Glory of Love (Chapter 3)

Tittle          : Glory of love (chapter 3)

Author       : Duizhangmeimei

Genre        : Romance, Friendship,angst

 

Main Cast  :

  • Byun Baekhyun (Exo K)
  • Wu Yi Fan/Kris (Exo M)
  • Oh Sehun (Exo K)
  • Kim Joonmyun/Suho (Exo K)
  • Kim Kyuri/Suki (OC)

 

Other Cast : Temukan sendiri ^^

 

Length       : Chaptered

 

Note          : cha ja hao readers^^….. author balik lagi membawa chapter 3… sebelumnya author minta maaf banget karena di chapter 2, author buat ff nya masih kependekan lagi dan kata-katanya masih saja berantakan. Author udah terlanjur mengirim nya, jadi rasanya sayang untuk di edit ulang lagi. Maafin author ya, karena udah ngecewain readers yang udah begitu sabarnya mau nungguin ff author ini.*nangis*

Di chapter 3 kali ini, untuk mengobati rasa kecewa readers, author udah buatin ff nya sampai 8 halaman lebih^^. Semoga chapter yang ini tidak mengecewakan readers lagi.

 

No Plagiat!!!

Give me a COMMENT

Comment readers seperti Suplemen buat author ^^

SIDERS?? JANGAN HARAP BISA KETEMU EXO *author di bakar* #kidding^^

HAPPY READING~~~

 

♥♥♥♥♥♥♥♥♥

 

{Author’s side}

“Byun-ah!!” teriak Kyuri kencang begitu matanya menangkap sosok sahabatnya itu tengah bersandar di gerbang sekolah sambil melipat kedua tangannya dengan wajah tertunduk. Kakinya bergerak maju mundur sibuk menendangi kerikil-kerikil yang ada di sekitarnya. Tanpa memedulikan pelototan tak senang dari para siswa yang berlalu-lalang akibat teriakannya tadi, Kyuripun berlari menuju sahabatnya dengan senyum yang mengembang di wajahnya.

“Kau benar-benar menjemputku!!” seru Kyuri tidak percaya. Wajahnya begitu berbinar-binar seakan-akan namja yang ada di hadapannya itu adalah namjachingunya yang datang untuk menjemputnya. Padahal seumur hidup nya, Kyuri belum pernah memiliki seorang pacar. Jangankan memiliki pacar, jatuh cinta saja ia tak pernah.

Dengan manja Kyuri menggaet lengan Baekhyun lalu mendongak menatapnya yang kini juga tengah menatap Kyuri Dengan bibir mengerucut. di elusnya pipi Kyuri dengan lembut.

“Tentu saja aku akan menjemputmu. Kau kira ucapanku tadi pagi hanya angin lalu saja huh?” Tanyanya dengan nada jengkel yang di buat-buat.

Kyuri tertawa. “Ne…sejak kapan uri Baekhyunnie bisa berbicara serius? Bukankah dari dulu di otakmu hanya ada lelucon saja?”

Rahang Baekhyun seketika saja langsung mengeras begitu mendengar ucapan Kyuri. Ia pun membuang muka, enggan untuk menatap Kyuri. Baekhyun sudah menebak kalau Kyuri akan menjawab seperti itu. Padahal kalimat yang di ucapkannya tadi pagi, mengenai perubahan yang ia lakukan demi Kyuri dan niatnya yang ingin menjemput Kyuri untuk pulang bersamanya itu benar-benar langsung dari hatinya. Tapi Kyuri, dengan teganya ia menganggap ucapan tulus Baekhyun hanya angin lalu saja. Seperti lelucon basi yang tak berharga.

Baekhyun pun menghela nafas panjang lalu kembali menatap Kyuri sambil mengulurkn tangannya. “Khaja…kita pulang.” Ujar Baekhyun dengan wajah datar. Kyuri hanya menyambut uluran tersebut masih tidak menyadari perubahan ekspresi yang begitu kentara di wajah Baekhyun.

Dengan sedikit hentakan, di tariknya tangan Kyuri untuk berjalan lebih dekat lagi dengannya. Saking dekatnya, lengan mereka nyaris saja bersentuhan. Kyuri hendak memprotes dan menepis tangan Baekhyun ketika tiba-tiba saja cengkramannya di tangan Kyuri mengencang. Seakan-akan Baekhyun tidak ingin Kyuri menjauh bahkan sesentipun darinya. Kyuri hanya terdiam menatap Baekhyun dengan tatapan penuh tanda Tanya.

Jujur saja, Kyuri begitu terkejut melihat perubahan mimik wajah Baekhyun. Raut wajah tanpa ekspresi dengan rahangnya yang mengeras. Membuat Kyuri lebih memilih untuk diam dan menelan kembali teriakan protesnya yang nyaris saja keluar.

“Kyuri-ya!!” panggil Baekhyun setelah sekian lama mereka berjalan tanpa mengucapkan sepatah kata apapun. Kyuri mendongak dan mendesah lega begitu melihat raut wajah Baekhyun yang sudah kembali normal.

“Mwoya?”

“Kenapa tanganmu dingin sekali?” tanyanya sambil memasukkan tangan Kyuri ke dalam saku jas sekolahnya. “Padahal sekarang musim panas.” Lanjutnya lalu meremas pelan tangan Kyuri, berusaha mengirimkan kehangatan dari telapak tangannya.

Kyuri mendengus bosan. Entah sudah keberapa kalinya Kyuri menjelaskan perihal kelainan suhu tubuh yang di deritanya kepada Baekhyun. Dan dia masih saja lupa.

“Kelainan suhu tubuh. Ingat?” Kyuri memberengut menatap Baekhyun. Sementara yang ditatap hanya cengengesan tidak jelas sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal.

“Untung saja suhu tubuhku normal. Jadi aku bisa menghangatkan tangan dinginmu ini. Dan tentu saja, mau tak mau kau harus rela menerima kehadiranku yang akan selalu ada di sampingmu seperti ini untuk membuat tanganmu tetap hangat.”

DEG!!

Dada Kyuri berdetak tak karuan merespon ucapan Baekhyun. Ia pun mengalihkan tatapannya dari wajah Baekhyun dan langsung menunduk salah tingkah. Bisa dirasakannya wajahnya memanas saat ini.

“Sungguh, aku tidak bisa membayangkan apa jadinya aku jika seandainya aku mendapati tubuhmu membeku dan tak bisa lagi melihat rona wajahmu yang cantik ini.” Lanjut Baekhyun yang kini berhenti melangkah dan mengelus lembut pipi Kyuri. Membuat jantungnya kembali bereaksi.

“Ya!! B-Byun-ah..tak bisakah kau berhenti menggodaku dengan leluconmu itu?” Tanya Kyuri gelagapan. Ia benci mendapati dirinya yang begitu lemah karena mau saja terbuai oleh mulut berbisa sahabatnya itu.

Kyuri pun mencoba memberanikan diri mencoba mendongakkan kepalanya. Betapa terkejutnya ia mendapati raut wajah Baekhyun yang begitu muram sarat akan kesedihan. Tangannya berhenti mengelus pipi Kyuri.

“Kau anggap ucapanku tadi lelucon?” Tanya Baekhyun nyaris tidak percaya. Untuk ke sekian kalinya Kyuri menganggap Ucapan tulusnya hanya sebuah lelucon belaka.

Baekhyun tersenyum pahit. Di tatapnya sebentar wajah Kyuri lalu dengan segera membuang muka dan melangkah maju.

Kyuri hanya mengikuti di sampingnya dengan wajah tertunduk. Ia bersumpah melihat sekilas ekspresi terluka yang terpancar di mata Baekhyun ketika menatapnya tadi. Kyuri benar-benar tidak mengerti kenapa sahabatnya itu bisa bertingkah aneh seperti ini. Seakan-akan ucapan yang di lontarkan Kyuri tadi telah melukai hatinya. Bukankah yang di katakan Kyuri benar. Lalu kenapa Baekhyun memasang wajah seperti itu?

Tanpa mereka sadari, sejak tadi ada 2 orang namja yang terus mengawasi mereka dari dalam sebuah Volvo hitam yang terparkir tak jauh dari gerbang sekolah. Salah satu dari namja tersebut─ yang tampak jauh lebih muda daripada namja yang ada di belakang kemudi─ tak pernah sedikitpun mengalihkan tatapannya dari 2 sahabat yang berjalan berdampingan itu. Bahkan hingga saat ini, ketika mereka sudah menghilang dari pandangannya, namja itu masih saja menatap kosong jalan yang ada di depannya. Ekspresinya sangat sulit untuk di baca; raut wajah sedih,lega, terluka dan cemburu; semua terpancar di wajahnya yang pucat. Sambil tersenyum putus asa, namja itu bergumam dalam hati.

‘Baekhyun-ssi, apakah kau juga menaruh perasaan pada gadis itu? Kumohon tetaplah berada di sampingnya, karena mulai saat ini, aku akan mencoba merelakan gadis yang sangat kucintai itu menjadi milikmu.’ Namja itupun mendesah pelan lalu menoleh ke samping.

“Siwon Hyung!”

“Waeyo Sehun-ah?”

“Mulai besok, tidak peduli apapun yang terjadi. Aku akan kembali ke sekolah. Aku harus menyelesaikan apa yang belum sempat kuselesaikan sebelum semuanya terlambat.” Ujar Sehun mantab. Ia kembali menatap kosong jalan di depan.

Sehun sudah memikirkan matang-matang apa yang akan di lakukannya besok hingga hari terakhirnya. Dan apapun itu, ia akan siap menerima ganjaran dari apa yang di lakukannya.bahkan jika itu harus terluka sekalipun.

 

♥♥♥♥♥♥♥♥♥

{Kyuri’s side}

aku berjalan di sepanjang koridor sekolah yang masih sepi sambil meneguk milktea hangatku dan menatap lantai dengan tatapan menerawang. Aku sibuk memikirkan perubahan yang begitu drastis pada Baekhyun yang kurasakan sejak kepulanganku dari Kanada 3 hari yang lalu. Raut wajahnya, tatapannya, perlakuannya terhadapku, bahkan gerak-geriknya. Semua begitu asing di mataku.Jika bukan karena suarakhasnya dan tawanya yang lebar, mungkin sampai sekarang aku tidak akan percaya bahwa dia adalah ‘Byun’ku yang dulu.

Dan tadi, ketika aku menyebut nama ‘Oh Sehun’─perihal akan dirinya yang kembali menjadi teman sekelasku─ entah itu hanya perasaanku saja atau bukan,Aku kembali melihat perubahan ekspresi wajahnya. Ekspresi datar dengan rahang yang mengeras. Tak ada kehangatan yang biasanya selalu terpancar dari mata hitamnya, hanya ada tatapan dingin dan kaku.

Aku tak habis pikir, kenapa hanya karena mengucapkan nama ‘Oh Sehun’ saja sudah membuatnya marah. Bukankah mereka tidak mengenal satu sama lain. Sejak dulu Baekhyun hanya mengenal sebatas nama dan statusnya saja yang menjadi musuhku. Karena hampir tiaphari sepulang sekolah aku akan mengomel-ngomel tak jelas sambil memaki-maki meneriaki nama Oh Sehun karena sikapnya yang selalu membuatku naik darah.

Ya! Hanya sebatas itu saja, mereka bahkan tak pernah bertemu sekalipun. Tapi kenapa Baekhyun bisa sekesal itu? Apa jangan-jangan dia sedang PMS?

“Aisssh..” aku mencubit hidungku frustasi. Sambil mendesah pelan aku begumam.

“kau sebenarnya kenapa Byun-ah?”

Aku pun kembali meneguk minumanku dengan mata terpejam tanpa menyadari ada seseorang yang berjalan ke arahku dengan sebuah buku yang menutupi wajahnya. Dan tabrakan pun tak bisa terhindari.

BRUUK!!

PYAAAR!!!

Kami sama-sama terjatuh dengan posisi bokong yang mencium lantai terlebih dahulu. Sambil meringis pelan, ku elus bokongku yang sakit lalu mendongak menatap korban akibat kecerobohanku yang sekarang tengah melongo dengan bola mata yang nyaris keluar. Namja itu menatap bukunya yang kini sudah tak berbentuk lagi akibat terkena tumpahan minumanku. Bibirnya bergetar dengan mata yang berkaca-kaca.

“Catatan fisikaku…huaaa!! Hari ini aku ada ulangan dan aku belum sempat belajar. Huaa!! Eotteohke??? Eotteohke??” namja cantik dan imut itu pun merangkak panik menuju bangkai catatannya yang sudah tak bisa di selamatkan lagi. Dengan berlahan di kibasnya buku itu yang malah membuatnya terbelah dua. Namja itu terperangah dan menatap pasi bangkai catatannya yang tergeletak mengenaskan.

Ku tatap namja itu dengan tatapan bersalah. Ingin rasanya ku tending bokongku sendiri karena telah begitu bodohnya berjalan sambil memejamkan mata. Untung saja suasana di sekolah masih sepi, jadi peristiwa yang memalukan ini tidak akan membuatku menjadi guyonan balas dendam para siswa 1 sekolahan karena telah berhasil membuat salah satu dari idola mereka hamper menangis seperti ini. Tentu saja, karena namja yang tadi ku tabrak adalah Luhan sunbae.

“Su-sunbaenim, jeongmal jwesungeyo.” Ucapku dengan nada penuh penyesalan. Kutundukkan kepalaku sambil menunggu semburan sengit dan makian dari Luhan sunbae.

2 menit…5 menit…

Tak ada sedikitpun makian yang terdengar. Kuberanikan diriku untuk mengangkat kepalaku. Dahiku mengerut begitu mendapati Luhan sunbae hanya menatapku dengan tatapan menyelidik sambil mengerucutkan bibir mungilnya, tampak sedang berpikir keras.

“AH!!” bola matanya membesar menatapku.

“Neo…Nunmuri Yeoja (gadis airmata)!!” tambahnya yang membuat kerutan di dahiku semakin dalam. Gadis airmata? Apa maksudnya?

“Bukankah kau yeoja yang selalu menitikkan airmata Setiap kali kau melihat Kris? Pantas saja wajahmu tidak asing di mataku. Tapi tunggu, apakah kau mengenal Kris?” Tanya Luhan sunbae kini mencondongkan tubuhnya ke dekatku.

Aku terkejut dan mundur beberapa langkah. Tak bisa ku percaya bahkan Luhan sunbae pun menyadari akan tindak-tandukku yang janggal.

“Ya! Kenapa diam saja…apa kau punya hubungan khusus dengannya?” Tanya Luhan sunbae kembali menatapku curiga.

“MWO?!” mataku membelalak kaget. Dengan sedikit gelagapan ku gelengkan kepalaku cepat. “A-aniyeyo, aku tidak mengenalnya. Ja-jadi bagaimana mungkin bisa aku memiliki hubungan dengannya.” Jawabku mencoba meyakinkan Luhan Sunbae. Ia hanya mengangguk samar. Dari raut wajahnya, jelas sekali bahwa ia tak sepenuhnya mempercayai jawabanku itu.

“Geurasseo…sunbaenim, karena aku telah menghancurkan catatanmu, apa yang dapat aku lakukan untuk menebus kesalahanku ini?” tanyaku kembali ke topik awal.

“Ireumi mwoya (siapa namamu)?”

“Kim Kyuri imnida.”

“Geurae Kyuri-ssi, untuk menebus kesalahanmu, aku minta jam istirahat nanti kau dating ke ruangan klub basket di lantai 2 gedung A─” ia sengaja mengantungkan ucapannya yang sukses membuatku penasaran. Ruang klub basket? Kenapa menyuruhku untuk datang ke ruangan itu? Apa mungkin ia akan menyuruhku untuk membersihkan ruangan itu sampai bersih?

“YA!!!Kyuri-ssi, apa kau dengar aku?” sentuhan lembut tangan Luhan sunbae membuatku terkejut. Ku kerjapkan mataku. Ternyata sedari tadi aku keasyikan melamun.

“aku bilang, sebagai tebusannya. Aku memintamu untuk menjadi manajer di klub kami.” Jelas Luhan sunbae sekali lagi. Ia tersenyum ramah lalu meremas bahuku.

“sampai ketemu nanti.”

Ia pun melenggang pergi meninggalkanku yang sedari tadi mematung tak bergerak dengan mulut terbuka membentuk huruf ‘o’.benar-benar terlihat seperti orang tolol.

“Manajer?” bisikku masih tak percaya.

Menjadi manajer klub basket yang terkenal akan namja-namja tampan bak malaikat itu. Menurut Haena, belum pernah ada yang berani memasuki ruangan klub itu kecuali para guru.

“Siswa lelaki saja tidak di bolehin masuk, apalagi yeoja sperti kita…tcih, mungkin DILARANG KERAS.” Ujar Haena tersenyum pahit waktu itu.

Dan sekarang, untuk pertama kalinya. aku─seorang yeoja tulen─akan mejadi siswa pertama yang bisa keluar masuk ruangan klub tersebut sesuka hatiku karena sekarang aku adalah manajer bagi para malaikat tampan yang di puja seantero sekolah itu.

Tak bisa kubayangkan bagaimana ekspresi Haena dan juga siswi 1 sekolahan begitu mengetahui hal ini. Iri, sakit hati, jengkel, dan marah tentu saja. Bagaimana tidak, sebuah ‘pangkat’ yang palin mereka incar dan mereka dambakan untuk mendapatkannya ternyata telah direbut begitu mudahnya oleh anak baru sepertiku.

Aku tertawa bahagia hingga nyaris melompat-lompat karena mendapatkan tebusan hukuman yang begitu sangat menguntungkanku. Aku terus saja melompat-lompat bahagia tanpa menyadari ada sesuatu penting yang kulupakan, KRIS SUNBAE!!!  Mataku terbelalak kaget begitu menyadarinya. Raut wajah bahagiaku seketika lenyap tergantikan oleh raut wajah ngeri bercampur panic yang begitu kentara.

Bagaimana mungkin aku bisa melupakan sosoknya yang selalu membuatku menangis krena merasakan kehadiran oppaku yang begitu nyata pada dirinya. Aku takut akan terus menangis jika bertemu dengannya. Apalagi Kris sunbae sangat membenci wanita, dia pasti akan semakin membenciku jika aku terus bertingkah aneh seperti ini terus─menangis di hadapannya.

“Nan eotteohkkaji (apa yang harus ku lakukan)?” gumamku putus asa. Ingin rasanya ku putar kembali waktu agar aku bisa menolak tawaran Luhan sunbae. Grrr…. Kenapa takdir begitu jahat kepada ku? Kenapa takdir malah semakin membuatku terpaksa harus bertemu Setiap hari dengan satu-satunya namja yang paling ingin aku hindari di dunia ini. Karena nasi sudah menjadi bubur, aku terpaksa harus menghadapi dan menerima takdirku ini. Hei, kutarik kembali ucapanku. Menjadi manajer klub basket bukanlah menguntungkanku. Tapi malah semakin membuatku tersiksa!!!

 

♥♥♥♥♥♥♥♥♥

“Ya!! Hyung..eotteyo(bagaimana)?” rencanamu berhasil?” Tanya Kai penasaran begitu mendapati sosok Luhan tengah melangkah memasuki ruangan klub.Chanyeol yang sedari tadi sibuk mengelap bola basket di tangannya mendongak menatap Luhan.

“Jangan panggil aku Luhan jika rencanaku tidak berhasil.” Jawab Luhan sembari duduk di depan Chanyeol.

“kau yakin akan keputusanmu untuk merekrutnya menjadi manajer klub ini? Bagaimana jika Kris hyung mengetahui ini? Ia pasti akan menentang keras keputusanmu itu. Dia benci wanita hyung.” Tanya Chanyeol resah.

“tenang saja, jika aku sudah bulat akan keputusanku. Bahkan Krispun tak akan bisa menentangnya. Dia akan menerima begitu saja jika menurutku itu baik.” Jawab Luhan tersenyum. Chanyeol hanya mengangguk mengerti.

“lalu bagaimana dengan catatan fisikamu hyung?”bukankah itu sangat berharga bagimu. Mengingat sebentar lagi kau akan menghadapi ujian akhir” Tanya Kai menimpali.

“Gampang saja, aku tinggal meminjam catatan Kris dan menyalinnya kembali.” Ujar Luhan santai kini meletakkan kakinya di atas pangkuan Chanyeol.

“Kau gila hyung, kau bahkan rela mengorbankan catatanmu hanya untuk membuat gadis itu menjadi manajer kita.” Kata Kai takjub.

Luhan hanya diam tak menjawab. Ia benar-benar ingin tahu ada hubungan apa mereka berdua. Apalagi melihat gerak gerik gadis tadi. Luhan yakin ada sesuatu yang di sembunyikan gadis itu. Dia benar-benar tak mengerti mengapa Kyuri selalu menangis Setiap melihat Kris. Dan mengapa Kris selalu mendapati semacam ingatan asing Setiap melihat gadis itu. Maka dari itu, untuk mendapatkan semua jawaban atas semua pertanyaannya itu, Luhan harus rela mengorbankan catatan fisikanya yang berharga.

♥♥♥♥♥♥♥♥♥

{Kyuri’s side}

 

Aku berjalan dengan lesu menuju kelasku sambil meneguk minuman yang baru kubeli tadi untuk menyegarkan tenggorokan ku yang mongering. Aku mendesah begitu melihat suasana di ambang pintu kelasku begitu ramai dan penuh membuatku enggan untuk melewatinya. Ingin rasanya aku pindah kelas menuju kelas Haena mengingat tak ada satupun siswa yang ku kenal ataupun berniat mengenalkan dirinya padaku di kelas ini.

Sambil mengirup nafas dalam-dalam, akupun menerobos kerumunan itu. Telingaku memanas begitu merasakan tatapan tajam dari mereka yang menghujam langsung punggungku.

Begitu sampai di dalam kelas, aku menghembuskan nafas lega. Dengan spontan, ku lirik sekilas mejaku yang berada di pojok belakang. Bola mataku membesar tiba-tiba begitu mendapati kursi kosong yang tepat berada di sebelah mejaku kini tengah diduduki oleh seorang namja. Aku tidak tahu siapa dia karena namja itu tengah menunduk sibuk membaca sesuatu di atas mejanya. Apalagi namja itu menutupi kepalanya dengan tudung jaketnya yang bercorak segi 6 bertuliskan ‘EXO’ menambah kesan misterius di dirinya.

Merasa sedang diperhatikan, namja itu mendongakkan kepalanya dan sekejap saja mata kami bertemu. Di tatapnya aku sebentar lalu kembali menunduk menatap buku di mejanya.

Berbeda dengannya, aku malah terpaku menatapnya dengan wajah terkejut. Tanpa sadar, sudut bibirku tertari ke atas begitu mengenali wajah namja tersebut. Tak bisa aku lukiskan betapa bahagianya aku hingga aku nyaris saja meneteskan air mata. Tak kusangka aku begitu sangat merindukannya lebih dari yang ku bayangkan. Hingga rasanya perasaan itu menggerogoti tubuhku dan menciptakan gelombang sensasi yang sangat menyenangkan ketika akhirnya, dalam kurun waktu 3 tahun, aku bisa kembali menatap wajahnya.

Jantungku berdegup begitu kencang. Ini bukanlah debaran yang sama seperti yang ku rasakan Setiap kali aku ada dalam pelukan Baekhyun ataupun Setiap kali aku menatap Kris sunbae. Debaran ini begitu memabukkanku, di Setiap irama detakannya yang menghentak keras, meninggalkan getaran yang begitu menyenangkan di hatiku. Seakan getaran itu membawaku terbang melayang ke angkasa.

Detik itu juga baru kusadari. Untuk pertama kalinya dalam hidupku. Aku merasakan bagaimana rasanya jatuh cinta. Ya! Aku mencintai namja itu. Tanpa ku sadari yang ternyata perasaan ini sudah tumbuh begitu lama di hatiku.

Dengan semangat yang meggebu-gebu, ku hampiri namja itu mencoba bersikap tenag walaupun saat ini jantungku berdegup 2x lebih cepat.

“Oraenmaniyeyo(sudah lama tidak bertemu) Sehun-ah” ujarku tersenyum begitu lebar sambil mengulurkan tanganku tepat di depan wajahnya.

Sehunpun mengangkat wajahnya dan menatap ku tanpa ekspresi. Mata coklatnya yang begitu dingin menusuk langsung hingga ke bagian terdalam mataku. Bisa terlihat dari raut wajahnya ia begitu terganggu akan kehadiranku. Di tepisnya tanganku yang terulur dengan kasar.

“Nugu…seyo (kau..siapa)??”

 

 

 

 

 

 

 

TBC

 

Bagaimana readers? Apakah sudah puas dengan chapter yang ini??? Atau ini masih kependekan? 😮

Di mohon commentnya yaa…. Author PASTI bales kok…PASTI PASTI BANGET!!

Comment readers bagaikan suplemen penambah semangat author untuk ngelanjutin ff yang konfliknya begitu rumit yang cukup menguras otak ini….

SIDERS?? JANGAN HARAP BISA BERTEMU EXO *ngehehehehe #kidding^^

 

15 pemikiran pada “Glory of Love (Chapter 3)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s