Last Kiss

Title                 : Last Kiss
Author             : Youngie Kim
Cast                 : Park Chanyeol, Lee Ji Eun (IU)
Genre              : Romance, Friendship, Fluff, Ngejleb (?)
Length             : Oneshoot

Note    : Annyeonghaseyo *bow* perkenalkan saya penulis baru di web ini ^^ ini ff pertama yang aku sumbit ke sini ^^ syukur syukur miminnya mau ngepost ff nista ini XD haha maaf jika ada kesalahan penulisan dimana-mana ^^V~

Author P.O.V

Udara sejuk dan sinar pagi yang hangat, menggambarkan suasana hari yang cerah sepanjang hari. Tapi tidak dengan kelas ini, murid-murid yang bertebaran dimana-mana. Ada yang sedang mengerjakan pr, emm menyalin pr lebih tepatnya, ada yang sedang berdandan dan ada pula yang sedang menonton film yadong. Kursi deretan ke-4 dari depan, terdapat murid lelaki yang sedang menyalin pr milik temannya.

 

“Kau menyontek lagi?” Tanya gadis yang baru saja menghampiri bangku tersebut.

“Hmm…” Pria itu hanya berdeham disertai anggukan pelan. Gadis itu hanya bisa mencibir dan duduk di sebelahnya.

 

Bel sekolah pun berbunyi, sontak semua murid duduk di bangkunya masing-masing dan mengakhiri aktifitasnya tersebut. Sosok songsaengnim dengan kacamata tebal sudah memasuki kelas sambi membawa beberapa lembar kertas ujian.

 

“Aish ujian lagi.” Keluh pria itu, Park Chanyeol.

 

Beberapa kertas ujian telah dibagikan secara estafet dari depan. Semua siswa yang telah mendapatkan lembaran ujian tersebut langsung mengerjakannya dengan serius, tapi tidak dengan barisan paling ujung tersebut. Terlihat beberapa murid malah tertidur lelap, ada pula yang memakai earphone dan mendengarkan musik.

 

 

“Park Chanyeol!” Panggil songsaengnim dari depan kelas. Namja bertubuh tinggi itu pun langsung melepas earphone dan menanggapi panggilan tersebut.

 

“Ne songsaengnim?” Tanya Chanyeol sambil mengangkat tangannya.

“Sudah kubilang, jangan menyalin pekerjaan temanmu!” Bentak songsaengnim, namja itupun menundukan kepalanya.

“Siapa kali ini yang kau salin pekerjaannya Park Chanyeol?!” Lanjut songsaengnim.

“Le…Lee J..Ji Eun.” Jawab Chanyeol terbata-bata. Pandangan songsaengnim itu langsung menatap gadis yang duduk di sebelah Chanyeol itu.

“Bodoh! Kalian berdua mendapat nilai kosong! Bukan karena Chanyeol yang menyontek, tapi jawaban kalian memang tidak ada yang benar!” Ujar songsaengnim. Jieun pun menundukan kepalanya, tentu saja mendapat kosong, ia hanya mengisinya asal-asalan saja kok. Sementara itu, sebagian murid di kelas itu mentertawakan mereka berdua. Songsaengnim yang sedang marah dan murid-murid yang sedang tertawa, memalukan sekaligus konyol.

 

Chanyeol P.O.V

Gadis bodoh itu berjalan di sampingku dengan tenangnya. Ingin sekali rasanya menjambak rambutnya sampai ikatan dan pita rambutnya terlepas berantakan. Tapi apadaya aku ini seorang namja yang bodoh, tidak usah menambah kebodohanku karena berkelahi dengan seorang gadis seperti dia.

 

“Mengapa menatapku terus?” Tanya gadis itu, ia pun menghentikan langkahnya.

“Tak usah GR, aku ingin menerkammu!” Jawabku ketus. Kuberikan pandangan super duper ultra sinis padanya. Akupun menyesal memilih lokasi rumah yang berdekatan dengan rumahnya.

“Eeey jangan marah seperti itu Chanyeol-ssi.” Lanjutnya sambil menepuk-nepukan pundakku, layaknya ahjumma yang menasihati anaknya.

“Ck, tak usah berlagak seperti itu. Aku dan dirimu jauh lebih tua diriku tau!” Sergahku. Segera ku buka pintu pagar rumahku dan menutupnya. Dasar wa-ni-ta, merepotkan!

 

“Ck, annyeong Chanyeol-ah!!” Teriak gadis itu sambil melambaikan tanganya, kembali ku menutup tirai dari dalam rumahku.

 

 

Kudengar seseorang membuka pintu rumahku, ah rumah orang tuaku lebih tepatnya. Aku hanya melirik ke arah pintu tersebut, memastikan bahwa orang yang membukanya adalah orang yang ku kenal.

 

“Chanyeol-ah?” Panggilnya. Sejak kapan hyungku memiliki suara seperti yeoja? Akupun turun ke bawah untuk memastikan siapa yang membuka pintu rumahku kali ini.

 

“Jieun? Mengapa masuk ke dalam rumah orang tanpa ijin!?” Tanyaku seakan-akan orang terkejut. Ia hanya tersenyum ragu dan membentuk huruf ‘V’ dengan jarinya. Aku hanya mengangkat alisku menunggu jawaban darinya.

“Umma appa dan oppa ku sedang pergi, mereka meninggalkanku dan belum membayar tagihan listrik.” Jawabnya sambil memajukan bibirnya beberapa senti, memberi kesan agar dia sedang ditimpa musibah yang sangat besar.

“Lalu?” Tanyaku dingin.

“LISTRIK DI RUMAHKU MATI BODOH!” Bentaknya dan berusaha menjitak puncak kepalaku.

“Lalu? Kau akan tidur di rumahku? Atau…..” Ucapku.

“Molla, mungkin menunggu di rumahmu sampai listrik di rumahku menyala kembali.” Jawabnya sambil langsung mengambil tempat duduk di atas sofa ruang tamu.

“Mana mungkin listik rumahmu menyala jika tagihannya belum di bayar bodoh!” Timpalku. Sontak tatapan mata yang mematikan itu muncul dari seorang Lee Jieun.

“Sesama bodoh tak usah mendahului.” Balasnya singkat, ia pun menyalakan TV ruang tamu.

 

 

 

 

 

Author P.O.V

Suasana hening yang menghampiri ruang tamu Chanyeol membuat Jieun terus menerus mengganti channel TV yang ada. Chanyeol yang merasa risih dengan kegiatan yang dilakukan Jieun langsung melemparkan bantal ke arahnya.

“Kau berisik! Aku mau tidur.” Ucap Chanyeol, Jieun pun hanya menjulurkan lidahnya kepada Chanyeol.

Kini hanya ada Jieun sendiri di ruang tengah, berharap listrik di rumah Chanyeol tidak akan mati seperti di rumahnya. Ia pun beranjak pergi dari sofa yang ia duduki. Ia sudah tau betul denah rumah Chanyeol, jadi ia tidak perlu ke repotan lagi jika ingin pergi ke kamar mandi.

 

Jieun P.O.V

Dasar Chanyeol, memang aku salah menginap di rumahnya? Apa ia tidak ingat betapa sering dirinya menginap di rumahku sewaktu masih kecil, bahkan kami tidur di kamar yang sama, ya walaupun di temani oppa ku… tapi kan tetap saja >.<

 

“AAAA!” Aku terkejut, teriakan singkat dan keras itu keluar begitu saja dari mulutku. Sial mengapa harus keluar sekarang sih? >.< mana mungkin Chanyeol menyimpan benda-benda seperti ‘pembalut’ di rumahnya.

“Aish sial…” Cercaku sambil keluar dari kamar mandi di pojok ruangan. Ku lihat sosok Chanyeol yang berdiri di ujung tangga sambil menatapku.

“Wae?” Tanyaku ketus.

“Kau kenapa?” Jawab Chanyeol, ah sepertinya itu hanya sebuah pertanyaan balik untukku. Aku pun terdiam, apa aku harus bilang sejujurnya pada Chanyeol? Tapi kalo tidak, darahku akan keluar kemana-mana? >.<

“Ya! Kau kenapa?” Ucap Chanyeol lagi-lagi. Kali ini sambil menjitak kepalaku.

“Erh…anu…Chanyeol, k..kau punya p..p..pe..pembalut?” Tanyaku terbata-bata sambil setengah berbisik. Chanyeolpun hanya terdiam mematung, ia terlihat kebingungan karena terus menggaruk kepalanya yang tidak gatal, sepertinya.

“Ah, aku tidak punya. Aku akan membelikanmu kalau begitu.” Jawabnya cepat.

“Sekalian kau belikan aku pepero rasa pisang, arra?” Lanjutku. Chanyeol pun hanya mengangguk dan mulai keluar dari rumahnya. Namja bodoh yang dapat disuruh suruh oleh yeoja bodoh dengan mudahnya kekeke~

 

Chanyeol P.O.V

Terlihat petugas kasir itu sedikit tertawa saat melihat barang-barang belanjaanku. Ck, apa salahnya? Toh yang memakainya ini Jieun bukan diriku.

 

“Bukan aku yang memakainya, temanku menyuruhku membelikannya, jangan salah paham.” Ucapku sambil mengeluarkan beberapa lembar uang dari dompetku.

“Ah… kukira yeojachingu-mu, tapi kan tetap saja…” Balas petugas kasir tersebut, belum selesai kalimat yang ia ucapkan, ia sudah kembali tertawa. Ck, menjengkelkan.

 

“Sudah selesai?” Tanyaku saat melihat sosok Jieun yang keluar dari kamar mandi. Ia hanya mengangguk.

“Mana pepero ku?” Tanya Jieun. Ah pabo aku lupa membelinya -,-

“Wae? Kau lupa membelinya Chanyeol-ah?” Lanjut Jieun dan langsung duduk di sampingku. Aku hanya memberi tatapan memelas kepadanya, kurasa ia sudah tau jawabanku.

“Baiklah, aku lapar.” Ucap Jieun.

 

Aku pun beranjak pergi ke dapur untuk mengambil beberapa makanan ringan dari lemari pendingin. Aku hanya menemukan beberapa puding yang untungnya masih layak untuk dimakan.

 

“Aku hanya menemukan ini, aku juga lapar.” Ucapku sambi memberikan puding yang kutemukan tadi. Ia mengangkat kepalanya menatapku lalu tersenyum.

“Bagi dua saja kalau begitu.” Ucap Jieun, ia mulai membelah puding itu menjadi dua bagian, dan menyuapkan beberapa sendok kedalam mulutnya.

“Chanyeol-ah, aaaaa….” Ia menyuapkan sesendok puding ke mulutku.

Tidakah ini terasa aneh? Tidak biasanya aku dan Jieun merasa kikuk saat berdua. Bodoh, ini bukan seperti cerita di novel novel itu kan? Menjijikan.

Kurasakan sesuatu yang berat menimpa pundakku, sial Jieun menyandarkan kepalanya di sana. Mengapa muka ku panas? Eyy Park Chanyeol, tidak usah menambah kebodohanmu dengan menyukai gadis ini.

 

“Jieun-ah, jika kau menyukai seseorang apa yang kau rasakan?” Tanyaku membuka pembicaraan, dengan topik yang salah.

“Mmm, senang.” Jawabnya singkat.

“Dan… Mukamu akan terasa panas dan dada mu akan berdegup kencang saat sedang bersama orang yang kau suka itu.” Lanjutnya. Huhh… hatiku bisa merasa sedikit lega, setidaknya dadaku tidak berdegup kencang saat bersama Jieun.

“Memangnya kenapa?” Tanya Jieun, ia menaikan kepalanya dari pundakku.

“Aniy, jika aku hanya merasakan wajahku memanas tapi dadaku tidak berdegup kencang, aku tidak menyukai orang tersebut kan?” Jawabku dengan sebuah pertanyaan di akhir kalimat. Kulihat dirinya mengerutkan keningnya, ia sedang berpikir.

“Bisa jadi, tapi aku tidak tahu juga. Jika kau menyukai seseorang, jangan menyukainya dengan setengah setengah Chanyeol-ah.” Jawab Jieun, lagi-lagi ia menepuk-nepukan tangannya ke arah punggungu. Sial dasar wanita sok…..eh? mengapa dadaku berdegup kencang saat ia menepuk pundakku?

Aku pun terdiam, Jieun pun ikut terdiam. Hanya volume TV yang terdengar diantara keheningan ini, sungguh kikuk.

 

“Apa yang harus aku lakukan jika aku menyukainya?” Tanyaku pada Jieun, ok aku membuat kesalahan besar sepertinya.

“Aku tidak tahu apa yang biasanya namja lakukan jika menyukai seorang yeoja, tapi yeoja sangat senang saat namja yang menyukainya itu menciumnya. Aigoo sepertinya kau sedang menyukai seseorang ya? Apa jangan-jangan kau bertemu dengannya saat membelikan aku pembalut?” Jawab Jieun, ia langsung membalikan badannya dan mengguncang-guncangkan badanku, memaksaku untuk bercerita.

“Kau tahu kan aku belum mencium seorang yeoja Jieun-ah -,-“ Ucapku putus asa.

“Apa kau tidak pernah menonton film? Lakukan seperti di film-film bodoh!” Jawab Jieun sambil berdecak pinggang.

Ia menatapku dari atas sambil bawah, menatapku dengan tatapan prihatin dan merendahkan. Hey mengapa menatapku seperti itu? Huh wajahku memanas tahu Lee Jieun >.<

 

“Baiklah, akan ku ajarkan bagaimana caranya.” Ucap Jieun sambil membenarkan posisi duduknya, mwo? Mengajarkan caranya beciuman?

“Tapi ini kan first kiss ku.” Bantaku sambil membuat tanda silang di depan mulutku.

“Ini kan hanya pelajaran dan latihan, tidak usah diangap serius bodoh! Baiklah, anggap saja kau sebagai wanita dan aku sebagai pria.” Sergah Jieun sambil menarik tanganku yang menutupi bibirku,

“Pertama kau harus memegang pipi wanita itu seperti ini.” Ujar Jieun. Tangan mungilnya menggapai pipiku, sial.

“Lalu kau harus menatap matanya dalam.” Lanjut Jieun, ia pun menatap mataku. Aku pun mengalihkan pandanganku.

“Hey lihat mataku! Ok baiklah peranmu adalah yeoja jadi tidak apa apa ku rasa.” Sambungnya sambil mencubit bagian pipiku. Kini aku hanya bisa merutuki diriku sendiri, kau ini lelaki Park Chanyeol.

“Lalu kau tatap bibirny, dan dekatkan wajahmu dengan wajahhnya seperti ini.” Ucap Jieun melanjutkan perkataannya. Dan aku pun dapat melihat dari dekat wajah seorang Lee Jieun ini, yeppeo.

Cuppp. Bibir manis itu mendarat di bibirku, entah mengapa tenggorokanku terasa kering dan tercekat. Ia pun melepas ciuman ‘pelajaran’ itu, aku mulai membuka mataku.

 

“Kurang lebih seperti itu, hey bibirmu rasa strawberry Chanyeol-ah hahaha.” Ujar Jieun membuka pembicaraan setelah ‘pelajaran’ itu.

“Ck, kau sudah mencuri first kiss ku, tidak usah mengejekku segala.” Sergahku.

“Nah sekarang giliranmu, kau berperan sebagai namja dan aku yeoja.” Timpal Jieun, dasar wanita ini.

Tanpa membalas perkataannya, kau langsung memegang bagian pipi Jieun dan melakukan apa yang ia ajarkan padaku sebelumnya. Ciuman keduaku diberikan kepada yeoja yang sama…..

 

3 Years later…

 

Author P.O.V

Tepuk tangan yang meriah dari para penonton saat sesosok gadis naik ke atas panggung sambil membawa gitar dan mulai menyanyikan lagunya. Sosok itu, Lee Jieun.

 

“Kamsahabnida~” Ucapnya setelah menyelesaikan lagu yang ia bawakan. Ia pun bergegas menuruni panggung dan kembali ke backstage.

Jieun 3 tahun yang lalu tidak berubah sama sekali, sosoknya yang ceria dan ramah masih melekat di dalam dirinya. Hanya saja, penampilannya jauh lebih baik mengingat dia adalah seorang penyanyi sekarang. Juga hatinya yang kembali membeku setelah dicairkan oleh seorang lelaki beberapa tahun yang lalu, Park Chanyeol.

 

“Jieun ada yang mencarimu.” Ujar salah satu pria di dekatnya.

“Siapa oppa? Fans ku?” Jawab Jieun yang malah memberikan pertanyaan kembali kepada pria itu.

“Aku tidak tahu, dia menunggumu di luar. Temui dia saat kau akan pulang saja.” Jawab pria itu sambil setengah berbisik.

“Memangnya mengapa?” Tanya Jieun kebingungan, pria itu pun hanya mengangkat bahunya dan pergi meninggalkan Jieun

 

 

Pria berhoodie hitam itu masih berdiri di dekat mobil yang akan dibawa oleh Jieun, karena memang sosok itulah yang ia tunggu sedari tadi.

 

“Chanyeol-ah?” Panggil seseorang, tepat sekali Jieun lah orangnya. Sosok pria itu hanya tersenyum kikuk dan melambaikan tangannya kepada Jieun. Wajah yang memanas dan dada yang berdegup kencang seperti yang Jieun katakan, Chanyeol masih merasakannya.

“Aigoo kau semakin tinggi bodoh! >.<” Ujar Jieun berusaha menjitak kepala Chanyeol, untung saja ia memakai high heels kali ini.

“Hehe apa kabar nona Lee Jieun?” Tanya Chanyeol.

“Kau tidak pernah melihatku di TV apa? >.< Jahat aaahh~ Chanyeol aku sangat merindukanmu.” Jawab Jieun sambil memeluk lengan Chanyeol berkali-kali.

“Haha, aku juga merindukanmu.” Balas Chanyeol. Suasana pun menjadi kikuk.

“Ah, pelajaran itu, kau sudah mencobanya pada gadis itu?” Tanya Jieun membuka pembicaraan.

“Belum.” Jawab Chanyeol singkat. Jieun pun menatap Chanyeol heran, Chanyeol pun hanya melirik jok belakang motornya. Mengerti akan lirikan Chanyeol, Jieun pun menaiki motor sport yang dibawa oleh Chanyeol.

 

Sudah hampir seharian Chanyeol membawa Jieun berkeliling Seoul, tanpa tujuan tepatnya. Sudah berapa kali Jieun mencubit perut Chanyeol karena tidak mau menurunkannya.

 

“Turun.” Ucap Chanyeol. Jieun pun menatap sinis ke arah Chanyeol dan melepaskan helmnya.

“Aigoo mengapa ke tempat seperti ini? Ini hampir malam dan udara terasa dingin >.<” Omel Jieun sambil memeluk badannya sendiri.

 

Tiba-tiba sosok Chanyeol memeluk Jieun dari belakang. Sontak Jieun terkejut dan hampir melepas pelukan Chanyeol.

 

“Diam, aku merindukanmu bodoh.” Ucap Chanyeol. Jieun pun terdiam untuk beberapa saat.

“Tapi bagaimana jika netizen melihatku? Bisa-bisa ada rumor nanti.” Sergah Jieun sambil melepas pelukan Chanyeol, ia pun menggunakan mantel yang ia bawa sedari tadi. Chanyeol hanya menatap Jieun miris dari ke jauhan.

“Kau kan sedang memakai masker, tidak ada yang menyadari kehadiran sosok IU seperti di TV kok.” Ucap Chanyeol membela diri. Chanyeol pun kembali melepas mantel yang akan Jieun kenakan, sontak Jieun terdiam dan menatap Chanyeol heran.

“Kau kenapa?” Tanya Jieun ketus. Chanyeol hanya terdiam sambil menimang-nimang mantel yang ia rebut dari Jieun.

 

Matahari yang hampir tenggelam, membuat langit kota Seoul menjadi senja. Ditambah pula angin yang menandakan musim dingin akan datang sebentar lagi, membuat Jieun jengkel dengan perbuatan Chanyeol. Sosok itu kembali memeluk tubuh mungil milik Jieun.

 

“Jangan membantah. Jika kau kedinginan, biarkan aku yang menghangatkanmu saat ini.” Ujar Chanyeol tepat di sebelah telinga Jieun. Jieun yang masih bingung dengn sikap Chanyeol saat ini hanya bisa membalas pelukan yang diberikan olehnya.

“Mungkin hanya hari ini saja aku dapat mengunjungimu, jadi biarkan aku memelukmu.” Lanjutnya. Jieun hanya mengangguk pelan.

 

Entah dimana tempat ini, suasana yang diciptakan benar-benar romantis bukan pinggiran sungai Han ataupun puncak dari Namsan tower. Dinding ‘kikuk’ diantara Chanyeol dan Jieun mulai terpecahkan sekarang.

Perlahan tangan Chanyeol mulai melepas masker yang Jieun kenakan. Jieun hanya terdiam melihat tinggah Chanyeol.

“Pelajaran dari mu, sangat membantuku Jieun-ah.” Bisik Chanyeol. Ia pun mulai mencium Jieun, ciuman yang sama seperti 3 tahun yang lalu, bahkan dengan sosok gadis yang sama.

“Chanyeol-ah kau kenapa?” Tanya Jieun melepaskan ciuman dari Chanyeol.

“Diam, aku belum selesai menciummu!” Jawab Chanyeol, ia pun langsung melanjutkan kembali aktifitas yang sempat tertunda tersebut.

Ciuman itu, masih sama seperti 3 tahun yang lalu. Bibir manis rasa strawberry tersebut kini melekat pada bibir manis Jieun. Cinta yang terhalang karena ‘persahabatan’, malam ini mulai hilang karena sebuah ciuman terakhir yang ia berikan.

-FIN-

Note : Haha ini semacam gagal di ending ya ._. atau semuanya gagal -__- yaudah lah saya masih amatiran dan masih perlu banyak belajar 😀 ditunggu kritik dan saran juga komen yang membangun ^^ annyeong bbuing bbuing~

34 pemikiran pada “Last Kiss

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s