My Flower

Title : My Flower

Author : Jung Saera

Main Cast : Byun Baekhyun, Tiffany Hwang

Genre : Sad, romance

Rating : all aged

“Andwae! Kau tidak boleh melakukan itu Baekhyun-ah. Jauhkan!”teriak Tiffany pada seorang namja yang hendak memotong setangkai mawar dengan gunting di kebun Tiffany. Namja tersebut tidak mematuhi perkataan Tiffany, dia hanya mengeluarkan smirknya dan malah mendekatkan gunting tersebut pada tangkai mawar putih tersebut.

“Ya!” teriak Tiffany lagi, yeoja itu berjalan semakin cepat karena Baekhyun mencoba untuk memotong tangkai mawar putih tersebut dengan cepat dan sigap Tiffany langsung menampik tangan Baekhyun dan gunting yang dibawa oleh Baekhyun pun terlepas.

“Ya! Bukankah sudah kukatakan untuk menjauhkan guntingmu dari mawarku?!”teriak Tiffany kesal. Ibu Tiffany hanya dapat menggeleng-gelengkan kepalanya dari sisi lain taman keluarga Hwang yang memang dipenuhi dengan bunga. Tiffany dan Baekhyun sering sekali bertengkar karena hal yang sama. Baekhyun sangat senang membuat Tiffany marah.

“Bukankah noona hanya memberitahuku untuk jauhkan? Kau kan tidak bilang aku harus menjauhkan apa dari apa.”kata Baekhyun membela diri. Namja itu mengambil kembali gunting yang tadi terjatuh.

“Dasar namja babo!” teriak Tiffany kesal. “Jangan berani datang ke kebunku lagi! Jangan mendekati bungaku! Kalau berani mendekatinya, aku yang akan memotong tanganmu!”teriak Tiffany kesal. Dia bersungut-sungut sambil menatap Baekhyun kesal. Tiffany mengambil beberapa daun yang kering dari dahan bunga tersebut dan membuangnya. Merawatnya dengan sangat teliti. Tiffany sangat suka berkebun, awalnya dia jijik karena harus mengurai pupuk, tangannya juga sering belepotan lumpur, terkadang juga ada saja ulat yang berjalan-jalan di tangkai bunga; tapi saat melihat bunga yang dia tanam mekar dengan indahnya beberapa tahun yang lalu, Tiffany jadi sangat suka berkebun. Dia bahkan lebih sering menghabiskan waktunya untuk berkebun daripada untuk sekedar berjalan-jalan dengan teman sekolahnya.

“Kau itu tak normal noona. Ayo berkencan denganku, lalu aku tidak akan mengusik kebunmu lagi.”kata Baekhyun mencoba untuk membujuk yeoja yang dia sukai dari dulu itu. Tiffany menatap Baekhyun dengan garang dan langsung saja menggelengkan kepalanya.

“Shireo! Aku tidak mau berkencan dengan anak kecil!”

“Kau itu yeoja aneh..tidak akan ada yang mau denganmu kecuali aku. Ara? Ayo noona..aku akan mentraktirmu es krim, otte?”tanya Baekhyun dengan mata yang berbinar-binar, mencoba untuk membujuk Tiffany agar bersedia untuk berkencan dengannya. Ini kesekian kalinya Baekhyun mengatakan hal yang sama.

“Shireo! Suatu saat nanti pasti ada pangeran tampan yang akan datang kepadaku dengan membawa buket bunga mawar putih yang sangat besar.”kata Tiffany berkhayal. Meskipun dia tahu bahwa hal itu akan sangat sulit untuk terlaksana. Baekhyun berdecak kesal dan menatap bunga mawar putih yang sangat disukai Tiffany.

“Noona…kau sangat menyayangi bunga mawarmu sampai-sampai aku tidak boleh menyentuhnya, tapi kau sendiri bilang ingin dibawakan buket bunga mawar. Apa itu tidak adil namanya? Sepertinya kau mendeskriminasikan aku saja.”kata Baekhyun. Namja itu berjalan beberapa langkah dan melihat-lihat bunga yang ditanam oleh Tiffany, sudah hampir semuanya mekar.

“Itu berbeda..saat melihat bunga yang kau besarkan dengan sungguh-sungguh…tiba-tiba mati..bukankah itu rasanya sangat menyakitkan?”tanya Tiffany. Ibu Tiffany langsung tercengang mendengar hal tersebut. Nyonya Hwang menatap ke arah putri semata wayangnya dengan mata berkaca-kaca.

“Bunga…sama halnya dengan manusia. Mereka ingin hidup selama mungkin meskipun suatu saat akan layu. Berusaha sekuat tenaga memekarkan bunganya di tengah terik matahari..di tengah salju…meskipun kadang daunnya dihiasi oleh ulat..tapi bunga tak pernah menyerah untuk tetap bertahan hidup.”kata Tiffany menjelaskan. Merangkai kata-kata dengan sangat indah hingga Baekhyun hanya bisa menatapnya terkesima. Namja tersebut masih terdiam, tak tahu harus menjawab bagaimana ungkapan yang dikeluarkan oleh Tiffany tersebut. Beberapa detik kemudian, Baekhyun menggeleng-gelengkan kepalanya dan menatap Tiffany.

“Noona…jadi intinya..jangan sia-siakan hidupmu. Benar begitu kan?”tanya Baekhyun dengan wajah penasarannya. Tiffany menatap Baekhyun dan menganggukkan kepalanya. Menyetujui apa yang telah dikatakan oleh namja yang lebih muda darinya itu.

“Kalau begitu, jangan sia-siakan waktumu, ayo sekarang berkencan denganku..”pinta Baekhyun. Tiffany tercengang mendengar perkataan Baekhyun dan hanya menghela nafasnya. Tiffany menghadap Baekhyun dan memegang kedua pundak namja yang lebih tinggi darinya itu.

“Baekhyun-ah..dengar. aku hanya akan berkencan dengan namja yang saat dia memelukku, aku dapat merasakan debaran jantungnya.”kata Tiffany dengan wajah serius. Baekhyun langsung saja menarik Tiffany ke dalam pelukannya.

“Bukankah noona bisa merasakan debaran jantungku sekarang?”tanya Baekhyun. Memang benar, Tiffany dapat merasakan debaran jantungnya, tapi dia merasa tidak nyaman karena yeoja itu harus sedikit menekuk lututnya.

“Kau itu tidak mengerti maksudku! Dasar bodoh! Aku hanya ingin berkencan dengan namja yang tinggi.”jelas Tiffany, dia berontak dan melepaskan pelukan Baekhyun lalu dengan cepat dan keras menyentil dahi namja itu.

“Ah!! Appo!”teriak Baekhyun kesakitan, dia langsung memegangi dahinya yang memerah.”Kau jahat sekali noona..”Baekhyun meringis kesakitan.

“Bukankah itu salahmu sendiri?”tanya Tiffany dengan sinis pada Baekhyun. Yeoja itu masuk ke dalam rumah dengan wajah yang sangat kesal. Meninggalkan eomma dan juga Baekhyun di kebunnya.

“Noona..kalau kau tidak mau berkencan denganku saat ulang tahunku hari sabtu nanti, aku akan memotong semua mawarmu!”ancam Baekhyun. Tiffany langsung menoleh ke arah Baekhyun dan memberikan namja itu death glare. Tiffany berjalan beberapa langkah mendekati Baekhyun dan saat sampai di hadapan namja itu, Tiffany menatapnya dengan sangat garang.

“Lakukan saja kalau kau tak sayang pada nyawamu.”kata Tiffany lalu bergegas masuk ke dalam rumah. Hendak menyembunyikan sesuatu yang tidak ingin diketahui oleh Baekhyun.

“Mianhae..mianhae Baekhyun-ah..’kata Tiffany dalam hati. Yeoja itu memegangi dadanya karena dia sulit untuk bernafas begitu dia berhasil menutup pintu dan Baekhyun tak lagi dapat melihatnya. Tiffany tersungkur di depan pintu dengan wajah yang sangat pucat.

“Aish…Fany noona menyebalkan.”kata Baekhyun pada dirinya sendiri. Baekhyun menatap sekeliling dan mendapati sosok eomma Tiffany disana. Begitu menyadariya, Baekhyun langsung menundukkan badannya.

“Ah, omoni..annyonghaseo..”kata Baekhyun dengan sopan dan hanya dibalas dengan senyuman oleh eomma Tiffany. Eomma Tiffany berdiri dan berjalan menuju Baekhyun.

“Maafkan Tiffany, dia tidak bermaksud seperti itu..”kata eomma Tiffany dengan sangat lembut, sangat berbeda dengan cara Tiffany berbicara. Baekhyun hanya tersenyum mendengar hal itu, karena dia sudah menjadi tetangga Tiffany belasan tahun, jadi dia sudah sangat mengenal bagaimana kharakter Tiffany.

“Nde…omoni seperti tidak mengenalku saja.”kata Baekhyun dengan tawa cengengesannya. Eomma Tiffany tersenyum lembut dan menepuk-nepuk pundak Baekhyun.

“Aku masuk dulu ya.”

“Nde.”jawab Baekhyun.

Eomma Tiffany berjalan masuk ke dalam rumah dan Baekhyun sendiri juga melangkahkan kakinya keluar dari pekarangan rumah Tiffany untuk pulang kerumahnya, tapi langkahnya terhenti saat mendengar teriakan nyonya Hwang. Baekhyun langsung berlari sekuat tenaga masuk ke dalam rumah Tiffany tanpa permisi terlebih dahulu dan mendapati nyonya Hwang sedang memeluk anaknya yang tidak sadarkan diri. Baekhyun tersentak kaget, terdiam. Badannya susah untuk digerakkan karena sangat shock melihat apa yang terjadi. Tangannya gemetar, matanya berkaca-kaca melihat tubuh Tiffany lemas tak berdaya dalam pelukan sang eomma.

“Noo…noona..”panggil Baekhyun dengan suara bergetar. Baekhyun masih tak bergerak sama sekali dari posisi berdirinya saat ini. Matanya kerkaca-kaca, menatap Tiffany dengan sungguh-sungguh. Mencoba untuk mencerna apa yang terjadi di hadapanannya. Baekhyun melangkahkan kakinya perlahan mendekati Tiffany, namja itu menatap nyonya Hwang yang masih menangis sambil memeluk anaknya. Mata wanita paruh baya itu basah oleh air mata yang tiada henti. Baekhyun memegang lengan Tiffany dan msedikit menggoyang-goyangkannya.

“Noo….noona….bangunlah…apa…apa yang terjadi..? noo…noona…”panggil Baekhyun, namja itu terlalu shock melihat apa yang terjadi. Baru semenit yang lalu dia bertengkar dengan yeoja yang paling dia cintai, tapi sekarang dia melihat yeoja itu terkapar tak berdaya dalam pelukan sang eomma yang terus mengeluarkan air mata. Tiffany tak terlihat sakit sama sekali, dia terlihat sangat bersemangat dan selalu bertengkar dengannya, lalu tiba-tiba tak sadarkan diri dengan wajah pucat membuat Baekhyun sangat shock.

“Baekhyun-ah..bisa…tolong panggilkan ambulance?”tanya nyonya Hwang terbata-bata dengan mata yang berair. Baekhyun tetap tak bersuara dan bergerak. Nyonya Hwang yang melihat hal itu dapat mengerti karena saat pertama kali melihat Tiffany seperti ini, dia juga sama seperti Baekhyun, terlalu shock hingga tak dapat melakukan apa-apa. Nyonya Hwang menopangkan tubuh Tiffany pada Baekhyun dan segera berdiri, berjalan menuju sebuah meja dengan telepon di atasnya, sesegera  mungkin nyonya Hwang memencet nomor rumah sakit dan meminta agar mereka segera mengirimkan ambulance ke kediaman Hwang.

Keadaan begitu tak terduga. Baekhyun tak mengeluarkan air matanya sedikitpun, dia memeluk badan Tiffany dengan wajah tanpa ekspresi. Nyonya Hwang hanya dapat menepuk pundak Baekhyun untuk menenangkan namja itu selama menunggu Ambulance datang.

____________,,,_____________,,,_____________,,,____________,,,_____________

Baekhyun duduk di ruang tunggu, namja itu menyatukan kedua tangannya dan terdiam tak bersuara. Banyak sekali yang dia pikirkan, banyak hal yang ingin dia tanyakan pada Nyonya Hwang, akan tetapi mulutnya terkunci. Nyonya hwang yang duduk di sebelah Baekhyun hanya dapat menatap namja itu miris, mengingat dirinya saat baru pertama kali melihat Tiffany terkapar seperti tadi.

“Baekhyun-ah…kau…pasti sangat shock melihat kejadian tadi…”kata Nyonya Hwang yang sudah merasa sedikit tenang. Baekhyun tak menjawab, dengan suara maupun dengan anggukan. Namja itu masih terdiam. Nyonya Hwang menggenggam tangan Baekhyun dan menatap namja yang sudah dianggap sebagai anaknya sendiri itu, mencoba untuk menenangkan Baekhyun.

“Tiffany….menderita gagal jantung.”kata nyonya Hwang. Baekhyun langsung menoleh pada nyonya  Hwang dengan wajah tak percaya.

“Semua bermula saat  kecelakaan yang menimpanya 5 tahun yang lalu….kecelakaan kecil…yang membuat jantungnya bermasalah…..”kata nyonya Hwang, wanita itu menyeka matanya, mencoba untuk menahan air mata yang sudah hampir keluar lagi dari matanya yang indah.

“Tiffany….sudah menjalani operasi….setahun yang lalu….operasinya gagal….”tambah nyonya Hwang. Mata Baekhyun membulat tak percaya pada apa yang dia dengar. Tangannya bergetar dan mulutnya sedikit terbuka, sungguh shock mendengar berita yang baru saja disampaikan oleh wanita paruh baya tersebut.

“Kata dokter….Tiffany…tidak akan bisa bertahan lebih dari satu bulan…tapi…dia dapat menjalani harinya dengan baik setahun ini….. aku….berfikir..bahwa perkataan dokter itu salah..operasinya tidak gagal…operasinya sangat berhasil…. Tapi………”kata nyonya Hwang terpotong, tak mampu untuk melanjutkan kata-kata yang sudah berada di ujung bibirnya. Akan tetapi perkataan itu tertahan saat nyonya Hwang melihat mata Baekhyun akhirnya mengeluarkan air mata. Pertanyaan yang hendak dia lontarkan terjawab sudah, setelah mengetahui segalanya, dapat mencerna segalanya dengan baik, akhirnya namja itu mengeluarkan air mata yang daritadi tak dapat keluar dari matanya.

“Kenapa…noona tidak pernah mengatakannya..padaku…?”tanya Baekhyun, suaranya bergetar dan sedikit serak.

“Tiffany..tidak ingin membuat orang lain cemas…”jelas nyonya Hwang, air mata kembali menetes dari sudut mata seorang wanita yangb terlihat sangat lemah itu.

“Keluarga Tiffany Hwang agasshi?”tanya seorang dokter yang baru saja keluar dari ruang operasi. Nyonya Tiffany langsung saja berdiri dan mendatangi dokter tersebut, Baekhyun pun juga melakukan hal sama, namja itu mengekor nyonya Hwang.

“Bagaimana keadaan Tiffany dokter?”tanya nyonya Hwang dengan mata yang penuh kecemasan. Begitu pula dengan Baekhyun.

“Dia koma….maafkan kami.. kami sudah melakukan yang terbaik nyonya Hwang…yang dapat kita lakukan sekarang hanya berdoa.”kata Dokter Kim, Dokter yang sudah biasa mengobati Tiffany kemudian langsung pergi setelah mengatakan hal tersebut. Tak lama kemudian Tiffany dibawa oleh beberapa suster untuk dibawa ke ruangan ICU agar mendapatkan perawatan lagi setelah keluar dari ruang operasi.

Nyonya Hwang tidak mampu lagi menahan air matanya yang hendak tumpah menyadari bahwa pytri semata wayangnya akan segera pergi untuk selamanya. Nyonya Hwang berjalan sambil memegangin pinggiran ranjang yang membawa Tiffany ke ruangan ICU. Baekhyun melangkahkan kakinya dengan lemas, melangkahkan kakinya tak berdaya, lututnya bergetar mendengar kenyataan yang benar-benar menyayat-nyayat hatinya. Membuat otaknya berhenti berfungsi, membuat air matanya tak kunjung berhenti, dan membuat hatinya terkoyak. Baekhyun mengikuti para suster yang membawa tubuh Tiffany ke ruangan ICU perlahan.

,——–,——-,——-,——,——–,——-,——-,——,——–,——-,——-,——

Day 1, Monday

“Noona…..bangunlah….”panggil Baekhyun, namja itu menatap tubuh Tiffany yang terkulai tak berdaya, badannya lemas, ada selang infuse dan beberapa kabel lain yang entah tak tahu apa kegunaannya dan tak tahu apakah itu dapat membuat yeoja yang dicintainya bangun dari komat. Tik………..tik………tik………terdengar suara yang lemah dari sebuah alat pendeteksi detak jantung di kanan ranjang Tiffany. Begitu lemah, jeda yang sangat panjang, Baekhyun hampir meneteskan air matanya saat melihat hal tersebut. Begitu lemahnya detak jantung yeoja yang dia cintai, entah..dia tak tahu kapan detak jantung itu berhenti, pikiran yang selalu datang akan tetapi juga merupakan pikiran yang ingin dibuangnya jauh-jauh.

“Noona…kau menyukai bunga bukan…?? Hari ini aku membawa bunga Hawthorn putih…apa kau dapat mencium baunya? Sangat harum bukan? Bunga Hawthorn putih sangat indah….bukankah noona menyukai bunga berwarna putih?”tanya Baekhhyun pada Tiffany. Namja itu meletakkan buket bunga Hawthorn tersebut di atas meja, kemudian duduk dan menggenggam tangan tiffany.

“Noona…apa kau tahu bahasa bunga dari Hawthorn berwarna putih??”tanya Baekhyun, tak meneruskan perkataannya, berharap Tiffany akan bangun dan menjawab pertanyaannya. Setelah beberapa menit, Tiffany tak kunjung bangun dan menjawab pertanyaan dari namja tersebut, akhirnya Baekhyun mulai membuka mulutnya dan hendak melanjutkan perkataannya.

“Bahasa bunga dari Hawthorn putih…adalah harapan….mungkin…kemarin aku berharap bahwa kau akan membalas cintaku…tapi sekarang…aku berharap agar noona segera bangun…dan mengataiku “babo”…noona….ireona…”panggil Baekhyun. tangannya menggenggam tangan Tiffany dengan sangat erat.

“Baekhyun-ah…kau datang?”tanya nyonya Hwang yang baru saja datang ke rumah sakit. Baekhyun berdiri dan membungkukkan badannya pada Nyonya Hwang.

“Ne omoni….”jawab Baekhyun dengan suara yang pelan. Nyonya Hwang hanya tersenyum dan berjalan mendekat lalu menepuk-nepuk pundak Baekhyun.

“Pulanglah Baekhyun… kau juga harus beristirahat… sekarang aku yang akan menjaga Tiffany.”kata Nyonya Hwang pada Baekhyun. Baekhyun menggeleng-gelengkan kepalanya dan menundukkan wajahnya.

“Aku ingin menemani Fany noona omoni…”kata Baekhyun lagi.

“Kau bisa datang lagi kemari besok Baekhyun-ah….Tiffany pati juga akan sedih kalau kau jatuh sakit….ne?”kata Nyonya Hwang. Baekhyun terdiam dan akhirnya mengangguk perlahan. Baekhyun membungkkan badannya kemudian pergi. Sebelum menutup pintu ruangan, Baekhyun menatap Tiffany dan mendesah perlahan.

,——–,——-,——-,——,——–,——-,——-,——,——–,——-,——-,——

Day 2, Tuesday

Baekhyun membuka pintu ruangan dimana Tiffany dirawat dan tersenyum pada yeoja itu meskipun dia tahu bahwa yeoja itu belum membuka matanya.

“Noona..aku datang…”kata Baekhyun. Baekhyun berjalan mendekat dan membelai rambut Tiffany dengan lembut. Baekhyun tersenyum lembut pada Tiffany dan meletakkan bunga yang dia bawa ke dalam vas yang ada di atas meja. Setelah selesai, Baekhyun segera duduk dan menggenggam tangan Tiffany, membelai pipi Tiffany yang sangat dingin.

“Noona…apa kau bisa menebak bunga apa yang kubawa hari ini?”tanya Baekhyun pada Tiffany. Baekhyun mengambil setangkai bunga heather dan mendekatkannya pada Tiffany.

“Ini tidak terlalu berbau…apa noona tahu bunga apa ini?”tanya Baekhyun lagi.”Ini adalah white Heather…..”lanjut Baekhyun.

“Bahasa bunganya…perlindungan….semoga….kau selalu mendapatkan perlindungan noona…agar kau dapat bangun dan semuanya akan kembali seperti semula. Aku ingin kau mengacak-acak rambutku….aku ingin noona…mengataiku babo lagi….setelah noona siuman..aku berjanji tidak akan menggodamu…aku berjanji tidak akan menyentuh bungamu lagi…jadi tolong…bangunlah…bangunlah dan katakan..”aku tidak akan mati Baekhyun” bangunlah noona….bangunlah….”kata Baekhyun panjang. Namja itu melihat wajah Tiffany yang tak menunjukkan respon sama sekali. Wajahnya yang pucat, wajah tanpa senyuman yang paling disukainya, wajah menderita.

Baekhyun menyeka air mata yang sudah berada di pelupuk matanya. “kau pasti akan mengataiku cengeng kalau kau bangun… iya kan?”tanya Baekhyun. Baekhyun mengambil sesuatu dari tasnya dan menunjukkannya pada Tiffany.

“Tada… aku membawa kamera…aku ingin membuatmu malu saat kau sadar nanti noona. Aku ingin kau melihat betapa buruknya wajahmu di saat seperti ini.”kata Baekhyun. Baekhyun berdiri dan mendekatkan wajahnya pada Tiffany. KLIK. Suara tombol shutter yang dipencet oleh Baekhyun diringi oleh lampu flash. Baekhyun melihat hasil dari jepretannya tersebut dan menunjukkannya pada Tiffany.

“Lihat noona….aku terlihat tampan bukan? Aku bukan anak kecil seperti yang katakan selama ini. Aku sangat tampan. Apa kau tahu?”tanya Baekhyun pada Tiffany yang masih menutup matanya. Baekhyun melihat sekilas foto tersebut dan menunjukkannya kembali pada Tiffany.

“Lihat noona…kau terlihat sangat buruk. Ishh….hanya aku namja tampan yang bersedia menerimamu. Bangunlah noona…demi aku….demi omoni….demi bunga yang kau tanam…”kata Baekhyun.

Baekhyun kembali mengambil beberapa foto dirinya dan Tiffany hingga akhirnya dia menyadari bahwa hari sudah semakin sore, waktu sudah menunjukkan pukul 5 dan sebentar lagi Ibu Tiffany akan sampai setelah bekerja. Baekhyun memasukkan kameranya ke dalam tas dan berbenah. Baekhyun mencium kening Tiffany dan tersenyum pada yeoja itu.

“Lusa aku akan datang lagi….aku besok tidak bisa datang. Tidak apa-apa kan noona?”tanya Baekhyun. Baekhyun menggenggam tangan Tiffany dan menciumnya.

“Sampai jumpa hari kamis noona.”

,——–,——-,——-,——,——–,——-,——-,——,——–,——-,——-,——

Day 4, Thursday

“Noona…annyong.”kata Baekhyun sambil menutup pintu ruang rawat Tiffany.

“Apa kau merindukanku?”

Sama seperti hari-hari sebelumnya, Baekhyun membawa sebuah buket bunga. Sebuah buket bunga berwarna ungu yang cantik. Bunga Iris.

“Harum bukan? Ini bunga Iris.”kata Baekhyun. Baekhyun meletakkannya di atas vas dan berjalan menuju jendela di samping kanan ranjang Tiffany dan membuka jendela tersebut selama beberapa menit.

“Noona pasti merasa bosan dengan bau rumah sakit…aku tahu ini dilarang. Tapi hanya beberapa menit saja..aku ingin noona merasakan hawa segar…agar kau tau betapa segarnya luar rumah sakit…dan segera membuka matamu.”jelas Baekhyun. Baekhyun segera menutup jendela tersebut setelah beberapa menit, menghindari hal yang tidak diinginkan terjadi.

“Apa noona tidak bertanya apa arti bunga Iris?”tanya Baekhyun pada Tiffany. Baekhyun duduh di samping ranjang Tiffany dan menatap yeoja itu dengan pandangan yang sangat lembut.

“Bahasa bunga dari bunga Iris adalah kekuatan. Aku ingin noona mendapatkan kekuatan dan dapat segera bangun…dapat menjalani kehidupan seperti biasanya.”jelas Baekhyun. Baekhyun berdiri dan duduk di sebuah kursi di samping ranjang Tiffany dan menggenggam tangan yeoja itu. Tik….tik…..tik….. suara yang sudah tak asing lagi di telinga Baekhyun. suara dari alat pendeteksi detak jantung yang masih berada di samping ranjang Tiffany. Tapi semakin lama suara tersebut semakin lemah dan semakin lemah. Mata Baekhyun membulat mengetahui hal tersebut. Baekhyun melepaskan genggaman tangannya dan segera berlari keluar ruang rawat Tiffany.

“Dokter!! Dokter!!”teriak Baekhyun sambil menyusuri lorong rumah sakit dengan tangan yang bergetar. Tak lama kemudian seorang dokter pun datang dan segera berlari menuju ruang rawat Tiffany dan memeriksanya. Baekhyun berdiri di depan pintu dan hanya bisa menatap ke dalam ruangan dengan hati yang was-was. Lututnya bergetar, tangannya berkeringat dan matanya masih membulat. Tak tahu apa yang akan terjadi pda yeoja yang selalu dicintainya tersebut.

DRAP..DRAP..DRAP..

Bunyi langkah kaki seorang wanita paruh baya membuyarkan pikiran Baekhyun tentang hal-hal buruk yang mungkin akan dialami oleh Tiffany.

“Baekhyun-ah! Bagaimana keadaan Tiffany?”tanya Nyonya Hwang yang baru saja sampai setelah beberapa menit yang lalu Baekhyun menghubunginya karena keadaan Tiffany menurun.

“Aku…aku…tidak tahu omoni….”jawab Baekhyun terbata-bata.

“Semoga dia baik-baik saja…”kata Nyonya Hwang dengan air mata yang sudah menetes dari matanya yang indah. Mata yang sama dengan yang dimiliki oleh Tiffany.

Tak berapa lama, seorang dokter keluar dari ruang rawat Tiffany. Baekhyun dan Nyonya Hwang langsung mendatangi dokter tersebut, hendak menanyakan keadaan Tiffany.

“Keadaan Tiffany semakin memburuk…aku tidak tahu sampai kapan dia dapat bertahan.”jelas Dokter tersebut. Air mata nyonya Hwang semakin mengalir dengan deras mendengar hal itu.

“Ah…dan juga…bunga yang ada di kamar itu..bisa tolong dikeluarkan? Itu tidak baik untuk pernafasannya. Itu akan mengganggu proses pemulihan. Untuk sementara, biarkan pasien istirahat total”kata Dokter tersebut sebelum pergi meninggalkan Baekhyun dan juga nyonya Hwang.

Baekhyun terdiam dan hanya bisa menundukkan wajahnya, kembali menghadapi kenyataan yang selalu ditampiknya belakangan ini. Baekhyun segera masuk ke dalam dan mengambil tas serta bunga Iris yang tadi dibawa olehnya. Baekhyun menatap Tiffany tanpa senyuman yang terulas di bibirnya.

“Noona…beristirahatlah..lalu kau harus segera bangun. Ne?”kata Baekhyuhn kemudian langsung pergi dan membiarkan Tiffany untuk beristirahat tanpa mengganggu proses pemulihan yeoja itu.

,——–,——-,——-,——,——–,——-,——-,——,——–,——-,——-,——

Day 5, Friday

Baekhyun berdiri di depan pintu ruang rawat Tiffany dan memandangi yeoja itu dari luar. Baekhyun ingin sekali merengkuh bahu Tiffany dan memeluknya dengan lembut, Baekhyun ingin sekali menggenggam tangan Tiffany dan membelai rambut indah yeoja itu. akan tetapi hal itu mustahil untuk dilakukan. Tiffany harus beristirahat secara total tanpa mendapatkan gangguan, jadi Baekhyun hanya dapat melihatnya dari luar ruangan.

“Noona…hari ini…aku membawa hasil jadi dari foto kita kemarin…aku ingin sekali menunjukkannya padamu…akan tetapi aku tidak dapat melakukannya hari ini. Kalau dokter sudah mengijinkanmu mendapatkan kunjungan, aku pasti akan menunjukkannya padamu.”kata Baekhyun dalam hati. Namja itu menyentuh kaca yang berada di pintu ruang rawat Tiffany dan menatap Tiffany dengan tatapan penuh kekhawatiran.

“Noona..hari ini aku membawa peach blossom….yang berarti panjang umur….aku berharap agar kau panjang umur….dan dapat melewati sisa waktumu dengan baik noona…”kata Baekhyun tanpa memperdulikan suster dan juga pasien yang sedang berjalan di sekitarnya.

“Noona…Ireona…..”

,——–,——-,——-,——,——–,——-,——-,——,——–,——-,——-,——

Day 6, Saturday

Baekhyun melangkahkan kakinya dengan cepat menuju ruang rawat Tiffany. Hari ini Tiffany sudah bisa dikunjungi dan Baekhyun sudah tidak sabar untuk dapat bertemu dan menggenggam tangan yeoja itu. Baekhyun menggenggam sebuket bunga mawar putih di tangannya. Baekhyun semakin mempercepat langkahnya saat mengetahui bahwa ruang rawat Tiffany sudah berada di depan mata.

“Noona!”panggil Baekhyun sedikit keras, mencoba untuk mengutarakan rasa bahagianya karena Tiffany sudah boleh dijenguk. Baekhyun meletakkan mwar putihnya di kursi tunggu depan ruang rawat Tiffany karena dia teringat bahwa serbuk bunga akan mengganggu pernafasan dan proses pemulihan Tiffany. Setelah meletakannya disana, Baekhyun berjalan mendekati Tiffany dan segera menggenggam tangan yeoja itu dengan penuh cinta.

“bogoshipoyo noona…”kata Baekhyun pada Tiffany. Baekhyun mencium tangan Tiffany, mencerminkan betapa namja itu merindukan yeoja yang sungguh-sungguh dicintainya tersebut.

“Noona….aku…sungguh-sungguh merindukanmu. Kemarin aku hanya bisa melihatmu dari luar…tapi kau menyadari kehadiranku kan noona?”tanya Baekhyun pada Tiffany.

“Ah..”sentak Baekhyun ketika mengingat sesuatu yang ingin sekali dia tunjukkan pada noonanya tersebut. Baekhyun mengambil sebuah amplop berwarna putih yang ada di tasnya dan segera mengeluarkan isinya.

“Lihat…ini adalah hasil foto kita beberapa hari yang lalu. Noona pasti ingin melihatnya kan?”tanya Baekhyun sambil menunjukkannya satu persatu pada Tiffany. Menunjukkannya pada Tiffany dan memberikan komentar pada yeoja itu.”Lihat, aku tampan kan?” “Aigoo noona, wajahmu buruk.” “Noona..disini kita terlihat sangat serasi” Baekhyun terus saja berbicara saat menunjukkan foto-foto dirinya bersama dengan Tiffany hingga habis.

“Aku akan menyimpan foto ini noona.. aku akan terus menyimpannya hingga kau bangun dan kita dapat berfoto lagi. Bagaimana?”tanya Baekhyun pada Tiffany. Tangannya menggenggam dengan erat tangan Tiffany.

“Noona-ya….apa kau tidak bertanya..bagaimana bisa aku tahu bahasa bunga?”tanya Baekhyun, “pasti kau mencarinya di internet bukan? Kau..pasti akan menjawab seperti itu bukan noona?”lanjut namja itu. Baekhyun menempelkan telapan tangan Tiffany pada pipinya.

“Aku menyukai bunga noona…sejak mengetahui kau menyukai bunga…aku banyak belajar tentang bunga…itu kulakukan untukmu. Agar kita dapat berbincang dengan santai saat kau menerima ajakan kencanku….aku mempelajari bahasa bunga…untukmu noona..”kata Baekhyun lagi. Mencoba memberikan penjelasan pada Tiffany.

“Noona…kau ingat? Ini hari sabtu…hari dimana aku mengajakmu berkencan…tanggal 6 Mei…hari ulang tahunku.”Baekhyun mengucapkannya terbata-bata, menahan air mata yang hendak turun dari matanya. Matanya yang sipit berkaca-kaca. “Noona…kenapa kau tidak bangun dan mengucapkan selamat ulang tahun untukku?”tanya Baekhyun.

“Noona….apa kau tahu?”tanya Baekhyun.”Setiap kali aku membuka pintu ruangan ini…aku selalu berharap kau sudah membuka mata dan menungguku sambil tersenyum… aku selalu berharap….kau akan memberikan ucapan selamat datang padaku….”Oh…Baekhyun, kau datang?” aku….selalu menanti ucapan itu darimu noona…dan aku akan segera berlari dan memelukmu. Aku akan memelukmu dan tidak akan pernah melepaskanmu lagi noona..aku akan selalu menjagamu…” namja itu menundukkan wajahnya karena sudah tidak kuasa menahan air matanya. Setelah beberapa saat menahan ucapannya karena suaranya serak akhirnya Baekhyun mengangkat wajahnya dan menyeka air matanya.

“Aigoo…mianhae…aku harusnya menghiburmu agar kau cepat bangun…aku malah menangis…aku bukan lelaki jantan…apa ini yang membuatmu tidak dapat menerima ajakan kencanku?”

“Baiklah…mulai sekarang aku berjanji..aku tidak akan menangis lagi noona…aku ajan menjadi seorang lelaki yang baik untukmu..lelaki yang jantan dan tidak mudah menangis.”lanjut Baekhyun.

“Noona…hari ini aku membawa sebuket mawar putih. Tapi aku tidak bisa membawanya kesini…karena itu tidak baik untuk pernafasanmu noona…”kata Baekhyun pada Tiffany. Baekhyun mengambil i-phonenya dan segera keluar untuk memfoto bunga mawar putih yang tadi dia bawa. Baekhyun kembali masuk ke dalam ruang rawat dan menunjukkan foto tersebut pada Tiffany.

“Lihat…ini adalah mawar putih yang kubawa…apa kau suka noona?”tanya Baekhyun. “Kau selalu bilang bahwa kau ingin mendapatkan mawar putih dari seorang namja yang mencintaimu dan yang kau cintai bukan noona?? Apa karena kau sudah tahu artinya noona?”tambah Baekhyun. Baekhyun menghela nafasnya perlahan sebelum melanjutkan penjelasannya.

“Mawar putih….cinta yang abadi….mawar putih melambangkan cinta yang tiada akhir. Sama seperti cintaku padamu noona…aku tidak akan pernah berhenti mencintaimu….cinta yang  abadi….aku..aku terus menunggu hingga kau membuka matamu noona…hanya kaulah yang kucintai…apa kau tahu itu noona?”tanya Baekhyun.

“Aku..tidak tahu bagaimana aku bisa mengutarakan besarnya rasa cintaku padamu…mawar putih..cinta yang abadi..mungkin itu adalah kata yang tepat untuk melambangkan betapa besarnya cintaku padamu…noona…aku sangat mencintaimu… Byun Baekhyun..sangat mencintai Tiffany Hwang.”kata Baekhyun. Baekhyun meraih tangan Tiffany dan menciumnya.

Baekhyun menatap wajah Tiffany dengan lembut, mata Tiffany yang tertutup mengeluarkan air mata. Seorang Tiffany yang sedang berada dalam keadaan koma, di antara hidup dan mati, meneteskan air matanya karena ucapan Baekhyun. Baekhyun semakin terisak melihat hal tersebut.

“Noona…apa kau sudah sadar? Noona…?”panggil Baekhyun. Tiffany tak menjawabnya, badannya tak bergerak sama sekali. Tak ada tenaga sama sekali di dalamnya, badannya masih tetap terkulai lemas dengan wajah pucat. Hanya air mata dan detak jantung Tiffany saja yang masih menandakan ada kehidupan di tubuh Tiffany yang kurus. Tik……..tik……….tik………..tiiiiiiiiit………………. suara dari alat pendeteksi detak jantung langsung membuat jantung Baekhyun juga seakan berhenti berdetak. Baekhyun langsung melihat ke arah alat itu dan dia hanya dapat melihat garis lurus. Sebuah garis yang menadakan bahwa orang tersebut telah tiada.

“Noona…noona bangunlah! Noona ireona!! Fany noona ireona!!”teriak Baekhyun sambil mengguncang-guncangkan tubuh Tiffany.

“Noona!!! Ireona!! Fany noona ireona!!”teriak Baekhyun lagi. Baekhyun merengkuh pundak Tiffany dan memeluknya dengan erat. Air matanya kembali menetes meskipun dia sudah berjanji tidak akan menangis lagi. Akan tetapi, kehilangan seorang yeoja yang sangat dicintai, akan emmbuat siapapun menjadi rapuh dan meneteskan air matanya.

“Noona…ireona…….”kata Baekhyun terbata-bata. Namja itu masih memeluk tubuh Tiffany yang sudah tak bernyawa hingga akhirnya seorang dokter dan beberapa perawat datang. Perawat tersebut langsung memisahkan Baekhyun dan Tiffany untuk mengecek keadaan Tiffany. Baekhyun hanya dapat melihat saat alat kejut jantung ditempelkan di dada Tiffany, sekali…dua kali…tiga kali…empat kali…tak ada reaksi sama sekali. Tubuh Tiffany tidak memberikan respon sama sekali. Garis lurus yang ada di alat pendeteksi detak jantung tak berubah sama sekali. Dokter pun meletakkan alatnya dan menggelengkan kepalanya perlahan.

“Suster…tolong catat waktu kematian.”kata Dokter tersebut pada seorang suster. Seorang suster lainnya menutupi wajah Tiffany dengan selimut. Baekhyun hanya dapat terdiam melihat hal tersebut. Melihat  orang yang sangat dicintainya pergi tanpa sepatah katapun…melihat orang yang sangat dicintainya pergi tanpa memberikan kata perpisahan padanya. Melihat orang yang sangat dia cintai..pergi utnuk selamanya.

,——–,——-,——-,——,——–,——-,——-,——,——–,——-,——-,——

“Baekhyun-ah….relakan Tiffany..biarkan dia tenang di alam sana…”kata Nyonya Hwang sambil menepuk pundak Baekhyun yang masih saja menatap batu nisan dengan nama “Tiffany Hwang” di atasnya. Baekhyun hanya terdiam tak bersuara sama sekali. Melihat nama tersebut dan juga foto Tiffany saat sedang tersenyum dengan cantik telah menempel di dinding nisan membuat Baekhyun tak dapat berkata-kata.

“Baekhyun-ah…sebelum meninggal…Tiffany menitipkan ini padaku…”kata Nyonya Hwang pada Baekhyun. Baekhyun langsung tercengang mendengar hal tersebut. Matanya seakan-akan bertanya, “apakah Tiffany pernah sadarkan diri?”

“Saat kau tidak kerumah sakit hari rabu…Tiffany sadar…dan langsung memintaku untuk mengambil camera handycam….dia mengatakan bahwa ada hal yang ingin disampaikan kepadamu….”kata Nyonya Hwang pada Baekhyun.”Aku ingin menghubungimu…tapi Tiffany melarang…..lihatlah video itu…”kata nyonya Hwang kemudian meninggalkan Baekhyun seorang diri di pemakanan tersebut. Baekhyun langsung membuka hadycam tersebut dan melihat hasil rekaman Tiffany karena rasa penasaran yang sangat besar.

[Baekhyun-ah..apa kau dapat mendengarku?]tanya Tiffany dengan suara yang sangat pelan. Suara yang sangat lemah, terlihat sekali bahwa yeoja itu sedang memaksakan dirinya untuk berbicara.

[Saat kau melihat ini..berarti aku sudah tiada…Mianhae…karena aku membuatmu khawatir…jeonmal mianhae….] mata Baekhyun berkaca-kaca mendengar hal tersebut.

[Baekhyun-ah…aku…hanya memiliki sedikit waktu…jadi..aku akan mengutarakan hal yang paling ingin aku ucapkan kepadamu…]tambah Tiffany sedikit terbata dengan nafas yang tidak teratur.

[Byun Baekhyun…saranghae…]kata Tiffany. Baekhyun langsung tercengang mendengar hal tersebut. Matanya membulat tak percaya. Tangannya yang sedang memegang hadycam tersebut bergetar.

[Mian…karena aku tidak pernah mengutarakannya padamu..karena aku tahu aku tidak mempunyai banyak waktu untuk menamanimu….karena itu..aku tidak pernah mengutarakannya padamu…dan bersikap kasar padamu…jeonmal mianhae..Baekhyun-ah..] perkataan Tiffany tersebut dengan sukses membuat air mata Baekhyun akhirnya kembali mengalir.

[Kau harus berbahagia Baekhyun-ah……….kumohon….lupakan cintamu padaku…dan berbahagialah…jika kau bahagia….aku juga akan sangat bahagia….bukankah…kita akan merasa sangat bahagia kalau orang yang kita cintai bahagia?? Yang membuatku bahagia…adalah kau bahagia….berbahagialah…Byun Baekhyun…tersenyumlah…] kata Tiffany. Itu adalah kalimat terkahir yang diucapkan oleh Tiffany. Video berdurasi 3 menit yang berhasil membuat Baekhyun kembali menangis.

2years later

Baekhyun duduk di bawah sebuah pohon yang tidak jauh dari makam Tiffany sambil membawa handycam yang berisi video terkahir dari Tiffany, selama 2 tahun masih terus disimpannya. Baekhyun menatap langit Seoul yang sangat cerah, berwarna biru dengan awan putih yang indah. Baekhyun tersenyum lembut dan sedikit bergumam.

“Fany noona….aku sudah berbahagia…..apa kau juga bahagia disana?”

 

THE END

Maafkan author kalau ada banyak typo…m( _  _ )m

Don’t forget to leave a comment… \(*o*)/

Iklan

8 pemikiran pada “My Flower

  1. Hueeeee baekhyun ah aku juga bahagia melihatmu bahagia x’D eaak hueee keren banget ceritanya, idenya bagus :] berharap happy ending tp nyatanya sad ending :’) ayo thor fighting! Bikin lagi ff BaekNy couple ya hahahaha abis aku nge shipper BaekNy :b ♥♥♥♥♥ mwah mwah gomawo buat ff nya ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s