Cryptid (Chapter 1)

Tittle         : CRYPTID- Finding Symbol

Author      : RTC

Main Cast :

– Kevin as Kris Wu

– Kai as Kim Jongin

– Erris as Oh Sehun

– Hwang Zi Tao

Other Cast  : Find in story~

Genre           : Romance(?), Comedy(?), Fantasy(?)

Poster        : Thanks buat Sasphire.wordpress.com ^^ covernya cantik banget

 

Annyeong *LambaiGaje*

Pertama, thanks buat Admin baik hati yang udah ngepostin FF abal ini.

Ini FF Fantasy dengan 3 Author, jadi ini cerita dari 3 otak digabung-gabung ga jelas. Mian kalo rada ga menarik. Banyak TYPO bertebaran atau Alur yang ga jelas.

 

PLease RCL~

 

Happy Reading~

“Dengarkan aku Ratu, anak kita adalah salah satu simbol dan kehidupannya terancam. Kita harus mengasingkannya”

“Tapi bagaimana mungkin aku membiarkannya berada didunia para manusia, dia baru saja lahir Raja”

“Aku berjanji tidak akan terjadi hal buruk padanya. Percayalah padaku, kita harus mengasingkannya secepat mungkin”

>>>

 

Erris menyingkapkan tirai putih tipis yang menutupi jendela segiempat ruangan pengap tempat mereka berada saat ini. Suara lolongan Kerberosanjing peliharan Casey terus membuat perisai yang menyelimuti Lembah Mykenai menipis. Satu-satunya tempat yang luput dari penjagaan ketat Raja Casey. Para Titan yang sejak tadi berusaha memperkuat Perisai sepertinya terlihat kewalahan menyembunyikan keberadaan baru penghuni Kerajaan Langit.

Kevin mendesis ketika Arion masuk tanpa mengetuk pintu, keempat anak didalam ruangan itu sepertinya terkejut dengan kehadiran tiba-tibanya.

“Maaf, apa kalian menunggu lama?”

Laki-laki bernama Arion itu langsung duduk mengikuti keempat bocah yang menatapnya jengah. Ia berdehem ketika melihat Kai mulai meliriknya murka.

“Kalian sudah mempersiapkan diri?”

“Sungguh, kami tidak mengerti kenapa kami harus berkelana ke Dunia Manusia disaat berbahaya begini. Bukankah seharusnya kami ikut memperkuat Perisai diluar sana?”

Kelimanya spontan melirik jendela kecil yang tadi sempat Erris hampiri. Tidak ada apapun disana kecuali tirai tipis yang menutupi jendela, hanya saja suara lolongan Kerberos terus saja terdengar mengancam keberadaan mereka.

“Maka dari itu Raja Andrew menugaskan kalian untuk turun”

“Astaga Commandante, jangan kau kira kami tidak tahu bagaimana kehidupan Para Manusia”

“Lalu kalian akan menyerah begitu saja pada Raja Casey? Oh Astaga, kesempatan jatuh kepada kalian dan kalian ingin melewatkannya begitu saja??”

Commandante Arion mendesis mendengar kalimat pengecut keempat bocah didepannya. Suasana perpustakaan yang sunyi membuat desisan lelaki itu terdengar sedikit mengerikan ditelinga keempat anak didekatnya.

“Lalu apa yang harus kami lakukan?”

“Sederhana, hanya menemukan keempat simbol yang tersisa karena satu simbol telah berada didekat kalian saat ini”

“Hah?”

Setelah Arion melirik kearah satu-satunya gadis diruangan itu barulah Erris, Kevin dan Kai sadar bahwa Princessalah yang commandante mereka maksud. Gadis berambut keriting itu langsung mengarahkan telunjuknya kewajahnya sendiri.

“Aku?”

“Iya, kau!”

Refleks gadis itu menarik lengan baju beludrunya yang semula menutupi sedikit telapak tangannya, beberapa saat keempat anak itu mengerjap-ngerjap kaget mendapati simbol Busur pada pergelengan tangan gadis itu.

“Maksudmu tanda ini?”

“Iya. Tanda itu sudah lama berada dipergelangan tanganmu, hanya saja Dewa Vincent menyembunyikannya untuk keselamatanmu”

Princessa mengangkat kepalanya, melirik kearah tiga ‘temannya’ yang menatapnya bingung. Gadis itu langsung mengalihkan pandangannya kearah Arion yang telah beranjak kearah rak-rak buku tua Kerajaan Langit yang masih tersisa.

“Biar kutebak. Kalian pasti tidak tahu tentang Búsqueda Símbolo  benar?”

Bersamaan, keempatnya mengangguk. Pandangan mata mereka mengikuti Arion yang berjalan kearah mereka dan duduk kembali diposisinya. Ditangannya terdapat sebuah buku tua usang yang membuat Kai tanpa sadar meneguk ludah.

Búsqueda Símbolo adalah Keturunan Dewa yang digariskan oleh Dewa Pencipta untuk menghentikan Pemberontakan Casey”

“Hah? Keturunan Dewa? Apa itu kami?”

“Betul Kai. Keturunan itu kalian”

Arion menyerahkan buku tua yang tadi ia ambil kearah lelaki yang tadi ia panggil Kai. Lelaki itu menyerengit saat buku yang telah kuning itu sampai ditelapak tangan besarnya.

“Itu buku Theogonia

Theogonia??”

“Iya. Didalam buku 2745 halaman itu dijelaskan tentang Peperangan Olympus, Keturunan Para Dewa dan Pencarian Simbol termasuk cerita tentang kalian, para Búsqueda Símbolo. Tetapi seorang penafsir Kerajaan mengatakan bahwa tidak semua yang ditulis didalam sana benar”

“Jadi buku itu menceritakan semuanya?”

Arion mengangguk mengiyakan pertanyaan setengah sadar Erris, lelaki itu kembali berdiri dan berjalan-jalan diantara rak-rak buku yang menjulang tinggi.

“Kalau semuanya telah ditulis dibuku itu, kenapa ayah tidak mempersiapkan diri sebelum Raja Casey menyerang kerajaan kita?”

“Seperti yang sudah kukatakan Kevin, tidak semua yang ada didalam buku itu benar. Aish, kau ini!!”

“Jadi maksud Commandante karena tidak semua yang ada didalam buku itu benar jadi Raja Andrew tidak begitu mempercayainya?”

“Tepat Princessa”

Keempatnya kompak mengangguk, entah mereka mengerti atau sekedar merenggangkan kekakuan pada leher mereka setelah 15 menit duduk didalam ruang pengap ini. Terlebih Princessa yang memakai gaun panjang beludru dengan kerah tinggi, ia sudah benar-benar gerah.

“Bagaimana kami bisa menghentikan Pemberontakan ini?”

“Sudah kubilang, dengan menemukan keempat simbol tersisa yang terpencar semenjak Peperangan Olympus 200 Tahun Silam”

“APA? Bagaimana caranya?”

“Akan aku jelaskan, jadi dengarkan baik-baik!”

>>>

 

Seoul, Korea Selatan

Setelah hampir satu setengah hari tiba di Ibu Kota Korea Selatan ini, akhirnya kalimat umpatan Saerin untuk ibunya keluar juga. Gadis itu memandangi kampus yang direkomendasikan Ibunya dengan pandangan kesal. Kampus dengan nama EXOPLANET Art University itu ternyata tidak seperti yang gadis itu bayangkan.

“Hanya kampus kecil ternyata. Ck, tidak semewah fasilitas yang Mommy berikan”

Gadis itu sekarang ganti melirik semua mahasiswa yang menatapnya heboh. Tidak, gadis itu tidak terkejut sama sekali. Ia sudah sangat terbiasa dengan sikap kurang wajar namja-namja saat melihatnya. Ya, sudah nasibnya mungkin karena susah memang terlahir menjadi gadis cantik -__-.

“Eh, kau anak baru??”

Saerin menoleh. Ada perasaan aneh dihatinya saat melihat namja yang sekarang meliriknya dengan begitu antusias. Entah apa, yang pasti ia merasa tertekan melihat senyum namja itu. Ia menarik napasnya, mencoba menstabilkan emosinya.

“Gwaenchanasaeyo???”

“Eoh, ne nan gwaenchanasaeyo. Oh Saerin imnida. Choi Saerin. Ireomi mwoyo?”

“Oh, Park Chanyeol imnida. Kau murid baru Saerin-ssi?”

“Ne, aku pindahan dari Amerika”

Chanyeol tersenyum begitu lebar mendapati jawaban antusias gadis itu. Namja itu sebisa mungkin untuk bersikap wajar didepan gadis yang telah sekian lama ia tunggu. Saerin, nama yang bagus.

“Waw. Em, apa Majormu?”

“Clasiccal Dance”

“Oh ya?? Aku punya teman wanita yang cukup dekat disana”

“ Jincha?”

>>>

 

“Arista? Namanya sama dengan seorang kakak perempuan Mermaid?”

“Hm,betul. Dia digariskan sebagai seorang gadis dengan kecantikan luar biasa”

“Oh Astaga, apakah dia lebih cantik dariku??”

“Princessa, kita sedang serius”

Princessa spontan menutup mulut dengan kedua tangannya, sebenarnya ia sengaja mengatakan kalimat itu untuk mencairkan suasana. Sungguh, berada diruangan pengap dan sunyi seperti ini membuatnya mengantuk, ditambah lagi dengan banyak kosakata mengerikan yang diutarakan Commandante Arion.

“Selain itu gadis itu memiliki Simbol Kupu-Kupu pada tengkuknya”

“Tengkuk? Yang benar saja??”

Erris mendesah menyadari Arion dan Kai menyeringai menjijikan kearahnya. Tengkuk adalah salah satu area sensitive manusia dan gadis itu memiliki lambang diarea itu. Erris melirik kearah Princessa yang memandangnya kesal, sepertinya gadis itu tahu apa yang berputar-putar diotaknya.

“Jangan pernah berpikir untuk melihat semua tengkuk manusia Eriss”

“Tidak Kevin, tidak akan pernah”

“Lagipula kalian pikir semudah itu untuk melihatnya?”

“Hah?”

“Para simbol terus dijaga oleh Para Spartoi dan jangan katakan kalian tidak tahu juga apa itu Spartoi?

Keempatnya hanya menggeleng polos setelah Arion menyelesaikan kalimatnya, membuat lelaki itu tersenyum kecut karena harus mengeluarkan banyak kesabaran didepan para Dewa Ababil itu.

Spartoi adalah para prajurit yang memiliki persenjataan lengkap yang muncul dari gigi naga yang ditanam didalam tanah”

Princessa hanya menelan ludah bingung mendengar penjelasan singkat Commandante Hyperion. Kenapa semakin lama penjelasan-penjelasan tentang simbol semakin membuatnya kalut??

“Jadi bagaimana kami dapat menemukan mereka?”

“Tidak selamanya Spartoi menyelimuti simbol mereka. Mereka hanya seorang Prajurit sedangkan kalian keturunan para Dewa, maka dari itu kalian akan merasakan keberadaan para simbol jika mereka didekat kalian”

Arion tersenyum simpul melihat kerutan halus dikening Erris, sepertinya lelaki itu terlihat tertekan dengan letak simbol pada tubuh Arista. Commandante yang tua beberapa tahun dari Erris itu menepuk pundak lelaki disebelah kirinya.

“Gadis itu, maksudku Arista adalah seorang Eyes Controller

“Hah?”

“Jangan terkejut dulu, ada yang lebih mengejutkan selain itu”

Arion tersenyum lebar melihat rasa penasaran diwajah letih keempat Keturunan Dewa didepannya.

“Ia adalah pemilik Unicorn yang tersisa”

“APAAA??”

>>>

 

“Astaga, kenapa harus gadis kecil sepertiku yang membawa buku-buku pusaka ini kegudang??”

Chaeky mendengus menatapi pandangannya hanya fokus kearah beberapa buku tua yang harus ia bawa ke gudang belakang kampus. Gadis itu merasa sedikit menyesal menyadari perbuatan bodohnya dengan berlaku sok baik kepada penjaga Perpustakaan tadi.

“Aigoo, aku tidak bisa melihat apapun. Hallo, kumohon kalian memberiku jalaaaann”

Gadis itu berujar pasrah. Ia terlalu sibuk dengan setumpuk buku yang membuat bekat  memerah pada tangannya itu. Lebih tepatnya menyibukkan diri. Pandangannya tertutup dan disaat seperti ini semua orang malah berpura-pura tidak mengenalnya.

“Disaat seperti ini kau akan tahu Chaeky-yah siapa yang bisa kau sebut teman yang sesungguhnya”

Chaeky mengomel sendiri. Membiarkan tatapan ragu teman-temannya berlalu bagai angin. Ia mendengus menyadari semua orang bahkan menganggapnya kasat mata sekarang.

“Chaeky-yah”

“Eh? Huaaaahhh andwaeeee”

Chaeky tersungkur. Ia melirik buku-buku yang sebagian masuk kedalam selokan kecil dan tergenang air itu. Gadis itu menolehkan pandangannya kearah namja yang berlari tergopoh kearahnya dengan kesal.

“AIGOO YIXING-AH, KENAPA KAU MEMANGGILKU?? AISH MICHEOO”

“Wae? Kalau aku tidak memanggilmu  kau sudah tercebur kedalam selokan itu”

Chaeky melirik telunjuk Yixing yang mengarah kearah selokan kecil yang membuat beberapa buku yang tadi ia bawa berenang-renang indah. Yeoja itu menghela napas kesal. Setelah jatuh, ia sepertinya juga harus masuk kedalam selokan itu untuk mengambil buku-buku sialan itu. Tapi,

“Apa yang kau lakukan?”

Tanpa sadar, Chaeky sudah menemukan Yixing masuk kedalam selokan bau itu tanpa alas kaki. Chaeky bahkan tidak tahu kapan namja itu melepas sepatu dan kaos kakinya. Chaeky mendesah, ia menggigit bibir bawahnya bingung.

“Ini,”

Chaeky menerima buku basah itu sebelum mengulurkan tangannya kearah Yixing. Namja itu tergelak beberapa kali sebelum menepis tangan yeoja dihadapannya lembut dan naik keluar selokan. Chaeky diliputi rasa bersalah. Ia sudah memarahi namja itu tadi.

“Yixing-ah,”

“Aku tidak butuh terima kasih. Hanya butuh kau memasakkanku makan siang nanti sepulang dari kampus”

Yixing melebarkan senyum, namja itu mengambil sepatunya sebelum tersenyum lebar untuk kedua kalinya. Chaeky memandang namja itu tanpa ekspresi.

“Berhentilah seolah-olah aku baru melakukan hal bodoh sekali karenamu Chaeky-yah. Sudahlah, aku ketoilet dulu. Jangan lupa permintaanku”

Yixing melambai sekali sebelum berjalan cepat meninggalkan Chaeky yang memandanginya nanar. Gadis itu berusaha menahan perasaan untuk tidak memeluk namja itu dari belakang. Ia benci menyadari perasaannya untuk namja itu sudah sangat besar, sebesar semua perjuangan yang Yixing lakukan untuknya.

>>>

 

“Oh Astaga, kau tidak bermaksud menyuruhku untuk melihat semua pinggang wanita bukan Commandante?”

Princessa hanya terkikik membayangkan kalimat saudara lelakinya itu. Melihat pinggang para manusia? Bisa-bisa ia dicincang kalau sampai berani membuka baju wanita-wanita manusia itu dan melihat pinggangnya.

“Berhenti tertawa Princessa”

“Aish, bukan seperti itu Kai. Kau akan dibunuh jika berani melakukan hal seperti itu, itu namanya pelecehan”

Bukannya menghentikan kikikkannya, Princessa malah tergelak semakin jadi mendengar kalimat pedas Arion. Kai hanya mendesis kearah adik perempuannya.

“Lalu, apa yang harus Kai lakukan?”

Keempatnya langsung melirik kearah Erris yang terlihat tidak sabar dengan penjelasan Commandante Kerajaan Dunia Atas yang sejak tadi terputus-putus.

“Seperti yang kukatakan, ia memiliki Simbol Bulan Sabit pada pinggangnya. Selain itu gadis yang menurut buku Theogonia bernama Aurora ini juga memiliki kekuatan yang tidak kalah dengan Arista”

“Apa itu?”

Time Contoller

“Maksud Commandante ia bisa mengontrol waktu”

“Tepat Kevin. Selain mengontrol waktu gadis bernama Aurora ini juga bisa melihat masa lalu, menghentikan waktu, memutar balikkan waktu, memanipulasi waktu dan melihat masa depan (Future Walker)”

“Waw, bagaimana bisa gadis itu melihat masa lalu sekaligus melihat masa depan?”

“Entahlah, mungkin karena ia seorang Pahlawan

“APA? Dia seorang Pahlawan?

“Berhentilah terus berteriak-teriak, Ya Tuhan”

Arion refleks menutupi kedua telinganya yang nyaris memerah, bisa-bisa keempat bocah itu membuat telinganya pendarahan dengan teriakan yang luar biasa merdu itu.

“Ia juga dilindungi oleh Qillin

Qillin?”

“Sulit dipercaya”

“Aku yang keturunan dewa seutuhnya saja tidak dilindungi apapun, ck”

>>>

 

Hyunhae menatap gadis yang sekarang tengah sibuk diperkenalkan Chanyeol kearah gadis bermata hijau dengan rambut sebahu itu, kepada Chaeky. Sejak tadi, sejak namja itu datang 15 menit yang lalu dengan seorang anak baru bernama Saerin, entah mengapa perasaan Hyunhae jadi kacau. Ia terlalu benci melihat senyum namja itu melebar karena yeoja lain.

“Hyunnie-yah, kau kenapa?”

Hyunhae mendengus, ia sebenarnya hendak melempar namja itu jauh-jauh. Sungguh, ia tidak benci dengan gadis yang sekarang menatapnya bingung. Ia hanya… entahlah gadis itu juga tidak tahu kenapa ia merasa kesal.

“Aku haus, aku akan membeli minum dulu”

“Andwaeeee”

Hyunhae freezes, ia menatap tangan besar Chanyeol yang melingkari pergelangan tangannya. Detik kemudian tangan lain namja itu malah mengacak rambutnya sebelum ia berdiri tegak.

“Biar aku saja, susu pisang bukan?”

Hyunhae membulatkan matanya, bola mata hitamnya menatap Chanyeol yang berlarian keluar taman Utara kampus dengan cepat. Detik berikutnya, suara batuk Chaeky terdengar memecah keheningan yang keduanya buat.

“UHUK UHUK… UHUK UHUK”

Hyunhae menajamkan matanya dan itu sempat membuat Saerin tersentak tadi. Beberapa saat gadis itu sudah berada disebelah kiri Chaeky dan mencubit-cubit lengannya kecil.

“Ah, ah.. andwae, ya! Berhenti. Appo Hyunnie-yah”

“Apa maksud dari batukmu barusan eoh?? Jelaskan!!”

“Aw, aw.. ya! Eopseo, aduh ampun ampun”

Hyunhae melirik semburat merah muda diwajah Saerin. Ada perasaan tidak enak dihatinya saat sadar bahwa ia sudah mengacuhkan gadis ini cukup lama. Perlahan Hyunhae menyodorkan lengan panjangnya, membuat manik mata biru gadis itu menggerjap-ngerjap. Hyunhae terpukau dengan warna mata gadis itu.

“Hyunhae, Song Hyunhae. Maaf baru berkenalan denganmu”

Saerin tersenyum begitu lebar, membuat suasana taman yang semula panas menjadi begitu sejuk. Entah apa hubungan cuaca dengan senyum gadis itu, yang jelas Hyunhae dapat merasakan kalau udara disekitarnya melembab sekarang.

“Saerin, Choi Saerin. Maaf, aku tidak tahu kau pacar Chanyeol Hyunhae-ssi”

“HUAHAAHAHAHA”

“ERRRR, CHAEKY-YAH SHIKUREOOO. Aish, Saerin-ssi, anni Saerin-ah, aku bukan kekasih namja itu kau dengar”

Saerin sedikit terkejut mendapati pandangan menusuk gadis itu. Entah mengapa ia merasa ada sesuatu yang membuat pandangan gadis itu menjadi sangat tajam. Perlahan Saerin menggangguk patuh, meninggalkan tawa khas Chaeky yang menggelegar.

“Pabboya. Kau membuat teman baru kita takut Hyunnie-yah”

“Eh, mianhae Saerin-ahh”

“Anni, gwaenchana. Aku hanya tidak terbiasa dengan pandangan matamu”

“Hah? Oh,sepertinya itu karena manic mataku terlalu hitam”

>>>

 

Edelweiss?”

“Ya, itu bunga keabadian. Melambangkan cinta, ketulusan dan pengorbanan. Didalam buku Theogonia………”

“Aduh, kenapa semuanya harus berdasarkan buku Theogonia itu? Berhentilah menyebutnya Commandante”

Arion melirik kekesalan diwajah tirus Princessa, satu-satunya perempuan yang berada didalam ruangan itu. Arion menggangguk maklum kemudian menyerahkan buku bersampul hitam itu kearah Kevin disebelah kanannya.

“Baiklah, aku tidak akan menyebutkan nama buku itu. Menurut buku itu, gadis pemilik Simbol Edelweiss bernama Amora yang berarti cinta dalam bahasa Spanyol. Simbol terletak pada pundak sebelah kirinya dan dibuku itu juga dijelaskan bahwa ketika Amora jatuh cinta maka ia akan mencintai seseorang itu secara tulus dan rela melakukan apapun, sesuai dengan makna dari simbol yang ia miliki”

Kevin berhenti melirik kearah Arion yang antusias menceritakan semua yang ia baca didalam buku yang Princessa larang untuk disebut namanya itu. Perhatian lelaki tinggi itu sekarang teralih pada bunga kecil berwarna putih dengan benang sari coklat dihalaman pertama buku yang tadi Arion serahkan padanya. Buku tentang bunga keabadian, Edelweiss.

“Dan didalam buku itu dijelaskan bahwa keturunan Dewa yang bisa membuatnya jatuh cinta adalah kau Kevin”

“Hah?”

Kevin tertegun mendengar kalimat terakhir Arion. Benarkah lelaki itu menyebutkan namanya? Tidakkah Pengawal Kepercayaan Ayahnya itu salah? Ketika mata coklatnya melirik manik Arion barulah Kevin sadar bahwa ia tidak sedang mengada-ngada.

“Aku?”

“Iya, kau Kevin. Kau bisa membuatnya jatuh cinta padamu. Jadi, semuanya akan berjalan dengan sangat mudah untukmu”

Kevin mendelik. Bukan jawaban seperti itu yang ia inginkan. Seharusnya Commandante meralat namanya dan menggantinya dengan nama Kai atau Erris atau kalau mungkin terjadi nama Princessa.

“Gadis itu sangat kita perlukan Kevin. Ia pemilik Hippogriff

“Bagaimana bisa?”

Hyppogriff  bahkan lebih perkasa daripada Griffin milikmu Kevin ”

Mata Kevin mengerjap, tidak jelas antara iri atau kagum. Hyppogriff  masih memiliki kekerabatan yang cukup dekat dengan Griffin peliharaannya. Hanya saja jika Griffin merupakan seekor elang dengan tubuh singa, maka Hyppogriff merupakan elang dengan tubuh kuda.

“Bagaimana ia bisa memilikinya?”

“Entahlah, itu tidak ada didalam buku”

“Aish, buku macam apa ini? AWWW”

Kai meringis ketika Kevin memukulkan kepalanya dengan buku bersampul hitam yang tadi ia baca-baca. Kai memang selalu seenaknya kalau berbicara, sama dengan saudara perempuannya itu.

“Kau harus menjaga ucapanmu Kai, buku itu ditulis oleh Dewa Jordan”

“Dewa Jordan?”

“Jangan katakan kalian tidak tahu siapa Dewa Jordan?”

Lagi-lagi keempat bocah ingusan itu menggeleng kompak, patuh sepatuh-patuhnya. Arion menggarut tengkuknya yang sama sekali tidak gatal, ia bingung kenapa Búsqueda Símbolo bisa jatuh pada mereka berempat.

“Dewa Jordan adalah ayah dari Dewa Casey dan Dewa Andrew. Raja terdahulu yang membagi dunia menjadi dua dan dia adalah kakekmu Kevin”

“Lalu kenapa ia menulis buku seperti ini??”

Kai melindungi kepalanya dengan kedua tangan saat dilihatnya tangan kiri Kevin terulur, padahal lelaki itu hendak merenggangkan kekakuan pada lengannya.

“Karena ia melihat semuanya melalui Bola Krystal Hitam yang sekarang entah berada dimana”

“Bola Krystal Hitam?”

“Iya, Bola Krystal itu disimpan disebuah kotak yang disebut Kotak Pandora yang didalamnya terdapat masa tua, rasa sakit, kegilaan, wabah penyakit, keserakahan, pencurian, dusta, cemburu, kelaparan, dan berbagai malapetaka lainnya yang kemudian terbebas saat terjadi perang Olympus. Semua keburukan itu menyebar ke seluruh dunia dan menjangkiti umat manusia”

“Maka dari itu manusia menjadi seperti sekarang?”

Arion lagi-lagi menggangguk, ia menatap kearah Princessa yang menampakkan mimic khawatir. Perlahan rasa lega menyelimuti relung hati lelaki itu, setidaknya keempat anak ini masih memiliki sedikit naluri mereka sebagai seorang Dewa.

“Hanya ada satu yang tersisa didalam kotak itu. Yaitu Harapan yang tersimpan bersama Bola Krystal Hitam yang bisa menujukkan jalan yang harus kita tempuh untuk mengalahkan Casey”

>>>

 

Tao mengedarkan pandangannya keseluruh penjuru café. Perasaan tenang seperti ini sangat ia butuhkan setelah berlatih pedang seharian membuat seluruh ototnya menegang, ia butuh sedikit refleksi sepertinya.

Namja itu mengedarkan pandangannya, tatapan dinginnya membuat beberapa siswi Senior High School didekatnya jejeritan heboh. Tetapi namja itu tetap diam dikursinya sambil menyesap capucciono dinginnya pelan. Ia menikmati harinya dengan begitu baik.

“Permisi, apa aku boleh duduk disini?”

Tao menyerengit. Ia menelisik penjuru café yang tidak begitu penuh. Dan pertanyaan kenapa gadis dihadapannya memilih untuk memberanikan diri duduk didekatnya membuatnya bingung.

“Bagaimana kabar Tiffany Eomma?”

Tao tersentak. Ia bahkan tidak pernah mendengar dari Eommanya kalau Eommanya memiliki kenalan disini. Seingatnya, ia dan Eommanya telah tinggal sejak dulu di China. Sejak ia lahir.

“Upss. Kau bingung sepertinya. Hha, maaf. Aku Choi Saerin, aku anak dari Choi Sooyoung Eomma. Ibuku mengenal ibumu cukup dekat”

Tao mengangkat sedikit alisnya, ia memandangi gadis yang sudah duduk dihadapannya bahkan sebelum Tao mengizinkannya terlebih dahulu tadi.

“Seingatku Eomma tidak mengenal siapapun disini”

“Geurom, aku dari Amerika”

Saerin tersenyum mendapati namja itu merespon ucapannya. Perlahan gadis itu merasakan tatapan Tao menguncinya.

“Tao-ssi”

“Kau tahu namaku?”

Tao melihat sedikit keterkejutan dimata gadis itu sebelum ia tersenyum begitu lebar. Gadis itu sedikit mengangguk sebelum menyerahkan handphonenya kearah namja yang tadi ia panggil Tao.

“Tao-ssi kau boleh bertanya dengan ibumu sekarang”

Namja itu melirik layar handphone Saerin yang telah menyala. Ia mendapati nomor phonsel yang begitu ia kenal didalam sana, nomor phonsel ibunya.

“Kau tidak bohong?”

“Untuk apa aku berbohong eoh?”

Tao menelisik bola mata biru gadis cantik didepannya. Ia merasa sejuk saat Saerin melunakkan tatapannya. Namja itu menggeleng perlahan, mengenyahkan pikirannya yang melayang-layang.

“Lalu apa yang kau inginkan dariku?”

“Heh? Apa aku seperti menginginkan sesuatu?”

“Iya,”

Saerin berdecak mendapati Tao menjawab ucapannya tanpa berpikir dua kali. Gadis itu menyeruput Americanno yang dipesannya sebelum mengutarakan ide yang terlintas mendadak diotaknya.

“Hm, bagaimana kalau kau menjadi temanku?”

“Eh??”

>>>

 

“Dan bagaimana dengan simbol yang harus kutemukan?”

“Dia seorang lelaki”

“Lelaki?”

“Ya, menurut-buku-yang-kau-tidak-suka-namanya-itu lelaki itu akan menjadi seorang Petarung yang hebat, dengan kemampuannya dalam olah pedang”

Princessa menggarut kepalanya yang entah mengapa terasa gatal, sepertinya lelaki itu sedikit sulit untuk ia dekati.

“Namanya Dalfin, ia memiliki Simbol Panah Epirus pada dada kanannya”

“ Panah Epirus? Didada?”

Semua hal sepertinya membuat Princessa akan pingsan saat ini juga. Epirus merupakan anak panah legendaries yang sempat menghancurkan peradapan manusia beratus tahun yang lalu, jadi bagaimana bisa tanda itu yang lelaki itu miliki? Belum lagi letaknya yang menurut Princessa yang yaaa… sedikit ekstrim. Tidak mungkin ia bisa melihat dada-dada para lelaki yang ia temui -___-

“Jangan Panik Princessa. Kau istimewa, walaupun yaaaa memang simbol lelaki itu tempatnya sedikit mencolok tapi kau tidak perlu bersusah payah seperti ketiga temanmu”

“Kenapa? Karena dia perempuan? Ini Deskriminasi namanya?”

“Bukan Erris, Princessa mempunyai pasangan dari simbol lelaki yang ia cari. Jadi adik kecil Kai ini hanya perlu mempercayakan semua pada simbol busurnya”

Kai berdecak ketika Arion mengatakan kalimat terakhirnya. Bisakah setidaknya sehari saja orang-orang melupakan kalau ia adalah kakak lelaki dari gadis culas itu? -_-

“Bagaimana bisa? Memang dia bisa berbicara?”

“Astaga, tidak seperti itu juga Princessa. Simbolmu akan berdenyut dan bercahaya ketika kau berada didekat pasangan simbolmu dan disaat seperti itu kau baru bisa menggunakan Think Controllermuuntuk menemukannya”

“Caranya?”

“Lelaki itu pemilik Illution Control, jadi kau berpura-pura saja menjadi musuhnya beberapa waktu”

“Jangan mengutarakan ide gila Commandante. Mana mungkin aku rela lelaki itu mempengaruhi pikiranku dengan Illution Controlnya”

“Hahahahaaa”

>>>

 

Chanyeol memandangi Hyunhae yang menuruni anak tangga dengan muka ditekuk. Ekspresi gadis itu sudah seperti itu sejak ia mengenalkan Saerin kepadanya dan Chaeky tadi. Dan Chanyeol bingung apa yang salah dengan itu.

“Apa yang terjadi denganmu eoh? Kau PMS??”

Yang namja itu dapati hanyalah beberapa barang terjatuh kelantai dan menimbulkan suara cukup bising. Sepertinya Panci. Chanyeol mengangkat tubuhnya, menyeretnya mendekati gadis yang tengah sibuk membuat coklat panas didapur, padahal cuaca sedang panas-panasnya sekarang.

“Kau marah?”

Chanyeol melirik Hyunhae yang tetap diam. Yeoja itu memilih sibuk dengan coklat panas yang sebenarnya tidak membuatnya repot sama sekali. Chanyeol menarik sebelah alisnya, ia benci dengan kebiasaan Hyunhae yang satu ini.

“Hyunnie,”

Hyunhae malah meninggalkannya didapur. Gadis itu menyeruput coklat panasnya sembari berjalan meninggalkannya. Membiarkan Chanyeol berteriak heboh disana. Gadis itu sebenarnya masih bingung dengan sifatnya sendiri. Ia juga tidak tahu apa yang membuatnya marah O.o

“Hyu,”

Chanyeol menarik gelas yang nyaris menyentuh bibir Hyunhae. Gadis itu melototinya geram, ia benci melihat sifat asli Chanyeol ini. Ia benci dipaksa-paksa seperti itu.

“Kenapa kau mengacuhkanku?? jawab”

“Annyia”

Chanyeol menyerengit. Ia melirik Hyunhae yang meraih remot tv diatas meja dan mengganti-ganti channel TV tidak sabaran. Chanyeol meletakkan gelas coklat panas Hyunhae saat gadis itu melemparkan remot TV kelantai.

“Aku mengantuk”

Chanyeol spontan melirik jam dinding bergambar beruang didinding rumah gadis itu. 13.54, ck jam tidur siang. Chanyeol menatap punggung gadis yang mulai menyeret langkah menuju anak tangga.

“Aku harap gadis itu tidak memiliki perasaan ini juga” geramnya kesal

>>>

 

“Jadi yang perlu kami lakukan hanya mencari keempat simbol itu?”

“Yap, bagaimana setuju?”

“Itu tidak sulit, setidaknya tidak akan mengeluarkan tenaga yang banyak seperti memperkokoh Perisai diujung lembah”

“Kau salah Princessa,”

“Heh?”

Keempat anak yang tadinya telah menyimpan kepercayaan diri yang luar biasa tinggi itu seketika menoleh kearah Arion yang menggeleng-geleng dengan berwibawa.

“Apa lagi?”

“Banyak hal yang akan menghalangi kalian untuk menemukan simbol-simbol itu, salah satunya Spatroi yang telah aku bahas tadi”

“Bukankah Commandante bilang ia hanya seorang Prajurit dan kami keturunan Dewa”

“Iya, tapi bukan hanya Spartoi yang akan menghadang kalian didunia sana. Ada satu yang sangat berbahaya untuk keberadaan kalian”

“Siapa?”

“Hyperion, Dewa Perselisishan”

“APAAA??”

>>>

 

Chaeky menekan digit angka didepannya sebelum pintu apartement minimalis itu terbuka. Pertama kali yang ia dapati adalah aroma terapi rumah ini yang selalu membuatnya betah.

“Yixing-ah”

Chaeky menatap seluruh penjuru ruang tamu dan namja itu tidak ada. Chaeky menggeleng beberapa kali sebelum melangkah menuju sebuah ruangan disudut sana, ia menarik knop pintu sebelum tersenyum begitu lebar.

“Sudah kuduga”

Gadis itu kembali menutup pintu. Ia meletakkan tasnya diatas sofa sebelum akhirnya melangkah kedapur. Ia segan membangunkan tidur Yixing dan kucing peliharaannya itu. Apalagi melihat pose Chanye-kucingnya- yang seakan tidak rela melepaskan Yixing walaupun hanya sebentar.

Gadis itu mencuci tangannya sebelum mengenakan celemek yang tergantung disebelah kulkas. Ia sudah begitu paham dengan tata letak semua hal dirumah namja itu. Sebenarnya gadis itu juga bingung kenapa, mungkin karena ia sudah terlalu dekat dengan Yixing.

Yeoja itu membuka kulkas sebelum tersenyum melihat lemari pendingin namja itu penuh. Mungkin Yixing membelinya untuk sebulan.

“Apa menu yang bagus untuk hari ini?”

Gadis itu mengulurkan tangannya, melirik Beef mentah itu sebelum menaikkan sebelah alisnya. Beef Teriyaki, sepertinya tidak buruk.

Gadis itu mengeluarkan bawang Bombay, paprika dan bahan lainnya. Menyucinya kemudian mengupas dengan begitu lincah. Ia sudah begitu ahli melakukan ini, mungkin karena ia tidak mempunyai ibu jadi ia sudah begitu terbiasa dengan suasana dapur seperti ini.

Gadis itu perlahan tenggelam dalam kegemarannya, ia bahkan tidak tahu bahwa sejak lima menit yang lalu Yixing duduk dikursi meja makan. Namja itu memperhatikan Chaeky yang tekun pada kegiatannya. Perlahan namja itu mendekat, dan tak lama ia mengulurkan tangannya. Ia mengunci tubuh kecil Chaeky dari belakang.

“Astaga, kau mengejutkanku Yixing-ah”

Yixing hanya tergelak, sebelah tangannya ia ulurkan kearah leher Chaeky. Namja itu meletakkan rambut gadis itu pada bahu kiri sedangkan ia meletakkan kepalanya pada bahu kanan Chaeky.

“Aku masih mengantuk”

Chaeky tersenyum merasakan napas Yixing meggelitik lehernya. Suara serak khas bangun tidur namja itu membuatnya terkikik pelan. Ia suka saat namja itu memeluknya dari belakang, ia suka saat namja itu meletakkan kepala dibahunya dan ia suka ketika namja itu menghembuskan napasnya dengan begitu hangat.

“Kalau begitu tidurlah lagi. Aku akan membangunkanmu nanti”

Yixing dapat merasakan gadis dipelukkannya berusaha menahan intonasi suaranya. Ia tersenyum menyadari keringat Chaeky mengaliri leher gadis itu. Ia suka saat seperti ini. Ia suka ketika memeluk gadis itu dari belakang, ia suka meletakkan kepalanya dibahu gadis itu dan ia suka melihat kerngat gadis itu mengaliri leher putihnya.

“Shireo, biarkan tetap seperti ini”

“………….”

“Chaeky-yah, apa menu hari ini?”

“Beef Teriyaki, kau suka?”

“Ne. hm,,,  apa itu balasan karena aku telah rela masuk ke selokan tadi pagi?”

“ Hm,”

“Oh, jadi begitu” Entah mengapa Chaeky menangkap nada kecewa pada suara namja itu. Bolehkah ia berharap lebih??

>>>

 

“Arion cepat kirim mereka!!”

“Apa ini??”

Kai yang biasanya akan selalu meronta-ronta jika Princessa bergelayut dilengannya sekarang dengan cepat menarik tubuh gadis itu kedalam rengkuhannya. Tangan besar lelaki itu menutupi kepala adik perempuannya dari beberapa buku yang berjatuhan dari rak didekat mereka.

“Gempa?”

“Tidak Kevin, Casey sepertinya berhasil menghancurkan perisai para Titan

Erris dengan cepat berlarian kearah jendela dan menyingkap tirai tipis yang detik kemudian terlepas dari bingkai jendela kecil itu. Kelimanya sontak menunduk ketika Cahaya panas menyerupai larva menghancurkan jendela kaca yang kokoh.

“Ayah?”

Arion menarik lengan Kai yang bersiap menarik knop pintu ruangan yang porak-poranda itu. Ia tahu Dewa Vincent (Dewa Matahari) memang sedang berjaga diluar istana kecil mereka.

“Tidak, kalian harus pergi sekarang. Sekarang juga,”

“Tapi, bagaimana mungkin. Ayahku? Bagaimana dengan ayahku?”

Arion melebarkan kedua tangannya ketika cahaya silau dari Tongkat Petir Raja Andrew melesat menghancurkan dinding bagian samping ruangan itu. Lelaki itu dengan cepat mengulurkan tangannya sedetik sebelum segumpalan air melingkupi tubuh keempat anak yang dengan susah payah ia usir.

“Tidak Commandante, ayahku adalah seorang Raja dan aku berhak ikut dalam perang diluar sana”

“Tidak Kevin, yang harus kalian lakukan adalah mencari simbol itu secepatnya. Sebelum Peperangan Olympus berlalu pada tahun ke 201 karena pada saat itu Raja Casey akan memperkokoh kekuasaannya”

 

BRAAAK

 

“Ibu!!”

Mata Arion melebar ketika sosok Dewi Krystal terpental masuk setelah menghantam keras pintu perpustakan yang terkunci. Erris yang berada didalam pusara air yang dibuat Arion hanya menatap ibunya panik.

“Dewi Krystal”

“Arion apalagi yang kau tunggu, cepat kirim mereka pergi. Casey menginginkan mereka”

Tanpa sadar, buku yang sejak tadi setengah mati Princessa tolak menyebutkan namanya telah melayang dan mendarat keujung kaki gadis itu. Dengan cepat ia mengambil dan memeluknya erat.

“Dengar, temukan anak pemilik simbol itu sebelum 201 tahun tiba. Aku akan mengunjungi kalian jika aku berhasil selamat nanti”

“Tidak Commandante, biarkan aku membantu Raja Andrew-ayahku”

“TIDAAAAKK”

“IBUUUUUU”

 

BRAAAAK

 

 

TBC~

Comment please!!!

 

22 pemikiran pada “Cryptid (Chapter 1)

  1. wow.. ini genre nya seharusnya lebih ke dark, fantasy, sama mistery.
    Keren. Tapi, cerita tentang tattoo tattoo nya hampir sama kaya cerita aku haha.
    Next!

  2. Ini ff kok keren banget, yaoloh, suer deh .____.

    Aku suka banget sama genre yg beginian, tapi ga tau ini genre nya apa yak? Kayaknya ini genre nya bukan cuma fantasy .–.

    Apa lagi cast nya ada Sehun sama Tao nya, makin seru deh, wkwk xD

    Udah deh, intinya, ini ff keren, aku suka banget ff ini, poster nya juga keren. Daebak deh!!^.^)b Ditunggu kelanjutannya ya author, fighting!!^-^)9

    • waaah gomawo komentarnya chingu, saya senang sekali kalo ada yang suka sama cerita saya 😀

      ini posternya emang keren bgt, saya aja ampe kagum bgt itu. gomawo bgt buat yg ngedit de XDD
      ne, mohon ditunggu kelanjutannya 🙂

  3. oh my good, totally cool!!! sampe bengong bacanya, kok bisa bikin genre fantasy kaak gini? Daebak! btw, terinspirasi dr buku apa sih? penasaran sama bukunya

    • hhheee, gomawo chingu udah sampe bengong bacanya XDDD
      gada buku yang menginspirasi sih, cuma searching2 di mbah google aja 😀
      itu gak semua yg dibold ada, sebagian saya ngarang XDDD

  4. huwaaaaaaaaaaaaaaaaaa…….. sumpah ini keren banget……..
    author cepet lanjutannya..!! ini ff genrenya fantasy yang sumpah keren banget, emang sih awal awalnya agak kurang ga ngerti tapi setelah baca lagi sampe TBC ternyata itu keren banget
    pokoknya di tunggu kelanjutannya
    FIGHTING…….!!!!

    • hhe, gomawo. author bakal usahain cepet ya chingu^^
      gomawo udah baca(sampe berulang-ulang biar ngerti XDDD), author seneng bgt kalo bnyak yang suka sama cerita ini 😀

    • gomawo 😀
      ini ga terinspirasi dari buku maupun film kok. setelah author nulis part 1, author baru mulai nyari2 film yg ceritanya ttg dewa2 XDD
      ini cuma baca2 kisah dewa-dewi yunani dari mbah google kita tercinta, tp ga semua yg dibold itu ada dicerita kok. sebagian author ngarang, mian kalo rada ga nyambung 😀
      sekali lagi gomawo udah baca^^

  5. Thor, Gila kereen bangaat XD), feel nya daet banget, bisa banget ngebayanginnya, oia aku penggemar tulisan2 sebelomnya lo..jadi ini pair nya hampir sama kan ya, Chaeky-KAI. Chayeol-Hyunnie-KRIS…aaah! dapet banget chemistry nya. Please jangan lama2 thor next chap nya *nunggubanget yah yah yah? *sodorinpermenpayung

    • ehhheee
      wah pembaca setia brarti ya 😀
      gomawo udh brkenan baca, thanks jg udh komeen 🙂
      tp mian yah, saya lagi sibuk2nya ni skarang. maklum mahasiswi baru masih blm brani sok malas2an dikampus XDD

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s