Enemy Love (Chapter 2)

Enemy Love

Author : Miss VD

Cast:

–          Sohee as Ice Princess Sohee

–          Xiumin as Ice King Xiumin

–          Park Chanyeol as Flame Prince

–          Kris as Flame King

–          Oh Se hoon as Wind Prince

–          Luhan as Wind Young Prince

–          Suho as Wind King

–          Jiyeon as Light Princess

–          Baekhyun as Light Prince

–          Chen as Light King

Other Cast : Sun Ye as Sohee’s Friend, Kai as Teleportation Prince , Tao as Bodyguard Sohee, Lay as Private Manager Chanyeol

Genre: Romance, Fantasy, Comedy

Length  : Chaptered

NB          : Maaf ini gak semuanya elemen nya sama kayak di EXO. Happy Reading

__________________________________________________

Chaptered 2| Strange Feeling

 

Rasa ini belum pernah ku rasakan sebelumnya….

Sohee POV

Aku  tak sengaja usil membuka laci meja belajarku yang terbuat dari es itu. Aku membuka nya. Aku membuka kotak rahasiaku. Ada sebuah batu merah yang sangat indah. Aku masih ingat saat itu. Batu ini penyebab aku berpikir bahwa tak semua orang negeri api sangat jahat.

*FLASHBACK*

Keadaan waktu ini Perang dingin antara Negeri Es dan Api. Negeri api begitu lancang menyerang negeriku. Waktu itu aku masih berumur 8 tahun. Aku belum mengetahui apa-apa. Namun yang mengenaskan, aku melihat eommaku di bunuh oleh king of flame. Saat itu aku menangis dengan kencang. Tak lama kemudian ada namja yang kira-kira seumuran denganku.

“ Hey..Mengapa kau menangis?? Jangan menangis lagi, ara??” katanya sambil mengelus rambutku. Aku tetap menangis.

“ Ini.. aku beri batu untukmu.. Batu ini bisa membuatmu lebih baik.  Menyerap kesedihanmu. Jangan sedih lagi ya.. aku harus pergi ke negeriku. Jaga dirimu baik-baik ya..” katanya dengan ceria.

Aku memandanginya yang pergi meninggalkanku. Dia berlari meninggalkanku. Ku pegang Batu merah ini dengan erat-erat. Ku pandangi batu ini. Saat aku memegang batu ini, aku selalu mengingatnya dan membuatku merindukannya.

*FLASHBACKEND*

Tanpa terasa aku tersenyum sendiri. Aku bertanya-tanya dalam hati. Bagaimana ya keadaanya sekarang. Apakah dia sudah menjadi seorang namja dewasa? Seharusnya sudah karena aku seorang yeoja dewasa sekarang. Apa dia baik-baik saja di negeri api? Mengapa aku begitu merindukannya?

000

Author POV

Pada Pagi hari, Sohee sudah berangkat ke bumi untuk bersekolah. Begitu juga dengan Chanyeol. Khusus hari ini, Sohee sangat ingin membawa Batu merahnya itu. Tak tahu mengapa dia begitu ingin sekali membawa benda itu. Sesampai di kampus, mereka tak sengaja bertemu di pintu gerbang.  Chanyeol melambai-lambaikan tangannya kearah Sohee. Tetapi, Sohee hanya mengabaikannya dan tetap bersikap dingin padanya.

“ Ya, Sohee.. Kau tak lihat aku menyapamu?” kata Chanyeol pada Sohee.

“ Untuk apa aku tahu? “ jawabnya dengan dingin.

“ Ya.. Kau dingin sekali. Tidak bisakah kita menjadi teman?” kata Chanyeol sambil tersenyum ke arah Sohee yang terus bersikap dingin.

“ Aku tak mau teman seperti mu.” Katanya dengan dingin dan tetap memandang ke depan.

Chanyeol menggaruk-garuk kepalanya. Ternyata mendekati Sohee tak semudah yang dia bayangkan. Sohee sangat dingin. Tiba-tiba Chanyeol melihat sebuah kilat petir menghampiri Sohee.  Chanyeol kaget, Lalu dengan seketika dia mendekap Sohee menghindari kilat petir itu. Dia mendekapnya dengan erat.  Tampang Sohee menunjukan bahwa dia sangat kaget. Petir itu mengenai pohon yang di belakang mereka. Pohon itu hendak menumbangi mereka. Namun Chanyeol menyingkirkannya. Chanyeol melepas dekapannya dengan pelan-pelan.

“ Neul Gwenchanaeyo?” tanya Chanyeol kepada Sohee

“ Gwenchanaeyo.” Jawabnya dengan singkat lalu mendorong Chanyeol dari dekapannya dan meninggalkannya.

000

@Sohee’sclassroom

Sun Ye sudah menunggu Sohee di kelas. Dia sedang membaca-baca komik manga kesukaannya. Sohee datang dengan wajah memerah. Sun Ye melihat hal itu tentunya sangat penasaran dan apa yang terjadi pada sahabatnya yang tak pernah memerah wajahnya.

“ Ya.. Sohee-ya.. Mengapa muka mu merah seperti itu?”

“ Jinjjayo?? Mungkin aku sedang demam.” Kata Sohee pada Sun Ye.

“ mana mungkin kau demam?? Kau kan Hmppp…”

Sohee langsung menutup mulut sahabatnya itu.

“ Ya.. Kau jangan sembarangan bicara. Disini banyak orang. Tak ada yang boleh tahu aku itu Ice princess.” Bisik Sohee pada Sun Ye..

“ Ah.. mianhae.. aku tak tahu kau harus menyembunyikan identitasmu.” Kata Sun Ye dengan wajah memelas.

“ Gwenchana… Untung saja aku sudah menutup mulutmu itu!!”  kata Sohee dengan wajah kesal.

“ Ya.. Ya.. Sohee.. ada orang yang mencarimu di luar.” Kata salah seorang mahasiswi mendatangiku.

“ Nuguya?” tanya Sohee padanya.

“ Seorang namja!! Dia sangat tampan!! Sepertinya dia bukan anak kuliah kita. Dia bilang, dia menunggumu di taman belakang kampus.” Katanya.

“ Gomawo.” Singkatnya lalu dia pergi keluar ruang kelas. Sohee langsung pergi ke taman belakang sekolah. Chanyeol yang sedang duduk di koridor melihatnya begitu tergesa-gesa pergi. Karena, rasa penasaran mengisi di hatinya, Akhirnya dia memutuskan untuk mengikuti yeoja imut itu.

000

Sohee POV

Aku menuju taman belakang sekolah. Aku melihat punggung namja menungguku di taman itu. Badannya tinggi. Kulitnya putih. Rambutnya berwarna coklat.

“ Nuguya?” kataku dengan pelan-pelan untuk bermaksud melihatnya.

Dia membalikkan badannya dan melihatku. Ternyata seorang namja yang sangat tampan. Siapakah dia? Mengapa dia begitu ingin bertemu denganku.

“ Neul Sohee-ya?” katanya padaku.

“ Ne.. Joneun Sohee imnida.. waeyo?  Neul Nuguseyo?” tanyaku padanya.

Dia langsung memeluk tubuhku dengan sekejap. Dia memelukku dengan erat. Aku langsung melepas pelukannya itu.

#PLAK!!

“ ya!! Mengapa kau memeluk orang sembarangan..” bentakku pada Namja itu. Siapa dia sebenarnya? Beraninya dia memelukku dengan lancang.

“ Auuww.. Jeongmal Apayoo, sohee-ya. Joneun Sehun imnida.. Teman masa kecilmu dulu. Masak sih kamu sudah lupa padaku?” katanya dengan wajah polos.

“ Mworago? Kau sehun? Benarkah kau sehun yang cengeng dan gendut itu??”kata Sohee sambil tersenyum.

“ Kuresso… Ah menyebalkan sekali, Kau bisa-bisanya melupakan aku. Huh.” Kata Sehun sambil memanyunkan bibirnya.

Sehun.. Dia berbeda dengan dulu. Dia bukan Sehun yang ku kenal waktu kecil. Dia dulu sangat gendut. Dia sering di ejek oleh teman-temannya. Ternyata dia sudah dewasa. Dia tampan. Bahkan sangat tampan.

“ Mianhaeyo, Sehun-ah.. Habisnya kau berbeda sekali.” Kataku padanya.

“ Kau juga bertambah cantik, Sohee-ya.” Katanya sambil mencium tanganku. Aku agak merasa berdebar karena sikapnya terhadapku yang begitu romantis.

“ Ya.. Sehunnie. Kau itu benar-benar membuatku meleleh. Jangan begitu! Ahahaha..” kataku padanya.

“  Aku Jujur, Sohee-ya.. Kau cantik…sangat cantik.” Kata Sehun dengan tatapan yang serius yang membuatku agak canggung.  Aku langsung mengalihkan pandanganku dari Sehun.

“ Sehunnie.. Mengapa kau datang ke sini?” kataku padanya mengubah suasana.

“ Aku ingin melindungimu, sohee-ya.. Tunggu… Aku merasakan Aura orang dari negeri api.” Kata Sehun tiba-tiba.  Dia melinguk kekiri dan ke kanan. Tapi dia tak menemukan orang dari negeri api. Akhirnya dia berhenti mencari.

“  Nuguya, Sehunnie?” tanyaku padanya.

“ Aniya…Aku merasakan orang negeri api ada di sekitar sini. Tapi aku tak bisa menemukannya. Mollayo…Oh iya, Mulai hari ini aku akan sekelas dengan mu lho.” Kata Sehun dengan polos padaku.

“ Jinjjayo?” jawabku padanya.

Apakah benar ada orang dari negeri api mengawasi ku? Karena Sehun adalah Wind Prince, Dia bisa mengetahui bagaimana aura orang negeri api dan bisa mengetahui orang negeri api. Orang dari negeri angin memang bisa mengetahui orang yang berelemen api. Jadi, Negeri angin dan Es saling berkerja sama. Musuh dari negeri angin adalah negeri Listrik. Aku bisa mengerti kehadiran orang dari negeri listrik. Sedangkan negeri angin tak bisa mengerti kehadiran orang negeri listrik. Yang bisa melihat semua elemen hanyalah orang Teleportation. Tetapi, Elemen itu sudah lama punah dan tidak ada yang tersisa karena di serang oleh negeri listrik.

000

Chanyeol POV

Aku mengikuti Sohee dan bersembunyi di balik pohon taman yang ada di sana. Aku melirik siapa yang di temui di taman belakang kampus. Aku melihat dia bertemu dengan seorang namja. Namja itu memeluk Sohee dalam pelukannya. Entah mengapa saat ku melihat hal itu, ada yang menyesakkan di dalam dadaku. Rasa yang sangat sakit dan asing bagiku. Mereka berdua terlihat sangat dekat. Tiba-tiba dia seperti melihat ke tempat aku bersembunyi. Dengan reflek aku langsung bersembunyi. Sepertinya dia orang elemen Angin. Cuma orang elemen angin yang bisa merasakan aura orang elemen api. Tak salah lagi.. Dia pasti dari negeri angin. Pantas saja dia sangat dekat dengan Sohee.

Aku memandang namja itu dengan pandangan iri. Mengapa aku merasa dia begitu beruntung. Apalagi Sohee tersenyum lebar di depannya. Aku memegang dadaku. Aku merasa jantungku ini hendak berhenti. Sesak dan sakit. Sebenarnya apa yang kurasakan? Aku memutuskan pergi dari tempat itu. Juga bukan tindakan yang benar kalau aku terus di sini. Bisa-bisa Namja itu membongkarkan identitasku.

000

Author POV

Sohee memperkenalkan Sehun kepada Sun Ye. Sun Ye tentu sangat senang, Karena dia benar-benar terpesona dengan ketampanan yang di miliki oleh namja yang merupakan Wind Prince. Baru Namja itu masuk, sudah banyak yeoja yeoja yang melihat kearahnya dan terpesona dengan ke tampanannya.  Banyak orang yang berbisik-bisik “ Siapa namja ganteng itu??” lalu “Aigo.. Dia tampan sekali…” lalu ada lagi yang bilang “ Mengapa dia bersama Sohee terus? Apa Sohee yeojachingunya? Ah dia benar-benar tidak cocok dengan yeoja cuek sepertinya.”

Sohee tentunya mendengar bisikan dari orang-orang di sekitarnya. Dia tak mau mencari masalah, jadi dia hiraukan saja kata-kata busuk mereka.

“ Sohee-ya.. Hari ini aku tidak bisa pulang bersamamu. Aku harus pulang awal. Bye..” Kata Sehun pada Sohee.

Sohee mengangguk tanda dia mengizinkan Sehun pulang awal. Sohee sementara masih mengerjakan tugas di kelasnya dan dia beranjak pergi ke perpustakaan untuk mendukung selesainya tugasnya itu.  Dia berjalan menuju perpustakaan dan mulai mencari buku yang mendukung untuk tugasnya itu. Selama ia mencari-mencari, Dia menemukan seorang namja duduk di sudut perpustakaan dengan wajah di tutupi buku yang terbalik dan sepertinya dia tertidur. Sohee mendekati namja itu perlahan. Dia datang mendekat dan mendekat. Akhirnya dia sadar kalau Dia kenal Namja yang tertidur lelap itu. Dia Park Chanyeol, Namja aneh itu.

“ Ada apa melihatku?” katanya tiba-tiba membuat Yeoja cantik itu terkaget. Sohee hanya memutar-mutar bola matanya saja. Dia tak bisa berkata apa-apa. Chanyeol mengambil buku yang ada di atas mukannya lalu tersenyum ke arah Sohee. Sohee tidak berani menatap Chanyeol. Dia terus memutar-mutar bola matanya.

“ A… an.. anni.. aku hanya kebetulan lewat saja.” Kata Sohee tanpa menatap mata Chanyeol.

“ Ya.. Kau tertarik padaku ya?” goda Chanyeol pada Sohee.

“  Cih! Mana mungkin aku tertarik pada namja ceking sepertimu!” kata sohee padanya.

“ Ya.. Apa aku sebegitu cekingnya? Banyak yang bilang aku itu tampan tahu. Kau tak tahu aku sangat populer?” kata Chanyeol membela diri. Sohee tersenyum nyengir.

“ Kalau kau terkenal, Mengapa baru sekarang aku mengenalmu?” kata Sohee sambil tertawa kecil.

“ Itu karena kau Bapo dan Cupu!!” kata Chanyeol pada Sohee.

“ Mworago? Aku Bapo dan Cupu? Enak saja!! Kalau terkenal itu seperti chinguku, Sehun. Dia baru masuk kampus saja sudah banyak yang mengenalnya dan berkata dia tampan.” Kata Sohee pada Chanyeol. Tiba-tiba hatinya memanas mendengar kata Sohee. Dengan reflek, Chanyeol mendorong Sohee ke dinding. Chanyeol menatap mata Sohee dengan lekat. Sohee kaget. Dia tak bisa berkutik. Matanya dengan mata namja itu bertemu.

“ Kau.. Kkaau mau apaa?” kata Sohee dengan suara yang kecil.

“ Buahahahahaha!!” tawa Chanyeol tiba-tiba. “ Wajahmu lucu sekali. Merah banget kayak tomat.!!” Tambahnya sambil mencubit kedua pipi Sohee yang chubby itu. Saat dia mencubit pipinya itu dia terdiam dan menghentikan tawanya. Dia menatap mata yeoja itu dengan takjub. Sohee pun juga menatapnya dengan tatapan penuh arti. Lalu, Chanyeol melepas cubitannya di pipinya lalu menjauh dari Sohee.

000

Sohee POV

Ku pegang dadaku di tanganku. Dari tadi jantungku terus berdegup begitu kencang. Sejak aku bertemu dengan namja menyebalkan dan aneh itu, Aku terus merasakan rasa aneh ini. Rasa yang tak pernah ku rasakan selama ini.

“ By The way, Mengapa kau bisa disini?” tanya Chanyeol padaku.

“ Aku mau mengerjakan tugas.” Jawabku dengan singkat.

“ Tugas apa? Mungkin aku bisa bantu.” Tawarnya padaku.

“  Ini hanya tugas konyol. Aku harus mendeskripsikan tentang Cinta.” Kataku padanya. Lalu dia tertawa puas setelah mendengar kata-kataku. Itu sudah ku duga karena memang ku akui tugasku benar-benar tidak masuk akal.

“ Kau tidak bisa mencari arti kata itu dari perpustakaan. Tapi dari hatimu. Apa kau tak pernah jatuh cinta sampai kau mencari hal itu di perpustakaan?” Kata Chanyeol padaku sambil tersenyum puas. Ya.. dia benar.. Aku tak pernah tahu arti dari cinta. Aku sama sekali tak pernah merasakan hal itu.

“ Memangnya kau sudah merasakannya?”tanyaku padanya.

Dia diam. Tak menjawab.

“Mengapa tak menjawab? Jangan-jangan kau juga belum merasakannya? Hahahaha.. bagaimana bisa kau dengan pede mengatakan hal itu padaku?  dasar manusia Bapo!!” kataku padanya.

“ Ya!! Suatu saat aku pasti akan merasakannya!!” katanya padaku. Aku berbalik meninggalkannya dan menyunggingkan senyuman. Entah mengapa ada rasa senang di hatiku.

000

Chanyeol POV

Aku masih berdiri di sudut perpustakaan. Aku hanya menatap punggung yeoja yang tadinya berbicara padaku. Sebuah senyuman tersungging di bibirku. Entah mengapa aku begitu ingin tersenyum. Ada rasa senang dan berbunga-bunga di hatiku. Entah mengapa itu ada. Jantungku pun berdegup begitu kencang sedari tadi. Aku terus bertanya-tanya dan merasa kesal dengan perasaan yang terus menghantui aku saat aku berhadapan dengan yeoja itu. Aku kesal sekali tidak bisa mengetahui apa yang aku rasakan itu.

Aku mengambil ponsel. Aku mengetik nama temanku yang paling baik, Kai. Aku memencet tombol hijau untuk memanggilnya.

“ Yoboseo..” kata suara dari seberang.

“ Mari kita bertemu dicafe biasa.”

000

                Aku duduk di tempat yang biasa ku tempati di café yang biasa aku datangi bersama Kai. Dia tersenyum di depanku sambil menyeruput kopi hitam nya yang masih panas. Aku kadang berpikir, mengapa dia menyukai kopi hitam yang pahit. Aku saja melihat kopi itu saja sudah merasa tidak enak.

“ Ada apa, Yeol-ah? Apa yang ingin kau tanyakan padaku?” tanyanya padaku sambil tersenyum.

“  Ada rasa yang tidak biasa datang padaku, Kai-ya. Sebuah perasaan yang timbul di hatiku dan perasaan itu selalu melonjak saat aku bersama seorang yeoja. Perasaan ini membuatku berdebar-debar di depannya. Kau tahu apa rasa itu?”

Dia tersenyum penuh arti. Dia menyeruput lagi kopi hitam di depannya dengan wajah yang masih tersenyum.

“ Apa Yeoja itu Sohee?” tebaknya yang membuatku kaget. Mengapa tebakannya benar sekali?

“  Ya.. tentu saja bukan. Yang benar saja..” kataku berbohong pada Kai.

“ Jinjja yo? Bagus kalau begitu.” Kata kai sambil tersenyum.

“  Mengapa bagus kalau begitu?” tanyaku padanya.

“ Tentu saja bagus. Perasaan itu artinya kau jatuh cinta pada yeoja yang kau maksud. ”

“ Mwo?”

TBC

Gimana Readers? Aneh yah ceritanya? Mian kalo aneh yah.. Jangan lupa tinggalkan jejak yaa Chingudeul.. Gomawo J

5 pemikiran pada “Enemy Love (Chapter 2)

  1. aaaaa keren banget.
    cieee yeolli malu malu harimau *eh.
    thor,ini kgk ada lanjutannya yeth?kok gk ada diberanda,ini keren loh thor padahal.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s