A ‘Showa’ Beautiful Girl (Chapter 2)

A ‘Showa’ Beautiful Girl Chapter 2

Author           : Hwang Ji Jae ^^

Main Cast     : Hwang Soo Mi (OC), Oh Se Hoon (EXO-K), Huang Zi Tao (EXO-M)

Other Cast    : hmm.. cari sendiri yaa ^^

Rating            : PG 15+

Length           : Twoshoots

Genre            : Romance, Frienship, AU

Warning!!

Fanfict ini rada-rada NC tapi ngga terlalu 😀 huehehehe. Harus dipastikan Anda berniat membaca fanfict ini. Kalau yang ngga suka, JANGAN DIBACA! Oke? ^^

 

Note :

Annyeong ^^

Ketemu lagi nih 😀 hehehe

Ini chapter kedua alias ending nya A ‘Showa’ Beautiful Girl

Sekedar FYI aja ya, kalian masih bingung sama kata ‘showa’ di FF ku ini?

Kalo masih ada, aku juga kurang tau 😀 hehe

Tapi yang aku tau, showa itu sejenis gaya kuno dari jepang (mungkin)

Aku juga tau kata itu dari komik yang judulnya today the love begin, gaya showa nya

terinspirasi dari komik itu 😀 hehehe

Nah, mian yah kalo pengertiannya salah atau kalian kurang puas L

Mian juga kalo cerita aku ini gaje atau mneyinggung perasaan kalian atau apalah, pokonya mian mian mian miaaaaaaan BGT 😀

Ohiya, kalo ada yang mau follow aku, silahkan aja klik @berti_kim9 ya? Mention dulu tapi 😀

Soooooo, happy reading aja ya readers ^^

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

“Hoahmmm…. pagi yang indah”, kata Soomi saat bangun tidur.

“Soomi-ya! Kau sudah bangun? Ayo sarapan!”

“Ne, Lee ahjumma!”

Hari minggu adalah hari libur. Itulah yang biasanya orang-orang pikirkan ketika hari minggu tiba. Tapi tidak dengan Soomi. Hari minggu ini ia memutuskan untuk berlatih disekolah. Mengingat ini hari libur, ia bisa bebas berlatih dilapangan basket indoor disekolahnya. Dengan semangat 45 ia langsung menyantap sarapannya.

“Ahjumma, hari ini aku akan kesekolah”, ucap Soomi setelah menyelesaikan sarapannya.

“Eo? Waeyo?”

“Aku mau mengerjakan tugas diperpustakaan”

“Oh begitukah? Baiklah, tapi jangan lama-lama ya. Jangan kemana-mana dan langsung pulang. Arasseo?”

“Ne, ahjumma! ^^”

Soomi pun berangkat dengan fashion style nya dari rumah. Tapi setelah masuk kedalam mobil, ia mengepang rambutnya dan berubah kembali menjadi showa girl.

“Agashi, jadi Anda masih memakai style showa ini untuk menghindari mereka (read : fans)?”

“Ne, ahjushi”

“Aigoo, agashi ini ada-ada saja”

“Hehehe. Gwaenchanayo. Yang penting rencanaku ini berhasil”, ujar Soomi bangga.

“Haha, ne, ne. Hmm, tapi apakah agashi tidak punya lelaki idaman disana? Mungkin namja yang membuat hati agashi tertarik?”

DEG!

Tiba-tiba saja Soomi teringat namja itu. Sehun.

“Eh? Anieyo ahjushi. Tak ada yang menarik perhatianku disekolah itu… mungkin”

“Ahaha, waegeuraeyo agashi? Kenapa mukamu memerah seperti itu?”, tanya Kim ahjushi.

“Eo? Jeongmalyo?”, tanya balik Soomi sambil berkaca dicermin mini yang selalu dibawanya.

“Ne, agashi. Haha. Apa memang benar yang aku katakan? Bahwa agashi mempunyai seseorang yang disukai. Iya kan?”

Apa aku ceritakan saja?

“Hmm, mollayo ahjushi. Beberapa minggu yang lalu aku mempunyai teman sebangku—“

“Namjakah?”, potong Kim ahjushi.

“Ne. Sebelumnya juga aku bertabrakan dengannya didepan gerbang dan tidak sengaja kacamataku jatuh. Dan dia melihatnya”

“Jeongmalyo? Keureom eotteokhae?”

“Entahlah, dia seperti kehabisan kata-kata dan akhirnya aku langsung meninggalkannya yang masih berdiam diri seperti itu”

“Ahaha, dia terpesona padamu agashi”, kekeh Kim ahjushi.

“Lalu setelah itu, apa coba yang terjadi? Tiba-tiba saja dia datang kedalam kelasku sebagai murid dan sekaligus member baru dikelasku. Dan saat itu jag ia resmi menjadi teman sebangkuku. Dia juga bisa disebut sebagai teman pertamaku disekolah itu. Yah, kecuali Tao sunbae”, jelas Soomi panjang lebar.

“Lalu?”

Soomi menarik nafasnya dalam-dalam dan kembali bercerita.

“Yah, aku dan dia menjadi cukup dekat. Boleh dibilang kami akrab. Dan juga, ketampanannya jauh diatas batas normal. Mungkin terlalu tampan? Kulitnya yang putih seputih susu membuatnya lebih terkesan girly dan imut. Tapi dibalik kulitnya yang putih itu juga dia memiliki sifat jantan yang woaaaah, aku juga tidak bisa menjelaskannya. Senyumnya yang manis. Wajahnya yang lucu. Dan tingkah lakunya yang kekanak-kanakan dan selalu manja didekatku. Itu semua membuatku sedikit terperangkap pada pesonanya yang begitu jelas terpancar dari dalam dirirnya. Bahkan saat ia sedang serius pun wajahnya tetap tampan dan terkesan lebih cool. Sungguh ciptaan Tuhan yang paling seksi yang pernah aku lihat. Dan kau tahu ahjushi? Dia itu bagaikan.. AH WAEYO AHJUSHIII?!!”

“Pffffttt, hahaha, mian mian. Gwaechanayo agashi, lanjut saja ceritanya. Tapi sepertinya agashi menyukai namja itu, kekeke”, Soomi pun menampilkan wajah tidak percayanya.

“Ah, dwaesseo! Aku tak akan membicarakannya lagi!”, ucap Soomi dan akhirnya ia cemberut sepanjang perjalanan.

.

.

.

BLAM…

“Hati-hati ahjushi! Aku masuk!”, ujar Soomi sambil melambaikan tangannya pada supir pribadi yang sudah ia anggap sebagai keluarganya sendiri itu.

“Ne, hati-hati juga agashi, jangan terlalu memikirkan namja itu, ne? Hihihi”, canda Kim ahjushi sebelum akhirnya menginjak pedal untuk pergi sebelum Soomi murka dihadapannya.

“Ah, jeongmal! Kenapa Kim ahjushi bisa berpikiran seperti itu sih? Mana mungkin aku menyukai namja aneh seperti Sehun?”, gerutu Soomi sambil memandang perginya mobil BMW miliknya itu.

“Siapa yang aneh?”

Soomi terlonjak kaget setelah mendengar suara namja yang sama sekali tidak ingin ditemuinya saat ini. Tapi mau bagaimana lagi? Toh Sehun sudah berada tepat didepannya sekarang ini. Soomi hanya bisa memandang Sehun tidak percaya. Apa yang dia lakukan disini?

“Aku sedang berlatih disini, lumayan untuk meregangkan ototku yang mulai meleleh”

Soomi tambah kaget setelah mendengar pernyataan Sehun. Seolah-olah namja itu mengetahui apa yang ada dipikirannya.

“Well, baiklah. Aku tahu aku tampan, tapi bisakah kau tidak memandangku seperti itu? Itu membuat bulu kudukku berdiri, Soo-ya”, ucap Sehun sambil memeluk dirinya sendiri.

Soomi kembali sadar dari lamunannya. “Aigoo, kau percaya diri sekali. Aku tidak menganggapmu tampan, kau tahu itu?”

Soomi langsung meninggalkan Sehun sendirian. Tapi baru saja beberapa langkah, Soomi sudah jatuh tersungkur karena tidak sengaja menginjak cangkang pisang. Soo-ya, inilah balasannya jika kau berbohong pada dirimu sendiri kkk~

“ARGH!”

“Soomi! Gwaenchana?”

Sehun menolong Soomi yang kesakitan. Lagi-lagi Sehun menolong Soomi. Tapi rasa sakit Soomi yang sekarang berbeda dengan keram waktu itu. Sehun yang mengetahui keadaan Soomi pun menggendong Soomi. Ia pun masuk kedalam UKS yang tidak jauh dari gerbang. Sehun mengambil obat didalam first aid. Untunglah waktu itu Sehun pernah cedera, jadi dia tahu dimana tempat obat yang biasa digunakan untuk mengobati keseleo.

“AH! APPO!!”, teriak Soomi saat Sehun memijat kakinya, lagi.

“Sabar Soo-ya”

“AH! PELAN-PELAN OH SE HOON!!”, Soomi menjitak kepala Sehun. Sehun hanya bisa mendengus pelan dan kembali memijat kaki Soomi sedikit lebih lembut.

Setelah beberapa saat, sakit dipergelangan kaki Soomi mereda. Ia berbaring dikasur sambil ditemani Sehun disampingnya.

“Gomawo, Sehun-a..”

“Cheonma”

Eh? Ini perasaanku saja atau memang pipinya memerah?

“Ah, aku mau latihan”, ucap Soomi setelah beberapa saat mereka dalam keheningan.

“Aniya! Kakimu belum sembuh total, nanti kalau tiba-tiba jatuh lagi bagaimana huh? Pasti aku lagi yang repot!”, bentak Sehun marah. Ia khawatir pada keadaan Soomi yang akhir-akhir ini berkali-kali keseleo. Bisa-bisa lama-kelamaan menjadi parah.

“Ya! Apa hakmu melarangku hah? Lagipula bukan aku yang memintamu untuk menolongku!”

Soomi masih saja keras kepala. Ia keluar UKS sambil sedikit pincang. Koridor dan lorong sekolah sangat sepi. Jelas sekali tak ada orang disekolah ini. tapi itu semua tidak membuat niat Soomi menciut, ia malah makin semangat untuk latihan. Sampai-sampai ia lupa akan cederanya.

“Yosh! Mari kita latihan!”

Ia mengambil tongat dari bangku penonton. Ia selalu menyembunyikannya disitu agar orang lain tidak mengetahuinya.

“Argh! Mengapa rambut ini selalu menggangguku?!”, rutuk Soomi pada dirinya sendiri.

Soomi langsung mengikat habis rambutnya dan membuka kacamatanya. Ia merubah dirinya lagi. Hanya dengan cara itu, ia bisa latihan dengan bebas.

 

11 November. Do you know what day is it? Yes, its Pepero Day! (author jago English :D)

Hari ini adalah Pepero Day, maka dari itu kelas Soomi mengadakan Pepero game. Jiyeon selaku panitia (?) permainan memimpin permainan itu sesuai dengan kemauannya sendiri. Tapi aneh, ia tidak ingin ikut berpartisipasi dalam permainan ini. Ia hanya membuat permainan dan membuat pasangan yang akan mengikutinya.

Soomi tidak bisa menolak, mengingat dialah yang sering dibully oleh kawan sekelasnya. Tapi untunglah, ia kan teman sebangku Sehun. Itu membuat dirinya tidak terlalu sulit menghadapi bully-an kawan-kawannya itu.

“Dikedua toples ini terdapat 10 nama yeoja dan 10 nama namja. Jiyeon akan mengumumkan pasangan yang terpilih untuk mengikuti permainan ini”, kata Dara.

“Oke, aku akan mengumumkan pasangan-pasangan dari kertas gulungan ini. Dan bagi yang dipanggil, silahkan maju kedepan dan langsung berpasangan”

 

Soomi’s POV

“Oke, aku akan mengumumkan pasangan-pasangan dari kertas gulungan ini. dan bagi yang dipanggil, silahkan maju kedepan dan langsung berpasangan”, ucap Jiyeon sambil memamerkan evil smilenya padaku.

Argh! Apa yang sudah direncanakan yeoja ini? Sungguh perasaanku menjadi tidak enak. Lagipula mengapa dia tidak mengikuti permainan ini? Apa karena ia sudah mempunyai namjachingu? Ah aniya! Bahkan Dara pun yang tidak punya namjachingu tidak mengikuti permainan ini.

Aku hanya bisa menggigit bibir bawahku sendiri. Aku deg-degan. Dengan siapa aku akan melakukan permainan keji ini? Keji? Bagaimana tidak? Kalian harus menghabiskan sepotong pepero dengan pasangan kalian. Ini mungkin bisa memicu adegan berciuman antara kalian dengan pasangan kalian. Apakah itu tidak menjijikkan?

Kulirik Sehun yang berada disampingku. Omona! Mengapa dia bisa setenang itu? Bahkan dia bisa menampilkan wajah coolnya sekarang. Apakah dia normal? Apakah dia tidak gugup akan berciuman eh memakan pepero sampai habis dengan pasangannya nanti? Dasar namja aneh! Aku sangat tidak mengerti jalan pikirannya.

“Jangan khawatir. Kau akan baik-baik saja”, ucapnya sambil memberikanku angelic smilenya.

Dengan segera aku memalingkan wajahku darinya. Kurasakan pipiku memanas. Aigoo, bahkan saat ini pun dia masih bisa membuatku malu seperti ini. Apanya yang aman coba? Dasar namja aneh! (>̯┌┐<)

“Baik, sekarang adalah pasangan terakhir”

Ah, tidak terasa sudah pasangan terakhir lagi. Eh, siapa yang belum disebut ya? Aku?

“Kita sambut! Hwang Soo Mi dan Oh Se Hoon!! Ppaksu!!”

Eh? Aku membelalakan mataku, tak percaya.

DEG!! DEG!! DEG!!

M-Mwoya, jigeum? Apa aku tak salah dengar? Aku.. aku dan.. dan siapa? Dan Oh Se Hoon?! Oh GOD! You must be kidding me! Maldo andwaeeee!! (>̯┌┐<)

“Kajja!”, ucap Sehun membuyarkan lamunanku.

Omonaaa.. Jadi benar aku berpasangan dengan Sehun? Tell me its just my dream! Tapi tidak mungkin! Sekarang Sehun menggenggam tanganku untuk maju kedepan. Eotteokhaji?!

“Nah, disini sudah ada 10 pasangan. Dan kalian, kalian semua akan memakan setoples pepero ini sampai habis. Ingat! Sampai habis dan jangan menyisakan satu patahan (?) pun”, jelas Jiyeon.

MWO?!! IS SHE NUTS?!!

Kudengar beberapa yeoja keberatan dengan usulan Jiyeon. Tentu saja mereka semua keberatan. Mana mungkin mereka mau memberikan bibirnya pada namja yang jelas-jelas bukan namjachingunya. Apalagi aku, aku tidak ingin memberikan sexy lips ku ini pada Sehun. tidak akan pernah!

“Ya! Ayolah, ini hanya permainan. Enjoy sajalah”, ucap seorang namja.

Oh, okay. Sekarang aku benar-benar ingin pingsan. Mana mungkin namja yang berbicara dingin dan santai itu adalah Oh Se Hoon. Namja yang sekarang ada disampingku, pasanganku!

IS HE NUTS?!!

Entah apa yang dipikirkan oleh Jiyeon dan Sehun. Kenapa mereka berdua menginginkan sekali game ini dilanjutkan? Oh GOD! What should I do? Dan kenapa yeoja-yeoja itu membungkam mulutnya setelah Sehun melontarkan kata-katanya barusan? Ah, kenapa mereka menuruti kata-kata Sehun? Apa karena dia adalah Prince Charming yang bisa menaklukkan hati setiap wanita? Ah, itu terlalu berlebihan. Toh aku tidak tertarik sama sekali dengan namja ini. ia terlalu childish. ︶.︶

“Baiklah, kami akan memberikan kalian waktu sekitar 10 menit untuk menghabiskan pepero itu. Selamat menikmati”, ujar Minji.

“Waktu dimulai dari.. sekarang!”

Tanpa aba-aba Sehun memasukkan ujung pepero kedalam mulutku dan juga mulutnya. ANDWAEE!! Ini terlalu dekat! Aku bisa melihat wajahnya yang tyrus dan tampan itu. Baiklah, aku akui sekarang bahwa wajahnya memang benar-benar TAMPAN!

OH GOD! Jangan biarkan Sehun menggerakkan tubuhnya untuk mendekatiku! Aku tidak sanggup untuk lebih dekat lagi dengannya ya Tuhan! Aku ingin pingsaaaaan!! (>̯┌┐<)

Aku hanya bisa memejamkan mata ketika Sehun mencoba terus mengunyah pepero ‘kami’ yang panjang. Aku diam tak melakukan apapun. Aku yakin pipiku sudah memerah daritadi.

SREETT..

Tiba-tiba ada yang membuka kacamataku. Sontak saja aku membuka mataku. Dan kalian tahu apa yang terjadi? Wajah Sehun hanya berjarak beberapa milimeter saja dihadapanku!! Kyaaa! Aku ingin mimisan! Bagaimana ini?!! Dan juga, kenapa dia memperlihatkan smirk nya yang sexy itu?! Ah, keadaan sudah memburuk!

Chu~

Kyaaa! Sehun menciumku!!

Kudengar suara riuh disekitarku. Aku tahu mereka sedang menyorakiku dan Sehun. Tak kusangka Sehun akan serius melakukan game ini. Sehun-a, andwae! Jangan melumat bibirku Sehun! Kurasakan manisnya pepero rasa strawberry kesukaanku bercampur dengan saliva milik Sehun yang ditransfernya saat menciumku.

Tapi entah kenapa aku merasa kecewa saat Sehun melepaskan ciumannya dariku. Aku membuka mata dan aku melihat Sehun sudah siap dengan pepero yang lainnya. Omona.. aku lupa kalau aku harus menghabiskan setoples pepero itu. Jadi.. aku dan Sehun harus melakukan hal seperti tadi untuk mengakhiri game ini? Entah kenapa ada yang membuncah dari diriku. Apa aku senang? Molla..

Sehun memasukkan pepero lagi kedalam mulutku. Hmm, kali ini rasa coklat. Saking nikmatnya (rasa pepero) aku pun mencoba untuk mengunyahnya. Tapi belum juga 10 kali kunyahan, bibir Sehun sudah bertumpu lagi dibibirku. Melesakkan lidahnya untuk kembali mentransfer pepero yang ada dimulutnya.

Berkali-kali kami melakukan hal ini. Aku belum juga membuka mataku. Aku malu jika harus bertemu dengan mata elang milik Sehun. Meskipun kadang dia selalu menampilkan wajah childishnya. Tapi sekarang berbeda. Ia lebih jantan, tampan, dan mapan.

Dan anehnya, kenapa aku tidak mendengar suara riuh murid-murid lagi disekitarku. Apa mereka menghilang? Aku mencoba untuk membuka mataku. Argh, kenapa mataku jadi berkunang-kunang? Sedikit buram dan akhirnya aku bisa melihat dengan jelas.. tatapan elang milik Sehun.

Hah?! Apa mungkin selama kami bermain ia selalu memperhatikanku? Maldo andwae!

Tiba-tiba Sehun melepas tautan kami. Ia menatapku dalam. Sepertinya peperonya sudah habis. Baiklah, apa aku boleh pingsan sekarang? Kalau boleh aku ingin langsung pingsan dan tahu-tahu aku ada dirumahku. Tapi sepertinya itu tidak mungkin. Mengingat Sehun sekarang membelai lembut pipiku. Dia masih saja membuat aku terpaku dengan tatapannya yang penuh arti. Tapi aku tidak tahu apa arti dari tatapannya itu. Seperti memelas? Tapi memelas untuk apa?

Dengan gerakan pelan ia kembali mendekatiku. Aku tahu dia akan menciumku lagi. Tapi tiba-tiba ia menghentikan gerakannya. Tepat saat hidung kami bersentuhan.

“Mianhamnida, Hwang Soo Mi-ssi. Aku.. kecanduan dengan bibir seksimu ini”, bisiknya seksi sambil menyentuh lembut bibirku.

“Se-Sehunnnmmmm….”

Ucapanku terpotong oleh ciumannya yang begitu dalam. Sedikit berbeda karena tidak ada pepero didalam ciuman kami. Sensasinya begitu berbeda ketika Sehun mengambil tengkukku untuk memperdalam ciuman kami. Oh Sehunaaaaa… aku mengusap pelan dadanya dan naik keatas untuk mengambil kerah bajunya. Kutarik kerahnya dan membuat dia mendekat kearahku. Aku memiringkan kepalaku agar bisa bermain-main dengannya.

Tangannya pindah dari tengkukku kepinggangku. Mengelus pinggangku yang semampai dan ramping. Menempelkan tubuhnya dengan tubuhku. Hati ini.. perasaan ini. kenapa begitu bahagia saat ini? Aku akui aku bahagia, tapi.. kenapa saat aku sedang bersama Sehun? Bukankah aku menyukai Tao sunbae? Lalu… kenapa??

Tanganku kugerakkan kelehernya, memeluknya. Ah, aku teringat ucapannya barusan. Apa maksudnya kecanduan dengan bibir seksiku? Apakah benar bibirku ini seksi? Aish, aku malu memikirkannya. Bukankah bibirnya yang seksi dan selalu mengundangku untuk selalu membalas ciumannya?

Eh, tunggu dulu. Aku dan Sehun.. BERCIUMAN?!!

Kubuka mataku dan kulepaskan tautan ‘kami’. Ia menatapku bingung. Dan aku menatapnya tidak percaya.

“Waegeurae, Soo-ya?”, tanya Sehun polos.

MICHIN NAMJA! (>̯┌┐<)

Tanpa menghiraukan perkataannya aku langsung pergi keluar kelas. Aku langsung pergi kelapangan basket dan mendiamkan diriku disana. Menangis.

“ARGH!! MICHIN NAMJA! KENAPA AKU BISA TERMAKAN OLEH PESONANYA?!!”

Aku menenggelamkan wajahku diantara kedua lututku. Menangis dalam diam disana. Entah apa yang harus aku lakukan jika bertemu dengan namja itu. Aku takut jika aku jatuh cinta padanya. Bisa-bisa aku dibully oleh fans nya.

Ah, kenapa aku bisa lupa? Kacamata dan tasku tertinggal dikelas. Dan ikat rambutku dilepas Sehun saat kami berciuman tadi. Ah, eotteokhae? Aku tidak mungkin keluar dengan wajah cantikku. (Soomi masih aja kepedean disaat-saat genting ⌣ ́_ ⌣ ̀ )

 

Author’s POV

Soomi yang kebingungan malah berdiam diri sambil menangis ditengah lapangan. Tak ia kira ada seorang namja yang mendekatinya. Ia masih saja sesenggukan dan itu membuat si namja kebingungan dan merasa heran. Akhirnya namja itu menoel (?) pundak Soomi dari belakang. Soomi yang merasa kaget langsung balik kebelakang sambil menampakkan wajah tidak percayanya. Dan seketika itu juga tangisnya berhenti.

“Ta-Tao.. sunbae?”, lirih Soomi masih dengan wajahnya yang shock.

“So-Soo-ya?”

Tanpa ba bi sama bu Soomi langsung menghambur pelukan pada Tao yang saat itu juga kaget dengan keadaan Soomi. Bukan karena air asin yang ada disekitar wajahnya, tetapi penampilan Soomi yang agak beda. Sebenarnya sangat beda sih. Sampai dia pun ragu untuk membalas pelukan yeoja ini. Siapa tahu ini bukan Soomi.

“Sunbae wasseo?”, tanya Soomi setelah melepas pelukannya.

“Neo.. neon jeongmal.. Soomi? Hwang Soo Mi?”, tanya balik Tao masih dengan wajah shocknya.

“Ne.. waeyo sunbae?”

Serasa teringat sesuatu, Soomi langsung menutup wajahnya. “Ah, mianhae sunbae. A-Aku harus ke toilet dulu”, lanjut Soomi. Ia pun berjalan menjauhi Tao. Tapi pergelangan tangannya dicegah oleh Tao.

“Neomu yeoppo..”, ucap Tao.

Soomi tidak menyangka Tao akan mengucapkan kata itu. Ia kaget setengah mati akan ucapan Tao. Akhirnya Tao membalikkan tubuh Soomi agar menghadap dirinya.

“Kenapa kamu malah pergi? Apa kau tidak merindukanku?”, tanya Tao tepat didepan wajah Soomi yang menunduk.

“…”, Soomi tidak menjawab. Ia tak tahu harus menjawab apa. Akhirnya dia hanya diam dan menunduk menyembunyikan wajahnya yang memerah karena malu.

“Bogoshipo, Soo-ya”, ucap Tao sambil memeluk erat tubuh Soomi.

Soomi pun membalas pelukan itu. Menyalurkan perasaan rindunya lewat pelukan itu. Tak terasa air mata Soomi jatuh kembali dan membasahi kemeja yang dipakai Tao. Ini bukan air mata kesedihan, melainkan air mata kebahagiaan, batin Soomi.

Tanpa mereka sadari, ada sepasang mata yang memerah melihat adegan pelukan mereka. Orang itu menggertakkan giginya karena kesal. Ia tak kuasa menahan amarahnya. Tapi ia masih sadar, yeoja yang berada jauh didepannya ini pasti tidak ingin melihat dirinya. Dirinya yang terlalu lancang dan terlalu memaksakan diri untuk menjadikan yeoja itu miliknya.

Tapi apa daya? Inilah gairah seorang namja. Ia tidak ingin yeoja yang ia cintai disentuh oleh namja lain, terkecuali dirinya. Tangannya mengepal menandakan ia marah besar. Tak terasa ada yang jatuh dari pelupuk matanya.

“Pabo yeoja..”, lirihnya dan pergi meninggalkan lapangan basket yang gelap itu.

 

Setelah hari itu, Sehun yang biasanya heboh didekat Soomi menjadi begitu dingin ketika mata mereka bertemu. Mungkin semua itu disebabkan oleh hubungan antara Tao dan Soomi yang mulai berjalan sejak hari itu. Bahkan penampilan Soomi pun berubah. Ia tidak menjadi yeoja ‘showa’ lagi, ia berubah menjadi Soomi yang dulu. Soomi yang cantik dan mempunyai banyak fans. Dan untungnya mempunyai fans di Korea adalah tidak serepot mempunyai fans di Jepang dulu.

Perbedaannya adalah, fans yang berada di Korea tidak terlalu fanatik kepadanya. Hanya saja sering membawa hadiah dan kejutan-kejutan kecil untuk Princess disekolahnya itu. Atau mungkin, mereka takut dibully Tao dan kawan-kawannya? D

Memang sejak hari itu, Soomi dan Tao begitu dekat. Bahkan sangat dekat. Dan semenjak hari itu semuanya berubah. Tatapan Sehun pada Soomi dan juga sebaliknya. Bedanya, saat Sehun menatap Soomi, ia merasa ingin membawa yeoja itu kepelukannya. Tapi tidak bisa karena yeoja itu sudah dimiliki oleh namja lain. Sedangkan Soomi, ia menatap Sehun penuh arti. Ia belum menyadari bahwa didalam hatinya masih terukir jelas nama Sehun.

Beberapa hari kemudian setelah keadaan berubah..

“Baiklah, sekarang kita akan adakan pemindahan kursi untuk kalian. Untuk absen 1 sampai dengan 10, silahkan tulis nomor absen kalian didalam secarik kertas lalu gulung kertas itu dan masukkan kedalam toples ini”, kata Lee sonsaengnim sambil mengangkat toples.”Lalu kalian yang berabsen 11 sampai 20 silahkan mengambil undian teman sebangku kalian ditoples ini”, lanjut Lee sonsaengnim.

Semua murid langsung menuruti perintah hometeacher mereka itu. Dan akhirnya, Sehun terpencar karena berbeda nomor undian (?) dengan nomor absen Soomi. Dia sedikit lega karena akhirnya ia bisa terlepas dari jeratan cintanya pada Soomi. Tapi hal itu berbeda dengan Soomi yang sedikit kecewa dengan keadaan ini. Tiba-tiba…

“Hey, Oh Se Hoon, kau dapat undian nomor berapa?”, tanya Lee sonsaengnim.

“Ah, saem, aku dapat undian nomor 6. Ini undiannya”, jawab Sehun sambil menyodorkan secarik kertas yang tadi diambilnya.

“Oh begitu. Eh, tunggu dulu. Aduh, Oh Se Hoon, ini bukan 6 tapi 9. Aigoo..”

“Eh? Benarkah?”

“Ne. Hey Kim Jong In, pindah kau. Ini bukan tempatmu, ini tempat orang yang absennya ke-9”, usir Lee sonsaengnim pada Jong In. #poor Jong In ︶.︶ wkwkwk

“Aish, saem, aku sudah pewe duduk disini bersama Thehunie”, rengek Jong In sambil meluk-meluk Sehun. #diamuk Luhan #Luhan diamuk author

“Andwae! Pergi sana! Hey, siapa diantara kalian yang berabsen 9?!”, tanya Lee sonsaengnim dengan sedikit berteriak karena berisik sekali dikelas.

Tiba-tiba Soomi mengangkat tangannya.”Aku saem!”

“Ah, Soo-ya. Aku lupa kalau absen ke-9 itu kau. Baiklah, kau duduk disini dengan.. eh tunggu dulu, kenapa kalian sebangku lagi?”, tanya Lee sonsangnim heran sambil menunjuk Sehun dan Soomi bergantian.

Begitu pula Soomi dan Sehun yang diam terpaku karena kejadian ini. Lagi-lagi mereka harus sebangku? Okay, guys, I think they are mate. Right? Meskipun ini hanya kebetulan, tapi ini sebuah lampu hijau bagi Soomi yang berniat akan memperbaiki hubungannya dengan Sehun. berbeda dengan Sehun yang langsung berdecak sebal.

“Annyeong, kita ketemu lagi”, ucap Soomi sambil tersenyum manis.

Sehun tak menjawabnya, ia malah menampilkan wajah dinginnya.

Ya Tuhan, apakah ini Deja Vu? Bahkan dulu sikapku pada Sehun sama seperti sikap Sehun padaku sekarang. Sepertinya Tuhan sedang merencanakan sesuatu.

Ya, mungkin saja seperti itu. Karena tiba-tiba keluarga Soomi pulang dari Amerika dan dengan tiba-tiba juga mereka mengadakan acara makan malam dengan keluarga sahabatnya.

Dengan perasaan kaget, senang, sedih dan pokoknya campur aduk, Soomi dipertemukan kembali oleh Sehun diacara makan malam tersebut. Dan lagi-lagi berbeda dengan Soomi, Sehun malah lebih shock dan merasa terganggu dengan acara jamuan makan malam atau lebih melekat pada acara silaturahim atau juga bisa disebut upacara pejodohan antara mereka berdua.

“Baik, Soomi, dan Sehun anakku, aku tahu kalian sudah saling mengenal bahkan kalian satu kelas kan? Jadi, malam ini kita tidak akan menghabiskan waktu untuk memperkenalkan diri kalian masing-masing. Kita langsung saja kepokok pembicaraan, silahkan Mr. Hwang”, kata ayah Sehun, Mr. Oh.

“Ne, pasti kalian juga sudah tahu apa maksud dari pertemuan antar keluarga ini kan?”, tanya Mr. Hwang pada Soomi dan juga Sehun. Tapi yang ditanya malah menundukkan kepala. Soomi menyembunyikan wajah senangnya, tapi Sehun sedang menahan amarahnya.

“Kalian.. harus dijodohkan”, jelas Mr. Hwang.

Dan seketika itu, kedua sejoli yang tadinya menunduk menjadi saling menatap satu sama lain.

“Baiklah, aku kira keadaan sedikit awkward disini. Hei, Sehun! Ajak calon anae-mu keluar, cari udara. Sana!”, suruh Mr. Oh pada anaknya.

“Aigoo, appa..”, rengek Sehun.

Dan saat itu, Soomi memandang ayahnya, seakan menanyakan ‘Appa.. eotteokhae?’. Mr. Hwang pun mengangguk, mengijinkan. Dan akhirnya, setelah dipaksa mati-matian oleh kedua orangtuanya, Sehu menurut juga. Ia membawa Soomi keluar dari rumahnya. Suasana awkward lebih tercipta dibanding saat mereka bersama dengan kedua orangtua mereka. Soomi tidak tahu harus melakukan apa agar rasa awkward ini berakhir.

Tapi Sehun malah diam saja sambil (lagi-lagi) menampilkan wajah dinginnya. Aigoo, bagaimana kau akan memulai pembicaraan jika Sehun seperti itu, Soo-ya?

Baiklah, apapun akan kulakukan.

“Hmm, udara malam ini segar sekali. Iya kan, Sehun?”, Sehun tidak merespon.”Aku ingin sekali makan eskrim, tapi sudah malam. Tidak jadi ah”, Sehun masih saja tidak merespon kata-kata Soomi.

Omong kosong! Untuk apa kau mengatakan hal yang tidak perlu, Soo-ya?

“Sehun, kenapa kau diam saja?”, tanya Soomi setelah menyerah untak basa-basi dengan Sehun.

Apa kau bodoh, Soo-ya? Tentu saja karena hubunganmu dan Tao sunbae itu yang membuatku kesal!

Aigoo, Sehun-a, bagaimana Soomi bisa tahu? Toh kamunya juga ngga ngasih tahu perasaan cemburu kamu. ⌣ ́_ ⌣ ̀

Soomi yang sedikit kesal pada Sehun menarik kasar lengan namja itu sampai Sehun berdiri tepat beberapa mili dari Soomi. Sehun kaget, tentu saja. Tapi Soomi malah menatap tajam mata coklat milik Sehun. Merasa salah tingkah, Sehun menepis tangan Soomi yang memegang erat lengannya.

Ia langsung pergi meninggalkan Soomi. Tapi dengan cepat Soomi menarik lengan kekar milik Sehun lagi. Tapi kali ini lebih kencang dari yang tadi sehingga Sehun sedikit terdorong kearah Soomi. Soomi menjadikan ini sebuah kesempatan untuk..

CHU~~

Soomi mencium Sehun untuk yang pertama kalinya. Sehun lagi-lagi dikagetkan oleh tingkah laku Soomi yang berubah padanya akhir-akhir ini. Soomi melepaskan kecupan singkatnya dan tersenyum memandang wajah Sehun yang tiba-tiba menjadi merah. Sangat jelas dimata Soomi meskipun malam menyelimuti mereka.

Sehun tidak bisa menahannya lagi. Ada saat dimana ia harus menahan gairahnya pada yeoja ini. Yeoja yang dicintainya. Sekarang tidak ada Tao, tidak ada orangtuanya, dan tidak ada siapa-siapa. Mungkin kesempatan sedang memihak pada dirinya.

Dengan cepat ia raih pinggang Soomi dan ditariknya agar menempel dengan tubuhnya. Sekali lagi, kecupan panjang mereka akan terjadi malam ini. dan tentunya.. tidak ada yang tahu akan hal ini.

 

Kedua orangtua Sehun dan Soomi memutuskan untuk membeli rumah untuk Sehun dan Soomi. Kaget? Tentu saja. Orang tua yang lain pasti melarang seorang namja dan yeoja yang tidak mempunyai status untuk tinggal serumah. Tapi ini sebaliknya. Bahkan mereka hanya menyiapkan satu ranjang untuk tidur. Memang GILA kedua orangtua mereka ini ¬_¬”

“Sehun-a, eotteokhae?”, tanya Soomi saat mereka pertama kali menampakan diri dirumah baru mereka itu.

“Ahh, molla”, Sehun langsung merebahkan dirinya disofanya yang empuk.

Soomi pun mengembungkna pipinya kesal dan langsung melihat-lihat semua ruangan. Great! Wonderful! Amazing! Excellent! Daebak! Semua ruangan didalam rumah ini adalah kombinasi Barat dan Timur. Bahkan kasur King size nya pun sangat nyaman.

Soomi merebahkan tubuhnya diatas kasur barunya.

“Ahh, I like it! KYAAAA!!! Umma, appa, saranghae!”

BRAK!

“Waegeurae?! Ada penyusupkah?!”, ujar Sehun membuka pintu sambil membawa sapu ditangannya.

“Hah? Sehun-a, apa yang sedang kau lakukan huh?”, tanya Soomi sambil duduk ditepi kasur.

“Bukankah ada penyusup? Lalu kenapa tadi kau berteriak?”, tanya balik Sehun.

“HUAHAHAHAHA! Sehun-a, kau ini.. lucu sekali.. hahaha”

“Mwo?? Jadi kau mengerjaiku hah?”

Sehun pun melepas sapu ditangannya dan mendorong Soomi yang sedang berada ditepi kasur. Tak sengaja Soomi terjengkang dan akhirnya seperti inilah posisi mereka. Wajah mereka hanya berjarak satu jengkal dan Soomi bisa merasakan hembusan nafas Sehun.

“Omonaaa, anak kita ternyata sudah besar, appa!”

“Aigoo, anak kita juga sudah besar. Bagaimana kalau kita nikahkan saja mereka langsung?”

“Itu.. IDE BAGUS!”, sahut semua orangtua mereka.

Sehun dan Soomi hanya bisa saling memandang bingung. ‘Sehun-a, eotteokhae? Mereka salah paham’.’Mollaseo ︶︿︶’

.

.

.

KKEUT… ^^

Huehehe 😀 😀 😀 😀 😀

Ottae, ottae? Baguskah? Jelekkah endingnya? Apakah masih ada yang kurang?

Apakah ada yang masih bingung kenapa ending nya kayak begini? 😀 huahahaha

Silahkan tuangkan (?) komen kalian dibawah ini 😀

39 pemikiran pada “A ‘Showa’ Beautiful Girl (Chapter 2)

  1. memang Sehun ma Soomi sdah jodoh dri awal…(senangnya hatiku :D)
    tpi gmn dengan taonya???
    jdi campur aduk ama perasaan bingung + seneng..

  2. Bnyak ngakaknya ne d chap ini.
    Mslah rumah buat berdua yg bikin kan authornya,wkwkwk msa ngatain ortu mreka gila.berarti author jga dunk.
    Wkakakaka…..;)
    Mian klo slah ngmg,yg pasti author daebak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s