The Stories (Chapter 1)

 (TWO SHOOT) ~THE STORIES~ part 1

 

Title: The Stories

Type: Two Shoot

Rating: G

Genre: Romance

Author: Latifah Zahra

Cast: Ahn Ahra (OC), Oh Sehun EXO, Luhan EXO

 

Disclaimer: Semua yang ada di FF ini murni buatan author dan hasil kerja keras author.. jika ada kemiripan cerita hanya kebetulan saja. FF ini terinspirasi dari Cerita novel dan film “Romeo and Juliette”. Don’t bahsing if you don’t like!! Wajib RCL, PLAGIATOR GO TO HELL!! kritik dan saran akan author terima..

 

Warning: Typing

PART 1

 

“Jika takdir tidak memberi cintaku untuk jalan bersamanya, maka biar aku yang akan membuka jalanku sendiri untuk mendapatkannya.. My stories will begin…”

 

 

Seorang yeoja sedang berjalan disebuah taman yang agak rindang. Senyumnya tak henti-hentinya ia kembangkan seolah menyampaikan setiap kebahagian yang kini ada dalam benaknya. Dress putih diatas lututnya membuat ia tampak manis. Rambut ikal panjangnya yang tergerai indah dipunggungnya. Langkahnya terhenti di sebuah bangku taman ditengah jantung taman itu. Ia melihat seorang namja bertubuh tinggi sedang memandang langit membelakanginya. Senyumnya bertambah merekah memandangi namja yang didepannya.

“sehun’sshi” ucap nya pelan. Merasa ada yang memanggilnya, namja itu menoleh kebelakang dan membalikan tubuhnya menghadap yeoja itu.

“ahra, kau sudah datang?” ucap namja itu seraya tersenyum manis.

 

==

-flashback-

 

Ahra berjalan anggun disebuah pesta megah. Tak henti-hentinya senyumnya ia kembangkan kepada setiap tamu yang datang. Setiap pasang mata melihatnya kagum. Pesta ini adalah pesta hari jadinya yang ke 19 tahun. Ia tampak sangat bahagia karena berarti ia sekarang sudah dewasa dan ia berhak melakukan semua yang ia inginkan. Ia berjalan mengitari setiap sudut pesta dengan wajah berseri. “appa dan umma sangat mengerti yang diinginkan setiap gadis dihari pergantian usianya.. hahahha” batin ahra seraya terus tersenyum berjalan di pesta itu.. ia terhenti saat melihat sebuah Aquarium yang cukup besar yang berada di dekat meja makanan penutup. Ia berjalan agak menundukan mensejajarkan tubuhnya dengan tinggi aquarium itu seraya melihat indahnya ikan yang berada diaquarium itu. Tak sengaja ia bertatapan muka dengan seorang namja tampan yang juga sedang melihat aquarium itu. Spontan ahra langsung bangkit berdiri. Ia tampak gugup bertatapan muka dengan namja tadi.

“maaf aghasi jika membuatmu kaget” ucap namja yang kini tersenyum manis dihadapan ahra.

“ehmm.. ne, gwenchana..” jawab ahra dengan berdehem kecil seraya menghilangkan rasa gugupnya. Ia merasa jantungnya kini berdetak sangat cepat. Namja yang dihadapannya kini tersenyum sangat manis. “tuhan.. apakah ini hadiah yang kau berikan padaku dihari ulang tahunku? Seorang namja tampan kini sedang tersenyum manis padaku. Ia tinggi, manis, dan senyumnya? ..ah rasanya ingin kuhentikan jalannya jarum waktu saat ini” batin ahra seraya tersenyum malu didepan namja itu.

“hey, apakah ada yang aneh dengan wajahku? Kenapa kau terus memandangiku dan tersenyum seperti itu?” ucap namja itu sambil mengibas-ngibaskan tangannya di depan wajah ahra yang sedang serius memandangi wajah tampannya.

“ah ani.. mianheyo” ucap ahra tertunduk malu..

“hahaha kau manis sekali, ehmm kalau boleh tau, siapa namamu?” ucap namja itu mengajaknya berkenalan

. “ye? Ahra imnida. Ahn ahra..” ucap ahra memperkenalkan diri.

“nama yang indah, naneun Sehun imnida..” ucap namja yang bernama sehun itu seraya tersenyum dengan manisnya, yang membuat jantung ahra sukses seperti berpacu dalam balapan.

“oh ya.. sehun’sshi, kenapa kau tidak tau namaku? Inikan pesta ulangtahunku dan semua tamu yang datang kesini adalah rekan bisnis appaku yang pastinya sudah sangat mengetahui diriku.” Ucap ahra yang baru menyadarinya.

“ahhh itu karena……..” perkataan sehun terpotong karena pundaknya sengaja ditepuk oleh seorang namja yang terlihat panik dan ketakutan.

“sehun kajha.. cepat kembali, keberadaan kita sudah diketahui direktur Ahn.. kajhaa” ucap seorang namja yang tampak sangat panik dan terlihat agak berantakan karena berlari cukup kencang tadi.

“mwo? Aisssshhh menganggu saja, kajha” sehun berlari dengan namja itu tanpa meberikan sepatah kata pun pada ahra yang sedang kebingungan saat itu.

 

==

 

Matahari menyambut pagi hari dengan hangatnya, menggoda siapapun untuk sekedar membuka jendela, menghirup segarnya udara pagi itu. Tapi tidak untuk seorang namja yang masih terlelap dibawah selimut tempat tidurnya yang luas itu. Sinar matahari yang masuk melalui sela2 jendela kamarnya seraya menyinari wajahnya yang kini tampak seperti seorang malaikat yang sedang tidur dengan damai.

“tuan muda.. saatnya untuk bangun.. tuan dan nyonya besar sudah menunggu anda sedari tadi dimeja makan..” ucap seorang wanita agak paruh baya mencoba membangunkan tuan mudanya. Sehun membuka matanya agak malas, ia lalu agak menggeliat bebas kesebelah kanan tempat tidurnya..

“ahhh.. arraso ajjuma.. ” ucap sehun seraya bangkit dari tempat tidurnya.

“ne, anda harus segera turun setelah rapih tuan muda”

“ah ye.. arra arra… ajjhuma tunggu diluar saja ne?” ucap sehun sembari mendorong pelan wanita paru baya itu keluar pintu kamarnya.

 

 

==

 

Sehun segera turun setelah membersihkan tubuhnya. Seperti biasa ia tampak mengagumkan. Para pengawal dan asisten rumah tangganya membungkuk memberi hormat kepada sehun saat ia berjalan melewati mereka satu persatu.

“Good morning.. appa umma..” ucap sehun sambil memberi ciuman selamat pagi kepada ummanya tepat di pipi sebelah kiri ummanya.

“good morning dear, tidur lelap semalam?” ucap umma sehun lembut.

“tentu saja umma” jawab sehun sembari tersenyum lembut kearah ummanya

“ya! Kau tidak memberi salam untuk hyung mu hah?” ucap seorang namja tampan yang kemarin datang ke pesta bersama sehun.

“ya. Luhan hyung sepertinya kau mau sekali ku beri kecupan selamat pagi juga.. hahaha” ucap sehun yang tertawa sembari ikut duduk bergabung denga yang lain..

“aissssh namdongsaeng kurang ajar. Awas saja kau! Tidak akan aku mau membantu mu untuk mencari info tuan putri yang dipesta kemarin itu!”ucap luhan pada sehunyang membuat semua otang dimeja makan itu kaget.

“MWO?” ucap tuan dan nyonya Oh serempak sambil memelototkan mata mereka kearah luhan. Kontan saja sehun langsung melempar buah apel ke arah luhan.

“hahha aniyo umma appa, hyung tadi hanya asal bicara. Hahhah benarkan hyung?” ucap sehun dengan lirikan mata yang tajam kearah luhan yang membuat luhan agak ngeri melihatnya.

“jangan bilang kalau yang kalian maksud dengan tuan putri itu adalah putri dari pesaing kita Ahn Jungmin?aku menyuruh kalian datang kesana untuk memata-matai mereka bukan untuk mencari cinta!!” ucap tuan Ahn dengan mimik wajah serius dan tegas kearah luhan dan sehun bergantian..

“eh.. haha aniyo itu….”ucap luhan kepada appanya sebelum sehun memotong omongannya

“hyung kita sudah telat.. jam pertama kuliahku pelajaran Jang songsaenim… kau tau kan seberapa killernya ia kalau ada yang datang terlambat dipelajarannya?” ucap sehun yang langsung bangkit dan menarik tangan luhan mengajaknya pergi…

“ahh hahha kajha kajha.. umma appa kami pergi dulu ya..” mereka berdua segera pergi dengan tergesa-gesa menuju mobil mereka yang sudah terparkir didepan pintu utama rumah mereka yang megah itu.

“hyung kau yang menyetir..” seru sehun pada luhan

“kau tidak membawa mobil sendiri? Nanti siang aku akan pergi ke perkumpulan danceku” ucap luhan pada sehun. “benarkah? Aisssshhh kau lupa janjimu padaku? Kau bilang, kau akan membantu ku bertemu ahra lagi.” Ucap sehun dengan tatapan kecewanya.

“aigo… aku lupa. Ehhmmm aku membantumu kapan2 saja ya. Hari ini ada gerakan dance baru. Kai akan mengajarinya padaku. Sehun’aa kau harus ingat dia siapa. Dia adalah putri dari orang yang paling ingin dihancurkan oleh appa. Jika appa tau kau jatuh cinta dengan ahra, appa pasti akan marah besar dan menentangmu habis2an.” Ucap luhan mengingatkan namdongsaengnya.

“arraso hyung, tapi bukannya appa dan umma sudah curiga karena mulut lebarmu itu? Aishhh”gumam sehun agak kesal

“mianhe soal kejadian tadi, tadi aku keceplosan hahah.. tapi sekali lagi aku hanya ingin mengingatkanmu sehunnie.. kau adalah namdongsaengku. Bagaimanapun juga kau juga merupakan tanggung jawabku. Aku tidak mau hanya karena cinta hidupmu hancur dan kau menderita. Satu hal lagi.. kau juga harus mewaspadai tuan Ahn, menurut pengamatanku… tuan ahn mempunyai sifat yang keras seperti appa. Mereka juga merupakan musuh abadi. Jika dia tau masalah ini, dia tidak segan-segan melakukan sesuatu yang buruk padamu. Kau harus hati-hati sehunnie.. ne?” jelas luhan yang mulai serius.

“ne arraso hyung.. gomawo. Oh ya sepertinya aku harus menyetir mobil sendiri hahha lagipula mobilku lebih keren dari padamu” ucap sehun yang mulai mencairkan suasana..

“haha arra arra.. aku duluan ya sehunnie..”

“ne hyung”.

 

==

 

Disebuah jendela kamar berbingkai jendela berwarna biru muda, seorang yeoja cantik sedang termenung seraya dagunya bertumpu dikedua tangannya memandang langit2 yang cerah berawan. Ia tampak sedang memikirkan sesuatu yang membuatnya betah berlama2 untuk terus melanjutkan cerita di pikirannya.

“sehun… sehun’sshi… pria yang misterius haha” ucapnya sambil terus memandang langit dihiasi dengan senyuman tipis disudut2 bibirnya yang mungil merah jambu itu.

“tok-tok” terdengar suara pintu yang terketuk. Ahra tersadar dari lamunannya.

“ne.. masuk saja tidak dikunci” ucap ahra yang agak berteriak.

“aghashi, anda dipanggil tuan besar di ruang tamu sekarang” ucap seorang yeoja setengah baya yang merupakan kepala asisten rumah tangga keluarga Ahn.

“ne ajjhuma.. aku akan segera kesana”

 

“ye, agashi”.

 

Ahra berjalan menuju ruang tamu, dari jauh ia melihat ada beberapa orang yang sedang mengobrol dengan appanya..

 

 

-Ahra pov-

Siapa mereka? Kelihatannya appa tampak bahagia mengobrol dengan orang-orang itu. Apakah mereka rekan bisnis appa? Tapi kenapa appa memanggilku?. Aku berjalan menghampiri appaku, aku melihat ummaku juga sedang duduk dan ikut tertawa disana.

“ahra, kau sudah datang nak, ayo duduk disebelah umma” ucap ummaku lembut padaku. Segera aku berjalan menghampiri umma ku dan duduk disebelah umma.

“umma ada apa appa memanggilku?” ucapku pada umma melepas semua pertanyaan yang kini dalam benakku.

“appamu yang akan menjelaskannya honey” ucap umma ku lembut seraya mengelus lembut rambut ikal panjangku yang kubiarkan terurai.

“sebenarnya aku ingin memperkenalkan kau pda calon suamimu ahra” perkataan appa sontak saja membangunkanku dari lamunanku yang sedari tadi sedang bertanya2 dalam hati.

“MWO?” ucapku kaget. “dia adalah Hangeng. Pewaris tunggal grup Han di china . dia yang akan menjadi calon suamimu.” Ucap appa yang makin membuat aku tidak percaya. Terlihat namja yang bernama Hangeng itu menatapku tajam dan tersenyum padaku.wajahnya cukup tampan, terlihat jelas iya keturunan china. Aku pun membalas senyumnya datar. aku terdiam sejenak, apa yang harus aku lakukan? aku tidak bisa menikah dengannya. Aku tidak mau berakhir seperti yeoja-yeoja yang hidupnya tidak bahagia karena dijodohkan.

 

 

Setelah pertemuan itu selesai, Aku berjalan sendirian di taman rumahku. Menatap langit yang sudah terhias tinta hitam yang hanya disinari oleh bulatan yang tidak berbentuk sempurna. Aku duduk disebuah bangku taman yang cukup terang karena lampu taman yang tegak berdiri disamping bangku itu. Sesekali rambut dan dress yang ku pakai terhembus angin malam yang cukup menusuk kulit malam itu. Pikiranku kini penuh dengan tebakan-tebakan namja misterius yang berada dipestaku malam itu. “sehunnie~” ucapku lirih. Entah mengapa aku merasa ada yang mengikat hatiku setelah pertemuan malam itu.

“ppabo.. jeongmal ppaboya ahra. Kenapa aku langsung jatuh cinta pada namja yang baru beberapa menit kukenal? Bahkan aku tidak tau asal-usul dirinya. Hanya nama, ya hanya berbekal sebuah nama yang aku tau tentang dirinya” umpatku dalam hati.

“sreeek”terdengar bunyi di semak-semak belakangku. ku tengokkan kepalaku kearah suara tadi

“Hey.. apakah ada orang?” Aku melihat sekelilingku. Jujur saja aku merasa takut saat ini.

“ahra’sshi.. apakah kau ahra?” ucap seseorang yang terdengar seperti suara namja. Perlahan terlihat bayangan seseorang yang bertubuh agak tinggi. Lama kelamaan semakin terlihat jelas wajah orang itu.

“deg-deg”jantungku tiba-tiba saja berdegup kencang.

“aisssh waeyo. Kenapa jantungku berdetak kencang seprti ini”gumamku seraya memegangi dadaku. Siapa orang itu? Aku memicingkan mataku berusaha melihat orang itu agar lebih jelas.

“sehun-sshi?” ucapku..

“hahha ternyata kau masih ingat namaku ahra” sehun berjalan menghampiri ku dan duduk disebelahku.

“Apakah ini mimpi? Atau apakah ia pangeran bulan yang datang bermain di bumi?” pikirku saat melihat sehun kini disampingku duduk bersamaku

“hahha lagi-lagi kau menatapku dengan tatapan seperti itu ahra” ucapan sehun yang sontak membuat ku terbangun dari imajinasiku tentang dirinya. Ahhh pasti wajahku kini sedang bersemu dihadapannya. Ku tundukkan wajahku malu. “ternyata benar kau adalah seorang putri tunggal keluarga Ahn yang terkenal itu” ucap sehun yang membuatku bingung..

“maksudmu apa sehun’sshi?”seruku yang bingung dengan perkataan dari mulutnya.

“kau tidak tau diriku ahra? hahha ternyata hanya aku yang berusaha mencari tau tentang dirimu.. hahah”

Lagi-lagi ucapannya membuatku bingung.

“apa maksudmu sehun’sshi? aku sama sekali tidak mengerti ucapanmu” ucapku padanya

“kau tau, aku adalah putra dari grup Oh..apakah kau tau grup Oh?” ucap sehun yang memberikan pertanyaan yang dipikirnya cukup penting itu. Aku berfikir sejenak.. sepertinya aku pernah mendengar nama Grup Oh. Hah,, aku ingat sekarang.. grup Oh adalah grup pesaing appa.

“apakah namamu Oh sehun?” ucapku padanya, jujur saja aku berharap kalau dia menjawab bukan.

“yup.. aku adalah oh sehun, putra dari Oh min hwa. Pemilik grup pesaing nomor satu keluarga Ahn Jungmin, appamu” deg…seketika mataku terbelalak tidak percaya.

“kau kaget ahra? kalau kau kaget berarti kau tertarik padaku” seru sehun padaku yang membuatku lagi-lagi tertunduk malu. sesaat suasana menjadi hening. Tak ada yang memulai berbicara. tiba-tiba saja sehun menatapku seduktif.

“ahra, aku menyukaimu” ucapnya. jantungku berdetak lebih kencang dari sebelumnya.

“mwo? Dia menyukaiku? Benarkah?”gumamku dalam hati.

“HAHAHA“ tiba-tiba saja ia tertawa keras di hadapanku.

“kenapa kau tertawa sehun, ada yang lucu? Lalu kau menyukaiku?” ucap ku heran pada sehun yang tiba-tiba saja tertawa padahal suasanya menjadi kaku karena pengakuanny.

“ya aku tertawa sekarang! Kau tau ahra’sshi mengapa aku tertawa? Aku menertawakan takdir yang membawaku pada cinta yang seperti ini? Hahha aku bodohkan ahra? kau pasti juga ingin menertawakanku sekarang” ucap sehun seraya menarik tanganku kuat membuat tubuhku mendekat kearahnya..

“appo sehunnie..”ucapku pada sehun,  menahan sakit di pergelangan tanganku karena pegangannya

“oh mianheyo ahra’sshi” ia melepaskan tangannya dengan ekspresi bersalahnya.

suasana menjadi hening kembali. Kami kembali ke pikiran masing-masing. “saranghae sehunie.. saranghae” ucapku dalam hati. jantungku berdetak kencang. aku menatapnya dalam “chup~” Entah ada makhluk apa yang kini memasuki tubuhku. Tiba-tiba saja aku mencium bibirnya lembut sambil memegangi kedua pipinya pelan. Ia kini menatapku.

“ah mianhe sehunnie.. aku.. aku.. ahh maaf.. sudah malam aku pergi dulu” ucapku yang kini salah tingkah didepannya. Saat aku ingin melangkahkan kaki ku, tiba-tiba ia memegangi tanganku..lalu ia beranjak berdiri. Ia mendekatkan wajahnya ke wajahku. Sontak saja mataku terbelalak.. jantungku berdegup kencang, mungkin terdengar olehnya juga. Ia membisikkan sesuatu ditelingaku

“saranghaeyo ahra’sshi.. besok ayo kita berkencan aku akan menjemputmu tepat disini.. berdandanlah yang cantik” ia lalu mengecup pipi kiriku lalu tersenyum padaku. Aku berjalan meninggalkannya dengan sejuta, ani setrilyun perasaan dihatiku.. jantungku seolah sedang mencetak lembaran-lembaran nama Oh sehun dan membagikannya melalui darahku keseluruh tubuhku.

-ahra pov end-

 

==

 

“hyung…” ucap sehun memanggil luhan yang sedang asik bermain game di kamarnya..

“hmmm waeyo sehun?”

“aku.. aku sudah menyatakan cinta pada ahra..”

“Mwo?? Kau sudah gila sehun? Kau mau mati ditangan appanya? Ani, bukan appanya tapi appa mu? Kalau appa tau, dia tidak segan-segan membunuhmu!” ucap luhan yang tersentak mendegar pengakuan dari namdongsaengnya.

“ya! Tidak bisakah kau berbicara pelan?kau ini.. isssssh.. arraso, aku tau itu semua. Entahlah hyung, saat aku melihat dan menatap wajahnya, aku merasa semua ketakutanku akan perasaanku,dan kegelisahanku semua lenyap hyung” ucap sehun seraya duduk menatap langit-langit kamar luhan seolah ia sedang mengingat kembali wajah yeoja yang kini mengisi setiap ruang dihatinya.

“kau sudah gila sehun.. namdongsaengku sedang gila” ucap luhan seraya bangkit dan beranjak pergi meninggalkan sehun sendirian dikamarnya

 

==

 

Pagi itu cerah seperti apa yang diharapkan dua ingsan yang sedang memandu kasih di bumi yang entah akan bisa menerima satu tempat lagi untuk mengabdikan cinta mereka atau tidak. Ahra sedang asik bercermin dikamarnya. Ia sisir setiap helaian rambutnya dengan lembut diringi dengan senandung paginya. Ia torehkan warna merah muda mengkilap pada bibir mungilnya. Ia mengecap-ngecapkan bibirnya beberapa kali “sempurna” ucapnya setelah merasa dirinya cukup cantik untuk dilihat oleh namja tampannya. Ia berjalan kesebuah lemari besar disalah satu ruangan yang masih didalam kamarnya. Ia buka kedua pintu lemari yang besar itu. Terpampanglah deretan ber rak-rak sepatu yang terlihat mahal itu. Ahra melihat disetiap rak mencoba mencocokannya dengan dress yang ia pakai. “yang ini” ucap ahra setelah ia menemukan heels yang dirasa cocok dengan dressnya. Ia menutup kembali lemari itu lalu berjalan mengambil tas di atas meja riasnya dan berjalan keluar.

 

==

 

Sehun menunggu di bangku taman tempat pertemuan mereka. Ia sudah tampak lelah menunggu ahra yang tak kunjung datang. Ia edarkan pandangannya mencoba mengecek apakah yeojanya sudah datang atau belum. Matanya membulat saat dari arah jalan setapak sebelah kirinya terlihat seorang yeoja memakai dress hijau muda berjalan kearahnya. Ia menatap narnar kearah seorang yeoja yang sedang berjalan menghampirinya. Tak sabar menunggu yeojanya datang menghampirinya, sehun berlari dan memeluk yeojanya.

“kau cantik hari ini jagi, gomawo…saranghae” ucapnya seraya mengeratkan pelukannya.

“nado sehunnie, nado saranghae..”gumam ahra dengan tersenyum

“sarang? APA YANG KALIAN LAKUKAN HAH?” ucap namja paruh baya yang dikawal beberapa asisten dan bodyguardnya ke arah sehun dan ahra.

“APPA!!…..”.

 

-to be continue-

 

4 pemikiran pada “The Stories (Chapter 1)

  1. kyaaaa aku mau jadi ahra ihhhh sebel deh kenapa harus saingan pakai di jodohin sama hangeng lagi dia kan udah pergi ke cina dan gk boleh ke korea lagi kenapa gk sama wu yifan/kris ajah thor, lanjut thor !!

  2. Omona, jatuh cinta pada pandangan pertama,
    pertemuan kedua langsung nyatakan cinta, astaga, astaga, adakah yang seperti itu, kakakaka~~~~
    mana Ahranya langsung *entah sengaja atau tidak* nyium Hunnie, arhhhhgggg, hahaha
    Lanjut thor 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s