.O hanya pasrah.

“Kau tahu apa kekuatan mereka sehingga sangat yakin bisa mengalahkan Extrasolarman yang sudah berkali-kali kita serang?” tanya Jaehyo seraya berjalan mendekati P.O dan Zico. Dia menyingkirkan pelukan teddy bear-nya Zico dengan kasar sehingga leader aneh itu jatuh tersungkur.

“Kau masih ingat Yongguk?” Jaehyo menangguk, “Dia leader ganas AP dan hampir pernah membunuh Kris”

Pernyataan itu otomatis membuat Jaehyo membelalakan matanya, “Apakah dia pernah berhadapan dengan Extrasolarman sebelumnya?” P.O mengangguk, “Dan saat itu mungkin bukan keberuntungan mereka, mereka kalah telak setelah di hajar habis-habisan oleh Luhan dan Kyungsoo,”

“Lalu?”

“Yongguk berhasil mencuri sebuah liontin yang diketahui sebagai sumber kekuatan Luhan. Dan makanya, dua tahu lalu atasan menyuruh kita untuk menculik Luhan yang sudah lemah dari awal tanpa liontin itu.” Yongguk memang dikenal sebagai leader yang keras dari pasukan AP tapi otaknya sangat brilian. Kekuatannya masih rahasia tapi Yongguk mencuri liontin itu karena satu tujuan.

“Lalu untuk apa kita menculik orang yang sudah lemah seperti itu?” tanya B-Bomb yang juga penasaran dengan penjelasan P.O. Memang benar, untuk apa menculik Luhan yang sudah lemah. Jika untuk sebagai sandraan yang membuat Extrasolarman keluar dari persembunyian itu masih masuk akal tapi apa sebenarnya tujuan mereka? Dan nyatanya mereka tidak mendapatkan Luhan melainkan Sehun yang rela bergabung dengan mereka. Awalnya P.O menyesali keputusan Zico yang menukarkan Luhan dengan Sehun. Karena pada awalnya Zico tidak paham tujuan mereka sebenarnya hingga pada akhirnya mereka kalah.

“Kau lupa ya? Selain telekinesis, Luhan mampu bertelepati sesama orang makhluk hidup, baik itu manusia ataupun binatang. Hanya saja dia tidak pernah menggunakannya karena telekinesis pada dasarnya berpusat pada pikiran. Jika dia menggunakan telepati pula maka akan susah untuk mengendalikan antara energy positif dan negatif,” jelas P.O sesuai dengan pengamatannya selama ini. “Racun yang kita injeksikan ke tubuh Luhan dua tahun lalu itu adalah serum pembangkit pikiran yang membuat si pemakai kehilangan kekuatan untuk sementara dan akan kembali lagi secara tiba-tiba setelah mengalami konflik dalam pikirannya. Contohnya beban pikiran yang seharusnya masih bisa ditutupi namun tiba-tiba memberontak ingin keluar, untungnya kita memilih sandaraan yang tepat,”

“Dan serum itu diciptakan oleh U-Kwon-hyung dan Taeil-hyung tidak hanya untuk melemahkan lawan tapi….”

“Untuk mengendalikan pikiran lawan!” jawab Taeil yang baru saja bergabung dalam percakapan mereka. “Intinya serum itu sebagai chip kecil untuk mengendalikan seseorang kearah yang positif atau negative!”

“Jadi, kau menginjeksikan serum itu ke tubuh Luhan untuk mengendalikannya. Begitu?” tanya Zico. Taeil tersenyum sinis, “Benar sekali!”

“Untuk apa kau mengendalikan orang yang sudah hampir mati seperti itu,” ucap Zico sarkastik, Taeil hanya geleng-geleng kepala karena tidak mengerti dengan jalan pikiran Zico. Apakah orang ini pantas disebut Leader jika bersifat seperti ini. Peka dan lamban. P.O terkekeh dengan kebodohan leadernya. “Nanti kau akan tahu sendiri, hyung!”

Sesaat setelah Taeil berhasil menjelaskan rencananya, sebuah lampu merah berkedip di jajaran computer milik P.O. Dia tersenyum penuh kemenangan, begitu pula dengan Taeil. Mereka tersenyum seakan telah memenangkan sebuah lotre besar-besaran.

“Sepertinya chip itu telah aktif!” ucap Taeil penuh kemenangan.

TBC

Maaf ya chingudeul…aku benar-benar telat nge-postnya….

Enjoy ya…mudah2 masih ingat ceritanya…

GOMAWOOOOOO ^3^

Clue:

–          Liontin Luhan adalah lambang yang ada di MV Mama, semua extrasolarman memilikinya. Tapi Luhan dalam bentuk liontin. #sengaja..*plak

–          Zico dkk adalah Block B, maaf ya yang BBC. Mereka jadi antagonis disini. Pasukan AP itu adalah B.A.P, maaf pula untuk para Baby…#padahal aku juga Baby…hahahaha ga nanya…

–          Intinya Block B menggunakan Luhan sebagai kunci utama untuk mengancurkan Extrasolarman.

–          Nanti bakalan ada yang membelot lagi, antara pasukan B.A.P dan Extrasolarman.

–          Peran utama dalam cerita ini – Luhan, Kris, Sehun, Chanyeol.

 

 

 

Iklan

22 pemikiran pada “The Extrasolarman (Chapter 4)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s