MWO?! Tinggal di Dorm EXO? (Chapter 2)

Title                    :  MWO?! Tinggal di Dorm EXO? {Chapter 2}

Author                :  Lyka_BYVFEGS

Main Cast           :  Shin Chae Young (OC)

All of Member EXO

Other Cast          :  Tidak ada untuk chap ini

Genre                 :  Friendship, comedy, romance (just a little)

Rating                :  PG15

Length                :  Chapter

Summary            :  Apa yang akan terjadi jika kau tinggal bersama dengan idolamu?

A/N                    :

 

Annyeonghaseyo…

Aku muncul!!!!!!!!!!

Apakah kalian masih menungguku? Aku benar-benar minta maaf karena publishnya lama. Yah. Dimaklumi saja karena aku harus mengantri…kekekeke 😀

Jadi ku harap kalian masih setia menunggu FFku yang satu ini.

 

Selamat menikmati. Maaf jika ceritanya tidak sesuai harapan kalian dan mengecewakan.

Maaf juga untuk typo, kata-kata yang berantakan dan kekurangan lainnya. Bikinnya di tengah-tengah kesibukan kerja.

Jangan lupa comment dan like-nya.

 

Ah! Iya aku lupa. Disini anggap saja pembagian kamarnya adalah sebagai berikut : HunHan, BaekYeol, Kaido/Kaisoo, SuLay, TaoRis, dan ChenMin/XiuChen.

 

HAPPY READING

 

* * *

 

“MWO?!”

 

“YA! Magnae! Jangan berteriak di dekat telingaku!” Seru Baekhyun yang duduk di sebelah Sehun sambil menutup kedua telinganya.

 

“Sirheo! Pokoknya tidak ada yang boleh tidur dikamarku selain aku dan Luhan hyung.” Tolak Sehun tanpa mengindahkan protes dari Baekhyun.

 

‘Sehunnie, kau tidak boleh seperti itu. Kasihan ChaeYoung kalau harus tidur di luar atau sofa. Dia itu seorang yeoja lagipula kau tidak ingat Donghae hyung dan Yoona-ssi menyuruh kita menjaganya.” Nasihat Luhan.

 

“Tapi kenapa harus dikamar kita, hyung? Bukankah masih ada kamar lainnya? BaekYeol, KaiD.O, SuLay, TaoRis, atau ChenMin?” Protes Sehun.

 

“Itu karena kamarmu terletak di tengah-tengah kamar yang lain. Jadi lebih mudah bagi kami untuk menjaga ChaeYoung.” Kata Suho.

 

“Pokoknya sekali tidak, tetap tidak. Ayolah, hyung! Kenapa tidak tidur dikamar hyung saja?” Rengek Sehun kepada leader tercintanya itu.

 

“Eemm… Suho oppa, tidak apa jika Sehun tidak mengijinkanku tidur dikamarnya. Aku bisa tidur dimana saja.” Kata ChaeYoung yang merasa tidak enak dengan Sehun.

 

“Tapi…”

 

“Bagaimana jika dengan permainan?” Seru Kai tiba-tiba, memotong ucapan Suho.

 

“Maksudmu?” Tanya D.O

 

“Kita mainkan suatu permainan, siapa yang kalah harus merelakan kamarnya ditempati oleh ChaeYoung noona.” Jelas Kai.

 

“Aku setuju.” Seru Xiumin.

 

“Aku juga.” Kris yang sejak tadi terdiam menyerukan suaranya.

 

“Baiklah, jika kalian semua setuju. Kita lakukan.”

 

“Tapi kita akan bermain apa, hyung?” Tanya Tao.

 

“Aigo! Aku sama sekali belum memikirkannya. Kai-ah, menurutmu permainan apa yang cocok?” Tanya Suho.

 

“Molla.” Jawab Kai sambil mengedikkan bahunya.

 

“Ya! Kau benar-benar membuatku kesal.” Seru Baekhyun.

 

“Waeyo, hyung?” Tanya Kai dengan wajah polosnya.

 

“Aku pikir kau tahu permainan apa yang cocok karena kau yang mengusulkan, tapi ternyata.” Jawab Baekhyun sedikit kesal.

 

“Bolehkah aku yang menentukan permainannnya?” Tanya ChaeYoung yang sedari tadi hanya jadi pendengar.

 

Member EXO pun saling pandang sebelum menganggukkan kepala mereka, tanda setuju.

 

“Permainan apa itu, ChaeYoung-ah?” Tanya Luhan.

 

“Sebenarnya ini permainan dari Indonesia. Aku juga tidak terlalu tahu nama permainan ini. Tapi saat aku kecil aku dan teman-temanku sering memainkan permainan ini.” Jawab ChaeYoung.

 

“Cara memainkannya?” Tanya Lay yang baru datang dari arah dapur dengan membawa cemilan yang langsung dijadikan rebutan oleh ChanYeol, Baekhyun, dan Sehun.

 

“Mudah saja. Karena permainannya hanya membutuhkan sedikit orang, jadi satu kamar akan diwakilkan oleh satu orang saja.”

 

“Ah! Kebetulan sekali! Kai-ah, dengan senang hati aku merelakanmu untuk ikut serta dalam pertandingan. Semoga berhasil. Hwaiting!” Kata D.O.

 

“Kenapa harus aku, hyung? Kenapa tidak hyung saja?” Tanya Kai kesal karena dialah yang selalu ditunjuk oleh D.O jika ada permainan seperti ini.

 

“Kau kan hebat dalam hal seperti ini, Kai-ah.” Jawab D.O.

 

“Aku tidak mau!” Tolak Kai.

 

“Benar kau tidak mau?” Tanya D.O dengan tatapan horror.

 

“Ne.” Jawab Kai yang sama sekali tidak takut dengan tatapan D.O.

 

“Kalau begitu kau tidak dapat jatah makan hari ini. Tidak untuk siang dan malan nanti.” Ancam D.O.

 

“Terserah. Aku masih bisa meminta Lay hyung membuatkanku makanan. Benar kan, hyung?” Tanya Kai kepada Lay yang duduk dihadapannya.

 

“Jika hyung berani membuatkan si Kkamjong yang satu ini makanan, aku tidak mau lagi mengajari hyung resep baru.” Ancam D.O yang kali ini ditujukkan kepada Lay.

 

Sedangkan Lay hanya bisa menatap Kai dengan tatapan mianhe-aku-tidak-bisa-berbuat-apa-apa-untukmu yang membuat Kai mendengus kesal.

 

“Baiklah. Aku akan ikut.” Kai memilih mengikuti permainan itu daripada dia tidak mendapat jatah makan dari D.O maupun Lay.

 

“Baguslah. Hwaiting, Kkamjong-ah!” seru D.O sambil mengangkat kedua tangannya ke udara, memberi semangat untuk teman sekamarnya itu.

 

“Kris hyung, bagaimana ini? Diantara kita tidak ada yang mahir dalam hal seperti ini?” Rengek Tao.

 

“Mau bagaimana lagi? Terima nasib saja, Tao-ah.” Kata Kris.

 

“Kalau begitu aku yang akan mewakili HunHan’s room.” Seru Luhan.

 

“ANDWAE!” Seru Sehun tiba-tiba.

 

“Waeyo, Sehunnie?” Tanya Luhan.

 

“Biar aku saja yang ikut…YA! ChanYeol hyung! Jauhkan tanganmu dari makananku. Ini jatahku, kau minta saja pada Baekhyun hyung.” Seru Sehun saat makanannya direbut oleh ChanYeol. “…aku tidak ingin hyung kalah dalam permainan ini, jadi biarkan aku yang ikut.”

 

“Tapi bukankah Luhan hyung lebih sering memenangkan permainan dibanding denganmu, Sehun-ah?” Tanya Baekhyun.

 

“Ne, aku tahu. Tapi untuk kali ini, biarkan aku yang ikut. Aku akan memperjuangkan HunHan’s room agar tidak jatuh ketangan orang lain. Hahaha…” Seru Sehun semangat.

 

Sedangkan member lainnya hanya bisa mengeleng-gelengkan kepala mereka. Sedangkan ChaeYoung hanya tersenyum tipis.

 

“Permainan ini tidak membutuhkan keahlian, kekuatan atau yang lainnya. Siapa yang beruntung itulah yang menang.”

 

“Lalu?” Tanya Xiumin.

 

“Masing-masing dari kalian harus menggunakan 5 jari kalian untuk permainan ini. Sebenarnya terserah berapa jari yang ingin kalian gunakan, tapi supaya lebih adil aku putuskan menggunakan 5 jari saja. Setelah itu aku akan menyanyikan sebuah lagu dan menunjuk jari kalian masing-masing sesuai dengan suku kata dari lirik lagu tersebut. Siapa yang jarinya tersentuh di akhir lagu, dia harus menekuk jari itu.” Jelas ChaeYoung panjang lebar.

 

“Lalu pemenangnya?” Tanya Kai.

 

“Pemenangnya adalah siapa yang jarinya paling banyak ditekuk. Dan yang jarinya masih tersisa dialah yang kalah.” Jawab ChaeYoung.

 

“Baiklah. Ayo, kita mulai!” Chanyeol.

 

“Yang ikut permainan letakkan kelima jari kalian di atas meja.” Perintah ChaeYoung.

 

“Aish! Dengan terpaksa aku yang harus ikut.” Gerutu Xiumin.

 

“Lho? Memang Chen hyung kemana?” Tanya D.O.

 

“Molla. Tadi pagi-pagi sekali dia pergi ke gedung SM.” Jawab Xiumin yang hanya ditanggapi anggukan kepala oleh member yang lain.

 

“Suho hyung, aku akan membantumu meletakkan kelima jarimu di atas meja jika kau tidak bisa melakukannya seorang diri.” Kata Lay tiba-tiba.

 

“Apa maksudmu, Yixing-ah?”

 

“Memang apalagi? Tentu saja karena hyung yang ikut dalam permainan ini, jadi hyung harus meletakkan kelima jari hyung di atas meja seperti yang diperintahkan oleh ChaeYoung.” Jawab Lay.

 

“Ya! Kenapa harus aku?” Tanya Suho tidak terima.

 

“Karena hyung lebih tua dariku.”

 

“Alasan apa itu?” Gerutu Suho.

 

“Sudahlah, Suho-ah. Tidak ada waktu untuk berdebat. Kasihan ChaeYoung yang harus menunggu lama hanya karena mendengar pertengkaran tidak penting yang sering terjadi di dorm ini. “ Lerai Kris.

 

“Ne.”

 

“Nah! Suho oppa, Xiumin oppa, Kai, Chanyeol, Tao, dan Sehun silahkan letakkan jari kalian di atas meja.” Perintah ChaeYoung yang segera dikerjakan oleh mereka.

 

* * * * *

 

“Ya! Chanyeol-ah! Apa yang kau lakukan dengan bantalku?” Teriak Suho saat melihat bantal –kesayangan- yang biasa digunakannya untuk tidur dibuang begitu saja oleh Chanyeol ke lantai.

 

“Biarkan saja. Itu adalah balasan karena hyung kalah.” Jawab Chanyeol.

 

“Itu bukan salahku, Park Chanyeol. Bukankah kau sendiri tadi mendengar bahwa permaianan ini ditentukan oleh keberuntungan.” Kata Suho membela diri.

 

“Berarti hyung tidak sedang beruntung hari ini.” Sahut Baekhyun yang baru saja memasuki kamarnya dan Chanyeol atau lebih tepatnya kamar mereka bertiga –Chanyeol, Baekhyun, Suho.

 

“Kapan Suho hyung pernah beruntung? Setahuku Suho hyung selalu terkena sial. Bagaimana mungkin leader berwajah malaikat nasibnya selalu sial?” Omel Chanyeol.

 

“Ya! Tutup mulutmu, Park Chanyeol! Kalau tidak akan kutendang kau dari kamar ini.” Teriak Suho kesal.

 

“Justru hyung yang akan aku tendang, karena ini adalah kamarku dan My Baekkie.” Kata ChaeYoung sambil mengedipkan matanya ke arah Baekhyun.

 

Sedangkan Baekhyun hanya mendengus kesal melihat kelakukan Chanyeol. “Menjijikkan!” Gumam Baekhyun.

 

“Mwo?” Tanya Chanyeol.

 

“Ani.” Jawab Baekhyun pendek. “Hyung, kau tidur satu ranjang denganku saja. Jangan mau tidur dengannya. Dia punya kebiasaan tidur yang aneh, hyung tahu itu kan?” Lanjut Baekhyun yang hanya ditanggapi anggukan kepala oleh Suho.

 

“Ya! Kau pikir kebiasaanmu mendesah saat tidur itu bukan kebiasaan yang aneh?” Tanya Chanyeol tidak terima. Sedangkan Suho dan Baekhyun tidak menanggapi perkataan Chanyeol dan lebih memilih menata ranjang mereka agar bisa ditempati oleh dua orang.

 

“ARGHHH!!!” Teriak Chanyeol yang merasa diabaikan oleh Suho dan Baekhyun.

 

* * * * *

 

“Hyung, aku tidur di ranjang siapa?” Tanya Lay begitu dia memasuki kamar ChenMin.

 

“Terserah kau saja. Aku dan Chen tidak terlalu memusingkan masalah itu.” Jawab Xiumin.

 

“Kalau begitu aku akan tidur dengan kalian berdua secara bergantian, bagaimana?”

 

“Bukan ide yang buruk. Lagipula hanya untuk satu bulan, kan? Kurasa tidak masalah.” Jawab Xiumin.

 

“Apakah hyung sudah memberitahu Chen kalau aku akan tidur dikamar kalian?” Tanya Lay.

 

“Belum. Tadi aku meneleponnya tapi tidak diangkat. Biarkan saja, nanti dia akan tahu sendiri karena aku sudah mengiriminya pesan.” Jawab Xiumin.

 

“Ah! Aku pasti akan merindukan tidur bersama Suho hyung,” Kata Lay tiba-tiba setelah keheningan yang sempat tercipta diantara mereka.

 

“MWO? Ya! Zhang Yixing! Apa yang kau katakan, huh?” Tanya Xiumin menatap tajam Lay.

 

“Apalagi? Bukankah hyung mendengarnya?” Tanya Lay balik.

 

“Kau? Apakah kau dengan Suho….” Xiumin menatap Lay dengan pandangan benarkah-apa-yang-kupikirkan.

 

“Ya! Xiumin hyung! Bukan itu maksudku.” Sergah Lay begitu menyadari maksud dari tatapan Xiumin. “Aku dan Suho hyung sudah terbiasa tidur bersama dan saling bercerita satu sama lain sebelum tidur, jadi pasti aku merasa ada yang kurang jika tidak melakukannya.” Jelas Lay yang tidak mau membuat Xiumin salah paham.

 

“Oh! Aku pikir terjadi sesuatu antara kau dan Suho.” Kata Xiumin.

 

“Aish! Hyung jangan berpikiran yang macam-macam. Aku dan Suho hyung masih normal.” Bela Lay.

 

“Memang apa yang kupikirkan? Apa kau tahu?” Goda Xiumin.

 

“Ya! Hyung! Lama-lama kau mirip dengan magnae manja kita yang sudah tertular sifat evilnya Kyuhyun hyung.” Kata Lay bergidik ngeri.

 

“Xiumin hyung! Aku pulang.” Sebuah suara dari arah pintu diikuti dengan terbukanya pintu itu membuat niat Xiumin untuk menggoda Lay menjadi tertunda.

 

“Ah! Kau sudah pulang, Jongdae-ah?”

 

“Ne. Ah! Lay hyung! Kau ada disini? Jadi benar kau akan tidur bersama kami?” Tanya Chen begitu menyadari Lay berada dikamarnya.

 

“Ne. Tidak apa-apa kan?” Tanya Lay.

 

“Tentu saja.” Jawab Chen sambil tersenyum.

 

“Kau sudah bertemu dengan ChaeYoung?” Tanya Xiumin kepada Chen yang sibuk meletakkan sepatu serta tas yang dibawanya ke tempatnya.

 

“Sudah. Tadi aku bertemu dengannya di ruang tengah. Dia benar-benar cantik.” Puji Chen.

 

“Kau menyukainya, huh?” Tanya Xiumin.

 

“Tentu saja.” Jawab Chen.

 

“Benar kau menyukainya?” Tanya Lay tidak percaya.

 

“Aish! Bukan menyukai dalam arti lebih, hanya sekedar menyukainya karena sepertinya dia yeodongsaeng yang sangat manis.” Jawab Chen.

 

“Yeodongsaeng?”

 

“Ne.”

 

“Yeodongsaeng darimana? Dia itu seorang noona bagimu, kau tahu itu? Apakah kau tidak mendengar Baekhyun, Chanyeol, D.O atau yang lainnya memanggilnya noona?”

 

“Benarkah? Aku tidak mendengarnya. Jadi dia adalah seorang noona.” Kata Chen dengan wajah sedih. Tapi sedetik kemudian senyuman manis kembali muncul di wajahnya. “Tapi tak apa karena dia adalah noona yang sangat cantik. Noona neomu yeppeo….” Kata Chen menirukan nyanyian sunbae-nya.

 

Sedangkan Lay dan Xiumin yang melihatnya hanya menggeleng-gelengkan kepala mereka. Tidak habis pikir dengan sikap Chen yang begitu tergila-gila akan kecantikan ChaeYoung. Mereka memang tidak memungkiri kecantikan ChaeYoung, tapi baik Xiumin maupun Lay tidak akan bersikap berlebihan seperti yang dilakukan Chen sekarang.

 

* * * * *

 

“ChaeYoung noona, bolehkah kami masuk?” Tanya Chanyeol yang berdiri di depan pintu kamar SuLay – yang sekarang menjadi kamar ChaeYoung.

 

“Sebentar!” Teriak ChaeYoung dari dalam. Beberapa detik kemudian terbukalah pintu itu dan tampaklah wajah ChaeYoung menyembul dari balik pintu.

 

“Annyeong, noona.” Sapa Chanyeol dan Baekhyun bersamaan.

 

“Annyeong.” Balas ChaeYoung sambil membungkukkan sedikit badannya. “Ada apa?” Lanjut ChaeYoung.

 

“Tidak ada. Kami hanya ingin membantu noona. Apakah ada yang bisa kami bantu?”

 

“Tidak perlu. Aku bisa melakukannya sendiri. Aku merasa tidak enak jika harus selalu merepotkan kalian.” Tolak ChaeYoung halus.

 

“Tidak apa-apa, noona. Kami senang menerima noona disini, jadi tidak perlu sungkan.” Kata Chanyeol.

 

‘Ne.”

 

“Bolehkah kami masuk? Apa yang sedang noona lakukan?” Tanya Baekhyun yang mencoba mengintip ke dalam kamar ChaeYoung.

 

“Masuklah! Aku baru saja akan merapikan kardus terakhir yang ku bawa.”

 

“Bolehkah aku bantu?” Tanya Chanyeol antusias.

 

“Aku…”

 

“Noona tidak boleh menolak. Jika noona melakukannya kami berdua akan marah kepada noona.” Potong Baekhyun yang mengetahui gelagat ChaeYoung yang akan menolak bantuan mereka –lagi.

 

“Baiklah. Kalian boleh membantu. Gomawo.” Kata ChaeYoung sambil tersenyum.

 

“Tidak masalah.” Jawab Chanyeol. “Jadi kardus ini yang noona maksud?” Tanya Chanyeol begitu melihat kardus yang tidak terlalu besar yang masih utuh terletak di lantai sementara kardus yang lain sudah berantakan karena ChaeYoung telah mengeluarkan semua isinya.

 

“Ne. Hanya beberapa koleksi buku dan kaset CD yang aku punya.” Jawab ChaeYoung

 

“Benarkah? Aku ingin tahu seperti apa selera musik noona.” Kata Chanyeol.

 

“Selera musikku tidak berbeda dari yeoja pada umumnya, Chanyeol-ah.”

 

“Noona, buku ini diletakkan dimana?” Tanya Baekhyun yang memegang beberapa buku yang jadi koleksi ChaeYoung.

 

“Kemarikan buku itu! Aku akan meletakkannya dimeja sana.” Kata ChaeYoung.

 

Baekhyun pun menyerahkan buku itu kepada ChaeYoung yang langsung melangkah menuju sudut ruangan dimana disitu terletak meja yang ChaeYoung maksud.

 

“Omo! Benarkah ini?!” Teriak Baekhyun tidak percaya.

 

“Waeyo, Baekhyun-ah?” Tanya ChaeYoung yang terkejut mendengar teriakan Baekhyun.

 

“Noona adalah fans kami?” Tanya Baekhyun.

 

“Ne.” Jawab ChaeYoung sambil tersenyum malu-malu.

 

“Noona juga punya semua album sunbae kami, SHINee dan Super Junior.” Sahut Chanyeol.

 

“Ne, aku memang menyukai SHINee dan Super Junior. Tapi sekarang daftar koleksiku bertambah karena kesukaanku akan kalian.” Kata ChaeYoung.

 

“Dari kami siapa yang paling noona sukai?” Tanya Chanyeol penasaran.

 

“Semuanya.” Jawab ChaeYoung.

 

“Yah! Tidak seru! Noona tidak boleh menyukai kami semua, noona harus memilih salah satu atau salah dua mungkin.”

 

“Tapi aku benar-benar menyukai kalian semua, Baekhyun-ah.”

 

“Apa yang membuat noona menyukai EXO?”

 

“Aku…”

 

“Semuanya, makanan sudah siap.” Kai yang tengah berdiri di ambang pintu yang tidak tertutup memotong ucapan ChaeYoung.

 

“Ne, kami akan segera turun.” Jawab ChaeYoung.

 

“Aku tunggu dibawah.” Kata Kai kemudian berlalu, tapi sedetik kemudian dia membalikkan badannya kembali. “Noona, hati-hati dengan mereka berdua. Nanti noona tertular gila.” Tambah Kai yang langsung berlari menghindari tatapan BaekYeol selain itu dia harus mencuri start terlebih dahulu sebelum BaekYeol mengejarnya. ‘Aku harus menyelamatkan diri sebelum kedua hyung-ku yang tidak waras itu mengejarku.’ Batin Kai.

 

“Ya! KKAMJONG! JANGAN LARI KAU!” Teriak BaekYeol bersamaan dan langsung berlari mengejar Kai. Meninggalkan ChaeYoung yang hanya menggelengkan kepala sambil tersenyum geli melihat kelakukan idolanya yang sangat berbeda ketika berada di atas panggung.

 

* * * * *

 

“Selamat makan!” Seru mereka bersamaan begitu makanan telah tersaji dengan rapi di depan mereka.

 

Meja berukuran besar berbentuk segi empat itu menampung beberapa makanan hasil masakan dari D.O dan juga Lay dengan tidak lupa tambahan campur tangan dari Xiumin dan juga Chen.

 

Luhan, Sehun, dan Kai yang berada dalam satu baris. Disamping Kai ada D.O yang sebaris dengan Chanyeol dan Baekhyun. Didekat Baekhyun ada ChaeYoung yang berjajar dengan Suho dan Lay, sedangkan Kris, Tao, Chen, dan Xiumin berada pada sisi lainnya.

 

“YA! CHANYEOL HYUNG! Kenapa kau selalu mengambil jatah makananku?” Teriak sang magnae saat Chanyeol mengambil daging yang berada di mangkuk miliknya.

 

“Berikanlah sedikit kepadaku. Punyaku sudah habis, sedangkan nasiku masih banyak.” Keluh Chanyeol.

 

“Cih! Itu salahmu sendiri, hyung. Kenapa harus aku yang jadi korban?” Gerutu Sehun kesal.

 

“Jangan marah, Sehunnie. Nanti malam akan ku berikan setengah jatah makanmu untukmu.” Janji Chanyeol yang hanya ditanggapi Sehun dengan tatapan tajam.

 

“Aku tidak percaya lagi janjimu itu, hyung. Hyung selalu mengingkarinya.” Tanggap Sehun.

 

“Mengingkari bagaimana? Bukankah aku selalu memberikan jatahku jika aku sudah berjanji padamu akan memberikannya?” Sahut Chanyeol.

 

“Iya, hyung memang akan memberikan jatah hyung kepadaku, tapi pada akhirnya hyung akan meminta kembali apa yang sudah hyung berikan kepadaku dengan alasan lauk hyung sudah habis sementara nasi hyung belum. Seperti sekarang ini.” Kata Sehun panjang lebar sambil menatap tajam ke arah Chanyeol, sedangkan yang ditatap hanya memamerkan senyum polos tanpa dosa.

 

“Huwaaaa! Hannie hyung! Kenapa nasibku seperti ini? Apakah semua magnae harus selalu dibully? Apa salah dan dosaku?” Rengek Sehun sambil menarik-narik lengan Luhan yang duduk didekatnya.

 

“Dasar berlebihan!” Cibir Kai yang duduk disamping Sehun.

 

“Wae? Biarkan saja. Apa hyung juga mau membully-ku seperti Chanyeol hyung dan kembarannya itu?” Tunjuk Sehun kepada Chanyeol dan Baekhyun. Sedangkan kedua orang yang ditunjuk hanya menatap tajam ke arah Sehun yang sama sekali tidak ditanggapi oleh sang magnae.

 

“Ani. Masih banyak hal lain yang lebih penting yang harus ku kerjakan daripada melakukan sesuatu yang tidak jelas seperti itu.” Kata Kai.

 

“Kai hyung, apa salahku padamu? Kenapa akhir-akhir ini kau sangat dingin?” Tanya Sehun dengan mimik muka memelas.

 

“Dia itu sedang stress karena Taemin marah kepadanya.” Sahut D.O

 

“benarkah?” Tanya Sehun yang hanya dijawab anggukan kepala oleh D.O. “lalu kenapa harus aku yang jadi tempat pelampiasan, Kai hyung?” Tanya Sehun menatap Kai. Sedangkan Kai hanya mengedikkan bahunya, cuek. Meneruskan acara makannya yang tadi sempat tertunda.

 

“Jangankan kau, aku yang jadi teman sekamarnya saja sering jadi tempat pelampiasan. Jadi lanjutkan makanmu dan jangan berceloteh lagi seperti burung yang sedang meminta makan kepada induknya.” D.O lah yang justru menjawab pertanyaan Sehun. Sedangkan Sehun hanya mencibir ke D.O. tapi sedetik kemudian…

 

“HUWAAA!!!!” Teriak Sehun yang berhasil membuat semua orang menoleh kearahnya.

 

“Ada apa lagi, Sehun-ah?” Tanya Suho.

 

“Dagingku. Kenapa dagingku tidak ada? Padahal aku belum memakannya sepotongpun.” Jawab Sehun dengan kesal.

 

Sehun mendelik tajam ke arah Chanyeol dan Baekhyun. Sedangkan yang ditatap tampak tidak peduli. Chanyeol yang sibuk meneruskan makannya, sedangkan Baekhyun yang tengah berbicara ringan dengan ChaeYoung.

 

“CHANYEOL HYUNG! BAEKHYUN HYUNG! KEMBALIKAN DAGINGKU!” Teriak Sehun yang otomatis menggerakkan tangan ke-12 belas orang yang bersamanya untuk menutupi telinga mereka.

 

“Aigo! Sehun-ah! Tidak bisakah kau kecilkan suaramu itu?” Sahut Kris kesal yang disambut anggukan oleh member lain.

 

“Kenapa kalian semua justru menyalahkanku? Salahkanlah mereka yang sudah membuatku kesal.” Kata sehun tidak terima sambil menunjuk baekhyun dan chanyeol dengan dagunya.

 

“Sudahlah, sehunnie. Biarkan saja mereka melakukan apa yang mereka inginkan. Ini. Kau bisa memakan jatah hyung jika kau mau.” Kata luhan sambil memasukkan beberapa potong daging ke dalam mangkok Sehun.

 

“Tapi bagaimana dengan hyung?”

 

‘Tidak apa-apa. Makanlah! Hyung sudah kenyang.”

 

“Tapi-“ ucapan Sehun terpotong karena Luhan telah memasukkan sepotong daging ke dalam mulut Sehun. Membuat Sehun dengan terpaksa mengunyah dan menelannya.

 

“Bagus. Sekarang lanjutkan makanmu, dan jangan mengganggu yang lain yang sedang menikmati makanan mereka. Arasseo?”

 

“Ne.” Jawab sehun pasrah.

 

Mereka ber-13 pun melanjutkan makan dengan tenang, hanya suara garpu dan sendok yang sesekali beradu dengan piring maupun mangkok yang mereka gunakan.

 

* * * * *

 

“Annyeong.” Sapa ChaeYoung begitu memasuki ruang tengah yang penuh dengan 12 member EXO.

 

“Annyeong.” Sapa mereka balik.

 

“Duduklah!” Pinta Luhan sambil menepuk tempat disamping kirinya yang memang masih kosong, membuat Sehun yang duduk disamping kanannya mendengus kesal dan menatap ChaeYoung dengan pandangan tidak suka.

 

“Ne.”

 

“Kalian tidak ada jadwal?” Tanya ChaeYoung setelah terduduk ditempat yang disediakan oleh Luhan.

 

“Tidak. Untuk hari ini kami off. Karena noona akan datang manager hyung mengosongkan jadwal kami hari ini. Mungkin besok kami harus kembali berkutat dengan jadwal kami yang padat” Jelas Suho yang hanya ditanggapi anggukan kepala oleh ChaeYoung.

 

“Apakah noona betah tinggal dengan kami?” Tanya D.O.

 

“Tentu saja. Kalian menyambutku dengan baik, aku merasa tenang karena kalian menerima kehadiranku.” Jawab ChaeYoung sambil tersenyum manis.

 

“Tentu saja noona betah tinggal disini. Siapa saja juga mau tinggal bersama idolanya.” Celetuk Chanyeol yang mendapat tatapan apa-maksudmu-berkata-demikian dari ChaeYoung.

 

“Maksudmu?” Tanya Xiumin.

 

“Hyung tidak tahu? ChaeYoung noona adalah fans kita.” Jawab Baekhyun.

 

“Benarkah itu?” Tanya Chen tidak percaya.

 

“Tanyakan saja pada orangnya.” Sahut Chanyeol.

 

“Benar yang mereka katakan?” Giliran Kris yang bertanya.

 

“Ne.” Jawab ChaeYoung sambil menundukkan kepalanya.

 

“Wah! Aku senang sekali mendengarnya. Lalu siapa yang noona sukai di antara kami?” Tanya Kai. “Pasti aku, kan?” Lanjut Kai dengan PDnya.

 

“Tidak. Aku menyukai kalian semua.”

 

“Percuma bertanya kepada ChaeYoung noona, karena saat kami bertanyapun dia menjawab dengan jawaban yang sama.” Sahut Baekhyun.

 

“Ayolah, noona! Katakan siapa yang noona sukai di antara kami?” Desak Kai.

 

“Sebenarnya kalau disuruh memilih, aku akan memilih 3 orang.” Kata ChaeYoung akhirnya.

 

“Siapa noona? Pasti aku, kan? Pilihlah aku, ChaeYoung noona! Nanti aku akan membuatkanmu makanan yang paling enak.” Sahut D.O tidak sabar.

 

“Ya! Do Kyung Soo! Jangan coba-coba meracuni pikiran ChaeYoung.” Kata Lay yang duduk disebelah D.O sambil menjitak kepala namja itu.

 

“Aish, hyung! Appo!” Rintih D.O yang sama sekali tidak ditanggapi oleh Lay karena namja itu tengah menatap ChaeYoung, menanti jawaban dari yeoja itu. Namja itu penasaran dengan 3 orang yang disukai ChaeYoung dan lagi dia juga berharap menjadi salah satu dari ketiga orang itu.

 

“Aku menyukai Suho oppa…” Jawab ChaeYoung yang membuat sang angel tersenyum lebar. “Luhan oppa…” Tambah ChaeYoung yang langsung mendapat pelukan dari Luhan yang duduk disebelahnya. “ dan…Oh Sehun.” Lanjut ChaeYoung begitu Luhan melepaskan pelukannya.

 

“MWO?!” Teriak Sehun terkejut.

 

“Noo…noona…me…menyukaiku?” Tanya Sehun terbata-bata.

 

“Ne.” jawab ChaeYoung sambil tertunduk. “Tapi aku tetap menyukai kalian semua. Kalian mempunyai sesuatu yang unik dalam diri kalian hingga membuatku menyukai kalian semua.” Tambah ChaeYoung begitu melihat raut wajah kecewa dari 9 orang yang tidak disebutkan namanya oleh ChaeYoung.

 

“Kami bisa terima jika memang seperti itu, tapi…”

 

“Tapi apa, Chanyeol-ah?” Tanya ChaeYoung penasaran.

 

“Noona harus mendapat hukuman?”

 

“Mwo? Hukuman?”

 

“Ne. Noona harus bertingkah layaknya fans yang bertemu dengan idolanya, dalam hal ini adalah Suho hyung, Luhan hyung, dan Sehun. Karena ku pikir seorang fans akan berteriak histeris atau bertingkah yang aneh untuk menarik perhatian idolanya.” Jelas Chanyeol panjang lebar

 

“Haruskah aku melakukannya?” Tanya ChaeYoung enggan.

 

“Ne. Dan noona harus benar-benar terlihat mengidolakan mereka. Dengan ekspresi yang berbeda tentunya.” Kali ini giliran Baekhyun yang menjelaskan. “Apakah kalian semua setuju?”

 

“Ne.” Jawab mereka serempak.

 

“Aku…”

 

 

TBC

 

* * * * *

 

HAH! Akhirnya kelar juga chap ini.

Apakah mengecewakan?

Mianheyo….

Hanya inilah yang terlintas diotakku.

Ku harap kalian masih tetap menyukainya dan menunggu chap selanjutnya.

 

Jangan lupa comment+like.

Aku tunggu. Sampai jumpa di chapter 3.

 

Dadah…..

25 pemikiran pada “MWO?! Tinggal di Dorm EXO? (Chapter 2)

  1. Aaaaaaaaaaa … Akhir nya dateng juga nih part 2, ga kecewa kq thor, malah bikin aku ga sabar untuk baca lanjutan nya, SEGERA ya thor !!!

    Pengen banget duduk di samping Luhan n dapet pelukan ‘mendadak’ dari dia, hahahahahaha

  2. hahaha… si SEHUN nih anak cerewet banget ternyata yakk.. ckckckck.. heran LUHAN betah ama dia nih.. #versi FF ini lho y..
    hyaahhhhhaa… penasaran gimana si ChaeYoung mraktekin fangirls effect hahaha…

  3. ahahaha….
    seru ..

    ksian my angel msti b’bagi kamar ama baekyeol… yg sabar ya my angel,, smoga nnti ga ktularan gila *plakkk*

    penasaran,,, chaeyoung bkl d’kerjain ama anak” exo nuy…

    ttp smangat 😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s