Between Him and Him (Chapter 3)

Between Him and Him Part 3

 

Author      : haraast (@harferaastrid)

Genre       : Romance, Friendship

Rating       : Teen

Main Cast  :  –     Kim Hara

–          Kim Jongin/Kai

–          Oh Sehun

–          Han Soonhwa

Other cast : find it by yourself

 

Annyeonghaseo!! *bow*

Haraast is back..back..back..back *nyanyi sherlock – shinee*

Aku bawain part 3nya nih. Tak lupa kuucapkan lagi, makasih untuk adminnya yang udah posting ff aku ini, ehehe.

Ga banyak bacot ah :p

Happy reading, all!!

^^_^^

 

*Hara’s POV*

Aku melihatnya tampil pada urutan ke-4. Cih, sejak kapan dia bisa melakukan modern dance. Akan ku tertawai dia jika tariannya jelek. Hahaha.

Omo! Dugaanku salah besar. Berbanding terbalik malah. Kai melakukan tariannya dengan sangat baik, walau menurutku tak sesempurna Sehun. Tapi, ada beberapa gerakannya yang membuatku terpukau melihatnya. Dia melakukannya dengan baik dan dengan wajah yang dibuat keren dan mampu membuatku membeku di tempatku seketika. Aissh, apa yang kau pikirkan Kim Hara!

Tiba saatnya pengumuman pemenang perlombaan ini. Aku gugup tetapi yakin sekali Sehun lah yang akan mendapatkan juara 1nya.

Saat si pembawa acara akan menyebutkan juara 2nya, tak kusangka namja berbibir tebal yang bersahabat karib dengan basket itu, yang menyandang juara 2 itu.

Kai maju ke depan dengan tatapan yang sedikit bingung. Dia melihat ke arahku. DEG. Dia tersenyum singkat dan memalingkan wajahnya lalu berbicara pada pembawa acara itu.

Tibalah pengumuman juara 1nya. Aku hanya berdoa Sehun lah yang memenangkannya. Dan akhirnyaa doaku pun terkabul. Yap, Sehun yang mendapatkan juara itu.

Sehun tersenyum kepadaku dan melangkah maju ke depan mengambil hadiahnya. Setelah berfoto bersama pemenang lain, Sehun berjalan ke arahku dan hendak memelukku, saat sesuatu dengan tiba-tiba menarikku ke dalam pelukannya. Kai, dia memelukku?

Refleks, ku dorong tubuhnya menjauh.

“Apa yang kau lakukan, bibir tebal?”, teriakku emosi.

“Hah? Bukannya kau terpukau tadi melihatku tampil. Aku hanya ingin memberikan fanservice padamu”, balasnya sambil tertawa penuh kemenangan.

Ku coba tidak memperdulikan namja menyebalkan itu dan beralih menatap Sehun. Entah aku salah lihat atau apa, tapi ku lihat rahang Sehun mengeras dan matanya menatap tajam ke arah Kai. Lalu, Sehun menarikku menjauh dan meninggalkan Kai di tempatnya.

 

^^__^^

 

Setelah kami meninggalkan tempat perlombaan tadi, Sehun membawaku ke pinggir sungai Han. Aku bingung, dia terlihat pendiam sejak meninggalkan tempat tadi.

“Sehun-ah, chukkahae kau telah memenangkan perlombaan tadi”, kataku memulai pembicaraan dengannya.

“Aku senang sekali bisa memenangkan perlombaan itu, tapi aku ragu apa aku bisa memenangkan hatimu, Hara-ya?”, tanya Sehun yang membuatku kaget dan membeku di tempat. Aku bingung apa yang harus ku katakan.

“Hara-ya, would you be my girl?”, jujur Sehun sambil berlutut di depanku dan memegang tanganku.

Kau tahu? Saat inilah yang ku tunggu-tunggu. Sehun menyatakan cinta kepadaku. Ingin sekali aku menerima perasaannya, tetapi aku masih ragu dengan hatiku. Entah apa hal yang membuatku ragu. Tapi akan kuputuskan, bahwa..

“Yes. I would, Sehun-ah”, jawabku sambil tersenyum. Sehun lalu mengecup punggung tanganku, lembut.

“Gomawo Hara-ya. Kajja, kita pulang. Ini sudah terlalu malam”, ajak Sehun sambil menggenggam tanganku.

 

Setibanya di depan rumah Hara..

“Sehun-ah, gomawo untuk hari ini. Sangat menyenangkan bisa menontonmu tampil”, ucapku yang di balas senyuman olehnya.

“Oke, aku pergi dulu, Jaljayo!”, kata Sehun dan melesat pergi dengan motornya.

Saat hendak memasuki gerbang rumahku, kulihat mobil Kim Abeonim melintas. Ah, ternyata Kai yang mengendarainya. Aku tahu dia melihatku berdiri mematung di sini tetapi pandangannya fokus ke depan seakan-akan menghindari tatapanku.

Ku lihat samar, ada luka lebam di tulang pipinya dan sedikit darah di ujung bibirnya. Apa sebenarnya yang dia lakukan? Sepengetahuanku dia tidak suka mencari musuh, apalagi berkelahi, yah kecuali dengan diriku. Ah sudahlah, bukan urusanmu, Hara-ya. Aku pun langsung masuk dan berharap bisa bermimpi indah bersama namjachinguku, Oh Sehun.

 

*Kai’s POV*

Kulihat dari kejauhan motor namja itu masih berada di depan rumah Hara. Oh Sehun, kau namja berbahaya rupanya. Tidak pernahkah kau berpikir, bahwa kau akan menyakitinya suatu hari nanti?

Baru awal-awal kau berhubungan dengannya saja, kau telah menambah musuh baru yang akan mengusik dan membahayakan kehidupan yeojaku. Tapi tenang saja, selama aku masih bernapas, aku akan selalu melindungi yeojaku, bagaimanapun caranya.

Saat ini, yang harus ku pikirkan adalah bagaimana menghilangkan luka-luka di wajah tampanku ini. Aish, mengapa komplotan berandalan itu selalu saja senang berkelahi fisik seperti tadi.

_Flashback start_

Saat hendak menuju parkiran, aku tidak sengaja mendengar nama yeojaku disebut-sebut oleh salah seorang komplotan berandalan yang sepertinya akan merencanakan rencana jahat. Ku hampiri mereka dan menanyakan apa yang akan mereka lakukan pada yeojaku.

“Siapa kau berani-beraninya mencampuri urusan kami? Pergilah dan bungkam saja mulutmu, kecuali jika kau mau mati saat ini juga”, gertak salah satu dari mereka. Tubuhnya kecil tetapi suaranya besar dan cukup memekakan telinga juga. Ku dengar dia di panggil Luhan oleh teman-temannya.

“Cih, aku namjachingu dari yeoja yang kau sebut-sebut tadi, Kim Hara. Aku berhak ikut campur karena kau akan bertindak macam-macam padanya. Dan satu lagi, aku tidak takut dengan kalian yang berjumlah banyak”, tantangku pada mereka yang berjumlah tiga orang.

“Hahaha, kalau yeoja itu pacarmu, mana mungkin dia pergi dengan Oh Sehun? Lagi pula, dia yeoja centil dan murahan yang telah menggoda Sehun dan asal kau tahu Sehun telah memiliki yeojachingu sebelumnya”, jelas namja itu lagi.

Emosiku memuncak saat dia memanggil yeojaku dengan sebutan yeoja centil dan murahan. Segera ku layangkan tinjuku padanya. Perlakuanku itu menyulut amarah teman sekelompoknya. Aku tidak takut dan menantang mereka balik.

“Jika, aku dapat mengalahkan kalian bertiga, jangan ganggu yeojaku atau mencoba menyelakainya. Jika aku yang kalah kau boleh melakukan apapun padaku. Bagaimana?”, tantangku yang di setujui oleh mereka.

Dengan sigap dan gesit ku hindari serangan-serangan mereka. Saat posisiku terjepit karena dua orang dari mereka memegang tangan dan kakiku, lalu yang satunya dengan bebas meninju wajahku, aku tidak pasrah. Ku jedotkan kepalaku ke hidung namja yang memukuliku dan ku putar balikkan posisi menjadi aku yang memimpin perkelahian ini dan menjatuhi tubuh mereka satu persatu.

“Sesuai dengan perjanjian, aku menang. Dan ku harap kalian bukan seorang pecundang yang mengingkari janji yang telah disepakatinya”, lanjutku dan meninggalkan mereka bertiga yang masih terkapar di atas tanah.

_Flashback end_

 

^^__^^

 

Kubuka mataku perlahan dan melihat matahari menyeruak masuk kedalam celah-celah jendela kamarku. Ku renggangkan tubuhku dan merasakan perih yang melanda sudut bibirku dan tulang pipiku.

Saat tiba di rumah semalam, aku langsung memasuki kamarku dan langsung merebahkan tubuhku di atas tempat tidurku. Karena semalam aku telah berpikir terlalu banyak, aku pun ketiduran dan belum sempat mengompres lebam dan luka di wajahku.

Ku lihat wajah tampanku di cermin, Oh Damn! Bengkak dan berwarna biru keunguan.

Di hari minggu pagi ini, pasti eomma dan appaku belum keluar kamar.Segera kuambil handuk kecil dan bola basketku, lalu pergi keluar rumah untuk menghindari omelan dari kedua orangtuaku saat melihat wajah tampan anaknya menjadi seperti sekarang ini.

 

^^__^^

 

*Author’s POV*

Seperti biasa, saat jam istirahat di ruang dance tepatnya, terlihat dua sejoli yang asyik meliukkan tubuhnya mengikuti irama musik yang mengalun. Yaps, mereka adalah Oh Sehun dan Kim Hara. Tampaknya, semakin hari hubungan keduanya semakin dekat dan lebih baik. Dan hal itu tentu saja disadari oleh seorang namja yang sedang berdiri di depan pintu ruang dance, Kai.

Oh Sehun, beraninya kau merebut yeojaku dan menjadikan dia sebagai milikmu. Akan kubuktikan siapa yang akan mendapatkan sepenuhnya hati seorang Kim Hara, batin Kai. Dia pun segera pergi meninggalkan ruang dance itu, menuju lapangan basket.

Kim Hara, apa kau tahu? Aku yang membelamu dan melindungimu. Aku tidak peduli seberapa banyak lawan dan musuhku di depan. Aku akan terus mencoba melawan mereka, asalkan kau tetap berada dalam penglihatanku dan bisa melihatku dengan mata indahmu,kata-kata Kai yang hanya mampu diucapkan di dalam hatinya.

 

*Sehun’s POV*

Sabtu malam ini, aku kembali mengajak Hara pergi menonton battle dance di tempat yang sama saat aku mengikuti perlombaan dance modern dulu. Sejauh ini, yang ku ketahui Hara sangat tertarik dengan gerakan-gerakan modern dance yang sering ku perlihatkan padanya. Jadi, ku putuskan untuk mengajaknya menonton battle dance ini.

Sejauh ini kami tampak menikmati pertunjukkannya karena berlangsung seru dan kadang mengundang tawa. Saat pergantian penari, aku melihatnya berdiri di seberangku dan memandangiku dengan tatapan yang sulit ku duga. Dia, yeoja masa laluku, Han Soonhwa, yang tengah bersama Xi Luhan, sahabat terbaikku dulu.

 

_Flashback start_ 1 tahun yang lalu_

Han Soonhwa, yeoja yang ku temui saat pertama kali aku mengenal adanya dance jalanan di tempat ini, sekarang sedang ku peluk erat tubuhnya. Pertanda bahwa tidak ingin ku lepaskan dirinya.

Dia telah resmi menjadi yeojachinguku selama 2 tahun. Sama sepertiku, dia juga sangat menyukai tarian. Selain menari, dia lah yang membuatku tetap hidup bahagia seperti sekarang ini. Tetapi kebahagian itu menghilang saat kejadian menyakitkan itu pun terjadi.

Luhan, sahabat terbaikku, kulihat dia berpelukan dengan yeojaku, Han Soonhwa. Dan yang lebih menyakitkan lagi, Soonhwa membalas pelukan itu. Tak habis pikir, sahabat terbaikku dan yeojachinguku telah berkhianat padaku.

Ku dengar Luhan mengucapkan sebuah kata yang di tujukkan untuk Soonhwa, yaitu : Saranghae. Tidak salah lagi, dugaanku selama ini benar, bahwa Luhan menyukai Soonhwa. Hatiku sakit melihatnya, aku merasa di bohongi. Dan aku benci dengan itu, aku benci hubungan yang ditutupi oleh kebohongan. Mengapa Luhan tak jujur padaku bahwa dia menyukai Soonhwa?

Tak tahan, ku hampiri mereka. Ku tarik Soonhwa dari pelukan Luhan. Ku layangkan tinjuku pada Luhan, ku ucapkan kata yang sangat menyakitkan untukku, putus. Ya, aku memutuskan hubunganku dengan Soonhwa. Dan aku juga memutuskan hubungan persahabatanku dengan Luhan.

Tanpa ingin ku dengar penjelasan mereka, aku pergi meninggalkan tempat itu.

Hari setelahnya, Luhan dan Soonhwa mendatangiku. Aku tolak. Aku benci melihat wajah mereka. Aku tidak pernah mau dan ingin mendengar penjelasan mereka. Egois memang, tapi luka di hatiku sudah terlanjur tergores terlalu dalam. Bagaimana tidak, dua orang yang sangat ku percayai mengkhianatiku, sahabatku dan yeojachinguku.

_Flashback end_

 

Entah mengapa perasaan hangat menjalar dari dalam hatiku saat aku bisa melihatnya kembali.Perasaanku berkata bahwa aku ingin sekali berlari memeluknya. Mencium aroma tubuhnya yang sangat kurindukan itu. Berkata padanya bahwa aku masih sangat mencintainya dan membutuhkan kehadirannya di sisiku. Tapi, aku sadar, hal itu sudah terlambat dan tak dapat kulakukan. Aku telah bersama Hara, yeoja yang kini berusaha mengisi kekosongan hatiku. Kualihkan pandanganku dari Soonhwa, yeoja yang sempat mengisi hatiku itu.

Dengan susah payah aku meyakinkan diriku, bahwa aku tak akan mungkin lagi bisa bersamanya. Soonhwa, kurasa, telah menjalin hubungan dengan sahabatku dulu, Xi Luhan. Bagaimana tidak? Lihat saja tangan Luhan tak henti-hentinya bosan menggenggam erat tangan milik Soonhwa.

 

*Soonhwa’s POV*

Malas sekali rasanya aku datang lagi ke tempat dance jalanan ini. Tempat ini seakan-akan membuat diriku mengenang akan masa-masa laluku yang bisa dibilang pahit, bahkan lebih buruk dari pada itu. Yah, tempat ini adalah tempat aku kehilangan cinta pertamaku. Namja yang pertama kali mengisi hatiku dan namja itu juga yang pertama kali menghancurkan rasa cintaku padanya. Dia, Oh Sehun.

Sehun. Namja teregois yang pernah aku kenal. Dan bodohnya, hatiku masih saja mengikat erat cinta yang dulu diberikan olehnya. Seakan tak bisa lepas kembali. Mengapa aku menganggapnya egois? Ya, dia tidak pernah mau mendengar penjelasanku dulu. Aku yakin, jika dia mau mendengarkan penjelsanku dulu, sekarang pasti dia sedang berdiri disampingku.

Saat aku sibuk dengan pikiranku yang melayang pada kenanganku bersama namja yang sampai sekarang masih sangat aku cintai, Oh Sehun, mataku menangkap sesosok bayangan namja yang siluetnya sangat ku kenali itu.

Oh Sehun! Aku melihatnya. Ya, aku melihat cinta pertamaku berdiri dengan santainya dengan seorang yeoja, yang sesekali bertukar senyum padanya.

Sakit. Hatiku sangat sakit melihatnya. Sehun tersenyum dengan sangat tulus kepada yeoja itu. Kurasa, dia telah menemukan pengganti diriku. Tak kusadari Luhan menggenggam erat tanganku. Sepertinya dia menyadari apa yang aku lihat sekarang ini. Ku alihkan pandanganku ke arah penari yang sedang tampil itu. Orang lain pasti mengira aku serius mengamati gerakan penari itu, tapi kurasa mereka salah. Aku sama sekali tidak melihat gerakan apa yang ditarikan oleh para penari itu. Pikiranku, lagi-lagi, melayang ke satu tahun yang lalu saat aku masih bersamanya. Bersama Sehun.

“Kau merindukannya, bukan? Bagaimana kalau aku memintanya untuk berbicara denganmu?”, tawar Luhan.

“Sangat, aku sangat merindukannya. Dan sangat ingin berbicara dengannya. Hah, rasanya itu tak akan berhasil. Aku yakin itu. Terlebih lagi, dia sudah mendapatkan pengganti diriku”, jelasku pada Luhan sambil tetap menatap Sehun dan yeoja di sampingnya.

“Tenang saja, aku akan mengurus semuanya. Aku akan memastikan bahwa bocah itu mau berbicara denganmu, saat ini juga”, tegas Luhan yang segera pergi meninggalkan tempatku berdiri saat ini.

Huft, semoga berhasil Luhan!

 

*Luhan’s POV*

Kulihat Soonhwa tetap memandang namja yang sepertinya masih bergelut di dalam ruang hatinya, Oh Sehun, mantan sahabat terbaikku. Sebenarnya aku masih menganggapnya sebagai sahabat terbaikku, sampai sekarang, dan mungkin selamanya. Tapi, sepertinya dia tetap tidak bisa menganggapku sebagai sahabatnya lagi, sejak kejadian satu tahun lalu terjadi.

Sedari dulu, sejak aku mengenal Soonhwa, aku telah menyukainya. Dan aku pula lah yang mengenalkannya pada Sehun. Tanpa kusadari, perasaan saling menyukai antara Soonhwa dan Sehun tumbuh sebelum aku memberi tahu pada mereka berdua mengenai perasaanku pada Soonhwa.

Tiga bulan berlalu. Tiga bulan juga waktu yang dibutuhkan Sehun untuk mengenal Soonhwa dan menyampaikan perasaan cintanya pada yeoja yang kucintai itu. Tak kusangka, Soonhwa menerima cinta Sehun. Dan hal itu mampu membuat hatiku perih bagai luka yang disiram air laut yang mengandung garam tinggi. Sakit!!

Pada suatu kesempatan, kucoba menyatakan perasaanku pada Soonhwa yang telah resmi menjadi yeojachingu Sehun itu. Alasanku melakukannya bukan semata-mata ingin menghancurkan hubungan mereka. Hanya saja, aku tak mampu memendam perasaanku ini lebih lama. Aku hanya ingin jujur akan perasaanku ini.

Tanpa kupikirkan hal buruknya, saat ku memeluk Soonhwa dan mengungkapkan perasaanku pada Soonhwa, ternyata Sehun melihat itu. Dengan segera, Sehun memutuskan hubungannya dengan Soonhwa dan memutuskan hubungan persahabatan antara aku dan dia. Bodohnya lagi, Sehun tidak mau mendengar penjelasanku dan Soonhwa.

Sekarang, disinilah aku dan Soonhwa, mengamati Sehun yang entah sejak kapan dekat dengan yeoja yang berada di sampingnya. Aku menawarkan bantuan kepada Soonhwa, yaitu sebuah pertemuan antara Sehun dengan dirinya. Aku berjanji akan mempersatukan mereka kembali. Aku tahu, hatiku menolak melakukannya, tetapi mencintai yang sebenarnya adalah cukup dengan membuat orang yang kita cintai bahagia, bukan?

Dan disinilah aku sekarang. Di depan Sehun dan yeojanya.

“Lama tak jumpa, kawan! Tak ku sangka, bahkan kau telah mendapat yeoja pengganti Soonhwa”, ucapku dengan senyum meremehkannya. Ku lihat rahangnya mengeras dan tangannya mengepal seperti tidak sabar ingin meninju wajahku.

“Aku tidak ada urusan denganmu. Pergilah!”, balas Sehun dingin.

“Cih, aku memang akan pergi setelah ku pastikan kau menemui Soonhwa, Sehun-ah. Dengarkan penjelasannya karena ku yakin kau tak akan mau mendengar penjelasanku”, tegasku lalu melirik ke arah yeoja di sebelahnya yang tampak kebingungan dengan apa yang aku dan Sehun bicarakan.

Ku lihat Sehun menjauh bersama yeojanya, seperti mengatakan sesuatu padanya dan kembali menghampiriku.

“Dimana dia?”, tanya Sehun yang langsung ku balas dengan senyuman tulusku dan menunjukkan jariku ke arah dimana Soonhwa berada.

Sehun berjalan ke arah Soonhwa. Ku harap mereka bisa bersatu kembali. Sekarang juga, malam ini juga. Dan sepertinya ada yang harus ku lakukan kembali kali ini. Apalagi kalau bukan, menyingkirkan rumput liar yang mengganggu hubungan Sehun-Soonhwa. Dia adalah yeoja yang berdiri di kursi taman itu. Akan kuberi kau kejutan yang manis, yeoja genit! Tunggu saja.

Ku buka ponselku dan melakukan panggilan pada kawanku yang lain. Mempersiapkan kejutan untuk yeoja pengganggu itu.

 

*Hara’s POV*

Possitive thinking. Kau harus percaya pada Sehun, Hara-ya. Aku yakin, Sehun tidak akan menyakiti perasaanku.

Saat diriku sedang sibuk dengan pikiranku, tak ku sadari ada tiga orang namja yang telah berdiri di depanku. Aku hanya mengenal salah satu dari mereka, dia yang tadi berbicara dengan Sehun. Saat ku lihat satu persatu wajah mereka seakan memandang benci ke arahku. Aku takut dan panik saat itu, aku sendiri dan tidak ada orang yang ku kenal selain Sehun di tempat ini.

“A..apa yang..ka-kalian inginkan? A-aku tidak mengenal kalian?”, tanyaku gugup.

“Kau memang tidak mengenal kami. Karena kau, yeoja murahan, hanya bisa menggoda namjachingu orang lain”, jawab namja yang berbicara dengan Sehun tadi, dengan tatapan sinis padaku. Yang sepertinya bernama Luhan itu.

“Aku tidak mengerti apa yang kau katakan. Pergi atau aku berteriak”, ancamku. Saat ini aku sangat takut. Aku berharap Sehun cepat kembali dan menyelamatkanku.

Ketiga namja itu tidak menggubris perkataanku, mereka malah mendekatiku seakan mereka ingin memakanku hidup-hidup. Salah satu tangan dari namja itu memegang daguku dan menarik wajahku supaya lebih dekat dengan wajahnya. Yang ku lakukan hanya memejamkan mataku, terlalu takut melihat raut muka menyeramkan namja itu.

Ya Tuhan, tolong aku! Siapa pun, selamatkan aku!

Ku rasakan ada seseorang yang datang dan menarik namja di hadapanku agar menjauh dariku. Ku buka mataku dan aku sempat tidak percaya. Namja yang menyelamatkanku… Dia?

 

*To Be Continue*

 

Hyayayaya…

Ini part terlama yang aku buat (sejauh ini yah) hehe

Gatau kenapa susah banget cari ide kalo pas bagian Sehun-Soonhwa-Luhan huhu *curcol*

Okeh ga banyak bacon, eh bacot. Semoga readers semuaaah menikmati tulisan2 gaje di FFku ini ahaha

Sampai jumpa di part 4 eaaaaa, daaaaaaaaaaah!!! :*

8 pemikiran pada “Between Him and Him (Chapter 3)

  1. Rada ribet baca nya thor, pov nya ganti2 n diulang2 …

    Ah pokok-e ditunggu lanjutan nya ya thor, jgn lama2, tadi juga mikir2 dulu part sbelum nya apaan, hahaha

  2. bagus bgt thor ceritanya, tp knp chapter 4 nya lama bgt yaaa, aku nunggu bgt nih, palli thor !!! gak sabar baca chap 4 nya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s