Between Him and Him (Chapter 2)

Between Him and Him Part 2

 

Author      : haraast (@harferaastrid)

Genre       : Romance, Friendship

Rating       : Teen

Main Cast  :  –     Kim Hara

–          Kim Jongin/Kai

–          Oh Sehun

–          Han Soonhwa

Other cast : find it by yourself

 

Annyeonghaseo!! *bow*

Aku kembali lagi dengan part 2 tentunya. Tak lupa kuucapkan lagi, makasih untuk adminnya yang udah posting ff aku ini, ehehe.

Makasih juga untuk para readers yang masih setia nunggu (kayak ada aja) ff aku ini, hehe.. Duh gatau mesti ngomong apa lg.

Let’s reading, chingudeul!! Enjoy.. ^^

^^__^^

 

*Hara’s POV*

Kubuka mataku perlahan, dan mendapati seseorang berada di bawahku.

Omo, aku menindihnya, dan yang lebih mengagetkan lagi dia seorang namja.

“Omo! Kau?”, teriakku kaget.

Aku bingung, aku sedang berada dimana, seperti di surga. Bagaimana tidak? Oh Sehun! Aku bisa melihatnya dalam jarak sedekat ini.

“Hara-ya, bisakah kau bangun dari posisimu sekarang?”, kata Sehun yang langsung membuyarkan lamunanku dan mampu mengembalikkan semua organ tubuhku yang tadinya melayang di surga sana.

“Ah, ne. Mianhae Sehun-ah”, ucapku lalu beranjak berdiri.

Tapi, tunggu. Apa Sehun yang menyelamatkanku tadi? Aissh, ya sudah pastilah Hara pabo!, rutukku sambil memukul pelan kepalaku.

“O, itu. Sehun-ah, jeongmal gomawoyo, kau sudah menyelamatkan nyawaku tadi”, kataku sambil menundukkan tubuhku. “Kureom, neo gwaenchana?”, lanjutku.

“Ah ne gwaenchana. tapi kenapa kau tadi..”, kata Sehun terpotong.

 

*Kai’s POV*

Huft, syukurlah dia selamat. Semoga dia tidak terluka dengan doronganku tadi.

_Flashback start_

Aku berjalan dengan cepat agar aku dapat menaiki bus yang sama dengannya.

Aku melihatnya, sepertinya dia sedang melamunkan sesuatu karena pandangannya tidak fokus ke jalanan sehingga dia belum menyadari ada mobil yang bergerak mendekatinya.

Aku segera berlari. Refleks, ku dorong tubuhnya supaya menjauh dari posisi mobil yang sedang melaju itu.

Aku baru sadar, mengapa aku tidak menariknya saja. Ah, semoga dia tidak terjatuh dan tidak terluka terlalu parah.

_Flashback end_

Aku melihat ia sedang menimpa tubuh Sehun. Aish, kenapa mesti namja itu lagi? Tapi, sepertinya ia tidak terluka karena tubuhnya menimpa tubuh namja itu. Huh, syukurlah..

Aku mendengar gadis itu berterima kasih pada Sehun. Padahal jelas-jelas aku yang telah menyelamatkannya. Ku hampiri saja mereka.

“Ah ne, tapi kenapa kau tadi..”, kata Sehun terpotong karena ulahku.

“Ya, gadis cengeng! Keributan apa lagi yang kau lakukan hah?”, bentakku.

“Mworago? Aku hampir tertabrak mobil dan kau menuduhku membuat keributan? Aish, namja ini”, balas Hara.

“Sehun-ah, jangan pedulikan namja sinting ini. Ayo kita pulang”, katanya sambil menarik Sehun pergi dari tempatku berdiri saat ini.

 

*Sehun’s POV*

Aku tidak mengerti apa yang terjadi tadi.

Saat aku ingin kembali ke ruang rapat karena bukuku tertinggal, aku melihat Hara seperti ingin menyebrang jalan. Dan tidak terlalu jelas mengapa tubunya tiba-tiba terdorong ke arahku dan menimpa tubuhku sampai aku terjatuh dengan dia yang berada di atasku.

Apa mungkin, Kai yang menyelamatkannya? Dan Hara hanya tahu bahwa aku yang menyelamatkannya? Aish, molla.

“Hara-ya, kau mau pulang? Mau kuantar?”, tanyaku saat kami telah keluar dari ruang rapat untuk mengambil bukuku.

“Oh, ani. Tidak usah, aku sudah cukup merepotkanmu tadi. Biar aku pulang naik bus saja”, tolaknya.

“Ah itu, gwaenchana. Aku tidak merasa di repotkan kok. Kajja, kuantar saja kau dengan motorku”, ajakku langsung menarik tangannya menuju parkiran motor.

 

Ku lajukan motorku saat diriku dan Hara telah berada tepat di atas motor sportku. Menuju ke rumah yeoja yang sekarang menarik perhatianku kini, Kim Hara.

Sejenak bisa ku rasakan pikiranku tidak lagi dipenuhi oleh yeoja yang sejak dulu selalu mengisi pikiranku. Ah, mengingat namanya saja membuat luka di hatiku kembali meruak. Sakit.

Dia-lah yeoja yang pertama datang ke dalam kehidupanku dan masuk ke dalam relung hatiku sehingga menjadi sangat sulit sekali untuknya keluar dari dalam hatiku yang telah rapuh ini.

Tetapi, dia jugalah yang mampu membuat hatiku tercabik-cabik karena pengkhianatan besar yang dia lakukan di belakangku.

“Sehun-ah, itu rumahku”, gumam Hara yang membuyarkan lamunanku.

Segera ku hentikan motorku di depan pintu gerbang rumahnya. Hara pun lekas turun dan tak lupa ia mengucapkan terima kasih karena aku telah berbaik hati menolongnya tadi dan mengantarnya pulang. Dan ku balas dengan anggukan serta tak lupa kuberikan seulas senyuman yang manis padanya.

Tunggu, apa dia masih mengira bahwa aku-lah yang menolongnya? Ah, kepalaku tiba-tiba saja terasa sakit. Mungkin efek memikirkan yeoja masa laluku itu. Damn!

Ku lajukan motorku meninggalkan Hara yang masih berdiri di depan gerbang rumahnya sembari melambaikan tangan kearahku.

Aku hanya ingin cepat sampai di kamarku dan melupakan ingatan itu. Dan tidak ingin sekali repot-repot memikirkan siapa yang menolong Hara sebenarnya. Tidur, mungkin itulah yang sangat kubutuhkan saat ini.

 

*Kai’s POV*

Hara. Kim Hara. Kau tahu? Hatiku sakit. Sangat sakit saat kau benar-benar tersenyum bahagia dan pergi meniggalkanku -sang penyelamatmu- dengan Sehun, yang entah sejak kapan aku membenci murid baru itu.

Ku lihat dari kejauhan, Sehun memberikan tawaran untuk mengantarnya pulang. Ku palingkan wajahku, terlalu malas melihat mereka berdua berada sedekat itu.

Ku lihat bus berhenti di depan halte, membuatku setengah berlari agar tidak tertinggal. Ku pilih tempat duduk dekat dengan jendela.

Sialnya, ku lihat motor Sehun melintas dengan tangan Hara yang mencengkram erat jaket yang dikenakan Sehun. Tanpa kusadari, rahangku mengeras dan tanganku pun terkepal erat.

Aku tahu. Aku.. sangat membenci, Oh Sehun.

 

^^__^^

 

*Hara’s POV*

Aku masih bingung, sepertinya saat aku hampir tertabrak waktu itu, aku merasa ada seseorang yang mendorongku sehingga membuat diriku terjatuh menimpa tubuh Sehun. Ah, mungkin itu orang yang kebetulan berada disana.

Masa bodohlah! Dia juga tidak menemuiku dan mengatakan bahwa dia menolongku, jadi aku tidak tahu siapa dirinya.

Setelah kejadian saat itu, hubungan aku dan Sehun pun semakin dekat. Di tambah lagi bahwa kami menggunakan ruang dance bersama sebagai latihan klub dance dan ballet. Walaupun terpisah oleh sekat, tetapi tetap saja kami masih berada dalam ruangan yang sama.

Aku senang sekali. Aku bisa berbagi ruang dance dengannya. Dengan begitu aku bisa sering melihatnya menari.

 

Saat ini, seperti biasanya, jam istirahat kami habiskan untuk berlatih di ruang dance ini. Hanya kami berdua, aku dan Sehun. Aku berlatih ballet. Dan Sehun berlatih modern dance yang setiap gerakannya adalah hasil ciptaannya sendiri.

“Hara-ya, apa kau bisa melakukan modern dance sepertiku ini?”, katanya yang telah membuyarkan lamunanku. “Ingin ku ajarkan? Dan bayarannya kau harus menuruti apa yang kuminta. Bagaimana? Kau mau?”, lanjutnya.

“Haha, tubuhku sangat lentur. Susah sepertinya untuk mempelajari gerakan-gerakan anehmu”, candaku yang di balas tatapan ‘apa maksudmu hah?’ yang seperti ingin menelanku hidup-hidup.

“Eung, sebenarnya aku tidak begitu tertarik. Tapi kelihatannya asik. Baik, akan ku coba. Oh ya, sebelumnya apa itu permintaanmu, wahai Lead of Dancer?”, tuturku yang lagi-lagi menggodanya.

“Kim Hara. Kau tahu? Kau terlalu banyak bicara. Aku tidak akan meminta hal yang aneh-aneh. Jika, kau tau sanggup menurutinya, kau bisa menolaknya”, jelasnya.

“Kurae, aku terima tawaranmu. Jadi? Kita mulai dari mana, songsaenim?”, tanyaku.

“Berhenti menggodaku. Dengarkan apa yang aku katakan dan lihat apa yang aku tarikan. Arasseo?”, jawabnya.

“Ne, ara”, kataku sambil tersenyum melihat ekspresinya yang begitu menggemaskan, dan mampu membuat jantungku berdetak tak karuan.

 

^^__^^

 

*Author’s POV*

Sudah dua minggu Sehun mengajarkan modern dance pada Hara. Dan hal itu cukup membuat Kai merasa panas dan gerah (?). Kai ingin mencari tahu, apa niat Sehun mengajarkan modern dance pada yeojanya.

Rasanya, ia sangat merindukan Hara. Ya, semenjak kehadiran Sehun, dirinya dan Hara tidak pernah lagi bertengkar atau mempeributkan sesuatu.

Entah apa yang membuat mereka tidak lagi bertegur sapa dengan panggilan mereka –Gadis cengeng dan Bibir tebal– satu sama lain. Yang Kai tahu saat ini adalah dunianya dengan yeojanya telah diusik oleh murid baru, yang siapa lagi namanya kalau bukan, Oh Sehun.

 

Di lapangan basket..

Semua penonton, ya tepatnya yeoja-yeoja, bersorak memberi semangat dan dukungan kepada tim basket sekolahnya yang melawan tim sekolah lain.

Tetapi, sepertinya, dukungan untuk Kai-lah yang paling banyak. Bagaimana tidak, rata-rata para yeoja disana meneriaki nama Kai dengan disertai suara jeritan saat suasana memanas. Walaupun kadang terdengar teriakan nama-nama anggota tim basket yang lain.

Disinilah Hara berada, di lautan para yeoja-yeoja centil, tetapi yang ia lakukan hanyalah duduk dan diam. Terlalu malas melihat ke arah lapangan basket karena terlihat seseorang yang paling ia benci, Kai. Sekilas, ia merasa permainan Kai sangat bagus, walaupun dirinya sendiri tidak mengerti sama sekali tentang basket.

Bagaimana Hara bisa berada disini? Tentu saja, dua yeoja yang berdosa yang berada di sampingnya kini, menariknya dengan paksa. Ya, mereka Park Yunhee dan Song Mirae, teman segengnya yang sangat menggilai Park Chanyeol dan Kris –anggota tim basket.

Tapi, bukan hanya Hara saja yang ditarik paksa oleh mereka. Kang Sora, ia juga mengalami hal yang sama dengan Hara. Tetapi jelas berbeda sekali dengan Hara, Sora tampak bersemangat menonton pertandingan itu walaupun dirinya harus berkorban untuk tidak pulang bareng dengan namjachingunya, Lee Taemin.

“Aku bosan!”, seru Hara berharap bisa pulang dan meninggalkan lapangan basket ini.

Hening.. Tak ada satupun temannya yang menggubris perkataannya. Seakan-akan mereka telah terhipnotis oleh pertandingan basket itu, ah ani, oleh para pemain basket itu.

Ketiga temannya hanya mampu melihat ke arah lapangan sambil mengeratkan kepalan kedua tangan mereka dan sesekali berteriak atau bersorak kegirangan. Hara melihat sekelilingnya, dan mendapati semua yeoja bertingkah sama dengan yang dilakukan oleh ketiga temannya.

Ah, aku bisa mati kebosanan kalau begini, batinnya.

Hara mengedarkan pandangannya ke arah lapangan saat ia mengetahui telah selesainya babak satu dari pertandingan itu. Tak sengaja pandangan matanya mengarah pada sesosok makhluk yang paling dibencinya yang juga sedang melihat kearahnya, dan langsung saja makhluk itu memberikan seulas senyuman termanis padanya. Hara yang melihatnya hanya mematung. Terpana.

Makhluk itu, Kai, Kim Jongin, namja yang paling ia benci seumur hidupnya, memberikan senyuman manis dan sepertinya sangat tulus itu, kepadanya?

Hara mengedarkan pandangannya kesekelilingnya dan mendapati kepada dirinyalah senyum manis itu ditujukan. Saat kembali menatap namja itu, Hara tidak melihat senyum itu lagi karena sesuatu yang dengan sangat jelas namja itu ucapkan walau tak bersuara : “Gadis cengeng”.

Sebal. Ia merutuki dirinya yang sempat-sempatnya terpana melihat senyum manis namja berbibir tebal itu. Ia tahu bahwa Kai hanya mempermainkannya dan hanya bisa menyulut amarahnya.

Dengan segera ia membalas ucapan Kai dengan mengucapakan : “Namja jelek berbibir tebal” dan diakhiri dengan mehrong, wee~

Kai yang melihatnya hanya tertawa. Akhirnya, yeojaku kembali dan akan ku pastikan yeojaku hanya akan menjadi milikku seutuhnya, batinnya.

 

Pertandingan pun usai dengan kemenangan berpihak pada Kai dkk. Kai yang merasa dirinya sedang ditatap oleh seseorang, mengedarkan pandangannya ke arah –yah kau tahu, yeojanya– Kim Hara.

Entah mengapa Hara masih saja mengedarkan pandangan ke sekelilingnya dan lagi-lagi matanya berpapasan dengan sepasang mata yang pemiliknya itu sangat ia benci, Kai.

Hara terlihat bosan dan bergegas menarik lengan teman-temannya untuk segera pulang. Dengan cepat, Kai menghampiri mereka bersama Chanyeol dan Kris, teman mainnya.

“Gadis cengeng, ada bencana apa yang mampu membuatmu menginjakkan kaki ke lapangan basket dan menonton diriku bermain dengan mata berbinarmu?”, goda Kai.

“Mwo? Bencana? Satu-satunya bencana terburuk yang kualami adalah jika aku melihatmu, Kkamjong berbibir tebal! Asal kau tahu, aku sama sekali tidak berminat pada pertandingan tadi karena aku hanya korban yang ditarik paksa oleh kedua orang di sampingku ini. Dan satu lagi, aku tidak menonton dirimu dengan mata berbinar seperti katamu. Kau bahkan bermain sangat jelek, Kim Jongin”, balas Hara dan pergi meninggalkan semua temannya dan Kai dkk.

“Aish, kau terlalu banyak bicara, Gadis cengeng!”, teriak Kai saat ketiga teman Hara mendelik sebal ke arahnya lalu pergi meninggalkannya.

 

“Kau masih saja bertengkar dengannya? Kalau begini terus, kapan kau akan memiliki hakmu, Kai?”, kata Kris.

“Dapatkan hakmu atau ia akan segera memilih yang lain untuk mendampinginya”, Chanyeol memberi Kai nasihat.

“Ck, aku bingung harus memulai dari mana. Terlebih ada namja baru yang mengusik kehidupan kami”, jujur Kai pasrah.

 

^^__^^

 

*Sehun’s POV*

Jam istirahat. Dimana lagi aku berada kalau bukan di ruang dance, bersama Hara tentunya. Entah mengapa jika sedang bersamanya, aku merasa hatiku hangat dan tenang. Dan pastinya aku sedikit demi sedikit bisa melupakan ingatan tentang gadis masa laluku. Tapi apa daya, sepertinya hatiku belum mampu melupakannya.

Aku berniat menunjukkan brosur ini kepada Hara. Dan semoga saja dia mau menurutiku untuk ikut denganku.

“Hara-ya, sabtu malam nanti kau ada acara?”, kataku gugup.

“Eum, sepertinya tidak. Waeyo?”, tanyanya.

“Aku.. eum, aku.. ini”, kataku sambil memberikan brosur itu kepadanya.

Kulihat dia membaca brosur itu perlahan dan tak kusangka dia tersenyum sambil menganggukan kepalanya. Lega dan bahagia rasanya.

Di sana aku tidak akan sendirian dan pastinya aku lah yang akan memenangkan perlombaan itu. Selama ada Hara disisiku dan juga tak hadirnya gadis masa laluku, ku kira aku bisa melakukan yang terbaik nantinya.

 

*Hara’s POV*

Baru saja ku duduk di kursi kelasku, ketiga temanku menghampiriku dengan senyuman yang sulit ditebak itu. Kelihatan senang sekali pastinya.

“Hara-ya, malam minggu ini kau ada acara tidak?”, tanya Sora saat dia sudah duduk di sampingku.

“Ne, aku baru saja membuat janji dengan Sehun. Mian, kalian terlambat. Hehe. Memangnya kalian mau apa hah? Wajah kalian ceria sekali”, tuturku.

“Hah, akhir-akhir ini kau dekat dengannya, kita dilupakan”, kata Yunhee sambil memperlihatkan muka kecewanya.

“Ah, itu mian. Aku hanya berlatih dance dengannya. Dan sabtu malam nanti, ada perlombaan modern dance, lalu Sehun mengajakku menonton dirinya yang ikut lomba itu”, jelasku yang disertai anggukan ketiga temanku.

“Padahal kita ingin kencan bersama. Kau-Sehun, Sora-Taemin, Yunhee-Kris, aku-Chanyeol”, tutur Mirae sedih.

“Ah, mianhae”, balasku tidak enak hati telah menolak ajakan mereka.

“Ye, gwaenchana. Lain kali kita kencan bersama, Oke?”, hibur Sora yang dibalas senyuman dan anggukan oleh kami bertiga.

Kulihat Sehun memasuki kelas. Dan setelahnya Park saem dengan buku-buku tebal ditangannya memasuki kelas dengan tatapan seramnya. Membuat semua murid di kelas ini bergidik ngeri melihatnya.

 

*Kai’s POV*

Aku duduk dua bangku di belakang yeojaku. Meskipun saat ini yang kulakukan adalah membenamkan kepalaku ke dalam lipatan tanganku di atas meja, aku masih bisa mendengar sayup-sayup percakapan Hara dengan teman-temannya.

Tak habis ku pikir, namja itu sangat licik rupanya. Tanpa sepengetahuanku, dia berani sekali mengajari Hara melakukan modern dance dan yang kudengar dia mengajaknya menonton perlombaan itu?

Cih, kau tak bisa menang dariku, Oh Sehun. Lihat apa yang akan ku lakukan nanti.

 

^^__^^

 

*Hara’s POV*

Sabtu malam tiba. Setelah Sehun menjemputku dan kami pun langsung berpamitan kepada kedua orangtuaku. Ini pengalaman pertamaku keluar malam bersama seorang namja yang kusukai. Dan nantinya, menonton perlombaan modern dance juga merupakan pengalaman pertama untukku.

Setibanya di tempat perlombaan, aku dan Sehun pergi ke meja pendaftaran untuk registrasi ulang. Sehhun mengajakku berdiri di barisan paling depan. Sehun bilang bahwa dia mendapat urutan tampil yang ke-2.

“Kau tahu, aku memang sering ketempat ini, tapi ini pertama kalinya aku mengajak yeoja yang baru ku kenal sebulan yang lalu”, katanya yang selalu saja memberikan senyum yang sangaaaaat manis kepadaku.

Saat perlombaan di mulai dan peserta pertama mulai tampil, tak sengaja mataku menemukan sosok yang sangat tidak ingin ku lihat, Kai. Sedang apa dia disini? Tak bisakah dia membiarkan aku senang dengan tidak menunjukkan sosoknya di depanku? Huft..

Giliran Sehun tampil, aku pun menyemangatinya dan menyoraki namanya. Semoga Sehun memenangkan perlombaan ini, doaku.

“Sehun-ah, kau sangat sangat sangat funtastic! Kau hebat! Aku yakin kau akan menang”, seruku saat Sehun telah selesai tampil dan kembali berdiri di sampingku.

“Ne, gomawo atas dukunganmu. Kita lihat nanti siapa yang akan menang”, balasnya yang lagi-lagi memberikan senyumnya dan mengacak poni depanku. Hal itu membuat pipiku refleks mengeluarkan semburat merahnya. Omo! Semoga Sehun tak melihatnya.

 

*Kai’s POV*

Saat kulihat Sehun dan Hara keluar dari rumah Hara dan bergegas pergi ke tempat perlombaan itu, diam-diam aku mengikuti mereka dengan mobil Appaku.

Ah, aku belum menceritakannya mengapa aku tidak mengendarai motor lagi. Mungkin karena kejadian masa lalu yang membuatku sangat membenci motorku itu.

Tiba di tempat perlombaan, aku pun melakukan registrasi ulang dan mendapat urutan tampil yang ke-4. Oke, aku siap-siap saja dan mengambil tempat berdiri paling depan. Ku edarkan mataku ke sekeliling dan ku dapati yeojaku berdiri di samping Sehun. Mereka berada di serong kananku, sehingga sulit sekali bagi mereka melihat ke arahku karena terhalang oleh pohon besar di dekat mereka.

Namun, saat diriku masih memandangi mereka, pandanganku dan Hara bertemu. Sekilas raut kebingungan tampak jelas diwajahnya, tapi dia segera memalingkan wajahnya ke arah lain.

Giliran namja itu tampil. Hm, boleh juga gerakan-gerakannya. Kulihat Hara nampak bersemangat memberinya dukungan, yang membuatku semakin geram.

Oke, now is my turn. Semangat, Kim Jongin!

Ku gerakkan semua tubuhku dengan gesit dan lincah. Ku lirik sekilas Hara dan Sehun yang memiliki raut muka kaget dan terpukau melihatku bisa melakukan modern dance seperti ini. Tujuanku saat ini bukanlah hadiah dari lomba ini yang ingin ku dapatkan. Tapi perhatian yeojaku lah yang ingin aku dapatkan.

Tiba saatnya pengumuman pemenang perlombaan ini. Pembawa acara itu akan menyebutkan mulai dari juara 3, juara 2 dan berlanjut sampai juara 1.

Ku lihat Sehun dan Hara nampak cemas. Aku bersikap santai saja. Yang telah kupastikan, aku telah membuat yeojaku terpukau melihat penampilanku tadi.

Tak kusangka namaku disebut oleh si pembawa acara itu. Dengan kaget, Sehun dan Hara melihat ke arahku berdiri. Aku bingung! Saking sibuknya aku dengan pikiranku sendiri, aku tidak menyadari aku mendapat juara berapa.

 

*To Be Continue*

 

Okeoke, aku tau ini gantung banget apa ga seru gitu yah? Uhuhu mian..mian..mian *bow terus lagi dan lagi*

Aku harap masih ada yang mau baca hahaha. Makasih juga kalo masih ada yang baca apalagi kritik ffku ini.

Kalo udah ketebak ceritanya, tebak aja mending. Entar yang bener dapet hadiah dari Kai sama Sehun. Ehehe

Selamat menunggu part 3nya!

Okeeeeh, author pamit, tataaaah! J

12 pemikiran pada “Between Him and Him (Chapter 2)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s