My Anti Fans (Chapter 1)

Title : My Anti Fans

Cast : shin chae ry, byun baekhyun, park chanyeol.

Genre : fangirling, romance, drama.

Leght : multi chapter (just 4 capther).

Summary : “tidak peduli kau mengataiku bodoh atau sejenisnya, kau tidak boleh menghina fansku”.

 

*chanyeol pov*

“hentikan langkahmu!”. Bentakku pada seorang gadis yang berjalan memunggungiku dengan kedua tangan mengepal. Ia menghentikan langkahnya tanpa menoleh. Aku berjalan, menarik punggungnya berbalik.

“kau sudah keterlaluan! Aku tahu kau anti fans baekhyun, tapi kau tidak bisa berbuat seenak dirimu sendiri”. Omelku, yeoja bertubuh kecil itu tersenyum sinis, lalu mengangkat kepalanya perlahan, tatapan sinisnya tertuju padaku. Aku berbalas menatapnya tak kalah sinis.

“kau terihat seperti orang bodoh!”. Ujarnya kemudian, aku sedikit terkejut, ternyata di balik tubuh munggilnya ia menyimpan keberanian yang harus kuakui cukup besar. Aku bahkan bisa saja melaporkan dia ke polisi dengan tuduhan pelecehan. “kalian semua terlihat seperti orang gila yang baru saja kabur dari rumah sakit jiwa”. Tambahnya.

Aku hampir melayangkan sebelah tanganku, namun aku dapat mengendalikan diri mengingat dia adalah seorang wanita. Aku hanya bernafas dengan cepat menahan geram.

“tolong jaga bicaramu, kau adalah seorang wanita”.

“kau boleh menganggapku pria, kau ingin memukulku kan? tidak terima? Lakukan saja”. Katanya mengejek, ia mengangkat sedikit dagunya, menunjukkan tampang menantang di balik parasnya yang imut.

“aku rasa kau perlu ke peskiater”. Aku berbalik arah lalu melepas jaketku dan merebahkannya di atas kepala baekhyun hyung. aku berharap tidak ada wartawan atau sasaeng yang mengabadikan moment memalukan ini.

 

***

“hyung, kau baik-baik saja kan?”. baekhyun mengangguk-angguk santai sambil mengeringkan rambutnya dengan hair dryer. Ia menjatuhkan tubuhnya duduk di sofa panjang di depan televisi. Aku menutup pintu kamar lalu menghampirinya.

Tanpa sadar aku mengendus, mendekatkan hidungku ke rambutnya. Baekhyun hyung memandangku aneh, lalu mendekatkan kepalanya ke arahku. Aku secara tiba-tiba mundur. “kau berlebihan, itu hanya telur busuk. Sudah tidak bau kan?”.

“hanya?”. Baekhyun hyung mengangguk. “telur busuk kau bilang hanya hyung? seharusnya aku benar-benar memberinya pelajaran”. Aku mengepalkan tanganku dan menajamkan pandangan mataku.

“sudahlah, kau seperti anak kecil. Kau harus mulai belajar bersabar yeol-ah”.

“hyung, kau yang terlalu sabar. Saat itu dia menumpahkan bubuk kopi ke kepalamu, lalu dia membuatmu jatuh tersungkur karena terpeleset di tangga, sekarang dia melemparimu telur busuk. Dia sudah keterlaluan”.

Baekhyun hyung beranjak, ia meletakkan hair driyer di atas meja lalu menekan tombol on di bawah layar televisi. “sudahlah, maafkan saja, selesai kan?”.

“ciih, gadis itu beruntung sekali kau selalu memaafkannya”. Tv menyala, wajah suho hyung muncul disana, close up.

“kau bisa berhenti mengomel tidak, mulutmu ini bisa diam tidak? Huh?”. Baekhyun hyung mengatupkan secara paksa bibirku dengan sebelah tangannya, memasang ekspresi cute bercampur kesal, aku hanya menatapnya pasrah.

“kalian sedang apa?”. Kami berdua otomatis menoleh ke arah sumber suara itu. Suho hyung sedang ada di ambang pintu dengan mengucek-ucek sebelah matanya. Rambutnya sedikit berantakan.

“ania hyung”. baekhyun melepaskan tangannya.

“D.O kemana? Masih tidur?”. Aku mengangguk.

“D.O baru pulang beberapa jam yang lalu, dia pasti kelelahan”. Suho hyung mengangguk-angguk lalu berjalan gontai menuju kulkas dan mengeluarkan botol air dingin dari sana. “hyung, dramamu tayang tuh, kau keren sekali”.

 

***

“Hyung, bagaimana kalau kita melaporkan gadis itu ke polisi saja”. Aku berguling hingga dalam posisi miring menghadap hyung yang sedang sibuk dengan ipadnya.

“gadis itu keterlaluan lho, kita tidak bisa membiarkannya terus menerus”. Ujarku lagi. Baekhyun hyung mendecakkan lidahnya.

“hyung…. bagaimana?”.

“ah.. park chanyeol, kau membahasnya lagi”. Katanya pelan lalu memutar arah memunggungiku.

“aahh… hyung”.

Kriieekk…

Kepala jongin melongok masuk ke sela pintu yang terbuka sedikit. “makanan sudah siap, chanyeol hyung, baekhyun hyung, mau makan tidak?”. Tanyanya kemudian.

 

Di ruang makan.

“kalian tadi pagi darimana?”. Suho hyung membuka permbicaraan kami.

“hanya mengantarkan baekhyun hyung membeli sesuatu, dan tertimpa musibah”. Jawabku remeh tanpa mengalihkan pandangan mataku dari mangkuk sup dagingku. Baekhyun hyung menyiku pelan tanganku, membuatku menoleh dan menunjukkan ekspresi bingung.

“musibah? Musibah apa?”. Maknae kami mulai bersuara. Semua mata menatapku serius. Aku menoleh sekilas ke arah baekhyun, matanya sedikit melotot, berusaha melarang untuk aku menceritakan apa yang dialaminya tadi.

“beberapa telur busuk mendarat di kepala baekhyun hyung”.

“telur busuk?”. ujar kai, D.O, sehun dan suho hyung bersama-sama. Lalu mereka saling bertatapan. “bagaimana itu bisa terjadi?”.  Timpal D.O.

“hanya antifans. Sudahlah jangan diperumit”. Baekhyun hyung memecah ketegangan. Seperti biasanya.

“gadis itu lagi ya? Sepertinya kau harus melaporkannya ke polisi, baekhyun-ssi”.

“suho hyung, tidak perlu seperti itu. Aku tidak apa-apa kok”.

“tapi hyung, dia sudah melampaui batas. Dia bisa berbuat nekat”. Ujar kai.

 

***

 

Fikiran-fikiran tentang apa saja yang gadis itu lakukan pada baekhyun hyung muncul di kepalaku. Kenapa gadis itu melakukannya? Bahkan baekhyun hyung sudah sabar menghadapinya. Apakah gadis itu tidak tersentuh? Atau sekedar berfikir kenapa baekhyun hyung tidak melaporkannya ke polisi atas semua perbuatannya yang merugikan.

Beberapa hari ini aku mengintai gadis itu. Untunglah aku kosong jadwal dalam beberapa hari ini, jadi aku bisa leluasa membuntutinya tentu saja dengan melakukan penyamaran agar aku tidak ketahuan oleh sasaeng fans yang pintar itu.

Banyak info yang telah masuk ke dalam buku agendaku. Dimana dia kuliah, dimana dia tinggal, profilnya, bahkan wordpress miliknya.

Aku menyandarkan tubuhku di salah satu dinding toko yang sedang tutup. Gadis itu sedang membeli makanan ringan di tepi jalan. Dengan mengenakan hot pants dan kaos berenda warna putih dia terlihat cukup menonjol dibanding yang lain, rambutnya diikat ke belakang dengan tas selempang merah dan sepatu cat. Dia tampak girly, namun kurasa tidak mengingat apa saja yang ia lakukan pada baekhyun hyung akhir-akhir ini.

“chae ry-ssi!!!”. Aku sedikit mengintip ketika mendengar namanya diserukan begitu kencang. Chae ry terlihat panik lalu berlari sekencang-kencangnya. Beberapa orang wanita mengejarnya dengan membawa gulungan buku di tangan mereka.

“kesini!!”. Aku meraih tangannya dan menariknya ke arahku aku menyandarkan tubuhnya ke tembok dan menutupinya dengan jas yang kupakai. Aku menarik pita karet yang mengikat rambutnya hingga rambut panjangnya terurai.

“menunduk”. Aku maju selangkah. Membuat seolah-olah kami sedang melakukan sesuatu dibalik jas. Ia hanya menurut, aku mendengar desah nafasnya yang terengah-engah.

“chae ry-ssi berhenti kau!!”. Teriakan itu kembali terdengar namun dengan volume cukup kecil, kurasa mereka sudah jauh meninggalkan kami. aku menghembuskan nafas berat, tanganku menyodorkan pita rambutnya yang sedari tadi kugenggam.

“namja bodoh ini lagi!”. Ujarnya mengejek saat ia mendongak dan mengetahui siapa aku. Ia merapikan rambutnya lalu mengikatnya.

“aku sudah menolongmu, setidaknya kau mengucapkan kata ‘terima kasih’ untukku”.

“kau merasa berjasa ya sudah menolongku? Jangan bermimpi, aku tidak akan mengatakan hal itu”. Katanya kasar lalu mendorong tubuhku menjauh dan berjalan cepat meninggalkanku. Aku hanya menatapnya kesal, aku tak habis pikir ada wanita seperti itu di korea. Apa dia saico? Mengalami gangguan kejiwaan atau semacamnya?

Aku mulai bingung dengan diriku sendiri. Bukankah harusnya aku hanya mengintai? Kenapa aku menolongnya? Kenapa aku membantunya bersembunyi? Siapa gadis itu sehingga membuatku melakukan semua ini? Aku mulai penasaran.

 

= = = = =

 

“kau memikirkan apa hyung?”. sehun berjalan menghampiriku di balkon. Dengan sebuah snack di tangannya dan mulut yang tak berhenti mengunyah.

“ania”. Aku tersadar dan segera menyesuaikan diri dengan keadaan. Aku berdiri dan menyusupkan tanganku masuk ke dalam kantong snacknya dan mengambil beberapa dari mereka.

“baekhyun sedang apa di dalam?”. tanyaku pada maknae kami yang cute itu.

“masih bermain games dengan kai. Suho hyung syuting drama dan D.O hyung sedang ada jadwal syuting reality show”.

“aku rasa aku hanya menanyakan baekhyun, sehun-ssi”.

“biar lengkap, bertanya 1 kau dapat 4 jawaban. Enak kan?”. aku terkekeh, dasar istri luhan yang satu ini polos atau apa? terlalu banyak menonton film sponge bob mungkin, tertular bodohnya. Hahaha

 

***

 

Aku membuka kelopak mataku perlahan, meskipun nyawaku belum terkumpul 100% namun aku memaksakan tubuhku untuk bangun. Matahari sudah tinggi, namun cahayanya tak berhasil sepenuhnya menerobos jendela  kamar berhiaskan tirai biru. Membuatku mengigau ‘ini masih pagi’ padahal jarum jam sudah menunjukkan pukul 10.

Aku menatap layar ponsel dan memastikan bahwa hari ini benar-benar tanggal 11 agustus. Hari yang kurasa akan sangat menyenangkan karena tak ada 1pun orang di dorm kecuali aku. Itu artinya aku bebas melakukan apapun. Kekeke

Aku bangkit dan duduk di tepi tempat tidur, sebelah tanganku mengucek-ucek mataku mencari kesadaran, sedangkan sebelahnya lagi masih mencengkeram kain sprei.

Kriikk kriikk..

Aku memegangi perutku yang terasa lapar, perlahan aku mulai bangkit dari dudukku dan berjalan menuju pintu. Langkah kakiku melambat ketika samar-samar telingaku mendengar suara gaduh dari arah luar. Apakah para member ada disini? Atau EXO M? tanganku perlahan meraih gagang pintu dan memutarnya.

Gadis itu lagi? Astaga.. bagaimana bisa dia masuk ke dalam dorm exo?

Mataku melotot ketika melihat punggung gadis yang sama seperti yang kulihat kemarin. Aku yakin, meskipun aku baru bangun tidur dan pandanganku belum sempurna, itu benar-benar gadis gila itu, anti fans baekhyun hyung.

“ya!!”. Gadis itu terkejut dan melompat kecil saat mendengar sentakanku. Ia menoleh dan matanya sedikit melotot saat melihatku. “apa yang kau lakukan disini?!”. Tanyaku kasar sambil berjalan cepat menghampirinya.

“kau di dorm rupanya, aku berfikir kau keluar dengan yang lain”. Jawabnya santai.

“lalu kenapa jika aku di dorm? Ini dorm kami, EXO. Apa yang kau lakukan disini? Menyelinap masuk tanpa sepengetahuan orang lain. Apa yang kau rencanakan?”.

Gadis itu terkekeh lalu berkacak pinggang menatapku. “kau lupa? Aku ini anti fans. Apa lagi yang akan dilakukan anti fans selain mencelakai idola yang mereka benci? Huh? Bodoh~”. Ujarnya remeh.

Perkataannya barusan dengan sukses membuat otakku kacau. Dengan nyawa yang belum penuh aku sudah dipusingkan dengan gadis ini lagi. Entah apa yang dia rencanakan sekarang. Tapi aku tahu, itu bukan hal yang bagus.

“apa? Astaga kau benar-benar saico. Keluar kau sekarang!”. Aku meraih tangannya dan menariknya paksa menuju pintu dorm. Menendangnya keluar lalu mengganti pasdword pintu dorm kami. sepertinya akan bagus.

Ia memberontak, sesekali dengan kasar ia memukul lenganku, namun aku tidak menyerah. Bahkan aku muak melihat gadis itu disini. Tidak cukup kah baginya mencelakai baekhyun hyung? apa sekarang dia ingin mencelakai member EXO K yang lain?

“lepaskan aku dasar kuda liar!!”.

“kau mengataiku apa? Kuda liar katamu? Ah, aku pasti sudah gila. Keluar kau sekarang!!!!”.

Suara cling terdengar nyaring. Suara yang ditimbulkan oleh alat pengaman yang menempel di pintu dorm. Itu tandanya ada orang yang memasukkan dengan benar kodenya dan hendak masuk. Aku menghentikan langkahku. Gadis itu menatapku bingung?

“cepat ikut aku dan jangan bersuara!!”. Aku menariknya ke arah lain masuk ke dalam kamar mandi. “lepaskan aku!!!”. Sebelah tangannya masih terus memukuliku.

“kenapa kau membawaku kemari? Apa yang akan kau lakukan padaku?!”. Sentaknya. Spontan tanganku membungkam mulutnya agar dia tidak bersuara lagi. Aku menempelkan kepalaku ke pintu. Berusaha mendengar siapa yang barusaja memasuki dorm.

“hey suho, chanyeol kemana?”.

Manager hyung? astaga, aku pasti akan mati. Jika manager hyung tahu aku menyembunyikan wanita ini disini aku pasti akan dibunuh. Apa yang harus aku lakukan?

 

TBC 🙂

 

Iklan

18 pemikiran pada “My Anti Fans (Chapter 1)

  1. kok rada aneh yah thor :/ kan yang ada di dorm cuma ada chanyeol sendiri, tapi kok itu manager hyung nanya ‘hey suho, chanyeol kemana?’ kan suho nya ngga ada ._.a harusnya ‘yaa park chanyeol dimana kau?’ gitu…

  2. nice fanfic thor n_n
    tapi kok ada aneh yang ya thor :/ kan yang ada di dorm cuma ada chanyeol sendiri, tapi kok itu manager hyung nanya ‘hey suho, chanyeol kemana?’ kan suho nya ngga ada ._.a harusnya ‘yaa park chanyeol dimana kau?’ gitu…

  3. Nice. bagus bgt ceritanya…….
    thor, pmran utamanya chanyeol apa baekhyun??
    aq brhrap itu chanyeol. . susah nemu yg chanyeol oppa pmran utamnya, ,

    *next thor.Palli

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s