Sorry, It’s TRUE Love (Chapter 5)

Tittle : Sorry, it’s TRUE love [Chapter 5]

Author : Yuli ELFiani Sitanggang (@ELFiani130798) #followme haha XD

Cast : Luhan, Minyoung, Sehun, Baekhyun, YooKyung, dll.

Genre : Romance, Friendship, comedy (0,00000001%)

Leght : Chapter

Rating : General

Author Post : FF ini dibuat dari jeri payah author sendiri. Tidak ada kesamaan dari pihak manapun, karena itu hasilnya aneh… Langsung saja deh! HAPPY READING^^

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

Minyoung POV

 

Ahh, akhirnya istirahat juga…

Tanpa basa-basi lagi aku keluar dari kelas, mencari udara segar. Rasanya berada didalam kelas bagaikan berada di gudang yang telah bertahun-tahun tidak dibuka ataupun dihuni.

Aku berjalan menusuri koridor-koridor sekolah. Setiap kelas yang ‘ku lewati, selalu ‘ku sapa bila kelas itu berpenghuni (?)

 

Sekarang aku berniat pergi ke  kantin, tenggorokanku terasa kering karena menyapa kesetiap kelas. Mungkin kalian kira aku ini anah, atau apalah. Tapi hampir satu sekolah telah mengetahui kebiasaanku menyapa semua orang yang ku temui xD.

 

Saat sedang  asyik (?) berjalan menuju kantin, aku melihat suatu pemandangan yang mengingatkanku pada suatu kejadian yang pernah ‘ku alami.

Aku masuk kedalam kelas itu. Dan benar saja dengan perkiraanku. Itu dia…

 

Entah darimana keberanianku datang. Aku berjalan menuju bangku disebelahnya. Lalu aku duduk dan membaringkan kepalaku ditumpukan tanganku. Aku terus memandangi wajahnya. Melihatnya selalu mengingatkanku pada saat-saat kami bersama dulu. Walaupun aku sempat membencinya, melihatnya kembali membuat aku memaafkannya.

 

Ujung bibirku tertarik hingga membuatku tersenyum. Aku merasakan udara hangat yang keluar dari hidungnya. Tidak ‘ku sadari aku telah menutup mataku. Rasanya, aku ingin saat-saat seperti ini terus berlanjut.

 

Andai saja ada Tao oppa disini. Pasti aku telah memintanya menghentikan waktu sekarang. Dengan kekuatannnya. Hhhaaa…. Apa yang ‘ku pikirkan sih?

 

Aku terus membayangkan hal-hal disaat aku masih bersamanya.

Aku merasa ada yang menyentuh pipiku. Perlahan aku membuka mataku. Melihat sosok yan terlelap menatapku.

 

Jantungku kembali berdetak kencang. Aku terus menatap matanya. Sampai akhirnya dia menyadarkanku.

 

“Annyeong Minyoung~ah”

Entah apa yang terjadi, aku tersenyum membalasnya.

 

“Ne… annyeong….. Sehun oppa…”

 

J

 

“Bogoshipeo…”

Ku yakini, jantungku terasa copot mendengar pernyataan berusan. Rasanya aku ingin menangis bahagia mendengarnya kembali.

 

“Nado…”

 

Jawabku singkat dan kembali menunjukkan senyum termanisku padanya. Dan kau tahu, Sehun yang berada dihadapanku  tersenyum merekah. Aku sangat senang melihatnya tersenyum, kau tahu? Dia itu memiliki mata yang tajam, sampai aku jarang melihatnya tersenyum. Tapi aku sangat suka Sehun oppa yang seperti itu.

 

Luhan POV

 

Aduuhhh~~~

HPku ketinggalan dikelas! Bisa gawat kalau aku lupa membawanya. HPku itu salah satu harta karunku yang harus ‘ku bawa kemanapun aku berada.

 

Sesampainya diambang pintu, aku melihat suatu kejadian yang berhasil membuat dadaku sesak. Aku melihat Minyoung dan Sehun sedang tidur disana. Dan tangan sehun mengusap lembut pipi Minyoung. Serta mereka terlihat sedang tersenyum bahagia disana.

 

‘Ku kurungkan niatku untuk masuk kedalam kelas. Aku menyandarkan bahuku ditembok. Kakiku terasa lemas, serasa tidak dapat menopang tubuhku lagi. Dadaku sakit, sesak, dan pedih. Aku tidak kuat melihat yeoja yang sangan ‘ku sukai… ah… tidak aku tidak menyukainya lagi. Tapi seorang yeoja sangat ‘ku cintai bersama orang lain. Yang terlebih lagi, namja yang bersamanya itu mantannya.

 

Rasanya aku ingin menangis. Tapi, ini di sekolah. Bisa hilang reputasiku, bahwa seorang Luhan menangis didepan umum. Perlahan aku mencoba menghirup nafas. Mengisi rongga-rongga dalam paru-paruku. Aku tidak akan membuatku mati hanya karena cemburu. Aku bisa mendapatkannya. Aku tak akan menyerahkannya pada orang lain walaupun itu sahabatku sendiri.

 

Author POV

 

Bel sekolah berbunyi. Menandakan jam sekolah telah berakhir. Sekolah yang penuh berisi para siswa, sedikit demi sedikit telah berkurang.

Berbeda dengan siswa yang lain Minyoung sedang sibuk mencari buku diperpustakaan untuk mencari tugas yang diberikan Mrs.Geum.

Saat sedang mencari-cari buku disalah satu rak, tidak ia sadari ia mendengar suara namja yang menyebut-nyebut namanya.

 

“Ya! Byun Baekhyun! Kau gila!? Kenapa kau membuat taruhan bodoh seperti itu, hah!?”

“Aku tidak tahu, kalau Minyoung itu mantan Sehun.”

“Ahh… kau ini dasar. Harusnya kau tanyakan dulu.”

“Mana aku tahu. Lagian kalian juga tidak memberitahuku.”

“Tapi, tetap saja ini semua salahmu.”

“YA! Chanyeol~ah, Kai~ah. Sabarlah, jangan hanya membentakku. Tolong bantu aku bicara kepada Luhan untuk membatalkan taruhan ini.”

“Aku tidak ingin ikut campur, kau harus mengurusnya sendiri. Ayo kita pulah Kai~ah”

“Ne, kajja.”

“Ya! Ya! Ya! Tolonglah….. Aisshhh jjinja!”

 

Taruhan, mendengar kata tersenyum membuat Minyoung terjungkir mendengarnya. Air matanya kini telah mengalir hanget melewati pipinya. Tangan digunakannya untuk menutup mulutnya. Kini Minyoung terisak.

 

Ia sangat kaget mendengarnya barusan. Luhan yang telah membuat hatinya bergejolak ternyata hanya mendekatinya untuk taruhan. Sungguh sial nasibnya. Kenapa dia harus mengalami sakit ini dua kali?

 

Ia terus menangis, ia berusaha untuk tidak mengularkan suara sedikit pun. Ia tidak ingin orang-orang melihatnya sedang menangis. Dan ia juga sadar bahwa ia sedang berada diperpustakaan.

Walaupun ia berusaha menutupinya, tapi tetap terdengar suara isakan-isakan kecil.

 

Tanpa ia duga, seorang namja sedang duduk dihadapannya dan memegang kepalanya lembut. Minyoung tetap menundukkan kepalanya, ia tidak ingin mengetahui siapa yang berada dihadapannya. Sehun. Ia mendengar suara isakan-isakan seorang yeoja dan membuatnya untuk mencari yeoja itu.

 

“Minyoung~ah…”

 

“…”

 

“Hwang Min Young…”

 

“…”

 

“Ya! Kau dengar aku?”

 

“…”

 

“Hhhaa…. Minyoung~ah, ulljima.”

 

Sehun yang berusaha menenangkan Minyoung pun tidak dapat berbuat apa-apa lagi. Ia tahu apa yang ditangisi Minyoung. Sehun juga mendengar percakapan ketiga sahabatnya itu. Sehun sangat marah pada Luhan. Tidak disangka ternyata Luhan hanya omong kosong, ternyata Luhan hanya berpura-pura didepan Minyoung.

 

“Sehun oppa…”

Terdengan suara parau Minyoung walaupun terdengar sangat pelan dan gemetar tapi Sehun tetap dapat mendengarnya.

 

“Ne?”

 

“Boleh aku tahu kenapa dulu kau pergi meninggalkanku?”

Pertanyaan tersebut berhasil membuat Sehun, kaget. Ini kesempatan baginya untuk menjelaskannya. Ia tidak mau Minyoung salah paham.

 

“Orang tuaku ditugaskan diluar kota. Kau tahu, karena aku masih kecil aku tidak mungkin ditinggalkan sendiri. Lagian tidak ada keluarga taupun kerabat yang tinggal di Seoul. Jadi aku terpaksa ikut bersama orang tuaku. Sebenarnya aku tidak ingin pergi saat itu. Aku masih ingin bersamamu. Tapi… Hhhhaaa… keu pasti lebih memilih keluarga daripada pacar bukan? Aku juga sama seperti itu.”

 

Tidak sia-sia Sehun menjelaskan panjang lebar, Minyoung kini telah mengerti alas an Sehun meningkalkannya dulu. Entah mengapa mendengarkan penjelasan tadi membuat semua beban Minyoung kini lepas semua.

 

Ia telah mengerti sekarang. Ternyata selama ini, sama seperti tadi saat jam istirahat, dia merasa masih ingin dekat bersama Sehun karena sebuah penjelasan yang belum ia dengar dari mulut namja itu. Kini Minyoung benar-benar merasa lega.

 

Minyoung POV

 

Aku sangat suka haru sabtu, terutama saat sedang malam minggu. Di hari-hari seperti ini biasanya aku suka berbaring diatas taburan bintang yang sangat inidah. Aku mengeluarkan sofa dari kamarku dan menariknya sampai kebalkon kamarku.

Lalu, aku mengambil bantal dan meletakkannya diatas sofa tersebut.

Setelah itu aku turun kedapur dan membuat coklat panas, serta mengambil cemilan kecil untuk menemani suguhan coklat panasku.

Tidak lupa dari itu, aku mengambil sebuah novel yang belum ku baca setelah aku membelinya.

Hhaa… aku sangat suka malam minggu.

 

‘Ku teguk coklat panas milikku, ahh…. Mashita >.<

Akupun membaringkan tubuhku diatas sofa itu. ‘Ku pandangi bintang-bintang di atas sana. Rasanya begitu dekat hingga aku ingin meraihnya.

Tawa kecilku terdengar pelan. Aku harus dapat menenangkan diriku satu malam ini.

Tiba-tiba HPku berbunyi, tanda ada pesan masuk.

Aisshh~ Untuk apa kau mengirimku pesan!? Kau tahu aku sedang membencimu saat ini. Ciih~

 

From: Luhan

Minyoung~ah…

 

To: Luhan

Mwo?

 

From: Luhan

Apa yang kau lakukan malam-malam begini? Apa kau tidak kedinginan tiduran diluar sana?

 

 

To : Luhan

MWO? Kau tahu darimana?

 

From : Luhan

Hehehe… tentu saja aku tahu. Lihat, kau meminum coklat panas dan kentang goring disana. Aigoo~ tidakkah kau tahu aku sangat lapar disini…

 

Melihat pesan terakhir dari Luhan membuatku terduduk kaget dibuatnya. Darimana orang tahu? Apa dia penguntit!??

 

From : Luhan

Wae? Kau kaget aku mengetahuinya? Lihatlah kesamping kirimu. Kau akan melihat namja tampan disana. Hahahahaha…

 

Aku pun melihat kearah kiriku, dan betul saja aku menemukan sosok namja yang sedang melambaikan tangannya disana. TUNGGU! Kenapa dia ada disana? Apa dia tinggal disana? ANDWAAEEEE!!!!

 

-TBC-

 

YEIIII!!!! Chapter 5nya selesai ^o^

Oya, untuk pemberitahuan, untuk sementara chapter 6nya bakal lama aku post soalnya, bentar lagi sekolahku bakal ada ujian semester. Hhhaaa……

Aku masih betah dikelas 8 TT^TT…

Jadi maaf ya kalau chapter 6nya lama…

Hehehehhe….

Sebagai gantinya, aku post.in FFku yang one-shoot sebagai tanda maafku…

 

Like+Coment OKAY!??? ;>

 

y;lit � eghJ���            “Sehun, hentikan. Kita bisa sama-sama menyelidiki masalah ini.”

 

“Jadi kau berpikir bahwa Hwayoung berbohong Chanyeol?”

“Padahal kalian yang berselingkuh, tapi kenapa sekarang Riyoung yang terlihat seperti orang jahat.” Sindir Kyung Soo. Meskipun dia harus mendapati kenyataan bahwa Riyoung memang mendorong Hwayoung ia tidak akan menyalahkan gadis itu. Hwayoung pantas mendapatkannya.

Sehun terperanjat mendengat ucapan Kyung Soo. Ia benar-benar tertohok dan tersindir.

“Bukan kau yang tidak mengenalku Oh Sehun, tapi aku yang tidak mengenalmu lagi. Mungkin sejak awal kau memang tidak mengenalku.” Riyoung sengaja menabrak Sehun saat berjalan. Ia benci disalahkan, ia akan melakukan apa saja asal bisa membuktikan ia tidak bersalah.

Cukup sudah kesabarannya terhadap Hwayoung. Ternyata benar apa yang dikatakan oleh Jiyoung darah harus dibalas darah. Bahkan Hara dan Gyuri lebih dulu mengetahui apa yang seharusnya sejak awal ia lakukan. Ternyata sikap diamnya selama ini membuat Hwayoung besar kepala. Ia akan membuktikan bahwa ia tidak bersalah dan akan membuat Sehun menyesal karena telah menuduhnya, ia akan pastikan itu.

Jika setelah ini ia masih belum bisa melupakan Sehun maka ia adalah orang paling bodoh di dunia ini.

            Kris menatap Riyoung yang masih terus menunduk sambil menangis. Berat rasanya memberikan surat skors selama satu minggu pada siswanya itu. Ia juga sudah mendengar masalah yang terjadi antara Riyoung dan Sehun. Tapi dari apa yang ia tahu, bahkan Hwayoung jauh lebih memenuhi syarat menjadi pelakunya. Sudah tiga tahun ia menjadi wali kelas Riyoung, ia tahu betul bagaimana tabiat siswanya itu.

“Beritisrahatlah selama seminggu, setelah itu semuanya akan kembali normal lagi Riyoung.” Hibur Kris.

Saem, seminggu setelah ini aku akan menjadi orang paling jahat di sekolah ini.” Ujar Riyoung sambil sesenggukan.

Kris diam, ia tahu masalah ini membawa dampak buruk untuk Riyoung. Tapi ia tidak bisa berbuat banyak, tidak ada saksi yang melihat, siapa yang bisa membuktikan bahwa Riyoung tidak bersalah.

            Hwayoung masuk ke dalam toilet sendirian. Jiyoung, Hara dan Gyuri sengaja mengikuti Hwayoung. Setelah Hwayoung masuk mereka segera menyusulnya dan mengunci pintu kamar mandi. Jiyoung sengaja mengajak duo gosip itu setelah mendengar cerita Riyoung tentang tawaran mereka untuk membalas dendam pada Hwayoung.

Hwayoung terkejut saat melihat ketiga orang itu tengah menatapnya ganas. Jiyoung, dia adalah sahabat Riyoung, ia sudah menduga Jiyoung akan membela Riyoung, tapi Hara dan Gyuri? Untuk apa mereka ikut campur.

“Sunbaenim.” Sapa Hwayoung canggung. Ia tidak boleh terlihat gugup.

“Kau sudah sembuh?” Jiyoung mendekati Hwayoung yang terus mundur.

Hwayoung menggeleng kemudian buru-buru mengangguk.

“Yang mana yang benar? Sudah atau belum?”

“Sebenarnya apa tujuanmu memfitnah Riyoung?” Kali ini Hara yang maju.

“Anio, aku tidak memfitnahnya, eonni yang mendorongku.” Jawab Hwayoung terbata-bata.

“Ck!” Gyuri langsung mengambil ember sisa pel dan menyiramkannya pada Hwayoung. “Anio, aku tidak memfitnahnya, eonni yang mendorongku.” Gyuri mengulagi kata-kata Hwayoung dengan gemas. “Aktingmu buruk sekali.”

“Kau pikir sekarang kau sedang berurusan dengan siapa?” Bentak Jiyoung. Mungkin kau berpikir bahwa Riyoung tidak akan berani melakukan ini, tapi kami berani!” Jiyoung menjambak rambut Hwayoung.

“Aku benar-benar tidak melakukannya.”

“Ahh, jangan basa-basi cepat langsung ke intinya!” Geram Hara. Ia akui ia sangat marah mendengar berita bahwa Riyoung mendorong Hwayoung dari tangga. Ia memang suka berbuat onar tapi ia mengenal Riyoung. Sejak SMP setiap ada tugas kelompok, Hara dan Gyuri selalu tersisihkan karena tidak ada yang mau berteman dengan mereka. Tapi Riyoung tidak pernah memojokkan mereka, gadis itu memperlakukan mereka dengan baik. Ia benar-benar menghargai temannya dan mereka bukan tipe orang yang tidak tahu balas budi.

Gyuri mengeluarkan pisau lipat dari saku roknya. Ini hanya gertakan, Hwayoung pasti akan bertekuk lutut jika diancam seperti ini.

“Akui kesalahanmu, atau kurusak wajahmu!” Jiyoung mengambil pisau Gyuri. Dia benar-benar emosi. Jika Hwayoung masih saja menyangkal ia bisa pastikan ia tidak bisa lagi menahan diri untuk menyiksa Hwayoung. Terlalu banyak air mata Riyoung karena Hwayoung, ia tidak akan melepaskannya sampai masalah ini benar-benar tuntas.

Hwayoung menangis. Teman-temannya masih ada di kantin. Ia tidak bisa meminta tolong pada siapapun. Melawan? Dulu ia juga pernah berkelahi dengan Hara dan Gyuri, tapi meski dibantu dengan teman-temannya Gyuri dan Hara tetap menang.

“Jangan salahkan aku kalau besok kau harus datang ke dokter bedah plastik.” Jiyoung mengacungkan pisau lipat tersebut.

“Jangan, sunbae, baiklah aku, a-aku akan mengatakan yang sebenarnya pada semua orang.”

“Bagus.” Seringai Jiyoung. Darah harus dibalas dengan darah.

            Sehun menatap Hwayoung yang masih menunduk. Semuanya telah terungkap. Hwayoung telah mengakui kesalahannya pada semua orang. Sehun benar-benar merasa bersalah pada Riyoung.

“Kita putus.” Ujar Sehun dingin.

Chanyeol, Luhan dan Kyung Soo yang menguping dari balik pohon langsung berpelukan, itulah yang dari dulu mereka tunggu-tunggu. Mereka sangat sangat tidak menyukai Hwayoung. Mungkin ketika Sehun menyatakan perasaannya pada Hwayoung, ia sedang mengigau atau semacamnya.

“Oppa, aku hanya iri padanya. Teman-temanmu lebih menyukainya daripada aku. Semua orang lebih menyukainya daripada aku. Semua orang mencibirku, padahal dia yang jelas-jelas seorang selingkuhan. Aku hanya takut kehilanganmu Oppa.”

“Tentu saja, dia lebih baik darimu nona.” Cibir Chanyeol dari balik pohon.

“Bukan berarti kau boleh menyakitinya.” Ujar Sehun dingin.

“Apa yang kau maksud dengan selingkuhan?” Tiba-tiba Riyoung dan Jiyoung muncul. Luhan, Chanyeol dan Kyung Soo sampai kaget setengah mati karena kemunculan mereka yang tiba-tiba.

Sehun menatap Riyoung, ia tahu sejak awal tidak seharusnya ia melakukan ini. Semua ini memang salahnya. Ia yang membuatnya semakin rumit.

“Sebenarnya, ketika aku memintamu untuk menjadi kekasihku aku masih menjalin hubungan dengan Hwayoung. Saat itu kami sedang bertengkar sehingga aku—“

“Menjadikanku sebagai pelarianmu?”

“Kami backstreet karena orang tuaku tidak  menyetujui hubungan kami. Mereka merasa sangat senang ketika aku mengenalkanmu kepada mereka.”

“Kau tahu Oh Sehun, kau benar-benar laki-laki brengsek.”

“Maafkan aku Riyoung.”

“Gurae, aku memaafkanmu.” Riyoung menatap Sehun dengan tatapan menilai. “Tapi bukan berarti aku melupakannya.”

Riyoung berbalik. Seharusnya ia tidak perlu mendengar semua percakapan Sehun dan Hwayoung. Seharusnya ia tidak perlu mengetahui kenyataan bahwa sebenarnya ia lah yang berselingkuh di belakang Hwayoung. Semuanya seolah sedang mempermainkannya. Kini ia benar-benar membenci Oh Sehun.

Iklan

9 pemikiran pada “Sorry, It’s TRUE Love (Chapter 5)

Tinggalkan Balasan ke Ana (Lim Chan Young) (@anunul) Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s