Why Am In Tears (Chapter 2)

Author : jung nara

Title : why am in tears chapter 2

Genre: romance, sad

Main cast : – park jiyeon as jiyeon

–          Oh sehun as sehun

–          Kim jongin as kai

–          Jung  hyemi as hyemi

Support Cast      : Park jieun as eonni jiyeon

Pembukaan:   Annyeong readers 😀 aku datang bawa bawa chapter 2 nih,aku menghormati silent readers tapi sedikit kasih komentar  untuk  koreksi chapter selanjutnya ^^. Langsung aja*bow*

Jiyeon POV

Aku membuka lokerku bermaksud untuk mengambil kamus bahasa inggrisku. Tapi ada sepucuk surat berwarna merah jambu dan bunga lily bunga kesukaanku.

“apa ini” kataku heran.

“itu.. wah itu surat cinta” kata hyemi berbisik kaget.

“yang benar saja?”

“buka saja kalu tidak percaya”

Didalamnya tertulis:

kulihat senyum indahmu saat itu

Dan entah mengapa kurasakan getaran-getaran cinta

Di antara kita berdua”.

“waahh puitis sekali kau punya penggemar jiyeon. Tapi kata-kata ini seperti kukenal?” kata hyemi terkagum-kagum.

“kira-kira ini dari siapa ya ?” kataku.

“manaku tau, aha! Tanyakan saja pada sehun aku pikir sepertinya sehun yang menulis itu”

“sehun?mungkinkah dia?” . kalau memang surat ini dari sehun aku akan sangat senang sebenarnya aku sangat sangat menyukainya.pikirku dalam hati.

“ penasarankan? Tanya yuk sama sehun” kata hyemi menyadarkan dari lamunanku.

“emmm.. hyemi aku malu” jawabku polos.

“hahaha ya ampun Cuma Tanya doang gak apa-apa kali kalau iya gimana coba? Senengkan” kata hyemi.

“emmm.. ta..tapi-“

“hahh ayo deh ga usah tapi-tapi” kata hyemi sambil menarik tanganku kekelas.

Aduh aku ga tau apa jadinya nanti, berharap ga ada sehun dikelas.

“sehun.. sehunn..” sahut hyemi kesana kemari.

“dia ga disini lagi diperpus tuh” kata seorang namja teman sehun.

“oh begitu, gomawo” kata hyemi buru-buru sambil tetap menarik tanganku kali ini menuju perpus.

Aduh aku berharap tidak bertemu sehun, sungguh aku belum siapa melihat apa yang terjadi nantinya.

“nah itu dia” kata hyemi.

Hah? EOTTEOKE?!?!?!.

“sehun Bisa kita bicara diluar” kata hyemi berbisik.

“nee?” jawab sehun agak kaget.lalu mengikuti aku dan hyemi keluar perpustakaan.

“ada apa??” kata sehun kebingungan.

“kau memberikan surat ini pada jiyeon” kata hyemi sambil menunjukkan sepucuk surat merah jambu. Sungguh aku sangat malu, aku hanya menunduk. Tapi aku juga mau kalau-kalau dia bilang ‘iya’.

“surat apa?apa itu?coba aku liat!” kata sehun mencoba mengambil surat berwarna merah jambu itu.

“jadi bukan kau”.kata hyemi.

Sumpah aku sangat malu kali ini aku hanya menengelamkan kepalaku dalam-dalam. Apa hyemi sama sekali tidak malu apa?. Kurasa sekarang sehun telah menatapku penuh Tanya.

“jiyeon..” sahut sehun pelan.

Aih aku tidak tahu harus jawab apa sekarang. “aa.. sehun mi..mianhe” jawabku sambil menunduk lalu menarik tangan hyemi. Saat ini aku tidak berani menatap mata sehun sungguh aku malu malu maluu..

(end jiyeon POV)

Sehun POV

“sehun Bisa kita bicara diluar” kata hyemi berbisik. Kenapa tiba-tiba mereka mencariku, aneh sekali.

“nee?” jawabku agak kaget.lalu mengikuti jiyeon dan hyemi keluar perpustakaan.

“ada apa??” kataku kebingungan.

“kau memberikan surat ini pada jiyeon” kata hyemi sambil menunjukkan sepucuk surat merah jambu. Apa itu? Aku melihat jiyeon yang hanya menunduk. Sebenarnya ada apa?.

“surat apa?apa itu?coba aku liat!” kataku mencoba mengambil surat berwarna merah jambu itu.

“jadi bukan kau”.kata hyemi.

Sebenarnya apa isi surat itu kenapa hyemi menanyakan kepadaku kenapa jiyeon hanya menunduk? Itu yang ada di pikiranku sekarang. “jiyeon..” sahutku pelan.

“aa.. sehun mi..mianhe”jawab jiyeon terbata-bata dan langsung pergi begitu saja. Sebenarnya ada apa sih kenapa jiyeon malah lari?.

(end sehun POV)

Jiyeon POV

Aku menarik hyemi ketempat yang sepi dan aman. Di atap sekolah. yaa kurasa tempat ini sangat aman.

“ya! Benarkan itu bukan sehun” kataku sambil menunjuk surat yang dipegang hyemi.

“lalu siapa yang mengirimkan surat ini, aku benar-benar yakin kalu itu sehun, ku pikir ia menyukaimu”

“mianhe jiyeonnie” lanjut hyemi sambil menunjukan puppy eyesnya.

“yasudahlah biarkan saja” kataku luluh.

*skip*

– di kelas-

Entah mau ditaruh dimana wajahku ini entah kenapa aku merasa sangat malu pada sehun, jujur saja ini pertama kalinya aku bisa sedekat ini dengan seorang namja, jadi ya makannya aku seperti ini.aku berharap park sonsengnim segera datang agar sehun tidak sempat bertanya apapun padaku.

“paarkk sonsengnim dataaangggg”sahut namja yang duduk di dekat pintu.

Huhh untung saja. Dewi fortuna dipihakku sekarang, gumamku dalam hati.

(end jiyeon POV)

Sehun POV

Bel sudah berbunyi tiga kali itu artinya seluruh siswa harus segera masuk ke kelas, namun jiyeon dan hyemi belum juga kembali. Padahal aku sudah ingin bertanya pada mereka berdua. Tidak lama kemudian kulihat mereka masuk kelas, belum sempat aku bertanya park sonsengnim sudah keburu datang.

(end sehun POV)

Jiyeon POV

“baiklah anak-anak saya akan memberikan kalian tugas tapi dikerjakan dengan berpartner, saya yang akan memilihkannya. Ini untuk tugas ‘gerak pada tumbuhan’ kalian harus mengamati tumbuhan putri malu, saya akan beri waktu 1 minggu kedepan” ucap park sonsengnim panjang lebar.

“baiklah langsung saja saya akan memilih partner yang cocok untuk kalian” tambah park sonsengnim.

Sepertinya aku dalam masalah besar. Satu hal yang aku tahu sekarang Demi fortuna tidak berada di pihakku. Haaahh aku dalam masalah besar EOTTEOKE?!?!?!. Dengan siapa nanti aku akan dipasangkan?.

“hyemi dengan …”. Ucap park sonsengninm. Oh tidak ini penentuan bisakah hyemi denganku saja?.

“hyemi dengan jung Nami”. Kyaaa, kenapa Nami kenapa bukan aku saja, tenang jiyeon tenang masih ada yang lain.

“jiyeon kau dengan emmm” ucap park sonsangnim terpotong. Dengan siapa saja jeball asal jangan dengan sehun.

“kau dengan kimjongin ya, ini tidak bisa dirubah saya tidak ingin menerima komentar lagi dari kalian kerjakan tugas saya dengan baik. Saya akhiri pelajaran kali ini sampai bertemu minggu depan” kata park sonsengnim seolah bisa membaca pikiranku.

Aissh tidak dengan sehun sekarang aku sama vampire lagi. Tidak apa-apa jiyeon tenangkan dirimu.

“kai hari ini kau bisakan?” kataku mencoba bertanya pada vampire itu.

“baiklah kita kerjakan di perpustakaan saja setelah pulang sekolah” jawab kai.

“nee baiklah pulang sekolah di perpustakaan” ucapku memastikan.

“ga dapet sehun eehh malah dapet vampire” kata hyemi berbisik ditelingaku.

“aishhh kau ini menyebalkaaaannn!!!” kataku berteriak.

“hehhehehe mianhe, daahhh jiyeon” ucap hyemi sambil pergi bersama partnernya.

*skip*

-pulang sekolah-

“jiyeon aku tidak bisa pulang bersamamu hari ini aku akan mengerjakan tugas bersama Nami” kata hyemi.

“iya aku mengerti, aku juga ingin mengerjakan tugas itu. Hati-hati ya hyemi”

“nee.. kau juga yaa, annyeong”

“ohya kai jaga jiyeon baik-baik ya daahhh” kata hyemi pada kai. Bocah ini masih untung sudah ku maafkan masih mau berbuat ulah lagi.

“ayo kita ke perpustakaan” ajak kai.

“nee..eumm kai apa kau tidak lapar?” tanyaku.  jujur saja aku lapar sekali.

“kau mau makan?baiklah ayo kita kekantin” kata kai.

Tumben dia bicara baik. Apa dia lagi kesambet?.

*skip*

-di kantin-

“kau tidak makan?”tanyaku pada kai.

“aku kenyang cepat selesaikan makanmu lalu kerjakan tugas kita” ucap kai sambil memainkan iPhonenya.

“nee” kataku.

Huh tadi saja baik sekarang galak lagi.

“lalu di mana kita bisa dapat putri malunya?” kataku.

“kau tidak tau ya? Di taman sekolah itukan banyak buat apa kita punya sekolah sebesar ini kalau Cuma tumbuhan liar seperti putri malu saja tidak ada” jawab kai jelas dan padat.

Aku hanya bisa melongo melihat kai berbicara panjang lebar dan lebih banyak dari biasanya. sepertinya dia ini namja yang pintar.

“ah iya kau benar juga” kataku sambil mengaruk kepalaku yang tidak gatal.

Setelah itu suasana menjadi hening. Aku tidak berniat untuk membuat obrolan.sementara kai?dia hanya mengotak-atik iPohenya itu.

“aku sudah selesai ayo kita ke taman belakang” ajakku. Lalu ia mengikutiku ke taman belakang sekolah.

-di taman belakang sekolah-

“bagaimana kita bisa mengerjakan ini, cepat ambil buku yang kita perlukan di perpus!” titah kai.

Selain vampire dia juga suka menyuru-nyuruh orang.huh menyebalkan. Kenapa bukan dia saja. Diakan namja.

“yayaya baiklah” kataku mengalah.

“Perpustakaan itukan dilaintai dua. Kenapa harus aku sih.aishhh” gerutuku kesal.

(End jiyeon POV)

Kai POV

Hari ini aku diberi tugas berpartner oleh park sonsengnim dan aku berpasangan dengan park jiyeon. Yeoja yang kutabrak tempo hari. Yeoja yang juga aku sering amati. Yeoja cantik selain eomma. Ya begitulah aku mengaguminya dari jauh inilah caraku mencintainya dengan mengamati dan menjaga secara tidak langsung.aku tidak bisa merubah sikapku yag dingin seperti ini karena inilah aku.

“bagaimana kita bisa mengerjakan ini, cepat ambil buku yang kita perlukan di perpus!” kataku. “yayaya baiklah” katanya mengalah.

(end kai POV)

Jiyeon POV

Setelah Aku telah memilah-milah buku yang ku butuhkan, ternyata bukunya tidak sedikit dan itu sangat tebal. Kai itu tega sekali sih akukan yeoja mana bisa kubawa buku-buku ini sendirian apalagi ini dilantai dua.dia benar-benar menyiksaku.

Aku berjalan menuruni anak tangga. Aku kesulitan melihat jalan karena wajahku tertutup oleh buku-buku yang kubawa ini.

“minggir-minggir aku mau lewat” seruku. Sungguh aku kutuk kau vampire jahat!!!.batinku.

Kudengar derap langkah menghampiriku, aku tidak bisa melihat wajahnya karena wajahku tertutup buku yang kubawa ini. Aku hanya bisa melihat sepatu seseorang yang menutupi langkahku ini.

“mian permisi aku mau lewat” kataku. Bukannya minggir ia malah mengambil setengah buku yang kubawa, aaahh tidak bukan hampir semuannya. Dan dia adalah sehun.oh sehun. Aku sangat kaget,aku hanya mematung sambil mulutku yang  membentuk huruf ‘o’.

“buku sebanyak ini hanya kau bawa sendirian?” Tanya sehun.

“emm ne”kataku menganguk.

“mau dibawa kemana?”

“ke..ke taman belakang”kataku gugup.

“baiklah.. kajja” katanya sambil tersenyum manis.

“aku taruh disini ya”

“nee.. gomawo,kau sudah sering menolongku, aku banyak berhutang padamu”

“hahaha kau ini bicara apa” jawabnya sambil mengacak-acak rambutku.

BLUSH!

Aku yakin wajahku sudah semerah tomat.

“dilarang keras berpacaran di sekolah, itu tindakan mesum!!!!” kata kai menyela

Aaaaiiiisshhh namja ini benar-benar merusak suasana. “kau tidak terima hah?”kataku ketus.

“sudah-sudah, dengar kai kami tidak berpacaran kau tau” jelas sehun.

“terserah”jawab kai ketus.

“emm.. sehun,aku tidak suka banyak berhutang budi bagaimana kalo besok aku traktir di café didekat taman kota?otte” kataku menyambung.

“besokkan harus mengerjakan tugas ini mana bisa hanya selesai satu hari” sela kai lagi.

“kau kerjakan saja dulu kalau sudah selesai baru kau bisa traktir aku,otte?” kata sehun lembut.

“ah iya baiklah” jawabku. “aku juga ingin menanyakan sesuatu padamu, tapi nanti saja sekalian” kata sehun. “baiklah” kataku sambil tersenyum. “aku pulang duluan ya, jiyeon hwaiting!” kata sehun menyemangati. “nee gomawo” kataku sambil melambaikan tangan.

“sudah pacarannya” kata kai membuyarkan tatapanku pada sehun. “sudah kubilang aku tidak pacaran, kau ini menyebalkan sekali sih, ayo cepat kerjakan,ngomel saja bisanya!”

“cih” jawab kai dingin. Setelah melihat sehun yang begitu manis, aku sampai lupa kejadian tadi siang, huh jiyeon pabo!.

(end jiyeon POV)

Kai POV

Akhrinya dia (jiyeon) datang membawa buku-buku, tapi kulihat dia tidak sendirian dia bersama seorang namja. Sehun. Apa-apaan ini membuatku cemburu saja!!!.

“aku taruh disini ya” kata sehun.

“nee.. gomawo,kau sudah sering menolongku, aku banyak berhutang padamu”

“hahaha kau ini bicara apa” jawab sehun sambil mengacak-acak rambut jiyeon. Kulihat wajah jiyeon  semerah tomat saat rambutnya diacak-acak oleh sehun. Aku makin cemburu buta sekarang apa-apaan dia berani-beraninya bertindak seperti itu.

“dilarang keras berpacaran di sekolah, itu tindakan mesum!!!!” kataku sewot. Entah kenapa aku malah berkata seperti itu. Kata-kata yang tidak terduga olehku.

“kau tidak terima hah?”kata jiyeon ketus.

“sudah-sudah, dengar kai kami tidak berpacaran kau tau” jelas sehun.

“terserah”jawabku ketus.

“emm.. sehun,aku tidak suka banyak berhutang budi bagaimana kalo besok aku traktir di café didekat taman kota?otte” kata jiyeon meneruskaan pembicaraan.

“besokkan harus mengerjakan tugas ini mana bisa hanya selesai satu hari” sela ku lagi.aissh mulut ini tidak bisa di ajak kompromi. Kai babo!

“kau kerjakan saja dulu kalau sudah selesai baru kau bisa traktir aku,otte?” kata sehun melembut. Cih apa-apaan dia?.

“ah iya baiklah” jawab jiyeon. “aku juga ingin menanyakan sesuatu padamu, tapi nanti saja sekalian” kata sehun. “baiklah” kata jiyeon sambil tersenyum. “aku pulang duluan ya, jiyeon hwaiting!” kata sehun menyemangati. “nee gomawo” kata jiyeon sambil melambaikan tangan.

“sudah pacarannya” ujarku. “sudah kubilang aku tidak pacaran, kau ini menyebalkan sekali sih, ayo cepat kerjakan,ngomel saja bisanya!”

“cih” jawabku kembali  dingin.

*skip*

Sekarang pukul 19.00 KST. Dan tugas juga sudah selesai. Aku pikir tidak akan secepat ini. Sepertinya jiyeon ingin segera bertemu Sehun besok.

“akhirnya selesai juga,fyuh” ucap jiyeon sambil mengelus keningnya yang berkeringat.

“ini sudah larut dimana rumahmu?”kataku memberanikan diri. “dekat kok, Cuma naik satu kali bus saja, wae?”. “kau itu gadis masa pulang malam sendirian ini juga karena aku” kataku. “kau kesambet?” jawabnya sambil mengangkat satu alisnya. “tentu saja tidak, kau ini”

Kulihat dia agak berfikir karena ucapanku tadi. “baiklah kau benar ini juga karena kau” jawabnya.

Yeaaahh aku bisa tau rumahnya. Jeongmal kamsha park sonsengnim.

Selama di bus kami hanya diam dan diam aku berfikir dengan pikiranku sendiri dan begitu pula dengannya.dia hanya melihat keluar jendela. Sedangkan aku? Apalagi yang kulihat tentu saja yeoja yang sedang melihat keluar jendela bus itu. Kulihat wajahnya sangat lelah, sepertinya dia mengantuk.

“kau mengantuk?”. Dia tidak menjawab pertanyaanku kulihat dia sudah tidur. Lantas saja aku mendekatkan bahuku agar dia bisa bersandar dibahuku.kekekke ini kesempatan langka bukan?. Sekarang pasti wajahku sudah sangat merah, aissshh aku sangat senang.

Sebentar lagi tempat pemberhentian,bagaimana ini apa harus aku bagunkan?aish dia tidur begitu pulas aku tidak tega membangunkannya.

(end kai POV)

Jiyeon POV

Aish aku ketiduran ada dimana aku?gara-gara mengerjakan tugas sampai selarut ini,tapi kenapa aku disini bukannya aku tertidur di bus?.

“KAU? Sedang apa kau disini?” kataku kaget. “kau itu ketiduran di bus masih mending aku tolong malah membentakku lagi!” seru kai. “lalu kau mengendongku?hah?” kataku dengan nada ketus. “ya terus bagaimana aku sudah membagunkanmu kok” jawab kai. *halah padahal kai bohong noh*

Aish kenapa dia begitu repot?kenapa dia seperti bukan kai yang di sekolah? Kenapa aku jadi merinding liat Kai kaya gini? Aigoo.

“sudah sekarang dimana rumahmu?”kata Kai lembut.

“emm aku, rumahku sudah dekat kau pulang saja terima kasih sudah mengantarku” kataku.

“siapa yang mengantarmu rumahku juga dekat sini jangan GR yaa” ucapnya sambil menjulurkan lidahnya.

Cih jahat lagi, tapi lebih baik seperti ini sungguh aku malah ketakutan kalau dia berbuat super perhatian.

“yasudah annyeong” kataku sambil menjulurkan lidahku tak mau kalah.

“annyeong eonni aku pulang” seruku lemas. “kau baru pulang?”Tanyanya heran. “hmm, aku ada tugas tadi” kataku sambil menuju kamarku. Sekarang aku ingin melanjutkan tidurku yang tertunda ah. “yeonnie mandi dulu sana! Bagaimana bisa seorang gadis tidur tanpa mandi?apa enggak gatel apa?” kata eonni yang sekarang duduk di tepi kasurku ini. “ah eonni Cuma sekali saja aku sangat capek, jebaall” kataku sambil menunjukkan jurus andalan. Puppy eyes. “aish mata itu, arra!” kata eonni sambil menutup pintu kamarku. Yess!! Sekarang aku bisa tidur lagi!!.

“huaaaahh, sudah pagi jam berapa ini?” aku melihat jam bekkerku yang menunjukkan puku 07:00 KST. “kyaaa! Aku telat!!!” tanpa pikir panjang aku langsung melesat ke kamar mandi. eonni kemana sih kok udah jam segini tapi ga bangunin aku tumben banget aku salah apa?pikirku sambil mandi.

Setelah selesai mandi aku langsung mengambil roti. Tapi tunggu, ada kertas disana.

Mianhae jeongmal mianhae aku ada kuliah pagi aku tidak sempat membuat sarapan”

-saranghaeyo jiyeonni ^^

“Aish eon kalau sarapan aku juga bisa di sekolah, paling tidak bangunkan aku kenapa?”gerutuku kesal.

”haduh kenapa busnya lama banget sih?!”.

“mana bisa bus dating secepet kilat”ucap suara yang entah berasal dari mana. Tapi tunggu aku kenal suara ini. sehun. Ya benar dia Sehun sedang menuntun sepedanya.

“kau ini muncul tiba-tiba!” hardikku kaget. Jujur saja moodku sedang berantakan aku tidak bisa mengendalikan emosiku. “ckck pagi-pagi sudah galak, ayo naik” kata Sehun sambil menunjuk-nunjuk jok belakang sepedanya itu. “naik?”kataku sambil menaikkan satu alisku.

“tentu saja! Tidak mau? Baiklah” kata Sehun meninggalkanku. “anio!” kataku langsung naik. “dasar yeoja jelek!” kata Sehun. “aishh!” Saat itu juga Sehun  menambah kecepatan laju sepedanya. “Kyaaa! Sehun paboya! Pelankan laju sepeda mu!” teriakku  panik.

“kau bisa nyetir ga sih?sekarang rambutku berantakan tau!” kataku saat dia memparkirkan sepedanya.

“Mianhae jeongmal mianhae, aku tidak mau gadis manis sepertimu kena hukuman”jawab Sehun lembut.
BLUSH.

Aishh jago banget Sehun bikin terbang. “hahaha kau ini gomawo” kataku melamah. “hahaha nah gitu dong senyum” katanya sambil menyeringai. “hehe kajja” kataku mengajak kekelas.

(end Jiyeon POV)

Sehun POV

Hari ini aku sengaja berangkat lewat apartemen Jiyeon siapa tau ketemu, yaa walaupun aku harus muter jauh dari rumahku. Pucuk dicinta ulam pun tiba jiyeon lagi nunggu bus di halte dekat apartemennya,

”haduh kenapa busnya lama banget sih?!”. Gerutu jiyeon. Aih walauupun sedang marah-marah tetap saja imut!.

“mana bisa bus dating secepet kilat”ucapku. “kau ini muncul tiba-tiba!”jawab jiyeon. “ckck pagi-pagi sudah galak, ayo naik” kataku sambil menunjuk-nunjuk jok belakang sepeda. “naik?”katanya.

“tentu saja! Tidak mau? Baiklah”. “anio!” kataku langsung naik. “dasar yeoja jelek!”. “aishh!”.

Saat itu juga aku  menambah kecepatan laju sepedaku.itu karena aku sangat bersemangat dan juga supaya dia memegang pingangku hehehe.

“Kyaaa! Sehun paboya! Pelankan laju sepeda mu!” teriak jiyeon  panik.

Semoga saja kim sonsengnim belum datang pikirku dalam hati. tiba-tiba jiyeon berhenti di depan pintu kelas. “waeyo?”tanyaku. “emm aku takut” . “arra aku masuk duluan baru kau”

Tok~ Tok ~ Tok.

“annyeonghaseyo”kataku sambil membungkuk. “kalian terlambat? Oh sehun! Park Jiyeon” kata kim sonsengnim galak. “ nee sonsengnim mianhe” jawab kami serempak. “ckck kalian tau ini jam berapa?kalian tidak boleh ikut pelajaranku!” kata Kim sonsengnim mengusir.

“mianhe Jiyeon”kataku. “ye?kenapa minta maaf?”. “ani aku hanya merasa bersalah” “kau sama sekali tidak salah kau telah mengantarku kesekolah dengan cepat” kata jiyeon sambil tersenyum manis.

“apa tugas kelompokmu dengan Kai sudah selesai?”tanyaku. “nee?.. ah tugas itu, ye sudah selesai, waeyo?” jawab jiyeon. “ehmm cepat sekali, eh kau ingat aku ingin mengatakan sesuatu padamukan?”tanyaku lagi. “tentu saja, sebenarnya apa itu?”Tanya jiyeon dengan puppy eyesnya. “pulang sekolah nanti kau ada acara?”kataku mencoba berani walau deg-degan setengah mati sekarang saja udah keringat dingin. “ye?pulang sekolah” kata jiyeon berfikir. Aigoo jiyeon ayo bisa, bisa ya tolong kataku bicara dalam hati. “baiklah, apa aku harus pulang dulu?” “anio ini tidak teralu resmi juga kok” kataku sambil mengacak rambutnya sungguh ini reflek,hehehe. “arraseo” jawab jiyeon salting.

*skip*

-Pulang sekolah-

(end Sehun POV)

Jiyeon POV

Sepulang sekolah aku sudah ada janji dengan sehun untuk jalan-jalan, tapi bukan jalan-jalan biasa aku pikir, dia juga ingin mengatakan sesuatu. Tapi sebelum pergi aku ingin menaruh buku-buku catatan di lokerku kebetulan aku juga janjian di depan gerbang ya lumayan dekat dengan tempat loker.

“surat lagi?” kataku dengan nada rendah. “ckckc  ini sudah kesekian kalinya kenapa tidak muncul saja dasar namja lemah!” ucapku. Aku berharap orang yang mengirim surat ini masih berada di sekitar sini supaya dia mendengar dan berhenti untuk mengirim puisi-puisi seperti ini. Ya aku akui awalnya aku kagum dan senang, tapi lama kelamaan aku malah ngeri terus-terusan dikirimi seperti ini. Dia benar-benar stalker!. Aish kenapa aku jadi repot-repot mikirin seseorang yang ngirim surat ini?lebih baik aku mentingin namja yang nyata. Sehun. Yang sudah menungguku di gerbang depan.

“sudah lama?mian membuatmu menunggu” kataku sambil tersenyum. “eh?ah tidak juga kajja”.

“kita mau kemana? Apa suatu tempat yang bagus?”kataku memulai obrolan. “ya bisa dibilang begitu”jawab sehun yang sekarang sedang menyetir sepedanya dengan tenang. “aku penasaran” kataku.

“penasaran?”ucap sehun yang kini malah menambah kecepatan sepedanya. “kyaaa!kau mulai lagi!” kataku sambil memukul-mukul penggunya,huh aku hampir saja terpelanting. “katanya penasaran, makannya aku percepat” kata sehun dengan nada santai. “ya tapikan!udah jangan ngebut-ngebut”kataku sambil mencubit punggungnya. “awww appo!makannya pegangan” kata sehun nyatai kaya dipantai (?). “pegangan?aku harus pegangan apa” kataku polos. “pingangkulah” kata sehun nyante lagi. “Mwoo?!”

“yasudah ga tanggung kalo jatoh deh” kata Sehun tapi sekarang ga nyante.*bwee* .“yaa! arra!”.jawabku pasrah.sekarang aku cuma bisa senyum-senyum sendiri dan sehun?dia Cuma bisa terkekeh.

“nah sudah sampai” ucap sehun kegirangan. “apanya yang spesial?”kataku dengan nada mengejek.

“tentu saja belum inikan belum dimulai” ucap sehun menyeringai kegantengan/eaak/

“kalau begitu bicara sekarang” kataku. “kau tau kenapa aku membawamu kemari?ini untukmu” ucap sehun sambil memberiku dua tangkai bunga lily kesukaanku.tapi tau dari mana dia?.

“tidak usah bertanya kenapa aku tau bunga itu, bunga itu kuberi dua karena manusia Cuma punya satu pasangan yang isinya dua insan, dan tempat ini tempat spesial bagiku karena hanya orang  yang aku sayangi yang tau tempat ini” kata sehun mendadak puitis. *ajib bahasanya sehun*

Sungguh aku speechles mendengar semua ini aku sangat senang wajahku memanas senyuman mengembang, aku berusaha menutupi ini tapi aku sangat senang sekarang. Sekarang aku jadi ingat surat itu.

“tentang surat itu apa kau juga yang membuatnya?”tanyaku.

-TBC-

Huaah gimana readrs?BTW, Ini adalah fanfic pertama saya. Mohon bantuannya ya kalau misalnya ada yang salah dalam penulisannya. Karena saya kurang mengerti dengan penempatan tanda baca dan ejaannya. Hehehehe.. Kira-kira Sehun jawab apa yaa?#plak pura-pura gatau nyebelin bgt. Ditunggu komentarnya, saya menghormati silent readers, tapi saya ga menghormati plagiat #eaak bahasanya. Ada usul-usul ga?komen aja yak komen hohoho^^.

 

 

Iklan

21 pemikiran pada “Why Am In Tears (Chapter 2)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s