First Love (Chapter 2)

Author : dilhun_sumsuho

 

Title : First Love (Chapter 2)

 

Maincast :

–          Kim Joon Myun a.k.a Suho (EXO-K)

–          Kang Sang Mun (OC)

Support cast : you can find it

Genre : Romance

 

Length : Chaptered

Annyeong yeoreobun~^^ author balik lagi nih bawa chapter 2 nya hehehe^^ mian ya lama chapter 2 nya ^o^v happy reading aja ya~ jangan lupa tinggalin komennya!!!

WARNING : TYPO

(First Love Chapter 2)

Memulai hidupku yang baru bersamanya….

——————————————————————————————————–

Karena aku menyukaimu Sang mun-ah~ tidak bisakah kau melihat itu? Aku sudah menunggumu selama 2 tahun. Tapi kau tidak peka dan tidak melihatku sama sekali. Aku sangat ingin mengobrol dan bercanda denganmu seperti sekarang. Tapi apa boleh buat aku terlalu takut untuk mendekatimua. Aku takut kau akan menangis dan tersakiti olehku. Sampai aku tahu kau di sakiti oleh namja lain dan k au menjadi seperti ini. Aku baru berani mendekatimu. Aku ingin menghiburmu. Sungguh aku tulus ingin mengembalikan senyum indahmu itu tersungging di bibirmu. Aku mencintaimu Kang Sang Mun

Author’s POV

Tidak terasa hari semakin sore dan mereka masih asyik mengobrol seperti teman yang sudah lama tidak bertemu.

 

“Sang mun-ah hari sudah semakin sore. Ayo kuantar kau pulang.”

 

Sang Mun terlihat berfikir.

 

“Eotte?” Tanya Suho lagi.

“baiklah jika kau tidak keberatan” jawab Sang Mun pada akhirnya.

“kajja” ajak Suho.

 

Mereka pun meninggalkan kelas.

 

“kau tunggu saja di gerbang. Aku akan mengambil motorku dulu.”

“nee~…”

 

*Author’s POV end*

 

Suho’s POV

 

Aaah aku tidak percaya aku bisa mengobrol bersamanya selama ini. Ucapku dalam hati

 

“Sang mun-ah ayo naik” ucapku membuyarkan lamunannya.

“aigo~ kau mengagetkanku lagi joon myun-ah” gerutunya.

“mianhae heheehe. Kau ini melamun saja, ayo naik” ucapku.

“ah.. neee”

 

Dia pun naik. Jantungku semakin deg-degan. Aku tidak pernah berfikir aku bisa mengantarnya pulang.

 

“keundae.. joon myun-ah”

“ah arraseo, kalau kau tidak ingin memegang pinggangku pegang saja pundakku.” Ucapku mengerti arah pembicaraannya.

“ah yeee” ucapnya sambil memegang pundakku dengan canggungnya.

 

*Suho’s POV end*

 

Author’s POV

 

Merekapun sampai di rumah Sang mun.

 

“gomawo joon myun-ah” ucap Sang mun setelah turun dari motor sport milik Suho.

“neee cheonma Sang mun-ah” balas Suho.

 

“besok aku jemput ya” lanjut Suho.

“mwoo?” ucap Sang mun terkejut.

“wae? Tak boleh?”

“ah ani… hanya saja aku terkejut”

“jadi?”

“baiklah jika kau tidak merasa di repotkan”

“kalau begitu aku pulang dulu”

“ne~ hati-hati di jalan”

 

Sang mun melambaikan tangan ke arah Suho. Lalu ia masuk ke dalam rumah.

 

*Author’s POV end*

 

Sang mun’s POV

 

“aah melelahkan sekali hari ini” keluhku sambil melemparkan diri di kasur. Tentu saja setelah aku mengganti pakaianku.

 

“besok ada tugas tidak ya?” tanyaku pada diriku sendiri

“ah lebih baik aku tanya saja pada Jupal (Jooyeon)”

 

Aku pun mengambil hand phone yang aku taruh di tas

 

Setelah beberapa saat menunggu

 

“annyeong jupal-ah” ucapku setelah mendengar suara Jooyeon di seberang sana.

 

“anii….. tidak ada apa-apa aku hanya ingin menanyakan besok ada tugas atau tidak hehehe…. Oh tidak ada?….. yasudah jika tidak ada aku tutup ya telfonnya… nee annyeong”

 

Akupun melemparkan hand phoneku ke kasur.

 

“aah membosanan sekali jika tidak ada tugas. Apa yang akan aku lakukan ya” ucapku bertopang dagu di tempat biasa (meja belajar) sambil memandang keluar kamar.

 

Tidak terasa hari semakin malam. Aku tidak tahu seberapa lama aku melamun.

 

Neoui sesangeuro~ yeorin barameul tago~

 

Aku mendengar hand phoneku berbunyi. Langsung saja aku mengambil hand phoneku yang aku taruh di atas kasur.

 

“huh? tumben sekali dia mengirim pesan” ucapku setelah melihat siapa yang mengirimkan pesan.

 

From : Kim Joon Myun

 

Annyeong^^

Kau sedang apa?

Besok aku jemput jam 6 arraseo?

 

 

 

Send : Kim Joon Myun

 

Annyeong^^

Aku sedang membalas pesanmu :p ^o^v

Ne~ akan aku usahakan bangun pagi^o^v

 

 

 

From : Kim Joon Myun

 

Kalau begitu sekarang kau tidur 😉 arra?

Aku tidur dulu yaaa 🙂

 

 

Hahaa tanpa kau suruh juga aku memang akan tidur

 

*Sang mun’s POV end*

 

*keesokkan harinya*

 

Author’s POV

 

“munnie-ah~ cepat bangun! Sekarang sudah jam setengah 6!” teriak eomma Sang mun sembari mengetok-ngetok pintu kamar.

 

“ah yee eomma~ aku sudah bangun” ucap Sang mun sembari bangun lalu menggisik – gisik matanya.

 

Sang mun pun bangun dan segera menuju kamar mandi yang ada di dalam kamarnya dengan langkah yang terhuyung-huyung.

 

“aaah aku masih ngantuk sekali” gerutunya sambil mengacak-ngacak rambutnya.

 

Beberapa menit kemudian Sang mun keluar dari kamar mandi dan sudah mengenakan seragam.

Ia pun turun ke bawah untuk sarapan.

 

“ayo cepat makannya nanti kau terlambat ke sekolah” ucap eomma Sang mun memecahkan suasana yang beku(?)

 

“ne eomma”

 

“eomma hari ini aku tidak usah di antar” lanjut Sang mun.

 

“memangnya kenapa? Nanti kau pergi ke sekolah naik apa?”

 

“temanku kebetulan rumahnya dekat dari sini jadi dia akan menjemputku”

 

“namjachinggumu?”

 

“a-ani.. ani.. dia teman sekelasku eomma”

 

“kenapa kau gelagapan seperti begitu? Eomma hanya bertanya dia namjachinggumu atau bukan”

 

“ani dia hanya chingguku eomma”

 

Tin tin

 

Terdengar suara klakson dari luar.

Sang mun pun bergegas keluar.

 

“eomma aku pergi dulu” ucapnya sembari berlari kecil keluar rumah.

***

“kau sudah lama di sini?” ucap Sang mun memulai percakapan.

 

“ani.. baru saja datang. Ayo naik nanti kita terlambat”

 

“ah nee…”

 

*sesampainya di sekolah*

 

“ayo kita ke kelas” ucap Suho setelah memarkirkan motornya.

 

“kajja” ucap Sang mun.

 

Ketika mereka berjalan bersamaan menuju kelas, banyak sekali mata yang terbelalak melihat Suho dan Sang mun berjalan bersamaan. Tentu saja karena bisa di bilang Suho itu popular sekali di sekolah itu karena dia anak basket. Banyak sekali yeoja yang menyukainya, namun tidak ada yang menarik perhatiannya karena ia hanya tertarik pada satu yeoja. Siapa lagi kalau bukan ‘Kang Sang Mun’.

 

“joon myun-ah” panggil Sang mun dengan suara setengah berbisik.

 

“nee?”

 

“apa kau tidak risih? banyak sekali sepasang mata yang melihat ke arah  kita”

 

“memangnya kenapa?”

 

“tatapan mereka bukan hanya melihat, tetapi ada kilatan rasa benci(?)”

 

“hahaa kau ini ada ada saja. Sudah tidak usah perdulikan mereka”

 

Merekapun sampai di kelas

 

(di kelas)

 

Suho langsung menuju bangkunya. Dan Sang mun pun begitu.

 

Jooyeon yang melihat mereka berdua datang bersamaan tercengang karena kaget. Tapi lebih tepatnya semua orang yang ada di kelas tercengang kaget.

 

Jooyeon langsung menarik tangan Sang mun dengan kasar.

 

“yak! Kau tadi pergi bersama Suho?” Tanya Jooyeon dengan suara yang setengah berbisik.

 

“nee~ waeyo? Aku tidak boleh pergi bersamanya?”

 

“ani ani.. hanya saja aku tidak percaya kau bisa pergi bersamanya”

 

Sang mun tidak tahu harus berkata apa lagi. Untung saja Kyung soonim guru sejarah mereka datang jadi Sang mun tidak usah mengatakan apapun pada Jooyeon.

 

***

 

KRIIING KRIIING

 

Bel sekolah berbunyi tandanya sudah waktunya untuk pulang. Semua siswa siswi berhamburan keluar kelas. Hanya tinggal Sang mun, Jooyeon, dan Suho yang berada di dalam kelas.

 

“annyeong” sapa Sehun masuk ke dalam kelas dengan senyum yang tersungging d bibirnya.

 

“neo wasseo? kajja kita pulang, aku tidak mau berlama – lama di sini. Nanti kita mengganggu dua sejoli ini” ucap Jooyeon jahil kepada Sehun.

 

“yak!” teriak Sang mun sambil mencubit lengan Jooyeon. Suho hanya bisa tersenyum.

 

“hah? Siapa? Sang mun dan Suho?” Tanya Sehun tidak mengeti.

 

“bukan! Yaiyalah siapa lagi?” jawab Jooyeon ketus.

 

“hahaa arraseo kalau begitu kajja chagi-ya kita pulang” ucap Sehun pada akhirnya.

 

“kami pulang duluan ya. Suho-ya hati – hati ya jaga Sang mun mu itu” ucap Jooyeon lalu pergi bersama kekasihnya.

 

“ne~ kalian hati – hati” jawab Suho.

 

“ada apasih dengan mereka? Jahil sekali” gerutu Sang mun.

 

“kajja kita pulang” ajak Suho. Sang mun mengangguk dan mereka pergi meninggalkan kelas dan sekolah.

 

*seminggu kemudian*

 

Sudah sekitar seminggu Suho mengantar dan menjemput Sang mun. mereka semakin akrab dan gossip mereka ada hubungan istimewa sudah tersebar satu sekolah. Ada sebagian orang yang menyetujui jika mereka berpacaran tapi ada pula yang tidak setuju dan mencibir di belakang mereka.

 

(di sekolah)

 

Hari ini ada pelajaran olahraga. Namun guru mereka tidak ada jadi mereka bebas ingin melakukan apa saja.

 

“Sang mun-ah aku ke toilet dulu ya. Kau tunggu di sini” ucap Jooyeon pada Sang mun yang sedang sibuk membaca novel kesukaannya di dalam kelas.

 

“mmm” ucap Sang mun singkat karena ia sedang serius membaca novel.

 

Ketika di tengah jalan Jooyeon melihat Suho sedang duduk menghadap ke lapang basket yang ketika itu sedang sepi. Jooyeon menghampiri Suho.

 

Jooyeon duduk di sebelah Suho.

 

“kau sedang apa sendirian di sini? Kenapa tidak di dalam kelas?” Tanya jooyeon memecahkan lamunan Suho.

 

“ah? ani, aku hanya bosan saja diam di dalam kelas. wae?”

 

“aku ingin bertanya padamu”

 

“ tentang?”

 

“tentang Sang mun dan… kau”

 

“aku ingin bertanya apakah kau serius menyukai Sang mun?” lanjutnya.

 

“tentu saja. Untuk apa aku mendekatinya jika aku tidak menyukainya.”

 

“aku hanya ingin mendengar dari mulutmu saja untuk memastikan kau menyukainya.”

 

“kau tahu? Aku sudah menyukainya dari pertama kali aku bertemu dengannya 2 tahun yang lalu. Hanya saja waktu itu aku masih belum yakin kalau aku menyukainya makannya aku tidak mendekatinya. Namun ketika aku melihat dia sedih karena nappeun namja itu hatiku serasa di remas – remas, aku tidak tega melihatnya di sakiti oleh namja itu. Dari situ aku yakin aku menyukainya” jelas Suho panjang lebar dan menarik napas dalam.

 

“ani.. lebih tepatnya aku mencintainya.” Lanjutnya.

 

“neo pabo?!” ucap Jooyeon sambil memukul kepala Suho.

 

“yak! Apo!” teriak Suho kesakitan.

 

“kenapa kau tidak bilang padaku dari dulu? Kalau kau bilang padaku dari dulu aku akan menjodohkan kau dengannya! Dan dia tidak akan di sakiti oleh namja itu!” ucap Jooyeon kesal.

 

“aku kan sudah bilang waktu itu aku masih belum yakin. Lagian aku ingin mendapatkannya murni dari usahaku sendiri. Aku tidak ingin ada campur tangan dari pihak manapun”

 

“baiklah jika begitu. Aku mendukungmu Suho-ya! Mungkin sekarang waktu yang tepat untuk kau mengambil hatinya, buatlah dia bahagia dan tersenyum arra?”

 

“nee.. arraseo. Gomawo kau sudah mendukungku”

 

“mm cheonma. Aku pergi dulu ya. Fighting!!!” ucap Jooyeon mengakhiri perbincangan dan pergi meninggalkan Suho.

 

*Author’s POV end*

 

Suho’s POV

 

“mm cheonma. Aku pergi dulu ya. Fighting!!!” ucapnya lalu pergi meninggalkanku sendiri.

 

Fighting Suho! Kau pasti bisa mendapatkannya! Kau harus yakin!

 

“oppa~!” sapa seseorang mengagetkanku.

 

“omo! Kau mengagetkanku!” pekikku kesal setelah melihat siapa yang mengagetkanku ‘Kim Yujjin’. Dia adalah yaaaa bisa di bilang dia yeoja yang mengejarku dari pertama kali kami bertemu. Kadang aku risih jika dia berada d sekitarku. Aku tidak suka karena dia bukan tipeku. Dia agresif dan selalu tampil berlebihan.

 

“hehee mianhae oppa. Kau sedang apa di sini sendirian?” lanjutnya.

 

“kau tidak lihat aku sedang apa?” jawabku ketus.

 

“oppa kita ke kantin yuk?” ucapnya mengalihkan pembicaraan sembari menggelantungkan tangannya di tannganku.

 

Aih apa – apaan yeoja ini. Agresif sekali.

 

“tidak.. kau saja aku mau ke kelas” ucapku sembari melepaskan tangannya lalu meninggalkan dia sendiri.

 

Ketika aku berjalan melewati ruang seni, aku mendengar seseorang sedang menangis. Aku tidak tahu harus berbuat apa. Ada rasa takut dan khawatir. Tapi ku beranikan diri untuk masuk. Dan, Astaga! Itu Sang mun! apa yang dia lakukan? Mengapa ia menangis. Aku langsung berlari menghampirinya.

 

“Sang mun-ah! Ada apa? Mengapa kau menangis di sini sendirian”

 

Sang mun hanya mendongakkan kepalanya dan kami pun bertemu pandang. Astaga! Aku tidak kuat melihat matanya. Matanya melihatkan betapa sakitnya dia.

 

“aku….” Ucapnya lirih lalu menangis kembali.

 

Aku tidak tega melihatnya. Tanpa aku sadari kini tubuh mungilnya berada di dekapanku. Betapa tegang tubuhnya.

 

“uljima Sang mun-ah” ucapku sambil mengelus lembut kepalanya. Aku merenggangkan pelukanku dan menghapus air matanya.

 

“Joon myun-ah.. bisakah kau membawaku pergi dari sini?” ucapnya tiba – tiba.

 

“kau ingin kemana?”

 

“bawa saja aku kemana pun yang kau mau. Yang jelas pergi dari tempat ini”

 

“baiklah, kajja kita pergi” ucapku tanpa berpikir bahwa sekolah belum pulang.

 

***

Selama di perjalanan ia hanya diam tidak mengatakan apapun. Begitu juga denganku. Aku tidak tahu harus berkata apa untuk menghiburnya.

 

Tiba – tiba aku merasa ada sesuatu yang menyentuh pinggangku.

 

Omo! Dia melingkarkan tangannya pada pinggangku! Aku tidak percaya itu. Kini kepalanya berada di punggungku. Aku bisa merasakan sesuatu yang basah mengenai bajuku. Apakah dia menangis?

 

“joon myun-ah~ aku capek! Aku tidak ingin terus menerus seperti ini. Tidak bisakah dia pergi menghilang dari muka bumi ini?” ucapnya tiba – tiba.

 

Aku tahu arah pembicaraan dia kemana. Dia sedang menceritakan namja itu. Tapi apa yang ia lakukan pada Sang mun. aku ingin sekali mengetahuinya.

 

Aku hanya diam saja karena aku tidak tahu harus mengatakan apa. Akhirnya kami sampai di tempat tujuan kami. Lotte World, tempat bermain yang cukup besar di kota seoul.

 

“kita sudah sampai” ucapku padanya.

 

“mengapa kita ke sini?”

 

“agar kau merasa terhibur. Oleh karena itu aku mengajakmu ke sini. Kajja!”

 

Kami pun mencoba semua permainan yang ada di Lotte World. Aku melihat Sang mun sudah tidak sedih. Syukurlah kalau ia sudah membaik.

 

“Joon myun-ah kita istirahat dulu yah. Aku capek!”

 

“kau capek? Ayo kita pergi ke taman saja”

 

***

 

“haaah! Capek sekali! Baru kali ini aku mencoba hampir semua permainan! Dan itu sangat melelahkan tapi senang sekali” ucapnya setelah duduk di bangku taman.

 

“nih minuman untukmu, tadi aku membeli di mini market”

 

“gomawo~”

 

“Sang mun-ah”

 

“hmm?”

 

“mian jika aku ikut campur, tapi mengapa kau tadi menangis? Jika kau tidak keberatan bisakah kau menceritakannya?”

 

Aku melihat ada sebercak kekagetan di matanya. Mungkin dia kaget karena arah pembicaraanku yang melenceng.

 

Dia hanya terdiam.

 

“aku hanya kesal saja” ucapnya beberapa menit kemudian lalu terdiam kembali. Tapi sepertinya ia masih ingin berbicara jadi aku hanya menatapnya dan menunggu apa yang akan ia katakan.

 

“kadang dia baik padaku dan mendekatiku, tapi kadang ia menjauhiku. Aku hanya capek saja. Dia melarangku untuk dekat denganmu. Aku tidak suka jika ia mengaturku. Memangnya aku ini siapanya dia?!” lanjutnya sambil menangis.

 

“uljima.. kenapa ia bisa tahu kalau kau dekat denganku?”

 

“mollaseo~ aku pun tidak tahu mengapa dia bisa tahu. Padahal aku sudah tidak berhubungan dengannya selama 1 minggu ini”

 

“sudahlah tidak usah pikirkan namja itu lagi, arra? Kalau kau tetap mendengarkannya kau hanya akan merasa sakit olehnya”

 

“mmm arra”

 

“haaah~ tidak terasa sudah malam. Kajja kita pulang nanti eomonim mencarimu”

 

“Joon myun-ah gomawo~”

 

“untuk?”

 

“untuk semuanya, gomawo~”

 

“ne.. cheonma”

 

*Suho’s POV end*

 

Author’s POV

 

Mereka sampai di rumah Sang mun.

 

“Joon myun-ah gomawo untuk hari ini”

 

“kau sudah berapa kali mengucapkan kalimat itu? Hahaaa”

 

“jinjja? Hahaa saking bahagianya aku sampai mengucapkan kalimat itu terus”

 

Mereka tertawa bersama.

 

“kalau begitu aku pulang ya”

 

“oya ada yang aku lupa, besok kau ada acara?” lanjut Suho.

 

“mmm, ani~ tidak sepertinya. Wae joon myun-ah?”

 

“kalau begitu maukah kau makan malam bersamaku?”

 

Sang mun terlihat terkejut. Dia hanya diam saja. Namun Sang mun terlihat sedang mengerutkan dahinya, menandakan ia sedang berfikir.

 

“mmm baiklah aku mau”

 

Suho sangat lega sekali Sang mun menyetujuinya. Tanpa Suho sadari sedari tadi ia menahan napas saking tegangnya. Namun sekarang ia bisa bernapas lega.

 

“baiklah, aku akan menjemputmu jam 3 sore. Arra?”

 

“ne~”

 

“yasudah aku pulang ya. Annyeong”

 

“annyeong~ hati – hati”

 

*Author’s POV end*

 

Sang mun’s POV

 

Hari ini aku merasa bahagia sekali dan lelah. Aku senang karena ketika aku sedih Joon myun ada di sisiku membuatku sedikit terhibur.

 

“aku harus melupakan namja itu! Harus! Mau sampai kapan aku akan seperti ini?! Aku tidak ingin larut dalam kesedihan jauh lebih dalam. Aku akan mencoba membuka hatiku untuk namja lain!”

 

TOK TOK TOK

 

“nee~ masuk”

 

“kau sudah pulang?” Tanya eomma di ambang pintu.

 

“ne eomma”

 

“dari mana saja? Eomma dan appa cemas karena kau belum pulang”

 

“Jwesonghamnida eomma, tadi aku pergi dulu bersama chingguku”

 

“lain kali jika kau pulang terlambat hubungi eomma atau appa, arraci?

 

“ne~. eomma besok aku akan pergi keluar mungkin pulang terlambat”

 

“kau pergi bersama siapa? Seorang namjakah?”

 

Aku sangat terkejut saat eomma bertanya aku pergi bersama seorang namja atau bukan. Eomma pasti saja selalu tahu apa yang sedang aku pikirkan. Aku tidak tahu harus menjawab apa.

 

“mm n-ne eo-eomma” jawabku gelagapan.

 

“aaah arraseo. Kau boleh pergi dengannya asal kau bisa menjaga dirimu dengan baik”

 

“kamsahamnida eomma”

 

“kalau begitu sekarang kau tidur. Besok eomma dan appa akan pergi keluar kota untuk urusan bisnis”

 

“ne~”

 

*Sang mun’s POV end*

 

Author’s POV

 

Keesokan harinya Sang mun sudah bersiap – siap untuk kencannya hari ini bersama Suho. Ia mengenakan dress diatas lutut berwarna merah muda dan mengenakan high hills 5cm berwarna putih. Ia terlihat sangat cantik dan feminin menggunakan dress dan hills itu. Lekuk tubuhnya sangat indah.

 

Sama halnya dengan Suho, ia sudah besiap – siap untuk kencannya hari ini. Ia menggunakan kaos polos berwarna hitam dan di balut oleh jas yang tidak formal berwarna putih dan menggunakan jeans putih. Sangat tampan!

 

 

 

Waktu sudah menunjukan pukul 2. Suho sudah siap untuk menjemput princess-nya. Dia memilih untuk menggunakan mobil pribadi saja, karena tidak mungkin ia menggunakan motor sportnya untuk kencannya bersama gadis yang ia cintai.

 

Sesampainya ia di depan rumah Sang mun. ia langsung keluar dari mobil dan mengetuk pintu.

 

TOK TOK TOK

 

Suho tercengang ketika melihat Sang mun membuka pintu. Ia sangat cantik sekali. Dan Sang mun hanya diam karena kebingungan melihat Suho yang hanya menatapnya dari atas sampai bawah. Sang mun melihat dirinya sendiri.

 

“apakah ada yang salah dengan penampilanku?” Tanya Sang mun.

 

“a-ani~ neomu yeppeo”

 

“jinjja? Gomawo~ kau juga tampan sekali”

 

“gomawo~ kajja kita pergi”

 

Selama perjalanan mereka terus mengobrol. Mereka terlihat sangat akrab dan cocok sekali. Sampai akhirnya mereka pada tujuan mereka.

 

“omo! Kim joon myun! Kau tidak salah tempatkan?” ucap Sang mun terkejut ketika mereka berada di gedung teater.

 

“ani… memangnya kenapa?”

 

“bukannya kita hanya akan makan malam saja”

 

“hehee mian aku menambahkan jadwalnya. Aku sangat ingin menonton. Tidak apa – apakan?

 

“ah ne~”

 

Mereka jalan berdampingan menuju studio. Ternyata Suho sudah memesan tempat itu jauh – jauh hari.

 

*Author’s POV end*

 

Sang mun’s POV

 

Lampu studio pun dimatikan, bertanda bahwa film akan di putar. Aku merasa sangat canggung saat ini, mengingat bahwa ini adalah pertama kalinya aku berkencan dengan seorang namja. Ku alihkan pandanganku ke arah Joon myun. Aku melihat ia sedang tersenyum antusias menonton film yang sedang diputar.

 

OMOOOOOOOOO!!! SENYUMNYA INDAH SEKALIIIII!!!

 

“kau sedang liat apa? Perhatikan filmnya” Aku terkejut saat Joon myun menatapku dan berkata seperti itu. Aku langsung salting dibuatnya. Aku langsung mengalihkan pandanganku ke depan.

 

Setelah beberapa menit film diputar. Aku merasakan ada sesuatu yang menyentuh tanganku. Ku lihat kini tanganku sudah tidak terlihat karena sekarang tanganku sudah berada di genggaman Joon myun. Aku sangat terkejut dan tegang sekali. Pandangan kami pun bertemu dan sekarang dia sedang tersenyum. Omo! Senyumnya begitu indah sampai – sampai aku tidak bisa bernapas. Nah! Perasaan apa itu?

 

Lama – kelamaan dia menyelipkan jari – jarinya di sela jari – jariku. Aku terlalu kaget untuk membalasnya. Namun ku mantapkan hatiku untuk membalasnya. Dan tanpa aku sadari kini aku bersandar di bahunya. Ia mengelus lembut kepalaku menggunakan tangannya yang sebelah lagi. Dan… dan… ia mencium ujung kepalaku! EOMMAAAAAAA! Aku tidak percaya dengan apa yang aku rasakan sekarang!

 

“apakah kau mengantuk?” tanyanya sembari mengelus lembut pipiku. Aku tidak menjawab aku hanya bisa menggelengkan kepalaku saking terkejutnya. Dan ada yang aneh sekali. Mengapa nada suara Joon myun sangat berbeda dari biasanya? Aih! Mungkin ini hanya perasaanku saja.

 

Setelah film berakhir ia mencium tanganku yang sedang ia genggam. Aku tidak percaya dia melakukan hal itu. Namun anehnya aku tidak merasa risih ketika ia memperlakukanku seperti ini. Aku bahagia sekali dan aku merasa nyaman berada di sampingnya.

 

“kajja kita keluar”

 

Aku hanya mengangguk saja. Ia masih menggenggam tanganku. Erat sekali sampai – sampai mungkin tidak ada celah(?)

 

“kita pergi dulu ke taman bagaimana?” ucapnya.

 

“n-ne~”

 

Sesampainya di taman kami duduk di sebuah gazebo yang tidak ada orang. Aku duduk di bangku dan ia duduk di sebelaku. Ia melepaskan genggamannya. Aku sedikit heran mengapa ia melepaskannya. Aku hanya menatapnya, aku melihat ia sedang menundukkan kepalanya. Ada apa dengannya?

 

“neo gwaenchanna?” tanyaku khawatir.

 

Ia tidak menjawabnya ia hanya terdiam.  Dan tiba – tiba ia berdiri dan berjongkok di hadapanku lalu ia menggenggam erat kedua tanganku namun tetap menunduk. Aku hanya diam aku tidak cukup mengerti ada apa dengannya. Semenjak ia keluar dari studio ia berubah menjadi pendiam dan aku tidak menyukainya.

 

Lalu tiba – tiba ia mendongakkan kepalanya dan kamipun bertemu pandang.

 

“Sang mun-ah aku sudah tidak bisa lagi menahan semua ini. Semakin hari perasaanku semakin menjadi – jadi. Aku selalu mencoba untuk menahan rasa itu hingga waktunya tiba. Tapi aku sudah tidak bisa lagi ini sudah di luar kendaliku” ia terdiam dan aku mendengar ia menarik napas dalam dan mengeluarkannya.

 

“saranghae… jeongmal saranghae Sang mun-ah” ucapnya lirih dan lembut sekali seakan tidak ada tenaga lagi untuk mengucapkan itu.

 

Aku tidak dapat menemukan suaraku. Aku terlalu terkejut mendengarnya. Aku tahu ia tulus berkata seperti itu. Bisa kulihat dari tatapan matanya. Aku hanya diam menatapnya dan tanpa kusadari kini pipiku basah karena air mata.

 

“mengapa kau menangis?” ucapnya lembut sembari menghapus air mataku dengan ibu jarinya.

 

“aku tidak akan memaksamu untuk menerimaku. Dan aku tidak akan memaksamu untuk membalas cintaku. Aku hanya—-“

 

“ANDWAE!” potongku tiba – tiba dan berhasil membuatnya terkejut.

 

“a-aku ingin kau selalu membuatku tersenyum, membuatku bahagia, membuatku merasa nyaman di dekatmu. Aku ingin… aku ingin menjadi yeojachinggumu Joon myun-ah” lanjutku sambil menangis terisak – isak. Mengeluarkan semua yang kurasa, entah itu senang, bahagia, sakit. Aku luapkan di hadapannya.

 

Dia hanya memelukku erat sekali. Seakan takut aku akan pergi, aku dapat merasakan itu. Dan aku dapat merasakan detak jantungnya. Sangat cepat.

 

“aku ingin kau membantuku melupakan namja itu. Aku ingin memulai hariku yang baru bersamamu. Aku tidak akan membuatmu kecewa” lanjutku dalam pelukannya.

 

Ia merenggangkan pelukannya. Ia mengusap pipiku.

 

“jadi kau mau menjadi yeojachingguku?”

 

Aku mengangguk. Dan aku berkata ‘iya’ untuk menegaskannya.

 

“gomawo Sang mun-ah”

 

Kami hanya berpandangan selama beberapa menit. Lalu ia mendekatkan wajahnya dengan wajahku. Aku tidak mengindar, aku terlalu terkejut dan… aku tidak ingin membuatnya kecewa. Tanpa disadari kini aku dapat merasakan lembut bibirnya di bibirku. Dia menutup matanya dan aku pun begitu. Tangannya melingkar d pinggangku dan yang satu lagi di kepalaku. Semakin lama ciuman kami semakin dalam dan intens menimbulkan decakan di malam hari yang sunyi ini yang hanya ada kami berdua. Namun ku dorong dadanya pelan. Aku tahu ia kecewa karena aku mengakhiri ciuman kita. Namun apa boleh buat aku kekurangan oksigen.

 

“kau tahu , kau adalah cinta pertamaku Sang mun-ah”

 

*To be continued*

 

Gimana yeoreobun? Rame? Garing? Gaje? Atau lainnya? Mian ya kalau ceritanya ancur banget ._.v mian juga kalau ga nyambung heheheee^^ jangan bosen – bosen ya bacanya. JANGAN LUPA KOMENNYAAAAAA^^

 

2 pemikiran pada “First Love (Chapter 2)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s