HunJiHan (Chapter 1)

Author : xoxo_baekhun

Cast:

Yang Yunji

Xi LuHan

Oh Sehun

Other Cast: Find it! Kekeke~

Genre : Romance, Sad, Funny(maybe)

Cekidot! Note: No comment sama judulnya, udah bener2 buntu soal nentuin judul hahaha

***

Yunji kembali menatap ponsel miliknya dengan raut wajah sedih. Ingin rasanya ia berteriak sekencang mungkin hingga pita suaranya putus. Tak pernah terbesit sedikitpun dikepalanya untuk berpisah dengan pria yang sudah 3 tahun ini menghiasi hari-harinya.

“Sebegitu mudahnya kah kau ucap kata pisah?” Batinnya

“Aku bahkan tak pernah memikirkannya sekalipun, sumpah” Batinnya lagi

Batinnya sudah cukup lelah dengan padatnya jadwal kuliah hari ini, otaknya pun sudah tak mampu berfikir lebih banyak, dan ditambah dengan kondisi hatinya saat ini.

Ini memang bukan kali pertama Sehun,kekasihnya, ups lebih tepatnya mantan kekasihnya mengucap kata pisah. Terhitung sejak Sehun debut menjadi seorang idola, sudah 2 kali ia meminta berpisah dari Yunji, tapi dengan derai air mata, Yunji memintanya untuk kembali…

-Flashback-

1 year ago..

“Waah, daebak! Akhirnya cita-citaku akan segera kuraih” Ujar Sehun sambil terus tersenyum riang

“Ne. Cukkhae” Balas Yunji ringan sambil tetap mengaduk gelas cappuccinonya

Sehun yang menyadari perubahan sikap kekasihnya itu langsung meraih tangan kanan Yunji yang sedaritadi hanya mengaduk gelas minumannya.

“Wae?” Tanya Sehun lembut dan menatap kedua bola mata hitam Yunji

“Ani” Jawab Yunji seadanya dan membalikan pandangannya ke gelasnya

“Apa kau tak senang dengan debutku sebentar lagi?”

Sehun pun segera mendapat jawaban dari pertanyaannya barusan hanya dengan tatapan sedih Yunji.

“Eii, ayolah, jangan seperti ini. Apa kau tak mau melihatku menggapai cita-citaku?” Tanya Sehun selembut mungkin berusaha tidak menyindir perasaan Yunji

“Bukan seperti itu, tapi aku hanya takut jika nanti kau akan meninggalkanku” Jawab Yunji dengan mimik wajah ingin menangis

“Aigoo, uljima” Ucap Sehun dan kembali menggenggam lembut tangan Yunji

“Aku takkan meninggalkanmu. Percayalah padaku” Ucapnya lagi

“Tapi kau pasti akan sangat sibuk. Lihat saja sekarang, sebelum debut pun, kau sudah punya segudang jadwal latihan dari hari senin hingga minggu. Kita hanya bisa bertemu di minggu pagi saat ke gereja, itu pun kau malah tertidur mendengarkan kotbah pendeta”

“Tapi sepulang gereja, kita masih bisa berkencan seperti ini bukan?” Potong Sehun, masih dengan nada yang lembut

“Iya, lalu sebentar lagi, kau pasti akan ditelfon teman-temanmu untuk latihan” Balas Yunji kesal

“Yunji-ya, ini bagian dari cita-citaku. Kau tahu kan kalau aku benar-benar ingin menjadi seorang penyanyi? Aku bahkan sudah bertahun-tahun berlatih, aku mohon, percayalah padaku, aku takkan meninggalkanmu”

“Yakso?” Tanya Yunji

“Ne”

***

Yang Yunji’s Room

April, 28th 2012

19.00 PM KST

“Tsk tsk.. Kali ini aku takkan memintamu kembali lagi” Ucap Yunji pelan

Ia pun mulai membuang semua kenangannya dengan Sehun. Mulai dari foto, baju couple, dan seluruh barang-barang yang berhubungan dengan Sehun.

“Agashi, mau diapakan semua barang-barang ini?” Tanya Moon Ajhumma, pembantu rumah tangga yang ada di rumahnya

“Buang saja” Jawab Yunji dengan malas lalu mulai beranjak mencari barang-barang dari Sehun yang lain

“Jinjja?”

“Ne, ajhumma, tolong bantu aku bawa keluar barang-barang ini”

Moon Ajhumma pun mengerjakan tugas yang diberikan oleh anak bungsu majikannya ini dengan diam, namun lama kelamaan ia mulai bingung dan merasa familiar dengan sebagian dari barang-barang ini.

“Agashi, ini baju yang dibelikan oleh Sehun ssi, apa anda tidak salah ingin membuangnya?” Tanya Moon Ajhumma sambil menunjukkan baju yang dimaksud

“Ne, ajhumma”

“Waeyo, agashi? Apa anda tidak sayang? Anda bahkan memarahiku jika aku mencuci baju ini terlalu kencang”

“Ajhumma” Sindir Yunji cukup kencang

“Ah, ye. Mianhamnida. Aku tidak bermaksud untuk ikut campur. Jeongmal mianhae” Ucap Moon Ajhumma dengan nada tidak enak

“Ne. Ppali bawa keluar barang-barang ini dan jangan lupa untuk membuangnya sejauh mungkin yang Ajhumma bisa”

“Ne. Kalau begitu, aku permisi dulu”

“Perlahan tapi pasti, aku harus melupakanmu” Batin Yunji

***

-Flashback-

3 months ago..

“Mianhae, Yunji-ya. Aku benar-benar tidak bisa pergi malam ini”

“Apa kau tak bisa meluangkan sedikit waktu bersamaku?” Tanya Yunji diseberang sana

“Jadwal latihan kami sangat padat. Kami bahkan tidak memiliki kesempatan untuk pulang atau bahkan beristirahat sedikitpun, Yunji-ah. Aku mohon mengertilah” Jelas Sehun lembut

“Tapi kau sudah janji sebelumnya” Ucap Yunji kesal

“Aku minta maaf sekali lagi. Tapi aku benar-benar tidak bisa keluar malam ini. Aku janji akan pergi denganmu lain waktu. Aku akan meminta kepada manager hyung untuk member waktu luang untukku, otte?”

“Lupakan saja!” Bentak Yunji lalu segera memutuskan sambungan telfon

***

Starbucks Café

July 14th 2012

20.40 PM KST

“Kau yakin mau melanjutkan tugas ini sendirian?” Tanya salah satu gadis berambut pendek dengan raut wajah tak enak

“Ne, gwaenchannayo. Aku masih kuat menyelesaikan tugas ini. Kau tenang saja, sudah lebih baik kau pulang saja” Jawab Yujin sambil tersenyum

“Yujin-ah, jeongmal mianhae. Kalau saja adikku tidak menangis karena ketakutan malam ini, aku pasti akan membantumu mengerjakan tugas kelompok ini” Jelasnya kembali

“Tidak apa-apa. Lagipula sedaritadi, kau yang lebih sibuk mengerjakan tugas ini, Hyemi-ya. Sekarang giliranku menyelesaikan sisanya”

“Aku masih merasa tidak enak, Yujin-ah”

“Aigoo, gwaenchannayo. Lebih baik kau pulang sekarang daripada adikmu semakin takut di rumah” Ucap Yujin sambil tetap tersenyum

“Jeongmal gomawoyo, Yujin-ah. Kalau begitu aku pulang dulu ya. Annyeong”

“Ne, annyeong. Hati-hatilah di jalan” Ucap Yujin sebagai pertanda perpisahan mereka malam ini

Waktu terus berjalan hingga tak terasa jam sudah menujukkan pukul 23.00 KST. Untung saja Café yang satu ini buka 24 jam, jadi Yujin tak perlu malu jika diusir karena sudah waktunya mereka untuk tutup.

Malam ini, café tampak sepi, hanya ada 1 pelanggan pria berjaket tebal mengenakan kacamata hitam, serta topi kupluk yang duduk tak jauh dari tempat duduk Yujin.

“HAAAHH” Teriak Yujin putus asa serta lelah

“Ini bahkan lebih sulit dari yang kubayangkan. Bagaimana aku bisa menyelesaikan semua ini sendirian? Ah jebaaaaal, Tuhan tolong berikan aku pencerahan agar aku dapat menyelesaikan tugas ini” Ucap Yujin pelan

“Andai saja orangtua Hyemi ada dirumah, jadi ia tak perlu repot-repot pulang demi menemani adiknya yang sedang menangis ketakutan” Keluhnya lagi

“Ini semua memang salahku yang selalu bersikap tak enak hati dengan orang-orang baru, sampai-sampai aku merelakan diriku sendiri” Sambungnya lagi

Malam ini Yunji tampak sedikit berantakan akibat mengerjakan tugas kuliahnya sejak 5 jam yang lalu. Rambut panjangnya ia kuncir kuda, lingkar hitam di bawah matanya sudah mulai terlihat jelas. Tapi tak sedikitpun menghilangkan aura kecantikan naturalnya yang memang sudah diwarisi oleh Ommanya.

“Permisi, apa aku boleh duduk disini?” Tanya seorang namja yang mengenakan pakaian tertutup yang ternyata adalah satu-satunya pelanggan selain dirinya

Yunji tampak memperhatikan sosok namja itu dari atas sampai bawah sebelum akhirnya mengangguk menyetujui permintaannya.

“Annyeonghaseyo. Sejak tadi aku memperhatikanmu, seperti sedang frustasi mengerjakan sesuatu. Kurasa itu adalah tugas sekolah, dan kurasa mungkin aku bisa membantumu” Jelas namja itu lalu tersenyum manis

Yujin masih bisa memperhatikan eye smile milik namja itu meski namja itu memakai kacamata hitam.

“Ne. Tapi lebih tepatnya tugas kuliahku, tugas plan business dari dosenku” Jawab Yujin

“Oh. Hmm, mungkin aku bisa membantumu? Aku rasa aku cukup pintar untuk tugas seperti itu” Tawar namja itu lagi sambil tersenyum kearah Yunji

“O. Baiklah” Jawab Yunji lalu mengarahkan kertas-kertas miliknya yang berantakan diatas meja

***

“Wuaah neo jinjja daebak!” Seru Yunji kearah namja yang sedaritadi bersama dengannya

“Kau bisa membantuku menyelesaikan tugas ini hanya dalam waktu kurang dari 30 menit. Wah aku yakin, kau pasti adalah salah satu siswa berprestasi di kampusmu. Neo jinjja daebak” Puji Yunji tampa henti karena terlalu senang tugasnya ternyata bisa diselesaikan juga

“Aniyo. Kau terlalu berlebihan” Sangkal namja itu malu-malu namun tetap tak bisa menghilangkan raut bahagia akan pujian yang baru saja ia terima

“Jeongmalyo. Ohya, jeongmal kamsahamnida atas bantuanmu. Aku benar-benar tak tahu apa jadinya tugas ini tanpa bantuanmu,..”

“Luhan. Luhan imnida” Sambung namja yang ternyata bernama Luhan itu

“Ne, kamsahamnida Luhan ssi. Oh ya, Nan Yunji imnida, Yang Yunji. Bangasimnida” Ucap Yunji lalu menyodorkan salaman tanda pengenalan kepada Luhan

Luhan,nama namja sebenarnya itu pun, membalas uluran tangan Yunji dan tersenyum sebelum akhirnya ia membuka kacamata hitam yang sedaritadi menutupi matanya.

“OMO” Ucap Yunji sambil terkejut dan langsung menutup mulutnya dengan kedua tangannya yang awalnya masih berada ditangan luhan

“Ssssh!!” Ucap Luhan sambil menunjuk bibirnya dengan jari telunjuknya, meminta Yunji untuk mengecilkan suaranya

“Neo? Neo?! Jeongmal?” Tanya Yunji terbata-bata dan masih membulatkan kedua bola matanya

“Ne. Kau mengenaliku?” Tanya Luhan pelan

Yunji pun mulai mengatur perasaan kagetnya dan mulai membenarkan posisi duduknya, lalu menatap wajah Luhan.

“Mau apa kau kemari?” Tanya Yunji yang secara singkat mengubah nada bicaranya

“O?” Yang ditanyapun malah balik menanya

“Kutanya sekali lagi, Luhan ssi, untuk apa kau mendatangi mejaku dan membantuku mengerjakan seluruh tugasku?” Tanya Yunji semakin sinis

“Neo gwaenchanna?” Tanya Luhan bingung

Yunji pun tampak kelas melihat tingkah namja dihadapannya ini. Ia menghebuskan nafas dengan kencang sampai-sampai Luhan dapat mendengarnya.

“Apa kau sedang baik-baik saja, Yunji ssi?” Tanya Luhan memastikan kondisi Yunji

“Apa seseorang menyuruhmu datang kemari dan memata-mataiku?” Tanya Yunji serius

“Ne?”

“Ah neo jeongmal. Percuma saja aku berbicara dengan orang-orang seperti kalian. Sampai matipun aku jamin, otak kita tidak memiliki satu kesamaanpun. Kalian hidup di dunia kalian sendiri” Ucap Yunji, lalu dengan segera membereskan seluruh barang bawaannya dan mulai mengemasnya

Luhan tak dapat mencerna tiap kalimat yang muncul dari bibir Yunji, ditandai dengan raut wajahnya yang tampak sangat kebingungan.

“Aku permisi dulu” Ucap Yunji singkat lalu segera beranjak dari tempat duduknya menuju pintu keluar café

“Aneh” Batin Luhan

***

Yang Family’s House

July 15th 2012

07.30 AM KST

“Good morning” Sapa seorang wanita paruh baya yang kira-kira berumur setengah abad ketika baru memasuki ruangan makan yang di desain modern-elegant

“Good morning” Sapa seorang namja yang sedaritadi sudah duduk manis di kursinya

Yang Ajhumma pun segera duduk disamping anak sulungnya tersebut dengan raut wajah senang. Mereka (Yang Ajhussi, Yang Ajhumma, Yang Yukyung, Yang Junhyung, dan tak lupa magnae mereka, Yang Yunji) kini sedang menikmati waktu sarapan dengan hangat dan tampak seperti keluarga harmonis.

Junhyung, yang notabennya adalah anak laki-laki satu-satunya mulai memberikan gurauan-gurauan lucu seperti biasanya, sementara Yunji lebih memilih untuk diam dan sesekali tersenyum simpul menanggapi candaan Oppanya.

“Yunji-ya, apa kau sedang sakit?” Tanya Yang Ajhussi, yang menyadari sikap anak bungsunya tidak seperti biasa

“Aniyo, Appa. Nan jeongmal gwaenchannayo” Jawab Yunji sambil tersenyum dan kembali memasukan roti kedalam mulutnya

“Kau tampak tidak baik-baik saja. Apa terjadi sesuatu?” Tanya Yang Ajhussi lagi

“Aniyo. Mungkin hanya sedikit lelah akibat mengerjakan tugas hingga larut kemarin”

“Kalau kau merasa kurang sehat, lebih baik kau istirahat saja hari ini dan tidak usah datang ke kampus. Otte?” Kali ini Yang Ajhumma ambil suara

“Aniyo. Jeongmal gwaenchanna. Aku baik-baik saja. Setelah sarapan, aku yakin, aku pasti akan lebih baik” Jelas Yunji bersemangat

“Arraseo”

“Oh ya, Appa, Omma, aku ingin melanjutkan gelar S2 ku di Belanda, otte?” Tanya Junghyung disela-sela sarapan mereka

“Ne. Terserah padamu saja. Omma hanya mau kau bisa berjaga diri dan dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan disana”

“Oppa, fighting!!” Ujar Yunji, menyemangati kakak laki-lakinya itu

***

SM Entertainment Practicing Room

July 20th 2012

14.00 PM KST

“Kau yakin ia gadis sungguhan?” Tanya Kris Wufan, sang leader paling tinggi nan macho

“Aku yakin, Wufan-ah” Jawab Luhan seadanya

“Tapi kenapa tiba-tiba gadis itu malah sinis setelah mengetahui identitasmu yang sebenarnya,hyung?” Tanya Kai, penasaran

“Molla” Jawab Luhan singkat, lalu ia mulai merebahkan tubuhnya diatas lantai ruang latihan EXO

“Apa kau menyukai gadis itu,hyung?” Kali ini D.O bertanya

“Nan jeongmal mollaseoyo”

“Aigoo. Uri Luhannie sudah mulai jatuh cinta rupanya” Ledek SuHo yang sedaritadi memperhatikan obrolan para member EXO, tanpa Xiumin dan Chen

Member EXO pun tertawa mendengar ledekan yang keluar dari bibir leader EXO K itu.

“Apa kau mau bertemu dengannya lagi?” Tanya Sehun lalu membaringkan tubuhnya tepat disamping Luhan

Perlakuan Sehun itu tentu membuat member lainnya berdegik ngeri karena mengingat HUNHAN Couple.

“Sehun-ah! Jangan seperti itu! Kau membuatku takut akan kalian berdua” Seru Tao sambil melihat HunHan Couple dengan jijik

“Ne! Hentikanlah aksi HunHan Couple!” Protes Chanyeol sambil bergaya ala para demonstran

“Hyung, kami kan hanya berteman” Jelas Sehun

“Ne, lagipula kalian terlalu berlebihan” Sambung Luhan

“Yang jelas aku pasti ingin bertemu dengannya lagi dan bertanya apa ia punya masalah denganku” Jawab Luhan atas pertanyaan Sehun tadi

“Apa kau tak takut akan jatuh cinta dengannya?” Tanya Wufan penasaran

“Memangnya kenapa,hyung? Lagipula menurut Luhan hyung, gadis itu memiliki wajah yang sangat manis dan mempesona, bukan?” Tanya Chanyeol pada Wufan

“Ne, lagipula akan jauh lebih baik kalau salah satu diantara HunHan Couple memiliki pasangan yang sesungguhnya. Itu akan meyakinkanku bahwa mereka benar-benar namja sungguhan” Sambung Baekhyun

“Lebih baik kau lihat dulu dirimu dengan Chanyeol” Balas Tao yang langsung mendapat tatapan tajam dari seorang Happy Virus, Chanyeol

***

SM Entertainment Buliding

August 13th 2012

21.00 PM KST

Luhan tampak keluar dari gedung SM Entertainment, dan menuju supermarket yang berada tak jauh dari gedung SM. Tak lama, ia pun sampai dan membeli beberapa cemilan yang akan ia santap mala mini, namun ia mengurungkan niatnya untuk segera kembali, ia memilih untuk duduk di dalam supermarket yang sudah sepi pengunjung itu.

“Haah. Lelah sekali hari ini” Keluh Luhan sambil memakan lollipop kesukaannya

“Setidaknya aku bisa beristirahat sejenak disini” Batin Luhan

Ia pun mulai memasang earphone ke telinganya dan mulai mendengarkan lagu-lagu mandarin kesukaannya. Sampai secara tak terduga, Luhan bertemu dengan gadis misterius yang akhir-akhir ini memenuhui ruang dikepalanya.

Luhan yang menyadari keberadaan Yunji di dalam supermarket pun, langsung mendatanginya dengan tergesa-gesa hingga menimbulkan bunyi suara cukup keras.

“Yang Yunji ssi!” Panggil Luhan cukup kencang

Yang dipanggilpun menoleh dan kaget karena bertemu dengan Luhan ditempat seperti ini. Ia pun tak menggubris panggilan Luhan dan beranjak keluar supermarket setelah mendapatkan perelengkapan mandinya.

“Ya! Yunji ssi! Yang Yunji ssi!” Panggil Luhan lagi. Kali ini sangat kencang hingga menimbulkan perhatian dari beberapa pelanggan

Yunji pun menghentikan langkahnya dan berbalik kesal menghadap Luhan. Ia memandang Luhan cukup lama, hingga akhirnya memulai percakapan.

“Wae?” Tanya Yunji singkat

“Aku hanya ingin menyapamu” Jawab Luhan lembut dan mulai mendekatkan jarak antara keduanya

“Yasudah. Annyeonghasseyo Luhan ssi” Ucap Yunji singkat namun tegas

“Ne. Annyeonghasseyo” Balas Luhan sopan sambil tersenyum manis, sangat manis

“Sudah kan? Aku tidak bisa lama-lama karena hari sudah mulai larut. Aku permisi dulu”

Luhan pun segera menahan tangan kanan Yunji ketika Yunji membalikan tubuhnya. Luhan menatap lekat-lekat mata Yunji, dan dalam diam ia mulai mendekatkan jarak diantara keduanya.

“Apa aku pernah salah kepadamu?” Tanya Luhan pelan dan lembut

“Kenapa kau bersikap seperti ini padaku?” Tanya Luhan lagi

“Luhan ssi. Apa yang kau lakukan? Lepaskan aku. Tak tahukah kau kalau sekarang kita menjadi objek hiburan bagi orang-orang?”

“Aku tidak peduli, Yunji ssi. Aku hanya ingin bertanya, kenapa kau bersikap dingin setelah kau mengetahui identitasku yang sebenarnya?” Tanya Luhan lagi sambil tetap menatap lekat kedua mata Yunji

“Luhan ssi, kumohon jangan bersikap seperti ini. Apa kau mau reputasimu hancur karena netizen akan memberitakan tindakan burukmu terhadapku?” Ucap Yunji serius

Luhan tidak menanggapi tiap kata yang diucapkan gadis dihadapannya ini. Ia malah semakin mendekatkan dirinya kearah Yunji dan semakin dekat hingga hanya jarak 5 cm yang memisahkan wajah keduanya.

Yunji pun kaget bukan main atas perlakuan Luhan kepadanya. Ia mendorong Luhan sekeras mungkin, hingga akhirnya berhasil membuat Luhan menjauh dari dirinya.

“Apa kau gila?!” Tanya Yunji kesal

“Ne. Aku gila karena dirimu, Yunji ssi. Aku tak bisa berhenti memikirkanmu. Aku bahkan tak bisa berhenti menerka apa yang sebenarnya membuatmu bersikap dingin kepadaku”

“Sekarang aku tahu, semakin aku mencoba untuk melupakanmu, maka semakin besar pula keinginan hatiku untuk terus memikirkanmu” Sambung Luhan lagi

“Luhan ssi. Aku benar-benar tidak mengerti maksud ucapanmu. Aku rasa kau sudah mulai sakit, atau mungkin jadwal padatmu sudah sangat menyiksamu hingga kau berbicara hal-hal aneh seperti ini? Kusarankan untuk segera datang menemui dokter. Perusahaanmu takkan bangkrut hanya karena membawamu berobat ke rumah sakit, kan?”

Mendengar perkataan Yunji, Luhan pun dibuat semakin bingung sekaligus kesal.

***

HOT NEWS TODAY *EXO M’s Luhan and his girlfriend caught by paparazzi!*

“IGE BWOYAA?!!”

To be continued……….

 

***

Annyeonghasseyo. Kali ini aku balik lagi dengan ff chapter yang kedua. Maaf banget kalo ada kekurangan, kritik dan saran kutunggu. Kamsahamnida 😀

5 pemikiran pada “HunJiHan (Chapter 1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s