After Four Years Has Passed

Tittle               :  After Four Years has passed

Cat                  :  Exo-M(rahasia ya…XD) and Yeoja

Genre              :  Romance

Length            :  Ficlet

Author            :  Yen Yen Mariti

Gadis itu bagai terlahir kembali sejak empat tahun yang lalu. Dia berhenti tertawa, dia berhenti tersenyum. Dia berhenti melihat langit yang cerah, dia berhenti menikmati tetesan air hujan. Dia berhenti menulis syair-syair indah, dia berhenti bernyanyi. Semua yang berhubungan dengan masa lalunya ada di lemari besar yang terletak di kamarnya. Dia menyimpan semuanya di sana dan dia berharap semoga suatu hari nanti benda-benda tersebut akan musnah sejalan dengan pikirannya.

 

“Kembalilah ke club musik, kami membutuhkanmu.” Entah sudah yang  keberapa kalinya temannya meminta agar dia bersedia kembali. Kembali menjadi dirinya yang sebenanrnya, yang selalu membawa notes kecil, pensil dan gitarnya kemanapun. Semua orang merasa kehilangan dirinya.

“Maaf aku tidak bisa,” dan untuk kesekian kalinya pula dia menolak permintaan temannya dengan halus.

Baginya, syair dan musik adalah sesuatu yang menyakitkan. Dia kehilangan seseorang yang begitu berharga baginya karena hal sepele—musik. Dia bersumpah akan melupakan semuanya dan memulai hidup yang baru. Tanpa musik dan tanpa banyangan pria itu.

Tapi setiap kali dia setengah berhasil melupakan pria itu hujan datang dan mengingatkannya akan kenangan-kenangan mereka. Langit yang selalu cerah seakan membuka luka lamanya. Tapi gadis itu tetap mencoba dan mencoba setiap detik dia bernafas.

 

 

“Kumohon kak, ajari aku.” Adik kecilnya memohon padanya dengan mata memerah di suatu pagi yang mendung. Adiknya tahu bahwa gadis itu sudah berhenti melakukan semua yang pernah dilakukannya dulu.

“Baiklah,” desahan nafasnya menyatu dengan embun pagi yang sejuk. Dia membuka lemari besarnya secara perlahan dan dengan berat hati dia meraih gitar berwarna kayu oak dengan permukaan yang sudah berdebu—saking lamanya dia tidak memainkannya.

Sekilas dia merasa kembali kekehidupannya yang dulu “A-B-C-D-E-F-G, coba kau ulangi. Letakkan jarimu di sini,” apa yang dikatakannya membuat dia mengingat sesuatu. ‘A-B-C-D-E-F-G, coba kau ulangi. Letakkan jarimu di sini,’ pria itu mengatakan hal yang sama saat pertama kali mengenalkan gitar padanya.

“Ya Tuhan—“ dia dapat melihat langit yang hitam lewat kaca rumah mereka yang besar, dan air mulai mengaliri dinding kaca. Dia mengingat satu lagi kenangannya saat bersama pria itu.

Gitar dan hujan.

Dia mati-matian menahan air matanya yang mendesak ingin keluar. Dan dia bertanya-tanya pada hujan ‘Apakah dia masih menyukai hujan?’

Hari ini usahanya untuk menghapus banyak kenangan sia-sia.

 

 

“Kakak terima kasih sudah mengajariku bermain gitar. Sebagai hadiahnya aku akan memberikan tiket konser gratis. Ayo kita pergi bersama.”

Konser, musik, gitar.

Gadis itu mendesah frustasi. “Ya,” dia mengukir senyum hambar pada adiknya.

 

 

Alunan musik yang indah membuatnya sedikit tersenyum ketika memasuki ruangan konser. Dia bersyukur setidaknya suasana konser sangat teratur dengan penonton yang duduk rapi di bangku masing-masing.

“Dia pendatang baru, suaranya sangat bagus dan permainan gitarnya sangat menakjubkan.” Adiknya berbisik, dan gadis itu hampir tertawa mendengarnya—Adiknya bertingkah seperti orang dewasa.

Suara gitar yang mengalun lembut dan suara nyanyian yang mulai terdengar memanjakan telinga gadis itu. Dia hanya memejamkan mata, sudah begitu lama dia tidak membiarkan telinganya menikmati alunan musik yang indah.

Bibirnya ikut mengucapkan lirik yang tengah mengalun.

“Kakak kau tau lagu ini?”

“Ya”

“Sejak kapan?”

Mendadak jantungnya seakan berhenti. Dia bertanya pada dirinya sendiri ‘Sejak kapan aku mengenal lagu ini?’ dengan mata yang berkaca-kaca dia melihat si penyanyi yang ada di atas panggung yang tengah bermain dengan gitarnya.

‘Sejak empat tahun yang lalu’ ingatannya menjawab. Empat tahun yang lalu di atas rumput yang basah, di bawah pohon oak tua dan bersama hujan yang indah mereka menulis lirik bersama dan memetik gitar bersama.

Gadis itu semakin banyak mengingat kenangannya bersama pria itu. Pria yang begitu dicintainya, pria yang mengajarinya bermain gitar, pria yang menciptakan banyak lagu bersamanya dan pria yang memutuskan untuk berpisah darinya sejak empat tahun yang lalu.

“Chen—” suara seraknya hampir tak terdengar. Wajahnya yang pucat mulai dialiri air mata yang dingin.

Malam ini dia mengingat semuanya dengan jelas, dan gadis itu menyadari satu hal ; gadis itu masih mencintai Chen.

Ketika suara tepuk tangan terdengar di ujung lagunya, gadis itu menyadari satu kemungkinan ; Chen mungkin telah melupakan cinta mereka.

#The End

 

Ini hanyalah ff iseng, saat hari hujan dan lagunya IU-Rain Drops mengalun di winamp  membuat tangan saya tergerak untuk mengetikkan beberapa kata. Maaf jika ff ini tidak memuaskan, ini hanyalah inspirasi mendadak. Muehehehe XD

Follow my account twitter @6002yen

 

23 pemikiran pada “After Four Years Has Passed

  1. Thor!!!!!!!!!!!!! Sumpah gue kesel sama lo!! Kenapa ceritanya nge-gantung kayak gini?! Gue penasaran thor!! T-T Gue lagi menghayati itu alur cerita. Eh, malah end-_- Lanjut ah thor-_- Lanjut! Lanjut! Ahahaha^^

  2. Are You Kidding me ..
    Bangsanya Author ni temenku sudah aku cekik biar matii >_<

    Kenapa Jadi Menyedihkan beginiiii hyaaa akui speechless liat kisah begini OMG !!! This Is Perfact …

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s