Hello Mr. Wu! (Chapter 2)

Title: Hello Mr. Wu!

Part 2 – First Day in the Dragon Nest.

Cast:
EXO-M Kris
Song Yeon Ah (you)

Author: @rollingkris

Genre: romance, comedy

*

Dokter Yixing menatap kedua orang di depan mejanya dengan jenuh. Sudah hampir 30 menit pria dan gadis itu cek cok mulut.

“Aku tidak mau tau, aku tidak akan mengurus cewek jorok ini!”

“Memangnya siapa yang mau diurus oleh mu? Hah?”

“Aish! Tutup mulutmu atau aku akan meninggalkanmu di jalanan!”

“Ya sudah tinggalkan saja!Aku masih bisa hidup tanpa cowok mesum sepertimu!”

“Hah.. Lihat ini! Seorang penyakitan sedang memarahiku! Kau tidak takut jatuh pingsan dan hilang ingatanmu lebih parah lagi?!”

“Hoh..Penyakitan?Siapa yang penyakitan?!! Aku cuma luka-luka…”

Baiklah.Apa yang sebenarnya terjadi pada dua orang ini?

#Flashback On#

“Kau… Song Yeon Ah kan?” Kris masih menatapnya tajam, kedua tangannya mencengkram erat bahu gadis itu, membuatnya merasa tidak nyaman.

“I-iya… kenapa?”Yeon Ah mendelik karena merasakan jarak wajahnya dan Kris tidak jauh.Sangat dekat.Ia bahkan bisa merasakan nafas pria itu di pipinya.

“Apa kau tidak ingat dengan…” mata Kris mulai berat, kelopaknya sudah hampir menutup rapat. Tinggal segaris lagi bola matanya terlihat dan..

Bruk!!

“Omo!” Yeon Ah memekik ketika ia terdorong oleh tubuh besar Kris ke dinding di belakangnya. Ia syok sepenuhnya, seluruh tubuhnya tidak bisa bergerak karena sudah terkunci oleh Kris. Kris jatuh ke pelukan gadis itu, namun… posisinya aneh.Wajah Kris berada tepat di dada Yeon Ah, tepat sekali.Dan tentu saja membuat tubuh Yeon Ah memanas. Pipinya merah sekali, dan ia merasakan kepalanya mau meledak ketika pria asing berada di daerah sensitif seorang wanita.Yeon Ah mengeraskan rahangnya.

“YAK NEO MWOYA?!!!!!” sekuat tenaga Yeon Ah menjerit sambil mendorong Kris dari dirinya. Kris pun langsung terbangun, namun sebelum ia sempat sadar dengan keadaan yang terjadi, Yeon Ah sudah mengayunkan kakinya, ia menendang tulang kering Kris dengan kencang.

“AAAUWWW!!!!”Kris langsung melompat-lompat kesakitan sambil tangannya memegang tulang keringnya. Tapi sayang, entah bagaimana Yeon Ah kehilangan keseimbangan juga, kakinya yang ia pakai menendang adalah kaki yang terluka parah dari kecelakaan kemarin hingga akhirnya ia oleng dan jatuh ke depan, memaksa Kris untuk ikut ambruk. Kedua orang itu kini saling bertumpuk-tumpukan di lantai, dengan Yeon Ah berada di atas Kris.Kris melotot habis-habisan.

“KAU GADIS GILA!!! APA YANG KAU LAKUKAN HAH?!!”Kris terkapar begitu saja di lantai, dia tidak bisa langsung bangun karena Yeon Ah ada di atasnya.Yeon Ah yang kepalanya terbenam di dada Kris menaikan dirinya.

“GADIS GILA?!KAU DULUAN DASAR PRIA MESUM!” pekik Yeon Ah nyaring, membuat orang-orang banyak yang berdatangan untuk melihat mereka berdua. Kris kesal setengah mati karena tahu kalau ia akan dinilai negatif oleh orang-orang itu. Ia menggeram kemudian tiba-tiba ia meraih tangan Yeon Ah dan menggulingkannya ke samping. Kris naik di atasnya.

“MESUM?! MESUM KATAMU?! BOSAN HIDUP YA KAU??!!!”Kris berteriak dengan kedua tangannya mengunci tangan Yeon Ah.

“YAAAAKKK!!APA YANG KAU LAKUKAN MESUM?!” Yeon Ah mengamuk dan tanpa pikir panjang, ia memonyongkan bibirnya, kemudian keluar lah ludah dari mulutnya. Ludah itu terlontar jauh, kemudian mendarat mulus di hidung Kris.Kris terdiam membeku.Ia menjadi sangat blank sesudah diserang gadis itu.

“Ini..”Kris mengangkat satu tangannya dan mengelap ludah tadi dari hidungnya.Ditelitinya ludah di telunjuk itu.

“Kau baru saja…. meludahiku…..” gumam Kris tidak percaya. Perlahan alisnya mulai naik, membentuk alis marah yang menukik tajam ke bawah. Mata cokelat terangnya mulai berapi-api, tanda ia akan meledak.

“KAU BENAR-BENAR MAU…” Kris mengangkat kerah pakaian rumah sakit Yeon Ah.

“TUAN WU!!!”

Kris dan Yeon Ah sama-sama kaget, mereka langsung menolehkan kepalanya ke arah bentakan.Disamping mereka, dokter Yixing terlihat panik.

 

#Flashback Off#

“Bisakah kalian tenang sedikit?”Dokter Yixing sudah memijat-mijat keningnya.Kedua orang itu tidak ada hentinya saling menyerang dengan kata-kata semenjak dokter Yixing menemukan mereka.

“Dia yang mulai duluan.” ujar Yeon Ah.Kris langsung mendelik padanya.

“Apanya!Cewek jorok ini yang menghajarku duluan!”

“Aku tidak akan menghajarmu kalau kau tidak jatuh… tidak jatuh di tubuhku!”

“Hah! Siapa yang jatuh di tubuhmu?Kau yang menimpaku!”

“Tapi kau pingsan dan kau jatuh di depanku!”

“Oh ya?Aku tidak ingat!”

Kriing! Kriing!!

Kris melompat kaget dari kursinya ketika handphone di sakunya berdering. Segera ia mengambilnya dan melihat penelpon….. Suho.

“Y-yeobseo?”Kris merasakan ketakutan menjalar di tubuhnya, keringat dingin mulai keluar.

“Kau tau ini jam berapa?” nada dingin lagi.Mati, kata Kris dalam hati.

“A-aku.. Aku..”

“Ada dimana kau?”

“Aku…” Kris melirik gadis di sebelahnya dan melirik dokter Yixing, kemudian dengan sangat perlahan ia berbohong, “masih di hotel…”

Yeon Ah menaikan alisnya, begitu juga dokter Yixing.

“Masih di hotel?!Kenapa masih di hotel?! Aku bilang kan langsung pulang begitu acaranya selesai?! Wah.. Aku sudah tahu kau pasti merencanakan sesuatu ketika kau bilang mau pergi sendiri! Sekarang juga kau harus pulang!!!”Suho memekik lagi, dan Kris benar-benar muak.Ia ingin sekali membanting handphone itu saja, tapi tidak mungkin karena tante Suho akan semakin marah. Jadi ia hanya menjawab dengan sopan, “iya.. Iya..” hingga akhirnya hubungan terputus. Yeon Ah pun memberikan pandangan mencibir pada Kris.

“Kau.. Berbohong..Pada isterimu? Hah. Sulit dipercaya lelaki berpakaian rapi dan mewah sepertimu mau membohongi isterinya sendiri.Tidak etis.Tidak bermoral.”Yeon Ah terus bergumam sementara Kris yang sudah merasa tertekan itu hampir membanting meja dokter Yixing di hadapannya.

 

“DIA BUKAN ISTERIKU, DIA SEKRETARISKU, TANTE SUHO!” jerit Kris mengeluarkan kemarahannya. Sampai ia sadar ia keceplosan memanggil Suho dengan sebutan tante. Dan Yeon Ah kaget, namun bibirnya segera membentuk seringaian lebar.

“Tante… Suho?Sekretarismu namanya tante Suho?! Hahaha!! Jadi kau itu bermain sama tante-tante ya?!”

“Apa?! Aku tidak! Maksudku, sekretarisku itu bawel sekali, jadi aku memanggilnya tante!”

“Oke cukup sampai disini.”Dokter Yixing akhirnya angkat bicara.

“Saatnya membicarakan tentang Yeon Ah.” tambahnya.Kris mendengus sambil memalingkan wajahnya dari Yeon Ah, dan Yeon Ah yang menangkapnya juga mendengus sambil memandangnya sinis.

“Tuan Wu lah yang bertanggung jawab hingga sang pelaku ditemukan. Nona Song harus berada di bawah perlindungan anda hingga waktu yang ditentukan.”Kris melirik dokter Yixing.

“Maksudnya waktu yang ditentukan?”

“4 bulan, adalah waktu paling lambat hingga ingatan nona Song kembali.Hingga saat itu, andalah yang harus merawatnya.”

Kali ini Kris dan Yeon Ah melebarkan matanya.Yeon Ah tidak percaya ingatannya bisa kembali begitu lama, sementara Kris memikirkan perjodohannya kemarin. Hanya berselang satu bulan dengan hari pernikahannya, ia tidak yakin bisa tinggal dengan Yeon Ah. Dokter Yixing menangkap kegundahan dari dua orang itu kemudian ia pun mengambil keputusan tegas.

“Yah.. Kalau anda masih tidak mau merawat gadis itu tuan Wu, saya akan menelpon sekretaris anda dan menjelaskan kebenaran yang terjadi.” dokter Yixing tersenyum puas sementara Kris membelalakan matanya.

“Mwoya?! Kau bilang apa?! Kau bilang apa tadi?! Menelpon…”

“Aku tidak mau diurus olehnya.” Yeon Ah memotong pembicaraan Kris, ia memandang lurus ke arah kakinya.

“Aku bisa kok hidup sendirian, lagipula aku tidak mau tinggal bersamanya.Sudah ya, aku pergi.” tiba-tiba Yeon Ah berdiri dan beranjak keluar dari kamar rumah sakit.Dokter Yixing dan Kris syok.Dokter Yixing ingin menghentikan Yeon Ah, tapi Kris tidak bergeming di tempatnya.Ia malah terdiam.

“Kalau ia pergi sendiri dari hidupku..Bukankah itu bagus? Aku tidak usah repot-repot mengurus orang lain, dan tinggal melanjutkan hidup seperti biasa lagi..” pikir Kris, ia mengendikkan bahunya kemudian ia menahan tangan dokter Yixing. Yixing syok, dia berusaha melepaskan genggaman Kris tapi pria besar itu mengangguk.

 

“Tidak usah. Kalau itu keinginannya, tidak ada yang bisa memaksanya kan? Sudahlah biarkan saja. Aku akan membayar biaya rumah sakit, dan kamarnya itu, aku akan membayarnya selama seminggu supaya ia bisa tinggal disini. Sudah ya, aku pergi dulu.”Kris akhirnya beranjak juga, meninggalkan Yixing yang masih syok. Yixing menghela nafasnya dalam-dalam, ia merasa frustasi.

 

*

 

Your POV

Kamu berjalan dengan kesal ke arah kamarmu, kamu hendak mengganti pakaian rumah sakitmu dengan pakaian lain. Kamu menemukan sebuah kemeja putih dengan rok hitam di lemari, pakaianmu ketika tertabrak.Kini pakaianmu sudah bersih dari darah dan beberapa robek sudah terjahit, siap untuk dipakai lagi.Kamu pun mengganti pakaianmu dengan cepat.Namun pikiranmu berat, kamu memikirkan tentang dirimu selanjutnya.Apa yang akan kamu lakukan dan kemana kamu akan pergi. Apa yang akan kamu makan, dimana kamu akantidur, dan dimana kamu akan berlindung sementara ingatanmu menghilang. Kamu memang sudah mencoba mengingat hal apa saja yang terjadi sebelum kecelakaan itu, namun yang bisa kau ingat hanya alamat rumah dan sekolahmu di jepang, memang harusnya kau adalah Song Yeon Ah yang kaya raya. Song Yeon Ah yang kabur dari rumahnya yang majestic di Korea dan pindah ke Jepang karena muak dengan keluarganya. Sejauh ini..hanya Jepang yang ada di ingatan Yeon Ah, karena kamu berada di Jepang dari 5 tahun yang lalu. Dan ingatanmu yang menghilang adalah ingatan jangka 5 tahun itu.Jadi soal kepulanganmu ke Korea, kamu benar-benar tidak ingat.

Setelah kamu sudah selesai berpakaian, kamu keluar dari kamarmu dan berjalan begitu saja, pergi dari rumah sakit.Kamu tidak peduli lagi dengan Wu Fan, laki-laki gila yang sangat tidak disenangi olehmu. Kau berpikir, pria itu tidak menginginkanmu, jadi untuk apa tinggal dengannya? Lebih baik berkelana sendiri dan mati kelaparan daripada menjadi aib bagi laki-laki itu. Kamu akhirnya berjalan tanpa arah di wilayah Busan tersebut, kamu tidak ingat apa pun tentang Busan. Beruntung saat itu matahari masih bersinar, hingga kamu tidak perlu takut berlenggang di jalanan yang padat.Hanya berjalan dan berjalan terus, mengikuti arus saja.

*

Kamu terduduk di bangku taman yang kosong. Bagus, pikirmu. Sekarang sudah hampir gelap dan kamu belum makan apa pun dari tadi siang. Kelaparan dan juga haus, apalagi kamu telah berjalan kaki selama berjam-jam.Kamu merasa kakimu mulai berdenyut sakit.Kamu pun menundukan kepalamu dengan kedua tanganmu mencengkram bangku itu dengan kuat.Tidak lama air matamu mengalir, deras menuju ke pakaianmu.Kamu merasa pusing karena tidak memiliki tujuan, dan kamu sangat lapar.Kakimu sakit, dan tidak ada yang peduli padamu.Hatimu sakit, sakit sekali.Hingga tangisanmu menjadi semakin keras.Dadamu terasa sesak dan membuatmu semakin pusing karena harus mengambil lebih banyak udara.Kini wajahmu sudah sangat merah karena menangis begitu kencang.

“Hey.” seseorang memanggilmu, kamu terperanjat dengan suara tiba-tiba itu.Kamu melebarkan matamu pada pria yang berdiri di hadapanmu.Pria tinggi, dengan rambut kuning pasir yang diangkat ke atas.Pakaiannya rapi dan mewah, kini berupa kaus putih dengan jas biru terang.Kamu membelalak. Itu..kan.. Wu Fan.

“Sudah selesai menangisnya?” ujar pria itu.Di tangan kanannya, ada sebuah kotak makanan dan tangan kirinya menggenggam sebuah gelas.Pria itu mengulurkannya padamu dengan wajah datar.Baiklah, kamu sebenarnya ingin sekali menerimanya, tapi kamu terlalu gengsi. Lagipula pria itu kan tidak menginginkanmu, kenapa sekarang ia memberikanmu makanan? Pasti ada maunya, pikirmu.

“Apa rencanamu hah?” jeritmu pada Kris, dan Kris hanya menaikkan satu alisnya.

“Rencanaku?Hmm…Baiklah nona Song Yeon Ah yang berkepala batu, rencanaku sekarang adalah memberikanmu makanan dan minuman supaya kau tidak mati di jalanan. Bukankah akan lebih repot kalau kau mati? Aku yang akan dihukum karenanya. Jadi sekarang makanlah.” kau menyipitkan matamu sambil akhirnya tanganmu meraih makanan dan minuman dari Kris.Lalu Kris duduk di sebelahmu, namun kamu meliriknya lagi.Dengan pandangan curiga.

“Apa?”Kris bertanya karena dipandangi olehmu.

“Kalau aku sudah makan, apa yang akan kau lakukan?” tanyamu dengan nada dingin dan Kris memonyongkan bibirnya dengan sebelah alisnya naik.

“Pulang.” ujarnya singkat sambil kemudian memainkan daun yang ia temukan di bangku. Kamu memandang kosong ke arahnya lalu hanya menaikan bahumu dan mulai makan.Kamu tau kok kalau pria ini tetap bersikeras tidak mau tinggal denganmu, dia hanya pria tanpa perasaan.Sama seperti wajahnya yang dingin dan mengerikan.Dia pikir dia keren bertingkah seperti itu, tapi sebenarnya dia sangat menjijikan.

“Bersamamu.” pria itu tiba-tiba bersuara lagi.Kamu menghentikan makanmu, sumpit masih di dalam mulutmu.Kamu ganti memandangi Kris.

“Kenapa berhenti makan?” tanya Kris seolah dia sudah melupakan apa yang barusan ia katakan.

“Bukan! Tadi kau bilang apa??” tanyamu panik, kamu takut kalau-kalau Kris ternyata memang sudah melupakan kata-katanya barusan.

“Ish biasa saja dong, makananmu muncrat ke bajuku!”Kris dengan sigap menepuk-nepuk lengan jasnya, padahal kau tidak merasa memuncratkan apa-apa barusan.Kamu hanya mengerjap-ngerjapkan matamu kebingungan. “aku bilang, kita akan pulang bersama..” Kris berhenti menepuk kemudian ia memandangmu dengan wajahnya yang datar serta matanya yang tajam, “..Ke rumahku.”

*

“Rumahmu ada dimana?” kamu bertanya sambil memandang Kris yang sedang konsen menyetir. Tanpa melihatmu, ia menjawab “Seoul.”

“Oh ya? Wah..” kamu menggumam sendiri. Dan kamu tidak sadar, kalau kamu sudah menjadi gadis lembut yang penurut setelah Kris akhirnya memperbolehkan kamu tinggal di rumahnya. Kamu sama sekali tidak sadar.

“Hey.” kamu memanggil Kris lagi.Pria itu mengulum bibirnya sesaat kemudian akhirnya membalas, “Apa?”

“Kau ini sebenarnya siapa?”

Hening sejenak. Kris menarik nafasnya dan memutar bola matanya, ia tidak percaya ada orang-orang sepertimu yang masih tidak tau siapa itu Wu Fan. Kris menunjuk dasbor di hadapanmu.

“Buka itu.” suruhnya.Kamu menaikkan sebelah alismu.

“Kenapa?”

“Aish!” Kris mendelik ke arahmu dan membuat nyalimu menciut sesaat, “..buka saja! Di dalamnya ada kartu nama dan..oh. Majalah tentangku.”

Kamu mengangguk mengerti sambil membuka dasbor itu. Benar, di dalamnya ada sebuah majalah dan satu kotak berisi kartu nama. Kamu mengambilnya lalu menutup kembali dasbor itu.Barang pertama yang kau teliti adalah kartu namanya. Disana tertulis nama asli Kris beserta alamat kantor dan nama perusahaannya.

“Wu Hotel and Resorts.. Mr. Wu Pan.” kamu menyuarakan isi kartu nama itu. Tiba-tiba Kris memelototimu.Merasa dipelototi, kamu melirik Kris.”Mwo?” tanyamu bingung dan Kris cuma menatapmu tidak percaya.Kamu semakin bingung, “Mwo!?Wae irae??”

“Aku tidak percaya! Kau baru saja mengeja namaku dengan salah! Wu Fan! Pakai “F” bukan “P”! Hah pelajaran apa yang kau pelajari selama hidupmu hah? Lidah norak.”

Kamu membuka mulutmu mendengar celotehan Kris yang begitu menghina. Kamu menggenggam erat kotak plastik kartu nama itu dan mulai mengangkatnya, bersiap memukulkannya.. Buk buk buk! Kamu sukses memukuli bahu Kris dengan kotak itu.Kris langsung menjerit karena kaget dan kesakitan.

“Aw!! A-a-a aww!! YAK NEO MWOYA?!!! (*apa-apaan kau?!!)”Kris sudah merengut dan berapi-api.

“Lidahku tidak norak!Asal kau tau kalau di Korea, “F” itu dibaca “ep-eu”.Jadi jangan menyalahkanku!” kamu menghardik Kris dan pria itu masih memandangimu tidak percaya.

“Apa katamu??Jadi kau mau menyalahkan huruf huruf Korea??”

“Memang begitu adanya, tuan Wu Pan. Tuan, Wu.. PAN.” kamu menyeringai sambil menekankan suaramu di kata “Pan”. Kris naik darah.

“Yak JUGEO SHIPPEO?! (*kau mau mati)?!”

“Boleh, tapi aku tidak mau mati di tangan pria obsesi ketenaran sepertimu.” kamu kini mendalami majalah di tanganmu. Kamu sudah tidak peduli lagi apa yang diucapkan pria bawel di sebelahmu itu. Kamu mengangkat majalah tadi hingga ke depan matamu, itu majalah Forbes. Majalah terkenal di seluruh dunia yang hanya mau mengangkat biografi orang-orang terhebat yang pernah ada.Dan di majalah Forbes yang ada di tangamu kini, disitulah nampak Kris, pria yang sekarang ada di sebelahmu.

“Masih tidak tau siapa aku?”Kris melirikmu iseng.Kamu yang tadinya sudah mau memujinya kini menelan lagi kata-katamu.’Akan lebih seru kalau aku menghinanya lagi’ pikirmu.

“Kau tau apa yang kupikirkan?Kau terlihat jauh lebih tampan disini.Apa ini efek komputer? Mereka mengedit wajahmu?” ujarmu tanpa henti sambil menahan tawamu yang rasanya ingin sekali meledak saat itu juga.

“A-APA KATAMU?!Editan?! Tentu saja tidak!!! Dan apa katamu lagi? Aku lebih tampan di majalah?!..”

“Hey.” kamu memotong ucapan Kris.

“APA?”

“Kalau kau terlihat bagus di majalah itu harusnya kau senang.Itu artinya kau fotogenik.Jadi tidak usah mengedit wajah standarmu yang asli.” kamu mengulum senyummu lagi, kamu benar-benar ingin tertawa saat itu.Dan kenyataan bahwa Kris sedang memelototimu hingga matanya hampir keluar itu semakin menggelitik perutmu.

“Yak!Apa yang kau pelototi hah? Kau mau kita berdua mati??Lihat ke jalanan!” kamu menghardik Kris dan anehnya pria itu menurutimu, namun masih dengan menggigit bibirnya kencang, menahan emosi.

“Awas kau yah, setelah aku sudah tidak menyetir, lihat saja nanti.”

“Baik.Aku akan melihatmu.”

“YAK!”

Begitulah isi percakapan kalian sepanjang perjalanan, penuh pertengkaran dan adu mulut. Dan memang terus berlanjut hingga akhirnya kalian sampai di depan sebuah gedung mewah yang menjulang tinggi ke langit Seoul. Gedung apartemen Kris.Kamu menganga lebar seiring memasuki gedung itu sementara Kris hanya mendengus melihatmu yang tampak kampungan.

Kalian berdua menaiki lift dengan seorang petugas di dalamnya yang kemudian mengantar kalian ke lantai 38, lantai paling atas dari gedung apartemen,hanya dipakai oleh kaum-kaum super kaya raya. Hingga tiba-tiba lift berhenti di lantai lobby, dan tampaklah seorang pria muda dengan tubuh tinggi menjulang di luar lift. Pakaiannya simple layaknya remaja laki-laki biasa, namun gayanya aneh.Gaya rambutnya yang dimaksud disini.Pria itu memiliki model rambut keriting supermie yang mencuat kemana-mana, seperti rambut ahjumma, hanya saja lebih parah.Pria itu memiliki mata yang sangat besar dengan wajah yang mungil tenggelam di balik rambutnya.Kamu memandangi pria itu bagaikan manusia sebelum masehi melihat seseorang yang mengidap penyakit kusta. Sementara Kris di sebelahmu menghela nafasnya sambil melirik ke arah yang lain dari pria itu. Kamu heran dengan sikap Kris yang aneh.Tidak mengerti situasi hingga pria tadi tiba-tiba menjerit, “OMO WU FAN HYUNG NIM!!” dan melompat masuk ke lift, langsung mengarah pada Kris. Kamu syok pada remaja laki-laki itu, suaranya terlalu berat dan dalam, padahal kamu pikir ia akan memiliki suara cempreng seperti kebanyakn remaja yang baru puber. Kamu tentu saja menautkan alismu pada pria asing yang berperilaku tidak normal itu. Kamu penasaran siapa dia dan apa hubungannya dengan Kris.

“Minggirlah Chanyeol, aku sedang bersama seseorang.” Kris menyingkirkan Chanyeol dari sisinya dan menempel padamu.Kamu mengerjap-ngerjapkan matamu pada dua orang itu.

“Omo hyung-nim… nuguya?”Chanyeol melirik ke belakang tubuh Kris, ingin melihatmu lebih jelas.

“Jangan-jangan… pacarmu?!Oh aku tidak pernah melihatmu membawa seorang gadis sebelumnya!” Chanyeol tiba-tiba merasa excited namun ucapannya dibalas hardikan Kris.

“Dia bukan pacarku! Dia hanya…” Kris melirikmu sesaat kemudian melihat Chanyeol lagi di sebelahnya, “… dia sepupuku.” kamu hampir batuk saat mendengar ucapan Kris.Baiklah, memang sulit menempatkan diri saat ini.Kamu bukan pacar Kris, tidak mungkin kamu tinggal di rumahnya begitu saja.Jadi alibi yang terbaik memang… kamu adalah anggota keluarga Kris.

“Omo!Sepupu?!Pantas saja wajah kalian mirip!” dan sukses, kali ini kamu menyemburkan udara dari mulutmu, bahkan Kris tersedak.

“Dan hey ayolah, kau tidak mau mengenalkan kami berdua??” kini Chanyeol bergerak, berdiri di hadapan kalian berdua dengan senyum lebarnya yang… creepy.Menyeramkan dengan matanya yang seperti bisa lepas kapan saja.Kris sudah menatap remaja itu malas, dia memang paling tidak suka orang yang ribut.

“Hh. Baiklah. Park Chanyeol, ini Song Yeon Ah. Song Yeon Ah, Park Chanyeol.” Kris akhirnya memperkenalkan kamu dan pria itu, dengan wajah tanpa ekspresi sama sekali.

“Ah, senang bertemu denganmu.. Naega jebal buthakeuribnida.. (*tolong jaga saya baik-baik..)” kamu membungkuk dengan gugup sementara senyuman Chanyeol berkembang menjadi tawa, dengan suaranya yang sangat dalam. Kamu pun ikut tertawa karena suaranya yang aneh.

Ting!

Tiba-tiba lift berbunyi, menandakan salah satu dari kalian sudah sampai di lantai tujuan. Dan ternyata Kris yang keluar duluan, kamu pun segera mengikutinya dari belakang. Namun sebelum pintu lift tertutup lagi, kamu berbalik untuk mengucapkan salam pada Chanyeol tapi alangkah terkejutnya kamu saat mendapati Chanyeol sudah berada di belakangmu. Ia juga keluar dari lift.

“Ah Chanyeol? Kau turun di lantai yang sama??” kamu pikir hanya Kris yang ada di lantai ini. Chanyeol menaikkan alisnya sambil memajukan bibirnya. Lalu ia bilang, “aku juga tinggal disini.” kamu terkesiap kaget.

“Yak!Kenapa kau tidak mengikutiku hah?”Kris yang ternyata sudah daritadi berjalan duluan sendiri, kembali dan mendapatimu mengobrol dengan Chanyeol.

“Yak Wu Fan! Kau tidak bilang kalau Chanyeol juga tinggal disini?!” kamu membentak Kris begitu saja, membuat Chanyeol melebarkan mulutnya. Ini pertama kalinya ia melihat Kris dibentak oleh seorang gadis.

“Oh itu… dia memang tetanggaku.Aku lupa memberi tahu. Sekarang ayo pergi.” Kris tiba-tiba menarik pergelangan tanganmu untuk pergi dan menjauh dari Chanyeol, sementara pria itu melambai-lambaikan tangganya dengan semangat padamu.Kamu sulit bahkan hanya untuk tersenyum karena Kris menarikmu terlalu cepat.Kaki-kakimu yang lebih pendek dari kakinya yang panjang membuatmu kesulitan mengejarnya.Kamu menggembungkan pipimu kesal kemudian melepaskan genggaman Kris di pergelangan tanganmu.

“Apa?”Kris bertanya bingung dengan hentakan tanganmu.

“Kau berjalan satu langkah dan kau tau aku harus mengambil berapa langkah? 3 langkah sekaligus! Jadi jangan menarikku seperti tadi! Lagipula kenapa buru-buru sih..seperti dikejar hantu saja.” kamu terus mengocehkan komplenanmu pada Kris sementara pria itu hanya bersidekap tidak peduli.

“Dasar pendek. Kau makan apa sih waktu kecil sampai jadi pendek begini? Apa kau berhenti bertumbuh di kelas 3 SD? Ih mengerikan.”Kris memandangmu mencibir dan kamu memberikan tatapan tidak percaya padanya.Kamu mendengus sambil memutar bola matamu.

“Kau aneh tau tidak?Bersikap menjauh dari Chanyeol seperti tadi.Dia hanya remaja muda yang penuh semangat.Kenapa kau menjauhinya?” akhirnya kamu bertanya tentang Chanyeol dan dengan tangannya, Kris menarik bahumu mendekat padanya.Ia membungkukkan tubuhnya kemudian mendekatkan wajahnya ke telingamu. Kamu tiba-tiba merasa tegang.”A-apa yang kau lakukan??”

“Tarik kata-katamu segera, Chanyeol bukan remaja biasa.Dia memang terlihat baik dan senyumannya polos.Itu juga pikiran awalku, tapi setelah kau mengenalnya lebih jauh, kau akan menyesal.”Kris membisikkan semuanya di telingamu, dan membuat pipimu terasa panas untuk sesaat hingga kamu tidak bisa melihat mata Kris.Kamu berdeham.

“T-tapi kenapa..” kamu melirik ke arah Kris namun kamu langsung melihat ke arah yang lain lagi karena wajahnya masih tepat berada di sebelahmu. Kamu tidak sanggup melihat matanya yang tajam itu.

“Chanyeol..bocah itu suka mengikutiku kemana saja. Dan karena kau orang baru disini, mungkin kau yang akan menjadi sasarannya untuk beberapa bulan ke depan.” Kris kembali berbisik dan setelah ia selesai bicara, ia meluruskan lagi badannya dan segera menjauh dari dirimu.

“Argh… Pegal sekali. Nah, Yeon Ah, flatku ada di sebelah kiri. Yang kanan, flatnya Chanyeol.Hanya ada dua flat di lantai ini, jadi hanya aku dan Chanyeol itu yang ada disini.”Kamu mengangguk mendengarkan Kris.Perlahan kalian berdua berjalan bersama lagi melewati koridor panjang itu, menuju rumah Kris.Dan sembari lewat, kamu meratapi flat di sebelah kanan badanmu yang merupakan rumah Chanyeol.Kamu jadi penasaran dengan anak itu.

Klik! Kris selesai menekan kode masuk apartemennya dan pintu pun terbuka otomatis, Kris masuk duluan sementara kamu mengikuti di belakang.Tidak lama lampu-lampu menyala seiring sensor otomatis mendeteksi keberadaan kalian.Dan tampaklah apartemen Kris yang luar biasa mewah dan besar.Kamu membelalakkan matamu dan mulutmu terbuka lebar pada pemandangan di depanmu.Apartemen yang bersih dan nyaman, sangat rapi dan modern.Kamu tidak henti-hentinya menyembunyikan rasa kagummu dengan hanya membuka mulut, tidak bersuara karena terlalu gengsi pada pria yang sudah menyadari kekagumanmu pada rumahnya.

“Jangan terlalu lebar buka mulutnya, orang-orang akan menyangka kau habis menguap dan rahangmu copot.” Kris menunjukkan smirknya sambil ia melepaskan jasnya dan menyampirkannya di sofa. Kini ia hanya memakai kaus putih yang pas di tubuh. Seksi dan sangat keren, tapi tentu saja kamu tidak menyadarinya.Kamu masih sangat kesal padanya hingga kamu tidak bisa melihat betapa tampannya pria di depanmu itu.

“Cih.Dasar kuning pirang aneh.” gumammu sambil mengikuti ke mana Kris pergi.Ia membawamu menuju ke sebuah kamar di pojok kanan apartemennya.

“Ini kamar tamu.Tapi karena kau yang akan menempatinya, kunamakan ini kamar orang pendek.”Kamu mendelik pada Kris yang sedang evil smirk.Pria itu membuka pintu kamar tamu dan lagi-lagi kamu dibuat kagum.Kamar yang sangat besar dan kamu hampir mengira Kris keliru membawanya ke kamar utama.Kamarnya terlalu besar untuk seorang tamu.

“Sekarang akan kutunjukkan tempat yang lain.” Kris berjalan lagi dan kamu mengikutinya terus.

“Ini kamar mandimu.”Kris menunjuk ruangan kecil yang berada tepat di samping kamarmu, kemudian kalian bergerak lagi melewati ruangan dengan sofa dan televisi.

“ruang tv. dan itu kamarku.”
Kamar Kris berada di samping ruang tv. Jadi singkatnya, hanya ruang tv yang luas sekali ini yang menengahi kamarmu dan kamar Kris.

“Di belakang ruang tv ada dapur dan ruang makan.” kamu melirik ke arah ruang tv, ternyata memang ada celah untuk ke dapur. Kamu mengangguk mengerti.Lalu Kris akhirnya menghadap padamu dengan tangannya yang bersidekap.Sepertinya dia mau bicara panjang lebar lagi.

“Satu hal yang harus kau ingat, kau tidak boleh masuk atau pun menjejakkan kakimu di kamarku.Selebihnya kau bebas berkeliaran.Mengerti?” kamu mengangguk lagi walaupun sebenarnya kamu tidak terlalu peduli.Siapa juga yang mau keluar masuk ke kamarmu?pikirmu dalam hati.
Melihatmu sudah mengerti, Kris hendak berbalik pergi namuntiba-tiba dia berputar lagi ke arahmu.Kamu menaikan alismu bingung.

“Apa lagi?” tanyamu.

“Aku pergi bekerja setiap pukul 6 pagi, dan pulang pukul 8 malam. Aku akan meninggalkan uang untuk makan kalau-kalau kau mau pesan makanan dan kalau kau bisa masak, aku ada bahan makanan. Telepon rumah ada disana,” Kris menunjuk telpon di sebelah televisinya. “.. Kalau ada telpon jangan diangkat.Di sebelahnya sudah ada daftar nomor restoran cepat saji.Kau tinggal menelponnya saja. Lalu, kau masih ingat cara menyalakan televisi kan?”

“Yak memangnya aku hilang ingatan berapa ratus tahun hah? Tentu saja aku tahu.”

“Eish.Kan hanya untuk jaga-jaga. Kalau kau bosan nonton tv, aku punya koleksi dvd. Buka saja laci di bawahnya. Ah..sepertinya sudah kujelaskan semuanya… Sekarang aku ke kamarku untuk bekerja.Jadi jangan ganggu aku oke?” dan Kris meninggalkanmu begitu saja.Kamu mendengus.

“Cih, apanya yang merawat.” kamu juga pergi ke kamarmu dan langsung berguling-guling di tempat tidurmu yang luas. Seperti tempat tidur tuan puteri yang ada kelambunya. Bantal dan selimutnya harum sekali, tampak selalu dibersihkan setiap hari.Jangan-jangan… dia sebenarnya memang punya “tamu” pikirmu.Kamu lupa bertanya tentang kekasihnya atau pun isterinya.Jangan-jangan dia punya isteri, tamatlah riwayatmu.

Lalu kamu duduk di tempat tidur, kamu ingin bertanya pada Kris.Dan satu lagi, kamu juga baru ingat kalau tidak punya pakaian ganti. Tidak mungkin kan kamu memakai kemeja dan rok ketat selutut ini selama tidur. Jadi kamu berdiri dan berjalan menuju kamar Kris.

Tok Tok Tok!

Kamu mengetuk pintunya dan tak lama terdengar sahutan dari dalam.

“APA??”

Kamu mendengus lalu berteriak juga, “AKU MAU BICARA SESUATU!KELUARLAH!”

Klik! tepat setelah kamu memekik keluarlah Kris. Dia sudah memakai kaus long sleeve abu-abu yang santai dan celana piyama warna biru.Rambut pirangnya sudah tidak rapi lagi.
Sebenarnya dia kerja atau tidur sih, katamu dalam hati.Tapi masa bodoh, kamu langsung mengatakan tujuanmu.

“Aku mau tanya sesuatu.” Kris bersandar di pintunya dan dengan muka songongnya (?) dia menjawab, “Tanya apa?”

“Kau tidak beristeri kan? Atau kekasih?Atau tunangan?” tanyamu dan Kris melebarkan matanya.Ia menelan ludahnya lalu tangannya menggaruk rambutnya yang tidak gatal.

“A-aniyo.” jawabnya asal.Kamu menyipitkan matamu karena reaksinya yang mencurigakan.

“Aniyo!!”Kris akhirnya sewot membuatmu tersenyum simpul.Kamu pun mengangguk.

“Heh, cuma itu saja yang mau kau tanyakan?”Kris menatapmu malas.Kamu melirik pakaianmu.

“Eh ini…”

“Kalau tidak ada aku tutup, aku harus bekerja.” kriit..

“YAK AKU BELUM SELESAI!” jeritmu dan Kris pun membuka pintunya lagi dengan emosi.

“Eish.Sudah pendek, berisik lagi.Apa? Kau mau apa lagi hah?” kali ini wajah Kris tampak terganggu.

“Itu!” kamu agak membentak namun karena kamu sedang dalam tahap memohon, kamu menghaluskan lagi suaramu, “bajuku… aku tidak punya baju ganti..” ucapmu akhirnya. Kris nenaikkan alisnya lalu ia berbalik dari hadapanmu.

“Tunggu sebentar.Pakai bajuku saja dulu.”Kris masuk ke kamarnya dan menghampiri lemarinya. Tak lama ia sudah bergumul di lemarinya itu, mencari pakaian yang kecil untukmu. Namun ia hanya menemukan kaus lengan panjang dan celana basketnya dari SMA. Kris mengamatinya sebentar lalu akhirnya ia membawakannya untukmu.

“Nih.Pakai ini dulu.Nanti aku akan suruh asistenku untuk membelikanmu pakaian.” Kris melempar dua potong pakaian itu padamu lalu langsung menutup pintunya di depan wajahmu. Kamu memandang pintu itu tidak percaya.Benar-benar tidak sopan, gumammu lalu tanpa pikir panjang kamu menendang pintu Kris.

BUUK!!!

Kamu melotot. Kamu tidak menyangka bunyinya akan sekencang itu. Kamu menggigit bibirmu ketakutan hingga teriakan menggelegar terdengar dari dalam, “YAK APA YANG KAU LAKUKAN HAH??!!” dan kamu pun segera berlari sekencang-kencangnya ke kamarmu lalu menutup pintunya rapat-rapat.Jantungmu berdetak tidak karuan dan nafasmu memburu, tapi akhirnya kamu hanya cekikikan.Setidaknya pria tidak sopan itu tahu kalau aku benci padanya.Dan kamu pun hanya mengganti pakaianmu dengan pakaian Kris.

Kamu membuka kemeja putihmu dan memakai kaus biru lengan panjang, yang tentu saja kebesaran di tubuhmu yang mungil.Tanganmu saja tidak kelihatan dan panjang kaus itu hampir mencapai lututmu.Kamu sibuk menarik-narik lengan bajunya supaya naik hingga ke sikut, namun percuma, saking longgarnya, lengan baju itu turun lagi dan kembali menutupi tanganmu.Kamu menghela nafas.Eish kenapa ada sih manusia dengan tubuh sebesar itu, merepotkan saja.Lalu kamu melepaskan rok hitammu dan kamu menggulung kausmu hingga ke perut supaya mudah memakai celananya.Sebelum dipakai, kamu meneliti celana itu.

“Wu Fan, no. 9.” gumammu.Dan kamu mengerutkan keningmu. Ternyata dia mantan anak basket.. Tidak heran tubuhnya tinggi..gumammu lagi sambil menungging untuk memakai celananya.

Klik!

“YAK APA YANG TADI KAU LAKUKAN HAAH?!!!” teriakan Kris tiba-tiba muncul dari belakang badanmu.Kamu terlonjak kaget karena masih dalam tahap menarik celana ke pinggangmu.Kamu langsung menjerit sambil menutupi bagian bawahmu.

“YAKK AKU SEDANG BERGANTI PAKAIAN!!!!!!”

“AAAAAAA~~!!!”Kris ikut menjerit dan langsung menutup pintumu lagi.

Kamu jatuh lemas ke tempat tidurmu.Wajahmu pucat dan matamu melotot habis-habisan gara-gara kejadian tadi.Kamu terbengong-bengong dibuatnya. “Kris.. Laki-laki sialan itu pasti sudah melihat celana dalamku.. AISH!! Dia benar-benar mau mati!!” kamu menghentak-hentakkan kakimu karena malu.Kamu tidak tahu mau dimana lagi mau kau taruh mukamu. Namun dalam hati kamu hanya berjanji akan menghajarnya kalau melihat wajahnya lagi.

*

Kris POV

“Apa..yang.. tadi aku lihat…” Kris sibuk bergumam di tempat tidurnya dengan tatapan kosong.Dalam otaknya, terpatri jelas tubuh Yeon Ah.Mata Kris melebar lagi.Di dadanya terasa lompatan jantung yang tidak menentu.

“Warna pink…” bisik Kris dan dia langsung duduk dari tempat tidurnya seakan baru disengat listrik.

“AISH APA YANG AKU PIKIRKAN!”Kris menepuk kepalanya sendiri karena frustasi. Lalu ia membanting dirinya ke tempat tidur lagi.

“Aku tidak mungkin bisa melihat wajahnya lagi besok.Haissh!” dan Kris menarik kasar selimutnya hingga ke ujung kepala lalu berusaha tidur.

-Besoknya-
Your POV

Pukul lima pagi dan kamu terbangun. Yah, kamu bisa hilang ingatan, tapi tidak tubuhmu.Kamu sudah terbiasa bangun pagi dari kecil.Jadi kamu memutuskan keluar dari kamar dan minum air putih.

Keadaan di luar masih gelap, jadi kamu menyalakan semua lampu yang ada.Sedikit takut dengan gelap eh?Lalu setelah kamu minum air putih, kamu berbaring di sofa Kris yang empuk itu.Kamu tidak mengantuk, hanya belum punya banyak energi. Hingga tiba-tiba, alarm yang ada di meja tv berdering kencang. Kamu langsung duduk karena kaget. Segera kamu menghampiri alarm itu dan mematikannya. “Jam setengah enam..” bisikmu menyuarakan angka yang terlihat.

“Apa si badan besar itu harus bangun jam segini?” kamu berpikir sebentar, lalu menyesal telah mematikan alarmnya.Bagaimana tidak, Kris tidak mungkin bangun karena alarmnya sudah keburu mati.Kamu tidak boleh masuk ke kamarnya juga. Jadi bagaimana cara membangunkan Kris? Kamu mendesah sambil akhirnya memberanikan diri menghampiri kamar Kris.

TOK TOK TOK!

“YAK WU FAN SSI! APA KAU SUDAH BANGUN??” kamu menjerit sekuat tenaga..namun tidak ada jawaban.

“WU FAN SSI! KAU MASIH TIDUR?? AYO BANGUN!!” TOK TOK TOK!

Bagus, suaraku akan habis. Pikirmu dalam hati.Dan tetap tidak ada jawaban dari Kris.Ia memang masih tertidur pulas, seperti biasa. Kamu menyeringai sebal dan kembali menjerit-jerit.Namun karena tetap tidak ada jawaban, kamu memutuskan untuk masuk saja.Kris tidak mengunci pintunya, jadi kamu langsung merangsek masuk saja.Tampaklah Kris yang tidur dalam damai, matanya terpejam sangat rapat dan mulutnya terbuka sedikit.Selimutnya sudah tidak karuan di kaki.Kamu mendengus, “gaya tidurnya jelek banget” gumammu.Lalu kamu mendekatinya, menggoyang bahunya dengan satu jarimu saja.Seakan kamu terlalu geli untuk menyentuhnya.

“Wu Fan ssi, Wu Fan ssi bangunlah!” kamu mengguncangnya masih dengan satu tangan, sementara kamu kerepotan membungkuk karena jarak Kris darimu itu jauh.Berdoa saja kamu tidak jatuh ke atasnya.

“Wu Fan ssi.. Yak Wu Fan ssi! Ayo bangun!” tidak sabar, akhirnya kamu mengguncang bahunya dengan lima jari. Tapi reaksi Kris hanya goyang-goyang pantat, wajahnya masih datar dan tidak bergeming sama sekali. Kamu menarik nafasmu menahan emosi.Lalu sedetik kemudian, dengan seluruh kekuatanmu kamu berusaha mendorong Kris.

“YAK WU FAN SSI CEPAT BANGU……. AAAAA!!!”

Tidak seimbang dan tidak dinamis, kakimu yang daritadi jinjit-jinjit itu terpeleset dan tubuhmu terdorong ke depan, tepatnya terjerembab, menimpa badan Kris. Wajahmu mendarat di perut Kris.Kamu terkesiap, Kris juga langsung bangun dan kejang (?) karena kaget.

Pria itu memelototimu yang sedang meliriknya ketakutan.Mati, batinmu dan kamu berusaha menghindari tatapan tajam Kris.

“YAK A-APA YANG KAU LAKUKAN HAH?!!” Kris langsung menarik tanganmu supaya menghadapnya namun naas, Kris kelebihan tenaga hingga kamu tertarik terlalu keras dan lagi-lagi jatuh menimpa Kris. Tapi kali ini berbeda, kalian saling berhadapan dan wajahmu berada tepat di depan Kris. Tubuh kalian saling bersentuhan satu sama lain dan membuat wajahmu panas. Mata kalian sama-sama melotot, dengan pipi merah padam, begitu juga Kris.Terdiam beberapa detik dan kamu berusaha bangun dari posisi itu secepat mungkin, tapi pria gila itu malah menahan tanganmu semakin kencang.Kamu terbanting lagi dan saat itu jarakmu dan Kris begitu dekat hingga kamu bisa merasakan nafasnya di pipimu.Kamu menelan ludahmu.

“YAK MICHYEOSEOYO?!! LEPASKAN AKU!” Kris mengeluarkan smirknya lagi dengan tangannya masih erat mencengkram bahumu.Tanganmu menahan dirimu di dada Kris.

“Kau pikir kau bisa lepas begitu saja setelah masuk ke kamar seorang pria dan menimpanya begitu saja hah?Kau tidak tahu gairah pria lajang ya?” kamu mengkerutkan keningmu dan memberikannya tatapan kau-pasti-orang-gila-yang-ada-di-jalanan.

“A-apa?Apa katamu?!”

Kris mendengus, di depan wajahmu. Baiklah. Dia memang wangi, tubuhnya sarat akan harum barley mint segar yang menenangkan, kamu bisa menciumnya tentu saja di saat jarak hidungmu dengan lehernya begitu dekat.

“Kau mau menggodaku kan?” celetuk Kris dan kamu menautkan alismu.

“Apa?!! Menggodamu?!”

“Iya, kau mau bercinta denganku kan?”

Kamu hampir menjatuhkan rahangmu setelah Kris bicara begitu. Kamu ingin, ingin sekali menonjoknya saat itu juga, namun apa daya dia mengunci tanganmu.

“KAU PASTI SUDAH GILA!”

“Aku?Aku gila? Yak… Bukankah kau sengaja menendang pintuku semalam dan membuatku datang ke kamarmu untuk melihat celana dalam warna pinkmu itu? Mengakulah, kau ingin menggodaku kan?” kamu terkesiap begitu mendengar kata “pink”.

“MWORAGUYO?!!! KAU! KAU BOSAN HIDUP HAH?!!”

Tangan Kris tiba-tiba ada di atas kepalamu kamu syok setengah mati.

“Kalau mau ciuman, sini mendekat lagi.Aku akan memberikannya sukarela.”Kris memonyongkan bibirnya sementara tangannya sudah mendorong kepalamu.Kamu memekik tertahan lalu dengan gesit, kamu membenturkan kepalamu di kepala Kris dan kabur dari pria gila itu.

“YAAAAAAKKKK SONG YEON AH!!!!!!!! APA YANG KAU LAKUKAN YAAAKKK!!!!!!!”

TBC

a/n: Helloooooo!!! xD ini rollingkris… mau kenalin diri dulu deh, nama saya Celia, 97 liners, dan SMTown Stan :p ini gue yang pernah nulis Celebrity Oppa, ada yang inget? Ada yang kangen? /dorr/  wkwk. Gak kerasa udah part 2, dan waktu part 1 kemaren gue lupa ngasih cuap-cuap kayak gini T^T jadi gue cuma mau bilang, makasih semuanya yang udah komen T^T secara mengejutkan entah kenapa itu prolog komennya banyak banget, sampe gue yang lagi nyari ketombe di rambut itu harus berhenti mencari (?) ;A; jadi saya sangat berterima kasih~ *bow* yang komennya ga dibales jangan berkecil hati, mungkin kamu bisa follow twitter gue juga? /PLAK /sape lo/ Oke so, makasih juga admin EXO FF yang udah rilis ff gue dengan rajinnya, makasih buat cewek cewek gue yang udah setia komen (?) wahaha. Have a great day everybody! ^ ^

 

 

 

Iklan

39 pemikiran pada “Hello Mr. Wu! (Chapter 2)

  1. astaga part 2nya bkin ngakak bgd! *ngakakguling” =))
    ga nyangka ih pas yeon ganti baju eh kris tiba” masuk lol
    kocak dan daebak bgd ffnya 😀

  2. OMOOOOO!!! Kenapa dianya dibikin kabur sih thor??-_- lagi seru tauuu-_-

    Krisss bukannya buru dicium *langsung melankolis (?)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s