Dilemma

Author : xoxo_baekhun

Cast:

Shin SeeRa

Kris WuFan

Yoon JaeKyung

Other Cast: Find it!~

Genre : Romance, University Life, Friendship, Family

Note/Sekedar info : Shin Seera disini adalah adik dari Shin Heera (dari FF Turn Back :p) and this is the longest FF i ever made 🙂

***

-SeeRa POV-

Pernahkah kalian merasa gugup ketika bertemu dengan seseorang? Pernahkan kalian merasa tak sanggup ketika sedang bertatapan dengannya? Pernahkah kalian merasa senang berada didekatnya? Atau bahkan, pernahkah kalian merasa dunia ini tak adil terhadap dirimu karena kau tak bisa selalu berada disisinya?

Ya, itulah yang aku rasakan belakangan ini. Beberapa bulan terakhir ini kami menjadi semakin dekat. Ia sangatlah ramah, ia juga baik hati, serta ia selalu berada disampingku akhir-akhir ini. Yaa..,meskipun aku baru mengetahui modusnya mendekatiku selama ini.

“Ya! Shin Seera!!”

Aku langsung berbalik, mencari arah suara yang memanggilku. Ia tampak tersenyum dan melambai-lambaikan tangannya kearahku. Kulihat di taman sudah ada namja itu, namja yang telah berhasil membuatku jatuh cinta.

Aku langsung berjalan cepat menuju kearahnya sambil membawa beberapa buku di tanganku.

“Sunbae” Sapaku ketika aku sudah berada dihadapannya

“Ya! Neo jinjja. Aku kan sudah memberitahumu untuk tidak memanggilku dengan sebutan ‘sunbae’. Terasa seperti aku ini benar-benar sudah tua. Aku tidak suka itu” Ucapnya sembari berdecak kesal

“Aniyo, sunbae. Begini lebih baik. Bagaimanapun kau tetap seniorku, tidak mungkin aku hanya memanggilmu dengan nama, kan?” Tanyaku sambil tersenyum geli melihat reaksinya barusan

“Ah, kau ini. Kau bisa memanggilku ‘oppa’ atau namaku saja tanpa berbagai macam embel-embel seperti yang biasa kau gunakan”

Aku hanya diam dan memilih untuk tidak membalas perkataannya. Kini ia sudah duduk dibawah pohon besar di area taman kampus, dan menepuk pelan rumput disebelah kanannya, mengisyaratkanku agar duduk disebelahnya.

“Otte?” Tanyanya tiba-tiba setelah aku telah duduk disebelahnya

“Ne?” Tanyaku bingung sambil menoleh cepat kearahnya

“Neo chingu, otte?”

Yap! Harusnya aku sudah dapat menebak jalan pikirannya, bahkan ketika ia memanggilku tadi. Ya, apalagi kalau bukan sahabatku, Yoon Jaekyung yang telah berhasil merebut perhatian seorang pria tampan disebelahku, Kris sunbae.

“Eii, neo gwaenchanna?” Tanyanya ketika melihatku hanya diam

“O? N..Ne” Jawabku lalu berusaha tersenyum kecil

“Apa Jaekyung tertarik padaku?”

Pertanyaannya kali ini benar-benar membuatku terkejut.

“Saa..Sunbae. Pertanyaanmu benar-benar terlalu spontan” Ucapku lalu tertawa tipis menahan kaget

“Wae? Lagipula kau sudah tahu kalau aku menyukainya, jadi apa yang perlu aku tutup-tutupi lagi, o?” Tanyanya sambil mendorong bahuku pelan dengan bahunya

“Ah, ye”

“Jaekyung…. Kurasa ia tertarik padamu” Sambungku sambil menoleh kearah lain, berusaha menahan air mataku

“Jinjjaa?” Tanyanya dengan suara yang terdengar sangat antusias

“Ne” Jawabku sambil mengangguk kearahnya

“Woah. Daebak. Ya! Kau mau kan membantuku untuk pergi berkencan dengan Jaekyung?” Tanyanya sambil mengeluarkan puppy eyesnya

Entah setan apa yang merasuki tubuhku, aku hanya menjawabnya dengan anggukan pelan dan senyuman manisku. Entah kenapa, aku tak pernah bisa menolak permintaan Luhan sunbae, meskipun permintaan itu sebenarnya sangat menyakiti hatiku.

“O. Seera-ya, aku ada kelas 5 menit lagi. Sepertinya aku harus ke kelas sekarang” Ucapnya tiba-tiba seraya berdiri

“Ah, ye” Jawabku tetap duduk diposisiku sedari tadi

“Baiklah, kalau begitu, aku pergi dulu. Annyeong” Ucapnya lalu membalikan badannya dan berjalan ke kelasnya

“Annyeong” Ucapku ketika ia sudah berada jauh, yang tentu saja tak dapat dilihat olehnya

‘Pabo, Seera-ya! Apa yang kau lakukan?!’ Batinku dalam hati

***

 

-JaeKyung POV-

“Seera-ya, kau darimana?” Tanyaku ketika melihat Seera masuk kedalam kelas

“Aku baru saja datang,kyung-ah” Jawabnya pelan lalu duduk disampingku

“Tidak biasanya kau datang jam segini”

“A..Aku tadi harus menemani Eonnie ku dulu” Jawabnya lalu mulai membaca buku Ekonomi

“Jinjja? Kemana?” Tanyaku penasaran

Ya, aku memang tipe orang seperti ini. Aku selalu mencari tahu segala sesuatu tentang orang lain. Hehehe. Aku memang tipe wanita yang suka ikut campur terhadap masalah orang lain.

“Annyeong hasseyo, anak-anak” Panggil Lee Songsaengnim yang tiba-tiba masuk kedalam kelas

“Sstt. Lebih baik kita mengobrol nanti saja” Bisik Seera pelan

Aku pun membalikan badanku kearah papan tulis dan mulai mendengarkan ceramahannya.

‘Huft, membosankan’

***

 

-Kris POV-

Tiap kali aku melihatnya, hatiku selalu saja berdegup kencang. Kurasa aku benar-benar menyukainya, ia memiliki kepribadian yang ceria dan lucu. Akhir-akhir ini aku selalu memperhatikannya, bahkan aku sampai rela meminta bantuan dari sahabatnya sendiri agar dapat dekat dengannya.

“Kris, kau mau ikut kami bermain sepakbola tidak?” Tanya SuHo, sahabatku

“Aniyo. Aku sudah ada janji dengan seseorang. Lain kali saja ya” Jawabku singkat, lalu pergi keluar kelas

Sore ini aku memang sudah memiliki janji bersama Jaekyung. Ani, sebenarnya Seera lah yang akan mempertemukanku dengan Jaekyung. Ia akan memperkenalkanku pada Jaekyung untuk pertama kalinya.

Kini aku sudah menunggu mereka di taman kampus, tempat dimana aku dan Seera sering bertemu. Lama kutunggu mereka, tapi mereka tak juga datang. Niat ku untuk mengirimkan pesan singkat kepada Seera pun hilang ketika kulihat gadis yang telah menarik perhatianku akhir-akhir ini tiba-tiba datang sambil berlari kecil.

Aku pun dibuat terkejut karena kusadari Jaekyung ternyata menuju kearahku.

“Annyeong” Sapanya dengan senyum gigi nya yang khas

“Annyeong” Balasku kaget tetapi tetap menunjukan sisi kerenku

“Kau pasti menunggu Seera kan?” Tanyanya sambil tetap menunjukan senyuman indahnya yang mampu membuat hatiku tenang

“Ah, ye” Jawabku singkat

“Seera sedang ada kelas mendadak sore ini dan tadi ia menyuruhku untuk datang ke taman dan bertemu denganmu”

“Oh jinjja?”

“Ne. Ada-ada saja anak itu. Ia bilang bahwa seseorang bernama Kris sunbae tertarik padaku” Ucapnya sambil tertawa

DEG! Omo! Aku pun hanya dapat tersenyum kikuk sambil menggaruk kepalaku yang sebenarnya tidak gatal.

“Wae?” Tanyanya bingung melihat gelagat anehku

“Ah, gwaenchanna. Aku tahu Seera hanya bercanda, lagipula tidak mungkin seorang sunbae sepertimu menyukaiku kan? Hahaha” Sambungnya lagi

“Yang dikatakan Seera memang benar. Aku memang sudah lama tertarik padamu, hanya saja aku bingung harus memulai darimana, jadi aku meminta bantuan Seera agar bisa mendekatimu” Jelasku serius sambil menatap kedua mata hitamnya

“Aigoo sunbae, berhentilah bercanda. Ini bukan april mop”

Aku pun hanya bisa tertawa kecil melihat tingkah lugunya.

“Aku tidak bercanda dan tidak pernah bercanda” Ucapku singkat

“Aku harap kita bisa semakin dekat dan saling mengenal satu sama lain” Sambungku lagi

Ia pun hanya tertawa mendengar segala pengakuanku.

***

 

-Seera POV-

Sudah kuduga sebelumnya, usaha bodoh ini memang berhasil mendekatkan Jaekyung dengan Kris sunbae. Kenapa aku harus terlahir sebagai seseorang yang sangat pengecut seperti ini? Kenapa aku tak pernah bisa menolak setiap permintaan Kris sunbae untuk membantunya agar bisa dekat dengan Jaekyung?

Aku terlalu mencintainya hingga aku takkan mampu menyakitinya, meski hatikulah yang selalu tersakiti mengingat kenyataan pahit ini.

‘Mencintai seseorang yang tak pernah mencintaimu?’ Ckckck. Tak pernah terpikir dalam benakku, kejadian seperti ini akan menghampiri kehidupanku.

“Seera-ya” Panggil eonnieku, Heera yang sedang berada disebelahku sambil menggendong bayinya, Sungjo

“Wae?” Jawabku malas tanpa menatap kearahnya

“Eii, neo gweanchanna?”

“Nan ani gwaenchanna” Jawabku singkat lalu berbalik memunggunginya

“Kau sedang ada masalah? Ceritalah padaku, mungkin aku bisa membantumu”

“Bahkan aku tak yakin ada seorangpun di dunia ini yang mampu membantuku” Jawabku frustasi sambil menghela nafas panjang sembari menahan air mataku

“Apa kau sedang stress menghadapi ujian kuliah mu?”

Aku hanya menggeleng singkat tanpa berniat membenarkan posisi dudukku yang sudah sangat berantakan ini.

“Hmm… Atau jangan-jangan kau sedang patah hati? Wae? Apa seseorang telah menolak cintamu? Atau kau telah diselingkuhi? Atau bahkan kekasihmu bunuh diri? Atau…..”

“YA! Mwoya?” Potongku setelah mendengarkan ucapan sembarangnya

“Lalu kenapa?” Tanyanya, kini dengan nada serius sambil terus menggendong bayinya

Akupun menghela nafas singkat dan membenarkan posisiku.

“Apa kau pernah mengalami perasaan seperti dimana kau benar-benar mencintai seseorang tapi kau merasa takkan pernah bisa berada disampingnya?”

“Hmm.. Kurasa aku tak pernah merasakannya dan aku tak pernah mau merasakannya”

Hufft. Sudah kuduga akan percuma berbicara dengan Eonnieku.

“Memangnya kenapa?” Tanyanya

“Ah, eotteso!” Jawabku ketus

***

 

-Kris POV-

Seperti yang kukira sebelumnya, Jaekyung benar-benar seorang gadis yang lucu dan ceria. Wajahnya yang cantik, sifatnya yang lucu, senyumannya yang manis, sikapnya yang penuh dengan keceriaan berhasil membuatku semakin tertarik padanya.

“Oppa. Kau mau pesan apa?” Tanya Jaekyung yang sekarang sadang duduk dihadapanku sambil melihat buku menu

“Hmm, samakan saja dengan pesananmu” Jawabku

“Arraseo. Kalau begitu kami pesan 2 sirloin steak dan 2 strawberry smoothies” Ucapnya kepada seorang pelayan café yang sedari tadi berdiri di samping Jaekyung

“Ne. Mohon ditunggu pesanannya. Kamsahamnida” Ucap pelayan itu lalu pergi meninggalkan kami

“Bagaimana kuliahmu?” Tanyaku sambil tetap memperhatikannya

“Hmm.. ya seperti biasa. Aku akan duduk diam mendengarkan penjelasan dosen dan Seera akan selalu mencuekiku jika aku mengajaknya bicara ditengah kelas” Jelasnya lalu memajukan bibirnya, menandakan jika ia sedang kesal

Lalu kami pun mengobrol sampai pesanan kami datang, sampai diperjalanan kami pulang, dan sampai sekarang, disaat kami sudah sampai di depan rumahnya.

Aku berniat turun membukakan pintu mobil untuknya agar ia dapat merasakan perasaan seperti putri, tetapi ia segera menahan lenganku dan menatap mataku penuh arti.

“Oppa” Panggilnya

“Ne? Waeyo?”

“Oppa..” Panggilnya lagi tanpa melepas lenganku

“Ne? Jaekyung-ah? Wae?” Tanyaku sambil memegang tangannya yang sedang memegang lenganku sambil tersenyum

“Sebenarnya apa arti semua kedekatan kita?”

“Ne?” Tanyaku bingung dan lama-kelamaan senyumku pun hilang digantikan dengan raut wajah bingung sekaligus tegang

“Kita sudah cukup dekat selama 2 bulan terakhir, tetapi apa kita tidak berniat untuk melangkah ketingkat yang lebih tinggi lagi?” Tanyanya serius

‘Sudah kikira Jaekyung akan membahas masalah ini lama kelamaan’ Batinku

“Maksudku apa kau tidak ingin mengajakku berkencan? Maksudku, menjadi sepasang kekasih?” Sambungnya lagi

“Jaekyung-ah.. Kurasa akan jauh lebih baik jika akulah yang seharusnya mengatakan hal-hal seperti itu. Kau wanita dan aku pria, harusnya aku..”

“Saranghae” Potongnya lagi sambil menatap dalam-dalam mataku

Akupun tak dapat menahan perasaan didadaku, aku pun langsung mendekatkan wajahku ke wajahnya dan mulai menautkan bibir kami berdua. Awalnya ku kecup, namun lama-kalamaan berubah menjadi sebuah ciuman hangat dan lama.

“Apa sekarang kita berkencan?” Tanyanya setelah melepaskan ciuman kami

Aku pun hanya tersenyum dan kembali menciumnya di dalam mobil sport hitam milikku.

***

 

-Jaekyung POV-

“Yeorobun!! Sekarang aku sudah memiliki namjachingu!” Teriaku girang di tengah kelas sebelum songsaengnim masuk

“O? Jinjja? Nugu? Nugu? Nugu?”

“Aigoo.. Uri Jaekyung sudah memiliki namjachingu”

“Nugu?”

Akupun hanya dapat tersenyum senang mendengar semua tanggapan dan pertanyaan dari teman sekelasku.

“Nae namjachingu…” Ucapku lalu terpotong ketika kulihat Seera datang dan menatap bingung kumpulan mahasiswa-mahasiswi yang sedang berada disekitar tempat dudukku

“Seera-ya!! Ppali ppali kemari!” Ucap Minhyo, salah satu teman sekelasku

“Wae?” Tanyanya bingung lalu berjalan kearah kami

“Uri chingu baru memiliki namjachingu” Jelas Kwanghee yang tengah berdiri disebelahku

“Nugu?” Tanyanya singkat lalu menaruh tasnya di meja sebelahku

“Taaarra!! Nayo!” Ucapku riang sambil tersenyum

“O?”

“Eii, waeyo? Seera-ya, jebalyo tunjukkanlah ekspresi lain wajah serius mu itu” Ucapku lalu kembali tersenyum

“Ah, ayo beritahu kami, siapa kekasihmu?” Tanya Minri kali ini karena sudah tidak sabar

 

-Seera POV-

“Kris Oppa” Ucap Jaekyung

Yap! Aku sudah tahu siapa yang dimaksud Jaekyung sebagai kekasihnya tadi. Siapa lagi kalau bukan, Kris sunbae. Kucoba untuk tersenyum menahan segala sakit didadaku. Kutahan air mataku yang sebenarnya sudah tak mampu kubendung lagi. Tapi aku harus tetap terlihat kuat dan berusaha tegar.

“JINJJA???!!” Tanya Minhyo antusias

“Kris sunbae? Neo jinjja?”

“Neo jinjja jinjja daebak Jaekyung-ah!” Puji Hyorin kali ini

Aku pun hanya diam dan tersenyum tipis tanpa berbicara sepatah katapun.

“Cukkhaeyo” Ucapku pelan akhirnya sambil tersenyum

“Ne, gomawoyo. Tanpa kau, aku juga takkan mungkin bisa dekat dan kenal dengan Kris Oppa. Saranghae Seera-ya” Ucap Jaekyung lalu bangkit dan memelukku yang masih duduk diam dikursiku

‘Aku harus berusaha melupakannya dan menyusun hari-hariku’ Batinku

***

 

-Other POV-

Kris dan Jaeyung terlihat bersama di kantin kampus. Mereka tampak berbincang mesra tanpa merasa risih sedikitpun dengan kondisi kantin yang cukup ramai. Mereka duduk bersama-sama dengan teman-teman lainnya yang hanya dapat menatap pasangan baru ini dengan iri dan malas.

“Seera-ya, kapan kau akan mencari kekasih?” Tanya Kwanghee asal yang diikuti dengan anggukan Hyorin dan Minhyo

“Ne. Kurasa kau harus mencari kekasih. Jaekyung sudah memiliki Kris sunbae, jadi kalian sudah tak bisa terus-terusan bersama” Timpal Minhyo

“Kalian tak perlu repot-repot mengkhawatirkanku. Urus saja urusan kalian masing-masing” Jawab Seera sambil setengah bercanda

“Eii, gwaenchannayo. Aku takkan mungkin meninggalkanmu, Seera-ya” Jelas Jaekyung lalu merangkul Seera yang sedang berada di samping kirinya

“Seera-ya, kalau kau mau, aku bisa memperkenalkanmu dengan salah satu temanku” Ucap Kris tiba-tiba yang sukses membuat Seera kaget

“Aniyo sunbae” Balas Seera pelan, sangat pelan

“Majjayo, sunbae, kurasa Seera sudah sangat membutuhkan namjachingu. Akhir-akhir ini kurasa Seera sudah semakin menyeramkan, seperti nenek sihir. Dia pasti sudah sangat membutuhkan kasih sayang seorang namja” Canda Kwanghee yang sukses mendapatkan tatapan tajam dari Seera

“Hahahaha. Kau ini bisa saja meledek Seera”

***

 

-Seera POV-

“Seera-ya, kau tidak pergi kuliah?” Tanya Baekhyun Oppa yang sedang bermain kerumah orangtua ku

“Aniyo” Jawabku singkat lalu duduk di sofa besar di ruang tamu dan muali bermain bersama keponakanku yang sangat menggemaskan ini

Hari ini aku memang memutuskan untuk tidak menghadiri kelas dikampus. Tugas akhir yang harus kuselesaikan secepatnya membuatku mengerahkan seluruh kemampuan otakku untuk berfikir hingga akhirnya aku mengalami migrain dan sakit kepala. DItambah lagi dengan segala bentuk kemesraan yang ditunjukkan oleh Jaekyung dan Kris sunbae di kampus, membuatku semakin lama semakin ingin menghilang dari muka bumi ini.

“Kau terlihat semakin kurus, Seera-ya. Kau juga terlihat semakin pucat. Omo! Apa tugas akhir benar-benar membuatmu stress?” Tanya Heera onnie yang kini duduk disebelah suaminya

‘Benar-benar membuatku iri’ Batinku

“Ya begitulah. Aku kan benar-benar harus menyelesaikan kuliahku dengan sebaik dan secepat mungkin. Tidak sepertimu”

“Neo jinjja!” Ucapnya kesal dan aku hanya bisa tertawa sambil menggerak-gerakan tangan Sungjo seolah-olah ingin meninju Ibunya

“Sudah sudah jangan bertengkar” Lerai Omma yang baru datang sambil membawa potongan apel dan pear

“Omma, apa kau tidak takut anak bungsumu itu akan menjadi perawan tua?” Ejek Heera Onnie kearahku

“Neo bwoya?” Tanyaku sambil menatapnya kesal

“Heera-ya, jangan berbicara sembarangan seperti itu” Ucap Appa sembari berusaha menggendong Sungjo yang sedang berada dipangkuanku

“Appa lihat saja Seera selalu saja serius dalam dunia pendidikannya sampai-sampai lupa dengan segalanya. Yang ada dikepalanya hanya cara bagaimana ia bisa lulus cepat dan mendapatkan gelar double degree nya”

“Gwaenchannayo. Merong :p” Balasku lalu tertawa

***

 

-Kris POV-

“Seera-ya!” Panggilku ketika kulihat Seera berjalan menyusuri taman kampus yang dulu menjadi tempat pertemuan kami dan aku pun langsung berlari kearahnya

“Ah,ne, Sunbaenim. Annyeong haseyo” Sapanya ketika aku sudah berada di hadapannya

Aku pun hanya tersenyum melihatnya.

“Wae?” Tanyanya bingung

“Kurasa kita bisa semakin dekat dan menghentikan semua pembicaraan formal ini setelah aku menjadi kekasih sahabatmu, tetapi ternyata kau malah lebih bersikap formal kepadaku. Ini benar-benar membuatku merasa terganggu, kau tahu?”

“Aniyo, sunbae” Jawabnya sambil tersenyum kebingungan

“Sunbae, mianhe. Aku harus ke ruang dosen ketua karena ada beberapa hal yang harus kuselesaikan. Annyeong” Sambungnya tiba-tiba lalu pergi meninggalkanku tanpa menunggu jawabanku

‘Aneh’ Batinku

“Oppa!!”

Kudengar teriakan Jaekyung dari sudut taman, ia pun berlari cepat sambil tanpa menghapus senyum khasnya.

“Oppaaaa” Panggilnya sambil bergelayut manja di lengan kananku

“Waeyo?” Tanyaku lalu menuntunnya berjalan

“Oppa kau ingat hari ini hari apa?”

“Hmm.. Rabu? Wae?”

“Oppa! Aku serius” Tegasnya sebelum memukul pelan lenganku karena kesal

“Ne ne. Memangnya hari ini hari apa?” Tanya menyerah pada akhirnya

“Hari ini tepat 100 hari kita berkencan. Kau lupa?” Tanyanya dengan nada tinggi dan kesal

“Ah, benarkah? Maafkan aku, Jaekyung-ah. Aku benar-benar lupa” Jawabku seadanya lalu mengusap lembut tangannya

“Shirreo!” Jawabnya lalu meletakan kedua tangannya didepan dada dan menggembungkan kedua pipinya

“Aigoo.. Jeongmal mianhae. Aku benar-benar lupa, kau tahu kan akhir-akhir ini aku sibuk mengurus tugas akhirku. Aku kan harus fokus mengerjakan tugas penting ini agar aku bisa lulus tahun ini. Apa kau mau aku terus-terusan berada di kampus ini dan takkan pernah lulus?”

“Opppaaaaaa…” Ucapnya manja lalu kembali tersenyum dan bergelayut manja lagi

“Oh ya, kudengar Seera juga akan lulus tahun ini” Ucapnya tiba-tiba ketika kami sedang berjalan menuju kantin

“Jinjja?”

“Ne! Kau tahu? Ia bahkan sudah mendapatkan beasiswa ke Swiss, dan kurasa tak lama lagi ia akan berangkat”

“Mworago?” Tanyaku kaget bukan main

“Ne. Wae? Kau tampak terkejut”

“Aniyo. Hanya saja, Seera tak pernah memberitahuku soal itu” Jawabku lalu tersenyum tipis

“Oh”

‘Ige mwoya?’ Tanyaku dalam pikiranku

***

 

-Seera POV-

“Ne, Shin Seera-ssi, aku sangat bangga memiliki mahasiswi sepertimu. Tak perlu waktu lama untukmu untuk lulus, bahkan kau mendapatkan beasiswa dari salah satu universitas terkenal di dunia. Aku benar-benar bangga padamu” Ucap Song Sonsaengnim

“Ne. Kamsahamnida. Tanpa bantuan Anda dan dosen-dosen lain, saya juga tidak mungkin mendapatkan beasiswa ini. Jeongmal kamsahamnida” Ucapku sambil membungkuk 90 derajat

“Ne ne. Kuharap kau bisa dengan mudah beradaptasi dengan lingkungan disana dan jangan mempermalukan negara ini” Jelas Song Sonsaengnim sambil tertawa

“Ne. Saya pasti akan belajar dengan giat. Kalau begitu, saya permisi dulu. Kamsahamnida” Ucapku lalu berdiri dan membungkuk dihadapan dosen Song

Aku pun melangkahkan kakiku keluar dengan membawa setumpuk berkas yang berisikan mengenai segala hal tentang kepindahanku ke salah satu universitas di Swiss. Negeri yang terkenal akan kelezatan cokelat serta jamnya, hmm.. kuharap aku dapat bersosialisasi dengan baik dengan orang-orang disana, dan… melupakan Kris sunbae.

“Seera-ya” Panggil seseorang yang berhasil membuatku mengalihkan pandanganku kearah suara tersebut

“O, Sunbae”

“Apa yang sudah kau lakukan?” Tanyanya langsung ketika sudah berada di hadapanku

“Apa maksudmu, sunbae?” Tanyaku bingung

Kini, Kris sunbae tengah berdiri tepat dihadapanku dengan tatapan dalam yang tak dapat kupahami arti dan maksudnya.

“Kau mau meninggalkanku?”

“Mwo?” Tanyaku, semakin bingung dan menaikan satu alisku

“Jawablah pertanyaanku dengan jujur, benarkah kau akan meninggalkanku?” Kini Kris sunbae memegang kedua lenganku kencang dan berhasil membuatku terkejut

“Sunbae… Apa yang kau lakukan? Lepaskan aku. Bagaimana jika orang lain salah paham?” Ucapku berusaha melepaskan kedua tangan Kris sunbae dari lenganku, tetapi nihil. Kekuatan namja ini jauh lebih besar dariku. Semakin aku berusaha melepaskannya, semakin kencang pula tenaga yang ia keluarkan

“Seera-ya, kau tidak berniat mengambil beasiswa itu kan?” Tanyanya sambil tetap menatap kedua mataku

“Tidak mungkin aku menolaknya. Lagipula itu semua bukan urusanmu, sunbaenim” Ucapku sinis

“Tentu saja itu menjadi urusanku, Seera-ya!” Bentaknya cukup kencang. Bentakannya berhasil membuat kami menjadi sorotan mahasiswa lain yang sedari tadi berada di dekat kami

“Sunbaenim! Ini adalah urusanku dan tidak ada hubungannya denganmu! Lebih baik kau urus baik-baik dirimu sendiri dan kekasihmu!”

“Semua yang menjadi urusanmu akan menjadi urusanku, Seera-ya” Ucapnya pelan

Kami pun hanya diam dan memandang satu sama lain. Kedua tangan Kris sunbae tetap berada di lenganku. Tak bisa kupungkiri berada didekatnya membuat hatiku berdetak lebih cepat dari biasanya. Perasaan gugup dan cemas tak mampu kuhilangkan.

“Mworago?” Kini suara Jaekyung mengelilingi kepalaku, akupun segera membalikan kepalaku kearag suara tersebut, dan tentu saja suara itu benar milik Jaekyung

“Jaekyung-ah” Panggilku dan Kris sunbae secara bersamaan. Kris sunbaepun secara perlahan melepaskan kedua tangannya di lenganku

“Oppa, apa maksud dari ucapanmu tadi?” Tanya Jaekyung dengan suara gemetar

“Jaekyung-ah, ini hanya salah paham. Ini semua tidak seperti apa yang kau pikirkan” Jelasku lalu berjalan menghampirinya

“Teman macam apa kau?! Apa kau berselingkuh dengan kekasih sahabatmu sendiri?! Apa kau lupa perjanjian yang telah kita buat, bahwa diantara kita tidak boleh menyukai satu laki-laki yang sama,bukan?!” Teriak Jaekyung sambil menangis kencang

“Jaekyung-ah, aku bisa menjelaskan..”

PLAK. Jaekyung memotong ucapanku dengan tamparan cukup kuat di pipi kiriku

“YA YOON JAEKYUNG!” Teriak Kris sunbae lalu memelukku yang sedang menahan rasa sakit

“OPPA! Harusnya kau meminta maaf padaku! Harusnya kau memohon agar aku mau memaafkanmu, tapi apa yang kau lakukan sekarang?! Kau bahkan berani berpelukan dengan perempuan lain! Kau jahat!” Ucap Jaekyung sambil terus menangis

“Jaekyung-ah.. “

“Aku benar-benar membencimu!” Ucap Jaekyung kearahku lalu menyeka air matanya dan pergi meninggalkan pusat keramaian di tengh kampus

***

 

-Kris POV-

Entah perasaan apa yang sebenarnya kurasakan ini. Disatu sisi aku menyukai Jaekyung, ia gadis yang lucu dan menggemaskan, tapi disisi lain aku juga selalu merindukan sisi dewasa Seera yang tak dapat kutemui pada kebanyakan gadis diusianya.

Sejak insiden beberapa hari yang lalu, kami bertiga tak pernah bertegur sapa. Ani, lebih tepatnya aku tidak pernah bertemu dengan salah satu diantara mereka. Entahlah, mungkin Jaekyung yang masih belum bisa memaafkanku meski ku tak pernah mencoba untuk meminta maaf. Sementara Seera, aku bahkan tidak tahu ia masih berada di Korea atau tidak.

Terkadang kupikir bahwa perasaanku pada Jaekyung hanya sebatas perasaan rinduku terhadap dongsaengku yang sedang berada di China. Disatu titik, kurasa bahwa separuh hatiku sudah dibawa pergi oleh Seera. Namun terkadang aku dihadapkan pada situasi dimana aku benar-benar tak dapat melepaskan mereka.

Aku rela jika dikatakan sebagai pria brengsek yang tak mampu menentukan pilihannya. Ya, aku memang benar-benar seorang pengecut yang brengsek.

***

 

-Seera POV-

Hari ini aku akan pergi meninggalkan kota kelahiranku dan menuntuk ilmu di negeri orang. Jarak yang jauh mungkin akan membantuku melupakan segala kenangan pahitku belakangan ini. Kuharap aku akan bertemu dengan jodohku disana kelak dan akupun tidak perlu pulang ke Korea.

Aku benar-benar takut menghadapi kenyataan ini, dibenci dan dijauhi sahabat-sahabatku. Mereka menatapku seolah-olah aku adalah biang keladi dari setiap permasalahan yang muncul belakangan ini. Dapat kurasakan mereka semua benar-benar mengharapkan aku pergi dan meninggalkan negara ini secepatnya.

Sakit rasanya hatiku. Hanya keluargakulah yang menjadi besi penahan jiwa dan ragaku agar aku dapat tetap menghadapi kejamnya dunia. ‘No Pain, No Live’ Ya, begitulah ucapan Appa ku yang akan selalu kuingat sampai kapanpun.

“Seera-ya, aku benar-benar akan merindukanmu. Kau jaga diri baik-baik ya disana” Ucap Heera Eonnie lalu memelukku sambil menangis

“Ne, ne. Aku juga pasti akan merindukanmu”

Akupun melepaskan pelukan Heera Eonnie dan menahan tangisanku. Aku tahu, semakin aku menangis, akan semakin kecang pula Eonnie ku menangis. Dan aku tidak mau melihat itu hari ini. Aku ingin pergi meninggalkan mereka dengan senyuman kuat.

“Seera-ya, jaga dirimu baik-baik. Jangan sungkan untuk bercerita padaku tentang segala keluh-kesa mu disana” Ucap Baekhyun Oppa lalu memelukku cukup lama

“Ne, gomawoyo oppa. Jaga istri dan anakmu baik-baik, janga selalu membuat eonnie cemburu” Ledekku lalu tertawa kecil dan melepaskan pelukan Baekhyun Oppa

“Sungjo-ya, annyeong! Bibi akan sangaaaaat merindukanmu!” Ucapku pada Sungjo dan menciumnya singkat ditangan Ommaku

Omma pun memberikan Sungjo pada Baekhyun Oppa, lalu beralih memegang kedua pipiku dengan air mata yang sudah membanjiri pipinya

“Aigoo, Omma. Jangan menangis seperti ini. Aku jadi merasa seperti anak pembangkang yang selalu membuat sedih orangtua nya” Ucapku sambil tersenyum kecil dan memeluk erat Omma

“Seera-ya, Omma akan sangat merindukanmu. Jangan lupa berdoa sebelum tidur, ucapkan terimakasih pada Tuhan atas segala kejadian yang telah terjadi. Arraseo?”

“Ne, Omma. Omma juga harus menjaga diri baik-baik dan jaga kesehatan” Aku pun melepas pelukan Omma yang masih terus menangis kecil, tak lupa kucium kedua pipi Omma ku dan tersenyum. Lalu selanjutnya aku pun beralih kepada Appa yang masih berdiri tenang disamping Omma

“Appa, jaga diri baik-baik. Jangan lupa meminum obat, lalu jangan lupa untuk tidur yang cukup. Appa terlalu lelah bekerja hingga tak punya waktu cukup untuk beristirahat” Ucapku yang langsung disambut dengan pelukan Appa

“Ne, gadis kecil. Kau juga harus memperhatikan kesehatanmu. Jangan lupa makan yang cukup dan jangan lupa untuk terus berterimakasih pada orang-orang disekitamu. Ingatlah, mereka semua yang membantumu agar dapat menuju kedewasaan jati dan diri. Appa akan selalu menyayangimu” Ucap Appa

“Ne. Nado saranghae”

Akupun melepas pelukan Appa dan menatap mereka secara bergantian sambil tersenyum

“Aku berjanji akan menghubungi kalian sesering mungkin. Aku berjanji akan belajar dengan giat dan akhirnya dapat membanggakan kalian semua. Jeongmal saranghamnida” Ucapku lalu menari trolley yang berisi dua koper besar milikku dan mendorongnya kearah pintu masuk bandara Incheon

Dari kejauhan mereka juga tersenyum sambil melambaikan tangan, dan aku pun meneteskan air mataku yang segera kuseka menggunakan punggung tangan kiriku.

‘Saranghae’ Ucapku dalam hati

***

-Jaekyung POV-

“YA SHIN SEERA!” Teriakku kencang ketika kulihat punggung Seera yang semakin berjalan ke dalam ruang penerbangan

“Eo, Jaekyung-ah?” Panggil Shin Ajhumma, Omma Seera dengan kaget

“Ne, ajhumma. Annyeong hasseyo

Aku pun tersenyum lalu kembali memusatkan perhatianku kearah Seera yang ternyata sudah berbalik arah kearahku dan menatapku dalam diam dan ekspresi wajah yang sulit dijelaskan. Akupun langsung lari kearahnya dan memeluknya erat dan menangis seketika

“Ya! Neo pabo” Isakku

“Jaekyung-ah..Mianhae waktu itu..”

“Eotteso! Aku tidak mau dengar hal itu. Aku sudah tahu yang sebenarnya. Maafkan aku, Seera-ya. Aku benar-benar tidak tahu kalau kau telah menyukai Kris Oppa dari dulu. Jeongmal mianhae, aku benar-benar bukan sahabat yang baik” Ucapku makin terisak

“Mwo?” Tanyanya

“Aku sudah tahu semuanya, Seera-ya. Heera Eonnie yang memberitahuku semuanya. Aku benar-benar minta maaf Seera-ya”

“Aniyo. Akulah yang seharusnya minta maaf”

Akupun melepaskan pelukan kami dan menghapus air mata yang berada dikelopak mataku

“Kris Oppa datang untukmu” Jelasku sambil tersenyum

 

-Kris POV-

“Kris Oppa datang untukmu”

Akupun tersenyum kearah Seera dan langsung memeluknya erat

“Sunbae..” Ucapnya sambil berusaha mendorong dadaku

“Biarkan seperti ini sebentar saja”

Lama kami berpelukan. Kuhirup wangi melon khas tubuhnya. Baru kusadari, bahwa ternyata aku benar-benar mencintai gadis dipelukanku ini

“Seera-ya, berjanjilah padaku bahwa kau takkan pernah melirik laki-laki lain disana” Ucapku tiba-tiba ditelinganya tanpa melepaskan pelukan kami

“Waeyo?” Protesnya

“Kau masih bertanya kenapa? Apa kau masih ingin menutupi seluruh perasaanmu terhadapku? Mencintai Kris sunbae yang tampan ini?” Candaku sambil mengusap lembut rambutnya

“Eii, mwoya? Cih, semakin lama, kau semakin percaya diri saja” Bisa kurasakan kini ia makin mempererat pelukan kami

“Saranghae, Shin Seera” Ucapku lalu melepaskan pelukan kami dan menatapnya sambil tersenyum

“Nado saranghae sunbaenim” Jawabnya

“Will you marry me?” Tanyaku yang sukses membuatnya kaget

“Maksudku setelah kau pulang dari Swiss” Jelasku lagi dan dibalas dengan anggukan dan senyuman diwajahnya

“CUKKHAEYO!!!” Teriak Jaekyung yang sukses membuat telingaku kaget

Aku pun hanya tersenyum dan memeluk Kris sunbae lalu menatap seluruh keluargaku yang sedari tadi memperhatikan kejadian ini

“Aigooo.. Adik kecilku ternyata sudah dewasa” Ledek Heera Eonnie sambil tertawa kecil

“Kau harus sekolah dulu baru boleh menikah” Jelas Appa yang diikuti dengan anggukan Omma

“Jagalah adikku dengan baik!” Ucap Baekhyun Oppa lalu tersenyum kearah kami

“Ne!” Jawab Kris sunbae

***

YEAY AKHIRNYA BALIK LAGI SETELAH SEKIAN LAMA HIATUS DARI DUNIA PER-FF-AN. AKU BIKIN FF INI SETELAH LIAT FOTO-FOTO KRIS OPPA DI SMTOWN JAPAN DI TOKYO DOME. EERRGH BENER-BENER DIBIKIN GALAU SUPER BINGUNG NONTON SMTOWNINA ATO KAGA. BENER-BENER, OMMA APPAAAAA!

OKEOKE! STOP CURHATNYA. GOMAWOYO YANG UDAH BACA FF INI DAN COMMENT KUTUNGGU. KAMSAHAMNIDA *BOW* KEKEKE

 

18 pemikiran pada “Dilemma

  1. Hahhh, so sweet…
    Untung Kris sadar sama perasaan nya sbelum Seera pergi,

    Bikin sequel nya donk thor, ttg kehidupan nya Seera d Swiss, sapa tau ketemu member Exo lain nya, hahahaha

    Ditunggu ya thor !!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s