Power Users (Chapter 1)

Power Users

(Part 1)

Author: @ridhoach

Main Cast:

–          Kim Jong Dae (EXO-M)

–          Nam Shin Ra (OC)

–          Do Kyung Soo (EXO-K)

Support Cast:

–          All members of EXO.

–          Kim Jae Hyun (OC)

Previous Chapter:

Shin Ra’s POV

“Oh ya hyung.Ini teman sekolahku, ShinRa-yah”.

Namja itu melihatku sekilas lalu menjulurkan tangannya kepadaku.Loh?! Dia kan? Dia kan yang bernyanyi di café tadi? Kenapa dia bisa ada disini? Dan apa tadi? Dia hyungnya JaeHyun?Bagaimana mungkin?

                                                                         —–

“Kim Jong Dae imnida,” namja itu memperkenalkan dirinya.

“Ah..Nam Shin Ra imnida,” jawabku.

“Terus, kau mau minta bantuan apa JaeHyun-ah?”, tanya JongDae pada JaeHyun.

“Ah, ini. Aku mau hyung mengajariku bagaimana cara mengerjakan soal fisika ini. Aku nggak mengerti sama sekali”.

“Sini, hyung liat. Emm..Ini? Kamu nggak ngerti?”, JongDae melihat JaeHyun dengan tampang meremehkan.

“Iya hyung.Itu sangat susah”.

“Pabbo”, kata JongDae dingin.

“Hahahahahaha”, aku tidak bisa menahan diri untuk tidak tertawa melihat tingkah laku dua saudara yang sangat bertolak belakang ini.

“Aissh hyung.Kau membuatku malu.Sini sudah kalau kau nggak mau membantu”.

“Haha, ani ani.Aku mau membantumu kok, JaeHyun-ah”.

 END of Shin Ra’s POV

                                                                         *****

 Author’s POV

 Malam harinya..

             Dumm! Dumm! Dumm! Dumm! Dumm! Dumm!

            Terdengar 6 kali bunyi ledakan besar yang berasal dari sebuah hutan di pinggiran kotaSeoul. Bunyi itu sangat keras terdengar. Bahkan mungkin akan terdengar sampai radius berkilo – kilometer dari sana.Dari masing – masing tempat ledakan itu muncul sesosok siluet bayangan manusia.

“Ah, akhirnya sampai juga.Aku sudah lelah melakukan perjalanan panjang ini”, kata salah satu siluet yang memiliki tubuh tertinggi di antara mereka.

“Pabbo.Terlalu cepat bagi kita untuk bersantai diri. Kita baru saja akan memulai ini”, jawab salah satunya,

“Ya!Sopan sedikit padaku.Aku ini hyungmu, aku bisa membakarmu kapan saja aku mau”.

“Dan saat itu terjadi, aku akan memadamkan apimu dengan airku ini.Sudahlah, ayo kita berpencar dan mulai melaksanakan misi kita ini”.

Mereka berenam pun berpisah satu sama lainnya. Ada yang berlari, hilang dalam cahaya, bahkan ada yang hilang begitu saja.Mereka semua hilang tanpa bekas.

            Tanpa keenam namja itu sadari, terdapat sepasang mata yang mengawasi dan mendengar pembicaraan mereka dari awal tadi.

“Jadi, mereka sudah datang. Aku akan menyambut salah satu dari mereka. Aku akan memeriahkan pesta balas dendam ini”, kata orang itu dengan senyum dinginnya.

                                                                         *****

Keesokan harinya..

Jong Dae’s POV

             “Hyung, kau sudah melihat berita tadi pagi?”, tanyaku pada lawan bicara teleponku di seberang sana.

“Iya.Aku sudah melihatnya.Sepertinya firasatmu selama ini memang benar, JongDae-yah.Mereka sudah mulai bergerak dan mencium keberadaan kita”.

“Iya hyung.Sepertinya kita juga harus mempersiapkan diri untuk menghadapi mereka.Kita harus merebut kembali harga diri ras kita yang sempat mereka injak injak begitu saja”.

“Ne. Kau benar. Aku akan menghubungi Lay dan Tao. Aku akan meminta mereka bersiap. Mungkin 2 atau 3 hari ke depan, aku dan mereka sudah tiba di Seoul”.

“Baik. Kalau begitu aku yang akan menghubungi LuHan-hyung. Aku dengar dia sedang ada di Bushan”.

“Ya.Bagaimana dengan XiuMin-hyung?Aku sama sekali tidak mengetahui keberadaannya”.

“Moella.Aku juga tidak mengetahuinya hyung. Nanti saja kita  bicarakan bersama yang lain. Aku takut dia akan berbuat seuatu yang diluar kemampuannya sendiri”.

“Ya sudah.Anyeonghaseo”.

“Anyeonghaseo”.

             Aku baru saja menutup sambungan teleponku dengan Kris-hyung.Tapi aku sudah melihat adikku telah berada di sisiku sambil menenteng buku pelajarannya.

“Waeyo?”.

“Hyung, bantu aku lagi.Fisika memang tidak mudah aku mengerti. Tanpamu aku bukan apa apa”.

“Iss. Kau keracunan apa JaeHyun-ah? Gayamu menjadi namja murahan seperti itu”.

“Ya!Itu bukan murahan hyung.Aku sedang merayumu pabbo.Aku ingin hyung mengajarikulagi”.

“Aku tidak bisa JaeHyun-ah.Aku harus pergi ke café.Aku harus menyanyi”.

“Aissh.Sebentar saja hyung.Sebelum kau berangkat”.

“Tidak bisa JaeHyun-ah.Waktu kerjaku sebentar lagi sudah mau dimulai.Kenapa kau tidak meminta tolong pada yeoja kemarin? Bukannya dia pintar dalam fisika?”.

“ShinRa-yah?Dia sedang ada di rumah sakit.Appanya masuk rumah sakit gara – gara hypertensi”.

“Oh. Kalau begitu berusalah sendiri JaeHyun-ah. Hwaiting!!”, ujarku seraya mengacak – acak rambut JaeHyun lalu pergi meninggalkannya yang masih berdiam diri di kamarku dengan wajah kusamnya.

“Aisshh”.

                                                                         *****

 Forever Love..Forever Love

Wo zhi xiang yong zhe yi bei zi qu ai ni

Cong jin yi hou ni hui shi suo you xing fu de li you

                       Aku menyenandungkan sebuah lagu favoritku hari ini.Memang, lagu ini bukan lagu Korea.Lagu ini adalah lagu Mandarin.Walaupun bahasanya asing dan susah untuk didengar oleh telinga orang Korea, tapi toh aku berhasil sebagian besar pengunjung café ini bertepuk tangan dan memuji suaraku. Ya, selain aku terlahir dengan wajah yang tampan, aku juga dibekali suara yang sangat merdu dan powerful ini sejak lahir.Penyanyi mungkin adalah pekerjaan yang mungkin memang ditakdirkan untukku sejak aku dilahirkan.Ya, itu kalau aku dilahirkan sebagai manusia biasa, bukan sebagai Power User.

             Aku jadi teringat berita yang di siarkan TV swasta Seoul tadi pagi.6 kawah besar meteor ditemukan di sekitar hutan Seoul? 6? Kenapa jumalahnya sama dengan jumlah kami? Apa ras mereka menantang pertarungan satu lawan satu dengan kami atau mereka belum mengetahui jumlah kami yang sebenarnya.Dan kenapa mereka mulai menginjakkan kaki di bumi? Bukannya mereka sudah hidup bahagia di planet EXO sana? Kenapa mereka harus mengganggu kami lagi?

             Terlalu banyak pertanyaan yang sangat menghantui pikiranku seakarang. Mungkin Kris-hyung dan teman – teman yang lain bisa menyelesaikan permasalahan yang dipicu oleh ras Summer-K ini.

             “Suaramu tidak banyak berubah ya JongDae-yah. Tetap merdu dan powerful sama seperti dulu.

Aku terkejut mendengar suara seorang namja di belakangku.Seingatku di café ini aku tidak memiliki kenalan kecuali manager café ini sendiri.Tapi, suara ini sangat familiar di telingaku.

“Ne. Gomawo.. Xiu.. XiuMin-hyung! Sedang apa kau disini?”, kataku kegirangan.

“Ne. Aku hanya ingin menemuimu JongDae-yah.Sudah lama aku tidak melihat wajahmu”, kata XiuMin-hyung.

“Aissh.Kenapa XiuMin-hyung menjadi seromantis ini?Mana XiuMin-hyung yang terkenal dingin itu? Apa kepergianku selama 5 tahun ini sudah mampu merubah peranggai dari XiuMin-hyung?”, kataku panjang lebar.

XiuMin-hyung hanya diam melihatku. Dan, pletakk! Dia menjitakku.

“Ya!Kenapa hyung menjitakku? Apa salahku hyung?”.

“Kau tidak salah.Hanya saja kata – katamu itu sedikit mengingtakan tujuan awalku kesini”.

“Tujuan awal?Apa tujuan awal hyung?”

“Ah..Aku hanya ingin menjitak kepalamu.Sudah 5 tahun rasanya aku tidak mejitak dan merusak rambutmu itu JongDae-yah”.

“YA!Tujuan awal macam itu?Hanya ingin menjitakku? Memangnya hyung pikir kepalaku ini apa? Sarana penjitakan gratis?Issh”.

“Hahahaha.Ya sudah JongDae-yah.Aku mau pergi sepertinya kamu baik – baik saja.Aku mau pergi lagi”.

“Yah, mau pergi lagi?Bahkan aku belum sempat bertanya kabarmu hyung. Dan kau sudah pergi lagi?”.

“Ah, kabarku tidak penting untuk kau ketahui”.

“Oh ya hyung. Besok lusa Kris-hyung dan yang lainnya akan tiba di kota ini. Kami akan mendiskusikan tentang perlawanan balik melawan ras itu. Hyung harus datang ya”.

“Ah, aku tidak tertarik JongDae-yah. Lagipula, untuk apa kalian melawan mereka? Biarkan sajalah mereka begitu”.

“YA!!Ras macam itu tidak boleh dibiarkan hyung. Kita harus buat perhitungan yang serius!”.

“Terserahmu sajalah JongDae-yah.Aku tidak tertarik”.

             XiuMin-hyung pun pergi dan meninggalkan café tempatku berada. Aku sama sekali tidak mengerti jalan pikiran hyungku satu itu. Dari nada bicaranya dia memang terlihat sama sekali tidak tertarik dengan urusan balas dendam kami terhadap ras Summer-K. Tapi dari sorot matanya aku bisa membaca bahwa ada sesuatu rahasia yang dia simpan dibalik kami.Apa itu? Hanya XiuMin-hyung yang tau.

 END of Jong Dae’s POV.

                                                                         *****

 Keesokan harinya..

 Author POV

             Suasana ricuh anak sekolah terpampang jelas pada bangunan putih bertingkat 3 ini.Bangunannya yang rapi dan bersih seolah – olah menutupi kelakuan asli dari siswa yang bersekolah di sini. Seoul Amazing Senior High School atau yang lebih sering disingkat sebagai SASHS adalah sekolah menengah atas dengan taraf dan standar yang tinggi serta sangat bergengsi di kotaSeoul. Banyak sekali kejuaraan serta olimpiade yang telah dimenangkan oleh sekolah ini.Baik dalam bidang akademik ataupun non-akademik.Yah, mungkin satu – satunya nilai negatif dari sekolah ini adalah siswanya.Sebagian besar dari siswanya adalah siswa yang memiliki tingkat ‘kekereatifan’ yang sedikit melebihi batas.Mereka sering berbuat ulah.Walaupun begitu, otak mereka tidak boleh diragukan lagi.Kelakuan mereka mungkin aneh, tapi otak mereka jenius.

             Dua orang namja sedang berjalan memasuki gerbang SASHS.Tampaknya mereka orang baru yang hendak mendaftarkan diri menjadi salah satu dari siswa beruntung yang bisa berekolah di SASHS.

“Jadi, ini sekolah yang akan aku masuki selama masa penyamaran ini?”, tanya salah satu namja yang memiliki mata bulat itu.

“Yah.Selama misi ini, kita harus berbaur dengan manusia – manusia Bumi ini.Mau tidak mau kamu harus masuk dan mengikuti kegitan sekolah sama seperti remaja seumuranmu”, jawab yang satunya.

“Iya hyung, aku mengerti.Tapi, kenapa hanya aku saja yang sekolah disini?Kemana dua maknae kita hyung? Bukannya seharusnya mereka juga memasuki masa sekolah sama seperti aku?”.

“Ah, mereka berdua aku masukkan di dua sekolah yang berbeda denganmu.Dengan begitu kita semakin cepat menemukan sisa ras itu. Semakin cepat kita temukan, maka kita juga akan semakin cepat pulang bukan?”.

“Yah.Kau benar juga hyung”.

“Oke aku hanya mengantarmu sampai sini saja.Selanjutnya kamu cari sedniri kelasmu, kelas 3-B. Sepertinya itu di lantai 2. Oke?”.

“Oke hyung”.

                                                                         *****

             Suara ricuh sudah biasa didengar dari stiap kelas di sudut SASHS.Baik kelas yang sedang tidak ada pelajaran, ataupun ada pelajaran. Kelas itu tetap akan ribut dan ricuh. Kebrutalan siswa SASHS sudah menjadi makanan biasa bagi setiap guru yang mengajar disitu.Jadi, keributan ini tidak lagi menjadi masalah yang serius bagi mereka semua.

             “YA!!Apa – apaan kalian ini! Sudah saatnya belajar dan kalian masih saja sibuk dengan kegiatan kalian sendiri? Kalian niat sekolah apa tidak, hah?!!”, teriak seorang guru di mulut pintu salah satu kelas, kelas 3-B.

“Kami niat kok songsaenim.Kami hanya menunggu songsaenim datang saja.Maafkan kami Park songsaenim”, ujara salah satu murid, Kim Jae Hyun.

“YA! Sudah berapa kali ku dengar kalian meminta maaf hah!”.

“Aiss.Jangan marah – marah lah songsaenim.Ini masih pagi.Sisakan amarahmu untuk siang nanti lagi”, jawab JaeHyun.

“Iya, JaeHyun benar Park songsaenim”.

“Baiklah kalau begitu. Oh iya, hari ini kalian kedatangan teman baru pindahan dari Jepang. KyungSoo-ssi, silahkan masuk dan perkenalkan dirimu”.

“Ah, ne songsaenim.Anyeonghaseo. Do Kyung Soo imnida. Bangapseumnida”, kata namja yang baru masuk ke kelas itu.

“Oke KyungSoo-ssi, kamu silahkan duduk di bangku yang kosong di belakangnya JaeHyun-ssi”.

“Baik songsaenim”.

             KyungSoo pun berjalan menuju meja yang ditentukan.Sangat strategis letaknya.Tepat di pojok kanan belakang kelas itu.Dekat dengan jendela kaca yang memeperlihatkan keadaan halaman belakang sekolah serta lingkungan pertokoan daerah situ.

“Ah, Kim Jae Hyun imnida.Kamu bisa memanggilku JaeHyun”, kata JaeHyun seraya menyodorkan tangannya kepada KyungSoo.

“Ne. Do Kyung Soo imnida. Kau bisa memanggilku D.O saja. Jangan KyungSoo, aku kurang menyukainya”, jawab D.O.

“Ah, ne D.O-yah”, jawab JaeHyun.

                                                                        *****

 Jae Hyun’s POV

             “Nah, kamu pindahan dari Jepang bukan D.O-yah?”, tanyaku.

“Ne. Wae?”, jawab D.O.

“Ah, ani.Aku hanya ingin tau.Kenapa kamu pindah ke sini? Bukannya kualitas pendidikan di Jepang sudah bagus D.O-yah?”, tanyaku lagi.

“Ah, aku hanya mengikuti appaku yang dipindah tugaskan lagi ke Seoul.Setelah 2 tahun sebelumnya appaku juga di pindah tugaskan ke Jepang.Jadi, sebetulnya aku hanya seperti pulang kembali ke kampung halamanku”.

“Wah, kau daebak D.O-yah.Bisa pindah – pindah rumah seenakmu begitu.Aku juga ingin seperti itu”.

“Ah, kau ini ada – ada saja JaeHyun-ah. Oh iya, yeoja yang tadi duduk di sebelahmu kemana? Dia bolos?”.

“ShinRa-yah?Ani, ani.Dia tidak bolos.Dia sedang berada di perpustakaan.Mencari materi untuk tugas besok”.

“Jadi, namanya ShinRa?”.

“Ya. Kau baru tau D.O-yah?”.

“Jelas saja aku baru tau.Aku kan murid baru JaeHyun-ah”.

“Ah iya.Aku lupa”.

“Pabbo”.

 Teet.. Teet.. Teet..

            Bel sekolahku sudah berbunyi 3 kali dengan indahnya. Menandakan waktu istirahat bagi para  murid yang hanya berdurasi selama 20 menit itu usai. Aku pun bergegas kembali menuju kelasku, kelas 3-B bersama kawan baruku, D.O-yah.Setelah ini adalah pelajarannya Kim songsaenim.Pelajaran yang sangat ku benci, Fisika. Ah, tapi mau tidak mau aku harus ada di kelas. Karena kalau tidak bisa – bisa aku mendapatkan potongan nilai secara cuma – cuma dari Kim songsaenim. Ah, ani. Aku tidak mau.Nilaiku sudah cukup rendah.Aku tidak mau lebih rendah lagi.

             “Palliyeo, D.O-yah”.

“Ah ne. Minumanku belum habis JaeHyun-ah. Sayang untuk dibuang”.

“Aissh. Minumanmu tidak ada apa – apanya dengan nilaimu di mata pelajaran ini. Palli, sebelum Kim songsaenim masuk kelas”.

“Ah, oke JaeHyun-ah”.

Aku pun menarik lengan D.O dengan terburu – buru. Sudah 3 menit lebih semenjak bel masukan berbunyi.Aku harap saja Kim songsaenim belum sampai di kelas.

 END of Jae Hyun’s POV

                                                                         *****

 Shin Ra’s POV

             Hari ini aku kembali harus mendekam dan terperangkap di rumah JaeHyun.Yah, aku harus membantunya lagi mengerjakan soal – soal fisika yang baru tadi pagi diberikan oleh Kim songsaenim.Tapi, hari ini aku tidak hanya berdua dengan JaeHyun.Tetapi ada wajah dan orang baru yang berkumpul dan bergabung dengan kami dalam kegiatan belajar bersama ini.Ya D.O-yah. Sejak kepindahannya tadi pagi, dia selalu saja menempel dengan JaeHyun dimana pun. Aku saja yang sahabat dari JaeHyun sampai tersingkirkan ke perpustakaan gara – gara orang ini.Setiap aku ada diantara mereka berdua, aku hanya seperti pengganggu saja.Aku tidak mengerti yang mereka bicarakan.Jadi, aku lebih memilih berdiam diri di perpustakaan sambil mencari materi untuk tugas besok.

             Seperti yang ku lihat, sepertinya D.O dan JaeHyun tidak terlalu berbeda dalam mengerjakan soal – soal Fisika ini. Mereka dari tadi hanya mencorat – coret buku tanpa menemukan jawaban yang pasti. Sejauh yang ku lihat, JaeHyun baru mengerjakan 4 soal sedangkan D.O 3 soal dari 10 soal yang ada.Aku kasihan melihat tampang mereka berdua.tapi, sepertinya mereka masih belum mau menyerah. Inilah yang aku suka dari sifat JaeHyun. Walaupun dia sudah tidak mampu, dia akan tetap berusaha sampai pengahabisan. Baginya, gengsi adalah segalanya. Dia sangat gengsi meminta pertolongan orang lain, termasuk aku, sahabatnya sendiri.

            Aku mendengar suara mobil memasuki pekarangan rumah JaeHyun. Ah, mungkin itu hyungnya JaeHyun, JongDae-ssi. Dan benar saja.Aku melihat sosok JongDae-ssi memasuki pintu ruang tamu sambil menenteng ransel di bahunya.Sepertinya dia baru pulang bekerja di café itu.

“Aku pulang!”, teriak JongDae-ssi.

“Ah, hyung.Akhirnya kau pulang juga.Aku sudah menunggumu dari tadi”, kata JaeHyun.

“Ah, kau menunggu kedatanganku?Wae?Aku kan tidak punya hutang padamu”.

“Ani, ani.Aku tidak menunggumu untuk hal seperti itu hyung.Tapi ini”, kata JaeHyun seraya menunjukkan buku Fisikanya.

“Ya, ya.Fisika lagi, fisika lagi. Tidak adakah yang lain JaeHyun-ah? Aku bosan membantumu”.

“Hahaha.Benar itu kata JongDae-ssi.Kerjakan sajalah semampumu JaeHyun-ah.Jangan bergantung pada hyungmu. Apakah gengsimu sudah tidak ada?”, kataku menanggapi.

“Ya!Kau tidak usah menceramahiku ShinRa-yah. Harga diriku tidak akan turun hanya karena aku meminta tolong pada hyungku sendiri. Kecuali kalau aku meminta tolong padamu, atau pada D.O-ah”, JaeHyun berkeras.

“D.O?Siapa itu? Apakah namja itu?”, tanya JongDae-ssi.

“Ah iya, kami belum memperkenalkannya.Ini D.O-yah Jongdae-ssi.Murid pindahan dari Jepang”, kataku memperkenalkan D.O pada JongDae-ssi.

“Do Kyung Soo imnida. Panggil saja aku D.O”.

“Ah, Kim Jong Dae imnida. Panggil saja aku… emm..JongDae”.

“Kau kenapa hyung?”, tanya JaeHyun.

“Ah, ani. Aku tidak apa – apa. Aku ke atas dulu.Kalian belajar yang rajin ya”.

“Siap hyung!”.

 END of Shin Ra’s POV

                                                                         *****

 Jong Dae’s POV

             Sebetulnya apa yang aku rasakan tadi? Kenapa tubuhku tiba – tiba terasa seperti digenggam oleh dua tangan yang besar dan dingin? Kenapa sorot mata D.O membuatku menjadi sangat berdebar – debar begini. Sorot mata itu, sangat teduh tapi mengisyaratkan hawa mambunuh yang sangat besar.Aku sampai bergidik melihatnya. Tunggu dulu, jangan – jangan D.O itu…….

                                                                         -TBC-

Akhirnya Part 1 rampung juga. Setelah menempuh waktu yang sangat panjang akhirnya rampung juga *plakk alay! Oke, mungkin banyak rreaders yang tidak tau lagu yang dibawakan Chen di café itu, lagu yang dia bawakan itu berjudul Forever Love dan penyanyi aslinya adalah Wang Lee Hom.Oke, sudah cukup cuap – cuapku. RCL reads, jangan lupa.

26 pemikiran pada “Power Users (Chapter 1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s