Hello Baby (Chapter 1)

Title                       :  Hello Baby part 1

Author                  : park hana

Cast                       : Oh Sehun, choi Jinri /sulli

Other cast           : Find by your self

Genre                   : Family, fantasy comedy(maybe)

Length                  : Chapter

Rating                   : G

Sebenarnya cerita ini terinspirasi dari anime jepangberjudul  baby ufo, tapi Cuma terinspirasi aja isinya gak sama ko. dan semoga ada yang mau baca FF abal-abal saya ini. Dan hati-hati ada typo dimana-mana karena typo itu keindahan di FF.

_______________________________________

“Seorang pri dan wantia tinggal satu rumah dan mengurus seorang bayi? namun keduanya masih duduk dibangku sekolah dan ternyata bayi tersebut bukan berasal dari bumi. Bagaimana bayi itu bisa sampai ketangan mereka dan dari mana bayi tersebut berasal sebenarnya?”

Begining~~~

“apakah ini benar alamatnya yah?” kata seorang gadis yang sedang memegang kertas dan membawa koper yang sangat besar. Gadis itu memencet bel rumah tersebut dan berdoa agar ini benar rumah yang dimaksud oleh ummanya.

tidak lama setelah gadis itu memencet bel, Pintu pagar rumah tersebut terbuka dan sekarang  seorang pria muncul dari balik pagar tersebut dan membuat gadis itu melebarkan matanya. “Neo ! ! !” teriak histeris gadis itu sedangkan pria itu hanya menatap gadis datar itu.

“sehun-ah siapa yang datang?” seorang lelaki paruh baya kini muncul dari dalam rumah dan menghampiri mereka.  “omona kau sudah datang! !”  teriak  pria paruh baya itu setelah melihat gadis yang sedang berdiri didepan rumahnya sekarang. Tanpa basa basi pria paruh baya itu pun langsung memeluk gadis itu, sedangkan pria bernama sehun itu hanya memandang pria paruh baya yang merupakan  ayahnya dengan tatapan malas. “appa kau genit sekali ! ! !” sehun langsung menarik appa nya yang sedang memaluk gadis tadi.

 

 

“ah jadi kalian satu sekolah yah” kata pria paruh baya atau Tuan Oh yang merupakan appa sehun. “ah, ne ahjussi” jawab gadis itu sopan. “kalau begitu bagus” kata  tuan Oh sambil terus memandangi gadis itu dengan mata yang berbinar dan membuat gadis itu merasa kikuk, sedangkan sehun hanya duduk tenang sambil memainkan PSP nya.

“ jinri-ya apa selama ini kau kesepian tinggal sendirian dikota ini?” tiba-tiba tuan Oh memegang tangan  jinri dan matanya yang berbinar ekarang mulai berkaca-kaca.

“ani ahjussi, karena umma selalu menjengukku jadi aku tak pernah merasa kesepian! ” kata gadis itu atau yang mempunyai nama Choi jinri.

“syukurlah kalau begitu, kenapa tak dari dulu aku bertemu ummamu agar kau bisa tinggal disini dari dulu”  jinri yang melihatnya benar-benar bingung dengan sikap tuan Oh, kemudian dia melirik kearah sehun yang seakan tak bergeming melihat tingkah appanya.

Karena  jinri terlihat sangat bingung akhirnya sehun beranjak dari kegiatannya “hei  ahjussi aku lapar jadi sebaiknya kau memasak” suruh sehun pada appanya itu, sedangkan  jinri hanya melongo tak percaya mendengar ucapan sehun barusan.

“ah iya jinri-ya apa kau lapar?” Tanya tuan Oh masih sambil memegang tangan  jinri namun belum sempat  jinri menjawabnya sehun sudah menarik  jinri “ayo aku tunjukan kamarmu”

jinri benar-benar tak menyangka bahwa teman ummanya itu adalah appanya sehun yang merupakan teman sekelasnya. Tapi walaupun mereka sekelas, selama ini mereka tidak terlalu dekat karena sehun memang termasuk siswa popular sedangkan  jinri hanya seorang siswi biasa disekolahnya. Tapi walaupun popular sehun tak pernah menyombongkan dirinya, itulah kesan  jinri pada sehun.

“anu sehun-ssi kau sangat dekat yah dengan appamu” Tanya  jinri sambil berjalan mengikuti sehun

“ah tidak juga, kami itu rival” jawab sehun enteng ”mwo? Rival?” Kata  jinri kebingungan
“sudahlah lama-lama kau juga akan tahu bagaimana kelakuan si tua Bangka itu”  jinri hanya tersenyum mendengar kata-kata sehun barusan.

“wae?” Tanya sehun heran yang melihat  jinri tersenyum “ani, hanya saja kalian sangat lucu” jawab  jinri kemudian  sehun memutar kedua bola matanya.

“ini kamarmu  jinri-ssi” sehun membuka sebuah pintu kamar dan memasukan barang-barang  jinri yang dia bawa lalu meletakannya didalam kamar itu.  jinri benar-benar takjub dengan dekorasi kamar itu, sebuah kamar bernuansa putih yang sangat cantik dan terlihat seperti kamar seorang putri.

“omona kamar ini bagus sekali, ini dulunya kamar siapa?”

“apa kau suka?ini kamar yang appa dekor khusus untukmu ” sehun sekarang sedang duduk diranjang sambil memandang  jinri yang sedang takjub. Mendengar kata-kata sehun mata  jinri mulai berkaca-kaca karena dia tak menyangka kalau dia akan disambut seperti ini oleh keluarga Cho.

“sudahlah kau tak usah terharu begitu, appa itu memang seperti itu, dia itu terobsesi ingin memiliki anak perempuan” kata sehun enteng.

‘gomawo” kata  jinri sambil membungkuk dan sehun hanya bisa menghela napas panjang kemudian dia berdiri dan hendak pergi dari kamar itu “oh ya  jinri-ssi cepat kau bereskan barang-barangmu dan jika kau perlu aku, kamarku disebelah kamarmu” kata sehun kemudian pergi.  jinri mulai membereskan baju-bajunya, dia benar-benar bahagia karena keluarga Oh sangat baik sama seperti yang diceritakan ummanya.

“ne umma Oh ahjussi sangat baik bahkan dia mendekorasi sendiri kamar untukku dan yang paling aku senang kamar ini bernuansa putih, warna kesukaanku”

“………”

Ah ne umma aku akan bersikap baik pada Oh ahjusssi dan ternyata anaknya itu teman sekelasku”

“……..”

“ jinri-ssi cepat turun appa menyuruh kita makan! !” teriak sehun dari luar kamar

“umma aku mau makan dulu yah, annyeong love you”

Plip~~~

jinri menaruh handphonenya di meja pinggir tempat tidurnya dan langsung pergi menuju meja makan.

Sehun dan Oh ahjussi sudah duduk rapi dimeja makan dan sekali lagi  jinri dibuat kaget karena makanan dimeja sangat banyak. “ayo duduk  jinri-ya” suruh Oh ahjussi

jinri kemudian duduk dan Oh ahjusi memberinya semangkok nasi plus lauk pauknya sangat banyak. “pak tua kau kira dia supir truk? Kau menaruh makanan sangat banyak dipiringnya” protes sehun dan hanya ditanggapi acuh oleh appanya itu.

“ jinri makanlah, ini semua masakanku” kata Ohahjussi sambil tersenyum

“menjijikan! !” guman sehun datar dan langsung mendapat jitakan dikepala dari appanya.

“diam kau anak nakal atau aku akan mengurangi jatah dagingmu dan mengganti semuanya dengan sayuran! ! !”

“aigoo pak tua kau menyeramkan, aku ini bukan kambing” dengus sehun.

“ jinri-ya makanlah yang banyak” kata Ohahjussi tanpa menghiraukan sehun sedangkan sehun menatap murka appanya.  jinri mulai memasukan makanan kedalam mulutnya dan menguyahnya, namun  tiba-tiba Oh ahjussi bertanya lagi pada  jinri “eotte?enak?”

Jinri pun mengangguk “ini sangat enak! ahjussi sangat pandai memasak, aku seperti makanan buatan umma”

Tiba-tiba Oh ahjussi tertunduk dan mulai terdengar isakan darinya, sampai membuat  jinri kebingungan, kemudian  jinri memandang sehun seakan bertanya kenapa Oh ahjussi? apa aku salah bicara? namun sehun hanya mengedikan bahunya dan menatap  jinri seakan berkata sudah biarkan saja.

“ahjussi gwaenchana?” Tanya  jinri khawatir “ahjussi wae?”  jinri benar-benar bingung apa yang harus dia perbuat sedangkan sehun hanya diam dan makan dengan tenang. Oh ahjusi kemudian mengangkat wajahnya dan dengan tiba-tiba dia memegang tangan  jinri “ jinri-ya kau tahu selama ini tak ada yang memuji masakan ahjussi”

“mwo?” kata  jinri singkat “kau tahu  jinri-ya anak nakal itu tak pernah mengatakan hal apapun tentang masakanku, dia hanya makan dan makan seperti itu” kini Oh ahjussi memandang sehun dengan tajam sedangkan sehun hanya menunjukan wajah datar tak bereaksi apapun. “kau lihatkan  jinri-ya” kata Oh ahjussi lagi dan kini  jinri hanya tersenyum kaku.

“hei hei sudahlah kau ini berlebihan pak tua, kalau kau memegangi  jinri terus kapan dia akan makan?” menyadari bahwa omongan sehun ada benarnya, Oh ahjussi langsung menyuruh  jinri makan kembali dan dia pun makan dengan lahap sambil terus tersenyum.

****

“aku berangkat dulu ahjussi” pamit  jinri karena sekarang dia dan sehun akan berangkat sekolah.

“sehun-ah jaga  jinri baik-baik jangan sampai ada yang berbuat jahat padanya” Oh ahjussi terus saja mengoceh tapi seperti biasa sehun tak mendengarkan ocehan appanya itu.

“ jinri-ya hati-hati, kalau ada apa-apa hubungi saja ahjussi” lagi-lagi Oh ahjussi memegang tangan  jinri dan saat hendak memeluknya sehun dengan cepat menarik  jinri dan segera mengajaknya berangkat.

“ayo naik” sehun kini menunjuk boncengan sepedahnya

Jinri tampak kebingungan namun sehun kemudian memandang  jinri seakan bilang duduklah cepat atau kita akan terlambat.

jinri pun akhirnya duduk dan sehun segera mengayuh sepedahnya menuju sekolah. Jarak dari rumah sehun kesekolah memang tidak terlalu jauh jadi mereka tak memerlukan banyak waktu. Sesampainya didekat sekolah  jinri meminta sehun menurunkannya.

“kenapa tidak sekalian saja sampai dalam?” Tanya sehun heran sedangkan  jinri hanya tersenyum “akan jadi masalah  kalau kita terlihat bersama seperti ini, aku bisa di terror oleh fans-fansmu” jawab  jinri kalem “hemh aku tak mengerti dengan wanita, mereka selalu seperti itu”

“baiklah kalau kau tak mau aku takan memaksa” kata sehun dan langsung mencoba mengayuh sepedahnya lagi. “aku duluan ya” pamit sehun.

“ jinri-ya bagaimana rumahmu yang baru? Apa keluarga teman ummamu baik padamu?” Tanya hyebin yang merupakan sahabat  jinri,  jinri hanya mengangguk dan tersenyum “syukurlah” ucap hyebin lega.

****

Seminggu tinggal dirumah keluarga Oh membuat  jinri merasa sangat senang karena Oh ahjussi dan sehun sangat baik padanya, dia tak lagi merasa kesepian  karena harus tinggal sendiri.

“camilan datang! !” teriak Oh ahjussi  menghampiri  jinri yang sedang menonton TV dan sehun yang sedang asik memainkan PSPnya.

“Wow ahjussi ini pasti enak! !” kata  jinri senang melihat tart yang dibawa oleh Oh ahjussi barusan.  “ jinri-ya kau selalu membuat ahjussi bahagia” kata Oh ahjussi dengan mata berbinar seperti biasa.

“tuan Oh anda terlalu berlebihan” kata sehun datar lalu hendak mengambil tart namun dengan cepat Oh ahjussi menahan tangan sehun dan menatapnya sambil tersenyum evil “wae?” Tanya sehun heran.

“tak ada jatah untukmu, ini hanya untuk  uri jinri”

“mwo? YAK!!! Pak tua kau menyebalkan” protes sehun dan menekuk wajahnya. Sedangkan  jinri dan Oh ahjussi hanya tertawa melihat ekspresi sehun. Kemudian Oh ahjussi mulai mendekati sehun dan tiba-tiba memeluk dan mencium pipi sehun.

“YAK! YAK! PAK TUA LEPASKAN AKU! INI MENJIJIKAN SEKALI! ! !” teriak sehun karena kelakuan appanya itu sedangkan  jinri hanya tertawa melihat kelakuan ayah dan anak itu.

“yak! Oh sehun anakku yang tampan walaupun tak melebihi ketampananku, biarkan appamu yang tampan ini memelukmu karena appa pasti akan merindukanmu selama appa pergi” sehun yang semula menjerit dan berontak, kini memandang appanya sama halnya dengan  jinri, dia kaget dan bingung dengan yang diucapkan Oh ahjussi barusan.

“jadi kali ini kau mau pergi kemana dan berapa lama?” Tanya sehun dan Tuan Oh tampak sedih bahkan sekarang matanya mulai berkaca-kaca “Taiwan” jawab Oh ahjussi singkat.  “jadi ada masalah dengan pembangunan sekolah di Taiwan?” Tanya sehun “ya begitulah! jadi appa mungkin agak lama disana” tutur Oh ahjussi lagi.

“ya sudah pergi sana tak usah mengkhawatirkanku, lagipula ini bukan pertama kalinya appa pergi” kata sehun datar dan langsung mendapat jitakan dikepala dari appanya “aku bukan mengkhawatirkanmu tapi menghawatirkan uri  jinri” kata Ohahjussi langsung memandang  jinri sendu.

“ahjussi tak perlu khawatir, lagipula kan ada sehun”  jinri tersenyum lebar agar Oh ahjussi tak menghawatirkannya. Namun kemudian Oh ahjussi lagi-lagi mendekati  jinri dan menggenggam tangan  jinri “ jinri-ya itulah yang aku khawatirkan, kalau aku pergi berarti kau akan berdua dengan anak nakal itu dan aku takut dia melakukan hal buruk padamu”

“yak! Pak tua apa katamu? Kau kira aku orang jahat?” protes sehun tak terima dengan perkataan appanya, namun Oh ahjussi memandang sehun dengan death glare nya.

“jadi apa kau mau berjanji takan melakukan hal yang aneh pada  jinri?” Tanya tuan Oh “geuromnyo!!! pak tuan aku ini lelaki baik-baik bukan lelaki genit sepertimu”

Pletak pletak pletak~~~~
“aw apho” ringis sehun yang sekarang sedang memegangi kepalanya yang kesakitan.

“ahjussi kau tak perlu khawatir, sehun itu orang baik jadi dia tak mungkin berbuat macam-macam padaku” jawab  jinri sambil tersenyum dan kemudian Oh ahjussi berteriak lalu memeluk  jinri. “gomawo  jinri-ya karena percaya pada anakku, aku benar-benar menyayangimu  jinri-ya” kemudian sehun menarik kerah baju appa nya dari belakang “sudah sudah pak tua kau ini lebai sekali! !”

jinri hanya tersenyum melihat sehun dan appanya, karena mereka memang seperti ini dan ini yang membuat  jinri bahagia tinggal dirumah itu.

“Jadi kapan kau akan berangkat?” Tanya Sehun

“emh sebenarnya nanti malam jam 11 malam” kata tuan Oh dengan senyum mengembang dan mengusap tenguknya.

“mwo?” teriak Sehun dan jinri berasamaan “YAK PA TUA INI SUDAH JAM 7 MALAM DASAR KAU MENYEBALKAN! SIKAPMU TIDAK PERNAH BERUBAH!!!!!!” teriak sehun kesal.

“aigoo sehunnie calm down baby appa sudah menyiapkan semuanya, jadi kita berangkat sekarang, kajja” ajak tuan Oh sambil menarik tangan jinri dan Sehun.

****

jinri membuka matanya dan meraba-raba tempat tidurnya berusaha mencari letak handphonenya.  Setelah dia temukan, dilihat jam dilayar handphone nya itu dan sekarang sudah jam 9 pagi dan dia baru bangun. Dia memang lelah karena semalam dia dan sehun pulang pukul  2 malam karena harus mengantarkan Ohahjussi ke bandara.  jinri mulai turun dari tempat tidurnya dan menuju kedapur untuk mengambil segelas air minum.

“ah kau sudah bangun  jinri-ya?” Tanya sehun yang sedang duduk didepan tv sambil main game. Sekarang Sehun memang memanggil  jinri dengan sebutan  jinri-ya karena dia pikir mereka sekarang lebih akrab dan akan terasa canggung jika terus memanggil dengan embel-embel ssi.

“ah ne, mian sehun-ah aku terlambat bangun” kata  jinri sambil mengusap tenguknya karena merasa malu pada sehun.

“ah gwaenchana. cepat kau makan, aku sudah siapkan sarapan untukmu tadi” ucap sehun namun matanya masih terfokus pada layar TV.

“ah ne gomawo sehun-ah. . .”

Bug~~~

Tiba-tiba terdengar suara sesuatu yang sangat keras  berasal dari gudang yang membuat sehun maupun   jinri kaget. “Sehun-ah suara apa itu ?” Tanya  jinri sedikit ketakutan. “molla! tapi rasanya itu berasal dari gudang” jawab sehun yang kini sudah tak fokus pada layar TV nya lagi.

jinri dan sehun  memutuskan untuk melihatnya karena penasaran.  jinri terus saja memegang baju sehun karena ketakutan. “sehun-ah aku takut” kata  jinri dan  kini sehun mengelus punggung tangan  jinri yang sedang memegang bajunya “tenanglah  jinri-ya ada aku” ucap sehun menenangkan  jinri.

Kini mereka sudah berada didepan pintu gudang dan sekarang jantung keduanya berdetak sangat cepat. Sehun sebenarnya juga takut tapi dia tak ingin menunjukannya pada  jinri, karena dia pikir dia harus melindungi  jinri jadi dia harus tegar.

“ jinri-ya kau siap?” tanya sehun dan  jinri hanya mengangguk ragu dengan keringat dingin bercucuran diwajahnya. Sehun perlahan membuka pintu gudang itu tapi tak ada apa-apa disana kecuali sebuah bola raksasa yang diameternya kira-kira setengah meter.

Mereka berdua menghela napas panjang dan lega lalu tersenyum satu sama lain “ jinri-ya tak ada apa-apa ayo kita kembali” ajak sehun namun saat mereka akan pergi tiba-tiba bola raksasa itu meloncat-loncat yang membuat  jinri dan sehun kaget, bahkan saking kagetnya sekarang mereka saling berpelukan. “aaaaaaaaaa~~~” teriak mereka berdua. Lalu mereka terduduk dilantai.

Bola raksasa itu kemudian terbuka dan muncul bulatan cahaya dari dalam bola itu. “s s se hun-ah apa itu?” Tanya  jinri ketakutan masih sambil memeluk sehun “mo mo mo llayo  jinri-ya” jawab sehun tak kalah ketakutan.

“kemudian bulatan cahaya itu mulai memudar dan sekarang bisa mereka lihat seorang bayi sedang melayang diatas bola sambil sedang mengemut jarinya.

Bayi itu mulai membuka matanya  dan melihat kearah  jinri dan sehun yang ketakutan, walaupun mereka bisa melihat kalau bayi itu sangat lucu tapi ketakutan mereka mengalahkan segalanya . bayi itu kemudian terbang mendekati   jinri dan sehun yang mulai terpojok karena sekarang dibelakang mereka adalah tembok “pe per gi pergi” kata  jinri namun bayi itu  bukannya pergi tapi malah tersenyum .

“um ma” kata bayi itu saat melihat kearah  jinri, kemudian  beralih menatap kearah sehun “ap pa” kata bayi itu terbata lalu tersenyum riang.

Sehun dan  jinri hanya bisa saling memandang  kemudian berteriak “UMMA?” “APPA?” teriak  jinri dan sehun bersamaan.

***TBC***

Bagaimana ceritanya ?jelekah ?anehkah? atau terlalu berlebihan kah? Atau kecepetan seperti cerita sebelumnya? Hahaha maafkan saya yang terlau lebai ini. Dan semoga ada yang mau FF saya ini. T____T

 

26 pemikiran pada “Hello Baby (Chapter 1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s