Baby Don`t Cry (Chapter 1)

 

Tittle:Baby Don`t Cry

Author:Tazzqu

Genre:Friendship,romance and sad

Type:T

Length:chapter

Rating:PG-15

Main cast:Kim Nara,Oh Sehun dan Xiu Luhan

Suport cast:Byun Baekhyun,Chanyeol,Kai a.k.a Kim Jongin,Xiumin a.k.a Kim Min Seok,dll.

Disclaimer: Hallo reader`s! ^^ ini adalah ff EXO pertama saya,benar-benar murni semurni sungai citarum. Jadi kalau hasilnya gaje,absurd dan abstrak mohon dimaafkan. Typo tersebar dimana-mana layaknya kecebong yang ada di empang pak Marno. Kalau ada kesamaan dengan ff lain mohon dimaafkan(lagi) oke selamat membaca dan jangan lupa kritik dan saran sangat saya butuhkan untuk kelanjutan part berikutnya. *bow

 

Summary: Jika kita berkorban untuk membahagiakan seorang sahabat dengan merelakan orang yang kita cintai untuk mejadi milik sahabat kita,kenapa kita tidak melakukannya?. Tapi jika orang yang kita cintai harus berpura-pura mencintai sahabat kita,itu sama saja kita menyakiti sahabat kita.

____________________________________

Nara POV

Malam ini aku senang sekali,karna aku dan Sehun sudah menjalani hubungan selama 3bulan dan malam ini aku akan dinner dengannya di café yang biasa kami kunjungi. Aku mengenakan short dress berwarna merah maroon dan memakai kalung pemberian Sehun. Di meja nomor 17 aku sudah melihat dia menunggu. “Oppa!” aku menepuk punggungnya pelan dari belakang dan duduk di kursi di depan Sehun. “Kau cantik sekali malam ini” ucapnya. Apa aku tidak salah dengar? Dia bilang aku cantik? Tidak seperti biasanya dia bilang seperti ini. “Haha ada apa denganmu oppa? Aku hanya berdandan seperti biasa tidak ada yang istimewa” aku berusaha menyembunyikan kegugupanku.“Ani,kau benar-benar cantik. Aku baru sadar kalau aku memiliki yeojachingu secantik sepertimu,pantas saja banyak chinguku yang menyukaimu haha” Sehun tertawa garing,ada perasaan yang mengganjal saat ini dalam hatiku. “Oh iya,kau mau pesan apa?” Tanya Sehun padaku “Umm,chicken steak dan lemon tea soda”. Setelah Sehun memesan pada waiter akhirnya pesananku datang. Oh iya sebelum aku datang di café,Sehun sudah lebih dulu memesan makanan. “Selamat makan” ucap kami serempak sambil memegangi garpu dan pisau makan. Kami makan dalam keadaan hening hanya menikmati makanan dan iringan music live yang di bawakan band café,saat ini mereka sedang menyanyikan lagu dari EXO-Baby don`t cry.

 “Nara-ah aku mencintaimu, sangat mencintaimu tapi” aku menghentikan aktivitas makanku dan menatap wajah Sehun. “Wae oppa?” raut wajahku berusaha mencari makna dari kata-katanya. “Ada sahabatku yang menyukaimu ani tapi mencintaimu,kau kenal dia” Sehun memalingkan mukanya. “Nugu?” tanyaku. “Luhan,dia sahabatku kau mengenalnya bukan? Kau tau? Ternyata dia mencintaimu lebih dari aku mencintaimu” aku semakin bingung dengannya. “Oppa,to the point saja jangan bertele-tele” akhirnya Sehun menatap mataku lagi. “Kau mau kan melakukan apa saja untukku?” dia bertanya lagi,tentu saja aku akan menuruti apa pun yang dia mau  dan aku hanya menjawab dengan anggukan. “Akhiri hubungan kita dan jadilah yeojachingu Luhan” ini pasti mimpi,tidak nyata iya ini tidak nyata. Aku mencubit pipiku sendiri dan terasa sakit. “Jangan membuat lelucon seperti ini oppa,jebal. Bukankah malam ini tepat hari jadi hubungan kita yang ke tiga bulan? Aku mencintaimu oppa” aku benar-benar menangis di hadapan Sehun. Sehun kembali memalingkan wajahnya dariku “Luhan,dia adalah sahabat terbaikku,sejak dia berumur 5tahun kedua orangtuanya meninggal dalam kecelakaan dan dia  hanya diasuh oleh pelayan-pelayan orangtuanya. Saat itu juga aku mulai sangat dekat dengannya dan selama dia bersamaku,Luhan selalu mengalah untukku bukan aku yang mengalah untukknya. Ada mainan yang kusuka dan Luhan juga menyukainya,tapi Luhan berhasil membelinya duluan tapi pada saat hari ulang tahunku yang ke enam tahun ternyata mainan itulah yang di berikan kado padaku. Saat ada kunjungan wisata di SMP aku hampir tertabrak tapi luhan mendorongku dan akhirnya dia yang mengalami kecelakaan hingga koma selama 1minggu di rumah sakit. Sebenarnya banyak pengorbanan yang dilakukan Luhan untukku tapi aku belum bisa membalasnya. Dan saat aku tau apa yang dapat membuat dia bahagia adalah merelakanmu untuk menjadi yeojachingunya.”

 Air mataku mengalir sedikit demi sedikit menghapus riasan tipis diwajahku. Bagaiman bisa dia mengatakan hal seperti ini?. “Oppa,kenapa kau berkata seperti itu? Apa kau tidak mencintaiku hingga kau merelakanku dengan Luhan? Oppa jebal,katakan kalau kau hanya bercanda,oppa” aku berusaha membendung tangisku. “Kau yeoja yang paling kucintai setelah eommaku,kau adalah cinta pertamaku di dunia,kau yang mengajariku untuk membalas cinta orang yang mencintai kita,kau yang membuat duniaku jauh lebih berwarna,kau yeoja yang peduli kepadaku,kau yang membuatku seharian hanya bisa memikirkanmu jadi mana mungkin aku tidak mencintaimu” dia melemparkan senyum masam. “Tapi kenapa oppa bisa memilih untuk membahagiakan Luhan dari pada membahagiakanku?”ucapku yang masih menahan tangis. “Karna aku yakin Luhan akan bisa membahagiakanmu 2kali lipat dari pada kebahagian yang ku berikan padamu” aku mulai bisa mengalah,mengalah untuk membahagiakan Sehun. “Arraseo,aku akan menjadi yeojachingu Luhan tapi ini semua untukmu oppa bukan untuk Luhan” aku tersenyum getir berusaha menyakinkan Sehun jika aku bisa. “Gomawo Nara-ah,aku akan bilang pada Luhan kalau kita sudaha berpisah karna tidak ada rasa lagi diantara kita” begitulah alasan yang akan diberitahu Sehun untuk Luhan. Setelah itu aku meminta Sehun untuk pulang duluan sedangkan aku menikmati suasana café yang memiki kenangan tentang hubungan kita. Saat Sehun sudah tidak terlihat lagi di café,lagu yang dibawakan band pun juga berhenti,hah lagu yang miris EXO-Baby don`t cry.

Mentari pagi menyinari belahan bumi,memberikan semangat untuk semua insan di dunia. Aku melangkahkan kakiku menuju kelasku,aku tak menatap lurus ke depan hanya menundukkan kepala menutupi mataku yang sembab akibat menangis semalam. Bruuuk… Uh sepertinya aku menabrak seseorang dan ternyata orang itu.

“Nara kau tidak apa-apa? Maaf aku menabrakmu^^” Luhan mengulurkan tangannya kepadaku dan aku memegang tangannya untuk berdiri. “Owh…tidak apa-apa,harusnya aku yang minta maaf aku yang menabrakmu karna tidak memperhatikan jalan” aku tersenyum pada Luhan dan meperhatikannya dari atas sampai bawah. “Wae Nara? Apa ada yang salah denganku?” kulihat dia tersenyum malu melihatku menatapnya sepert tadi,aish…anak ini berbeda sekali dengan Sehun. Jika Sehun bersifat  dingin saat berbicara denganku sedangkan Luhan dia sangatlah polos -_-. “Ani,aku hanya memastikan kalau bagian tubuhmu tidak ada yang kurang saat jatuh tadi hehe” aku tertawa garing dan kau tau? Luhan juga ikut tertawa tapi sangat keras. “Hahaha apa kau pikir aku ini puzzle yang mudah hancur saat terjatuh” “Mungkin saja bukan? Kalau kau ini manusia puzzle”. Saat itu Sehun lewat dari arah belakangku dan menyapa kami “Annyeong” sapanya lalu bergegas pergi dari kami. Saat itu raut wajahku berubah menjadi sweet drop lagi. “Umm…Nara apa tadi malam kau menangis?” aku langsung sadar kalau masih ada Luhan di depanku. “Ah tidak,tadi malam mataku iritasi jadi mengeluarkan air mata dan jadi lebam seperti ini,ah aku pasti jelek saat ini haaah…” ku hirup udara yang terasa berat bagiku saat ini. Hampir saja air mataku menetes karna hal ini,tapi aku masih bisa menahannya. “Jangan berbohong aku tau kalau tadi malam kalian berdua baru putus” Luhan menepuk pundakku berusaha memberi ketenangan. “Bagaimana kau tau itu?” baiklah aku curiga kenapa dia bisa tau. “Tadi malam Sehun men-twitt tentang perpisahan cinta dan hubungannya di facebook di ganti lajang” bagai di sambar petir di pagi hari yang cerah saat aku mendengar penjelasan Luhan. “Owh,begitu” aku tersenyum kecut menanggapi pernyataan Luhan.

Bel tanda di mulainya pelajaran berbunyi dan aku harus mengakhiri percakapan dengan Luhan. “Senang bisa bebicara denganmu,oh iya aku baru tau kalau kau asyik untuk diajak berbicara. Aku duluan dulu Luhan nanti kita teruskan lagi” aku berjalan menuju kelasku. “NARA FIGHTING…!” Luhan berteriak menyemangatiku dan tentu saja sebagian kelas yang sudah ada gurunya mendadak mentap ke arahku dan Luhan.

Di kelas aku tidak bisa berkonsentrasi,bahkan untuk pelajaran seni musik yang biasanya aku memainkan biola dengan nada yang indah kini menjadi nada yang sumbang. Dan akhirnya nilai C yang ku dapat untuk pelajaran seni musik hari ini,bad day. Saat waktu istirahat datang aku tidak ada niat untuk istirahat. Heerim dan Seolung datang ke tempat dudukku,sepertinya mereka sudah tau kalau aku putus dengan Sehun bahkan mungkin satu sekolah tau hal itu. “Nara-ah,kau yang tegar,pasti ada namja yang jauh lebih baik dari pada Sehun untukmu” hibur Heerim dan Seolung menyambung “Ne,kata Heerim itu benar dan kalua kau hari ini sakit hati pasti suatu saat nanti akan ada obatnya”. Karna keadaan kelas hanya tinggal aku dan kedua temanku akhirnya aku memilih menangis habis-habisan di kelas. “Aku masih mencintai dia! Bagaimana bisa dia menyuruhku untuk mengakhiri hubungan ini. Aku belum bisa melupakannya,aku benar-benar mencintai Sehun! Aku tadi malam menangis hanya karna dia,dia adalah namjachinguku yang paling kucintai walau pun hubungan kami masih tiga bulan. Dan kalung ini,aku masih memakai kalung yang diberikan Sehun saat dia menyatakn cintanya padaku,huaaa” aku menangis dalam pelukan Heerim dan Seolung mengelus rambutku agar tenang. Yah mereka berdualah yang mengerti aku selain Sehun.

Nara pov end

Author pov

Saat bel istirahat Luhan berencana ke kelas Nara,dan saat mau ke luar kelas Luhan di cegat oleh Sehun. “Luhan-ah kau mau kemana? Ayo kita ke kantin” ajak Sehun pada Luhan. “Ah aku tidak mau ke kantin,terima kasih sebelumnya aku mau bertemu dengan seseorang sebentar” Luhan bergegas ke kelas Nara. Sebenarnya Sehun tau kalau Luhan mau ke kelas Nara ‘Bahagiakanlah dia agar luka yang ku buat bisa tertutup dengan cinta yang kau beri’ batin Sehun.

Ketika Luhan mau menuju ke kelas Nara dia mendengar percakapan yeoja-yeoja dan lalu dia mendengar tangisan Nara. Luhan terdiam di luar kelas Nara saat Nara mulai curhat pada teman-temannya. “Aku masih mencintai dia! Bagaimana bisa dia menyuruhku untuk mengakhiri semua ini. Aku belum bisa melupakannya,aku benar-benar mencintai Sehun! Aku tadi malam menangis hanya karna dia,dia adalah namjachinguku yang paling kucintai walau pun hubungan kami masih tiga bulan. Dan kalung ini,aku masih memakai kalung yang diberikan Sehun saat dia menyatakn cintanya padaku,huaaa”.  Luhan hanya bisa terdiam mendengar pernyataan Nara,ternyata tebakannya benar kalau Nara masih mencintai Sehun,sahabatnya sejak umur 5tahun. “Mungkin aku hanya bisa bermimpi kau mencintaiku,Nara. Betapa beruntungnya Sehun bisa dicintai yeoja sepertimu,aku berharap aku bisa seperti Sehun. Ah bodoh sekali aku bilang seperti ini,eomma anakmu ini terlihat lemah hanya karna cinta” Luhan berjalan gontai menuju atap sekolah.

 Ketika sudah sampai di atap sekolah yang hanya ada atap langit biru yang di hiasi secarik mega putih dan burung-burung. Luhan tidak sadar kalau dari tadi ada yang mengikutinya. “Baru kali ini aku melihat dia seperti ini” Baekhyun duduk di tepian dinding sekolah. “Uhm,bahkan dengan memasang wajah seperti orang yang habis kehilangan seluruh kolornya,kau masih terlihat tampan dari pada Baekie haha” Chanyeol tertawa dan menghampiri Baekhyun yang memasang wajah bodohnya. “Harusnya kau tidak boleh sedih,Luhanie. Sehun saja yang baru putus tidak sedih” kali ini pernyataan Kai membuat Sehun,Luhan,Baekhyun dan Chanyeol menatapnya. “Wae? Apa ada yang salah denganku?” semuanya diam dan hanya menatap Kai dengan tatapan membunuh. “Ah,namja-namja ini mengerikan sekali lebih baik aku ke kelas saja” baru saja Kai melangkah satu kaki “KIM JONG IIIIINN!”. Mereka memanggil nama asli Kai dan menyeret tubuh Kai untu dibully bersama-sama. Sehun mencabuti bulu kakinya,Luhan berusaha melepas sepatu Kai,Baekhyun yang mencabuti bulu alisnya dan Chanyeol yang menggelitikinya. Alhasil Kai hanya bisa bernyanyi  “Aw,henhahaha Aw…hahaha Sakhahaha Hentkhahahan Kali hahaha aku menyerah”. Akhirnya pembullyan yang di lakukan para namja yang populer di sekolah itu di hentikan. Kai berdiri seperti yeoja yang yang habis di grepe-grepe oleh makhluk luar angkasa. “Hahaha” mereka semua tertawa kecuali Kai yang kesakitan. “Kau jauh lebih mengerikan sekarang Kai,haha” Luhan tertawa memegangi perutnya. “Kau sekarang tidak terlihat seperti cassanova haha” imbuh Chanyeol. “Setidaknya aku bisa menghibur sahabatku saat ini” Kai tersenyum puas pada mereka berempat. “Baiklah ayo kita kembali ke kelas kita” Baekhyun mengingatkan sahabatnya.

Sehun berencana mengajak Nara bertemu di wahana bermain in-door  yang di buka sampai jam 11malam,dia ingin merencanakan sesuatu. Nara awalnya malas ketika di ajak Sehun tapi dia juga rindu karna hampir seharian dia tidak bersama Sehun seperti biasanya. Nara memilih naik sub way untuk menuju wahana bermain. Nara yang biasanya bertemu dengan Sehun selalu menggerai rambut panjangnya kini dia berubah total,rambut panjangnya di potong sebahu. Nara duduk sendiri di kursinya,samping kanan dan kirinya ada sejoli yang bermesraan dan di depannya ada sepasang suami-istri yang sedang tidur dengan posisi kepala istrinya di sandarkan di bahu sang suami. ‘Dulu kita juga sering seperti mereka oppa,tapi sepertinya aku harus ikhlas tidak melakukannya itu denganmu’.

 Tidak terasa subwaynya sudah sampai,Nara berjalan lagi menuju wahana bermain. Sesampainya di sana Nara menghampiri seseorang “Oppa!” kali ini raut muka Nara terkejut karna orang yang ada di depannya bukanlah Sehun tapi Luhan. “Kenapa kau ada di sini? Eh rambutmu,kau memotongnya?” Luhan tak kalah terkejut ketika ada Nara. “Tadi Sehun menyuruhku kesini dan dia bilang dia di dekat bianglala lalu dia juga bilang memakai t-shirt berwarna putih yang sama kau pakai saat ini dan tentang rambutku. Aku ingin mencoba hal yang baru ” Nara terlihat kaku saat menjelaskan pada Luhan “Lalu kau sendiri,kesini dengan siapa?”. “Aku juga di ajak oleh Sehun,dia bilang Kai,ChanBaek juga ada disini untuk bermain tapi ternyata mereka tidak datang-datang”. Nara sadar kalau ini semua sudah di rencanakan Sehun “Baiklah karna kita sudah terlanjur ke sini,ayo kita bermain-main bersama” Nara mengajak Luhan untuk menikmati wahana bermain ini bersama Luhan. “Benarkah kau mau bermain denganku?” mata Luhan berbinar seperti anak anjing yang tidak memiliki dosa. “Tentu saja Luhan,ayo” Nara menggandeng tangan Luhan dan tentu saja Luhan bahagia amat sangat bahagia. “Kita beli tiket untuk naik bianglala” ajak Nara.

 Setelah mengantri akhirnya mereka berdua naik bianglala. Segurat senyum bahagia terlukis di wajah Luhan melihat yeoja yang di cintainya itu ada disampingnya dan melihat yeoja itu tersenyum. Tapi hal itu bertolak belakang dengan Nara. Di dalam hatinya dia hanya memikirkan Sehun ‘Ini kah caramu agar aku bisa lebih dekat dengan Luhan? Apakah menurutmu mudah untuk menggantikan posisimu dengan sahabatmu ini? Apa sekarang kau ada di sini? Mengawasiku bersama Luhan? Oppa,bahkan kita belum pernah jalan-jalan ke wahana bermain malam-malam bersama’ batin Nara. Setelah bermain bianglala,Nara menarik tangan Luhan lagi menuju lapak yang dimana orang itu di beri benda berbentuk lingkaran dan di lemparkan ke arah benda yang dinginkannya,jika lingkaran itu masuk ke benda itu maka benda itu bisa menjadi milik orang itu. “Apa kau mau aku memainkan ini?” Luhan bertanya pada Nara. “Tentu,ayo lakukan ah iya aku berharap kau bisa mendapatkan boneka Donald duck itu!” Nara menunjuk boneka Donald Duck yang berukuran jumbo. “Baiklah,akan kulakukan” Luhan menukar uang dengan beberapa lingkaran. Sudah 27lingkaran Luhan lemparkan tapi dia tidak juga mendapatkan boneka DD. “Luhan,fighting kau pasti bisa,go Luhan go Luhan” Nara menyemangati Luhan layaknya seorang cheersleader lalu anak-anak yang di tempat itu juga ikut menyemangati Luhan. “Ayo hyung semangat!” komentar seorang anak kecil “Ne hyung,dapatkan boneka itu untuk yeojachingumu” kali ini Nara tertawa mendengar kata-kata anak kecil ini. Dan BANG! Lingkaran itu berhasil masuk ke boneka Donald Duck. “Yeaaah!” teriak semua anak kecil dan Nara. Luhan mengambil boneka itu lalu memberikan bonekanya pada Nara. “Ini untukumu” Luhan terlihat malu saat memberikannya. “Gomawo Luhan-ssi” “Ah kurang romantis hyung,cium cium” ada anak kecil lagi yang menyoraki Luhan dan anak-anak kecil itu langsung bersorak “cium cium cium” “Aish,kalian kan masih bocah jangan punya pikiran yadong!” Luhan menceramahi mereka. “Cium cium cium cium cium” mereka tetap berteriak cium dan tak memperdulikan ceramah Luhan. Dan akhirnya Luhan mencium pipi Nara secara tiba-tiba. Nara tersipu malu dan pipinya merona merah. “Wah unnie kau makin cantik,saat ada semburat merah di pipimu” kali ini seorang yeoja kecil yang berkomentar. “Sudah,sudah kami mau pergi,kalian lanjutkan bermain. Sana sana sana” Luhan mengusir anak-anak tadi,padahal ini cara agar dia tidak semakin speecheless saat berada di samping Nara. “Lalu kita mau kemana lagi?” tanya luhan pada Nara. “Sebentar” Nara membeli satu lingkaran untuk di lemper ke benda yang di incarnya. Dan hanya satu lemparan dia sudah mendapatkan boneka Desy Duck ukuran mini. “Wah kau hebat sekali,aku jadi malu tadi aku melempar sampai 27lingkaran ==’ ” puji Luhan pada Nara. “Ini untukmu” Nara memberikan boneka itu untuk Luhan. “Eh gomawo” “Ne,cheoman,Luhan itu!” Nara menunjuk sesuatu “Apa?” Luhan ternyata tidak tau apa yang di maksud Nara. “Foto box,aku ingin berfoto sebagai kenang-kenangan,apa kau mau?” tawar Nara pada Luhan. “Tentu saja aku mau^^” mereka berdua menghampiri foto box itu. Setelah berada di dalam foto box mereka berdua berpose lucu. Ada yang berpose tampang polos,shock,celebratioan,puppy eyes dan masih banyak pose-pose lucu yang mereka lakukan. “Ada berapa foto” tanya Nara “20 foto,ini 10 foto untukmu dan 10 foto untukku”.

Mereka berdua benar-benar senang walaupun dalam hati kecil Nara masih memikirkan Sehun. Tapi di dalam wahana itu tidak semua orang bersenang-senang,ada seorang namja yang dari tadi mengikuti orang yang dikenalnya bermain bersama. “Ada perasaan senang dan sakit melihat kalian berdua seperti ini” gumamnya. Dan sesaat setelah namja itu mau menuju mobilnya dia merasakan pusing yang amat menyakitkan. Setetes darah segar mengalir dari hidung kirinya “bisakah darah ini dig anti dengan tetesan air mata?” dan tak lama setelah namja itu berbicara sendiri. Tubuhnya jatuh tak berdaya di tanah,semua orang yang melihatnya berhamburan untuk menolong dan membawanya ke rumah sakit dengan menaiki mobilnya.

 

5 pemikiran pada “Baby Don`t Cry (Chapter 1)

  1. daebak chingu…sepertinya sehun lagi galau ye??
    ujung2 nya darahnya netes *heh?? apa hubungannya??
    *gublak….
    fighting chingu…jangan lupa diterusinnya chapternya!! haha

  2. Today, I went to the beach front with my children.
    I found a sea shell and gave it to my 4 year old
    daughter and said “You can hear the ocean if you put this to your ear.” She put the shell to her ear and screamed.
    There was a hermit crab inside and it pinched her ear.
    She never wants to go back! LoL I know this is totally off topic but I had to tell someone!

  3. kyaa…. thor daebak ! aku suka epepnya feelnya kerasa bgt

    ohiya drpd bang sehun galau liatin luhan ama nara mendingan bang sehun ama aku aja 😀 :v #plakk dijambak whirldwins
    KEEP WRITING & HWAITING THOR

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s