Between Him and Him (Chapter 1)

Between Him and Him Part 1

 

Author      : haraast (@harferaastrid)

Genre       : Romance, Friendship

Rating       : Teen

Main Cast  :  –     Kim Hara

–          Kim Jongin/Kai

–          Oh Sehun

–          Han Soonhwa

Other cast : find it by yourself

 

Annyeonghaseo!! *bow*

Aku datang lagi membawa part 1 hehehe

Oh ya, aku ingin mengucapkan terima kasih untuk admin yang udah nge-publish ff aku ini hehe *bow*

Aku ga peduli ada yang komen apa ga di ffku ini, tp usahakan komen ya agar aku tau sejelek apa ff abalku ini hehe..

 

Okeeeee.. Check this out, happy readiiiiiingggg.. >,<

^^__^^

 

*Hara’s POV*

Pagi yang cerah, tak secerah suasana hatiku. Bagaimana tidak, seseorang yang paling kubenci berjalan dengan kerennya *eh dengan santainya di depanku.

Yap! Di Pagi yang secerah ini, aku harus menerima kenyataan bahwa Goo Ahjuhssi, supir pribadi keluargaku, sedang sakit. Dan Appaku sudah berangkat bekerja saat aku masih berada di alam mimpiku.

Haish! Berarti aku akan menaiki bus yang sama dengannya, rutukku dalam hati.

Aku, Kim Hara, selalu saja bernasib sial sejak aku bertetangga dengan seorang namja yang memiliki bibir tebal -yah walaupun kadang bibir itu terlihat sexy- yang bernama Kim Jongin atau akrab dengan panggilan Kai.

Huft, dari kecil aku selalu bersekolah di sekolah yang sama dengannya. Jangan, jangan pernah bilang kalau ini adalah sebuah takdir Tuhan. Kenapa? Tentu saja karena Kai adalah namja yang sangat menyebalkan di Galaxy ini. Hahaha..

 

“Ya, gadis cengeng, sedang apa kau disini? Menunggu bus hah? Haha.. Tumben sekali kau pergi sekolah naik bus?”, tutur Kai yang membuyarkan lamunanku saat sampai di halte.

“Bukan urusanmu, wahai Kkamjong berbibir TEBAL!! Dan berhenti memanggilku gadis cengeng karena aku bukan gadis cengeng yang kau kira”, balasku sambil memberikan penekanan pada kata ‘tebal’.

“Aissh, di pagi secerah ini, kenapa bisa aku bersebelahan dengan gadis cengeng nan cerewet ini”, kata Kai sambil tertawa mengejekku.

“Ya! Kau kira aku ingin..”, kataku terpotong.

“Ah, busnya datang”, potong Kai sambil sedikit berlari menaiki bus. “Cepatlah gadis cengeng, kecuali jika kau ingin terlambat dan dihukum oleh Park saem. Hahaha..”, lanjutnya.

“Issh, namja menyebalkan! Awas kau!”, kataku sebal.

Sesampainya di dalam bus, aku menjaga jarak darinya aku tidak ingin berdekatan dengan namja bibir tebal menyebalkan itu.

Oh ya, aku sekarang sedang duduk di kelas XI Guangzhou High School. Dan sialnya, di tahun ajaran yang baru ini, lagi-lagi, aku berada di kelas yang sama dengan namja itu.

Hah, sudahlah lebih baik aku memikirkan hal lain saja daripada namja menyebalkan itu.

 

*Kai’s POV*

Gadis itu, masih saja dia membenciku.

Kejadian masa kecil itu masih belum dia lupakan rupanya. Sudah lewat 10 tahun, masih saja dia dendam dan benci padaku. Padahal kejadian itu bukan sepenuhnya salahku. Huft, sampai kapan aku dan dia harus bermusuhan seperti ini.

Tidakkah dia menyadari satu hal yang ada dalam diriku sejak dulu?

Apa yang harus kulakukan supaya kau bisa melihatku, Kim Hara?

 

_ Flashback start _ January, 14th 2000

Pesta ulang tahun ke-6ku kali ini dirayakan bersama dengan tetangga sekaligus teman baruku yang memiliki tanggal lahir yang sama denganku, Kim Hara.

Kami lahir di waktu yang berdekatan, aku lahir pada jam 03.00 tanggal 14 Januari 1994, sedangkan dia lahir pada jam 08.00 di tanggal, bulan, dan tahun yang sama denganku.

Saat itu kami senang karena bisa merayakan ulang tahun bersama dengan teman-teman kami yang datang pada saat itu. Namun, kesenangan yang kami rasakan tiba-tiba menghilang saat acara tiup lilin dilaksanakan.

_ Flashback end _

 

Lamunanku terhenti saat bus yang kunaiki berhenti di depan halte sekolahku. Aku pun segera turun dan melihat gadis itu pun ikut turun dari pintu bus yang berbeda dengan pintu bus yang ku lewati. Kulihat dia mempercepat langkahnya dan berjalan menjauhiku.

Huuuh.. sampai kapan kau akan seperti itu, Kim Hara.

Sesampainya di kelas, seperti biasa sangat ribut sekali. Tak heran, karena hari ini merupakan hari pertama masuk sekolah dan masing-masing pasti mempunyai berbagai macam kisah yang akan dibagikan kepada teman sepermainannya.

“Hoi, Kai! Lama tak berjumpa, kawan!”, sapa Taemin saat melihatku duduk di sebelah bangku yang ia duduki sekarang. Lee Taemin, teman kelasku saat kelas X dulu yang kini menjadi teman sekelasku lagi di kelas XI.

“Temin-ah? Kau? Kau memotong rambutmu hah?”, tanyaku yang jelas sangat terkejut dengan perubahan rambutnya dari rambut jamurnya dulu menjadi gaya rambut yang menurutku terlihat sangat cocok dengan tipe wajahnya ini.

“Hehehe, bagaimana? Aku tampan kan? Ah, ani, sangat tampan bukan? Hahaha”, candanya.

Tak sempat ku ladeni dan menanyakan alasannya, Park Jihoon saem –wali kelas kami- memasuki kelas yang tadinya ribut ini menjadi sangat sepi.

Tapi tunggu, ada seseorang yang mengekor dibelakangnya. Seorang namja yang belum pernah kulihat sebelumnya.

 

*Author’s POV*

“Selamat pagi, semuanya! Kita kedatangan teman baru”, sapa Park saem. “Ayo perkenalkan dirimu!”, kata Park saem sambil mempersilahkan murid baru itu untuk memperkanalkan dirinya.

“Annyeong, Oh Sehun imnida! Aku murid pindahan dari Hanyang High School. Senang bertemu kalian semua”, sapa Sehun sambil menunduk dengan sopan.

“Baik, Sehun kau boleh duduk di kursi kosong itu”, kata Park saem sambil menunjuk kursi kosong yang berada di sebelah Hara.

“Annyeong, Kim Hara imnida. Semoga kita bisa menjadi teman baik hehe”, sapa Hara sambil berbisik saat Sehun sudah duduk di kursinya. Yang hanya dibalas senyuman tipis oleh Sehun.

Di sisi lain, terdapat dua bola mata yang sedari tadi menatap tajam ke arah mereka. Ya, pemiliknya siapa lagi kalau bukan Kim Jongin.

 

^^__^^

 

Kriiiiiingggg…

Jam istirahat pun tiba. Terlihat Hara yang sibuk membereskan buku-bukunya ke dalam tas.

Seperti biasa, dia dan teman-temannya –Kang Sora, Park Yunhee, dan Song Mirae– selalu saja menantikan jam istirahat untuk sesegera mungkin berlari ke kantin untuk menyantap makanan-makanan kantinnya yang sangat menggoda iman semua murid di sekolah itu.

Saat Sehun dengan santainya beranjak dari duduknya dan ingin pergi keluar kelas, tangan Hara menahannya.

“Kau ingin kemana? Ke kantinkah? Ayo pergi bersama kami saja”, kata Hara yang sedang bersama teman segengnya.

“Ani, aku ingin mengunjungi suatu tempat, bukan ke kantin”, tolak Sehun dan segera pergi meninggalkan Hara dkk.

Dengan ide seadanya, Hara beralasan ingin pergi ke toilet pada semua temannya.

“Ah, mian. Tiba-tiba perutku sakit. Kalian semua duluan saja. Nanti aku menyusul”, bohong Hara pada ketiga temannya.

“Hah, kau ini. Yasudah sana cepat”, kata Sora.

Hara pun segera berlari dan mengikuti arah kemana Sehun pergi.

 

*Hara’s POV*

Mau kemana dia? Membuatku penasaran saja. Omo! Ruang Dance? Untuk apa dia kesana? batinku.

Saat kulihat Sehun telah memasuki ruang dance, yang biasanya kugunakan untuk berlatih ballet bersama anggota klubku, aku pun membuka sedikit pintunya untuk mengintip apa yang dia lakukan di dalam sana.

Sehun terlihat sedang memikirkan sesuatu dan langsung menyambungkan flashdisknya ke dalam DVD player di sana, sehingga terdengarlah sebuah musik yang tidak lain tidak bukan adalah History dari boyband kesukaanku, EXO!

Sehun pun menarikan gerakan-gerakan yang sangat berbeda dengan gerakan dance History. Walaupun, gerakan yang dia tarikan berbeda, gerakan yang dia ciptakan tersebut sangat padu dengan musiknya dan mampu membuatku terpana melihatnya.

Tak disangka, Sehun mampu membuat semua anggota tubuhnya menari dengan gerakan yang sangat keren menurutku.

Saking terpananya diriku tak sadar jika musik dan tarian Sehun telah selesai.

“Hey, Neo? Nuguya?”, teriak Sehun dari dalam dan perlahan berjalan mendekat ke arahku.

Dengan bodohnya, diriku terpaku dan bukannya melarikan diri tetapi hanya mematung di tempat sampai Sehun berada di depanku.

 

*Sehun’s POV*

Sepertinya ada yang memperhatikanku menari. Kusipitkan mataku ke arah pintu masuk ruangan ini dan mendapati seorang yeoja yang sedang berdiri terpaku di dekat pintu.

“Hey, Neo? Nuguya?”, teriakku yang tidak mendapat balasan darinya. Ku dekati tempat yeoja itu berdiri.

Dengan bodohnya, yeoja itu diam di tempatnya, tidak berlari dan juga tidak berkata apapun sampai aku berada tepat di depannya.

Oh yeoja ini ternyata, siapa namanya Kim..Kim Hara? Manis juga dilihat dari jarak sedekat ini, batinku.

“Oh kau? Apa yang kau lakukan disini?”, tanyaku membuyarkan lamunannya.

“Ah, aku..aku..itu, aku.. ah iya, aku tadinya ingin mengambil sepatu balletku yang tertinggal di ruang kostum dalam ruang dance ini, tetapi kulihat ada kau yang sedang menari jadi kutunggu disini sampai kau selesai hehe”, katanya gugup.

“Oh, kurae. Masuk saja, aku sudah selesai kok”, jawabku.

Entah kenapa, aku merasa dia sedang terpesona oleh diriku. Mungkin karena tadi dia melihatku menari. Ya, semua orang yang melihatku menari pasti mereka akan tersihir oleh semua gerakan yang ku tarikan, hahaha..

Saat yeoja itu hendak masuk ke dalam ruang dance, aku segera beranjak pergi dari sana dan tidak lupa aku berkata,

“Lain kali kau harus membayar karena melihatku menari. Tarianku tadi juga tidak gratis untuk ditonton”, candaku sambil memberikan senyuman maut kepadanya.

Kulihat dia bingung dan terdiam dengan perkataanku barusan. Ah, biarlah..

 

*Hara’s POV*

Ya, Kim Hara! Neo Paboya, jeongmal.. Ah, jinca, aku malu sekali. Omo! Tadi dia bilang tariannya tidak gratis? Apa aku harus membayar karena menontonnya menari? Aissh, batinku.

Saat kulihat dia sudah berjalan menjauh dari ruang dance, aku pun segera pergi menuju kantin. Dan aku baru sadar, dalam waktu yang singkat aku telah membohongi banyak orang, ketiga temanku dan Oh Sehun.

Aigooo, mianhaee…

 

^^__^^

 

“Huaaah, akhirnya sekolah hari ini berakhir juga” teriak Yunhee senang.

“Iya, hari ini sangat membosankan, seharusnya hari pertama sekolah akan terasa menyenangkan, hanya saja wali kelas kita itu Park saem sangatlah menyeramkan, hiii”, tutur Mirae yang serentak membuat kami bertiga tertawa mendengarnya.

“Oh ya, chingudeul, mian, aku ada rapat ketua klub jadi kalian pulang duluan saja ya”, seruku dengan dibalas anggukan oleh mereka bertiga.

“Annyeonghi”, lanjutku sambil berjalan meninggalkan mereka.

“Annyeonghi, Hara-ya”, seru mereka serempak.

 

Huft, menjadi ketua klub ballet ternyata tidak semudah yang ku bayangkan. Hari pertama sekolah saja aku harus mengikuti rapat ketua klub ini. Menyebalkan!

OMO!! Aku lupa kalau si namja menyebalkan berbibir tebal, Kai, adalah sang ketua basket yang otomatis dia akan mengikuti rapat ini kan? Aissh!

Ah, rasanya aku malas sekali ikut rapat kali ini. Ani, kau harus konsisten dengan jabatanmu, Kim Hara. Oke, Fighting!!

 

*Author’s POV*

“Annyeong, yorobeun! Terima kasih telah hadir pada rapat hari ini. Rapat Ketua Klub kali ini akan membahas pemindahan jabatan ketua klub dance, karena ketua klub dance saat ini, Lee Taemin, tidak dapat melanjutkan posisinya sebagai ketua dikarenakan adanya alasan akademik beliau. Silahkan Taemin-ssi”, jelas Park saem sebagai koordinator semua klub sekolah.

“Ah, ye kamsahamnida Park saem. Saya sebagai ketua klub dance meminta maaf karena tidak dapat melanjutkan jabatan saya saat ini karena saya sendiri akan fokus kepada program akselerasi yang saya ikuti. Saya juga sudah menetapkan seseorang yang akan menggantikan saya menjadi ketua klub dance, yaitu sepupu saya yang baru saja bergabung menjadi murid di sekolah ini, Oh Sehun. Sambut ia dengan tepuk tangan”, papar Taemin.

 

Masuklah Oh Sehun ke dalam ruang rapat ketua klub tersebut dengan disambut dengan tepuk tangan meriah dari peserta rapat.

Saat itu, Sehun tertegun sejenak saat melihat seorang yeoja -yang mengintipnya saat menari di ruang dance tadi- duduk diantara para ketua klub yang lain. Yaps, yeoja itu adalah Kim Hara, sang ketua klub ballet.

Setelah selesai acara peresmian Oh Sehun sebagai ketua klub dance yang baru, Hara menghampiri Sehun yang baru saja akan keluar dari ruang rapat itu.

 

“Sehun-ah, chukkahae! Ternyata kau yang menggantikan Taemin, tarianmu tak kalah hebat darinya. Hehe”, tutur Hara.

“Oh ne, gomawo. Kau, ketua klub juga?”, tanya Sehun.

“Ya, kau ini. Tentu saja, aku ketua klub ballet. Hehe”, jawab Hara dengan semangat. “Oke, aku pulang duluan ya, Annyeonghi!”, lanjut Hara yang dibalas lambaian dan senyuman hangat dari Sehun dan sesaat membuat Hara terpesona karenanya.

 

Terlihat, Kai yang masih berada dalam ruangan rapat tadi, lagi-lagi, ia hanya menatap Hara dan Sehun dari kejauhan.

Kai berpikir apa yang mereka perbincangkan dan menganggap mereka telah tampak seperti sahabat dekat. Kapan aku bisa berbincang dengan bertukar senyuman denganmu, Hara-ya?, batinnya.

Kai bergegas keluar dari ruangan rapat, agar ia bisa menaiki bus yang sama dengan yeoja itu.

 

*Hara’s POV*

Kau tau apa yang sedang ada di pikiranku sekarang?

Ya, itu dia, namja yang tadi memberikan senyuman yang sangat memukau itu.

Ah, membayangkannya saja membuat jantungku berdebar dengan sangat cepatnya. Dan sepertinya, senyumannya telah menghantam lapisan otakku sehingga senyum itu selalu terlukis jelas di ingatanku.

Aish, apa kau menyukainya Kim Hara? Ah, molla, molla..

Terlalu asyik dengan pikiranku, aku tidak sadar ada mobil yang dengan sangat cepatnya akan menghantam tubuhku jika aku masih berada dalam posisi seperti ini.

Aku tidak tahu apa yang harus ku lakukan. Aku terlalu panik. Omma, otteokkhae?

Aku sangat takut sehingga yang ku lakukan hanya memejamkan mataku. Tubuhku sangat lemas sehingga sulit sekali bergerak menuntunnya agar berpindah posisi ke tempat yang lebih aman.

Tiba-tiba aku merasa tubuhku seperti melayang dan sepertinya ada yang mendorong tubuhku hingga aku berada di atas sesuatu yang empuk.

Aku terlalu takut untuk membuka mataku, sampai kudengar banyak suara-suara di sekelilingku.

Kubuka mataku perlahan, dan mendapati seseorang berada di bawahku.

Omo, aku menindihnya, dan yang lebih mengagetkan lagi dia seorang namja.

“Omo! Kau?”, teriakku kaget.

 

*To Be Continue*

 

Huaaaa, jadi juga part 1 nya.

Makasih buat yang udah baca, apalagi komen atau ngelike (nge-rap *eh nga-rep). ^^

FF ini juga aku publish di web pribadi aku di http://www.haraashining.wordpress.com

Okee, selamat menunggu part-part selanjutnya yaaaa!

Iklan

7 pemikiran pada “Between Him and Him (Chapter 1)

  1. Wow baru aja tadi pagi aku baca prolognya udah dipublish lagi chap 1 ^^
    pas ultah kai sama hara itu ada kejadian apa sih?
    #penasaran
    omo!! Itu siapa yah?? Kai kah? Atau sehun kah?
    #penasaran
    next chap thor!!!~~

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s