Beautiful You (Chapter 1)

Author: Shin Harin (yournextsupergirl)

Genre: Romace, School life, AU

Main Cast:

  • Cho Harin/Cho Sunjoong (OC)
  • Kim Jongin    (EXO-K)
  • Lee Taemin   (SHINee)
  • Xi Luhan        (EXO-M)
  • Byun Baekhyun      (EXO-K)

Rating: T

Length: Chaptered

Disclaimer:  Semua yang ada di sini murni milik dan pikiran author (kecuali Luhan, dia milik saya^^). Jika ada kesamaan tokoh, cerita, plot atau semacamnya mohon di maafkan. DILARANG KEARAS MENJIPLAK, MENGCOPY ATAU SEMACAMNYA. BE CREATIVE PLEASE^^

 

Part-1

Author’s POV

Seorang yeoja telah melikuk-likukan tubuhnya di tengah rumah yang bermodel tradisional dengan di bantu alunan musik yang sangat keras. Peluh telah membahasahi sebagian hoodie yang telah ia kenakan. Suara musik pop mengalun sangat keras di tengah ruangan, tetapi yeoja itu tidak peduli seakan terhanyut oleh dunianya sendiri. Tidak sedikit gerakan baru yang ia ciptakan membuat gadis itu tersenyum puas dengan hasil karyanya. Ia terus menari tanpa henti saat seseorang datang dengan kedua tangan yang mendekap kedua telinganya karena tidak kuat dengan bising yang di ciptakan oleh tape yang di gunakan gadis itu menari. Seorang namja itu langsung menghampiri sang tape dan jarinya ia kerakhan untuk menekan tombol off pada radio itu. Saat alunan musik pop itu berhenti, yeoja tadi memutar tubuhnya memcari tahu siapa yang telah mengganggunya itu.

“Ya, Oppa! Kenapa kau matikan musiknya?” tanya sang yeoja sambil berdecak pinggang. Namja yang di panggil Oppa tadi hanya mendengus kasar.

“Harin-ah, aku tau kau mencintai menari, tapi bisakah kau menari dengan suara yang pelan? Suara bising itu sangat menggangguku!” omel sang Oppa pada yeoja yang di ketahui bernama Harin.

“Kyuhyun oppa, mianhae, aku hanya sedang latihan untuk persiapan audisi lusa nanti. Jadi, biarkanlah aku latihan ya, oppa? Please oppa, I begging you,” Harin mengeluarkan puppy eyes-nya sambil kedua tangan yang ia genggam dan meletakannya di depan dadanya memohon agar di ijinkan kembali berlatih. Sang oppa hanya menganggkat satu alisnya bingung.

“Audisi?” Kyuhyun bertanya saat mendengar kata audisi yang di lontarkan adiknya tadi. Harin mengangguk-anggukan kepalanya cepat.

“Ne, audisi Winky,” alis Kyuhyun bertautan semakin bingung di buat oleh adiknya itu.

Winky? Bukannya itu sekolah khusus laki-laki?”

Ne! Aku akan mengikuti audisi itu, Oppa!” sontak Kyuhyun membulatkan matanya lebar. Masuk sekolah khusus laki-laki? Ini gila.

“Kau gila? Mana mungkin mereka mau menerima yeoja? Yang benar saja!”

“Tapi aku serius, Oppa! Aku akan mengikuti audisi Winky. Aku bisa menyamar jika bisa masuk kesana kan?” Kyuhyun semakin tidak percaya apa yang di katakan adiknya. Menyamar? Hal yang paling konyol menurut Kyuhyun.

“Aku hanya ingin mengejar mimpiku apa itu salah?” lanjut Harin.

“Mengejar mimpi dengan penyamaran bodoh ini apa itu benar?” balas Kyuhyun. Harin menggigit bibirnya kesal.

Oppa, percaya padaku! Jika aku dapat masuk Winky dengan penyamaran itu, berhasil debut dan menjadi seorang bintang terkenal, aku akan kembali pada sosokku saat ini. Aku hanya ingin merasakan bagaimana menjadi seorang artis terkenal, Oppa!”

“Apa tidak ada cara lain? Kenapa tidak mengikuti audisi di management lain seperti SM, JYP atau YG? Kenapa harus masuk sekolah itu segala? Itu sekolah lelaki, Harin-ah! Kau bisa terancam disana!”

Harin mendekati kakaknya dan mengapit lengan Kyuhyun.

“Kau tau sudah berapa kali aku mencoba ikuti audisi perusahaan besar tersebut? Sudah 20 kali, Oppa! Dan tidak ada satupun yang mau menerimaku, aku hampir gila karna ini mungkin satu-satunya jalan adalah masuk ke sekolah tersebut. Ah, kau tidak tau adikmu ini sudah sabuk hitam huh? Kalau mereka berani berbuat yang macam-macam padaku…mati mereka!” ucap Harin sambil memberikan senyuman manis pada kakaknya. Kyuhyun hanya mendengus kasar.

“Tapi…baiklah, aku percayakan padamu. Jangan sampai kau menyesal dengan keputusan ini, Harin-ah,” ucap Kyuhyun pasrah. Sekuat apapaun ia berdebat dengan adiknya yang bawel ini, ia tidak akan menang karena menurutnya adiknya diciptakan dengan kemampuan bicara diatas rata-rata.

“Waa…gomawoyo oppa!!!” Harin memeluk Kyuhyun erat. Dirinya sangat senang karena sudah mendapat ijin dari sang kakak yang sangat ia sayangi. Kyuhyun hanya membalas malas.

***

Harin berjalan menelusuri pagi yang belum menampakan matahari. Ia mengeratkan coat-nya saat merasakan angin semakin berhembus kencang. Karena sudah di izinkan oleh sang kakak untuk mengikuti audisi sekolah Winky, ia memutuskan membuat sesuatu. Harin ingin memasak makanan kesukaan Kyuhyun sekedar balasan terima kasih sudah mengabulkan permintaannya semalam.

Harin membuka pintu kaca saat sudah sampai di depan minimarket. Hari ini ia memutuskan untuk memasakan jajangmyeon, makanan kesuakaan Kyuhyun. Saat sudah selesai membayar di kasir, Harin keluar minimarket untuk segera pulang.

BRUKK

“Aw…” pekik Harin saat tubuhnya menabrak seorang pria. Karena terlalu keras, ia terjatuh di lantai, semua belanjaannyapun berserakan di lantai. Harin mengusap bokongnya yang perih karna insiden tadi sambil mengumpat.

“Ah, jeosonghamnida. Aghassi, kau baik-baik saja?” suara berat seseorang yang Harin tebak adalah suara seorang namja menghentikan umpatan Harin. Harin mendongak menatap namja yang tengah mengulurkan tangannya padanya.

“Ah, aku baik-baik saja,” sedikit bohong karena ia memutuskan untuk cepat kembali kerumah. Harin menerima uluran tangan namja tadi. Saat sudah membantu Harin berdiri, namja itu membantu membereskan belanjaan Harin yang berserakan karena ulahnya.

Mianhae, aku tadi buru-buru,” ucapnya sambil menyerahkan belanjaan Harin yang telah selesai ia bereskan.

“Tidak masalah. Terima kasih sudah membereskannya, aku pergi dulu,” Harin membungkuk sedikit dan berlalu menuju pintu minimarket.Tepat di depan pintu minimarket, langkah Harin terhenti saat sebuah tangan kekar menggenggam lengannya. Harin berbalik menatap namja tadi bingung.

“Ah, maaf, aku hanya ingin memperkenalkan diri. Lee Taemin imnida,” namja yang telah diketahui bernama Taemin tadi membungkuk memperkenalkan diri.

“Cho Harin imnida. Maaf aku harus pergi, kakakku menunggu. Jika ia mengetahui aku pergi tanpa pamit dengannya, ia pasti akan mengomeliku.”

“Ah, baiklah. Ku harap kita akan bertemu lagi,” Taemin tersenyum manis.

Ne, semoga. Annyeong,” Harin segera melanjutkan langkahnya menuju rumahnya kembali. Taemin menatap punggung yeoja itu dengan senyum yang tak biasa.

“Cho Harin. Aku akan mengingatnya.”

***

Harin menatap pantulan dirinya di depan cermin. Ditangannya sudah terdapat sebuah gunting.

“Sudah berapa tahun aku memanjangkannya? Sepertinya sudah sangat lama. 8 tahun ku rasa?” gumamnya entah pada siapa.

Harin menatap nanar gunting yang berada di tangannya. “Apa harus megorbankan sesuatu dulu untuk dapat meraih mimpi? Apa aku sudah yakin untuk memangkasnya?”

“Kau harus kuat, Harin! Cho Harin, fighting!”

Harin mengarahkan gunting tersebut pada rambutnya yang ia genggam. Perlahan, rambut yang sudah bertahun-tahun ia panjangkan tumbang begitu saja. Ia menggunting rambutnya kembali merapikan bentuk rambutnya sekarang. Harin meletakan gunting dan gulungan rambutnya. Ia kembali menatap cermin. Sedetik kemudian ia menyeringai melihat hasil guntingannya.

“Kau bisa juga menjadi tampan, Cho Harin.”

***

Kyuhyun melangkahkan kakinya menuju dapur. Cacing-cacing yang terdapat di perutnya telah meraung-raung meminta makan. Saat sampai di pintu dapur ia menghentikan langkahnya ketika melihat seseorang sedang mengacak lemari es-nya.

“YA! Kau siapa? Mau apa kau di kulkasku? Kau pencuri? YA!!” teriak Kyuhyun sambil memukul-mukul kepala seseorang berambut pendek itu.

“Ya! Ya! Oppa! Appo!” teriak orang tadi sambil berusaha menghentikan pukulan Kyuhyun pada kepalanya. Kyuhyun terkejut saat ia mendengar kata ‘Oppa’ yang di lontarkan pencuri makanan ini.

Oppa? Harin?!” Kyuhyun membelakan matanya, ternyata yang sedang mengacak-acak kulkasnya dan yang sempat ia pukulinya tadi tidak lain ialah adiknya.

“Kau…memotong rambutmu? Waeyo?!” bentak Kyuhyun di akhir kata. Ia sangat terkejut melihat adiknya memangkas habis rambut indahnya membentuk model laki-laki jaman sekarang (bayangin aja rambutnya kaya rambut coklat Taemin Shinee yang sekarang^^), terlebih lagi kini Harin sedang mengenakan baju untuk laki-laki.

“Aku akan menghadapi audisi Winky, jadi aku harus mengubah penampilanku oppa, kau lupa?” ucap Harin sambil mengusap kepalanya yang nyeri akibat pukulan Kyuhyun.

“Jadi, kau niat sekali ya untuk mengikuti audisi itu?”

“Tentu saja! Aku sudah mempersiapkan semuanya, Oppa. Ah, kenapa kau memukulku? Aku ini masih wanita, tak sepantasnya seorang namja memukuli yeoja!”

“Mana ku tahu kalau itu kau! Kau seperti laki-laki dan ku kira kau pencuri makanan. Salah sendiri!” jawab Kyuhyun sambil meleletkan lidahnya mengejek.

“Apa? Aish, kau sangat menyebalkan, Oppa!”

***

Hari yang sudah di tunggu-tunggu akhirnya datang. Semua namja berbondong-bondong memenuhi aula sekolah Winky untuk melaksanakan audisi, bahkan mereka telah antri sejak matahari belum menerbitkan sosoknya. Kini Harin yang di temani Kyuhyun juga sedang menunggu gilirannya. Harin tampang mondar-mandir sedari 30 menit yang lalu.

“Bisakah kau diam? Kau seperti setrikaan yang sedang di gunakan ahjumma-ahjumma tahu! Aku pusing melihatmu mondar-mandir daritadi!” omel Kyuhyun.

Oppa…ah, Hyung! Kau tidak tahu betapa nerveous-nya aku saat ini? Jadi kau diam saja!” alis Kyuhyun bertauatan saat mendengar kata tabu yang di ucapkan yeoja di depannya ini.

Hyung?”

Harin mengangguk tersenyum. “Ne! Mulai saat ini kau harus terbiasa dengan kata-kata itu!”

“Konyol,” ucap Kyuhyun. Harin mengecutkan bibirnya sebal. Ia memilih untuk tidak terlarut pertengkaran dengan Kyuhyun, karena ia sudah sangat hapal Kyuhyun orang yang sangat keras kepala –sama dengan dirinya.

Harin mengedarkan pandangannya ke sekeliling. Namja yang datang sangat banyak, padahal yang di pilih oleh sekolah ini tidak lebih dari 50 orang saja. Mengingatnya ia menjadi sedikit pesimis apalagi ia seoarang yeoja sendiri di sini, kemungkinannya sangat kecil jika ia bisa di terima di sekolah Winky.

Pandangan Harin terhenti pada sosok namja yang kini sedang melikukan tubuhnya dengan earphone yang menyumpal kedua telinganya. Ia membelakan matanya saat mengingat siapa namja itu. Namja itu, yang ia temui di minimarket beberapa waktu lalu. Harin tidak menyangka jika namja yang ia ingat bernama Taemin itu juga mengikuti audisi Winky. Ia takut jika Taemin masih mengingatnya sebagai seorang yeoja di minimarket tersebut.

“Tidak mungkin! Itu pertemuan singkat, mana mungkin ia masih mengingat wajahku? Tidak mungkin,” Harin berbicara entah pada siapa sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. Kyuhyun yang sedaritadi memperhatikannya memjadi takut sendiri melihat adiknya berbicara sendiri semenit lalu. Ia takut adiknya menjadi gila karena audisi ini.

“Nomer peserta 108.”

Harin melihat nomer yang tertempel di depan dada. Tinggal satu perserta lagi dan ia akan sampai gilirannya. Harin mendongakan wajahnya kembali, ia mencari Taemin yang sudah menghilang dari tempatnya semula. 15 menit berlalu, kini ia telah di panggil untuk gilirannya. Harin menengokkan kepalanya kebelakang, mencari sang Oppa yang tidak lelah menemaninya sejak pagi. Kyuhyun mengepalkan tangannya menyemangati Harin.

Fighting!”

***

“Sudahlah, itu bukan akhir dari semuanya Harin-ah.”

Kini Cho bersaudara telah berada di rumah mereka. Harin terus menangis saat mengetahui dirinya tidak lolos audisi Winky. Berkali-kali Kyuhyun mencoba menenangkanya tapi Harin terus menangis.

Oppa tahu seberapa perjuangan aku berlatih untuk audisi ini? Apa Oppa tahu seberapa pengorbananku melakukan perubahan pada tubuhku ini? Apa Oppa tahu saat tidak meralanya memangkas habis rambutku ini? Apa Oppa tahu?!” ucap Harin dengan terisak. Kyuhyun sangat iba melihatnya. Walaupun sering sekali bertengkar, tapi ia sangat menyayangi adik satu-satunya ini.

“Apa aku memaksamu melakukan itu semua?” balas Kyuhyun lembut. Ia sudah sangat hafal sikap Harin. Semejak orang tuanya menetap di Jepang 6 tahun lalu, ia hanya tinggal berdua oleh Harin. Ia memilih untuk menetap di Korea dan Harin yang melihat kakak yang sangat di sayanginya ini memilih untuk menetap, Harinpun mengikuti Kyuhyun dan tinggal bersamanya.

Kyuhyun bangkit dari duduknya saat mendengar bunyi telepon menggema rumah yang sedang diisi oleh isakan Harin.

Yeoboseo?”

“…”

Ne, Cho Kyuhyun di sini.”

“…”

“Cho Sunjoong? Ah, benar. Adikku Cho Sunjoong, ada apa?”

“…”

“Benarkah???”

“…”

Ne, arraseo. Kamsahamnida, annyeong.”

Kyuhyun segera berlari menuju kamar Harin dengan tergesa. Ia seperti telah mendapat berita bagus untuk di beritahukan pada adiknya.

“YA! Cho Harin! Berhenti menangis lagi!” ucap Kyuhyun setelah berada berdiri di samping tempat tidur Harin. Mendengar itu, Harin makin kencang menangis.

“Aaahhh! Berhenti menangis dan segera persiapkan barang-barangmu untuk ke asrama!” setika Harin bangkit dari posisi tidurnya dan menghadap Kyuhyun.

“Maksud Oppa apa?”

“Aku baru saja dapat telpon dari staff kesiswaan Winky. Mereka bilang, namamu lolos dalam audisi kali ini. Mereka tadi lupa meyebutkan namamu karena staff yang memegang namamu telah pergi ke kamar mandi saat pengumuman di mulai!”

Oppa bercanda? Kamar mandi? Alasan bodoh apa itu? Cih.”

“Aku serius! Jadi, kau mau pergi atau tidak?” bentak Kyuhyun kesal karena adiknya terus tidak mempercayainya. Harin membelakan matanya, sedetik kemudian ia telah berada di dekapan Kyuhyun.

OPPA! AKU LOLOS, OPPA! AKU SENANG SEKALI!!!” teriak Harin senang sambil terus memeluk Kyuhyun sambil melompat-lompat. Kyuhyun yang merasa senang adiknya tidak menangis lagi segera membalas pelukannya.

“Terimakasih, Oppa, kau kakak paling baiiiikkk sedunia!” ucap Harin setelah melepas pelukannya.

Arraseo. Sekarang cepatlah bergegas atau mereka akan merubah pikirannya dan kau tidak akan pernah merasakan sekolah di Winky tempat impianmu,” Kyuhyun mengusap puncak kepala Harin sayang.

Arra, arra.”

“Ah, Cho Sunjoong itu namamu?” tanya Kyuhyun sebelum adiknya melesat pergi.

Ne, Cho Harin itu nama perempuan, jadi aku menyamarkan namaku. Hehe,” balas Harin sambil memamerkan cengirannya.

“Jelek sekali. Yasudah cepat bereskan barangmu.”

Kyuhyun menundukan kepalanya. Ia sedikit tidak rela akan melepas adiknya yang sudah lama tinggal berdua dengannya. Sedetik kemudian ia tersenyum kembali, ia tidak boleh menjadi orang egois. Baginya, senyum Harin adalah hidupnya.

 

TBC–

 

Shin Harin’s talk:

Annyeong, Shin Harin imnida. Aku masih 15 tahun jadi terserah mau manggil apa aja tapi jangan author ya, kerasa asing aja^^

Gimana? Mianhae kalo jelek baru pemula._.

Aku dapat inspirasi untuk buat ff ini dari lagunya Shinee – Stranger. Saat denger lagu itu terpikir untuk membuat ff ini deh. Kritik dan saran sangat dibutuhkan, jadi harap tinggalkan comment walaupun sepatah duapatah saja aku sangat menghargai^^

Gomawoyo~

�a P4��1nhwa, yaitu : Saranghae. Tidak salah lagi, dugaanku selama ini benar, bahwa Luhan menyukai Soonhwa. Hatiku sakit melihatnya, aku merasa di bohongi. Dan aku benci dengan itu, aku benci hubungan yang ditutupi oleh kebohongan. Mengapa Luhan tak jujur padaku bahwa dia menyukai Soonhwa?

 

Tak tahan, ku hampiri mereka. Ku tarik Soonhwa dari pelukan Luhan. Ku layangkan tinjuku pada Luhan, ku ucapkan kata yang sangat menyakitkan untukku, putus. Ya, aku memutuskan hubunganku dengan Soonhwa. Dan aku juga memutuskan hubungan persahabatanku dengan Luhan.

Tanpa ingin ku dengar penjelasan mereka, aku pergi meninggalkan tempat itu.

Hari setelahnya, Luhan dan Soonhwa mendatangiku. Aku tolak. Aku benci melihat wajah mereka. Aku tidak pernah mau dan ingin mendengar penjelasan mereka. Egois memang, tapi luka di hatiku sudah terlanjur tergores terlalu dalam. Bagaimana tidak, dua orang yang sangat ku percayai mengkhianatiku, sahabatku dan yeojachinguku.

_Flashback end_

 

Entah mengapa perasaan hangat menjalar dari dalam hatiku saat aku bisa melihatnya kembali.Perasaanku berkata bahwa aku ingin sekali berlari memeluknya. Mencium aroma tubuhnya yang sangat kurindukan itu. Berkata padanya bahwa aku masih sangat mencintainya dan membutuhkan kehadirannya di sisiku. Tapi, aku sadar, hal itu sudah terlambat dan tak dapat kulakukan. Aku telah bersama Hara, yeoja yang kini berusaha mengisi kekosongan hatiku. Kualihkan pandanganku dari Soonhwa, yeoja yang sempat mengisi hatiku itu.

Dengan susah payah aku meyakinkan diriku, bahwa aku tak akan mungkin lagi bisa bersamanya. Soonhwa, kurasa, telah menjalin hubungan dengan sahabatku dulu, Xi Luhan. Bagaimana tidak? Lihat saja tangan Luhan tak henti-hentinya bosan menggenggam erat tangan milik Soonhwa.

 

*Soonhwa’s POV*

Malas sekali rasanya aku datang lagi ke tempat dance jalanan ini. Tempat ini seakan-akan membuat diriku mengenang akan masa-masa laluku yang bisa dibilang pahit, bahkan lebih buruk dari pada itu. Yah, tempat ini adalah tempat aku kehilangan cinta pertamaku. Namja yang pertama kali mengisi hatiku dan namja itu juga yang pertama kali menghancurkan rasa cintaku padanya. Dia, Oh Sehun.

Sehun. Namja teregois yang pernah aku kenal. Dan bodohnya, hatiku masih saja mengikat erat cinta yang dulu diberikan olehnya. Seakan tak bisa lepas kembali. Mengapa aku menganggapnya egois? Ya, dia tidak pernah mau mendengar penjelasanku dulu. Aku yakin, jika dia mau mendengarkan penjelsanku dulu, sekarang pasti dia sedang berdiri disampingku.

Saat aku sibuk dengan pikiranku yang melayang pada kenanganku bersama namja yang sampai sekarang masih sangat aku cintai, Oh Sehun, mataku menangkap sesosok bayangan namja yang siluetnya sangat ku kenali itu.

Oh Sehun! Aku melihatnya. Ya, aku melihat cinta pertamaku berdiri dengan santainya dengan seorang yeoja, yang sesekali bertukar senyum padanya.

Sakit. Hatiku sangat sakit melihatnya. Sehun tersenyum dengan sangat tulus kepada yeoja itu. Kurasa, dia telah menemukan pengganti diriku. Tak kusadari Luhan menggenggam erat tanganku. Sepertinya dia menyadari apa yang aku lihat sekarang ini. Ku alihkan pandanganku ke arah penari yang sedang tampil itu. Orang lain pasti mengira aku serius mengamati gerakan penari itu, tapi kurasa mereka salah. Aku sama sekali tidak melihat gerakan apa yang ditarikan oleh para penari itu. Pikiranku, lagi-lagi, melayang ke satu tahun yang lalu saat aku masih bersamanya. Bersama Sehun.

“Kau merindukannya, bukan? Bagaimana kalau aku memintanya untuk berbicara denganmu?”, tawar Luhan.

“Sangat, aku sangat merindukannya. Dan sangat ingin berbicara dengannya. Hah, rasanya itu tak akan berhasil. Aku yakin itu. Terlebih lagi, dia sudah mendapatkan pengganti diriku”, jelasku pada Luhan sambil tetap menatap Sehun dan yeoja di sampingnya.

“Tenang saja, aku akan mengurus semuanya. Aku akan memastikan bahwa bocah itu mau berbicara denganmu, saat ini juga”, tegas Luhan yang segera pergi meninggalkan tempatku berdiri saat ini.

Huft, semoga berhasil Luhan!

 

*Luhan’s POV*

Kulihat Soonhwa tetap memandang namja yang sepertinya masih bergelut di dalam ruang hatinya, Oh Sehun, mantan sahabat terbaikku. Sebenarnya aku masih menganggapnya sebagai sahabat terbaikku, sampai sekarang, dan mungkin selamanya. Tapi, sepertinya dia tetap tidak bisa menganggapku sebagai sahabatnya lagi, sejak kejadian satu tahun lalu terjadi.

Sedari dulu, sejak aku mengenal Soonhwa, aku telah menyukainya. Dan aku pula lah yang mengenalkannya pada Sehun. Tanpa kusadari, perasaan saling menyukai antara Soonhwa dan Sehun tumbuh sebelum aku memberi tahu pada mereka berdua mengenai perasaanku pada Soonhwa.

Tiga bulan berlalu. Tiga bulan juga waktu yang dibutuhkan Sehun untuk mengenal Soonhwa dan menyampaikan perasaan cintanya pada yeoja yang kucintai itu. Tak kusangka, Soonhwa menerima cinta Sehun. Dan hal itu mampu membuat hatiku perih bagai luka yang disiram air laut yang mengandung garam tinggi. Sakit!!

Pada suatu kesempatan, kucoba menyatakan perasaanku pada Soonhwa yang telah resmi menjadi yeojachingu Sehun itu. Alasanku melakukannya bukan semata-mata ingin menghancurkan hubungan mereka. Hanya saja, aku tak mampu memendam perasaanku ini lebih lama. Aku hanya ingin jujur akan perasaanku ini.

Tanpa kupikirkan hal buruknya, saat ku memeluk Soonhwa dan mengungkapkan perasaanku pada Soonhwa, ternyata Sehun melihat itu. Dengan segera, Sehun memutuskan hubungannya dengan Soonhwa dan memutuskan hubungan persahabatan antara aku dan dia. Bodohnya lagi, Sehun tidak mau mendengar penjelasanku dan Soonhwa.

Sekarang, disinilah aku dan Soonhwa, mengamati Sehun yang entah sejak kapan dekat dengan yeoja yang berada di sampingnya. Aku menawarkan bantuan kepada Soonhwa, yaitu sebuah pertemuan antara Sehun dengan dirinya. Aku berjanji akan mempersatukan mereka kembali. Aku tahu, hatiku menolak melakukannya, tetapi mencintai yang sebenarnya adalah cukup dengan membuat orang yang kita cintai bahagia, bukan?

Dan disinilah aku sekarang. Di depan Sehun dan yeojanya.

“Lama tak jumpa, kawan! Tak ku sangka, bahkan kau telah mendapat yeoja pengganti Soonhwa”, ucapku dengan senyum meremehkannya. Ku lihat rahangnya mengeras dan tangannya mengepal seperti tidak sabar ingin meninju wajahku.

“Aku tidak ada urusan denganmu. Pergilah!”, balas Sehun dingin.

“Cih, aku memang akan pergi setelah ku pastikan kau menemui Soonhwa, Sehun-ah. Dengarkan penjelasannya karena ku yakin kau tak akan mau mendengar penjelasanku”, tegasku lalu melirik ke arah yeoja di sebelahnya yang tampak kebingungan dengan apa yang aku dan Sehun bicarakan.

Ku lihat Sehun menjauh bersama yeojanya, seperti mengatakan sesuatu padanya dan kembali menghampiriku.

“Dimana dia?”, tanya Sehun yang langsung ku balas dengan senyuman tulusku dan menunjukkan jariku ke arah dimana Soonhwa berada.

Sehun berjalan ke arah Soonhwa. Ku harap mereka bisa bersatu kembali. Sekarang juga, malam ini juga. Dan sepertinya ada yang harus ku lakukan kembali kali ini. Apalagi kalau bukan, menyingkirkan rumput liar yang mengganggu hubungan Sehun-Soonhwa. Dia adalah yeoja yang berdiri di kursi taman itu. Akan kuberi kau kejutan yang manis, yeoja genit! Tunggu saja.

Ku buka ponselku dan melakukan panggilan pada kawanku yang lain. Mempersiapkan kejutan untuk yeoja pengganggu itu.

 

*Hara’s POV*

Possitive thinking. Kau harus percaya pada Sehun, Hara-ya. Aku yakin, Sehun tidak akan menyakiti perasaanku.

Saat diriku sedang sibuk dengan pikiranku, tak ku sadari ada tiga orang namja yang telah berdiri di depanku. Aku hanya mengenal salah satu dari mereka, dia yang tadi berbicara dengan Sehun. Saat ku lihat satu persatu wajah mereka seakan memandang benci ke arahku. Aku takut dan panik saat itu, aku sendiri dan tidak ada orang yang ku kenal selain Sehun di tempat ini.

“A..apa yang..ka-kalian inginkan? A-aku tidak mengenal kalian?”, tanyaku gugup.

“Kau memang tidak mengenal kami. Karena kau, yeoja murahan, hanya bisa menggoda namjachingu orang lain”, jawab namja yang berbicara dengan Sehun tadi, dengan tatapan sinis padaku. Yang sepertinya bernama Luhan itu.

“Aku tidak mengerti apa yang kau katakan. Pergi atau aku berteriak”, ancamku. Saat ini aku sangat takut. Aku berharap Sehun cepat kembali dan menyelamatkanku.

Ketiga namja itu tidak menggubris perkataanku, mereka malah mendekatiku seakan mereka ingin memakanku hidup-hidup. Salah satu tangan dari namja itu memegang daguku dan menarik wajahku supaya lebih dekat dengan wajahnya. Yang ku lakukan hanya memejamkan mataku, terlalu takut melihat raut muka menyeramkan namja itu.

Ya Tuhan, tolong aku! Siapa pun, selamatkan aku!

Ku rasakan ada seseorang yang datang dan menarik namja di hadapanku agar menjauh dariku. Ku buka mataku dan aku sempat tidak percaya. Namja yang menyelamatkanku… Dia?

 

*To Be Continue*

 

Hyayayaya…

Ini part terlama yang aku buat (sejauh ini yah) hehe

Gatau kenapa susah banget cari ide kalo pas bagian Sehun-Soonhwa-Luhan huhu *curcol*

Okeh ga banyak bacon, eh bacot. Semoga readers semuaaah menikmati tulisan2 gaje di FFku ini ahaha

Sampai jumpa di part 4 eaaaaa, daaaaaaaaaaah!!! :*

10 pemikiran pada “Beautiful You (Chapter 1)

  1. ohhh terinspirasi dari shinee – stranger ya? kirain dari drama ‘to the beautiful you’ #plak. mana kai nyaaaaaaa ;A; next chapter hrs ada kai nya yaw

  2. Rin, ff mu ini keren, ini impian aku dari dulu tau, jadi member baru skul+asrama laki2, hahahahaha *evil smile*

    Hahh, ditunggu lanjutan nya segera deh thor, hehehee

  3. Harin eonnie! FFnya bagus! Jarang banget ada cerita yang kayak gini, bakalan seru nih! 😀
    Ditunggu next chap ya eon, jangan lama-lama 😉 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s