Don’t Ask Me To Forget You

Author : mthtsb

Genre : sad

Cast :

–          Yoo Yoon Mi

–          Xi Luhan

 

Length : Ficlet

Luhan menapaki jalan setapak pemakaman umum didaerah Daegu itu sendiri dengan sebuket bunga lili putih ditangannya. Ini tepat tahun ketiga setelah yeoja yang ia cintai pergi karena penyakit itu. Luhan berhenti disalah satu makam yang bertuliskan

RIP Yoo Yoon Mi

Birth : 20 Agustus 1990

Death : 1 April 2009

 

Ia berjongkok disamping makam itu lalu meletakkan sebuket lili putih itu diatas gundukan tananhnya. Ia membelai nisan itu dan menghembuskan nafas sebelum ia mulai berkata.

 

“Yoonmi-ya, bahkan jika tanggal ini aku masih mengira ini ada lelucon april mop yang kau buat. Percayakah kau kalau aku terus berharap kau datang lalu memelukku dan berkata selama ini kau hanya membohongiku saja. Dan kau bisa menganggapku gila karena hal ini.” kata Luhan seorang diri. Jelas saja, tak ada respon dari yang diajak bicara.

 

“Yoonmi-ya, mian aku belum bisa menuruti kemauan terakhirmu. Melupakanmu sangat sulit bagiku. Kau masih ingat kan saat kita akan masuk SMA dan aku berusaha mati-matian menghafal rumus-rumus matematika itu ? Bahkan melupakanmu lebih sulit daripada menghafal rumus-rumus itu Mi-ya. Segala sesuatu yang kulakukan pasti aku selalu mengingatmu. Kau sudah memasuki seluruh relung jiwaku Mi-ya.”

 

“Mian, mianhae aku terlalu bodoh mengetahui perasaanmu dulu. Mianhae dulu aku selalu saja bercerita tentang yeoja yang pernah kusukai padamu. Pasti rasanya sakit bukan ? Mian aku baru mengetahui perasaanmu lewat surat itu. Mi-ya, aku ingin mempunyai mesin waktu. Bukan, bukan berarti aku bisa mengulang waktu dan tidak ingin bertemu denganmu. Bahkan aku merasa bersyukur pernah bertemu denganmu. Tapi aku ingin mengulang waktu, aku ingin membahagiakanmu disaat-saat terakhirmu.” Luhan terus saja berbicara. Seolah gundukan tanah itu akan menjawab semua keluh kesahnya.

 

“Aku mencintaimu Mi-ya. Sangat. Dan aku sangat bodoh karena baru mengetahuinya saat kau pergi meninggalkanku. Sungguh, aku sangat ingin mengulang waktu. Aku ingin kau juga mengetahui perasaanku. Aku mencintaimu dan aku sangat merindukanmu Yoo Yoon Mi.” Luhan berkata dengan lirih saat kalimat terkhirnya. Air mata nya perlahan turun dari kedua mata namja itu. Menggambarkan suasana hati namja itu yang tidaklah baik saat ini.

 

“Bahkan merindukanmu lebih menyakitkan saat dulu aku tertabrak mobil. Kau ingat kan saat kita masih berumur 7 tahun ? Aku dan kau bermain kejar-kejaran hingga tak sadar kalau ada mobil dengan cepat melaju lalu menabrakku hingga kakiku retak ? Bahkan ini lebih sakit daripada retaknya kakiku dulu Mi-ya. Sekarang hatiku yang retak !! Ini sakit. Sangat sakit. Aku tak tahu berapa lama luka yang ini akan sembuh.” Luhan memegang dada kirinya. Disitu, rasanya sangat sesak. Sakit itu datang lagi. Tak sadar, untuk keberapa kalinya ia menangis untuk seorang Yoo Yoon Mi. Tapi ia segera menghapus air mata itu dan mencoba tersenyum. Walau susah.

 

“Ah aku melanggar janjiku. Aku melanggar janjiku untuk tidak menangis lagi. Haha Luhan paboya.” Luhan mencoba tersenyum dan tertawa walau orang yang melihatnya pasti tau itu adalah sebuah senyum dan tawa palsu.

 

“Ah betapa bodohnya aku melanggar janji yang telat kuucapkan sendiri ? Kau lihat ? Aku sudah tidak menangis lagi sekarang. Aku akan mencoba untuk terus tersenyum mulai sekarang dan yah.. walau ku akui akan sulit nantinya. Aigoo ini sudah sangat sore. Aku pulang sekarang.” Luhan sudah berdiri dan akan melangkah namun seketika ia berbalik.

 

“Dan aku melupakan sesuatu. Jangan pernah memaksaku untuk melupakanmu atau mencari penggantimu karena aku tak bisa. Walau aku melepasmu, walau aku merelakanmu, bukan berarti aku melupakanmu. Aku akan selalu mencintaimu Mi-ya. Saranghae.” Luhan mencium nisan itu cukup lama sebelum ia berbalik dan perlahan berjalan menjauhi makam itu.

 

Seorang yeoja memakai dress putih sedikit diatas lutut itu berdiri disamping makamnya sendiri. “Luhan, kumohon, lupakan aku ! Carilah penggantiku. Jika seperti sama saja kau belum merelakanku Luhan !!” Yeoja itu berteriak namun tak akan berhasil. Karena ia dan Luhan berbeda wujud, berbeda dunia. Yeoja itu hanya memandang nanar punggung Luhan yang makin lama makin menjauh dan akhirnya menghilang. “Asal kau tahu Luhan, aku mencintaimu. Sangat mencintaimu.”

 

END

Iklan

9 pemikiran pada “Don’t Ask Me To Forget You

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s